Senin, 04 November 2013

Sinopsis : Pin To Kona Ep. 3


Untuk keselarasan gerakan antara ichiya dan kyonosuke, ichiya melatih kyo menguatkan otot lengannya. Karena peran kyo nanti kan tangannya diikat. Kyo protes kelelahan melakukan itu. Ichiya berkata klo ia sudah melakukan gerakan itu dari ia kecil demi janji yang pernah ia ucapkan pada ayame, yaitu janji untuk menjadi pemain kabuki nomer 1.

Kyo berkata ia tak akan menyerah kalah pada ichiya meski ichiya sudah berjanji seperti itu pada ayame.
Saat pulang ichiya melihat penjual aksesories yang menjual gelang ikat berbentuk bunga-bunga seperti bunga nadeshiko, ia jadi teringat ayame.


Chiaki memberikan 2 bh tiket melihat aquarium raksasa (sea world) untuk ayame dan ichiya pada hari sabtu ini. Ayame sangat senang menerimanya karena ia belum pernah kesana dari kecil. 

Ayame kebingungan apa yang akan dipakainya nanti untuk “deto”kencan itu. chiaki berjanji akan meminjamkannya pada ayame.

Ayame sangat bahagia dan memeluk chiaki. Mereka terkejut saat ternyata ada ichiya datang ke toko mereka. Ichiya bilang klo ia ingin melihat wajah ayame

Mereka lalu berbicara berdua di atap gedung. Ayame mengajak ichiya ke sea world, ichiya setuju karena ia memang tak ada acara seperti itu. Ayame bertanya perkembangan latihan kabukinya. Ichiya menjawab klo masih jauh dari sempurna, tapi mereka sedang berusaha sebaik mungkin demi mewujudkan mimpinya menjadi actor kabuki no 1.

Ichiya lalu mengambil sesuatu dalam tasnya. Ia mengambil gelang dan mengikatnya ke pergelangan tangan ayame.
Ayame terkejut dan sangat senang. 

 

Dirumahnya kyo terus berlatih melempar dan menangkap kipas, adegan yang paling susah di drama itu karena tangannya diikat di kayu sepanjang tangan. Ia berjanji tak akan menyerah pada ichiya meski ichiya sudah mengejar mimpi ayame selama 10 tahun.

Ichiya pagi sekali sudah pergi berolahraga. Saat pulang ke rumah ia bertemu Yuna yang akan berangkat sekolah. Yuna lalu mengajak Ichiya pergi hari sabtu ini untuk shopping. Ichiya menolak karena ia sudah ada janji dengan temannya.
 

Ayame pergi ke perpustakaan dan bertemu Yuna. Yuna mengenali ayame sebagai kakak kelas yang sudah menolongnya waktu itu. saat mereka berbicara, chiaki datang dan bilang klo ia mengajak ayame mencoba baju untuk kencan hari sabtu nanti.

Ayame pamit pada Yuna dank arena terburu-buru buku yang dibawanya terjatuh. Termasuk buku diary yang menyimpan fotonya dan ichiya. Foto mereka terbang keluar dari buku diary itu. yuna terkejut melihat foto yang dimiliki ayame sama persis seperti yang ada dikamar ichiya. 

Yuna  bertanya itu foto siapa? Ayame menjawab itu foto dari orang yang berharga baginya seperti yang dulu ia sebutkan saat menolong yuna. Ia bertanya juga apa ayame sudah bertemu orang itu? ayame menjawab klo mereka sudah bertemu

Yuna dari perkataan chiaki tadi ia mendengar ayame akan kencan dengan seseorang hari sabtu ini. Dan dari ichiya juga mengatakan ada janji juga hari sabtu ini. Yuna menduga mereka akan kencan berdua.
Wajanya langsung berubah dingin.


Ichiya dan kyo terus berlatih, keduanya masih sering dimarahi pelatih karena gerakan masih tak serasi. Mereka berdua saling menyalahkan satu dengan yang lainnya. 
 
Selesai latihan mereka masih saja berdebat soal gerakan mereka. Namun seseorang menghubungi ichiya. Ia melirik penelpon itu tapi tak diangkatnya. Kyo melirik nama yang keluar disana yang ternyata dari Yuna.

Ichiya memanas-manasi kyo klo ia akan pergi kencan dengan ayame hari sabtu ini. Kyo langsungg kepikiran terus.


Ichiya didalam kamarnya bersama yuna. Mereka berbicara soal pertunjukkan yang akan dimainkan ichiya. Yuna berbicara dengan ichiya sambil menyentuk lutut kaki ichiya, lalu ia memeluk ichiya sampai kemeja ichiya terlepas, meski didalamnya ada sleeveless t shirtnya. Yuna berkata akan mengusahan drama lain untuk ichiya pada ayahnya. Ia hanya minta ichiya tak meninggalkannya.

Tau juga kan apa yang terjadi selanjutnya.


Ayame dirumahnya mencoba-coba baju dan topi yang akan dipakainya saat kencan dengan senangnya.
Kyonosuke ddirumahnya terus teringat kata-kata ichiya soal kencan bersama ayame itu. “deto….” Gumam kyo sambil menuang the kedalam gelasnya dengan melamun sampai tehhnya meluber. Bibi heran melihat tingkat tuannya itu. 


Pagi harinya saat sekolah, kyo terus bergumam “deto… deto…”
Ayame berteriak memanggilnya dan membuatnya terlonjak kaget. Kyo bertanya kenapa ayame berteriak-teriak seperti itu. ayame menjawab karena kyo tak menyadari kehadirannya disitu. Kyo bertanya apa yang membuat ayame terlihat bahagia? Apa karena kencan sabtu nanti?

Ayame terkejut kyo mengetahui itu. kyo menjawab dari ichiya.
Ayame berkata pada kyo klo ia sangat bahagia karena ia belum pernah ketempat itu.


Ichiya dan kyo dimarahi bahkan diusir oleh pelatih lagi karena permainan mereka sangat jelek. Ayah kyo menemui guru oiwa dan meminta maaf. Mereka berdua juga pernah bermain drama tonggak ikat itu juga. Dan mereka bermain sangat bagus saat itu.
 

Ichiya sedang stress berlatih gerakannya. Ayame menghubungi ichiya untuk memastikan kencan mereka itu. mereka akan bertemu jam 1 siang dan ayame akan memakai topi coklat agar mudah dikenali. Ichiya tertawa tentu ia kan mengenali ayame.
Hari sabtu.

Ichiya pamit pada yuna yang dijawab yuna dengan senyuman.
Ayame sudah menunggu di tempat janjian mereka berdua dengan tersnyum senang. Ichiya berlari dengan tersenyum agar bisa secepatnya sampai di lokasi janjian mereka.
Yuna dirumahnya melihat gelas wine yang ada dilemari gelas rumahnya. Ia lalu menjatuhkannya.

Ichiya terus berlari saat mendengar suara HPnya berbunyi. Ia melihat penelpon yang tak lain adalah Yuna. Ia tak mengangkatnya.

Telp berbunyi lagi dan ia akhirnya mengangkat telp itu. Yuna menangis dan berkata klo ia terluka dan darah keluar terus menerus tak berhenti. Ichiya tertunduk lesu, sadar apa yang akan terjadi dengan kencannya. Ia tak punya pilihan lain selain kembali ke rumah.
 

Kyo stress teringat ko saat ini ayame kencan dengan ichiya. Ia makan secepatnya semua yang ada dimeja. Ayah dan bibi jadi heran melihat kelakuan kyo itu. saat melihat ikan, ia jadi membayangkan ichiya yang akan melakukan hal mesum pada ayame, ia jadi kuatir dan buru-buru pergi.


Karena ichiya tak datang-datang, ayame menghubungi ichiya dari telpon umum. Ichiya berkata klo ia tak bisa datang karena ada yang harus dilakukannya. Ia meminta maaf pada ayame. Meski ayame bilang tak apa-apa tapi setelah menutup telponnya ayame terlihat sangat sedih.  Ia tertunduk lesu ditelpon umum.

Kyo yang keluar rumah melihat ichiya yang sedang bersama yuna. Ichiya terlihat sangat sedih saat itu. kyo memikirkan ayame yang tidak jadi kencan. Ia lalu berlari untuk bertemu ayame.
 

Kyo sampai didepan rumah ayame. Gadis itu juga balik ke rumahnya setelah ichiya bilang tak bisa mengantarnya ke sea world. 

Ayame memberikan kedua tiket pada kyo karena ia tak jadi kesana. Ayame lalu naik ke lantai kamarnya. Kyo melihat kesedihan ayame. Kyo berteriak pada ayame dengan agak bercanda bahwa sebagai pangeran kabuki, ia memberikan perlakuan khusus untuk ayame dan menjadi guide ayame di sea world. 

Ayame tersenyum senang menerima ajakan kyonosuke.
 

Ayame dan kyo bersenang senang berkeliling sea world itu. setelah beberapa saat ayame menyadari klo gelang pemberian ichiya hilang. Ia minta maaf dan bilang akan mencarinya. Ayame berlari meninggalkan kyo.

Kyo berteriak klo mereka akan mencarinya bersama-sama. Ayame terharu mendengarnya. Mereka lalu berpisah untuk mencarinya. Setelah beberapa saat mencari, ayame tak menemukannya padahal sea world akan ditutup.

Kyo datang membawa gelang yang hilang itu. ayame tersenyum senang.
 

Ichiya setelah selesai mengurusi yuna, ia pergi ke rumah ayame. Tapi ayame sedang pergi. Dalam perjalanan pulang ia bertemu ayame dan kyonosuke. Ichiya lalu bersembunyi dan mendengarkan pembicaraan mereka. 

Ayame berterima kasih pada kyonosuke karena selalu membantunya. Ayame merasa kyo orang yang hangat itulah mengapa kyo popular. Ia berharap pertunjukkan selanjutnya akan berjalan baik. Karena pertunjukkan selanjutnya untuk mimpinya dan mimpi ichiya. 

Kyo berjanji akan membuat pertunjukkan sukses untuk ayame dan untuk ichiya.  Dari balik tempat persembunyiannya ichiya mendengar perkataan kyo itu. 

Setelah ayame pamit pergi. Kyo sangat terbeban dengan semuanya. Untuk cintanya pada ayame dan cintanya pada kabuki.
 

Ichiya pergi ke tempat latihan untuk menemui guru oiwa. Tapi saat masuk ia melihat kyo sudah disana dan berlutut pada guru oiwa untuk tetap melanjutkan drama itu dengan dia dan ichiya sebagai pemain utamanya.

Ichiya terkejut mendengar perkataan kyo itu, ia masuk kedalam.
Kyo langsung meminta ichiya juga memohon pada guru oiwa. Mereka berdua akhirnya sama-sama berlutut dan memohon untuk dapat bermain lagi.

Guru oiwa akhirnya luluh dan mengijinkan mereka berdua bermain lagi.
Setelah itu keduanya pergi. Pintu bagian lain terbuka dan pak kawamura keluar. Itu semua ternyata permintaan pak kawamura agar kyo dapat bermain itu. guru oiwa berjanji untuk melatiih keduanya dengan baik agar pertunjukkannya sukses.


Mereka terus berlatih tanpa letih dirumah masing-masing atau di sanggar kabuki.
Pak kawamura melihat Kyo yang kecapean karena berlatih sampai tertidur saat makan dan bergumam “aku tak ingin melihat ekpresi sedih ayame.. aku tak ingin melihatnya..”
Pak kawamura menyelimuti anaknya itu.


Ditempatnya berlatih, ichiya mengalami kecelakaan. Kakinya terkilir dan membuatnya kesakitan.

Pertunjukkan dimulai. Mereka terlihat serasi membuat penonton tersenyum geli dengan tingkah kocak mereka berdua yang berperan sebagai pemabuk itu. ichiya memperhatikan wajah kyo yang terlihat sangat menikmati pertunjukkan itu.

Tiba-tiba ia merasakan kakinya yang terkilir sakit. Ia jadi agak goyah. Kyo seperti mengerti apa yang terjadi pada ichiya jadi ia terus menopang ichiya. Kyo berbisik “tak perlu kuatir sampai akhir”.

Ichiya melihat penonton lebih menyorot kyonosuke dibanding dirinya. Saat adegan kyo yang tersulit yaitu melempar kipas, semua penonton terlihat sangat tegang. Tapi saat kyo berhasil menangkapnya semua penonton bertepuk tangan. 

Ichiya memperhatikan bahkan ayame pun terlihat lebih memperhatikan kyonosuke.  Ia keewa, marah pada dirinya sendiri karena tak bermain maksimal
 

Ichiya meminta maaf pada kyo karena sudah merepotkan kyo.
Kyo berkata klo ichiya sakit bilang saja sakit. Ichiya bertanya apa kyo menyadari ia sakit. Kyo menjawab tentu saja ia tau.
 Saat teman-teman lain datang, kyo berkata pada ichiya untuk menyampaikan salamnya untuk ayame.
Ichiya lalu melangkah pergi
 

Ichiya melihat ayame yang masih didalam gedung menunggunya.  Ayame memuji ichiya bermain dengan bagus. Ichiya menjawab itu bukan usahanya tapi semua usaha kyonosuke. Ichiya depresinya dan berkata “aku mungkin tak bisa mengalahkannya” lalu ia mencium ayame dengan frustasinya.
 


 NB. versi singkat ya.. biar lbh cepet jadinya. karena juga lagi sibuk-sibuknya aku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar