Minggu, 12 Januari 2014

Sinopsis : Hakuba No Oujisama - Ep. 10






Takako Nampak termenung di ruang guru. Ia menyesal bertindak terlalu jauh dengan Egawa hari itu. Akiyama sensei yang melihatnya jadi menasehatinya agak takako tak mengerutkan dahinya biar tidak keriput.

Takako melihat Ozu masuk dan duduk didepannya.  Namun ada pesan masuk dari Egawa jadi Takako buru-buru keluar. Ozu memperhatikan Takako yang keluar itu.

 

Ozu membetulkan mesin fotokopi yang rusak di ruang guru. Takamine menggoda Ozu dengan mengatakan klo orang yang akan menikah harus lebih menjaga kebersihan jangan kotor-kotor. Kepala sekolah menyahut bukan Cuma itu saja masalahnya tapi Ozu juga harus menjaga hubungan dengan mertuanya. 

Kepala sekolah bertanya apa ozu sudah menyapa keluarga kaori dengan baik setelah kepulangan Kaori. Ozu menjawab klo malam nanti ia akan bertemu keluarga Kaori. Pak takamine dan kepala sekolah menggodanya dengan menganggap pertemuan itu pasti untuk membahas pernikahan Ozu dan kaori. 

Tanpa mereka sadari takako mendengarkannya dari balik tembok pintu masuk ruang guru.
“apakah aku akan selalu bukan siapa-siapa? Dan hanya jadi wanita lain?”
 


Ozu pergi kerumah keluarga kaori untuk menengok neneknya. Kaori berpesan pada Ozu lagi agar bilang klo hubungan mereka masih baik-baik saja. Nenek meminta Ozu dan kaori untuk segera menikah selama ia masih hidup.  Ibu kaori menjawab klo pernikahan akan segera dilakukan. Ozu tak bisa berbuat apa-apa didepan nenek kaori yang sakit, ia hanya mengiyakan.
Saat akan ozu mau pulang, orangtua kaori melaarangnya dan mengajaknya makan bersama keluarga mereka.


Takako pulang kerumahnya dengan kelelahan. Ia berpikir apakah mungkin ia suatu saat nanti akan tinggal bersama seseorang setelah 10 tahun ia selalu sendirian? Ia tak ingin merasakan sakit hati lagi seperti sebelumnya.

Saat makan malam ayah menuangkan anggur untuk Ozu. Ayah kaori bertanya lokasi pernikahan mereka berdua apa sudah diputuskan? Ozu kebingungan menjawabnya. Ia ingin mengatakan klo hubungannya dengan kaori sudah berakhir. 

Tapi kaori segera menyerobot ucapannya dan berkata klo mereka berdua akan survey lokasinya dulu.
Ozu menerima pesan dari takako.
“maaf jika aku tiba-tiba menulis pesan. Aku kuatir. Tolong hubungi aku jika kau bisa.”

Ia ijin keluar dulu untuk menjawab pesan takako itu.   


ozu segera menulis pesan di Hpnya:
“semua baik-baik saja. Perasaanku tak berubah sama sekali. Aku tak bisa menghubungimu sekarang ini , tapi akan segera aku hubungi begitu sampai rumah”

tapi tiba-tiba ayah kaori menyusulnya dan menawarkan anggur. Ozu tidak jadi mengirimkan pesan itu ke  takako.


Diapartemennya Takako gelisah karena pesannya tak dijawab Ozu. Takako lalu pergi ke apartemen Ozu. Sampai didepan apartemen Ozu, takako ragu untuk masuk. Ia kuatir apa yang akan dipikirkan Ozu jika ia menemui Ozu diapartemennya. Apakah ia akan dianggap perawan tua yang putus asa?

Takako berbalik untuk kembali ke apartemennya. Ia melihat sebuah taxi masuk ke halaman apartemen ozu. takako bersembunyi dibalik tangga. Ia melihat ozu yang mabuk keluar dari taxi dan dipapah oleh Kaori. Ia melihat keduanya Nampak sangat akrab . mereka masuk kedalam apartemen ozu bersama.

 

Ozu terbangun dipagi harinya. Saat ia membuka tabir kamarnya, kaori menyapanya. Ternyata kaori bermalam diapartemennya.  Kaori berkata klo semalam ia begitu menikmati kebersamaan keluarganya dengan ozu, seperti semasa mereka kuliah dulu. Ia lalu bertanya pada ozu apa sebenarnya yang membuat Ozu berubah seperti itu?. Ozu tak menjawab dan pergi ke kamar mandi.
Ozu menatap bayangan dirinya didalam cermin kamar mandinya. ia yang tak bisa segera memutuskan hubungannya dengan kaori.


Setelah ozu masuk ke kamar mandi, kaori membereskan pakaian Ozu yang ada ditempat tidurnya. Tiba-tiba HP Ozu terjatuh. Kaori  mengambilnya. Ia penasaran dn membuka HP Ozu. Ia terkejut melihat pesan sms yang sebenarnya akan dikirimkan Ozu untuk takako.  Wajah kaori langsung berubah penuh amarah!
 ia baru tau alasan kenapa Ozu berubah sikap padanya!


Takako dan ozu bertemu dilorong sekolah. Ozu meminta maaf karena tak menjawab pesan Takako. Ia bilang klo semalam ia bersama Imamura dan minum-minum. Ozu tak menyadari klo takako sudah melihat yang sebenarnya kklo ia bersama kaori. Takako kecewa ozu berbohong padanya. Ia berkata taka pa-apa ozu tak menjawab pesannya. Ia berjalan meninggalkan Ozu.

 

Ia bertemu mori yang hanya meliriknya. Saat takako mau mengajak mori bicara, kurozawa datang dan bertanya apa dia baik-baik saja? Mori lalu pergi meninggalkan keduanya.  


Kurozawa meminta maaf atas perbuatan istrinya. Kurozawa berkata klo ia terpaksa memberitahu istrinya yang mulai mencurigainya. Ia memberitahu istrinya klo hubungan keduanya sudah berakhir lama. 

Takako menjawab dengan tenang klo mereka tak bisa merubah masa lalu. Kurozawa berkata jika Takako marah ia bisa melampiaskannya padanya. Takako menjawab klo semua sudah berakhir jadi sudah tak masalah untuknya.

 

 Dikelas Takako, murid-murid mulai bergosip tentang pernikahn ozu dan tunangannya.  Mereka begitu melihat Ozu masuk langsung menggoda guru mereka itu. 
 
Takako mendengarnya saat ia akan masuk. Ia menunggu diluar untuk mendengar pembicaraan mereka. Kotomi ichikawa datang dan bilang klo ada orang yang ingin ia ketemukan dengan takako setelah pulang sekolah nanti.
 


Kotomi membawa Takako pergi ke sebuah restaurant. Takako bertanya siapa orang yang akan ia temui nanti? Kotomi menjawab  klo pasti takako sudah bisa menebaknya sendiri. “apa kau tak bisa menebaknya? kau pasti tau apa yang akan terjadi jika kau menyentuh sesuatu yang bukan milikmu.”

Kotomi lalu pergi meninggalkan takako yang sudah tau maksud perkataan kotomi itu.


Takako berjalan ke lantai 2 restauran itu. ia melihat ada kaori disana. Ia berjalan mendekati kaori.
“kau tau apa yang akan aku bicarakan kan?” Tanya kaori ketus. “aku bersama kou-kun semalam sampai pagi hari ini…” 

kaori menatap takako yang tertunduk pasrah dengan sinis “aku sekarang sudah kembali kesini, jadi bisakah kau melepaskan tanganmu darinya? Aku tak bisa jika dia tak menyukaiku lagi… tapi aku tak akan membiarkan orang lain mencurinya dariku.”

Takako masih tertunduk tak menjawab.

Kaori melanjutkan “orang-orang disekolah tau keberadaanku. Apa kau menyadari tindakan ini akan jadi suatu masalah untukmu sebagai seorang guru? Lalu apa yang akan kau lakukan setelah bersama tetapi akhirnya putus setelah 3 tahun? Bukankah umurmu nanti akan jadi 35 tahun? Ada penelitian yang menunjukkan jika wanita yang tak menikah sebelum 35 tahun hanya akan sukses 10% saja. Apa kau tau itu? klo aku sih masih  bisa menungguu 5 tahun lagi..”
Takako terdiam dikursi restaurant tempat ia bertemu kaori tadi. Ia memikirkan semuanya.

 

Ada pesan dari OZu yang ingin bertemunya malam ini. takako menemui Ozu diluar apartemennya. Takako berkata klo lebih baik mereka bicara diluar saja. 

Ozu menjelaskan klo kemarin ia pergi ke rumah kaori untuk bertemu keluarga kaori. Ia meminta maaf telah berbohong pada takako. Ia menjelaskan kepergiannya itu atas permintaan kaori.

Ozu juga meminta maaf ia belum berbicara dengan kaori soal mengakhiri pertunangannya mereka itu. ia berjanji akan melakukannya segera. Ia minta takako menunggu lagi.

“untuk berapa lama?” Tanya takako ketus.
“heih?” ozu terkejut melihat takako yang tiba-tiba marah padanya.

“kau memintaku untuk menunggumu, tapi berapa lama lagi aku harus menunggu? Apa aku harus menelan masalah ini sendiri? Sebenarnya situasi apa yang kita hadapi ini?” 

Ozu tertunduk mendengarkan Takako yang meluapkan emosinya itu.

“ozu-sensei.. mungkin kau bisa menunggu tahun demi tahun, tapi aku tak bisa.”lanjut takako
Ozu menatap takako “aku akan melakukannya segera”

“tidak..” sahut takako cepat “aku ingin kau meninggalkanku sementara ini.. jangan lakukan apapun. Aku ingin kau membiarkanku konsentrasi bekerja sampai winter berakhir.  Aku tak tau tujuanmu padaku, tapi yang aku tau pekerjaan tak akan mengkhianatiku!”

“aku mengerti” ucap Ozu menatap takako.
Takako segera berjalan cepat kembali ke kamarnya. Takako terduduk lemah di apartemennya
“aku marah.. tapi tak membuatku bahagia”
 

 

Beberapa bulan kemudian.
Libur winter dimulai, dari natal sampai tahun baru sekolah libur. Ini hari terakhir mereka bertemu jadi para guru memberi ucapan selamat natal dan tahun baru. Ozu berusaha mengajak takako bicara tapi Takako mengabaikannya. Ozu hanya bisa mengucapkan selamat tahun baru pada Takako dan lainnya.

mungkin karena batas waktu yang diminta takako agar ozu tak mengganggunya sampai libur winter sudah tiba. ozu sudah tak sabar untuk berbicara lagi dengan takako diluar pembicaraan mengajar.


Pulang mengajar takako berjalan melihat toko-toko yang penuh hiasan natal. Takako melihat sebuah roti tart natal dengan hiasan santa dan strambery. Takako membelinya dan membawanya pulang. Sampai dirumah Takako terus menatap roti itu. “kau berhak bersenang-senang meski kau sendirian.” Gumamnya. Takako mulai makan roti itu sedikit demi sedikit.

 

Ozu dirumah keluarga kaori untuk bertemu ayah dan ibunya tapi ternyata mereka sedang tidak dirumah.  Ozu berkata klo ia akan memberitahu orangtua kaori klo ia tak bisa menikahinya. Ia minta kaori untuk duduk berbicara dengannya juga.

Ozu berkata pada kaori klo semasa kuliah mereka berdua memang menikmati masa-masa indah bersama. Tapi sekarang apa yang penting bagi diri mereka sudah sangat berbeda.
Kaori menyela ozu “apa kau sudah tak menyukaiku lagi?”
“ini bukan masalah menyukai atau tak menyukai..”
“tapi kau mau membuatku menangis?”
Ozu tertunduk karena memang ia akan membuat kaori nanti menangis.
 

 

Takako berkumpul bersama keluarganya. Ia memang agak canggung dengan ibunya setelah kejadian waktu itu. ibunya minta nanti mereka memakai kimono ke acara tahun baru bersama-sama.


Saat didepan rumah kaori, Ozu menghubungi Takako tapi tak diangkat takako jadi ia hanya meninggalkan pesan suara.
“semester sudah berakhir.. mari kita bertemu.  Aku akan menunggu ditempat biasa jam 7 malam. Aku akan menunggu sampai kau datang.”
Ozu tak menyadari ada kaori yang mendengarkan pesan suaranya itu.

 

Dari radio dirumah ozu penyiar memberikan saran untuk malam natal ini menyatakan perasaan kepada pasanganya. Ozu mengambil kado natal yang sudah ia siapkan untuk takako.

Dirumah orangtuanya, takako gelisah melihat jam terus menerus. Ia berusaha untuk mengabaikan pesan ozu tapi jauh didalam hatinya, ia ingin sekali pergi.

 

Saat Ozu mau pergi tiba-tiba Imamura datang. Ozu coba menjelaskan pada Imamura klo ia akan pergi. Imamura berkata klo ia tau Ozu akan pergi menemui Takako. Ia tau itu dari Kaori yang meminta sarannya. 
 
Imamura bertanya pada Ozu bagaimana hubungan Ozu dengan takako? Apakah itu sebuah perselingkuhan? 

Ozu menjawab klo hubungannya dengan takako bukan sebuah perselingkuhan. Imamura menasehatinya jika ingin hubungan mereka bukan sebuah perselingkuhan maka lebih baik Ozu segera mengakhiri hubungannya dengan kaori secepatnya, meski itu akan membuat kaori menangis.

Imamura minta ozu jujur dengan hatinya. Tak tidak lagi mengatakan hal-hal seperti “kan akan membuat gadisku menangis atau terluka”.

Ozu menyahut bukan niatnya untuk membuat seorang wanita menangis. Imamura berkata klo sekarang ozu malah membuat 2 orang wanita “menggantung” (hubungan tidak jelas) seperti itu. itu tak adil buat mereka kata Imamura. Ozu terdiam.

“aku sebenarnya marah pada diriku sendiri. Aku tak mampu melakukan apa yang ingin aku lakukan. Tapi aku sekarang ingin pergi.. aku akan pergi” kata Ozu berjalan keluar kamar apartemennya.

  

Takako akhirnya memutuskan menemui ozu direstauran yang pernah mereka kunjungi. Saat akan masuk ia melihat egawa keluar dari restaurant itu.  mereka berdua sama-sama terkejut melihat kehadiran satu sama lain. Egawa mencegah takako masuk karena didalam restaurant sudah penuh dipesan. Egawa bertanya apa takako punya janji dengan seseorang?

Takako menjawab tidak. Egawa lalu mengajak takako pergi ke restaurant yang lain didekat restaurant itu. Takako mengirim pesan pada Ozu klo ia pergi ke restaurant lain karena tempat yang mereka tuju sudah penuh. 

 
 

Ozu turun dari tangga apartemennya. Ia melihat kaori ada diluar gedung apartemennya. Ozu terkejut melihatnya. Kaori memohon sambil menangis didepan Ozu untuk tidak pergi . ia ingin bersama ozu. 


Takako gelisah melihat jam yang sudah jam 20:10. Ia minta ijin egawa untuk mengirim pesan pada temannya. Takako kecewa ozu mengingkari janjinya. Ia menulis pesan pada Ozu “jangan menghubungiku lagi”


Takako lalu melanjutkan makan malamnya bersama Egawa. Saat selesai makan malam mereka berjalan bersama. Egawa bertanya apa takako sebenarnya akan bertemu Ozu? egawa merasa klo takako mencintai Ozu. takako membantah dan berkata ozu sudah jadi milik kaori.  
 


Egawa lalu berniat mengantar takako pulang. Ia mencari taxi untuk mereka berdua. Takako menatap egawa yang perhatian padanya itu. 

“ia orang yang baik... ada orang yang akan kau cinta dengan hatimu dan orang yang kau cintai dengan kepalamu (logika).. dia adalah orang yang akan kau cintai dengan kepalamu(logikamu). ” kata hati takako menatap punggung egawa.


 Egawa mengantar takako sampai didepan rumah keluarganya. Dari balik pintu taxi, egawa menyampaikan ucapan selamat tahun baru dengan lembut  pada takako.  

Takako memperhatikan taxi yang membawa egawa pergi “aku ingin jatuh cinta pada orang ini. aku tau dia akan membuatku bahagia. “
Takako tak menyadari ibunya memperhatikan takako dan egawa dari jauh.

 

Takako pergi ke kuil bersama ayah dan ibunya. Didepan kuil doa ibunya berdoa agar takako bertemu dengan orang yang baik. Takako mengerutu ibunya mengucapkan itu.
“aku tak tau aku harus berdoa apa…  akankah aku bertemu dengan orang baru yang baik? “ dalam bayangan takako ada egawa. “atau… akan memperbaiki yang sudah terjadi..” dalam pikiran Takako ada Ozu.

Takako mengambil ramalan. Ia melihat ramalan untuknya ramalan yang buruk. Ayah takako mengambil ramalan buruk itu dengan ramalan yang baik.  Mereka tersenyum bersama.

  

Bulan berganti dan tibalah pernikahan Yuko. Takako menghadiri pesta pernikahan sahabatnya itu. Saat akan pulang yuko memintanya dan mori untuk membantunya membereskan semuanya. Ternyata yang membereskan adalah suami yuko sementara yuko memberikan wine untu takako dan mori. 

Ia juga memberikan sekuntum bunga untuk takako dan mori. Ia minta kedua temannya itu untuk tak bertengkar lagi dan menghabiskan minum mereka bersama.
 
Keduanya setuju dan mereka bersulang untuk kebahagian yuko. Mereka tertawa bersama. 

 
 
Mori ikut senang karena yuko sudah menemukan kebahagiannya dan apa yang diinginkannya.
Takako menunjukkan cincinnya pada kedua temannya itu. ia berkata klo dari cincin itu menurut ibunya mereka akan melihat kebahagiaannya. Takako memberikannya pada mori untuk melihat lubang cincin itu tapi mori sepertinya ragu. 

Yuko lalu mengambilnya dan melihat melalui cincin itu apa yang ada didepannya. Ia melihat suami yang baru dinikahinya, disanalah kebahagiannya. Ia lalu memberikannya pada takako untuk melihat kebahagiannya dulu. Takako mengambil dan melihat dari lubang cincin itu. tiba-tiba ia terlintas bayangan ozu yang memintanya menunggunya. 

 

Hati takako berdebar. Ia berlari minta ijin temannya untuk menghubungi seseorang (ozu). takako pergi keluar gedung pernikahan yuko. Ia berhenti didepan sebuah toko. 

“aku tau.. aku tak boleh menyerah” gumam takako mencari contact telpon ozu dari Hpnya. 

Takako melirik toko yang ada didepannya yang ternyata butik baju pengantin. Jatung takako berhenti berdetak saat melihat siapa yang ada didalam gedung itu.

Takako melihat kaori sedang memakai baju pengantin. Ia terlihat sangat cantik dan bahagia. Seorang pria mendekati kaori. Kaori menoleh dan tersenyum pada pria itu. begitu juga pria itu membalas tersenyum pada kaori. Cincin takako terjatuh saat mengetahui pria itu adalah Ozu! mata takako berkaca-kaca hampir menangis.

“meski kau dapat melihat kebahagiaan yang kau inginkan, tapi itu sudah sangat terlambat…”
 

 
 



1 komentar: