Tampilkan postingan dengan label Shiritsu Bakaleya Koukou. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shiritsu Bakaleya Koukou. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Desember 2012

Sinopsis Shiritsu Bakaleya Koukou - Ep. 12 Ending


“aku benci sekolah ini!” ucap Fumie didepan murid-murid Cattleya membuat semua tercengang. Guru Saionji nampak puas dengan semua itu.

Dilorong sekolah Tatsuya dan kawan-kawan bertempur melawan gang scorpion. Satoshi meminta Tatsuya dan yang lain pergi mencari ketua gang Scorpion sementara ia dan Maya akan bertempur melawan anak buah gang scorpion yang ada dilantai bawah.
Tatsuya dan yang lain naik keatas tangga menuju kelas mereka yang telah dikuasai oleh gang Scorpion. Ada satu anak buah Gang scorpion menghadang mereka . dengan berani Shohei menghalangi teman-temannya menghajar orang itu “tinggalkan dia untukku. Kalian semua pergilah” kata Shohei sok berani. Semua langsung menatapnya tak percaya.. yahh mana mungkin shohei kan selalu sembunyi klo temannya berkelahi mosok dia mo melawan orang saat ini... ga mungkinkann...?!
“really?? “ kata Yuki

“serius kau?” sahut Makoto tak percaya. Dengan gaya cool shohei menatap orang itu “musuhmu adalah aku!”

“shohei san.. baiklah aku serahkan dia padamu” kata tatsuya yakin sementara tetsuya, makoto dan yuki masih tak percaya shohei dapat melakukannya.

“baiklah!” sahut shohei.

Tatsuya dan yang lainnya langsung pergi meninggalkan Shohei bersama musuhnya itu. Shohei dengan berani menunjuk kearah orang itu dengan beraninya dan ia berjalan mendekatinya.

Saat orang itu siap memukul shohei dengan kepalan tangannya, shohei tiba-tiba berteriak “stopppp!!” kemudian shohei langsung melarikan diri turun dari tangga itu pergi tunggang langgang. Musuhnya kaget dan bengong sesaat “eihhhh??!!!” tapi terus ia langsung mengejar Shohei... tuh kannnnn.. shohei!!! hihihihi...


Fumie berdiri didepan teman-temannya dan menatap tajam semuanya. Mana datang seperti yang diminta Fumie dan Saiya tapi ia tak berani masuk ke aula, ia hanya berdiri bersandar di balik dinding pintu aula.

“gedung sekolah sangat kotor... cowok-cowok juga selalu ribut.... ada alat-alat yang membuatku tak fokus pada pelajaran... meski kita punya meja yang baru tapi mereka malah membawa meja yang lama... jika berurusan dengan sekolah ini, mereka bekerja seperti anak-anak(mksudnya seperti anak-anak yang kehilangan barangnya pasti akan berjuang mendapatkan mainannya lagi).. mereka sangat kasar dan tak beradab... aku benar-benar membenci mereka yang seperti itu.."


Sampai didepan kelasnya mereka pun menyerang gang scorpion. Yuki berkata pada Tatsuya untuk menyerahkan urusan disana untuk dia. “baiklah aku serahkan ini pada kalian “ kata tatsuya pada Yuki dan makoto. Tetsuya dan Tatsuya berjalan mendekati pintu kelasnya namun langkah mereka terhenti oleh anggoto gang scorpion itu. Orang itu menendang tubuh Tetsuya sampai menabrak dinding sekolah. Tetsuyapun membalas lawannya itu dan berteriak pada sahabatnya “Tatsuya pergilah..!”


Tatsuya melangkah pergi ke kelas ia dihalangi oleh anggota gang musuhnya tp orang itu bukan tandingannya. Tatsuya berhasil mendorong lawannya masuk ke dalam kelas sampai terjatuh dan disanalah si “hantu” ketua gang scorpion itu berada.

“hongo!!” teriak Tatsuya
“ahh kau sudah datang” kata ketua gang scorpion itu.

“akulah satu-satunya yang akan melindungi Bakada!”
“Bakada? Tak akan kuijinkan!” teriak Hongo sambil menendang meja.

“apa itu tadi hah??!” seru tatsuya marah “..apa itu tadi hah? Jangan pernah menjatuhkan jiwa bakada (kursi turun temurun anggota Bakada = jiwa bakada)". Hongo tertawa sinis, tatsuya dan hongo pun saling melepaskan pukulan ke lawannya.



Sementara itu Fumie berjuang ditempat yang lain...

“aku benar-benar membenci mereka yang seperti itu..” kata Fumie sedih “..tapi cowok-cowok ini.. mereka begitu mencintai sekolah ini..sementara itu ada orang yang berpura-pura mencintai sekolah ini, tapi memutuskan untuk meruntuhkannya.” Ucap Fumie menyindir guru Saionji. Guru Saionji merasa ada yang aneh dengan perkataannya Fumie. Ia-pun mau berjalan mendekati Fumie tapi guru Koba dengan cepat menghalangi guru Saionji dengan tangannya dan menatap guru Saionji dengan amarah.

“orang itu melakukan segalanya seperti menyebarkan rumor-rumor buruk untuk menjatuhkan reputasi sekolah ini dan bahkan membayar orang untuk itu. Orang yang telah melakukan semua ini dibelakang... aku akan menghalangi pekerjaannya itu!. Untuk itu aku menolak penutupan sekolah ini !” seru Fumie yang membuat guru Saionji terkejut dan teman-teman mulai ribut membahas semuanya. Guru Koba tersenyum bahagia dan Saiya berlari mendekati Fumie untuk mendukungnya.

“aku juga setuju dengan Fumie!” seru Saiya. “aku.. aku ingin terus disini!!” teriak Saiya pada teman-temannya.

Sayuri bertepuk tangan mendukung sahabat-sahabatnya itu.

“iya benar... itu benar” seru guru Koba tersenyum dan bertepuk tangn.

‘aku juga menyukai sekolah ini ! aku mendukung kalian berdua” teriak Sayuri

“aku juga menolak penutupan sekolah ini!” teriak Reika bertepung tangan diikuti kaori dan teman-teman Cattleya pun mendukung agar sekolah tidak jadi ditutup. Guru Saionji amat sangat marah melihat murid Cattleya menolak penutupan sekolah



Sementara itu gang Bakada yang sedang bertempur sepertinya sudah kalah kelas. Bisa dibilang gang scorpion itu benar-benar preman yg sudah banyak pengalamannya. Satoshi, Tetsuya, Makoto, Yuri dan tatsuya kondisinya sudah hampir kalah. Mereka lebih banyak kena pukul daripada memukul lawannya. Satoshi, Maya, tatsuya sudah terjatuh kelantai dan dipukul, ditendang musuhnya.


Shohei yang penakut hanya melihat teman-temannya dipukuli tanpa bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bersembunyi dibalik dinding sekolah. Tapi ada orang yang selalu menemukannya bersembunyi jadi Shohei langsung berlari mencari jalan.


Saat Shohei berlari sekencangnya, tiba-tiba didepannya muncul Ketua dan wakil gang Ukanjin musuhnya dan melangkah ke arahnya. Shohei langsung tambah ketakutan mau jalan yang mana karena didepannya ada gang Ukanjin. Bahkan sekarang gang Ukanjin berlari cepat kearahnya. Shohei hanya membungkuk ketakutan namun pasrah klo ia diserang musuhnya.
Gang Ukanjin berlari kearahnya namun aneh.. mereka tidak memukulnya tapi hanya melewati Shohei! Bahkan mereka memukul orang yang mengejar shohei itu.

“eihhh???” shohei keheranan menatap gang Ukanjin yang berhasil mengalahkan orang yang mengejarnya tadi.



Ketua dan wakil ketua Ukanjin menyerang orang-orang dari gang scorpion itu “ brengsekk! Apa yang kalian lakukan pada rivalku hahhh?”

“satu-satunya yang boleh menghajar mereka adalah kami!” teriak wakil ketua Ukanjin
“ini luar biasa!” gumam shohei.

yess....Hehehhe.. musuh malah jadi kawan ya... mantabbb..


Gang Bakada yang sudah terjatuh tadi langsung semangat untuk berjuang lagi. Mereka seperti mendapat kekuatan baru dengan kehadiran gang Ukanjin. Satoshi, Maya dan Gang Ukanjin pun bekerjasama mengalahkan gang scorpion.

Ditempat lain Tetsuya melawan musuhnya yang tak pernah bisa ia kalahkan. Tetsuya coba memukul perut lawannya tapi sepertinya perutnya sangat keras sekali dan tak ada efek sama sekali pada orang itu. Dengan kekuatan yang masih tersisa tatsuya melompat dan memukul orang itu dikepala (ihh banyak adegan sadis di SBK ini). Orang itu limbung oleh pukulan terakhir Tetsuya dan saat itulah tiba-tiba sesuatu jatuh dari orang itu. Sebuah sabuk penahan pukulan ada pada perut orang itu, makanya sedari tadi tetsuya memukul perutnya tapi tak pernah bisa melukainya. Tetsuya tersenyum melihatnya “jadi karena itu..” tetsuya menendang perut orang itu dengan keras dan sekuat tenaga. Orang itupun terlempar ke lantai. Tetsuya tersenyum senang bisa mengalahkan musuhnya.


Guru Saionji marah dan merebut mic dari Fumie dan Saiya.

“seberapapun kalian mencintai sekolah ini, itu tak ada artinya! Semua sudah diputuskan! “ teriak guru Saionji yang biasanya berwibawa jadi berubah kasar. Semua murid berbisik-bisik dan bertepuk tangan mendukung sekolah membuatnya semakin emosi. “ diamlah kalian!”

Pak Minamoto datang kesekolah dan mendengar semuanya.


Maya bertempur dengan beberapa orang pendukung Hongo. Ada satu orang dibelakangnya yang siap memukul Maya dari belakang. Shohei yang ada ditangga atas melihat Maya hampir dipukul musuhnya. Shohei tidak melangkah dengan benar melewati anak tangga turun itu sehingga ia oleng, langkahnya terhuyung-huyung seperti jurus ala dewa mabuk.

Shohei terhuyung ke arah orang yang akan memukul Maya dari belakang itu. Kepala shohei tepat menabrak kepala musuhnya dan membuat musuhnya itu langsung terjatuh tak sadarkan diri ke lantai. :P

“wow shoheii..” seru maya tak percaya. Gang Ukanjin yang melihatnya juga tak percaya shohei melakukan itu..( jiahhhhh.. itukan ga sengajaaa.. hehehe)

Shohei memegangi kepalanya yang kesakitan karena barusan menghantam kepala musuhnya.

“wahhh akhirnya kau bisa melakukannya ya” puji wakil ketua Ukanjin.

Shohei dengan soknya menjawab “kau tau.. aku dapat melakukannya klo aku mau”


Pak Minamoto berjalan ke podium dan guru Saionji jadi terkejut. “aku akan berbicara pada mereka” katanya

“tentu saja. Tolong anda katakan kebenaran penutupan sekolah ini dari mulut anda langsung pak Kepala” kata guru Saionji.

Pak Minamoto berdiri di podium menatap murid-murid Cattleya.

“saya kepala yayasan, nama saya Minamoto. Rencana penutupan sekolah ini...  aku berjanji untuk membatalkannya!” semua tertegun tapi langsung bahagia mendengar pernyataan itu, Merekapun bertepuk tangan. Guru Saionji langsung kecewa.

Aku mengerti perasaan kalian pada sekolah ini” lanjut pak Minamoto

“pak kepala.. ini tak mungkin” teriak guru Saionji

“.. dan meski sekolah akan ditutup.. aku tak akan memberikan dukungan sama sekali” kata Pak Minamoto tegas.


Gang Bakada sudah memenangkan pertempuran dengan musuh-musuhnya. Ditempat yang berbeda mereka berharap Tatsuya dapat mengalahkan Hongo.

Makoto dan Yuki “sekarang tinggal pertempuran Tatsuya”

Satoshi, Maya dan Shohei “aku percaya dengan Tatsuya”

Tetsuya hanya mengumamkan nama sahabatnya berharap ia menang “ Tatsuya...”


Ditempatnya Tatsuya masih melawan Hongo dan ia masih kena pukul terus. Saat Hongo akan memukulnya lagi akhirnya tangan Tatsuya bisa menahan kepalan tangan Hongo. Dan dengan sekuat tenaganya ia memukul balik musuhnya itu sampai beberapa kali sampai akhirnya Hongo terjatuh dan kalahhh..

“YEAHHHHHHHH....!!!” teriakan Tatsuya membahana di sekolahan dan terdengar ditelinga teman-temannya. Mereka semua tersenyum lega bahkan anggota gang Ukanjin yang telah membantu juga ikut tersenyum lega.


Tatsuya tersenyum penuh kemenangan tapi saat berjalan Tatsuya sudah tidak kuat badannya limbung dan hampir jatuh. Tapi seseorang menangkap tubuh Tatsuya agar tak terjatuh, tetsuya datang menopang badan sahabatnya itu.

Tatsuya menatapnya “Tetsuya.. bagaiimana dengan yang lain?”
“semua aman” jawab Tetsuya
“apa mereka menang?” tanya tatsuya
“ya... mereka menang” Jawab Tetsuya membuat tatsuya tersenyum senang.


Pak Minamoto mendekati Fumie “ aku juga pernah begitu bersemangat akan sesuatu sepertimu"

Fumie dan Saiya tersenyum senang dan menatap semua teman-temannya yang bertepuk tangan bahagia karena sekolah tak jadi ditutup. Mana yang ada diluar juga ikut terharu dan bertepuk tangan.


Gang Bakada turun dari tangga sekolah menuju halaman. Mereka saling menopang badan temannya yang terluka. Mereka berpapasan dengan rombongan Fumie yang baru keluar dari ruang aula. Mereka saling menatap beberapa lama.

“apakah kau... menyukai sekolah ini?” tanya Tatsuya pada Fumie.

Fumie terdiam agak lama “aku membencinya!” Gang Bakada langsung kecewa Fumie mengatakan hal itu. Mereka menatap wajah Fumie yang kesal itu. Namun wajah Fumie setelah beberapa lama berubah menjadi sebuah senyuman manis yang melegakan mereka semua.


Cowok-cowok Bakada sedang melihat brosur dengan sangat ributnya
“oyy.. liat ini! semangkok gyudon didepan stasiun sedang ada sale tahun baru.. harganya 200yen” kata Satoshi

“benarkah ? ayo kita kesana” kata tatsuya dan yang lainnya semangat.

Fumie dan kawan-kawannya mendekati gang Bakada.

“apa semangkok gyudon ini enak rasanya?” tanya Saiya ingin tau dengan kehebohan cowok-cowok itu.

“yahh ini niy orang kaya.. kau tau gyudon itu makanan yang terbaik! Kamu masukkan telur dan ambil potongan gurita.. hmmm..” jawab Shohei membayangkan semangkuk gyudon itu.



“ohh.. sepertinya aku ingin mencobanya” kata Mana
“aku ajak kalian lain kali ya” sahut Shohei.. (wowww.. tumben baik hati ya..)
Cewek-cewek langsung senang mendengar mereka akan ditraktir Shohei.

Maya berbisik pelan pada cowok Bakada lainnya “aku dengar Momo-chan memutuskannya!”

“benarkah??” kata satoshi menertawakan Shohei. Shohei yang mendengar langsung membuka Hp dan melihat foto-fotonya dia bersama Momo-chan.

“padahal dia adalah jodohku...” kata shohei mewek expresinya kyk mo nangis membuat Maya dan yang lain malah menertawakannya.

“sudahlah.. gembira saja.. yang penting shohei hidup” kata tatsuya

“ya sudahlah.. kali ini aku yang traktir” ucap Satoshi pada cowok-cowok Bakada.

“yesss.. dia yang akan traktir" kata shohei pada cewek-cewek Cattleya. Fumie dan kawannya langsung tepuk tangan happy. Satoshi yang sebenarnya Cuma mengajak cowok-cowok Bakada sahabatnya jadi langsung panik. Memberi isyarat pada shohei klo ia hanya mentraktir cowok-cowok saja.. heheh. Kasian Satoshi, Shohei niy payahhhh..

Merekapun langsung berseru yel yel sambil bertepuk tangan“ gyudon.. gyudon.. gyudon”

Cowok Bakada dan cewek Cattleya terlihat sudah mulai bisa menyatu.


Yuki dan Makoto menatap dari jauh ulah teman-temannya dengan cewek-cewek Cattleya dengan tidak suka.

“mereka benar-benar melakukan semua dengan cewek-cewek itu” gerutu Yuki
“mereka jadi lemah.. hassshh cowok-cowok ini...” sahut makoto kesal juga dengan keakraban itu

“ini tidak seperti Bakada” kata yuki .
Merekapun pergi keluar kelas


Tatsuya sedang mencuci tangan dikran saat Fumie dan Saiya datang. Fumie mengulurkan sapu tangannya pada tatsuya untuk mengeringkan tangannya. Tatsuya mengambilnya dan kemudian setelah ia pakai dikembalikan lagi pada Fumie.

Tatsuya siap-siap untuk minum dari kran langsung.

“oyyyy... jangan masukkan kran itu kedalam mulutmu” teriak Saiya marah. Cewek-cewek kan pasti jijik klo mau minum tapi krannya sudah kena mulut orang lain.

“ini cara cowok minum” sahut tatsuya

“orang selanjutnya bakal tidak mau memakainya klo kamu seperti itu minumnya!”

“siapa yang peduli” teriak Tatsuya.

“aku peduli!” kata Saiya. Fumie hanya mendengarkan perdebatan mereka dengan tersenyum dan menghela nafas saat melihat tatsuya masih saja minum dengan cara seperti itu meski sudah dilarang.


Tatsuya berjalan bersama gang Bakada dan membicarakan kekesalannya pada larangan Saiya. Tetsuya mendengarkan tatsuya tapi ia menatap lurus kedepan lorong sekolah terkejut. Tatsuya ikut melihat apa yang didepannya. Mereka semua kaget karena ada makoto dan Yuri bersama murid lainnya menghalangi jalan mereka dan sepertinya menantangnya.


“tatsuya.. kami sudah tak bisa mengikutimu lagi.” Teriak Yuki

“hahhh??” seru tatsuya kaget

“ ini sudah waktunya kau tersingkir dari ketua Bakada!” seru makoto.

“yang paling berharga adalah “atama” kepala (jabatan ketua) kamu kan???” kata Yuki dan makoto.

Tatsuya melirik keTetsuya dan kawan-kawan lainnya.
“apakah kita kan ladeni mereka? “ tanya tatsuya

“yaa..!” kata tatsuya dan sahabat yang lainnya.
Merekapun sama-sama berlari untuk saling menyerang.


***SELESAI***



NB : Bikin kesal ya endingnya harus bermusuhan dengan sahabatnya begitu... tapi sebenarnya masih ada sequel Movienya Dorama Shiritsu Bakaleya Koukou ini yang tayang di bisokop jepang bulan Oktober lalu. Sayangnya... sampai hari ini aku blom pernah nonton movienya jadi blom bisa membuat Sinopnya. Ntar klo sdh dapat pasti aku lanjutin.. tapi entah kapan ya..  Klo ada yang punya link movienya... kabari aku ya Minna....  arigatou... bye.. 

Kamis, 06 Desember 2012

Sinopsis Shiritsu Bakaleya Koukou - Ep. 11


Tatsuya terkapar ke tanah dengan 1 pukulan diperutny oleh gang Scorpion itu. Teman-temannya langsung terkejut mendekati Tatsuya dan mencoba menyadarkannya. Dengan kemarahannya mereka bersiap-siap menyerang gang scorpion itu. Tapi saat mereka berbalik ternyata mereka telah hilang “seperti hantu” seperti yang diomongkan murid lainnya dulu.

Tatsuya belom masuk kekelas, ia masih di markasnya bersama tetsuya. Dikelas Teman-temannya membicarakan kejadian yang luar biasa karena tak biasanya tatsuya kalah berkelahi. Murid lainnya yang dulu pernah dikalahkan oleh ketua gang Scorpion itu juga mengaku klo itu adalah orangnya.

Seorang guru masuk dan mengenalkan murid baru untuk kelas Fumie. Semua melihat kedepan, ingin tau siapa murid baru itu. Betapa terkejutnya mereka saat tau klo murid baru itu adalah orang yang sudah mengalahkan Tatsuya! Suasa menjadi semakin tegang saat ia masuk kedalam kelas diikuti anak buahnya. Gang Bakada menjadi kesal dibuatnya.

Tatsuya dan Tetsuya yang dari markas terkejut mendapati musuh mereka ada didalam kelas.

“mulai sekarang akulah ketua disini!” teriak ketua scorpion itu menantang Tatsuya




Fumie mengajukan protes pada guru saionji
“siapa mereka itu?” tanta Fumie
“Mereka tidak cocok jadi murid Cattleya sama sekali” sahut Saiya
Guru koba yang ada disana menjelaskan “kepindahan mereka disini adalah perintah pimpinan”

“aku tak bisa menerima ini” kata Saiya protes “anak Bakada.. tidak melukai orang tanpa alasan jadi aku bisa menerima mereka. Tapi mereka ini..”

“bukan maksudku untuk membuat kalian dalam kekerasan seperti ini. Tapi tahan sebentar lagi..” kata guru Saionji.



Tatsuya yang keluar ruangan bertemu dengan Fumie. Merekapun berjalan bersama sambil ngobrol

“apa kau baik-baik saja? Lukamu?” tanya Fumie kuatir.

“aku baik-baik saja” jawab Tatsuya

“syukurlah klo begitu”

“apa kau jg baik-baik saja? Aku rasa kau sdh mulai agak tenang mengenai masalah dengan Mana” tanya Tatsuya.

“aku baik-baik saja.” jawab Fumie

“jika sesuatu terjadi.. tetsuya pasti akan membantumu” fumie menatap Tatsuya tak mengerti maksud kata tatsuya yang sebenarnya. Jealous??

“fumie!!.. panggil Saiya “..cepatlah kesini”

Fumie masuk ke kelas bersama Tatsuya dan disana teman temannya juga sedang berkumpul. Ternyata ada berita di internet tentang sekolah mereka lagi. Ada seseorang yang menebak klo pelakunya pasti Mana. Tapi ternyata disana juga ada berita tentang Mana juga, jadi tak mungkin dia pelakunya. Dan juga Mana sudah tidak berangkat sekolah juga mana mungkin ia tau kejadian di sekolahnya?

“jadi siapa ya pelakunya?” kata murid Bakada dan Cattleya .
“apa ada bekerjasama dengan seseorang? Siapa orang yang sering bersamanya?” tanya tetsuya.
“kami tak tau dia jarang bicara mengenai semuanya” kata An
“kenapa kau tanyakan itu?” tanya Saiya
“aku ingat sesuatu yang aku dikatakan cewek dari cattleya no 1 dulu itu. “
“ oh iya aku inga sekarang” sahut tatsuya.

Mereka ingat klo cewek itu bilang Mana berbicara dengan seorang lelaki untuk merencanakanpenutupan Bakaleya.

“apa mungkin laki-laki itu yang menyuruh Mana melakukan itu?” kata tetsuya
“Maksudmu laki-laki itu telah menggunakan Mana sebagai bonekanya dia?” tebak Saiya.

Semua langsung berpikir siapa laki-laki itu.


Makoto dan Yuki berjalan dilorong sekolahan sampai di dekat papan pengumuman disana tertempel pengumuman .

“pertemuan sangat penting : besok mulai jam 08:30 kita semua akan berkumpul di ruang gym. Semua cewek harus datang”

Makota dan yuri sedang berarti mereka ga ikut acara itu.

Didalam kelas Reika bertanya heran pada teman-temannya kenapa hanya cewek saja yang harus kesana?.
“ada rumor klo kita akan dikembalikan ke Cattleya on 1” kata Sayuri
“berarti ini akan diumumkan besok ya?” tanya Kaori
“mendadak sekali “ gumam An

Fumie terdiam sedang memikirkan sesuatu dan Saiya menyadari yang dipikirkan Fumie.

Saiya dan Fumie menemui guru Saionji “guru, rumor tentang kembalinya kami ke cattleya pertama apa itu benar?” tanya Saiya

“baiklah aku akan beritahu kalian. Cattleya cabang kedua (bakaleya) akan tutup dan besok adalah pengumumamnya” jawab guru Saionji
“kalian bisa kembali ke sekolah cattleya no 1. Jadi kalian tak perlu kuatir” kata guru Saionji cueknya.
“lalu apa yg terjadi dengan cowok Bakada?” tanya Fumie kuatir
“pasti akan ada banyak sekolah yang mau menerima mereka” kjawab guru Saionji dengan santai.
“apa berarti kami akan terpisah dari Bakada?” tanya Saiya
“ya itu yang akan terjadi” jawab guru Saionji dan meninggalkan keduanya.
Saiya dan Fumie jadi gelisah dan kuatir.


Tatsuya dan Tetsuya berjalan berdua dan didepannya ternyata ada ketua gang Ukanjin dan wakilnya yang sering membuat masalah dengan Bakada.

“aku dengar ketua sudah diambil alih ya?” tanya ketua gang Ukanjin prihatin (hehhe.. pdhl biasanya klo ketemu sdh kayak cat n dog)
“ini ga ada hubungannya denganmu” sahut tatsuya santai

“kasian.. aku sekarang sedang mengkritikmu dan mengejekmu bodoh!” seru Ketua Ukanjin yang kesal dengan jawaban Tatsuya yang santai. Seperti menyerah klo statusnya sebagai ketua Bakada diambil orang. Mereka meninggalkan Tatsuya dan tetsuya dengan kesal.

Tetsuya bilang klo berita pengambil alihan ketua Bakada dari Tatsuya sdh menyebar. Tatsuya bilang klo ia akan mengambil alih lagi nanti. Tetsuya tersenyum mendukung sahabatnya itu.



“aku tak akan bisa melihat Tetsuya-kun lagi. Padahal aku pikir kita akan selalu bersama terus ” gumam lirih Saiya

“ iya benar..” jawab lirih Fumie. Saiya langsung berbalik begitu mendengar jawaban Fumie “kau suka dengan Tetsuya-kun juga Fumie?”

Fumie langsung panik melihatwajah kecewa Saiya “kau salah! Itu bukan tetsuya-kun!” sahut panik Fumie.. ow.. ow.. ow... berartiiii.. tatsuya???

Saiya menatap Fumie kaget dan tak percaya “jadi.. ada orang lain yang kau sukai Fumie?”

Fumie tertunduk malu “aku tak akan menjawabnya sekarang “

“baiklah” sahut Saiya

“apa mungkin orang yang bekerjasama dengan Mana punya keuntungan dengan penutupan sekolah ini?” tebak Fumie curiga.

Saiya berpikir “jika begitu kejadiannya.. ayo kita temui Mana” Fumie mengangguk menyetujuinya”

Mereka berduapun siap-siap ke rumah Mana saat pulang sekolah tapi saat mereka hampir sampai gerbang sekolah mereka melihat Mana turun dari Taksi. Merekapun buru-buru bersembunyi.


Mana berdiri sendiri dan meliha kiri kanan.. sepertinya ia menunggu seseorang.

Seseorang dibalik pintu dan Mana langsung menghampiri “kau tak pernah menghubungiku. Apa kau sibuk dengan penutupan sekolah? Tolong bantu aku! Aku akan melakukan apapun..” pinta Mina

“aku tak butuh apapun sekarang?” jawab laki-laki itu

“mengapa seperti itu guru?” tanya Mana. Laki-laki itu keluar dari balik pintu dan membuat Fumie serta Saiya terkejut sekali melihatnya.

Laki-laki itu adalah.... guru Saionji!!.

“aku tak butuh kau!” kata guru Saionji meninggalkan Mana yang menatap punggung guru Saionji kecewa. Manapun pulang dengan langkah gontai.

“Mana itu mengidolakan guru Saionji kan?” kata saiya lirih

“melakukan ini dengan menggunakan perasaan itu.. sungguh sangat tak termaafkan!” seru Fumie

Guru Saionji lah ternyata yang mempengaruhi Mana untuk menyebarkan issue itu dengan menggunakan perasaan Mana padanya. Ia juga mempengaruhi kepala yayasana Pak Minamoto untuk menutup Cattleya no 2 dan menjualnya untuk pembangunan kota. Dan dari penjualan tanah sekolah itu , guru saionji akan mendapat bagian 10% makanya dia menempuh segala cara untuk menutup sekolah Bakaleya itu.


Tatsuya dan tetsuya berjalan dilorong dan mereka melihat hal yang sangat mengejutkan. Mereka melihat guru Saionji menyodorkan amplop pada gang Scorpion itu. Dan saat dibuka ketua Scorpion itu isinya adalah uang!.

“Jadi mereka melakukan ini untuk uang ya?” gerutu Tatsuya pada tetsuya on thw way ke kelas
“iya benar” mereka berdua bertemu Saiya dan Fumie yang sendirian didalam kelas.
Merekapun tukar informasi yang mereka ketahui masing-masing.


“jadi orang yang memanfaatkan Mana adalah guru Saionji ?” kata Tatsuya
“dan juga orang-orang baru itu ..” sahut Fumie
“jadi tujuan mereka adalah menjelekkan reputasi sekolah dan memaksa menutupnya?” kata Tetsuya kesal.
“iya” sahut Fumie
“ini sangat jahat.. dan menutup sekolah sungguh tak bisa dipercaya” gerutu Tatsuya.
“besok akan diumumkan di pertemuan itu” ucap Saiya.
“sejauh apa ini akan dibicarakan?” tanya Tetsuya
“kami sedang berpikir apa yang bisa kami lakukan” sahut Fumie
“terus apa yang akan kita lakukan?” tanya Tetsuya pada Tatsuya
“besok kita kalahkan Honbo dan gang Scorpionya” jawab Tatsuya

“itu berbahaya! Kau tak tau apa yang akan mereka lakukan!” seru Saiya kkuatir krn dipertemuan sebelumnya tatsuya kalah dari ketua gang Scorpion itu.

Tatsuya bangkit berdiri “aku yang memimpin sekolah ini. Jika untuk menjaga sekolah, aku tak akan memberi mereka kesempatan.” Seru tatsuya

Fumie menatap tatsuya dengan yakin “aku juga.. akan melakukan yang terbaik!”


Fumie dan Saiya sengaja menghadang Mana dijalan “ada apa ?” tanya Mana curiga

“dipertemuan besok, penutupan Cattleya kedua akan diumumkan. Kami ingin kau datang beesok “ kata Fumie. Mana hanya diam dan kemudian meninggalkan Saiya dan Fumie.

“Mana, kami percaya padamu!” seru Saiya

Semua berkumpul diruang aula, guru koba membuka pertemuan itu. “mari kita mulai pertemuan ini. Pertama-tama, akan dimulai Bapak Saionji.” Ucap guru Koba.

Pak Saionji mendekati podium “aku punya pengumuman untuk semuanya. Sekolah Cattleya kedua ini akan kami tutup.”

Semua murid langsung terkejut mendengarnya dan juga guru Koba yang baru tau.

“semuanya.. tenanglah..!” kata pak Saionji “meski kita tutup, semua dari kalian akan kembali ke cattleya kesatu. Jadi semuanya tak perlu bersedih.”

Ditempat lain gang bakada sudah berkumpul bersama “ayo kita mulai sekarang!” seru tatsuya pada teman-temannya untuk pergi “berperang” mempertahankan Bakada. Mereka berjalan melewati lorong-lorong sekolah dan sampai akhirnya mereka dihadang oleh gang Scorpion “apa kalian menyukai bakada? Ayo kita pertahankan sekolah kita” seru Tatsuya. Perkelahian antar gangpun dimulai dilorong sekolahan..



Diruang aula, Fumie dan Saiya tiba-tiba naik keatas panggung mengagetkan pak Saionji

“Shingyouji.. dapatkah kau berbicara sebagai ketua osis?” tanya guru Saioji
Fumie menatap dengan tersenyum penuh keyakinan “baiklah”
“semuanya! Kata –kata dari nona Shingyouji Fumie” kata guru koba

Guru Saionji tersenyum puas. Saiya terlihat kuatir. Fumie memberi hormat pada teman-temannya. Dan menatap teman-temannya yang berkumpul di aula . “aku.., sekolah ini...... aku membencinya!” kata Fumie membuat semua terkejut dan berbisik-bisik ribut.