Senin, 15 Juli 2013

Sinopsis : Kyou, Koi Wa Hajimemasu - Part 4 Ending





Tsubaki patah hati putus dengan kyouta menjadikannya sering termenung didalam kamarnya. Suatu hari  ia menerima sms dari hananoi yang meminta tsubaki membantunya.

Ternyata hananoi meminta tsubaki menjadi model hairstylenya. Setelah didandani dan saat difoto, photografer bingung  karena saat meminta tsubaki tersenyum tsubaki hanya diam saja.

Hananoi memberinya isyarat untuk menunggu sebentar.
“tsubaki .. ekpresimu sedikit datar.. kenapa?”tanya hananoi mengejutkan tsubaki
“maaf” kata tsubaki

“gak papa… sekarang coba pikirkan sesuatu yang membahagiakan.. seperti saat ini kau menata rambutnya dengan indah dan akan pergi kencan dengan kyouta..” hananoi ternyata tak tau klo mereka berdua sudah putus. 

Tsubaki langsung bangkit berdiri dan pergi. “oh begitu rupanya” gumam hananoi menyadari permasalahan tsubaki adalah masalah cinta. Hananoi menyusul tsubaki pergi. 

“tsubaki…”panggil hananoi
“bukankah hananoi-san pernah bertanya padaku tentang ini sebelumnya. “mengapa kyouta memilihmu?” aku sendiri tak mengerti meski begitu aku merasa sangat beruntung bisa punya berpacaran dengan Tsubaki  tetapi setelah sekian lama.. aku jadi merasa tak mudah. Dari awal aku bukan type wanita kyouta. Akhir-akhir inii aku mulai memikirkan seperti itu.”isak tsubaki

“hananoi san..” panggil fotografer
“sebentar..” jawab hananoi.
“tsubaki chan aku tau nilai lebihmu.”
“nilai lebihku? Apa?” isak tsubaki mulai menangis teringat hubungannya dengan kyouta yang berakhir. 

“tidak bagus kau tak yakin dengan dirimu sendiri” kata hananoi.
Isak tangis tsubaki semakin keras dan hananoi menenangkannya dan menyuruhnya duduk.
“kami akan tunggu sampai kau tenang..” kata hananoi penuh pengertian.




Tsubaki menenangkan dirinya dan melihat hananoi yang sedang menata rambut para model.  Ia teringat pertanyaan kyouta mengenai mimpinya. 

Tsubaki segera menemui hananoi dan meminta ijin untuk part time disalon hananoi. Tsubaki merasa menata rambut adalah impiannya dan dengan melakukan ia merasa tenang. 

Hananoi bilang klo hanya orang yang berpengalam dan professional yang bisa bekerja dengannya. Tapi ia berjanji akan mempekerjakan tsubaki asal tsubaki berjanji untuk tersenyum saat difoto nanti.
Tsubaki tersenyum senang sudah diterima hananoi bekerja. Dan tsubaki mengikuti perintah hananoi untuk tersenyum saat sesi pemotretannya.
 

Wajah tsubaki masuk ke dalam  majalah remaja membuat teman-temannya jadi terkagum. Semua bangga dengan penampilan imut tsubaki. 

Kyouta datang ke kantin melewati teman-temannya yang sedang membahas tsubaki.

 Nishiki mengejar kyouta sambil membawa majalah itu. “hey kyouta.. apa kau sudah melihat ini?” Tanya nishiki memperlihatkan majalah itu. Kyouta melihat ke dalam majalah itu. “ini hibino.. dia baru-baru ini bekerja di took/salon hananoi-san yang merubahnya jadi seperti ini.” 

Kyouta terus menatap foto tsubaki dimajalah. “ini mengejutkan.. apa kau tau?” Tanya nishiki padanya.
“tidak” jawab kyouta cuek dan pergi meninggalkan nishiki dan teman-teman lainnya. Dia seolah sudah tak peduli kabar tsubaki lagi.
 

Ternyata kyouta tak secuek dan tak peduli pada tsubaki seperti sikapnya. 
Diam-diam kyouta datang ke salon hananoi, meski ia hanya berdiri diluar salon. ia menatap bayangan tsubaki yang ada dilantai dua. Ia juga pergi menemui hananoi diluar gedung lantai bawah. 

Hananoi bicara klo tsubaki menemukan hal yang terpenting dalam hidupnya.  tsubaki yang berjuang untuk menjadi pasangan yang sebanding dengan kyouta, makanya tsubaki bekerja keras.


Suatu hari saat turun hujan kyouta melihat tsubaki datang dan berjalan menaiki anak tangga sekolahan, kyouta menatap tsubaki dari jauh. 

Saat dirumah, kyouta menatap layar hp nya dan contact dengan nama tsubaki. Ia seperti ingiin menghubungi tsubaki tapi ia ragu dan menaruh hpnya ke dalam saku lagi.


Natal segera tiba, restaurant tempat kyouta bekerja, ia sedang mendekor ruangan agar meriah.  Hpnya berbunyi dan ia segera mengangkatnya.

“kyouta, apa kau baik-baik saja?”Tanya penelpon yang tak lain adalah nana.
“aku luar biasa baik” jawab kyouta

“aku tak bisa membayangkannya. Maukah kau melihat bintang denganku dimalam natal?” Tanya nana.”statiun cuaca akan menyediakan mobil ke kiyosato”
“aku sepertinya tidak bisa” jawab kyouta lesu.
“aku akan menunggu” paksa Nana.
Kyouta hanya terdiam.



Tsubaki latihan potong rambut disalon. Tiba-tiba lampu mati dan kyouta ada disana tersenyum padanya. “sepertinya tidak buruk” kata kyouta tersenyum.

Tsubaki terkejut dan terus menatap kyouta.
“apa yang terjadi?” suara hananoi menyadarkan tsubaki klo yang dilihatnya tadi bukan kyouta tapi hananoi. 

Tsubaki tersenyum malu “ terima kasih.. tolong ijinkan aku lembur minggu depan. “
“minggu depan? Tanggal 24.. malam natal.. benarkah aku bisa mengandalkanmu dihari itu? Kita butuh orang banyak saat itu?” jawab hananoi
“terima kasih.. aku akan lakukan yang terbaik” jawab tsubaki. Hananoi mengangguk setuju.


Tsubaki kun menyapu lantai salon sebelum pulang kerja. Ia mendengarkan siaran radio yang membahas hujan meteor dimalam natal nanti. Tsubaki menatap keluar jendela salon. ia teringat perjanjiannya dengan kyouta dulu. 

Tsubaki pulang ke rumah dan langsung menemui ayah-ibunya untuk mengatakan sesuatu yang penting. Ibu dan ayah penasaran apa yang akan disampaikan tsubaki.

Tsubaki bilang klo ia memutuskan  untuk tidak kuliah dan akan menjadi hair dresser saja. Selama ini dia belajar hanya karena ibunya menginginkan agar ia kuliah. Tapi sekarang ia sudah tau mimpinya sendiri.

Ibu dan ayahnya tidak bisa berkata atau menghalangi tsubaki melihat wajah tsubaki yang yakin dengan keputusannya itu.



Tanggal 24 Desember, kyouta duduk termenung dikamarnya sambil terus menata handphonenya.  Ayahnya masuk ke dalam kamarnya dan melihat-lihat.

“apa kau sendirian dimalam natal?” Tanya ayah kyouta.

“bukankah tidak masalah 2 laki-laki menghabiskan natal didalam rumah?” sahut kyouta

“aku rasa tidak.. “ ayah tsubaki berjalan dan melihat keluar jendela “aku harap kau bisa bersamaku selamanya. Kalimat ini yang pada akhirnya tak pernah kuucapkan pada ibumu. Aku sudah memaafkan ibumu.. tapi aku sadar saat aku bertemu dengannya.. tak ada yang tak termaafkan.. aku sangat mencintai ibumu. Saat aku menyadari ini, waktu yang lama ini jadi sia-sia. Semua sudah terlambat” 

Kyouta melihat dan memikirkan kata-kata ayahnya.
“apa kau percaya waktu ada batasnya? Tapi hidup itu singkat dalam mata dunia, disebut instan. “
Kyouta memikirkan semua perkataan ayahnya didalam kamarnya.
 

Kyouta memutuskan untuk menemui ibunya dirumah sakit. Kyouta berdiri didepan pintu kamar ibunya agak lama dan ragu untuk masuk. Namun ia memantapkan hati dan perasaannya dan segera masuk ke dalam kamar ibunya. 

“kyou-chan..” ucap ibu kyouta terkejut melihat siapa yang ada didepannya itu.
“kaa-san” sapa kyouta. Ibu kyouta tersenyum anaknya mau memanggilnya ibu lagi.


Kyouta keluar dari rumah sakit sudah malam. Ia pergi denga tergesa-gesa. Handphonenya berbunyi dan ia segera mengangkatnya..

“kyouta” panggil nana dari ujung telp “apa yang sedang kau lakukan? Kau sangat lambat, acara akan dimulai”

“Nana.. jangan tunggu aku..”
“apa kau ingat? Setelah kita melakukan H (sex) sekali itu.. aku bilang pada kyouta, kita bisa selalu menjadi teman. Sebenarnya saat itu aku ingin berkata “aku menyukaimu”. Jika saat itu aku mengungkapkan perasaanku padamu..”

“saat itu aku hanya orang yang jahat jika kau  mengatakannya saat itu maka aku tak akan menngerti perasaanmu. Dan orang yang sudah mengubahku.. adalah tsubaki. Dia mungkin tidak sempurna tetapi ia jujur. Apapun yang dia lakukan dia selalu memikirkan jauh kedepan” ucap kyouta tersenyum mengingat tsubaki. 

“dan dia sudah menolongku beberapa kali. Jika dia tidak muncul, aku akan tetap jadi orang jahat” lanjut kyouta.

“arigatou.. sudah mengatakan hal ini dengan jelas.. selamat tinggal”ucap nana mengerti posisinya dihati kyouta
“ya..”jawab kyouta mengakhiri pembicaraan mereka. Kyouta lalu berlari lagi secepatnya menyusuri jalanan.


Kyouta berlari dan terus berlari karena ia punya tujuan yang ingiin di capainya... tetapi betapa kecewanya dia saat sampai di stasiun, kereta terakhir yang akan dinaikinya ke Izu baru saja meninggalkan stasiun.

Kyouta yang kelelahan karena berlari sangat jauh untuk mencaai stasiun terduduk lesu di peron stasiun.
 

Tsubaki sibuk membantu hananoi disalonnya pada malam natal  dan saat pekerjaan selesai hananoi mengantarnya pulang. 

Tapi tsubaki meminta hananoi mengantarnya ketempat yang lain.
“tsubaki chan.. “panggil hananoi yang tidak tega meninggalkan tsubaki sendirian ditempat yang diinginkan tsubaki.

“1 tahun yang lalu kami sudah berjanji. Jika malam ini tsubaki kun tidak datang maka aku putuskan untuk melepasnya pergi. “

“baiklah..”
“setelah aku membuat keputusan nanti maka aku akan bisa melangkah maju..”
“aku harap ini yang terbaik” sahut hananoi. Tsubaki tersenyum dn pergi meninggalkan hananoi.
 

Tsubaki membuka pintu observatarium milik kakek Kyouta. Ia menatap jauh kelautan dari jendela ruangan. Tsubaki memegang erat kalung yang pernah diberikan kyouta untuknya.

Ia terus menunggu kedatangan kyouta tapi kyouta tak kunjung datang. Berbagai kenangannya bersama kyouta terlihat dipikirannya.

Tsubaki menatap kalung pemberian kyouta yang dipegangnya dan perlahan kalung itu terjatuh dari tangannya “ sayonara… tsubaki kun” gumam tsubaki ("selamat tinggal tsubaki kun")


Tsubaki terkejut ketika tiba-tiba pintu observatarium terbuka. Ia menoleh dan menemukan kyouta disana dengan nafas yang terengah-engah..


 Kyouta tersenyum begitu melihat tsubaki ada didepannya “mengapa kau terkejut?” tanyanya
“aku pikir kau tak akan datang” jawab tsubaki

Kyouta tertawa “aku tak bisa mengejar kereta terakhir.. itu terlalu cepat.”katanya sambil menutup pintu “untukmu  50.000 yen (sekitar Rp. 500rb) yang aku dapat dari bekerja part time habis untuk taxi.” 

Kyouta berjalan mendekati tsubaki dan menatapnya. Kyouta melihat kalung pemberiannya ada dilantai dan ia mengambilnya dan mengulurkannya ke tangan tsubaki.


Mereka saling menatap penuh kerinduan yang dalam. Mata tsubaki berkaca-kaca  “tsubaki kun  jika kau tak datang…..”

Belum selesai tsubaki meneruskan kalimatnya, kyouta sudah menariknya dalam pelukannya. Kyouta memeluk tsubaki erat. “baka (bodoh).. semua tak berarti jika 2 orang tidak datang” bisik kyota sambil terus memeluk tsubaki

“tsubaki.. aku pergi menemui ibuku.. aku bahkan memanggilnya kaa-san (okaa-san = ibu)” ucap kyouta pelan

Tsubaki melepas pelukannya. Ia menatap kyouta dan tersenyum “aku juga.. aku ingin memberitahumu sesuatu…”

“apa itu?”
“aku menemukan mimpiku.. aku ingin menjadi penata rambut..” kata tsubaki tersenyum bahagia.
“itu mimpi yang bagus.. cocok untukmu” kata kyouta mendukung tsubaki.

“berkat  tsubaki kun aku juga menemukan mimpiku..” lanjut tsubaki tersenyum.


“tsubaki.. bisakah aku mengungkapkan sesuatu?” kata kyouta masih terus menatap tsubaki dengan gelisah.

Tsubaki tersenyum “ini seperti bukan tsubaki kun” katanya
“diamlah.. tunggu sampai aku selesai..” ucap kyouta grogi dan gugup “aku…. Ini pertama kalinya aku gelisah.. “ kyouta tertunduk dan menghela nafasnya sebelum menatap tsubaki lagi.

“tsubaki… aishiteru..”
Tsubaki tersenyum haru dengan airmata bahagia dan merekapun berciuman.
 

Pagi harinya tsubaki terbangun dalam pelukan kyouta dalam sebuah selimut yang menutupi tubuh mereka… hahahha.. tebak sendirilah apa yang sudah mereka lakukan dari gambar ini .. hehhehe
Tsubaki tersenyum bahagia dan melirik kyouta yang masih tertidur memeluknya.


mereka membuka pintu balkon observatarium dan memandang ke sunrise yang mulai menyembul keluar dari balik awan-awan diatas laut didepan mereka.

“ciuman pertama… cint pertama.. cowok(pacar) pertama… orang yang ditemui pertama… semua pertama kaliku adalah bersama Tsubaki.. aku sangat bahagia… kadang merasa tak adil juga.. tetapi aku adalah cewek(pacar)  pertamanya tsubaki kun. …di SMA kelas 2 dibawah fajar mentari pagi hari, kami menciptakan kenangan abadi saat aku 17 tahun”



*** TAMAT ***



Catatanku:

Meski ceritanya agak sedikit berbeda dengan manganya tapi over all, I love it...

Agak  kecewa karena aku sempat berharap ada peperangan cinta antara Kyouta yang berpasangan dengan Rika versus Tsubaki yang berpasangan dengan Haru dalam memperebut Best Couple.  hohohoho... Pasti akan lebih seru lagi klo ada kisah Rika dan Haru.. tapi ya sudahlah… tetap bagus kok filmnya… suki desu..!  ^_^

Ini foto-foto yang belum sempat aku tampilan di  part-part sebelumnya dari film maupun manganya.. met menikmati… ja ne… (bye)…


saat festival summer kelas 3 tsubaki dan kyouta menjadi best couple dan foto saat lulusan sekolah.

  





 
 








3 komentar:

  1. thaks ea sinopsisnya.,
    semangat bikin yg lain lagi.,

    BalasHapus
  2. Sinopsis nya keren bgt kak,,, mksh ya kak. Smgt buat nlis sinopsis yang lain ya... Dan salam kenal

    BalasHapus