Senin, 25 November 2013

Sinopsis : Pin To Kona Ep. 10 - Part 1


Kyounosuke terkejut melihat ayahnya jatuh pingsan dengan mulut yang mengeluarkan darah. Kyou lalu membawa ayahnya ke Kanto General Hospital untuk dirawat. Dari dokter kyou baru tau klo ayahnya kena kanker dan harus segera ditangani. 

Ayame, Kanjirou, yasu dan bibi Shizu menunggu pak kawamura di kamar pasien. Saat pak kawamura mulai tersadar bibi shizu langsung memanggilnya.

“tuan….”
Pak kawamura tak menjawab. Tapi setelah agak lama pak kawamura mulai tersadar dan bisa berbicara.

“dimana kyounosuke?” ucap lemah  pak kawamura.
“ya, dia sedang berbicara dengan dokter.” Sahut bibi dipinggir tempat tidur pasien.
Pak kawamura menghela nafasnya pelan. 

“kanjirou….”panggil pak kawamura lemah. “maaf, tapi bisakah kau menghubungi seniorku Ginzo-san. Aku ingin dia menjadi pelatih kyounosuke untuk roh cermin. “
“aku mengerti” sahut kanjirou

“apapun yang terjadi pertunjukkan selanjutnya harus sukses” kata pak kawamura.


 Ayame keluar kamar dan menemukan kyou yang tertunduk diam disebuah kursi depan kamar ayahnya. Ayame mendekati kyou perlahan dan duduk disamping kyou.

“aku terpukul…  aku tak pernah menyangka ayahku akan sakit.” Ucap kyou pelan dan masih tertunduk.

Ayame menatap kyou dari yang samping yang terlihat sangat down itu. ayame lalu meraih tangan kyou dan mengenggamnya. Kyou terkejut dan menatap ayame.  
 

“kau tak sendiri!” ucap ayame tegas.”seperti yang kau katakan padaku Kawamura-kun. “bergembiralah.. aku akan selalu berada disampingmu.”

“iya..” angguk kyou mencoba tersenyum. Kyou memperhatikan tangannya yang masih digenggam ayame. Begitu menyadari arah pandangan mata kyou, ayame jadi terlonjak sendiri karena tangannya masih menggenggam tangan kyou. Ayame segera melepaskannya “ohhh!”

Ayame tertunduk dan kyou tersenyum. Kyou bangkit berdiri dari kursinya “baiklah.. aku akan pulang ke rumah dan latihan."

 

Ichiya pergi ke rumah keluarga sawayama dan meminta maaf.
“aku benar-benar meminta maaf..” ucap ichiya berlutut didepan keluarga sawayama. “aku tau aku melakukan kesalahan yang tak termaafkan. Aku siap menerima hukuman apapun yang akan kau berikan padaku. Tapi aku masih ingin melanjutkan bermain kabuki…”

“APA KAU PIKIR AKU AKAN MEMBIARKANMU MELAKUKAN ITU?!” amuk pak Sawayama. “sekarang semua sudah menjadi seperti ini.. aku tak akan mengijinkan kau berdiri dipanggung kabuki sekali lagi!”

Ichiya terdiam mendengar nada amarah pak sawayama. Sementara yuna menangis didepannya.

“aku sangat percaya klo aku akhirnya dapat bahagia bersamamu Hiroki.” Isak yuna. Ia melepas cincin di jarinya dan melemparkannya pada ichiya. Yuna lalu berlari pergi.
 

Ke esokkan harinya, Yuna menemui ayame dikebun sekolah. Yuna langsung menampar ayame dengan keras.  Ayame terkejut dengan apa yang terjadi.

“apa kau puas merusak kehidupan orang?” isak yuna. “alasan hiroki melewatkan upacara pertunangan kemarin itu karena dia bertemu denganmu kan?”

“upacara pertunangan?” sahut ayame terkejut.
“karena dirimu aku kehilangan hiroki. DAN HIROKI KEHILANGAN KABUKI.” Ucap yuna penuh kebencian pada ayame “aku tak akan pernah memaafkanmu.”
Ayame terdiam tak menyangka semua berakhir seperti ini.


Ginzo-san, senior pak kawamura datanng untuk melatih kyounosuke. Ia sudah dari awal memperingatkan kyou untuk berlatih lebih baik lagi klo tidak ia tak akan membiarkan kyou bermain kabuki. 

Saat makan malam bertiga kyou, ayame dan bibi shizu membahas ginzo-san.
“sepertinya Ginzo san melatih sangat keras” ucap bibi

“dia membuatku sangat dibawah tekanan” sahut kyou yang terlihat sangat kelelahan “dia mengatakan “apa kau akan menghancurkan keluarga kawamura” dan semacamnya”

“tapi jika itu kawamura-kun maka semua akan baik!” sahut ayame memberi semangat kyou. “roh cermiin mengatakan “ini anak terhormat dari keluarga Kijimaya” maka kau akan bisa melakukannya”

“ini tak semudah itu...” desah kyou lesu.
“maksudku bukannya aku berpikir ini akan mudah. Tapi semua orang sudah mengharapkannya jadi kau harus melakukan yang terbaik.”

Kyou terlihat menjadi semakin tertekan mendengar perkataan ayame itu.  ia terlihat tidak suka dengan perkataan ayame. 


ayame jadi kuatir ia teringat ichiya yang tidak bisa bermain kabuki lagi.

“tentu saja aku mengerti klo semua yang berhubungan dengan ayahmu akan berat…. Tapi bisa membuatmu tenggelam dalam dunia kabuki yang kau cintai, itu adalah sebuah kebahagiaan.”

“apa itu? apa kau sedang berkotbah?” sindir kyou ketus
“hah?” ayame terkejut kyou menyindirnya seperti itu.

“bagaimanapun juga aku hanya laki-laki menyedihkan yang penuh dengan keluhan” sahut kyou kesal dan melangkah pergi tak menghabiskan makanannya.
Ayame shock melihat tingkah kyou yang seperti itu untuk pertama kalinya.
“aku tak bermaksud seperti itu..” ucap ayame.

Maklumlah kyou memang bebannya lagi berat banget. Dia harus memikirkan drama kabuki yang akan dimainkannya dan juga memikirkan ayahnya yang ada di rumah sakit. Jadi dia memang dalam kondisi tertekan.
 

Ichiya karena tak punya tempat tinggal jadi ia pergi ke rumah kanjirou dan meohon untuk diijinkan tinggal dirumah kanjirou sementara waktu. Kanjiroupun mengijinkannya.  Kanjiorou lalu memberitahu ichiya klo pak kawamura sedang ada dirumah sakit.


Kyou pergi ke rumah sakit dan menemui dokter ayahnya. Dokter meminta agar pak kawamura segera di operasi saja. Dokter tapi mengatakan klo kesempatan hidupnya setelah 5 tahun ini adalah 30% saja. Kyou langsung lemah mendengar informasi dari dokter itu.

Ichiya pergi mengunjungi pak kawamura. Diruangannya tak ada orang yang menunggu bahkan pak kawamura sedang tertidur. Ichiya meletakkan karangan bunga yang dibawanya dan menunduk memberikan penghormatan pada pak kawamura. 



Saat berjalan keluar dari ruangan pak kawamura, ayame menyapanya.
“hiro-kun”

. “ayame-chan..” Ichiya mendekati ayame “apa kau kesini untuk menengok  sasaemon-san?”Tanya ichiya.
“iya..” angguk ayame. “hiro-kun juga?”

“iya aku barusan melihatnya.. dia sedang beristirahat.” Sahut ichiya.

Lokasi kamar pak kawamura ada dilantai atas dan bentuk bangunnannya melingkar. Tanpa ayame dan ichiya sadari, kyounosuke yang ada disebrang jalan menyaksikan keduanya yang sedang berbicara. Kyou terkejut dan kecewa.


“apa benar kau meninggalkan upacara pertunanganmu?” Tanya ayame.
“bagaimana kau tau?”

“ini salahku kan? Apa yang harus aku…”
“kau tak bersalah ayame chan. Itu  karena aku sendiri” sahut ichiya
“tapi.. hiro-kun harus kehilangan kabuki… “

“kau tak perlu mengawatirkan semua itu.” sahut ichiya mendekati ayame dan menepuk bahu ayame “ayame-chan tersenyumlah.”

Ayame menatap ichiya yang ada didepannya dengan masih kuatir “jika membuat wajah seperti itu.. itu malah akan terasa berat bagiku juga.” Ucap ichiya. Ayame menatap ichiya ragu dan ichiya lalu tersenyum. 

Ayame perlahan-lahan mencoba tersenyum dan ichiya lalu pergi. Ayame berbalik menatap punggung ichiya yang pergi.

Dari jauh kyou menyaksikan moment waktu ichiya menepuk bahu ayame, waktu ayame tersenyum dan waktu ayame memperhatikan ichiya yang sudah pergi.
Kyou sangat sedih.


Ayame melanjutkan langkahnya ke ruang pak kawamura. setelah beberapa langkah ia melihat kyou yang berdiri disisi jalannya. Ia lalu mendekati kyou.
“kawamura-kun!” panggil ayame.

Kyou yang tertunduk hanya melirik ayame sekilas lalu melihat kea rah lain. Wajah kyou terlihat sedang kesal. 

“barusann..” ayame mau menjelaskan pada kyou soal ichiya tapi kyou sudah menoleh lagi dengan wajah juteknya.
“apa?”

Ayame terdiam ia merasa klo kyou tadi sudah melihatnya bersama ichiya. Tapi ia tak yakin juga jadi ia memutuskan tidak memberitahu kyou saja.

“tak apa-apa.. aku akan pergi menengok ayahmu.” Ucap ayame

Kyou kecewa ayame tak jujur mengatakan padanya klo tadi bertemu dengan ichiya. Kyou lalu melengos (pusing mikirin indonesianya apa.. hihihi) dank you pergi meninggalka ayame yang gelisah menyadari kesalahpahaman ini.
 
 

Kyou pulang dengan sangat lesu ke rumahnya. Baru sampai di rumah, yasu sudah memanggil-manggil namanya.

“tuan muda! Ada kabar besar!”
“ada apa? Kau ribut sekali!” Tanya kyou tak bersemangat.

“apa kau tau klo ichiya-san sudah dikeluarkan dari rumah todoroki?” Tanya yasu.
Kyou terkejut “dikeluarkan?kenapa?”

“sepertinya karena dia meninggalkan upacara pertunangannya dengan anak perempuan mereka Yuna”

“benarkah?” kyou semakin terkejut dengan kabar itu.
Kyou teringat perkataan ayame saat dimeja makan waktu itu. …. 

“Tapi bisa membuatmu tenggelam dalam dunia kabuki yang kau cintai, itu adalah sebuah kebahagiaan.”
Kyou baru menyadari ucapan ayame itu “apa itu berhubungan dengan ichiya?” gumamnya.


Ichiya pergi ke sanggar pertunjukkan kabuki. Ia menatap sedih gedung pertunjukkan yang tak akan pernah bisa ia jamah lagi.
 

Sementara itu dirumah keluarga sawayama. Ayah yuna sedang mengumpat ichiya. Yuna sedang lewat didepan ruang latihan itu dengan sedih

“seandainya aku terlahir sebagai laki-laki.. maka aku akan bisa jadi penerus rumah keluar todoroki ini kan?” ucap yuna menatap ayahnya dengan sedihnya “aku tak akan memaksa perasaan yang berat ini pada semua orang. “

“yuna.. kami sudah sangat memaksamu. Maaf..”kata  ayah Yuna yang melihat anaknya begitu  menderita.
“papa.. tentang hiroki..” ucap yuna berkaca-kaca.. pak sawayama melihat anaknya dengan kasihan.


Kyou pergi kesekolah dengan sahabatnya, haruhiko dan membahas soal ichiya yang tidak datang ke pesta pertunangannya itu.

“tidak datang ke pesta pertunangannya adalah benar-benar gila” ucap haruhiko.
“10 tahun, kau tau…” gumam kyou.
“heih?”

“ichiya dan ayame saling suka sudah 10 tahun. Bagaimanapun juga Itu sesuatu yang tak mudah dilupakan. Jika kau memikirkan hal itu, ayame juga tak pernah mengatakan suka padaku.” Ucap kyou pelan

“ini seperti bukan kau, kyou –chan!” ejek haruhiko “mengapa tak kau ajak saja ayame kencan?”
“ya..” jawab kyou.


Ichiya menemui ayame ditoko tempat ayame bekerja. Ia kesana untuk mengajak ayame pergi ke akuarium yang dulu pernah ia janjikan pada ayame dihari sabtu. Ayame pun menyetujuinya karena ichiya juga bilang akan mengatakan sesuatu padanya.


Saat ayame pulang dari bekerja dan baru saja sampai dikamarnya, kyou datang kekamarnya. 

“okaeri..” ucap kyou.
“tadaima” ucap ayame

Okaeri = selamat pulang kerumah dan tadaima = aku (pulang/sampai) dirumah.. memang salam yang biasa diucapkan orang jepang saat anggota keluarga pulang dari berpergian.

Mereka berdua berdiri saling menatap dan sangat kikuk. 

“kau.. pulang awal bekerja di hari sabtu kan?” Tanya kyou
“heih?”
“mau pergi kesebuah tempat bersama?” ajak kyou. “ini untuk menggembirakan kita juga”
Ayame gelisah dan bingung karena ia sudah janjian dengan ichiya.

“hari sabtu…. Aku harus bekerja sampai malam” sahut ayame berbohong.
“oh begitu..” sahut kyou kecewa.
“gomen ne”
“baiklah” ucap kyou yang kecewa tapi tetap memaksakan tersenyum.


Esok harinya disekolah, ayame bercerita pada chiaki klo dia akan kencan dengan ichiya di sewa world.
“hah? Kau akan kencan dengan hiro-kun?” seru chiaki kaget.
“aku tak bisa menolaknya..” jawab ayame
“mengapa begitu?” Tanya chiaki

“hiro-kun kehilangan kabuki karena aku.” Sahut ayame
“kau tak sedang berencana untuk memperbaiki hubungan dengannya kan?”
Ayame terdiam memikirkan kecurigaan chiaki atas hubungannya dengan ichiya itu.


Kyou masih terus berlatih dengan Ginzo-san dan menurut gurunya itu permainannya masih jelek. Kyou tertunduk lesu. 

Ichiya menghubungi kyou dan mengajaknya bertemu.
“aku minta maaf.. aku tau kau sangat sibuk..” ucap ichiya
“aku dengar kau dikeluarkan oleh Sakugoro-san?” Tanya kyou.
“iya..”

“kau tak akan berhenti bermain kabuki kan?” Tanya kyou.

Ichiya tertunduk “aku tak pernah menyesal  berangan tentang kehidupan kabuki. Pada akhirnya aku tak sebanding dengan Kyounosuke-san.  Tolong.. berjanjilah untuk menjadi actor dunia kabuki nomer 1. Aku akan pulang secepatnya. Tapi sebelum itu aku berencana menyatakan perasaanku pada ayame-chan. Aku akan bertemu dengannya besok hari sabtu.”

“besok?” kyou terkejut dan menyadari klo ayame sudah berbohong padanya. Kyou kecewa dan terluka.
Ia hanya menatap ichiya yang meninggalkannya. 


Bibi shizu bercerita pada pak kawamura klo kyou tak bisa kosentrasi berlatih. Ia juga bercerita klo hubungan ayame dan kyou jadi renggang dan aneh. Pak kawamura berkata klo itu memang harus dilewati kyou.


Dirumahnya kyou melihat ayame yang akan pergi menemui ichiya di sea world. Kyou sedih lalu memutuskan pergi ke rumah sakit saja untuk menengok ayahnya. 

Sampai dirumah sakit kyou bertemu kanjirou ditengah jalan yang mengatakan klo ayahnya hilang, taka da dikamarnya. Mereka lalu panic mencari keberadaan pak kawamura.

Kyou lalu pergi ke atas rumah sakit untuk mencarinya disana. Ia terkejut melihat ayahnya yang ada disana dan berlatih roh cermin. Kyou mendekati ayahnya dan mencegahnya tapi pak kawamura tak mau berhenti. Ia bilang klo kyou tak bisa diharapakan bisa bermain dengan baik dalam perannya itu maka ia memutuskan biar dia sendiri yang bermain jadi roh cermin.

Pak kawamura terus berlatih tapi kyou terus mencegah ayahnya.

“dengar kyounosuke.. dalam hidupmu kau akan menemui banyak kesulitan. Meski begitu, apapun yang terjadi kau harus tetap tampil dipanggung! Apa yang kau pilih itu adalah setapak jalan. Meski berat tak akan ada orang yang akan menyelamatkanmu.  Kau dengan kaki ini selangkah demi selangkah tak punya pilihan lain selain melangkah maju.” 

Pak kawamura terjatuh dank you segera meraih ayahnya.

“aku tau.. aku akan tetap bermain roh cermin.” Janji kyou “apapun rintangannya, akan aku tunjukkan padamu aku mampu mengatasinya.  Jadi percayalah padaku. “ ucap kyou bersungguh sungguh.
 

Sementara itu ayame pergi ke sea worl bersama ichiya tapi saat ichiya tak memperhatikannya ayame terlihat termenung. Begitu juga saat ke tempat yang dulu pernah ia lalui bersama kyou, ayame jadi sedih teringat akan kyou. 

Kyou yang baik yang selalu menemaninya bahkan mencarikan gelang pemberian ichiya yang waktu itu hilang di sea world. Ayame jadi melamun terus dan ia jadi tersadar dan membuatnya berhenti melangkah.

Ichiya heran melihat ayame yang berhenti melangkah itu.
“ayame-chan?ada apa?” Tanya ichiya.

Ayame hanya tertunduk tak mampu berkata apa yang ada dibenaknya.


“apa aku mengatakan sesuatu yang membuatmu marah?”

“tidak.. bukan itu” jawab ayame  “aku pergi ke sini bersama kawamura-kun. Kau tau, aku menjatuhkan gelang yang kau berikan padaku lalu kawamura-kun mencarinya panic dan menemukannya untukku.  Kawamura-kun selalu seperti itu. disaat berat atau saat aku kesepian dengan berlalunya waktu aku menyadarinya klo ia selalu ada disampingku. Dia menolongku dan membuatku gembira lagi.” 

Ayame menatap hiro-kun penuh penyesalan “hiro-kun, gomen ne..” ayame menangis 

“meski karena aku  hiro-kun.. kau kehilangan semuanya.  Meski aku satu-satunya yang bersalah.. tapi.. tapi.. aku… bagaimanapun juga aku tak bisa bersama Hiro-kun…” isak ayame.

Ichiya tertunduk mendengarkan pernyataaan ayame yang sudah menolaknya meski ia belum menyampaikan perasaannya.

“aku tau.. klo ayame chan sudah tak punya perasaan padaku.  Hanya saja sebagai kenangan terakhir, aku ingin kita datang ke tempat ini seperti yang aku janjikan sebelumnya. Aku benar-benar menyesal tak bisa menepati janjiku padamu ayame-chan. “
Maksud ichiya adalah janji pada ayame untuk menjadi actor nomer 1 didunia kabuki.
“hiro-kun”

“tapi.. jika itu kyounosuke-san.. dia dapat membuat mimpimu menjadi nyata. Dia adalah satu-satunya orang yang aku akui.” Ucap ichiya tersenyum pada ayame yang masih menangis.


Ayame pulang ke rumah saat kyou juga sedang keluar ruang latihannya.
“okaeri” ucap kyou
“tadaima” ucap ayame.
Mereka berdua terdiam tak mampu berkata-kata.

Ayame : “ada yang ingin kubicarkan”
Kyou : “aku mau memberitahumu sesuatu ayame-chan”
Ucap keduanya bersamaan.

“heih? Apa?” Tanya ayame.

“aku mempersiapkan untuk hal yang terburuk.” Ucap kyou “ayahku tiba-tiba sakit. Semua ini begitu tiba-tiba datang padaku. Ada banyak sekali tekanan. Aku hampir hancur.  Tapi aku satu-satunya yang harus melakukan itu. aku satu-satunya yang harus menjaga tradisi keluarga ini. Untuk itu…” kyou menatap ayame dengan sedih. 

Kyou lalu membungkukkan badannya didepan ayame dalam-dalam. Ayame terkejut kyou melakukan itu.
 

“gomen ayame…”
“heih?”

“aku ingin fokus hanya pada dunia kabuki sekarang ini. Aku akan berterus terang… aku tak mungkin menjagamu saat ini, ayame…” kyou menatap ayame dengan masih sangat sedih tapi coba ditahannya 

“tentangmu… aku tak punya pilihan lain.. aku menyerah mendapatkanmu.” Ucap kyou dengan mata yang memerah menahan airmata? Mungkin ya.

Ayame terkejut dan terus menatap kyou yang ada didepannya. Disaat ayame mulai menyadari perasaannya pada kyou ternyata kyou malah sudah menolaknya.

Ayame mencoba menahan airmatanya dan dengan tabah menjawab kyou 

“hmm.. aku tau.. terima kasih untuk semuanya sampai saat ini.. kau selalu kesana kemari untuk menolongku” ayame menghela nafasnya untuk melonggarkan sesak didadanya.

“aku percaya penuh klo kawamura-kun akan menjadi actor kabuki yang hebat.”

Kyou terharu, matanya sudah berkaca-kaca “arigatou.. ”

“ganbarre, kawamura kyounosuke!” seru ayame mencoba tersenyum memberi semangat pada kyou untuk terakhir kallinya.

“ya..” sahut kyou memaksakan senyuman. 


Ayame lalu pergi meninggalkan kyou untuk ke kamarnya.
Ayame melihat bibi shizu ternyata ada didepan pintu mendengarkan semua itu.  ayame terkejut “terima kasih sudah menjagaku selama ini” ucap ayame.

Bibi shizu merangkul ayame, kemudian ayame masuk ke kamarnya.
Bibi shizu menemui kyou diruangnya. 

“jika aku tak mengatakan itu.. dia tak akan pergi ke ichiya.. inilah yang harus terjadi” ucap kyou.

 

Ayame langsung berkemas-kemas dan langsung meninggalkan rumah keluarga kawamura. ia pergi ke rumah chiaki membawa barang-barangnya.

“ayame?” chiaki mendekati ayame yang sangat sedih itu. dan akhirnya ayame tak bisa menahan perasaannya airmata ayame tumpah dan Ia menangis dipelukkan sahabatnya itu.
 
 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar