Minggu, 18 November 2012

Sinopsis Shiritsu Bakaleya Koukou - Ep. 2


Anggota Bakada masuk ke markas mereka membawa papan nama sekolah mereka. Mereka tambah bingung apa yang harus mereka lakukan dengan siswi Cattleya itu.

Soichi bergumam disebelah Shouhei tentang apa yang sebenarnya terjadi.. sementara souhei juga bergumam klo salah satu dari mereka ada yang paling cantik menurutnya. Soichi yang mendengarnya langsung berkata klo ini bukan saatnya untuk suka sama cewek itu.

Tatsuya tetap tidak terima jika SMA Bakada diganti namanya menjadi Cattleya no 2.


Suatu pagi, Tatsuya dan siswa Bakada lain terkejut saat masuk ke kelas, mereka mendapati meja kursi yang mereka pakai biasanya tidak ada, berganti dengan meja kursi yang keren dan baru.

Kelas juga sdh rapi di cat ulang, ada tirai warna pink disetiap jendela-jendelanya dengan cantik dan dimeja guru diberi pot yang berisi bunga Cattleya segar yang sangat wangi.


Soichi yang melihat bangkunya baru langsung berlari ke mejanya yang baru, karena tidak hati-hati Soichi terpeleset dan hampir saja jatuh. Shouhei juga panik saat tau mejanya diganti, karena di laci mejanya dia menyimpan buku porno.. ckckck.. Tatsuya heran ternyata Shouhei masih menyimpan majalah-majalah seperti itu. Tetsuya apalagi dia langsung bilang Shouhei seperti kakek-kakek tua yang menyimpan begituan.. wkwkwk.

Yuki Satonaka dan Makoto Jimbo lebih parah, mereka masuk ke dalam kelas dengan bajunya yang basah. Mereka bilang itu gara-gara kamar mandinya sdh diganti.

Ceritanya Yuki Satonaka saat membuka pintu toilet tiba-tiba toiletnya kebuka sendiri (otomatis kebuka saat seseorang membuka pintu toilet) Satonaka terkejut sekali sampai terjatuh. Makoto lalu bilang itu toilet model terbaru dengan tombol-tombol yang sangat banyak. Makota mencoba menekan salah satu tombol yang terjadi adalah air langsung muncrat ke arah keduanya.

Tatsuya bilang itu seperti robot, soichi bilang itu seperti film transformer.


Fumie dan siswi cattleya datang dan bertanya apakah kalian suka dengan kelas barunya?. Tetsuya bertanya apakah ini kerjaan siswi Cattleya. Fumie mengiyakanya. Siswi yang lain mengatakan klo ini sebagai hadiah perkenalan. Saya menjelaskan bahwa saat mereka survey sekolahan Bakada mereka merasa banyak hal yang harus diganti, untuk itu mereka mengganti semuanya sehingga menjadi mirip dengan sekolah Cattleya


Tatsuya bertanya kemana barang-barang yang lama?. Fumie berkata klo semuanya sdh dibuang ke tempat sampah. “apakah mejanya juga?” “iya semuanya” “bagi kalian itu mungkin sampah. Bagi kami itu adalah barang penting” kata tatsuya. “apa kalian tak suka meja barunya?” tanya Sayuri Tokimune. Tatsuya terbata-bata menjawab “it..tu karena meja itu adalah bagian dari kami!”

Tetsuya menjelaskan klo tidak ada alasan khusus, tapi itu adalah sesuatu yang harus dijaga mereka.. “karena dimeja itu ada jiwa bakada kami” sahut Tatsuya yang disambut teriakan anggota bakada yang lain. Siswa Bakada mulai menendangi meja baru itu, membuat siswi Cattleya langsung merapatkan barisannya dan ketakutan. Saiya bilang klo mereka adalah murid-murid pilihan yang ditugaskan untuk membuat sekolah itu menjadi ideal.

Tetsuya bertanya “lalu knp Bakada yang harus berubah?”

Shouhei pun menimpali “harusnya kalian orang baru yang harus mengikuti oranng yang sudah lama disini”

Soichi bilang klo souhei itu paling tua disini jadi harus menghargai dia.

Terakawa : “Dengan ini berarti kalian mengejek dia.”

Sayuri “apa yang kami lakukan sudah sesuai standard organisasi

Tatsuya : “aku tak mengerti semua ini tapi kami tak akan membiarkan kalian mengacak-acak Bakada. Karena kami tak akan berubah”

Fumie : “kenapa? Sekola kalian ini buruk..”

“tidak.. sekolah kami tidak seperti itu! “ sahut Tatsuya emosi. “.. tapi Bakada adalah sekolah kuat!”

Kemudian mereka meninggalkan cewek-cewek yang ketakutan itu.


Kaoru Mitsumun sebagai Sayuri Tokimune

Siswi Cattleya menghela nafas setelah semua cowok cowok itu keluar ruangan

Sayuri “ada apa dengan mereka..”

Mana Honjo : ” aku lebih suka kembali ke Cattleya”

Yang lainnya pun ikut-ikutan ingin kembali ke Cattleya.

Fumie “apa kalian ingat apa yang kita lihat waktu datang kesini..?”

Saya : “ dari lingkungan buruk seperti itu, memang kita harus merubahnya secara bertahap”

Mana Honjo “bahkan mereka tidak tau apa itu washtafel..”

Reika “kasian sekali..”

An Miyata : “jika lingkungannya berubah, mereka juga akan berubah.”

Sayuri “ kita semua yang harus merubah mereka!” Semua mengangguk setuju “kami akan ikut fumie chan” semua mendukung fumie untuk merubah bakada.



“seandainya mereka laki-laki, mereka sudah aku habisi” seru Tatsuya sambil mengepalkan tangannya.

“bantu kebaikan hancurkan kejahatan tapi jangan pernah menyentuh yang lemah. Bukankah itu semboyan bakada” kata Tetsuya mengingatkan Tatsuya.

Aku tau itu..” Tatsuya

“tapi sekarang ini tidak ada yang bisa kita lakukan.” Tetsuya

“ dan aku benci itu” Tatsuya

Tiba-tiba Terakawa : bukankah dimejanya Shouhei ada nama cewek?” “iya nama cewek yang disukai senior dulu”

Yuki Satonaka “mejaku adalah meja Yamada, dia berhenti sekolah dan mencari kerja”

Tetsuya pun ikut bertanya pada Tatsuya “kakakmu dulu pernah pakai mejamu untuk memuku orang kan? Waktu perang antar genk dulu??”

:iya,,” Tatsuya menatap gelang pemberian kakaknya itu “..karna itulah.. aku ingin semua meja itu kembali!”

Mereka pun berlari mencari ke smua tempat sampah satu persatu


Siswi Cattleya mencari alasan kenapa siswa bakada begitu menginginkan bangku lama mereka dan mereka mendapatkan alasannya itu.

Sayuri membacanya keras-keras:

“meja belajar tradisi”

“DiBakada, meja yang sama akan dipakai selama 3 tahun!”

“kenapa begitu?” tanya Saya

Sayuri melanjutkan membaca “ para siswa yang sudah lulus, akan memberikan meja ini ke kelas 1 untuk digunakan 3 tahun kedepan lagi”

Mana Honjo “apa mereka tidak punya uang?”

“ini adalah sebuah tradisi yang terus menerus menurun. Suatu kehormatan menerima barang dari seniornya. Danini adalah salah satu ciri khas dari Bakada” Lanjut Sayuri

Kemudian?” tny Saya

“hanya itu.” Jawab Sayuri

“ehhh??” semua heran “aku sama sekali tak mengerti” kata Saya berpikir. “hmm”


“mencari meja belajar? Tny kepala sekolah Bakada Minamoto

Guru Saionji :” iya.. nampaknya para siswi melakukan pembersihan besar-besarannya tanpa ijin.

Minamoto “aku harap tidak terjadi sesuatu yang buruk. Merger baru saja dilakukan tapi sdh banyak masalah yang timbul”

Guru Saionji “jangann terlalu cemas, ini bukan masalah besar, memang sulit untuk menggabungkan sesuatu yang sejak awal sangat beda”

“mohon kabari saya klo ada sesuatu yg terjadi. Saionji mengangguk “tentu saja”


Saat Siswa Bakada sedang mencari-cari bangku mereka. Gang Masauga tiba-tiba menghadang didepan mereka.

“anak sekolah seperti kalian.. main-main ke daerah kami. Kalian berani sekali!”

“kami tak ada waku mengurusi kalian sekarang..” sahut Tatsuya

“kami dengar kalian mencari”meja tradisi”..” kata salah seorang member gang Masauga menertawakannya..

“barang itu tidak ada artinya kan..?”

“hahh..” Tatsuya mulai emosi

Iya karena bakada sebentar lagi akan lenyap. Daerubah menjadi sekolah khusus perempuan”

“siapa yang kalian bilang perempuan..!” teriak Terakawa yang paling sensi klo disebut kyk cewek itu. Terakawa langsung menyerang Gang masauga.

Shouhei “yahh.. kata kuncinya (Terakawa = perempuan) di sebut..” Perkelahianpun dimulai antar 2 gang itu.

“yah terpaksa kita main-main dulu” kata Tatsuya dan langsung membantu Terakawa menghajar gang Masauga.



Saat pulang sekolah Fumie melihat dari seberang sungai siswa Bakada yang masih berlari lari mencari meja belajarnya itu. Fumie mengikuti mereka. Dan ia teringat saa ia ditinggalkan ibunya. Ibunya memberikan gantungan kunci pdnya. Kemudian suatu hari ia tak menemukannya, ia bertanya neneknya apakah tau. Ternyata telah dibuang neneknya dengan alasan sudakotorh . Fumie kemudian mencari gantungan kunci itu ketempat sampah sampai akhirnya ketemu lagi bonekanya. Fumie akhirnya mengerti perasaan gang Bakada.

Junichi Koba guru Bakada siap-siap mengajar kelas gabungan Bakada dan Cattleya. Saat dijalan ia bertemu siswi Cattleya. Mereka menyapanya dengan sopan dan menekuk kakinya memberi hormat “Gokigen yo” dengan grogi karena tak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu dari siswa Bakada, Guru Koba mengangguk menjawab sapaan siswi barunya. Dan sepanjang jalan yang dilaluinya ia bertemu siswi Catleya yang memberinya hormat seperti itu. Ia jadi senyum-senyum sendiri.


Dan saat ia masuk kedalam kelas, ia terkejut karena sudah disambut siswi-siswi Catleya yang langsung berdiri begitu ia masuk..”ohayo Gosaimasu” kata mereka menunduk pada Yoba kemudian duduk lagi dengan rapi. Guru Yoba yang bengong langsung sadar “ohayo gozaimasu..”.


Guru Yoba melihat tidak ada satupun gang Bakada yang datang dikelasnya.

Tiba-tiba temannya berseru melihat gang Bakada datang membawa bangku lama mereka. “sulit dipercaya..” seru Saiya “mereka menemukannya “ kata Sayuri. Siswi Catleya pun melihat dari Balkon sekolahan.

“apa mereka akan membawa itu kembali ke kelas?”

“meski agak bersih tapi..’

“ini tidak bisa dibiarkan.. bukankah begitu fumie?” tny Sayuri

Fumie menatap teman-temannya “ayo kita turun.


Siswa Bakada datang membawa kursi kesayangannya masing2 dengan kepuasan diwajahnya. Mereka terkejut saat siswi Cattleya keluar dari pintu sekolahan berjalan ke arah mereka. Siswi tersenyum ramah dan menyapa “Gokigen yo” dan menekuk lututnya memberi hormat.


“kalian menghalangi jalan” seru Tatsuya

“aku mengerti meja itu begitu berarti untuk kalian” kata Fumie

Shouhei “kalian mengerti juga”

“fumie?” tanya Saiya ragu dengan apa keputusan Fumie yang sebenarnya.


Semua menanti jawaban Fumie

“..Tapi untuk kami meja itu adalah sampah dan kami tak mengijinkan meja itu ke ruang klas lagi. Kita harus patuh pada rule sekolahan” tegas Fumie

“rule?” seru Tatsuya

“dan untuk itu, kita akan adakan pemilihan ketua kelas. Hanya itu jalan yang terbaik”

“jalan apa maksudmu?!!” bentak Tatsuya.

“Sousenkyo.. pemilihan”

“pemilihan?”

“aku rasa itu jalan yang terbaik.. kau dan aku akan ikut pemilihan itu” kata Fumie

“pemenangnya akan menjadi ketua kelas dan ketua osis ?“ kata saya minta konfirmasi dari Fumie.

“ iya benar”

‘itu ide yang bagus fumie” puji sayuri


“aku tak terbiasa dengan itu, mana mungkin aku jadi ketua osis” tolak Tatsuya

“memang kau tak ada karakter untuk itu” cetus sayuri cool.. Sayuri ini kyknya paling berani dan emosian diantara yang siswi yang lain. Tatsuya langsung melotot padanya.

“aku ada permintaan” kata Tetsuya

“apa itu?”

“Jika Tatsuya menang di pemilihan dan jadi ketua osis disekolah ini. Papan nama Bakada yang akan diletakkan didepan sekolahan. Kami akan mendukung Tatsuya demi itu.”

Tatsuya tersenyum “ide bagus.. jika demikian aku akan ikut.. demi papan nama Bakada apapun akan aku lakukan!”

Bakada yang lain pun menyetujuinya

“Bagaimana? Kalian terima persyaratan ini?”tanya tatsuya

“aku mengerti’ jawab Fumie

“nanti paling Fumie yang akan menang” Kata Saya penuh keyakinan dan siswi Cattleya lain pun tersenyum setuju

“baiklah meski aku harus korban nyawa, aku akan menang di pemilihan ini dan mengembalikan papan nama Bakada pada tempatnya!”

Kami juga kan berusaha!” balas Fumie

Tatsuya mendekati Fumie dengan penuh tantangan dan Fumiepun nampak tidak takut sama sekali.




NB : "Gokigen yo " bisa diartikan "Apa kabar?." mungkin bahasa gaul pengganti "O-genki desu ka?". (apa kabar? apakah sehat saja?") Tapi menurutku siy.. heheheh..


4 komentar: