Minggu, 21 Juli 2013

Sinopsis : Itazura Na Kiss, Love In Tokyo - Ep. 8




Episode 8 : Kencan pertama yang mendadak


Akhirnya naoki membawa kotoko pulang ke rumahnya naik taxi.
“maaf irie-kun.” Ucap kotoko saat berjalan menuju pintu rumah keluarga irie.
“kalau aku meninggalkanmu dengan kakimu sakit begitu, ibuku akan memarahiku lagi. Yang jelas sampai kau bertemu ayahmu” kata naoki.
“tapi.. ayah kemana ya?” 

Yuki keluar rumah dan memberi tau kakaknya kamarnya akan dipakai kotoko lagi tapi begitu ia menyadari kotoko ada bersama kakaknya ia marah pada kotoko. Ibu irie keluar dan menyambut kotoko.

“selamat datang Naoki dan kotoko-chan. Aku tau kalian akan pulang bersama”

Ibu irie lalu menjelaskan klo ayah kotoko sedang mengurus soal rumah mereka. Terjadi kesalahan soal sewanya. Ada orang lain sudah menanda tangani terlebih dahulu rumah itu. 

“Jadi sekarang kami berdua kehilangan tempat tinggal lagi? Bagaimana ini?”
“jangan khawatir kau bisa tinggal bersama kami lagi”jawab ibu irie senang
“tapi… “ kotoko melirik naoki (takut diejek lagi kale ya). Noaki membuang muka.
“kau dan pak Aihara bisa tinggal dirumah ini. Akhirnya kita bisa jadi keluarga.” Sahut ibu irie gembira

“ha?” kotoko tak mengerti
“ibu masih bicara hal itu lagi?”sahut naoki kesal
“kau bicara apa?” kata ibu irie tersenyum licik “aku tau kalian telah berciuman.” Bisiknya mendekati kotoko dan naoki yang langsung berpandangan karena terkejut. 

“itu bukan aku.. bukan aku.. bukan aku..” teriak kotoko panik di lirik naoki. Takut naoki mengiranya yang membocorkannya. 

“itu tidak mungkin kan kak?” Tanya yuki tak percaya perkataan ibunya.
Naoki hanya diam tak mau menjawab atau tak bisa mengelaknya.
“kalau melihat kalian aku tak pernah menduganya. Tak baik mengelabui orangtuamu tau” ucap ibu irie bersemangat. 

“darimana anda tau ibu irie?” Tanya kotoko
“orang yang mendapatkan informasi menaklukkan dunia!” sahut ibu irie tertawa tawa bahagia. Ternyata soal rumah yang disewa bapak aihara dan tidak jadi itu adalah ulahh ibu irie.


Kotoko menempati kamarnya yang sama dipakainya dulu. Ibu irie masuk dan menemaninya. Kotoko minta ibu irie tidak salah paham soal ciuman itu karena hubungannya dengan naoki tidak sejauh perkiraan ibu irie.

“itu Cuma kesalahan. Kita bahkan tidak pernah berpegangan tangan. Kita juga tidak pernah berkencan.” Gumam kotoko melamun

“jangan putus asa kotoko-chan. Meski kau belum melakukannya  kau bisa lakukan itu nantinya. Jika ciuman itu kesalahan kau bisa berkencan karena tidak sengaja juga.”
“itu mustahil”ucap kotoko. 

“kotoko chan kencanlah dengan Naoki. Itu misimu” ucap ibu irie.”ganbatte ne!” lanjutnya meninggalkan kotoko.
“kebetulan aku disuruh kencan dengan irie-kun. Yah kalau punya kesempatan aku pasti mau kencan dengannya. Tapi dia tak mau.. aku harus bagaimana?”


Saat kotoko satomi dan jinko bicara soal pindahnya kotoko ke rumah keluarga naoki lagi dan juga tentang ciuman keduanya, kin-chan ternyata mendengarnya dan membuat kin-chan bersedih.

Saat pulang kuliah kotoko melihat yuko sedang mengajak naoki untuk pergi nonton film bersamanya karena ia punya 2 tiket. Tiba tiba orang lain mengendap-endap disebelah kotoko memperhatikan naoki yang sedang bersama yuko.

“kau sedang apa sudo senpai? Tanya kotoko terkejut melihat sudo ikut mengintip keduanya.
“kau juga sedang apa disini Aihara? Ohh kau mau lihat irie ya?”  goda sudo.

“kalau senpai? Senpai kesini melihat matsumoto-san?” balas kotoko membuat sudo grogi “mungkinkah senpai.. su.. su ka matsumoto san?” goda kotoko tertawa-tawa. Takut kata-kata kotoko terdengar yang lain sudo segera menutup mulut kotoko tapi Karena kaki kotoko keseleo mereka akhirnya jatuh berhimpitan pas saat naoki dan yuko sedang lewat didekat mereka. 

“ahh tidak… ditempat begini disiang hari?” ejek yuko sok terkejut.
“umm. Tidak.. tidak” keduanya berdiri dengan panic takut yuko dan naoki salah mengerti.

“bukan begitu” kata kotoko mencoba menjelaskan.
“jadi gossip itu benar..”
“hah gossip?” seru sudo dan kotoko, naoki juga penasaran.

“ada sesuat antara Aihara-san dan sudo senpai” jawab yuko (kayaknya dia sengaja mengarang gossip didepan naoki!)

“apa?!” teriak sudoo.
“jangan asal bicara..”tawa kotoko. Naoki memperhatikan kotoko.
“kau bilang kau akan menyerah pada irie-kun. Alasannya karena sudo senpai kan? Itu jadi berita heboh di klub tenis” lanjut yuko

“sungguh? Benarkah?” sudo bertanya pada kotoko apa gadis itu mau mendekatinya.
“tidak.. tidak.. tidak”kata kotoko panik pada sudo lalu ia melihat ke naoki “ irie-kun ini salah paham. Bukan itu maksudnya.” Kata kotoko menjelaskan

“aku tak peduli “ sahut naoki cuek dan meninggalkannya. Yuko menunduk menertawakan kotoko. Naoki berjalan agak jauh lalu berbalik lagi “oh matsumoto.. soal yang tadi.. hari minggu aku ada waktu , kita bisa nonton bersama.” Ajak naoki
“sungguh.? Arigatou” seru yuko senang dan menyusul naoki. Kotoko menatap keduanya kesal. 

Sudo lalu mengajak keduanya untuk bekerja sama karena dia suka dengan yuko dan kotoko suka dengan naoki jadi keduanya harus bekerja sama.  Kotokopun setuju mematai-matai keduanya nanti.

Kotoko mengatakan pada kedua temannya klo ia akan mematai-matai naoki. Ia akan pergi bersama sudo. Kin-chan diam-diam mengupingnya melaluii penyadap. Tapi sayangnya alatnya rusak jadi ia mendengar hanya sedikit-sedikit. 

Kin-chan mendengar kotoko akan kencan dengan sudo di bioskop. Ia mendengar sekilas tentang  ginza  karasumori.. shimbashi. Di restaurant ia bertanya lokasi yang mirip dengan kata-kata itu. Koki senior bilang klo itu tempat menonton bioskop erotis untuk orang dewasa. Kin-chan langsung kaget dan kuatir apa yang akan terjadi dengan kotoko.



Ayah meminta maaf pada kotoko karena tidak bisa menemukan rumah yang bisa disewa lainnya (ini ulah ibu irie. karena sdh ditelp ibu irie utk tdk memberika sewa pada keluarga kotoko ).

Hari minggu.
Kotoko sibuk untuk mempersiapkan kencannya dengan sudo.. eh bukan..  mempersiapkan jadi mata-mata naoki. Ia berdandan dan memakai pakaian yang kawaii banget.  Kotoko berdandan lama serasa ia memang pergi untuk kencan.  Kotoko berkaca sambil bergaya-gaya 

“kenapa aku pakai make up? Bukan aku yang berkencan dengan irie kun. Yang kencan adalah matsumoto san.” Batin kotoko sedih menatap bayangannya di cermin.
Kotoko berjalan lesu untuk memata-matai naoki “aku juga mau kencan dengan irie-kun pakai pakaian yang bagus dan memakai make up… nonton film dan belanja… lalu makan malam di restiran mewah.”


Kotoko sampai dilokasi janjian naoki dan yuko. Ia mengintip  dari balik dinding sebuah gedung.  Ia melihat yuko datang dengan penampilan yang cantik. Tiba-tiba sudo menabraknya untuk mengejutkan kotoko.

“penampilannya baguskan”
“senpai kapan kau datang?”
“hey apa irie kun ceat bertindak pada gadis?” Tanya sudo
“kurasa tidak. Dia agak lambat..”jawab kotoko

“ah itu karena kau.! Kalau itu si seksi matsumoto , aku yakin irie akan…”
Mereka berdua melihat irie kun datang menyebrang ke lokasi pertemuannya dengan yuko.
“oh irie-kun” sapa yuko

“sudah lama menunggu?” Tanya naoki
“tidak, aku coba lebih awal saja.” Jawab yuko
“kau Nampak cantik dengan baju itu” puji naokki

“benarkah? Senangnya” yuko tersenyum senang sementara kotoko dan sudo kesal mendengar naoki memuji yuko seperti itu.
“kita jalan?” Tanya naoki
“iya”
Mereka lalu melanjutkan kencan mereka. Dari belakang kotoko dan sudo membuntuti mereka berdua.



Sesampainya di gedung bioskop pasangan naoki membeli tiket , kotoko segera ke petugas tiket dan meminta kursi dibelakang naoki kepada petugas tiket.
Sementara itu kin-chan dan chef senior dari restaurant aihara pergi ke bioskop erotis yang dikira tempat nonton kotoko dan sudo.


Kotoko duduk di belakang kursi tempat naoki dan yuko duduk. Saat kotoko melihat yuko mau bersandar dibahu naoki, kotoko buru-buru menghalanginya dengan bukunya

“apa-apa-an ini?” kata yuko kesal
“ahh buku ku terjatuh” kata  kotoko pelan  dengan suara yang disamarkan.
“iya.. lebih hati-hati lagi sayang” jawab sudo dengan suara yang disamarkan juga.
“kau benar juga sayang” jawab kotoko

Beberapa waktu kemudian yuko mencoba memegang tangan naoki . kotoko yang melihat langsung mengambil inisiatif. Ia langsung menumpahkan popcornnya ke sisi lengan kursi diantara naoki dan yuko. Keduanya langsung terkejut menerima hujan popcorn itu. 

Kotoko langsung menutup wajahnya dengan majalah. Yuko kesal dan bangkit berdiri tapi penoton langsung menyorakinya untuk duduk lagi. Yuko terpaksa duduk lagi.


Naoki lalu mengajak yuko ke sebuah café.

“kau tau, aku sudah tertarik padamu saat aku masih SMP. Orang bilang ada seseorang yang sangat berbakat bermain tenis di Tonan. Bukan Cuma itu, dia tampan dan cerdas. Dan ayahmu lulusan universitas Tokyo dan dia presiden perusahaan kan? Aku yakin kau akan ikut ujian dikampus lain. Tapi saat kudengar kau ke universitas Tonan aku senang sekali. Kurasa ini takdir” kata yuko mengungkakan perasaannya. 

Dari balik tembok dibelakang naoki, kotoko dan sudo ada disana menguping pembicaraan mereka berdua.
Naoki tersenyum mendengarkan pernyataan yuko “benarkah?”
“ohh.. tipe gadis seperti apa yang disukai irie-kun?” Tanya yuko. Kotoko mendengarnya dan jadi ingin tau kriteria gadis yang disukai naoki. 

“type? Oh ya… cantik… penampilan bagus… dan aku suka gadis yang cerdas… oh dan dis juga bisa memasak” jawab naoki yang langsung membuat kotoko kecewa karena ia tak masuk kriteria naoki semuanya. 

“aihara..” panggil sudo menatap ke dada kotoko. Menyadari tatapan sudo kotoko langsung menutup dadanya “ ohhh..”
“aihara aku yakin ada hal baik padamu” ucap sudo mencoba menenangkan hati kotoko
“kau tak usah memberiku semangat” ucap kotoko manyun
Sementara itu naoki dan yuko.
“sepertinya kita berdua bisa menjadi pasangan yang serasi ya.” Kata yuko
“mungkin” jawab naoki.
“ouchhh..!” kotoko dan sudo terkejut mendengar jawaban naoki.
  





Yuko mengajak naoki menemaninya berbelanja pakaian. Naoki memilihkan pakaian yang cocok untuk yuko dan yuko segera mencobanya. Naoki melangkah melihat-lihat etalase toko dan disebuah etalase perhiasan naoki berhenti dan meraih sebuah jepit rambut.
“hoh.. kenapa irie kun lihat-lihat perhiasan wanita?”

“jangan bilang dia mau memberikan pada matsumoto!”
“ohhh.. tidak.. meski kita tinggal bersama, dia tak pernah memberiku apapun. “ ucap kotoko kecewa.

 

Yuko keluar dari ruang pas dengan baju pilihan naoki.
“irie-kun, kau bisa menutup risleting belakangku?”  pinta yuko. Naoki mendekati yuko dan menarik resleting baju yuko. Kotoko dan sudo kaget dan histeris saat melihat naoki mengambil aksesories kalung dan mencobakannya pada  yuko.


Yuko dan Naoki lalu melanjutkan kencan mereka berdua dibuntuti oleh kotoko dan sudo.
Saat sedang berjalan-jalan, seorang pengendarai  sepeda hampir menabrak yuko dan dengan sigap naoki langsung memeluk yuko ke pinggir agar terhindar dari sepeda itu. Sudo dan kotoko melotot melihat kebersamaan keduanya..

Yuko dan naoki lalu melanjutkan kencan mereka. Kotoko kecewa patah hati melihatnyanya.
“senpai.. aku mau pulang..” ucap kotoko
“kau bicara apa aihara?”
“aku sudah tidak tahan melihat mereka lagi”

“tapi kita disini untuk menghentikan hal yang tidak kita inginkan”
“tapi jika mereka saling suka, tidak ada yang bisa kita lakukan. Ini terlalu menyedihkan. Maaf senpai aku pulang dulu.” Pamit kotoko

“aku mengerti.. hati-hati..” jawab sudo.

Kotoko langsug berlari meninggalkan sudo tapi karena buru-buru kotoko menabrak seorang pria yang sedang membawa kopi ditangannya. Kopi langsung menumpahi baju pria tersebut.

“maaf “ kata kotoko
“kau bisa lihat tidak?!” teriak pria itu sambil menyiramkan sisa kopi ke baju kotoko.
“aku akan bayar biaya mengeringkannya..” kata sudo

“itu tak cukup!” teriak pria itu. “kemeja ini mahal, harganya 100.000 yen. “
“100.000 yennnn!!” teriak sudo dan kotoko.
“senpai bagaimana ini?” kata kotoko panik. 

“serahkan padaku.” Jawab sudo dan mengambil uang di kantongnya. “aku Cuma punya 21.000 yen” ucap sudo menyerahkan uangnya ke pria itu.
Pria itu melihat ke kotoko “nona..”

“ya?”
“kau cantik juga. Ikutlah ke kantorku dan kita bicara.” Pria itu lalu menarik tangan kotoko yang meronta “tidak jangan..” teriak kotoko ketakutan.
“ini pasti hukumanku karna coba hancurkan kencan orang lain.”


“1.500 yen saja sudah cukup!” seru seseorang yang tak lain adalah naoki.
“kau bicara apa?” kata pria itu
“1.500 yen cukup untuk mengeringkan dan membersihkan kemeja murah seperti milikmu” sahut naoki

“jangan main-main denganku!” kata pria itu melayangkan pukulannya ke naoki. Tapi naoki bisa menghindar beberapa kali sampai pria itu terjatuh sendiri.
“keren ya..?” puji  yuko dan kotoko bersamaan tapi mereka langsung membuang muka satu sama lain. 


Naoki meminjam raket tenis dari seseorang yang menonton perkelahian mereka.  Naoki lalu melemparkannya pada sudo.

“suda san.. tolong kau urus sisanya… kau sudah mengikuti kita hari ini. Sekarang kau harus tunjukkan pada matsumoto kehebatanmu dan mengambil hatinya.” Kata naoki yang sebenarnya sudah menyadari klo sudo dan kotoko mengikuti dia kencan. 

Naoki lalu menarik tangan kotoko untuk pergi bersamanya “maaf untuk hari ini.” Seru naoki dan pergi.
Dan seperti biasanya sudo langsung berubah jadi setan saat memegang raket tenis. Ia lalu menghajar pria itu didepan yuko.

Naoki menarik kotoko berlari.
“aku berlari dengan irie-kun. Aku tidak menyangka”
Karena terlalu cepat berlari mungkin ya. Kotoko jatuh dan naoki membantunya berdiri lagi.
“kuharap waktu bisa berhenti sekarang. “

Naoki membawa kotoko ke sebuah tempat hang out dipinggir sungai.
“kurasa kita sudah terlalu jauh.” Ucap naoki terengah engah begitu juga kotoko yang habis berlari itu.



“irie-kun.. apa kau tau kita telah mengikutimu?” Tanya kotoko
“kalian terlalu mudah terlihat.. aku bahkan telah melihatmu saat ke lokasi pertama.”
“ Jadi kau tau sudo senpai suka dengan matsumoto san?”

“ya.. walau kemarin aku sungguh merasa kau dan sudo san ada hubungan. Tapi aku sadar saat aku melihat kalian mengikuti kita.” Naoki tertawa “saat aku temukan kalian reaksi kalian lucu sekali.”

“maaf.. saat kudengar kau kencan dengan matsumoto san, aku tak punya pilihan karena itu… tapi jika kau suka dengan matsumoto-san, aku sungguh menghancurkan kencanmu.” Kata kotoko.

“kau mau kemana?” Tanya naoki
“heihh? Apaa?” sahut kotoko tak mengerti klo ia diajak naoki ketempat yang diinginkan kotoko. Naoki hanya melirik kesal

“baiklah klo begitu aku akan  pulang” jawab naoki dan berjalan pulang.  
Kotoko baru menyadari klo naoki mengajaknya pergi ke sebuah tempat pilihannya. Ia langsung berteriak senang..”aku mau.. mau.. mau.. mau”

Naoki menghentikan langkahnya dan berbalik “cukup mengatakannya sekali saja”
“maaf” jawab kotoko. Naoki agak tersenyum menatap kearah yang lain. “kita mau kemana?”
“bagaimana klo ke bioskop?” Tanya kotoko
“kita sudah nonton.” Jawab naoki

“kalau begitu bagaimana klo belanja dan makan malam di restoran mewah..?”
“dengan baju seperti itu?” Tanya naoki melirik baju kotoko.
Kotoko baru sadar klo bajunya tadi disiram kopi oleh pria tadi. “iya ya.. kau pasti akan malu..”
“ikut aku” kata naoki
 


Kotoko diajak pergi melihat ke jembatan rainbow tempat yang biasa dikunjungi pasangan. Kotoko langsung berlari senang melihat pemandangan indah itu. Ia berlari meninggalkan naoki.

“wow indah sekali… lihat irie kun! Indah sekali!” kata kotoko tapi tak mendengar jawaban naoki. Baru ia sadar naoki tidak mengikutinya. Ia mencari naoki kemana-mana tapi tak menemukan cowok itu. 

Kotoko menyerah mencari irie kun. Ia kembali ke tempat yang semula “mungkin aku dipermainkan irie kun lagi.”

“kau tak bisa ke restoran seperti itu.ini makan malammu.” Kata naoki yang tiba-tiba ada disampingnya dan membawa bungkusan makanan.
Mereka duduk bersebelahan di kursi taman. Kotoko makan burger yang dibelikan naoki untuknya. 

“enak..” ucaap kotoko
“apapun rasanya pasti enak kalau kau lapar.”
“tidak.. walau makanan perancis atau italia atau restaurant cina tidak akan lebih enak dari hamburger ini “ batin kotoko makan sambil senyum-senyum. Naoki melirik kotoko yang senyum-senyum disebelahnya. Naoki lalu bangkit berdiri. Kotoko segera berdiri menyusulnya. 

“aku belum pernah punya hal besar seperti ini. Tapi mulai saat kau memberiku surat cinta saat SMA hampir setiap hari ada masalah besar dan frustasi. Kurasa kau adalah cobaan yang diberikan padaku.”

“cobaan?”
“karena aku panic saat cobaan pertama yang ada dalam hidupku.. aku berusaha sekuat tenaga untuk kabur.”

“jangan perlakukan aku seperti penyakit”kata kotoko tak suka dengan perkataan naoki yang dingin itu.
“tapi aku sadar hidupku tambah menarik saat aku menghadapi tantangan daripada tak ada kesulitan. Terima kasih.”
Kotoko hanya terdiam mendengaar perkataan naoki yang entah memujinya atau mengejeknya.

“tak apa-apa klo kau tak mengerti “ ejek naoki lagi.
“aku paham. Aku tak bodoh.yang kau katakan adalah kau coba menjauh dariku. Tapi saat kau memikirkannya lagi…” tiba-tiba kotoko langsung mengambil pengertian sendiri “maksudmu kau akan menikahiku? Kau melamarku???” serunya
“baka.. mana mungkin aku sampai sejauh itu?” sahut naoki.
“benar ya..”
“yang aku katakan.. aku tak keberatan kau tinggal dirumahku.. “
“jadi kau tak membenciku?”

“aku punya banyak masalah saat bersamamu, tapi aku tak membencimu.” Kata naoki menatap kotoko.

 

Kotoko terharu mendengarnya sampai ia menangis senang.
“bukan Cuma pakaianmu. Wajahmu nanti juga kotor.” Kata naoki yang melihat kotoko menangis.

Naoki mengambil sapu tangannya dari sakunya dan memberikannya pada kotoko.
Kotoko mengambil saputangan itu dan menghapus ingus(wkwkwk) dan airmatanya. Naoki melihatnya dan tersenyum. Kotoko selesai menangis dan tersenyum lagi serta makan burgernya lagi.

Ditempat lain kin-chan masih dibioskop erotis dengan kuatir tak bertemu kotoko.


Pulang ke rumah kotoko melihat wajahnya dicermin dan yang berantakan make up-nya.
“jelek sekali.. “ kotoko membasuh wajahnya .” tidak terduga irie-kun dan aku lakukan kencan pertama kami.  Jauh berbeda dari yang kubayangkan. Tapi lebih dari saat kita berciuman pertama kalinya.. lebih dari saat ia menggenggam tanganku pertama kalinya. Aku merasa irie-kun sangat dekat padaku. “


Kotoko keluar dari kamarnya untuk ke living room. Ia mendengar suara naoki dan ibu irie yang bicara dengan nada kkeras.
“tidak.. aku tidak akan setuju..! akhirnya kotoko-chan kembali dan sekarang naoki pergi?” seru ibu irie marah.
“yah seorang pria harus mengalami  hal itu. Jika itu yang naoki inginkan. Mungkin itu bagus baginya untuk pindah dan hidup sendiri. Cobalah..” ucap ayah irie..
“terima kasih..” kata naoki 

Dari balik dinding living room, kotoko bingung dengan perubahan ini.
“irie kun akan pindah dan akan tinggal sendiri? Tapi dia bilang dia tidak keberatan tinggal bersama denganku. Kenapa? Apa yang terjadi??”
 

BERSAMBUNG EPISODE 9