Sabtu, 09 November 2013

Sinopsis : Pin To Kona Ep. 4




Ichiya mencium paksa ayame dalam ke frustasiannya karena tak bisa bermain dengan sempurna dalam drama itu. Ayame terkejut dan shock ichiya memperlakukannya seperti itu. ia mendorong tubuh ichiya menjauh darinya.
“maaf” ucap ichiya. Ayame menatap ichiya dengan marah.. “a.. aku pergi..” ayame langsung berlari pergi.
“apa yang sudah kulakukan.. aku jahat sekali..”sesal ichiya


Yuna mencari ichiya tapi tak menemukannya, ia malah bertemu dengan shohei. Cowok itu lalu mencoba meraih hati Yuna dengan mengatakan klo Yuna ada masalah dengan ichiya maka dengan senang hati ia kan menolong Yuna.
Yuna berbohong dan mengatakan klo mereka tak ada masalah.
 


Seperti biasa sehabis bermain kabuki, para gadis-gadis sudah menungu dipintu keluar ruang artis. Mereka membawakan hadiah dan karangan bunga untuk kyo. 

Kyo sangat senang dikerubuti para fansnya itu. saat mereka melangkah bersama, ia melihat ichiya ada disebrang jalan tertunduk seorang diri. Kyo jadi heran karena harusnyakan ichiya bersama ayame.


Sampai dirumahnya ichiya masih menyimpan penyesalannya atas ciuman paksanya. Ia akan menelpon ayame saat yuna tiba-tiba masuk. 

Yuna berkata klo ia mencari ichiya setelah drama selesai untuk pulang bersama. Ichiya menjawab klo saat itu ia ingin sendiri. Yuna bertanya ichiya ada masalah apa kok kelihatan sedih. Ichiya mengingkarinya dan berkata klo ia baik-baik saja. 

Yuna lalu memeluknya dan berkata ia akan selalu ada dissisi ichiya.


Dirumahnya kyo jadi kepikiran ichiya terus. Esok harinya sebelum kesekolah ia menemui ichiya yang ia tau pasti sedang jogging ditaman. Ia bertanya pada ichiya tentang hubungan ichiya dengan yuna. Ichiya membantah ia punya hubungan dengan Yuna.

Kyo lalu mengancam ichiya, jika ichiya menyakiti Ayame, ia tak akan tinggal diam. Ichiya yang masih merasa tersaingi oleh kyo jadi kesal.

“jika kau menyukainya maka kau harus berjuang merebutnya dariku. Itu jika kau punya kemampuan” ucap ichiya lalu pergi meninggalkan kyo.
“BAIK.. AKU AKAN MELAKUKANNYA..!” teriak kyo.
 


Tapi disekolah kyo sadar kondisinya saat ini, ayame hanya tertarik pada ichiya saja. Kyo jadi kesal saat haruhiko sahabatnya yang diajak berbicara tak mendengarkannya dan asik coret-coret bukunya. Kyo marah pada haruhiko yang dijawab haruhiko klo ia sibuk mempersiapkan acara camping sekolah karena ia adalah anggota komite. 

“aku tak peduli hal itu” kata kyo saat haruhiko memberikan alasannya. Haruhiko menoleh pada kyo dan tersenyum misterius sambil berbisik “meski chiba ayame juga akan ikut?”
Kyo langsung terkejut. “oh begitu” sahutnya tersenyum-senyum

“laut saat summer fren, kita juga akan bermalam!” lanjut haruhiko bersemangat.
“dannnn… cowok bermata 4 itu (ichiya pakai kacamata) juga tak akan ada disana juga! Sesuatu yang menakjubkan pasti akan terjadi. Yahh.. itu akan terjadi.. “ seru kyo senang. “ ichiya.. siap-siap apa yang akan terjadi nanti”
   


Ayame bercerita pada chiaki klo ia sudah berciuman dengan ichiya.
“ciuman bersama hiro-kun?!!”seru chiaki, ayame langsung panic “jangan keras-keras”
Tapi sepertinya semua temannya mendengar perkataan itu. mereka lalu berbisik-bisik membahas ciuman ayame itu. 

“bagaimana rasanya ciuman pertama yang hatimu inginkan itu?” goda chiaki
“itu sangat tiba-tiba, jadi pikiranku jadi nge-blank. Dan..”
“apa?”
“dan.. dia minta maaf padaku… Dengan wajah yang sedih”
“ohh.. apa itu artinya buruk?”
“heih?”

“jangan-jangan hiro-kun punya cewek lain?” tebak chiaki
Ayame agak terkejut tapi ia tertawa “tak mungkin.. tak mungkin.. itu pasti tak mungkin.”
“kau benar-benar naïf.. kau tau dalam percintaan tak ada kata “pasti”” ucap chiaki
Ayame masih dengan tersenyum berkata “ aku hanya akan percaya pada Hiro-kun saja”
“itu tak bagus” gerutu chiaki
“hanya saja.. “
“hm?”
“kemarin aku melihat diri hiro-kun yang belum pernah aku liat. Meski dramanya sukses dia tak terlihat bahagia dan dia terlihat sangat jauh..”
 


Pak sawayama, ayah yuna berkata klo ia punya teman dari theater sakuragaoka yang akan mengadakan pertunjukkan. Ia akan mengajukan ichiya agar bisa masuk kelompok theater itu.
Ichiya membantu ibu Sawayama membawa belanjaan ke dapur. Ibu sawayama bilang klo ada tamu dari Sakuragaoka yang datang menemui pak sawayama. 

Ichiya lalu mencoba menguping dari pintu. Ia mendengar manager sakuragaoka theater itu berkata klo meski penampilan ichiya bagus tapi ekpresi wajah ichiya sangat jelek. Melihat penampilan ichiya tak membuat jiwanya tergerak.
 


Ayame menyiram tanamannya dikebun sekolah. Ia juga melamunkan ichiya yang susah dihubungi. Kyo datang dan mengejutkan ayame, membuat ayame mengarahkan selang airnya pada kyo dan kyo jadi kena percikan air itu.
“maaf kawamura kun..”
“ada apa denganmu melamun begitu?” kata kyo sewot sambil mengibaskan air dibajunya.
“tak apa-apa..”
“hezzz… kemarin apa kau bertemu dengan ichiya setelah pertunjukkan?” Tanya kyo
“ya..”
“oh begitu.. “ kata kyo “ternyata mereka bertemu” batin kyo
“10 tahun itu sangat lama ya..” ucap ayame
“heih?”
“kami masih di SD saat kami bertemu. Dan sudah 10 tahun sejak kami terpisah. Kami belum banyak berbicara juga. Saat kau memikirkannya, aku sudah berlagak seperti aku tau hiro-kun meski aku tak tau juga. “ kata ayame sambil duduk dipinggiran taman disamping kyo yang berdiri.
“apa sesuatu telah terjadi antara kau dan ichiya?” Tanya kyo

“tidak.. aku hanya merasa klo dia sedang sedih. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan.”
“hanya biarkan saja seperti itu.”
“jika itu terjadi pada kawamura-kun saat sedang sedih, apa yang kau inginkan?” Tanya ayame menoleh pada kyo yang masih berdiri.

“aku??? Hmm…klo aku….  Jika orang yang aku sukai… tersenyum disampingku, itu sudah cukup untukku.” Sahut kyo menatap ayame.
Ayame bengong menatap kyo. Ayame lalu tersenyum dan bangkit berdiri. “oh begitu.. aku rasa itu bukan sesuatu yang susah.”
“oh begitu ya…”

“arigatou sudah memberiku masukkan.. kawamura-kun kau benar-benar orang yang baik. Bye sampai jumpa lagi” kata ayame menggulung selang air yang sudah dipakainya itu.
Kyo menatap ayame yang berlalu “orang yang baik, begitu ya” gumamnya

 
Pulang sekolah ayame memutuskan menghubungi ichiya ditelepon umum depan sekolahnya. Saat itu ichiya sedang berjalan melamun, teringat perkataan manager sakuragaoka. Saat ayame menghubunginya, ichiya meminta maaf karena tidak menghubungi ayame. 

Ayame lalu bilangg klo ia ingin bertemu dengan ichiya sebentar setelah ia selesai bekerja. Ichiya setuju untuk bertemu dengan ayame.
Ayame jadi berseri-seri wajahnya setelah bisa berbicara dengan ichiya di telpon. 
 


Kyonosuke mempersiapkan barang bawaannya yang akan dibawanya ke kemah sekolah.
“meski resikonya adalah harga diri kawamura kyonosuke , tapi aku tak mau berhenti hanya jadi “orang baik. Kemah ini berarti lakukan atau mati. ” kyo berkomitmen pada dirinya.
“apa ini soal ayame-chan?” Tanya bibi yang diam-diam dibelakangnya . kyo terlonjak kaget “ahhhh… jangan mengejutkanku seperti itu”

“pintumu terbuka. Ini obat-obatan.  Perutmu sangat lemah tuan muda.” Kata bibi menyodorkan obat yang dibawanya. Kyo mengambilnya.
“tuan muda.. kau tau, gadis sebenarnya lemah dengan pria kuat”
“oh begitu” sahut kyo

“itu hanya butuh sebuah momen keberanian saja… tapi penyesalan adalah selamanya” kata bibi memberi semangat kyo untuk menyatakan perasaannya pada ayame, begitu maksud si bibi. “untuk summer tanpa penyesalan” lanjut bibi memberi semangat dengan menegakkan jempolnya didepan kyo. Lalu ia berdiri dan pergi.
 


“summer tanpa penyesalan…” kyo lalu membayangkan ia dipantai bersama ayame.
“ayame .. sebenarnya aku….” Ucap kyo gugup

“aku tau..”

“heih?’

“aku bertanya-tanya kapan kau akan mengatakan itu. aku sudah menunggu itu” sahut ayame tersenyum.

“apa itu berarti kau juga…”

“kau jadi orang yang baik saja itu.. mem-bo-san-kan” kata ayame dan berjinjit siap mencium kyo yang juga sudah siap mencium ayame.

“datangggg..!”teriak kyo dari lamunannya.
Diruang bawah bibi tersenyum mendengar teriakan tuan mudanya yang sedang berkhayal itu. ayah yang ada disana juga terkejut mendengar teriakan anaknya itu.
“tuan muda sepertinya akan menyatakan perasaannya pada ayame-chan.”
“selama ia masih berlatih dengan baik, aku tak keberatan” sahut pak kawamura. 
 


Ichiya sudah menunggu ditempat janjian mereka. Ayame datang berlari-lari dan melihat ichiya yang sedang melamun sedih. Ia teringat kata-kata kyo yang mengatakan klo saat sedih ia hanya ingin orang yang dicintainya tersenyum disampingnya. 

Ayame tersenyum dan berlari-lari mendekati ichiya. Ia minta maaf karena sudah membuat ichiya menunggunya. Ia lalu mengajak ichiya menyalakan kembang api. Ichiya teringat masa-masa mereka saat bermain kembang api saat mereka kecil dulu itu. saat itu adalah saat ulang taun ayame. Ichiya teringat klo ayame juga sebentar lagi akan berulang tahun. Mereka lalu menyalakan kembang api tetes.
 


“aku ingin tumbuh bersama hiro-kun.. tapi aku.. aku melihatmu bertumbuh dewasa hiro-kun. “
“eh..?”
“aku melihat banyak pertunjukkan yang kau mainkan. “
“banyak? Maksudmu meski aku tak bukan pemain utama?”

“hmm.. ya, aku fan nomer 1 nya hiro-kun.” Ayame tersenyum “aku rasa ini sangat menakjubkan kau bisa sampai sejauh ini. Kau bilang pertunjukkan “tonggak ikatan” sukses bukan karena dirimu, tapi bukan itu masalahnya. Aku benar-benar suka ‘tonggak ikatan” hiro-kun. Hiro-kun pasti bisa menjadi actor kabuki nomer 1. ”

“maaf.. akan sangat baik klo kau tak bersamaku..” ucap ichiya tiba-tiba. Ayame shock mendengarnya.
“apa maksudmu? Apa kau tak mau melihatku lagi? Hiro-kun?” ichiya tak menjawab ayame. Gadis itu lalu pergi.
 


Sesampainya ichiya dirumah, yuna sudah menunggunya didepan rumah. Yuna bertanya ia darimana saja. Ichiya masih sedih dan terbawa emosinya dan berkata “apa aku harus mengatakan semua padamu?”ia lalu pergi meninggalkan yuna dan masuk ke dalam rumah. Shohei melihat itu dan tersenyum sinis.

Ichiya masuk ke dalam kamarnya dan termenung sedih.


Kemah sekolahpun dimulai. Kyo bermain tembakan air bersama Gadis-gadis yang memakai bikini. Kyo mencari sosok ayame diantara mereka tapi ayame blom ada. Ia lalu melihat sosok ayame dan chiaki berjalan ke arahnya ia memperhatikan ayame. Ia kecewa dan heran, ayame tidak memakai bikini.
“mana baju renangmu?” Tanya kyo
“aku tak punya” jawab ayame.
“oh begitu”
 Ayame lalu penuh semangat sambil meregangkan tubuhnya berkata “let’s enjoy”

Ayame lalu berlari ke teman-temannya yang lain.
“kurasa semangatnya sanat tinggi sepanjang pagi ini. “ ucap chiaki memperhatikan ayame dari tempatnya berdiri bersama kyo.
“begitukah..”

“sesuatu yang baik pasti terjadi antara dia dan hiro-kun. “ ucap chiaki. Kyo terkejut dan menoleh pada chiaki.
“sesuatu yang baik?”’
“maksudku, summer!” kata chiaki sambil mengacungkan jempolnya pada kyo.

Kyo bertanya-tanya maksud chiaki itu. “ayame? Dan cowok 4 mata itu??” ia jadi berpikir yang tidak-tidak antara ayame dan ichiya. “tidak, aku harus tenang, ayame khususnya, tak mungkin melakukan hal-hal bodoh…”gumam kyo menggelengkn kepalanya. Tapi sepertinya ia ketakutan sendiri hal yang dipikirkannya terjadi.

 “WOHHHHHHHHHHHH….” kyo berteriak- dan berlari masuk ke dalam air. Teman-temannya keheranan melihat tingkah kyo yang seperti kesurupan itu. 

 
 
Ichiya pergi ke tempat latihan tapi kemudian pergi keluar lagi. Kanjirou-niisan melihatnya curiga. Ia menyusul ichiya. Mereka lalu berbicara berdua.

Ichiya bertanya apa kanjirou juga menyadari kelemahannya juga. Kanjirou bertanya kenapa ichiya jadi tak percaya diri seperti itu. ia lalu berjanji akan memberikan pelatihan khusus pada ichiya. 


Dikemah sekolah. Ayame sekelompok dengan kyo. Aayame sangat bersemangat bermain-main, seperti saat bermain memukul semangka dengan mata ditutup dan saat main volley. Kyo bertanya pada chiaki apa kegembiraan ayame itu karena ayame menikmati kemah ini? Chiaki menjawab kemungkinannya seperti itu. 

Kyo yang satu kelompok dengan ayame sering menatap kegembiraan ayame itu. tanpa kyo sadari sebuah bola volley melayang kearahnya. Ayame yang menyadari itu langsung mendorong ayame kesamping. Ayame ikut jatuh bersama kyo ketanah. Posisi mereka kyo dibawah dan ayame diatas. 

Teman-teman langsung terdiam memperhatikan keduanya.
Saat teman-temannya mulai menyoraki mereka. Keduanya langsung tersadar akan situasi mereka dan buru-buru berdiri. Mereka jadi salah tingkah didepan teman-temannya. 
 


Ayame dan kyo lalu pergi makan semangka berdua”yummyyyyyyyy..”seru kyo
“oishiiiii..”seru ayame. Lalu mereka ‘menembakkan biji semangka dimulut mereka ke tanah.
“sangat menyenangkan bisa melupakan semuanya dan bergembira kan?” kata ayame.
“terima kasih untuk yang tadi” sahut kyo. 

Ayame menatap wajah kyo dari samping “wajah kawamura-kun ada asset berharga dunia kabuki, jadi aku rasa aku harus menjaganya dan tubuhku bergerak dengan sendirinya. Kau juga sudah sering membantuku sampai saat ini. Jadi aku perlu mengembalikannya sedikit sedikit.”
“aku tak ingin dikembalikan (bantuanku).”
“eihhhh?”

“ayame.. aku sebenarnya…” kyo menatap ayame dengan serius mau menyatakan cintanya.
“kyou-sama berapa lama lagi kau akan beristirahat?” seru gadis-gadis memanggil kyo.
“ayo bermain bersama kami!” seru gadis yang lainnya.

“jika kau tak disini maka ini tak akan menyenangkan” seru cewek lainnya.
Ayame tersenyum melirik pada kyo. Cowok itu juga bingung “okay..” sahutnya
“baguslah.. aku akan istirahat disini dulu saja” kata ayame mempersilahkan kyo pergi.
“okay sampai jumpa lagi..” sahut kyo menatap ayame , ia lalu memutuskan pergi bersama gadis-gadis itu.  setelah kyo pergi ayame jadi terlihat bersedih.


 
Kanjirou- niisan ternyata tidak mengajak ichiya berlatih tapi malah mengajak ichiya ke sebuah tempat kayak night club (lupa istilah jepangnya). Mereka duduk ditemani beberapa wanita cantik. Ichiya hanya heran saja mereka pergi ke tempat itu. 

kanjirou melihat ichiya sudah seperti patung saja jadi dia minta ichiya juga bersenang-senang seperti dirinya. 

Kanjirou lalu mengajaknya untuk bertemu seorang wanita. Lalu mereka pergi ke restaurant dan kanjirou selalu terlihat berbeda saat bertemu dengan orang-orang di night klub, hotel atau di restaurant. Orang-orang yang mereka temui juga terlihat sangat akrab dengan kanjirou. 

Saat berjalan di taman ichiya bertanya kenapa kanjirou terlihat berbeda di tempat-tempat seperti itu. kanjirou menjelaskan klo hal itulah yang terjadi di pertunjukkan kabuki. Dia harus menarik orang tertarik kepada mereka dengan cara merubah atmosfir pertunjukkan mereka.
Ichiya bertanya bagaimana caranya? 

Kanjirou menjawab yaitu dengan menikmati permainan itu sendiri, dan menganggap klo pertunjukkan yang akan mereka mainkan adalah pertunjukkan yang tak akan terjadi lagi. Kanjirou memberi semangat klo ichiya pasti bisa melakukannya.
Ichiya mengerti maksud kanjirou dan ia ijin untuk pulang lebih dulu untuk berlatih.
 


Dikemah sekolah, malam hari.
Kyo berjalan sendirian dan teringat rencananya untuk mengungkapkan perasaannya itu gagal. Ia lalu melihat ayame yang duduk seorang diri menatap ke laut. 

Saat kyo mau mendekati ayame dan menyatakan perasaannya lagi, ia melihat ayame terlihat sangat sedih jadi ia membatalkannya.

Kyo masuk ke kamar penginapannya dan cerita pada haruhiko.
Haruhiko menebak mungkin ayame ada masalah dengan ichiya. Jadi sebenarnya kegembiraan yang ditunjukkan ayame seharian ini adalah untuk menutupi kesedihannya.
Kyo langsung ngomel sendiri karena marah pada ichiya. Haruhiko lalu berkata klo ini kesempatan yang bagus buat kyo untuk mendekati ayame. 

Kyo bilang ia bukan orang yang suka memanfaatkan kelemahan orang lain. Haruhiko bilang ini bukan saatnya kyo jadi sok dan lagi bukankah kyo tak mau jadi “orang yang baik” saja.
Haruhiko  yang sedang input data murid-murid terkejut saat melihat data ayame. Ternyata lusa adalah ulang tahun ayame dan ini kesempatan yang bagus buat kyo.
Kyo langsung menghubungi yasu untuk membantunya mempersiapkan semuanya.
 


Esok harinya kyo dan yasu mempersiapkan segalanya. Mereka memotong kayu, lalu membuat lilin.

Sitempat berbeda, ichiya mempersiapkan hadiah untuk ayame. Jam 23:55 menit haruhiko mengajak para gadis ke ruangan cowok. Ayame tidak ikut dan dikamar sendiri. Ia melihat ada kertas lipat da nada tulisan untuknya. Ia mengambil dan membukanya. Disana tertulis klo ia disuruh perggi keluar. Diluar kamar ia melihat seseorang bertopeng memintanya mengikutinya.\

Ayame mengikuti orang bertopeng sampai ke sebuah kuil. Di sepanjang tangga kea rah kuil penuh dengan lilin-lilin dikanan kirinya. Sampai di tangga teratas ayame melihat lilin-lilin banyak yang ditata dengan tulisan happy birthday.
Tepat jam 24:00 kyo keluar dan memberi ucapan selamat ulang tahun padanya. Lampion-lampion langsung menyala disekeliling mereka.
“bagaimana dengan hasil karyaku?” Tanya kyo

“kau lakukan ini untukku kawamura-kun?”
“klo itu untuk ayame berarti untuk kabuki juga kan?”
“aku sangat bahagia… sangat bahagia.” Ucap ayame bahagia sekaligus terharu “aku selalu sendirian di ulang tahunku selama beberapa tahun ini.  Ulang tahun yang fantastic ini seperti sebuah mimpi saja. Terima kasih banyak” 

“ya”
“aku sungguh beruntung..” kata ayame memandang lilin-lilin didepannya.
“aku ingin mengatakan 1 hal…. aku lakukan ini bukan karena aku orang yang baik. Aku…..” kyo melirik pada ayame sebelum menyatakan perasaannya. Tapi betapa terkejutnya ichiya saat melihat ayame menangis.

“ayame…?”
Ayame menghapus airmatanya.
“hei, ada apa?” Tanya kyo kuatir.
“mengapa… mengapa didepan kawamura-kun.. aku bisa tertawa dengan mudah.. tapi saat bersama dengan hiro-kun, mengapa aku tak bisa melakukannya?.. aku tak bisa tertawa dengan baik… perasaaku kurang usaha.. aku tak tau apa yang harus kulakukan. Meski aku ingin membuatnya bahagia, tapi aku sepertinya membuatnya jadi marah. Karena aku.. sekarang hiro-kun membenci diriku” ayame menangis terisak.

Kyo tidak tega dan mendekati ayame mau memeluknya.
“tapi.. tetap saja….” Kyo mengerti apa yang akan dikatakan ayame selanjutnya. Ia sedih dan tidak jadi memeluk ayame.

Kyo berdiri disamping ayame. Menutup matanya dan mengambil nafas panjang lalu membuka matanya.

“haizzz..  dasar bodoh… dengar.. alasan kenapa kau tak tau apa yang harus kau lakukan didepan ichiya adalah karena kau sangat mencintainya. Dan dia tau pasti seperti itu, jadi semua akan baik-baik saja. “ hibur kyo menatap ayame.

“kawamura kun” ayame terharu menatap kyo dengan wajahnya yang penuh airmata.
“ini sungguh menakjubkan… kawamura-kun arigatou..” kata ayame melihat lilin-lilin lagi.
Kyo tertunduk sedih “sebenarnya siapa yang bodoh disini” gerutunya pada dirinya sendiri.
Yasu yang tadi memakai topeng dan bersembunyi terlihat menangis melihat nasib cinta tuan mudanya yang batal menyatakan cintanya lagi.
“tuan muda… kau sungguh-sungguh pria sejati..”

 

Ichiya tepat jam 24:00 menghubungi telp rumah ayame dan mengucapkan selamat ulang tahun ada ayame dan meninggalkan pesan ditelpon rumah ayame.

Selesai acara kemah kyonosuke langsung pulang ke rumahnya. Saat ia masuk ke dalam ruang keluarga, ia melihat bibi dimeja makan dan ayahnya sedang membaca Koran.
“tadaima..” sapanya lesu. Ayah dan bibi langsung memperhatikan kyo penuh rasa ingin tau.
“okaerinasai..” sapa bibi mendekati kyo. Ayah kyo langsung melanjutkan membaca Koran lagi. 

“kelanjutnya bagaimana?” bisik bibi menanyakan apa kyo jadi menyatakan cintanya pada ayame. Ayah mendengarnya dan mengintip dari Koran yang ada didepannya.
“berakhir….” Ucap kyo lesu sambil menghela nafasnya. Bibi langsung ikut sedih mendengarnya. Pak kawamura juga langsung menatap korannya lagi.
“TAPI… AKU TAK MENYESAL..”ucap kyo sambil menunjukkan jempol tangannya pada bibi dan tersenyum sebelum pergi. Bibi juga ikut tersenyum. 

Pak kawamura yang melihat kyo pergi lalu menurunkan Koran yang dibacanya. “apapun bisa menjadi pupuk untuk ketrampilan dirinya.” Ucap pak kawamura, maksudnya bisa jadi pengalaman yang berharga buat kyo.


Yuna masuk ke dalam kamar ichiya untuk mencarinya. Tapi ichiya sedang latihan diruangan lain. Yuna melihat kado yang ada dikamar ichiya dan jadi kesal.

Ayame pulang ke rumahnya dan langsung cek pesan suara di telponnya. Ia terkejut saat mendengar suara ichiya disana. Ichiya meminta maaf atas apa yang terjadi sebelumnya. 

Ichiya menjelaskan klo itu semua karena ia kecewa dengan pertunjukkannya dan hilang kepercayaan dirinya pada dunia kabuki. Ia merasa gagal jadi orang yang diharapkan ayame dan merasa buat apa lagi mereka bersama jika seperti itu. tapi sekarang ichiya sadar klo ia tak akan menyerah begitu saja. Ia akan terus berjuang menjadi actor kabuki no.1. ia menunggu ayame di taman ebisu sampai ayame datang.

Mendengar itu pesan suara ichiya, ayame langsung berlari secepatnya untuk menemui ichiya ditaman.

“ayame-chan!” seru bahagia ichiya melihat ayame yang datang dengan berlari –lari ke arahnya itu.
Ayame berdiri terengah-engah didepan ichiya. 

“apa kau baik-baik saja?” Tanya ichiya melihat ayame yang terengah-engah itu.
“aku mendengar pesanmu… dank au ingin bertemu hiro-kun secepatnya.” Ucap ayame tersenyum mengatur nafasnya.

“selamat ulang tahun.. ini kado untukmu” ucap ichiya menyodorkan tas bungkusan .
“arigatou…” ucap ayame.
“ini HP sehingga aku bisa selalu berkomunikasi denganmu.”
“mulai sekarang.. ayo kita melengkapi waktu yang 10 tahun saat kita terpisah.” Ucap ichiya menatap ayame.

“hiro-kun…” mereka saling menatap. Ichiya mendekati ayame dan menciumnya.
Tanpa mereka sadari Yuna ada disana mengawasi keduanya. 


 Yuna menemui shohei untuk meminta bantuan padanya. Mereka sedang merencanakan sesuatu.
Shohei pergi ke rumah kyo untuk menemuinya. Mereka berdua berbicara didepan pintu rumah kyonosuke.
 


“kyounosuke-niisan. Aku minta maaf untuk menemuimu disaat seperti ini.” Kata shohei
“tak apa-apa.. ada apa?” Tanya kyo

“ya.. sebenarnya…… sementara memiliki hubungan dengan nona kami, Ichiya juga berhubungan dengan Chiba Ayame-san. Aku tak tahan melihat nona yang dimanfaatkan dengan cara ini.” Kata shohei memanaskan hati kyonosuke.

Kyo langsung berlari untuk segera mencari ichiya. Ia menunggu di pintu rumah keluar sawayama dengan mondar-mandir tak dapat menahan kemarahannya.
Saat kyo melihat ichiya datang, ia langsung menarik ichiya ke tempat lain dan langsung memukul ichiya sampai ichiya terjatuh ke aspal. 

“bukankah sudah kuperingatkan padamu… bahwa aku tak akan memaafkanmu karena menyakiti ayame?!” teriak kyounosuke marah. Ichiya dan kyonosuke saling melihat penuh kemarahan…….








Tidak ada komentar:

Posting Komentar