Selasa, 07 Januari 2014

Sinopsis : Hakuba No Oujisama - Ep. 8



Takako dan Ozu terbawa suasana malam pantai. Mereka akhirnya menyerah dengan perasaan yang selama ini sudah mereka coba tahan. Ozupun akhirnya mencium Takako dengan lembut.
Mereka tak menyadari Hp mereka berbunyi yang ternyata dari sekolah mereka.

“maaf..” ucap Ozu merasa bersalah karena tindakannya itu sudah melebihi batas.
“jangan minta maaf.. kau selalu saja begitu” kata takako
“benarkah aku begitu?”
“iya..”jawab Takako
“maaf..” ucap Ozu lagi. Takako tersenyum mendengar Ozu terus minta maaf padanya.
Ozu melirik dan melihat Takako tersenyum.
“Hara-sensei.. kau jarang sekali tersenyum… padahal aku menyukai senyummu” Takako menoleh dan melihat Ozu.


Disebuah rumah sakit, Akiyama-sensei dimarhi oleh salah satu orangtua murid yang anaknya mengalami kecelakaan. Ibu anak itu marah karena wali kelas anaknya (Takako) dan wakil wali kelasnya (Ozu) tak bisa dihubungi saat anaknya sakit.
Jepang agak aneh ya.. masak sudah diluar jam sekolah masih harus mengurusi murid?


Ozu mengantar Takako pulang dengan bergandengan tangan sampai didepan apartemen Takako.  Mereka agak berat melepaskan tangannya sangat berpisah. Sampai didalam kamar tidurnya Takako tersenyum terus menerus. Ozu juga tak beda, ia mengayuh sepedanya dengan bahagia.


Keesokkan harinya kepala sekolah Sano dan Akiyama-sensei memberitahu Takako dan Ozu klo ada seorang murid mereka kecelakaan dan meminta keduanya mengunjungi murid itu dan meminta maaf pada keluarganya.

Mereka ditanya keberadaan mereka semalam  kenapa tidak bisa dihubungi. Takamine-sensei datang dan berkata klo mungkin keduanya pergi  berua untuk bersantai sebentar setelah kecapean survey camping. Takako menjawab tidak tapi Ozu menjawab iya. Jawaban yang berbeda keduanya membuat semuanya yang ada diruang guru jadi curiga dengan hubungan keduanya.

Takako dan Ozu jadi gugup. Takamine bertanya mereka pergi ke mana?  Kepala sekolah yang pengertian coba menengahi situasi itu dengan berkata klo tak masalah mereka pergi kemana, ia hanya ingin keduanya segera minta maaf pada ibu muridnya itu. Akiyama-sensei lalu diserahi berbicara dengan takako.


Akiyama-sensei mengingatkan Takako tentang hubungan keduanya jika ketauan orangtua muri maka mereka berdua harus keluar dari sekolah. Mungkin bagi Ozu yang masih muda akan mudah mencari pekerjaan baru tapi bagi takako pasti akan sangat berat jika meninggalkan sekolahan. 

Mori sensei datang dan berkata klo tak masalah mereka bersama yang penting jangan memberitahu orangtua muridnya itu. setelah Akiyama pergi, Mori bertanya secara pribadi apa yang terjadi dengan keduanya? Takako sepertinya tidak mau membahasnya, ia meminta maaf dan pergi ke mejanya.
“mereka boleh jadi penghalang diantara kami. Tapi mereka tak akan bisa mengambil kebahagian yang aku rasakan semalam. Bisakah kau melindungiku?”
 

Takako dan Ozu pergi ke rumah sakit untuk meminta maaf pada keluarga murid mereka. Ibu itu marah-marah pada keduanya. Ia bertanya apa karena diluar jam sekolah jadi mereka bersikap seperti itu? Takako yang sudah dewasa  dan mengerti sikap yang harus dilakukannya atas orangtua muridnya yang sedang marah itu hanya menjawab “tidak”.  

Tapi Ozu agak membantahnya dan berkata “itu tak benar” kontan saja ibu itu marahnya menjadi bertambah. Ia marah pada Ozu. ia bertanya apa Ozu  yang baru mengajar ini sudah tau sikap seorang guru itu harusnya seperti apa? Ozu menjawab “aku percaya.. aku sudah tau”.  Ibu itu bilang klo peraya saja tak cukup.

Takako yang menyadari kemarahan ibu itu tambah parah segera menengahi dan berkata klo itu kesalahannya dia sebagai wali kelas yang tak mengangkat telpnya.

Ibu itu lalu meminta Ozu meninggalkannya bicara berdua denga Takako. 


Ia mengatakan klo ia menghargai dan sangat percaya takako yang sudah punya pengalaman mengajar lama. Tapi ia tak yakin Ozu akan jadi guru yang baik karena saat pertama masuk jadi guru saja ia mengatakan kalimat yang tak pantas diucapkan seoran guru didepan murid-muridnya seperti mengatakan “tak akan membuat gadis yang dicintainya menangis lagi”.

Takako membela Ozu dengan mengatakan klo ozu adalah seorang guru yang baik. Ibu itu lalu mengatakan klo sekali lagi ia melihat ozu melakukan kesalahan maka ia akan mengumpulkan orangtua murid agar ozu dikeluarkan dari sekolah.


Takako dan ozu keluar dari rumah sakit selesai  menegok muridnya itu. Takako terlihat sangat tertekan setelah berbicara dengan ibu itu. Mereka berjalan berdua namun tak berkata apapun. Ozu meminta maaf karena situasi jadi tambah kacau karena dia.

“aku benar-benar meminta maaf” ucap Ozu
“kau tak perlu meminta maaf.. kita berdua yang salah.. dan seharusnya tak melupakan peran kita sebagai seorang guru apapun yang terjadi, apapun situasinya.”

“aku seharusnya tak berkata seperti itu tadi” sesal Ozu tertunduk.
“sudah kita hentikan saja” jawab Takako
“tapi…”
“kita hentikan saja… “ ucap takako pelan mengambil keputusan. “tolong lupakan saja apa yang terjadi kemarin.”
 

Ozu terkejut dan mengamati Takako “apa Hara-sensei akan melakukannya juga?”
“tentu saja” jawab takako tanpa menatap Ozu. Mereka terdiam. Ozu melihat Takako yang sepertinya bersungguh-sungguh tak akan meneruskan hubungan mereka berdua.

“ini pertama kalinya aku terlibat hubungan dengan orang muda seperti ini. mengakhirinya adalah tanggung jawabku sebagai orang yang lebih tua.

“aku mengerti” sahut Ozu
“mari kita pulang sendiri-sendiri.. aku akan naik taxi dari sini” ucap takako tanpa melihat Ozu dan berpaling pergi. Ozu muram menatap kepergian Takako itu.
“mengakhirinya justru menjadi bukti cintaku”
Tindakan takako untuk tak meneruskan hubungan mereka sepertinya karena kata-kata dari ibu muridnya itu yang mengatakan klo ozu melakukan kesalahan lagi maka Ozu akan dikeluarkan dari sekolah.  Dalam hal ini berate takako menunjukkan cintanya pada Ozu. ia melindungi Ozu!
 

Sejak kejadian sebulan yang lalu itu hubungan keduanya hanya sebatas teman kerja saja. Takamine yang menduga keduanya ada hubungan jadi berpikir lain klo keduanya tak ada hubungan apa-apa.
 

Ozu berbicara dengan kaori lewat webcam. Ia bertanya apa yang akan dilakukan kaori natal dan tahun baru nanti. Kaori menjawab klo orangtuanya akan datang ke tempatnya. Ia minta ozu juga mengunjunginya kesana. Ozu berkata klo ia belum bisa meninggalkan sekolah karena akan ada kelulusan dan ia belum terbiasa dengan pekerjaan barunya itu.

Kaori ngomel kenapa juga Ozu harus pindah kerja seperti itu. Ozu jadi kesal dan menjawab dengan nada keras klo ia sudah memberitahu kaori sebelumnya klo ia bosan terus menatap angka-angka. Ia ingin berhubungan dengan orang banyak.
Kaori terkejut mendengar nada bicara ozu seperti itu karena selama ini ia tak pernah mendengar ozu berkata seperti itu. “kou-kun, kau membuatku takut” ucap kaori terkejut.


Takako bertemu mori dan yuko seperti biasanya. Mereka berharap dinatal ini mereka akan bertemu orang yang tepat untuk mereka. Tapi mereka bingung bagaimana mereka mngetahui klo itu adalah lelaki yang tepat.
 

Ozu pergi ke rumah ibunya. Kotomi ichikawa pamit pada ibunya untuk pergi dulu. Ibunya meminta kotomi menemani kakaknya dulu. Kotomi menjawab ia sudah bertemu kakaknya itu tiap hari jadi tak masalah klo ia pergi. Setelah kotomi ichikawa pergi, Ozu mengambil amplop berisi uang bulanan untuk ibunya.

Ibunya mau menolaknya karena harusnya uang itu disimpan Ozu untuk persiapan pernikahan. Ozu terkejut ibunya membahas tentang pernikahan padahal ia tak memikirnya sedikitpun. Saat pulang ke apartemennya ozu juga terus mulai memikirkan pernikahan.


Takako bertanya ibunya bagaimana ibunya tau klo ayahnya adalah orang tepat? Ibunya menjawab klo ia yakin suaminya itu adalah orang ia rasa bisa menjaga dirinya.
Takako mengantar minuman untuk ayahnya dan temannya. Ia mendengar dari luar klo teman ayahnya itu bertanya apa ayahnya itu tak ingin punya cucu dari takako yang belum juga menikah? 

Ayah takako menjawab “tentu saja…  tapi  itu akan jadi orangtua yang egois klo meminta anaknya menikah hanya karena ingin melihat cucu. Itu kehidupan dia.. biarkan dia hidup dengan apa yang disukainya. Terkadang aku ragu klo dia akan hidup seorang diri jika dia tua. Jika sesuatu terjadi nanti apa yang akan dilakukannya? Sangat menyakitkan saat memikirkan itu.” ucap ayah takako dari dalam ruangannya.
Takako terharu mendengar kata-kata ayahnya itu. tapi juga takako menjadi sedih.
 

Takako menemui teman-temannya dan bertanya apa yang akan mereka lakukan jika sampai tua mereka sendirian. Mori jadi takut dan menolak membahasnya. Namun tiba-tiba Youko berkata klo ia akan menikah. 

Kedua temannya terkejut mendengar youko tiba-tiba akan menikah. Mereka bertanya dengan laki-laki yang mana? Yuko berkata klo pria itu berkerja di restaurant dengan rumahnya. Ia lalu menunjukkan foto pria itu pada keduanya.

Takako dan Mori heran melihat laki-laki itu berbeda dengan laki-laki yang pernah dikencani yuko sebelumnya. Mereka bertanya bagaimana yuko bisa mengambil keputusan menikah dengan dia? Yuko menjawab karena ia sudah lelah seorang diri dan ia ingi ada orang disisinya untuk menemani dia.
 

Ditempat lain Ozu berkumpul bersama teman-temannya. Imamura bertanya pada Egawa bagaimana perkembangan hubungan egawa dengan Takako. Ozu jadi ikut memperhatikan egawa, menunggu informasi perkembangan hubungan keduanya. Egawa minta agar Imamura tak mencampuri urusannya itu. 

Imamura menjawab klo itu ia lakukan karena ia merasa bersalah pada Mai-chan, mantan Egawa. Ia pernah bilang pada mai-chan klo egawa perlu seorang gadis yang serius padahal mai-chan adalah orang yang tak bisa serius. Setelah kejadian itu Imamura tak pernah bertemu mai-chan untuk bisa meminta maaf.. jadi sekarang ia ingin agar egawa segera menemukan pasangannya. Sebagai permintaan maafnya.


Saat makan diapartemennya Takako jadi memikirkan kesendirian. Ia berpikir bagaimana klo ia memelihara anjing sebagai temannya agar tidak kesepian. Ada sms masuk untuknya., saat membuka pesan itu ternyata dari egawa yang mengajaknya bertemu hari minggu nanti.
Takako teringat egawa dan dirinya selisih hanya 2 tahun. Ia ingat pembicaraan mereka waktu itu juga cocok. 

Keesokkan harinya dari jauh ia memperhatikan ozu yang sedang mengajar murid-muridnya. Ia teringat perkataan ayahnya yang tak mau ia sendirian. Ia juga teringat Yuko yang berkata klo ia memutuskan menikah karena ia ingin ada orang disisinya.
Takako lalu mengirimkan pesan balik ke Egawa klo ia setuju bertemu egawa.
 

Egawa dan takako pergi kepantai untuk memancing. Takako berkata klo ia tak menyangga egawa suka memancing. Egawa menjawab klo terkadang saat ia habis dari luar negeri dan kembali ke jepang ia merasa ingin berteriak  meluapkan kebosanannya. Untuk itu egawa pergi ke pantai untuk memancing. 

Pembicaraan kedua terlihat sangat nyaman, akrab dan bisa berkomunikasi dengan baik yang mungkinn karena usia mereka sedikit selisihnya.  Egawa bahkan bertanya apa mereka bisa bertemu lagi? Takako menyetujui untuk bertemu lagi.
 

Ozu bertemu ayahnya di restaurant tempat ayahnya bekerja. Ayahnya bertanya kapan Ozu akan menikah? Aozu menjawab klo ia belum menentukannya. Ayahnya lalu bergumam klo pernikahan hanya akan menimbulkan masalah saja.
(Ya iyalah masalah buat dia yang sukanya selingkuh!). teman kerjanya lalu mengingatkannya jangan membuyarkan angan-angan Ozu yang mau melangkah kearah pernikahan.
 

Saat Takako dan Ozu beriringan pergi ke kelas mereka. Takako memberitahu Ozu klo kemarin ia bertemu egawa. Ozu berkata klo ia tak tau soal itu. Takako terkejut ia mengira ozu tau soal pertemuan mereka karena ozu pernah mencomblangi keduanya. Dipikirnya egawa mengajak dia bertemu karena disuruh ozu.

Ozu bertanya kemana egawa membawa takako? Saat takako menjawab klo ia diajak memancing, Ozu berkata klo ia tak tau klo egawa suka memancing. Takako lalu berkata seperti yang diceritakan Egawa padanya kemarin itu. Takako berkata klo ia sangat menikmati pertemuannya itu. Takako menoleh melihat ozu yang tak mengomentarinya. Ia melihat Ozu tertunduk sedih dibelakangnya.


 Ozu yang menyadari takako memperhatikannya langsung mencoba tersenyum dan mengucapkan klo ia lega mendengarnya.  Takako lalu melangkah masuk kedalam kelasnya. Sementara ozu tertunduk lesu.


Diruang biology ozu melihat fotonya bersama kaori dan terus memikirkan perasaannya tentang dirinya, kaori, takako, egawa dan pertanyaan orangtuanya tentang kapan rencana pernikahannya. Ozu menutup frame fotonya itu dengan sedikit berbunyi dan membuat Kurozawa yang juga ada disana bertanya apa yang telah terjadi. 

Ozu bertanya pada kurozawa apa arti pernikahn yang sebenarnya. Kurozawa berkata klo secara idealis , pernikahan berarti kamu memilih orang yang  kamu cintai dan ingin menghabiskan usiamu dengannya. Ozu berkata klo ia juga ingin memilih pernikahan secara idealis seperti itu.

Kurozawa berkata ia sempat melenceng dari idealis pernikahn itu (karena ia berselingkuh), namun sekarang ia mencoba untuk kembali ke jalan pernikahan yang benar . karena ia percaya saat dulu ia memilih istrinya adalah murni karena ada cinta yang idealis tersebut.


Saat pulang dari mengajar ozu masih saja memikirkannya. Ozu lalu berhenti mengayuh sepedanya karena ia tau apa yang ia inginkan.
Ozu menghubungi takako dan berkata klo ia ada didepan gedung untuk berbicara denga takako sebentar.

Takako akhirnya pergi menemui ozu di depan gedung apartemennya.
“apa yang bisa aku bantu?” Tanya takako.
Ozu tertunduk didepan takako. “aku memikirkanmu sebagai seorang wanita meski aku sudah punya tunangan…”
“aku sudah tau itu” ucap takako

Ozu mengepalkan tangannya, mencoba menguatkan dirinya sendiri untuk melanjutkan kata-katanya. “karena aku berpikir klo lebih baik perasaan ini dihentikan sampai disini. Egawa-san adalah orang yang baik. Dia pekerja keras, dan pekerjaannya baik. Dia juga mendekati umurmu. Kau tak akan menemukan cela dalam dirinya..” takako tak menjawab apapun dan hanya terdiam.

“terima kasih untuk meluangkan waktu dan turun kesini. Membicarakan ini membuat aku menjadi bisa mengakhirnya.”
“aku juga begitu” ucap takako tertunduk.
“terima kasih” ucap ozu sedih dengan apa yang sudah diputuskannya sendiri. Ia melangkah dengan gontai meninggalkan Takako.


“kau tak bisa menganggap ini akan membuatku bisa mengakhirnya. “ ucap takako tiba –tiba . ozu terkejut dan berbalik menatap takako.
“sejak kejadian itu (ciuman)… “ takako teringat kejadian ciuman mereka. 

Takkao menghela nafasnya yang terasa berat. “aku ingin sendiri… kita berdua lebih baik tak bicara dan berpura-pura tak ada yang terjadi. Aku ingin melupakanya dengan tenang.  Ini tak adil.. kau datang kesini seperti ini dan menjernihkan semua untuk dirimu sendiri… setelah berkata klo kau selalu memikirkanku.. ini tak adil..”
“maaf aku” ucap Ozu.
Takako berbalik dan melangkah masuk kedalam apartemennya. hati takako tersakiti lagi. 


Ozu pergi ke restaurant ayahnya. Ia tak menghabiskan makannya dan membuat chef teman ayahnya bertanya ada masalah apa? Ozu menjawab klo seorang wanita. Chef itu lalu berkata itu justru hal yang baik karena klo ozu kuatir akan sesuatu dan terluka karenanya maka itu adalah bukti klo cintanya lebih kuat dari alasan lainnya. 

Ozu memikirkannya dan setuju dengan perkataan chef itu. Ozu langsung mengayuh sepedanya dengan sekuatnya tapi di tengah jalan ban sepedanya bocor. Ozu segera berlari secepatnya.

Takako terkejut saat bel apartemennya berbunyi. Saat melihat siapa yang datang , takako terkejut melihat Ozu ada didepan apartemennya.
“ozu-sensei..”gumam takako.
“hara-sensei..”
“silahkan pulang”tolak Takako

“kau bilang klo kita harus mengakhirnya…  apakah kau serius mengatakannya? Tolong beritahu perasaanmu.” Tanya ozu diluar pintu apartemen takako. “hara-sensei, aku… aku mencintaimu… aku mencintaimu dan aku tak bisa menahannya lagi.”

Takako terdiam mendengar pernyataan cinta ozu yang tiba-tiba itu. 

“aku tau aku tak bisa melakukannya sebagai seorang guru…  atau sebagai seorang pria yang sudah bertunangan…  tapi… aku tak bisa menahannya lagi… aku sudah mempertimbangkannya.. tapi aku tak bisa menhentikannya lagi.. jadi tolong katakana saja jika kau menganggap aku mengganggumu, aku akan menghentikannya… aku tak akan mencoba melakukannya lagi.. “ ucap Ozu. 

Takako masih terdiam memikirkan semuanya dan apa yang harus ia lakukan.
“hara-sensei?” ozu masih menanti jawaban takako “sensei….?”


Takako tiba-tiba membuka pintu apartemennya.. “aku.. aku… aku juga.. aku juga…”takako gugup mengutarakan perasaan cintanya. Ozu mendekati takako dan masuk kedalam rumah takako serta memeluknya erat.  Takakopun memeluk ozu erat.

“aku tak tau apa aku akan kehilangan sesuatu jika mengambil keputusan ini.. tapi aku tak mau kehilangan waktu ini bersama dengan dia.. aku tak mau membiarkannya pergi.. ” 


Ozu mengendorkan pelukannya dibahu takako lalu iapun mencium Takako sangat lama, menumpahkan segala perasaannya. Saling memandang dan masih saling berpegangan tangan.
“aku tak bisa menghentikan perasaan ini.. tak bisa lagi..”


Ozu pulang ke rumahnya dan terkejut melihat rumahnya terang benderang. Dan lebih terkejut lagi saat melihat kaori sudah duduk diatas tempat tidurnya. Kaori melihat ozu masuk kedalam rumah. Ia langsung berlari memeluk Ozu yang masih shock melihatnya disana.


NB : deng.. deng.. deng... baru saja seneng, bakal sedih lagi niy... kasian juga sama Takako yah.. kenapa kaori pulang? apa instingnya mengatakan klo tunangannya di curi wanita lain???? hmmm insting seorang wanita....



1 komentar:

  1. dilema deh ozu...
    ditnggu episode selanjutnya mba..

    BalasHapus