Senin, 09 Juni 2014

Fujoshi Kanojo - Part 2


Hinata memutuskan pulang segera. Ia meminta maaf pada Koji karena tak bisa menyelesaikan membuat tugas mereka.  Koji berkata klo ia heran Yoriko bisa mencurigai teman pria pacarnya sendiri. Hinata berkata ia tak bisa menjelaskan lebih detail tentang yoriko.  Kojipun bersedia mengantar Hinata pulang dengan motornya.

Saat hinata bonceng koji, temannya itu berpesan “berpeganglah kuat-kuat” tangan Hinatapun  ditariknya untuk “memeluk” pinggang koji.  Kyaaaaaaaa.. klo diliat yoriko imajinasinya bisa liar niy.. hahahha

“hwaa.. jangan berkata hal seperti itu koji!” indra trauma fujoshi hinata langsung bereaksi mendengar perkataan koji itu.
  


Mereka berdua akhirnya sampai diapartemen Hinata. Tepat saat itu yoriko sedang keluar apartemen. Begitu melihat hinata pulang bersama koji, yoriko buru-buru berbalik untuk kembali kedalam rumah. Tapi hinata yang sudah melihatnya segera memanggil Yoriko.

“yoriko san” panggil Hinata dan melambaikan tangannya.
Yoriko lalu berjalan menghampiri hinata. Sementara koji turun dari motor besarnya.
Hinata menoleh pada koji dan tersenyum “ini yoriko.. dan ini koji” ucapnya memperkenalkan keduanya.

“senang bertemu denganmu” ucap yoriko.
“iya senang bertemu denganmu. Aku sudah melihatmu sebelumnya” balas koji.
“iya.. wah kau lebih cepat dari yang aku kira.. aku kira motor merah….”
“lebih cepat 3 x lipat!” sahut koji.

Yoriko lalu memperhatikan hinata dan koji yang sedang berpamitan.  Saat hinata memuji koji seperti tokoh hero char di komik dengan motor merahnya. Imajinasi yoriko langsung melayang. Ia membayangkan koji memakai kostum super hero. Saat koji pergi yoriko masih dalam dunia khayalnya yang mengantar tokoh char itu pergi. Yorikopun pingsan.
  


 Hinata  membawa yoriko masuk kedalam apartemennya.
“apa kau baik-baik saja?” Tanya hinata saat merebahkan yoriko dalam sofanya. “ahh jadi kau berimajinasi tentang aku dan koji?”
Hinata lalu duduk diujung sofa tempat yoriko dibaringkannya.

“ no comment” sahut yoriko.
Mata hinata menatap layar laptop yang masih menayangkan game porno yoriko “hah.. apa yang kau tonton!?” teriaknya melihat apa yang dilayar itu.

Yoriko takut laptop itu akan dibawa pergi hinata “jangan bawa pergi laptopnya.. aku akan membayarnya”
“aku tak akan menerimanya meski kau membayarku” kata hinata menutup laptopnya. Ia melihat ada komik BL di mejanya. “tapi kau tak akan menyimpan barang-barang seperti ini ditempatku kan?”

“hai sebase.. bacakan komik itu untukku dengan penuh perasaan ya..  dengan memainkan kedua peran itu. “ ucap yoriko tersenyum-senyum masih tidur disofa hinata.
“yang benar saja” gumam hinata sambil membuka komik BL itu.
“apa?” yoriko tak jelas gumaman hinata.
“tak apa” jawab hinata acuh masih membuka komik BL itu.

“sebase, katakan padaku… bagian apa yang kau gilai dari seorang perawat yang bertelinga kucing?” Tanya yoriko.
“jadi aku juga harus mengilai suster dengan telinga kucing?” sahut hinata tersenyum.
“iya kau terlihat sangat menyukainya saat  minggu lalu aku berpakaian seperti itu” kata yoriko.
“hah?” hinata terkejut dan tertawa “yang aku gilai bukan karena pakaian suster bertelinga kucing itu..  itu karena kamu.. atau 3D dari dirimu”
  


 “apa? Itu tak benar.. aku akan mengajarkan 2D padamu!” sahut yoriko marah dan bangun dari sofa. Singkatnya… yoriko akan mengajari tokoh 2D pada hinata agar cowoknya itu lebih mengerti dunianya. Ia menyebutkan beberapa tokoh yang akan diajarinya pada hinata. Sementara itu hinata yang sudah dapat masukkan dari koji dikampus tadi langsung setuju klo ia akan mulai belajar hal-hal yang disukai kekasihnya itu.

hinata sengaja menggoda yoriko dengan bilang klo ia akan belajar 2D, ero game (game porno), BL  sampai akhirnya ia mungkin tak akan merasakan perasaan apa-apa lagi untuk yoriko jika ia sudah terbuai dengan hal-hal itu.

yoriko terpancing dan diam agak lama “tidak.. aku tak suka ide seperti itu” ucap yoriko cemberut.

“itu kan kau yang menyarankanya” goda hinata yang tersenyum dibelakang yoriko.
“diamlah.. sudah ku bilang aku tak menyukai ide itu” ucap yoriko marah
“meski cinta 2D dan 3D?” goda hinata lagi.

“sudah berhenti membahasnya. Pikiran seorang wanita itu sangat rumit.”
“baiklah.. sebagai hadiahnya aku akan mengajarkan “3D” padamu sampai kau terhibur” bisik hinata.
“baiklah” angguk yoriko.

Hinata jadi heran melihat yoriko jadi tiba-tiba diam tak bersuara dan terlihat sedih.
“ada apa?”
“kau tak menganggapku orang yang aneh kan?” ucap yoriko pelan
“kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?” Tanya hinata. Yoriko terdiam tak menjawab “ bukankah aku sudah berjanji dari awal klo itu tak masalah untukku? Dan tentu saja aku tak membencimu karena hal itu”

“dulu biasanya saat aku berpacaran aku selalu menyembunyikan hal ini darinya. Kami akan tinggal bersama.. tapi saat dia mengetahuinya.. suatu hari ia berkata.. klo aku orang yang aneh. Jadi aku juga berpikir klo suatu hari nanti kau akan tiba-tiba menghilang juga… aku takut.. gomen”

“itulah sebuah pelajaran cinta..” kata hinata tersenyum. Ia menyentuh tangan yoriko yang memakai cincin yang pernah diberikannya pada yoriko. Cincin yang pernah ditunjukkan yoriko pada teman-temannya di butle café.  “aku tak pernah memberikan cincin seperti ini sebelumnya.  Jadi tolonglah percaya kesungguhanku. “


Hinata jadi tak nyaman melihat yoriko masih terlihat sedih. Ia membalikkan tubuh yoriko agar berhadap-hadapan dengannya. Merekapun saling menatap.
“aku akan mengatakannya sekali lagi.  Aku tak peduli meski kau adalah seorang otaku atau fujoshi.  Aku mencintaimu, yoriko.”


Yoriko mencari kesungguhan dimata hinata. Dan ia jadi yakin kekasihnya itu bersungguh-sungguh. Yorikopun memeluk tubuh hinata dan menyandarkan kepalanya dibahu kekasihnya itu. Hinatapun jadi lega dan menepuk punggung yoriko lembut.



Yoriko mengajak hinata pergi ke sebuah tempat lagi. Disana sedang berlangsung pertujukan konser simfoni toko Sebastian. Seperti biasa para wanita sudah histeris menunggu pertunjukkan yang diimajinasikan mereka.

Begitu pembawa acara yang merupakan pemeran dubbing BL anime masuk para wanita langsung histeris. Hinata yang bertugas menjaga anak michi berdiri paling belakang. Ia ingin sekali segera meninggalkan tempat itu.

Dalam hayalan Yorikokeduanya seperti sedang bermesraan didepannya. Seperti biasa klo imajinasinya melayang yoriko akan pingsan.
  


Yoriko mengajak hinata berkencan  pergi ke toko cosplay. Ia pengen mencoba baju semuanya. Ia bahkan meminta hinata juga mencobanya tapi hinata menolak. Yoriko berganti pakaian cosplay dan menunjukkannya pada hinata yang gugup dan menjawab klo yoriko keren.


Mereka merasakan kebahagian saat-saat kebersamaan mereka dimanapun.
Mereka sekarang juga tinggal bersama .koleksi BL yorikopun sudah berpindah ke apartemen hinata. 
  




Lambat laun otak hinata akhirnya terpengaruh juga. Saat ia melihat seseorang memakai pakaian santa dan seseorang lain memakai pakaian rusa kutub, hinata mencoba dubbing memerankan kedua orang itu sebagai pasangan BL.


Saat hinata mencoba suara-suara BL antara santa dan rusa tiba-tiba koji datang. Hinata terkejut dan berkata klo ia keracuan otaku atau minumannya ada racunnya jadi ia seperti itu. koji hanya melihat tingkah temannya itu dengan heran.
  


 Dikantor yoriko, ia mendapat kabar yang sangat mengejutkannya. Ia harus pindah London.  Yoriko pulang dengan lesu.
  


Dirumah hinata sedang memasak saat yoriko datang. Ia memakai apron dan jepit rambut. 
Hinata menunjukkan jas dan rompi yang dibelinya pada yoriko tapi ia merasa yoriko sedang tidak bersemangat jadi tidak merespondnya seperti biasanya.  Bahkan yoriko lupa membeli brokoli untuk makan mereka.
  


Yoriko masuk ke kamar dan membuka tas belanja kostum cosplay yang dibelinya. Yoriko lalu memutuskan mandi dulu. Yoriko berendam ke bathtub dengan membawa sebuah buku sejarah tebal milik hinata.

Yoriko memanggil hinata untuk bertanya cara membaca sebuah kata di buku sejarah itu. Hinata buru-buru masuk ke kamar mandi dan ia langsung terkejut yoriko mandi dengan membawa buku sejarah yang sangat berharga baginya. Ia meminta yoriko jangan membacanya dikamar mandi seperti itu karena akan basah. Kata basah langsung diterjemahkan yoriko ke “basah” yang lain.  #dasar fujoshi

HInata menyanggah bukan itu maksudnya, ia tak  ingin bukunya itu basah. Yoriko tak mengubris hinata dan terus membaca di bathtub. Ia bertanya makna Gyoko dibuku itu. Hinata menjawab gyoko berarti kebahagian yang tak terduga.

Yoriko langsung terdiam mendengar arti itu. yoriko langsung terlihat sedih “hei… kamu itu tinggi, tampan dan pintar dan baik.. dank au kadang memakai kacamata..  kau pasti popular diuniversitas dan lainnya…”

“kenapa tiba-tiba berkata seperti itu? ada apa?”
Yoriko tiba-tiba mencium bau sesuatu “hum.. sepertinya.. bau.. sesuatu.. yang terbakar”
“hah.. kejuku…!” teriak hinata teringat klo ia sedang memasak.  Hinata langsung berlari ke dapur.



Saat hinata sudah menyelesaikan masalahnya, yoriko memanggilnya lagi untuk membawakan minuman.  Hinata buru-buru mengambilkan minuman untuk yoriko dan membawanya ke kamar mandi.

Setelah memberikan minuman itu, hinata keluar dari kamar mandi. Baru saja mentup kamar mandi, yoriko sudah memanggilnya lagi. “sebase…”
Hinata terlihat kecapean meladeni yoriko. Tapi ia dengan patuh masuk ke kamar mandi lagi.
“ya?”
“umm.. aku merasa buku ini buku yang bagus.” Kata yoriko.
“ada apa denganmu? Kau terus memanggil  dan memanggil dan memanggil.. “
“hei.. emang salah? Kau kan pelayan dapur”

“yoriko.. hidup kita tidak bisa jadi mainan sepanjang waktu. Untuk sekarang aku bisa melakukannya tapi aku rasa aku tak bisa melakukan hal ini selamanya” ucap hinata dan menutup pintu kamar mandi dan pergi.



“tunggu sebase.. sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku beritahukan padamu” ucap yoriko tanpa sengaja buku hinata yang dipegangnya jatuh ke dalam air..”ahhhhhhhhhhhhh..!!!!!”
Hinata langsung buru-buru membuka pintu kamar mandi “ada apa sekarang?!” katanya kesal.

Wajah hinata langsung kaget melihat buku sejarahnya dipegang yoriko dalam keadaan basah. Mata hinata langsung melotot melirik yoriko seperti berkata “sudah aku bilang kan?”
Yoriko melihat tatapan mata hinata jadi merasa sangat bersalah.
  


 Selesai mandi yoriko memakai cosplay baju maid-sama mengimbangi baju pelayan hinata.
“ah tidakkkkk” gerutu hinata kesal sambil mengerikan buku sejarahnya dengan hairdryer.
“maaf tuan..” ucap yoriko
“berhentilah kau memanggilku tuan.. “
“kenapa?”
“itu membuatku tidak nyaman. “
“pokoknya tuan!. aku benar-benar kedinginan dengan gaun ini.. hangatkan aku tuan” kata yoriko memelas.

Demi menyenangkan kekasihnya, hinata langsung bersikap seperti tuan dengan suara yangdibesar-besarkan “ apakah itu sikap yang benar untuk meminta tolong pada tuanmu?” ucap hinata dan menghentikan hairdryernya.

“aku sangat dingin.. jadi cepatlah tuan.. berhentilah berbicara dan hangatkanlah aku!” rengek yoriko lagi dengan manjanya.

Hinata kalah mendengar pacarnya manja seperti itu “iya.. iya.. iya.. iya..”
“cepatlah.. aku kedinginan “ rengek yoriko.

Hinata masuk kekamar dan mengambilkan selimut. “nyonya sangat manja.. “ ucapnya dan menyelimutkannya ketubuh yoriko.

“aku kedinginan! Dan kau hanya perlu menjawab “iya” sekali saja tuan.”
“kau hanya ingin mengatakan “tuan” terus ya?”
  


Yoriko meraih tangan hinata yang masih dibahunya agar memeluk tubuhnya. Hinata merasa heran dengan sikap yoriko yang tiba-tiba manja seperti ini. ia memeluk yoriko erat.
“apakah kau masih kedinginan?” Tanya hinata

“aku mungkinnn… akan pindah ke London untuk bekerja tuan.” Ucap yoriko tiba-tiba.
“heih?” hinata terkejut

“seorang wanita yang sukses akan mengikuti mimpinya kan tuan?” kata yoriko. Hinata masih bingung dengan pemberitahuan yoriko itu jadi ia hanya terdiam.”cukup menakjubkan ya?”
“ummm.. London?”

“aku bergabung dengan perusahaan  dan berharap mungkin bisa bekerja diinggris suatu hari nanti. “
“ah.. saat kau mengatakan “mungkin” itu.. jika kau pergi, kapan kau perginya?”  Tanya hinata
“bulan depan”
“bulan depan?” hinata terkejut secepat itu.
“lalu kapan kau akan kembali?” Tanya hinata lagi
“aku tak tau… mungkin selamanya.”
“selamanya?selamanya???” Tanya hinata meyakinkan

“aku juga tak tau.. aku mungkin akan kembali 2 atau 3 tahun. Dan lagipula aku juga belom memutuskan apakah aku akan pergi.”
“kenapa kau tidak katakan padaku sebelumnya?”
“sekarang aku sudah bilang padamu.”
“kau tak pernah memberitahuku…  tentang mimpi yang penting ini. kenapa kau tidak memberitahuku tentang hal itu sampai sekarang? Mengapa?”
“aku masih berpikir akan pergi atau tidak.”

“tapi.. kau telah memiliki mimpi ini untuk waktu yang lama kan? Mimpimu ini.. kita bicara tentang hidupmu. Kau tak bisa pasrah begitu saja. ”
“sampai sekarang.. aku masih belum memutuskan akan pergi atau tidak” sahut yoriko
“tapi kau telah bekerja keras untuk mimpi itu..”
“sudah aku bilang aku masih belum memutuskan!” seru yoriko marah karena hinata terus berbicara tentang mimpinya.



“maaf…”
Yoriko berbalik dan menatap hinata “hei.. apakah menurutmu aku harus pergi?”
“apa?”
“jadi menurutmu semakin cepat lebih baik kan? Begitulah tampaknya.. seolah-olah kau jadi lega bila aku pergi.”
“itu tidak benar” bantah hinata

“jauh dilubuk hatimu kau pikir aku orang aneh karena aku seorang fujoshi..”
“aku tak pernah berkata seperti itu…” bantah hinata lagi yang tak mengerti kenapa yoriko jadi salah mengerti maksudnya mendorong yoriko mengejar mimpinya.

“kau ingin pacar yang normal,  bukan seorang fujoshi aneh yang mengganggu!” seru yoriko.
“sebenarnya kau ini kenapa!!?” teriak hinata marah “apa itu yang kau pikirkan tentang aku? Klo aku berpikir seperti yang kau katakan itu?”

Yoriko terdiam lalu ia bangkit berdiri dan melepas bandu pelayannya. Ia masuk ke kamar dan mengambil tas “aku akan pergi” pamitnya sambil berjalan kea rah pintu keluar.
“yoriko-san” panggil hinata. Tapi yoriko tetap pergi.


Bersambung...




Minggu, 08 Juni 2014

Fujoshi Kanojo - Part 1


Sepasang muda mudi berjalan pulang beriringan selesai menikmati festival kembang api. Langkah mereka sangat lambat karena wanitanya memakai yukata. Tiba-tiba cowoknya berjalan lebih dulu dan berbalik menatap cewek yang bersamanya itu.
“yoriko-san!” teriaknya gugup
“huh?” yoriko heran
“bisakah… “ si cowok ragu mengutarakan keinginannya. “…bisakah kita bergadengan tangan?” lanjut cowok itu.
Yoriko terkejut dan gugup menatap cowok yang didepannya.
“apakah kau tak mau?” Tanya cowok itu lagi yang masih menunggu jawaban Yoriko.
Yoriko menggeleng gugup. “tidak.. eh maksudku aku tidak keberatan” jawabnya pelan.
  


Cowoknya segera menarik tangan yoriko dan membawanya ke sebuah tempat yang sudah  banyak pasangan muda-mudi disana.
“ahh cantiknya!” seru yoriko menatap pemandangan kota dari tempat mereka berdiri. Mereka terdiam memperhatikan pemandangan sekitarnya.

“ini membuatmu agak gugup kan?” ucap yoriko pelan melirik cowok yang ada disebelahnya.
“iya.” Jawab cowok yang bernama hinata itu dengan gugup.

“hinata… apa kau suka bergandengan tangan?” Tanya yoriko.
“iya.. tapi.. tapitak sebesar rasa sukaku pada yoriko-san” jawab hinata cepat dan grogi. Ia lalu menatap Yoriko dengan pandangan serius.

“yoriko-san.. maukah kau berpacaran denganku?” ucap hinata.
Yoriko terlihat senang tapi.. “oh..” gumam yoriko teringat sesuatu.
“eih?” hinata memperhatikan yoriko yang ragu didepannya.
“..tapi ada yang harus kuberitahu padamu dulu..”kata yoriko.
“iya..” jawab hinata cepat dan tegas.

“ano….berjanjilah kau tak akan ketakutan setelah kau mendengarnya” lanjut yoriko ragu
“aku berjanji aku tak akan ketakutan dan aku tak akan membencimu atau semacamnya” sahut hinata yakin.
“ano.. aku.. aku adalah seorang otaku.. apa kau tak keberatan dengan itu?” ucap yoriko.
“heih?”

“aku.. sebenarnya adalah fu..fujoshi otaku”lanjut Yoriko melihat wajah hinata untuk mencari tau tanggapan cowok didepannya. Tapi ia menemukan ekpresi wajah hinata sangat kalem, tidak ada keterkejutan terlihat di wajah hinata.

“apa kau tak terkejut dengan hal itu?” Tanya yoriko heran.
Gantian hinata yang justru heran dengan pertanyaan yoriko “apa? Fu-joshi..  bukankah otaku itu hal yang normal?”

“kata yang kau ucapkan  sedikit berbeda maknanya..” yoriko mau menjelaskan lebih lanjut tapi buru-buru hinata menjawab.

“aku tak peduli jika kau seorang otaku atau fujoshi atau apapun.. aku .. aku mencintaimu yoriko.. “ lanjut hinata tanpa ia bena-benar mengerti makna sebenarnya dari Fujoshi itu.

“aku juga.. aku juga mencintaimu” ungkap yoriko
Hinata tersenyum lega “iya”
“berarti sekarang kau sudah menjadi cowokku sekarang” yoriko tersenyum..
“yoroshiku onegashimau” ucap hinata tersenyum senang dan membungkuk didepan Yoriko.


Yoriko membetulkan rambut hinata yang menutup dahinya dengan lembut. Hinata lalu menggenggam kedua tangan yoriko dan perlahan mereka mendekat dan berciuman.
“kau terasa seperti arummanis (taukan cotton candi/gulali)” kata yoriko.
Hinata tersenyum malu malu.. hihihi.. cowok apaan.. :P


Yoriko mengajak hinata pergi dinner disebuah butler café (café yang semua pelayannya lelaki tampan semua). Hinata terbengong saat mereka disambut sederet pria tampan. Seorang senior butler yang sudah tua menyapa mereka dengan lembut.

“selamat datang. Yoriko-sama” kata kepala butler itu sampail membungkuk hormat. Secara bersamaan para butler langsung membungkuk memberi hormat juga “selamat datang yoriko-sama.”
“aku Ashigara, kepala Butler disini.. mereka semua akan melayanimu disini.” Lanjut kepala butler. 2 pria tampan dibelakangnya juga ikut memperkenalkan dirinya. “kasumi-sama juga sudah menunggumu didalam”
“terima kasih” ucap yoriko berjalan masuk. 

Seorang butler meminta tas yoriko untuk dibawanya. Hinata hanya berjalan dibelakang hinata dengan keheranan dengan apa yang sedang berlangsung.butler yang lain memperhatikan hinata “tas tuan muda juga”ucapnya dengan sopan pada hinata.
Hinata terkejut dipanggil dengan tuan muda namun ia segera memberikan tasnya untuk dibawakan butler itu.


Mereja lalu masuk kedalam ruangan. Begitu masuk ruangan wajah hinata juga bertambah heran melihat situasi disana. Ruangan café begitu mewah seperti suasana rumah bangsawan. Pengunjung juga wanita semua dan café juga sangat penuh.

Yoriko berhenti disebuah meja yang sudah ada 2 wanita dan seorang anak gadis duduk disana. Butler mempersilahkan yoriko dan hinata untuk duduk.
  


Yoriko lalu memperkenalkan hinata pada teman-temannya.
“ini adalah kasumi.. dia penulis novel dan game online tapi kebanyakan anime. Dia juga membuat komik BL (boys love – gay). Dia seperti mentor bagiku.” Ucap yoriko memperkenalkan.
“B-L?” Tanya hinata tak mengerti.
“boys love” sahut yoriko.
“oh boys love” sahut hinata mengerti.
“itu rahasia..” bisik kasumi pada keduanya agar tidak terlalu keras mengatakannya.
“yoroshiku hinata” sapa kasumi.
“yoroshiku onegashimasu” sapa hinata agak membungkuk dikursinya. Mm.. posisi hinata disini, dia lebih muda dibanding 3 wanita itu jadi ia bersikap sopan pada mereka.

“yang ini Miki..  dan ini anaknya mocha.. . Dia seorang full timehouse wife (ibu rumah tangga)  “
“tapi full time housewife dan Fujoshi dimulai dengan huruf yang sama yaitu ‘F’!” kata Miki bergurau klo ia juga selain ibu rumah tangga juga seorang fujoshi. Mereka tertawa bersama.
“iya benar “ sahut hinata tertawa dan mengerakkan tangannya membentuk huruf F.
“dia sebenarnya seorang Play- R yang terkenal di internet” lanjut yoriko
“Play- R?” hinata bertanya
“iya seorang costume Player.. “
“oh yang suka berpakai kostum anime” kata hinata
“iya benar” sahut yoriko
  


Hinata ingin mengambil teh untuk dituang digelasnya. Tangannya menyentuh teko tek namun tiba-tiba seorang butler datang dan menyentuh tangan hinata dengan lembut.

“biar aku yang melakukannya” ucap butler tampan itu. Hinata tersenyum dan membiarkan butler itu mengambil teko  teh dan menuangkannya digelas hinata. Ketiga wanita melihat kejadian saat tangan butler dan hinata bersentuhan itu dengan penuh perhatian. Dalam pikiran mereka itu seperti sebuah pertunjukan boys Love.

Saat butler itu pergi Hinata baru menyadari pandangan aneh ketiga wanita yang dimejanya itu.
“kenapa menatap seperti itu?” tanyanya keheranan.
“dia gampang tersipu malu” bisik yoriko pada teman-temannya itu. mereka bertiga serempak tertawa bersama. hinata jadi malu menyadari apa yang dipikirkan ketiga wanita itu “itu tidak benar seperti itu!” bantah hinata


Tawa kasumi berhenti saat ia melihat 2 orang butler saling berbisik dipojok ruangan. Yoriko, miki ikut memperhatikan arah pandangan kasumi dan mereka terkagum melihat adegan kedua butler itu. dari sikap keduanya terlihat klo sang senior sedang mengajari juniornya.  Ia terlihat menepuk bahu juniornya dan juniornya mengangguk hormat.

“sepertinya seorang newbie sedang diajari seniornya” kata yoriko
“iya.. seperti training dan “hukuman” “ ucap kasumi berpikir kotor lagi.
“maaf yak kau ada disituasi seperti ini” ucap miki merasa bersalah karena mereka asyik berbicara tentang BL.

Hinata tersenyum “tak masalah”
“tapi kau juga berdebar-debar kan  dengan butler café pertamamu ini?” Tanya yoriko
“tentu saja karena kau tak memberitahuku dulu kemana kau akan mengajakku” sahut hinata
“karena aku tak mau merusak kejutan ini!” sahut yoriko enteng.
“oh begitu” hinata tersenyum saja dengan ulah ceweknya itu.


“kau ini benar-benar terlalu sopan pada Yoriko ya?” kata kasumi memperhatikan hinata dan yoriko.
“aku juga sadar hal itu! baguskan” yoriko dengan bangga menjawab temannya itu.
“kau sungguh beruntung!” ucap miki melihat temannya.
“aku rasa tak akan mudah berpacaran dengan yoriko. Jangan manjakan dia, dia akan jadi tambah parah. Kau harus mulai memperlakukannya dengan sewajarnya sebelum dia hilang kendali” kasumi menasehati hinata.

“tapi dia adalah bosku saat aku bertemu dengannya. Jadi aku terbiasa berbicara dengannya seperti itu. sepertinya aku tak bisa menghilangkan kebiasaan itu” kata hinata
“ah ini sangat berbahaya..” ucap kasumi pelan.
“eih?” hinata tak mengerti.

“maaf.. hampir saja aku jatuh cinta pada cowok orang lain!” canda kasumi menggoda hinata
Yoriko tertawa  “tak masalah!.. itulah alasannya mengapa aku ingin kau bertemu dengannya langsung!”
“hinata-kun..” panggil kasumi.
“ya?”
“kau keren!....kau seperti Sebastian!” seru kasumi bersemangat. Yoriko dan miki memperhatikan hinata dengan tersenyum.
“se..se..se siapa?” hinata bingung dengan arah pembicaraan para fujoshi itu.

“ia adalah seorang butler yang setia melayani tuannya!” kasumi menjelaskan
“oh iya.. kau seperti Sebastian!” yoriko menyetujui ucapan sahabatnya.
“dia sepertinya type penurut juga” miki ikut menyanjung hinata.
Hinata terlihat bingung memperhatikan ketiga wanita itu.

“kau sangat mencintai yoriko ya? Tanpa pengorbanan maka kita tak akan mendapatkan sesuatu. Segala sesuatu membutuhkan pengorbanan, itu adalah aturan hukumnya.” lanjut  kasumi.
Saat hinata berbicara dengan kasumi, yoriko asyik menunjukka cincinnya pada miki dan tertawa-tawa. Kasumi menoleh dan ikut tertawa bersama hanya hinata yang kebingungan dengan 3 wanita itu.



Pulang kuliah hinata langsung menelpon yoriko dan berjanji bertemu dengan yoriko distasiun. Koji, temannya datang bersama ceweknya dan menyapa hinata.
“hinata” sapa koji
“hai koji”

“apa besok kau sibuk?” Tanya koji
“iya maaf besok aku ada rencana” sahut hinata
“apa kau akan pergi ke sebuah tempat?”
“iya semacam itu”

“dengan yoriko-san?” Tanya koji
“iya benar..” sahut hinata

“siapa yoriko?” Tanya pacar koji
“ceweknya hinata yang dikenalnya saat kerja part time” jawab koji menjelaskan
“oh berarti dia lebih tua ya.. wah keren” puji pacar koji
“iya aku rasa dia (yoriko) memang begitu..” gumam hinata pelan pada dirinya sendiri
“eih apa katamu?” pacar koji tidak mendengar jelas perkataan hinata tadi
“ah tak apa-apa” hinata malu
Mereka lalu berpisah.
  


Hinata melihat wallpaper foto dirinya dan yoriko di handphonenya. Hinata teringat saat pertama kali ia bertemu Yoriko ditempat kerja part timenya. Ia langsung jatuh cinta begitu melihat yoriko yang ditugaskan mengajari dirinya itu.
  


Yoriko mengajak Hinata berkencan dan kali ini lokasinya juga membuat Hinata pusing. Yoriko mengajak hinata pergi ke toko komik khusus B-L. Yoriko begitu kesetanan melihat komik B-L itu sampai-sampai hinata membawa 2 keranjang dan yoriko sendiri membawa 1 keranjang untuk membeli komik BL disana.

Saking kalapnya Yoriko mengambil komik-komik dan berbicara sendiri. beberapa gadis disana melirik tingkahnya. Hinata memberitahu yoriko klo ia dperhatikan oleh pembeli yang lain. Dengan santai yoriko berkata klo mereka tidak memperhatikannya tapi memperhatikan hinata yang satu-satunya cowok yang masuk ke BL store itu.

Hinata benar-benar tak mengerti selera yoriko itu dan yoriko berjanji ia akan mentraning hinata agar mengerti komik BL. Wah Hinata apa nanti akan jadi Fudanshi??? Hihihi.. ihhhhhhhhh
Mereka juga bertemu kasumi yang juga membeli banyak komik BL disana.
  


Mereka keluar dengan membawa 3 tas plastic besar berisi komik yang dibelinya.  Hinata kerepotan membawa 2 tas komik milik Yoriko. Sampai diluar mereka bertemu dengan miki dan anaknya yang sudah menunggu kasumi. Anaknya miki pengen ikut masuk tapi dilarang Miki karna itu toko khusus dewasa.
  


Merekapun berjalan pulang, kasumi dan miki berjalan jauh didepan mereka. Ditengah jalan saat yoriko dan hinata berjalan pulang, mereka bertemu dengan koji.
“hinata..”
“koji!” hinata terkejut sampai ia menjatuhkan tas belanjanya. Komik BL itu pun langsung berserakkan dilantai. Hinata tambah panic takut koji mengiranya ia kelainan. 

“ini bukan untukku… aku hanya menolong saja..” dengan panic hinata membereskan komik-komik itu.
Situasi jadi canggung dan pacar koji langsung mengajak cowoknya pergi karena mereka akan menonton film. Koji dan pacarnyapun pergi meninggalkan hinata dan yoriko.


“siapa mereka?” Tanya yoriko
“teman kampus”
“kenapa kau tak memperkenalkan aku pada merka?” Tanya Yoriko
“ummm.. aaa..”
“kau pasti tidak mau terlihat sedang bersamaku kan?” kata yoriko
“bukan.. bukan seperti itu” elak hinata
“..apa karena aku seorang fujoshi?” yoriko memperhatikan hinata yang tak menjawabnya

“yoriko..” panggil kasumi yang ada didepan mereka. Yoriko menoleh dan tersenyum. Merekapun melanjutkan langkah mereka.

 
  


Pulang kerja Yoriko langsung pergi ke rumah hinata. Ia membereskan apartemennya. Setelah selesai ia duduk disofanya dan menatap aquarium kecil hinata dan melamun tak tau apa yang akan dikerjakannya lagi di apartemen Hinata.


Sementara itu dikampus hinata, ia terlihat melamun. Koji disebelahnya memperhatikan sahabatnya itu.
“kau harusnya memperkenalkan kami” kata koji tentang pertemuannya dengan yoriko.
“aku sedang tidak siap” sahut hinata lesu.
“ohhhh”
Hinata menoleh pada sahabatnya “hey…”
“ya?”


“kalian berdua sudah tinggal bersama berapa lama?” Tanya hinata tentang koji dan pacarnya.
“kami pergi ke Tokyo bersama-sama dan pergi kuliah bersama.. sekitar 4 tahun” sahut koji
“hah? Begitu lama!”
“iya benar” sahut koji

Hinata gelisah dan ragu untuk curhat pada temannya itu “ano… apa rahasianya bisa bertahan lama?”

“yah itu karena kami suka pada hal yang sama jadi banyak yang bisa dibicarakan.” Jawab koji. Hinata teringat tingkah yoriko saat di BL store dan ia benar-benar tak mengerti dengan tingkah yoriko itu.

“mengapa kau bertanya itu?” Tanya koji
Hinata tak menjawab pertanyaan koji. Ia masih menelaah hubungannya dengan yoriko. “hmm jadi begitu.. kesukaan yang sama..” gumam hinata pelan
“aku juga akan membuatnya nyaman”

“hmm nyaman..?” gumam hinata. 

Mungkin karena sehati jadi keduanya sering melakukan gerakan yang sama. Jadi kayak mengcopy tingkah temannya tanpa mereka sendiri sadari. liat dech gambar2nya dari atas.

Koji lalu pamit membeli minuman dan berkata klo ia akan membelikan hinata juga.
  
 

Setelah koji pergi, hinata teringat yoriko memberikannya sebuah komik BL. Hinata mengambil dari dalam tasnya dan membukanya.

“wanita memang punya imajinasi yang menakjubkan. Mereka membuat cerita dari cerita lainnya” gumamnya membuka lembar demi lembar halaman komik Bl dengan acak. Hinata melihat sebuah halaman dan tersenyum “tunggu! Karakter ini bukan gay yang sebenarnya. “ kata Hinata sambill mengangkat komiknya.



saat ia mengangkat komiknya, betapa terkejutnya hinata saat melihat koji ada didepannya. Ia langsung menyembunyikan komik Blnya dibawah lengannya.

“apa yang kau lakukan?” Tanya koji melihat hinata yang panic didepannya.
Hinata tertawa-tawa tak menjawab. Koji mengulurkan minuman kaleng pada hinata “arigatou” ucap hinata.


Ada pesan masuk di HP hinata dan dengan tangan yang repot menyembunyikan komik BL, ia membuka pesan dari yoriko itu.
Kau sedang apa sebase? *hinata dipanggil sebase = Sebastian setelah kejadian  di restaurant butler waktu itu.
Koji menjawab “aku sedang mengerjakan laporan bersama koji”
Selesai menjawab pesan itu dengan sembunyi-sembunyi hinata memasukkan komik Blnya kedalam tas.

Tiba-tiba yoriko menelponnya. Hinata segera mengangkatnya


“kau berselingkuh” ucap yoriko begitu mengetahui hinata bersama koji.
“apa kau sudah selesai bekerja?” bisik pelan hinata ditelpon agar tidak kedengaran teman-teman lainnya.

“iya aku dirumah”
“soal aku berselingkuh.. kami berdua kan pria..”
“justru itu yang aku kuatirkan!” sahuut yoriko *si otak boys love ini
“ahh..” hinata teringat klo yoriko seorang fujoshi “mengapa ia bisa berpikir seperti itu” gumam hinata pada dirinya sendiri tapi karena dikatakan di depan telpon tentu saja yoriko mendengarnya.

“karena kalian berdua terlalu dekat!” seru yoriko diujung telpon saja. “karena kau sedang keluar maka aku yang menerima kiriman.”

“heih? Maksudmu kau sekarang dirumahku?” Tanya hinata terkejut
“iya “ sahut yoriko yang sedang melihat isi laptop hinata dirumahnya. Sepertinya yoriko sedang menonton xxx dan suara rintihan di laptop itu terdengar ditelpon oleh hinata.
Hinata kaget “eihh. Soal berselingkuh itu.. justru aku bukan orang dengan “suara aneh” di background telpon ini"

“jangan kuatir.. ini kerjaanku.”
“kau bilang menerima kiriman.. aku biarkan saja kali ini tapi..”
“aku memesannya online untuk dikirimkan hari ini”
“ke rumahku?” hinata tambah panic pacarnya memesan xxx dengan dialamatkan rumahnya. Ia duduk menjauhi koji agar temannya itu tak mendengarnya.

“iya aku memesannya atas namamu” sahut yoriko enteng.
“hmm aku Cuma mau cek..  jangan bilang klo itu game porno kan?” Tanya hinata kuatir dengan suara suara aneh dibackground telp mereka.

“jangan bodoh! Ini bukan hanya game porno biasa! Ini game porno terkenal didunia!!!!”
“eihhhh…game porno!!!!!!!!!!” tanpa sadar hinata berteriak saking terkejutnya. Seisi kelaspun mendengar teriakan hinata itu jadi menoleh memperhatikan hinata.
Hinata jadi salah tingkah dan berlari meninggalkan kelasnya.
  


 “mengapa kau membeli game porno dengan akunku?”
“karena klo memakai akunku akan sangat memalukan” sahut yoriko dengan egoisnya.
“eihhhh” hinata speakless dengan pacaranya ini

“berhenti bilang game porno. Koji akan berpikir kau orang aneh. Kau akan membuka rahasiaku!”
“kau membuatnya seperti masalah besar saja” kata hinata
“karena itu memang akan jadi masalah besar!” seru yoriko
“tenang.. aku tidak sedang didekat koji. Aku akan tutup telponya dan tunggu saja disana” Sahut hinata

“tidak usah..!” teriak yoriko dengan suara aneh yang sepertinya mulai terpengaruh dengan game porno yang dimainkannya. “hari ini kau dan koji bisa pergi bersama sebagai sahabat..” yoriko lalu menyembut nama koji dan sebase (hinata) berulang ulang dengan merintih-rintih . dalam otak yoriko hinata dan koji saling mendekat dan menyebutkan nama masing-masing “koji..” “sebase” “koji” “sebase” sampai akhirnya bayangan keduanya mendekat dan berciuman. Hahahha.. otak fujoshi..


 Hinata jadi berpikir macam-macam mendengar suara rintihan yoriko “aku akan pulang sekarang!!!!” seru hinata menutup telponnya. hahhahah.. that's funny..!


bersambung...




Sabtu, 07 Juni 2014

JMovie 2009 : FUJOSHI KANOJO



Profile

Movie               : Fujoshi Kanojo/How to date an otaku girl
Romaji             : Fujoshi Kanojo
Japanese        : 腐女子彼女。
Director           : Jun Kaneshige
Writer               : Pentabu (penulis manga), Rize Shinba (pelukis manga)
Release date  : 2 Mei 2009


Cast


Shunsuke Daito sebagai Hinata



Wakana matsumoto sebagai Yoriko



Yuta Furukawa sebagai Koji


Hehehhe.. ini film lama ya 2009. Tapi ceritanya lumayan menghibur dan memang lagi belum dapat film bagus yang baru jadi mau menulis cerita difilm ini saja. Tapi nanti jangan terkejut karena bahasanya agak porno ya karena filmnya cenderung kearah begituan.. hehhee.. sedikit kok.. jangan kuatir  ^_^
film ini diambil juga dari cerita manga/komik.



Plot

Hinata adalah seorang mahasiswa yang jatuh cinta pada teman sekerjanya, wanita yang lebih tua darinya saat ia bekerja part time. Saat ia menyatakan cintanya pada Yoriko, wanita itu memberitahu rahasia dirinya yang seorang “fujoshi”. Tanpa tau makna “fujoshi”, hinata berkata klo ia tak berkeberatan dengan hal itu dan merekapun berpacaran.

Setelah mereka berpacaran inilah baru Hinata tau klo pacarnya adalah seorang “fujoshi” yang dalam artinya “seorang wanita otaku yang menyukai semua hal yang berhubungan dengan kisah cinta homoseksual antar lelaki”.

Disinilah masalah timbul dengan hubungan mereka berdua. Hinata berjuang untuk “bagaimana menghadapi pacarnya  yang seorang Fujoshi ini.”

Apakah ia akan bertahan dan ikut menjadi seorang otaku? atau mereka akan putus ya? Yang sudah nonton pasti sudah tau ceritanya.