Minggu, 08 Juni 2014

Fujoshi Kanojo - Part 1


Sepasang muda mudi berjalan pulang beriringan selesai menikmati festival kembang api. Langkah mereka sangat lambat karena wanitanya memakai yukata. Tiba-tiba cowoknya berjalan lebih dulu dan berbalik menatap cewek yang bersamanya itu.
“yoriko-san!” teriaknya gugup
“huh?” yoriko heran
“bisakah… “ si cowok ragu mengutarakan keinginannya. “…bisakah kita bergadengan tangan?” lanjut cowok itu.
Yoriko terkejut dan gugup menatap cowok yang didepannya.
“apakah kau tak mau?” Tanya cowok itu lagi yang masih menunggu jawaban Yoriko.
Yoriko menggeleng gugup. “tidak.. eh maksudku aku tidak keberatan” jawabnya pelan.
  


Cowoknya segera menarik tangan yoriko dan membawanya ke sebuah tempat yang sudah  banyak pasangan muda-mudi disana.
“ahh cantiknya!” seru yoriko menatap pemandangan kota dari tempat mereka berdiri. Mereka terdiam memperhatikan pemandangan sekitarnya.

“ini membuatmu agak gugup kan?” ucap yoriko pelan melirik cowok yang ada disebelahnya.
“iya.” Jawab cowok yang bernama hinata itu dengan gugup.

“hinata… apa kau suka bergandengan tangan?” Tanya yoriko.
“iya.. tapi.. tapitak sebesar rasa sukaku pada yoriko-san” jawab hinata cepat dan grogi. Ia lalu menatap Yoriko dengan pandangan serius.

“yoriko-san.. maukah kau berpacaran denganku?” ucap hinata.
Yoriko terlihat senang tapi.. “oh..” gumam yoriko teringat sesuatu.
“eih?” hinata memperhatikan yoriko yang ragu didepannya.
“..tapi ada yang harus kuberitahu padamu dulu..”kata yoriko.
“iya..” jawab hinata cepat dan tegas.

“ano….berjanjilah kau tak akan ketakutan setelah kau mendengarnya” lanjut yoriko ragu
“aku berjanji aku tak akan ketakutan dan aku tak akan membencimu atau semacamnya” sahut hinata yakin.
“ano.. aku.. aku adalah seorang otaku.. apa kau tak keberatan dengan itu?” ucap yoriko.
“heih?”

“aku.. sebenarnya adalah fu..fujoshi otaku”lanjut Yoriko melihat wajah hinata untuk mencari tau tanggapan cowok didepannya. Tapi ia menemukan ekpresi wajah hinata sangat kalem, tidak ada keterkejutan terlihat di wajah hinata.

“apa kau tak terkejut dengan hal itu?” Tanya yoriko heran.
Gantian hinata yang justru heran dengan pertanyaan yoriko “apa? Fu-joshi..  bukankah otaku itu hal yang normal?”

“kata yang kau ucapkan  sedikit berbeda maknanya..” yoriko mau menjelaskan lebih lanjut tapi buru-buru hinata menjawab.

“aku tak peduli jika kau seorang otaku atau fujoshi atau apapun.. aku .. aku mencintaimu yoriko.. “ lanjut hinata tanpa ia bena-benar mengerti makna sebenarnya dari Fujoshi itu.

“aku juga.. aku juga mencintaimu” ungkap yoriko
Hinata tersenyum lega “iya”
“berarti sekarang kau sudah menjadi cowokku sekarang” yoriko tersenyum..
“yoroshiku onegashimau” ucap hinata tersenyum senang dan membungkuk didepan Yoriko.


Yoriko membetulkan rambut hinata yang menutup dahinya dengan lembut. Hinata lalu menggenggam kedua tangan yoriko dan perlahan mereka mendekat dan berciuman.
“kau terasa seperti arummanis (taukan cotton candi/gulali)” kata yoriko.
Hinata tersenyum malu malu.. hihihi.. cowok apaan.. :P


Yoriko mengajak hinata pergi dinner disebuah butler café (café yang semua pelayannya lelaki tampan semua). Hinata terbengong saat mereka disambut sederet pria tampan. Seorang senior butler yang sudah tua menyapa mereka dengan lembut.

“selamat datang. Yoriko-sama” kata kepala butler itu sampail membungkuk hormat. Secara bersamaan para butler langsung membungkuk memberi hormat juga “selamat datang yoriko-sama.”
“aku Ashigara, kepala Butler disini.. mereka semua akan melayanimu disini.” Lanjut kepala butler. 2 pria tampan dibelakangnya juga ikut memperkenalkan dirinya. “kasumi-sama juga sudah menunggumu didalam”
“terima kasih” ucap yoriko berjalan masuk. 

Seorang butler meminta tas yoriko untuk dibawanya. Hinata hanya berjalan dibelakang hinata dengan keheranan dengan apa yang sedang berlangsung.butler yang lain memperhatikan hinata “tas tuan muda juga”ucapnya dengan sopan pada hinata.
Hinata terkejut dipanggil dengan tuan muda namun ia segera memberikan tasnya untuk dibawakan butler itu.


Mereja lalu masuk kedalam ruangan. Begitu masuk ruangan wajah hinata juga bertambah heran melihat situasi disana. Ruangan café begitu mewah seperti suasana rumah bangsawan. Pengunjung juga wanita semua dan café juga sangat penuh.

Yoriko berhenti disebuah meja yang sudah ada 2 wanita dan seorang anak gadis duduk disana. Butler mempersilahkan yoriko dan hinata untuk duduk.
  


Yoriko lalu memperkenalkan hinata pada teman-temannya.
“ini adalah kasumi.. dia penulis novel dan game online tapi kebanyakan anime. Dia juga membuat komik BL (boys love – gay). Dia seperti mentor bagiku.” Ucap yoriko memperkenalkan.
“B-L?” Tanya hinata tak mengerti.
“boys love” sahut yoriko.
“oh boys love” sahut hinata mengerti.
“itu rahasia..” bisik kasumi pada keduanya agar tidak terlalu keras mengatakannya.
“yoroshiku hinata” sapa kasumi.
“yoroshiku onegashimasu” sapa hinata agak membungkuk dikursinya. Mm.. posisi hinata disini, dia lebih muda dibanding 3 wanita itu jadi ia bersikap sopan pada mereka.

“yang ini Miki..  dan ini anaknya mocha.. . Dia seorang full timehouse wife (ibu rumah tangga)  “
“tapi full time housewife dan Fujoshi dimulai dengan huruf yang sama yaitu ‘F’!” kata Miki bergurau klo ia juga selain ibu rumah tangga juga seorang fujoshi. Mereka tertawa bersama.
“iya benar “ sahut hinata tertawa dan mengerakkan tangannya membentuk huruf F.
“dia sebenarnya seorang Play- R yang terkenal di internet” lanjut yoriko
“Play- R?” hinata bertanya
“iya seorang costume Player.. “
“oh yang suka berpakai kostum anime” kata hinata
“iya benar” sahut yoriko
  


Hinata ingin mengambil teh untuk dituang digelasnya. Tangannya menyentuh teko tek namun tiba-tiba seorang butler datang dan menyentuh tangan hinata dengan lembut.

“biar aku yang melakukannya” ucap butler tampan itu. Hinata tersenyum dan membiarkan butler itu mengambil teko  teh dan menuangkannya digelas hinata. Ketiga wanita melihat kejadian saat tangan butler dan hinata bersentuhan itu dengan penuh perhatian. Dalam pikiran mereka itu seperti sebuah pertunjukan boys Love.

Saat butler itu pergi Hinata baru menyadari pandangan aneh ketiga wanita yang dimejanya itu.
“kenapa menatap seperti itu?” tanyanya keheranan.
“dia gampang tersipu malu” bisik yoriko pada teman-temannya itu. mereka bertiga serempak tertawa bersama. hinata jadi malu menyadari apa yang dipikirkan ketiga wanita itu “itu tidak benar seperti itu!” bantah hinata


Tawa kasumi berhenti saat ia melihat 2 orang butler saling berbisik dipojok ruangan. Yoriko, miki ikut memperhatikan arah pandangan kasumi dan mereka terkagum melihat adegan kedua butler itu. dari sikap keduanya terlihat klo sang senior sedang mengajari juniornya.  Ia terlihat menepuk bahu juniornya dan juniornya mengangguk hormat.

“sepertinya seorang newbie sedang diajari seniornya” kata yoriko
“iya.. seperti training dan “hukuman” “ ucap kasumi berpikir kotor lagi.
“maaf yak kau ada disituasi seperti ini” ucap miki merasa bersalah karena mereka asyik berbicara tentang BL.

Hinata tersenyum “tak masalah”
“tapi kau juga berdebar-debar kan  dengan butler café pertamamu ini?” Tanya yoriko
“tentu saja karena kau tak memberitahuku dulu kemana kau akan mengajakku” sahut hinata
“karena aku tak mau merusak kejutan ini!” sahut yoriko enteng.
“oh begitu” hinata tersenyum saja dengan ulah ceweknya itu.


“kau ini benar-benar terlalu sopan pada Yoriko ya?” kata kasumi memperhatikan hinata dan yoriko.
“aku juga sadar hal itu! baguskan” yoriko dengan bangga menjawab temannya itu.
“kau sungguh beruntung!” ucap miki melihat temannya.
“aku rasa tak akan mudah berpacaran dengan yoriko. Jangan manjakan dia, dia akan jadi tambah parah. Kau harus mulai memperlakukannya dengan sewajarnya sebelum dia hilang kendali” kasumi menasehati hinata.

“tapi dia adalah bosku saat aku bertemu dengannya. Jadi aku terbiasa berbicara dengannya seperti itu. sepertinya aku tak bisa menghilangkan kebiasaan itu” kata hinata
“ah ini sangat berbahaya..” ucap kasumi pelan.
“eih?” hinata tak mengerti.

“maaf.. hampir saja aku jatuh cinta pada cowok orang lain!” canda kasumi menggoda hinata
Yoriko tertawa  “tak masalah!.. itulah alasannya mengapa aku ingin kau bertemu dengannya langsung!”
“hinata-kun..” panggil kasumi.
“ya?”
“kau keren!....kau seperti Sebastian!” seru kasumi bersemangat. Yoriko dan miki memperhatikan hinata dengan tersenyum.
“se..se..se siapa?” hinata bingung dengan arah pembicaraan para fujoshi itu.

“ia adalah seorang butler yang setia melayani tuannya!” kasumi menjelaskan
“oh iya.. kau seperti Sebastian!” yoriko menyetujui ucapan sahabatnya.
“dia sepertinya type penurut juga” miki ikut menyanjung hinata.
Hinata terlihat bingung memperhatikan ketiga wanita itu.

“kau sangat mencintai yoriko ya? Tanpa pengorbanan maka kita tak akan mendapatkan sesuatu. Segala sesuatu membutuhkan pengorbanan, itu adalah aturan hukumnya.” lanjut  kasumi.
Saat hinata berbicara dengan kasumi, yoriko asyik menunjukka cincinnya pada miki dan tertawa-tawa. Kasumi menoleh dan ikut tertawa bersama hanya hinata yang kebingungan dengan 3 wanita itu.



Pulang kuliah hinata langsung menelpon yoriko dan berjanji bertemu dengan yoriko distasiun. Koji, temannya datang bersama ceweknya dan menyapa hinata.
“hinata” sapa koji
“hai koji”

“apa besok kau sibuk?” Tanya koji
“iya maaf besok aku ada rencana” sahut hinata
“apa kau akan pergi ke sebuah tempat?”
“iya semacam itu”

“dengan yoriko-san?” Tanya koji
“iya benar..” sahut hinata

“siapa yoriko?” Tanya pacar koji
“ceweknya hinata yang dikenalnya saat kerja part time” jawab koji menjelaskan
“oh berarti dia lebih tua ya.. wah keren” puji pacar koji
“iya aku rasa dia (yoriko) memang begitu..” gumam hinata pelan pada dirinya sendiri
“eih apa katamu?” pacar koji tidak mendengar jelas perkataan hinata tadi
“ah tak apa-apa” hinata malu
Mereka lalu berpisah.
  


Hinata melihat wallpaper foto dirinya dan yoriko di handphonenya. Hinata teringat saat pertama kali ia bertemu Yoriko ditempat kerja part timenya. Ia langsung jatuh cinta begitu melihat yoriko yang ditugaskan mengajari dirinya itu.
  


Yoriko mengajak Hinata berkencan dan kali ini lokasinya juga membuat Hinata pusing. Yoriko mengajak hinata pergi ke toko komik khusus B-L. Yoriko begitu kesetanan melihat komik B-L itu sampai-sampai hinata membawa 2 keranjang dan yoriko sendiri membawa 1 keranjang untuk membeli komik BL disana.

Saking kalapnya Yoriko mengambil komik-komik dan berbicara sendiri. beberapa gadis disana melirik tingkahnya. Hinata memberitahu yoriko klo ia dperhatikan oleh pembeli yang lain. Dengan santai yoriko berkata klo mereka tidak memperhatikannya tapi memperhatikan hinata yang satu-satunya cowok yang masuk ke BL store itu.

Hinata benar-benar tak mengerti selera yoriko itu dan yoriko berjanji ia akan mentraning hinata agar mengerti komik BL. Wah Hinata apa nanti akan jadi Fudanshi??? Hihihi.. ihhhhhhhhh
Mereka juga bertemu kasumi yang juga membeli banyak komik BL disana.
  


Mereka keluar dengan membawa 3 tas plastic besar berisi komik yang dibelinya.  Hinata kerepotan membawa 2 tas komik milik Yoriko. Sampai diluar mereka bertemu dengan miki dan anaknya yang sudah menunggu kasumi. Anaknya miki pengen ikut masuk tapi dilarang Miki karna itu toko khusus dewasa.
  


Merekapun berjalan pulang, kasumi dan miki berjalan jauh didepan mereka. Ditengah jalan saat yoriko dan hinata berjalan pulang, mereka bertemu dengan koji.
“hinata..”
“koji!” hinata terkejut sampai ia menjatuhkan tas belanjanya. Komik BL itu pun langsung berserakkan dilantai. Hinata tambah panic takut koji mengiranya ia kelainan. 

“ini bukan untukku… aku hanya menolong saja..” dengan panic hinata membereskan komik-komik itu.
Situasi jadi canggung dan pacar koji langsung mengajak cowoknya pergi karena mereka akan menonton film. Koji dan pacarnyapun pergi meninggalkan hinata dan yoriko.


“siapa mereka?” Tanya yoriko
“teman kampus”
“kenapa kau tak memperkenalkan aku pada merka?” Tanya Yoriko
“ummm.. aaa..”
“kau pasti tidak mau terlihat sedang bersamaku kan?” kata yoriko
“bukan.. bukan seperti itu” elak hinata
“..apa karena aku seorang fujoshi?” yoriko memperhatikan hinata yang tak menjawabnya

“yoriko..” panggil kasumi yang ada didepan mereka. Yoriko menoleh dan tersenyum. Merekapun melanjutkan langkah mereka.

 
  


Pulang kerja Yoriko langsung pergi ke rumah hinata. Ia membereskan apartemennya. Setelah selesai ia duduk disofanya dan menatap aquarium kecil hinata dan melamun tak tau apa yang akan dikerjakannya lagi di apartemen Hinata.


Sementara itu dikampus hinata, ia terlihat melamun. Koji disebelahnya memperhatikan sahabatnya itu.
“kau harusnya memperkenalkan kami” kata koji tentang pertemuannya dengan yoriko.
“aku sedang tidak siap” sahut hinata lesu.
“ohhhh”
Hinata menoleh pada sahabatnya “hey…”
“ya?”


“kalian berdua sudah tinggal bersama berapa lama?” Tanya hinata tentang koji dan pacarnya.
“kami pergi ke Tokyo bersama-sama dan pergi kuliah bersama.. sekitar 4 tahun” sahut koji
“hah? Begitu lama!”
“iya benar” sahut koji

Hinata gelisah dan ragu untuk curhat pada temannya itu “ano… apa rahasianya bisa bertahan lama?”

“yah itu karena kami suka pada hal yang sama jadi banyak yang bisa dibicarakan.” Jawab koji. Hinata teringat tingkah yoriko saat di BL store dan ia benar-benar tak mengerti dengan tingkah yoriko itu.

“mengapa kau bertanya itu?” Tanya koji
Hinata tak menjawab pertanyaan koji. Ia masih menelaah hubungannya dengan yoriko. “hmm jadi begitu.. kesukaan yang sama..” gumam hinata pelan
“aku juga akan membuatnya nyaman”

“hmm nyaman..?” gumam hinata. 

Mungkin karena sehati jadi keduanya sering melakukan gerakan yang sama. Jadi kayak mengcopy tingkah temannya tanpa mereka sendiri sadari. liat dech gambar2nya dari atas.

Koji lalu pamit membeli minuman dan berkata klo ia akan membelikan hinata juga.
  
 

Setelah koji pergi, hinata teringat yoriko memberikannya sebuah komik BL. Hinata mengambil dari dalam tasnya dan membukanya.

“wanita memang punya imajinasi yang menakjubkan. Mereka membuat cerita dari cerita lainnya” gumamnya membuka lembar demi lembar halaman komik Bl dengan acak. Hinata melihat sebuah halaman dan tersenyum “tunggu! Karakter ini bukan gay yang sebenarnya. “ kata Hinata sambill mengangkat komiknya.



saat ia mengangkat komiknya, betapa terkejutnya hinata saat melihat koji ada didepannya. Ia langsung menyembunyikan komik Blnya dibawah lengannya.

“apa yang kau lakukan?” Tanya koji melihat hinata yang panic didepannya.
Hinata tertawa-tawa tak menjawab. Koji mengulurkan minuman kaleng pada hinata “arigatou” ucap hinata.


Ada pesan masuk di HP hinata dan dengan tangan yang repot menyembunyikan komik BL, ia membuka pesan dari yoriko itu.
Kau sedang apa sebase? *hinata dipanggil sebase = Sebastian setelah kejadian  di restaurant butler waktu itu.
Koji menjawab “aku sedang mengerjakan laporan bersama koji”
Selesai menjawab pesan itu dengan sembunyi-sembunyi hinata memasukkan komik Blnya kedalam tas.

Tiba-tiba yoriko menelponnya. Hinata segera mengangkatnya


“kau berselingkuh” ucap yoriko begitu mengetahui hinata bersama koji.
“apa kau sudah selesai bekerja?” bisik pelan hinata ditelpon agar tidak kedengaran teman-teman lainnya.

“iya aku dirumah”
“soal aku berselingkuh.. kami berdua kan pria..”
“justru itu yang aku kuatirkan!” sahuut yoriko *si otak boys love ini
“ahh..” hinata teringat klo yoriko seorang fujoshi “mengapa ia bisa berpikir seperti itu” gumam hinata pada dirinya sendiri tapi karena dikatakan di depan telpon tentu saja yoriko mendengarnya.

“karena kalian berdua terlalu dekat!” seru yoriko diujung telpon saja. “karena kau sedang keluar maka aku yang menerima kiriman.”

“heih? Maksudmu kau sekarang dirumahku?” Tanya hinata terkejut
“iya “ sahut yoriko yang sedang melihat isi laptop hinata dirumahnya. Sepertinya yoriko sedang menonton xxx dan suara rintihan di laptop itu terdengar ditelpon oleh hinata.
Hinata kaget “eihh. Soal berselingkuh itu.. justru aku bukan orang dengan “suara aneh” di background telpon ini"

“jangan kuatir.. ini kerjaanku.”
“kau bilang menerima kiriman.. aku biarkan saja kali ini tapi..”
“aku memesannya online untuk dikirimkan hari ini”
“ke rumahku?” hinata tambah panic pacarnya memesan xxx dengan dialamatkan rumahnya. Ia duduk menjauhi koji agar temannya itu tak mendengarnya.

“iya aku memesannya atas namamu” sahut yoriko enteng.
“hmm aku Cuma mau cek..  jangan bilang klo itu game porno kan?” Tanya hinata kuatir dengan suara suara aneh dibackground telp mereka.

“jangan bodoh! Ini bukan hanya game porno biasa! Ini game porno terkenal didunia!!!!”
“eihhhh…game porno!!!!!!!!!!” tanpa sadar hinata berteriak saking terkejutnya. Seisi kelaspun mendengar teriakan hinata itu jadi menoleh memperhatikan hinata.
Hinata jadi salah tingkah dan berlari meninggalkan kelasnya.
  


 “mengapa kau membeli game porno dengan akunku?”
“karena klo memakai akunku akan sangat memalukan” sahut yoriko dengan egoisnya.
“eihhhh” hinata speakless dengan pacaranya ini

“berhenti bilang game porno. Koji akan berpikir kau orang aneh. Kau akan membuka rahasiaku!”
“kau membuatnya seperti masalah besar saja” kata hinata
“karena itu memang akan jadi masalah besar!” seru yoriko
“tenang.. aku tidak sedang didekat koji. Aku akan tutup telponya dan tunggu saja disana” Sahut hinata

“tidak usah..!” teriak yoriko dengan suara aneh yang sepertinya mulai terpengaruh dengan game porno yang dimainkannya. “hari ini kau dan koji bisa pergi bersama sebagai sahabat..” yoriko lalu menyembut nama koji dan sebase (hinata) berulang ulang dengan merintih-rintih . dalam otak yoriko hinata dan koji saling mendekat dan menyebutkan nama masing-masing “koji..” “sebase” “koji” “sebase” sampai akhirnya bayangan keduanya mendekat dan berciuman. Hahahha.. otak fujoshi..


 Hinata jadi berpikir macam-macam mendengar suara rintihan yoriko “aku akan pulang sekarang!!!!” seru hinata menutup telponnya. hahhahah.. that's funny..!


bersambung...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar