Sabtu, 09 November 2013

Sinopsis : Pin To Kona Ep. 4




Ichiya mencium paksa ayame dalam ke frustasiannya karena tak bisa bermain dengan sempurna dalam drama itu. Ayame terkejut dan shock ichiya memperlakukannya seperti itu. ia mendorong tubuh ichiya menjauh darinya.
“maaf” ucap ichiya. Ayame menatap ichiya dengan marah.. “a.. aku pergi..” ayame langsung berlari pergi.
“apa yang sudah kulakukan.. aku jahat sekali..”sesal ichiya


Yuna mencari ichiya tapi tak menemukannya, ia malah bertemu dengan shohei. Cowok itu lalu mencoba meraih hati Yuna dengan mengatakan klo Yuna ada masalah dengan ichiya maka dengan senang hati ia kan menolong Yuna.
Yuna berbohong dan mengatakan klo mereka tak ada masalah.
 


Seperti biasa sehabis bermain kabuki, para gadis-gadis sudah menungu dipintu keluar ruang artis. Mereka membawakan hadiah dan karangan bunga untuk kyo. 

Kyo sangat senang dikerubuti para fansnya itu. saat mereka melangkah bersama, ia melihat ichiya ada disebrang jalan tertunduk seorang diri. Kyo jadi heran karena harusnyakan ichiya bersama ayame.


Sampai dirumahnya ichiya masih menyimpan penyesalannya atas ciuman paksanya. Ia akan menelpon ayame saat yuna tiba-tiba masuk. 

Yuna berkata klo ia mencari ichiya setelah drama selesai untuk pulang bersama. Ichiya menjawab klo saat itu ia ingin sendiri. Yuna bertanya ichiya ada masalah apa kok kelihatan sedih. Ichiya mengingkarinya dan berkata klo ia baik-baik saja. 

Yuna lalu memeluknya dan berkata ia akan selalu ada dissisi ichiya.


Dirumahnya kyo jadi kepikiran ichiya terus. Esok harinya sebelum kesekolah ia menemui ichiya yang ia tau pasti sedang jogging ditaman. Ia bertanya pada ichiya tentang hubungan ichiya dengan yuna. Ichiya membantah ia punya hubungan dengan Yuna.

Kyo lalu mengancam ichiya, jika ichiya menyakiti Ayame, ia tak akan tinggal diam. Ichiya yang masih merasa tersaingi oleh kyo jadi kesal.

“jika kau menyukainya maka kau harus berjuang merebutnya dariku. Itu jika kau punya kemampuan” ucap ichiya lalu pergi meninggalkan kyo.
“BAIK.. AKU AKAN MELAKUKANNYA..!” teriak kyo.
 


Tapi disekolah kyo sadar kondisinya saat ini, ayame hanya tertarik pada ichiya saja. Kyo jadi kesal saat haruhiko sahabatnya yang diajak berbicara tak mendengarkannya dan asik coret-coret bukunya. Kyo marah pada haruhiko yang dijawab haruhiko klo ia sibuk mempersiapkan acara camping sekolah karena ia adalah anggota komite. 

“aku tak peduli hal itu” kata kyo saat haruhiko memberikan alasannya. Haruhiko menoleh pada kyo dan tersenyum misterius sambil berbisik “meski chiba ayame juga akan ikut?”
Kyo langsung terkejut. “oh begitu” sahutnya tersenyum-senyum

“laut saat summer fren, kita juga akan bermalam!” lanjut haruhiko bersemangat.
“dannnn… cowok bermata 4 itu (ichiya pakai kacamata) juga tak akan ada disana juga! Sesuatu yang menakjubkan pasti akan terjadi. Yahh.. itu akan terjadi.. “ seru kyo senang. “ ichiya.. siap-siap apa yang akan terjadi nanti”
   


Ayame bercerita pada chiaki klo ia sudah berciuman dengan ichiya.
“ciuman bersama hiro-kun?!!”seru chiaki, ayame langsung panic “jangan keras-keras”
Tapi sepertinya semua temannya mendengar perkataan itu. mereka lalu berbisik-bisik membahas ciuman ayame itu. 

“bagaimana rasanya ciuman pertama yang hatimu inginkan itu?” goda chiaki
“itu sangat tiba-tiba, jadi pikiranku jadi nge-blank. Dan..”
“apa?”
“dan.. dia minta maaf padaku… Dengan wajah yang sedih”
“ohh.. apa itu artinya buruk?”
“heih?”

“jangan-jangan hiro-kun punya cewek lain?” tebak chiaki
Ayame agak terkejut tapi ia tertawa “tak mungkin.. tak mungkin.. itu pasti tak mungkin.”
“kau benar-benar naïf.. kau tau dalam percintaan tak ada kata “pasti”” ucap chiaki
Ayame masih dengan tersenyum berkata “ aku hanya akan percaya pada Hiro-kun saja”
“itu tak bagus” gerutu chiaki
“hanya saja.. “
“hm?”
“kemarin aku melihat diri hiro-kun yang belum pernah aku liat. Meski dramanya sukses dia tak terlihat bahagia dan dia terlihat sangat jauh..”
 


Pak sawayama, ayah yuna berkata klo ia punya teman dari theater sakuragaoka yang akan mengadakan pertunjukkan. Ia akan mengajukan ichiya agar bisa masuk kelompok theater itu.
Ichiya membantu ibu Sawayama membawa belanjaan ke dapur. Ibu sawayama bilang klo ada tamu dari Sakuragaoka yang datang menemui pak sawayama. 

Ichiya lalu mencoba menguping dari pintu. Ia mendengar manager sakuragaoka theater itu berkata klo meski penampilan ichiya bagus tapi ekpresi wajah ichiya sangat jelek. Melihat penampilan ichiya tak membuat jiwanya tergerak.
 


Ayame menyiram tanamannya dikebun sekolah. Ia juga melamunkan ichiya yang susah dihubungi. Kyo datang dan mengejutkan ayame, membuat ayame mengarahkan selang airnya pada kyo dan kyo jadi kena percikan air itu.
“maaf kawamura kun..”
“ada apa denganmu melamun begitu?” kata kyo sewot sambil mengibaskan air dibajunya.
“tak apa-apa..”
“hezzz… kemarin apa kau bertemu dengan ichiya setelah pertunjukkan?” Tanya kyo
“ya..”
“oh begitu.. “ kata kyo “ternyata mereka bertemu” batin kyo
“10 tahun itu sangat lama ya..” ucap ayame
“heih?”
“kami masih di SD saat kami bertemu. Dan sudah 10 tahun sejak kami terpisah. Kami belum banyak berbicara juga. Saat kau memikirkannya, aku sudah berlagak seperti aku tau hiro-kun meski aku tak tau juga. “ kata ayame sambil duduk dipinggiran taman disamping kyo yang berdiri.
“apa sesuatu telah terjadi antara kau dan ichiya?” Tanya kyo

“tidak.. aku hanya merasa klo dia sedang sedih. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan.”
“hanya biarkan saja seperti itu.”
“jika itu terjadi pada kawamura-kun saat sedang sedih, apa yang kau inginkan?” Tanya ayame menoleh pada kyo yang masih berdiri.

“aku??? Hmm…klo aku….  Jika orang yang aku sukai… tersenyum disampingku, itu sudah cukup untukku.” Sahut kyo menatap ayame.
Ayame bengong menatap kyo. Ayame lalu tersenyum dan bangkit berdiri. “oh begitu.. aku rasa itu bukan sesuatu yang susah.”
“oh begitu ya…”

“arigatou sudah memberiku masukkan.. kawamura-kun kau benar-benar orang yang baik. Bye sampai jumpa lagi” kata ayame menggulung selang air yang sudah dipakainya itu.
Kyo menatap ayame yang berlalu “orang yang baik, begitu ya” gumamnya

 
Pulang sekolah ayame memutuskan menghubungi ichiya ditelepon umum depan sekolahnya. Saat itu ichiya sedang berjalan melamun, teringat perkataan manager sakuragaoka. Saat ayame menghubunginya, ichiya meminta maaf karena tidak menghubungi ayame. 

Ayame lalu bilangg klo ia ingin bertemu dengan ichiya sebentar setelah ia selesai bekerja. Ichiya setuju untuk bertemu dengan ayame.
Ayame jadi berseri-seri wajahnya setelah bisa berbicara dengan ichiya di telpon. 
 


Kyonosuke mempersiapkan barang bawaannya yang akan dibawanya ke kemah sekolah.
“meski resikonya adalah harga diri kawamura kyonosuke , tapi aku tak mau berhenti hanya jadi “orang baik. Kemah ini berarti lakukan atau mati. ” kyo berkomitmen pada dirinya.
“apa ini soal ayame-chan?” Tanya bibi yang diam-diam dibelakangnya . kyo terlonjak kaget “ahhhh… jangan mengejutkanku seperti itu”

“pintumu terbuka. Ini obat-obatan.  Perutmu sangat lemah tuan muda.” Kata bibi menyodorkan obat yang dibawanya. Kyo mengambilnya.
“tuan muda.. kau tau, gadis sebenarnya lemah dengan pria kuat”
“oh begitu” sahut kyo

“itu hanya butuh sebuah momen keberanian saja… tapi penyesalan adalah selamanya” kata bibi memberi semangat kyo untuk menyatakan perasaannya pada ayame, begitu maksud si bibi. “untuk summer tanpa penyesalan” lanjut bibi memberi semangat dengan menegakkan jempolnya didepan kyo. Lalu ia berdiri dan pergi.
 


“summer tanpa penyesalan…” kyo lalu membayangkan ia dipantai bersama ayame.
“ayame .. sebenarnya aku….” Ucap kyo gugup

“aku tau..”

“heih?’

“aku bertanya-tanya kapan kau akan mengatakan itu. aku sudah menunggu itu” sahut ayame tersenyum.

“apa itu berarti kau juga…”

“kau jadi orang yang baik saja itu.. mem-bo-san-kan” kata ayame dan berjinjit siap mencium kyo yang juga sudah siap mencium ayame.

“datangggg..!”teriak kyo dari lamunannya.
Diruang bawah bibi tersenyum mendengar teriakan tuan mudanya yang sedang berkhayal itu. ayah yang ada disana juga terkejut mendengar teriakan anaknya itu.
“tuan muda sepertinya akan menyatakan perasaannya pada ayame-chan.”
“selama ia masih berlatih dengan baik, aku tak keberatan” sahut pak kawamura. 
 


Ichiya sudah menunggu ditempat janjian mereka. Ayame datang berlari-lari dan melihat ichiya yang sedang melamun sedih. Ia teringat kata-kata kyo yang mengatakan klo saat sedih ia hanya ingin orang yang dicintainya tersenyum disampingnya. 

Ayame tersenyum dan berlari-lari mendekati ichiya. Ia minta maaf karena sudah membuat ichiya menunggunya. Ia lalu mengajak ichiya menyalakan kembang api. Ichiya teringat masa-masa mereka saat bermain kembang api saat mereka kecil dulu itu. saat itu adalah saat ulang taun ayame. Ichiya teringat klo ayame juga sebentar lagi akan berulang tahun. Mereka lalu menyalakan kembang api tetes.
 


“aku ingin tumbuh bersama hiro-kun.. tapi aku.. aku melihatmu bertumbuh dewasa hiro-kun. “
“eh..?”
“aku melihat banyak pertunjukkan yang kau mainkan. “
“banyak? Maksudmu meski aku tak bukan pemain utama?”

“hmm.. ya, aku fan nomer 1 nya hiro-kun.” Ayame tersenyum “aku rasa ini sangat menakjubkan kau bisa sampai sejauh ini. Kau bilang pertunjukkan “tonggak ikatan” sukses bukan karena dirimu, tapi bukan itu masalahnya. Aku benar-benar suka ‘tonggak ikatan” hiro-kun. Hiro-kun pasti bisa menjadi actor kabuki nomer 1. ”

“maaf.. akan sangat baik klo kau tak bersamaku..” ucap ichiya tiba-tiba. Ayame shock mendengarnya.
“apa maksudmu? Apa kau tak mau melihatku lagi? Hiro-kun?” ichiya tak menjawab ayame. Gadis itu lalu pergi.
 


Sesampainya ichiya dirumah, yuna sudah menunggunya didepan rumah. Yuna bertanya ia darimana saja. Ichiya masih sedih dan terbawa emosinya dan berkata “apa aku harus mengatakan semua padamu?”ia lalu pergi meninggalkan yuna dan masuk ke dalam rumah. Shohei melihat itu dan tersenyum sinis.

Ichiya masuk ke dalam kamarnya dan termenung sedih.


Kemah sekolahpun dimulai. Kyo bermain tembakan air bersama Gadis-gadis yang memakai bikini. Kyo mencari sosok ayame diantara mereka tapi ayame blom ada. Ia lalu melihat sosok ayame dan chiaki berjalan ke arahnya ia memperhatikan ayame. Ia kecewa dan heran, ayame tidak memakai bikini.
“mana baju renangmu?” Tanya kyo
“aku tak punya” jawab ayame.
“oh begitu”
 Ayame lalu penuh semangat sambil meregangkan tubuhnya berkata “let’s enjoy”

Ayame lalu berlari ke teman-temannya yang lain.
“kurasa semangatnya sanat tinggi sepanjang pagi ini. “ ucap chiaki memperhatikan ayame dari tempatnya berdiri bersama kyo.
“begitukah..”

“sesuatu yang baik pasti terjadi antara dia dan hiro-kun. “ ucap chiaki. Kyo terkejut dan menoleh pada chiaki.
“sesuatu yang baik?”’
“maksudku, summer!” kata chiaki sambil mengacungkan jempolnya pada kyo.

Kyo bertanya-tanya maksud chiaki itu. “ayame? Dan cowok 4 mata itu??” ia jadi berpikir yang tidak-tidak antara ayame dan ichiya. “tidak, aku harus tenang, ayame khususnya, tak mungkin melakukan hal-hal bodoh…”gumam kyo menggelengkn kepalanya. Tapi sepertinya ia ketakutan sendiri hal yang dipikirkannya terjadi.

 “WOHHHHHHHHHHHH….” kyo berteriak- dan berlari masuk ke dalam air. Teman-temannya keheranan melihat tingkah kyo yang seperti kesurupan itu. 

 
 
Ichiya pergi ke tempat latihan tapi kemudian pergi keluar lagi. Kanjirou-niisan melihatnya curiga. Ia menyusul ichiya. Mereka lalu berbicara berdua.

Ichiya bertanya apa kanjirou juga menyadari kelemahannya juga. Kanjirou bertanya kenapa ichiya jadi tak percaya diri seperti itu. ia lalu berjanji akan memberikan pelatihan khusus pada ichiya. 


Dikemah sekolah. Ayame sekelompok dengan kyo. Aayame sangat bersemangat bermain-main, seperti saat bermain memukul semangka dengan mata ditutup dan saat main volley. Kyo bertanya pada chiaki apa kegembiraan ayame itu karena ayame menikmati kemah ini? Chiaki menjawab kemungkinannya seperti itu. 

Kyo yang satu kelompok dengan ayame sering menatap kegembiraan ayame itu. tanpa kyo sadari sebuah bola volley melayang kearahnya. Ayame yang menyadari itu langsung mendorong ayame kesamping. Ayame ikut jatuh bersama kyo ketanah. Posisi mereka kyo dibawah dan ayame diatas. 

Teman-teman langsung terdiam memperhatikan keduanya.
Saat teman-temannya mulai menyoraki mereka. Keduanya langsung tersadar akan situasi mereka dan buru-buru berdiri. Mereka jadi salah tingkah didepan teman-temannya. 
 


Ayame dan kyo lalu pergi makan semangka berdua”yummyyyyyyyy..”seru kyo
“oishiiiii..”seru ayame. Lalu mereka ‘menembakkan biji semangka dimulut mereka ke tanah.
“sangat menyenangkan bisa melupakan semuanya dan bergembira kan?” kata ayame.
“terima kasih untuk yang tadi” sahut kyo. 

Ayame menatap wajah kyo dari samping “wajah kawamura-kun ada asset berharga dunia kabuki, jadi aku rasa aku harus menjaganya dan tubuhku bergerak dengan sendirinya. Kau juga sudah sering membantuku sampai saat ini. Jadi aku perlu mengembalikannya sedikit sedikit.”
“aku tak ingin dikembalikan (bantuanku).”
“eihhhh?”

“ayame.. aku sebenarnya…” kyo menatap ayame dengan serius mau menyatakan cintanya.
“kyou-sama berapa lama lagi kau akan beristirahat?” seru gadis-gadis memanggil kyo.
“ayo bermain bersama kami!” seru gadis yang lainnya.

“jika kau tak disini maka ini tak akan menyenangkan” seru cewek lainnya.
Ayame tersenyum melirik pada kyo. Cowok itu juga bingung “okay..” sahutnya
“baguslah.. aku akan istirahat disini dulu saja” kata ayame mempersilahkan kyo pergi.
“okay sampai jumpa lagi..” sahut kyo menatap ayame , ia lalu memutuskan pergi bersama gadis-gadis itu.  setelah kyo pergi ayame jadi terlihat bersedih.


 
Kanjirou- niisan ternyata tidak mengajak ichiya berlatih tapi malah mengajak ichiya ke sebuah tempat kayak night club (lupa istilah jepangnya). Mereka duduk ditemani beberapa wanita cantik. Ichiya hanya heran saja mereka pergi ke tempat itu. 

kanjirou melihat ichiya sudah seperti patung saja jadi dia minta ichiya juga bersenang-senang seperti dirinya. 

Kanjirou lalu mengajaknya untuk bertemu seorang wanita. Lalu mereka pergi ke restaurant dan kanjirou selalu terlihat berbeda saat bertemu dengan orang-orang di night klub, hotel atau di restaurant. Orang-orang yang mereka temui juga terlihat sangat akrab dengan kanjirou. 

Saat berjalan di taman ichiya bertanya kenapa kanjirou terlihat berbeda di tempat-tempat seperti itu. kanjirou menjelaskan klo hal itulah yang terjadi di pertunjukkan kabuki. Dia harus menarik orang tertarik kepada mereka dengan cara merubah atmosfir pertunjukkan mereka.
Ichiya bertanya bagaimana caranya? 

Kanjirou menjawab yaitu dengan menikmati permainan itu sendiri, dan menganggap klo pertunjukkan yang akan mereka mainkan adalah pertunjukkan yang tak akan terjadi lagi. Kanjirou memberi semangat klo ichiya pasti bisa melakukannya.
Ichiya mengerti maksud kanjirou dan ia ijin untuk pulang lebih dulu untuk berlatih.
 


Dikemah sekolah, malam hari.
Kyo berjalan sendirian dan teringat rencananya untuk mengungkapkan perasaannya itu gagal. Ia lalu melihat ayame yang duduk seorang diri menatap ke laut. 

Saat kyo mau mendekati ayame dan menyatakan perasaannya lagi, ia melihat ayame terlihat sangat sedih jadi ia membatalkannya.

Kyo masuk ke kamar penginapannya dan cerita pada haruhiko.
Haruhiko menebak mungkin ayame ada masalah dengan ichiya. Jadi sebenarnya kegembiraan yang ditunjukkan ayame seharian ini adalah untuk menutupi kesedihannya.
Kyo langsung ngomel sendiri karena marah pada ichiya. Haruhiko lalu berkata klo ini kesempatan yang bagus buat kyo untuk mendekati ayame. 

Kyo bilang ia bukan orang yang suka memanfaatkan kelemahan orang lain. Haruhiko bilang ini bukan saatnya kyo jadi sok dan lagi bukankah kyo tak mau jadi “orang yang baik” saja.
Haruhiko  yang sedang input data murid-murid terkejut saat melihat data ayame. Ternyata lusa adalah ulang tahun ayame dan ini kesempatan yang bagus buat kyo.
Kyo langsung menghubungi yasu untuk membantunya mempersiapkan semuanya.
 


Esok harinya kyo dan yasu mempersiapkan segalanya. Mereka memotong kayu, lalu membuat lilin.

Sitempat berbeda, ichiya mempersiapkan hadiah untuk ayame. Jam 23:55 menit haruhiko mengajak para gadis ke ruangan cowok. Ayame tidak ikut dan dikamar sendiri. Ia melihat ada kertas lipat da nada tulisan untuknya. Ia mengambil dan membukanya. Disana tertulis klo ia disuruh perggi keluar. Diluar kamar ia melihat seseorang bertopeng memintanya mengikutinya.\

Ayame mengikuti orang bertopeng sampai ke sebuah kuil. Di sepanjang tangga kea rah kuil penuh dengan lilin-lilin dikanan kirinya. Sampai di tangga teratas ayame melihat lilin-lilin banyak yang ditata dengan tulisan happy birthday.
Tepat jam 24:00 kyo keluar dan memberi ucapan selamat ulang tahun padanya. Lampion-lampion langsung menyala disekeliling mereka.
“bagaimana dengan hasil karyaku?” Tanya kyo

“kau lakukan ini untukku kawamura-kun?”
“klo itu untuk ayame berarti untuk kabuki juga kan?”
“aku sangat bahagia… sangat bahagia.” Ucap ayame bahagia sekaligus terharu “aku selalu sendirian di ulang tahunku selama beberapa tahun ini.  Ulang tahun yang fantastic ini seperti sebuah mimpi saja. Terima kasih banyak” 

“ya”
“aku sungguh beruntung..” kata ayame memandang lilin-lilin didepannya.
“aku ingin mengatakan 1 hal…. aku lakukan ini bukan karena aku orang yang baik. Aku…..” kyo melirik pada ayame sebelum menyatakan perasaannya. Tapi betapa terkejutnya ichiya saat melihat ayame menangis.

“ayame…?”
Ayame menghapus airmatanya.
“hei, ada apa?” Tanya kyo kuatir.
“mengapa… mengapa didepan kawamura-kun.. aku bisa tertawa dengan mudah.. tapi saat bersama dengan hiro-kun, mengapa aku tak bisa melakukannya?.. aku tak bisa tertawa dengan baik… perasaaku kurang usaha.. aku tak tau apa yang harus kulakukan. Meski aku ingin membuatnya bahagia, tapi aku sepertinya membuatnya jadi marah. Karena aku.. sekarang hiro-kun membenci diriku” ayame menangis terisak.

Kyo tidak tega dan mendekati ayame mau memeluknya.
“tapi.. tetap saja….” Kyo mengerti apa yang akan dikatakan ayame selanjutnya. Ia sedih dan tidak jadi memeluk ayame.

Kyo berdiri disamping ayame. Menutup matanya dan mengambil nafas panjang lalu membuka matanya.

“haizzz..  dasar bodoh… dengar.. alasan kenapa kau tak tau apa yang harus kau lakukan didepan ichiya adalah karena kau sangat mencintainya. Dan dia tau pasti seperti itu, jadi semua akan baik-baik saja. “ hibur kyo menatap ayame.

“kawamura kun” ayame terharu menatap kyo dengan wajahnya yang penuh airmata.
“ini sungguh menakjubkan… kawamura-kun arigatou..” kata ayame melihat lilin-lilin lagi.
Kyo tertunduk sedih “sebenarnya siapa yang bodoh disini” gerutunya pada dirinya sendiri.
Yasu yang tadi memakai topeng dan bersembunyi terlihat menangis melihat nasib cinta tuan mudanya yang batal menyatakan cintanya lagi.
“tuan muda… kau sungguh-sungguh pria sejati..”

 

Ichiya tepat jam 24:00 menghubungi telp rumah ayame dan mengucapkan selamat ulang tahun ada ayame dan meninggalkan pesan ditelpon rumah ayame.

Selesai acara kemah kyonosuke langsung pulang ke rumahnya. Saat ia masuk ke dalam ruang keluarga, ia melihat bibi dimeja makan dan ayahnya sedang membaca Koran.
“tadaima..” sapanya lesu. Ayah dan bibi langsung memperhatikan kyo penuh rasa ingin tau.
“okaerinasai..” sapa bibi mendekati kyo. Ayah kyo langsung melanjutkan membaca Koran lagi. 

“kelanjutnya bagaimana?” bisik bibi menanyakan apa kyo jadi menyatakan cintanya pada ayame. Ayah mendengarnya dan mengintip dari Koran yang ada didepannya.
“berakhir….” Ucap kyo lesu sambil menghela nafasnya. Bibi langsung ikut sedih mendengarnya. Pak kawamura juga langsung menatap korannya lagi.
“TAPI… AKU TAK MENYESAL..”ucap kyo sambil menunjukkan jempol tangannya pada bibi dan tersenyum sebelum pergi. Bibi juga ikut tersenyum. 

Pak kawamura yang melihat kyo pergi lalu menurunkan Koran yang dibacanya. “apapun bisa menjadi pupuk untuk ketrampilan dirinya.” Ucap pak kawamura, maksudnya bisa jadi pengalaman yang berharga buat kyo.


Yuna masuk ke dalam kamar ichiya untuk mencarinya. Tapi ichiya sedang latihan diruangan lain. Yuna melihat kado yang ada dikamar ichiya dan jadi kesal.

Ayame pulang ke rumahnya dan langsung cek pesan suara di telponnya. Ia terkejut saat mendengar suara ichiya disana. Ichiya meminta maaf atas apa yang terjadi sebelumnya. 

Ichiya menjelaskan klo itu semua karena ia kecewa dengan pertunjukkannya dan hilang kepercayaan dirinya pada dunia kabuki. Ia merasa gagal jadi orang yang diharapkan ayame dan merasa buat apa lagi mereka bersama jika seperti itu. tapi sekarang ichiya sadar klo ia tak akan menyerah begitu saja. Ia akan terus berjuang menjadi actor kabuki no.1. ia menunggu ayame di taman ebisu sampai ayame datang.

Mendengar itu pesan suara ichiya, ayame langsung berlari secepatnya untuk menemui ichiya ditaman.

“ayame-chan!” seru bahagia ichiya melihat ayame yang datang dengan berlari –lari ke arahnya itu.
Ayame berdiri terengah-engah didepan ichiya. 

“apa kau baik-baik saja?” Tanya ichiya melihat ayame yang terengah-engah itu.
“aku mendengar pesanmu… dank au ingin bertemu hiro-kun secepatnya.” Ucap ayame tersenyum mengatur nafasnya.

“selamat ulang tahun.. ini kado untukmu” ucap ichiya menyodorkan tas bungkusan .
“arigatou…” ucap ayame.
“ini HP sehingga aku bisa selalu berkomunikasi denganmu.”
“mulai sekarang.. ayo kita melengkapi waktu yang 10 tahun saat kita terpisah.” Ucap ichiya menatap ayame.

“hiro-kun…” mereka saling menatap. Ichiya mendekati ayame dan menciumnya.
Tanpa mereka sadari Yuna ada disana mengawasi keduanya. 


 Yuna menemui shohei untuk meminta bantuan padanya. Mereka sedang merencanakan sesuatu.
Shohei pergi ke rumah kyo untuk menemuinya. Mereka berdua berbicara didepan pintu rumah kyonosuke.
 


“kyounosuke-niisan. Aku minta maaf untuk menemuimu disaat seperti ini.” Kata shohei
“tak apa-apa.. ada apa?” Tanya kyo

“ya.. sebenarnya…… sementara memiliki hubungan dengan nona kami, Ichiya juga berhubungan dengan Chiba Ayame-san. Aku tak tahan melihat nona yang dimanfaatkan dengan cara ini.” Kata shohei memanaskan hati kyonosuke.

Kyo langsung berlari untuk segera mencari ichiya. Ia menunggu di pintu rumah keluar sawayama dengan mondar-mandir tak dapat menahan kemarahannya.
Saat kyo melihat ichiya datang, ia langsung menarik ichiya ke tempat lain dan langsung memukul ichiya sampai ichiya terjatuh ke aspal. 

“bukankah sudah kuperingatkan padamu… bahwa aku tak akan memaafkanmu karena menyakiti ayame?!” teriak kyounosuke marah. Ichiya dan kyonosuke saling melihat penuh kemarahan…….








Senin, 04 November 2013

Sinopsis : Pin To Kona Ep. 3


Untuk keselarasan gerakan antara ichiya dan kyonosuke, ichiya melatih kyo menguatkan otot lengannya. Karena peran kyo nanti kan tangannya diikat. Kyo protes kelelahan melakukan itu. Ichiya berkata klo ia sudah melakukan gerakan itu dari ia kecil demi janji yang pernah ia ucapkan pada ayame, yaitu janji untuk menjadi pemain kabuki nomer 1.

Kyo berkata ia tak akan menyerah kalah pada ichiya meski ichiya sudah berjanji seperti itu pada ayame.
Saat pulang ichiya melihat penjual aksesories yang menjual gelang ikat berbentuk bunga-bunga seperti bunga nadeshiko, ia jadi teringat ayame.


Chiaki memberikan 2 bh tiket melihat aquarium raksasa (sea world) untuk ayame dan ichiya pada hari sabtu ini. Ayame sangat senang menerimanya karena ia belum pernah kesana dari kecil. 

Ayame kebingungan apa yang akan dipakainya nanti untuk “deto”kencan itu. chiaki berjanji akan meminjamkannya pada ayame.

Ayame sangat bahagia dan memeluk chiaki. Mereka terkejut saat ternyata ada ichiya datang ke toko mereka. Ichiya bilang klo ia ingin melihat wajah ayame

Mereka lalu berbicara berdua di atap gedung. Ayame mengajak ichiya ke sea world, ichiya setuju karena ia memang tak ada acara seperti itu. Ayame bertanya perkembangan latihan kabukinya. Ichiya menjawab klo masih jauh dari sempurna, tapi mereka sedang berusaha sebaik mungkin demi mewujudkan mimpinya menjadi actor kabuki no 1.

Ichiya lalu mengambil sesuatu dalam tasnya. Ia mengambil gelang dan mengikatnya ke pergelangan tangan ayame.
Ayame terkejut dan sangat senang. 

 

Dirumahnya kyo terus berlatih melempar dan menangkap kipas, adegan yang paling susah di drama itu karena tangannya diikat di kayu sepanjang tangan. Ia berjanji tak akan menyerah pada ichiya meski ichiya sudah mengejar mimpi ayame selama 10 tahun.

Ichiya pagi sekali sudah pergi berolahraga. Saat pulang ke rumah ia bertemu Yuna yang akan berangkat sekolah. Yuna lalu mengajak Ichiya pergi hari sabtu ini untuk shopping. Ichiya menolak karena ia sudah ada janji dengan temannya.
 

Ayame pergi ke perpustakaan dan bertemu Yuna. Yuna mengenali ayame sebagai kakak kelas yang sudah menolongnya waktu itu. saat mereka berbicara, chiaki datang dan bilang klo ia mengajak ayame mencoba baju untuk kencan hari sabtu nanti.

Ayame pamit pada Yuna dank arena terburu-buru buku yang dibawanya terjatuh. Termasuk buku diary yang menyimpan fotonya dan ichiya. Foto mereka terbang keluar dari buku diary itu. yuna terkejut melihat foto yang dimiliki ayame sama persis seperti yang ada dikamar ichiya. 

Yuna  bertanya itu foto siapa? Ayame menjawab itu foto dari orang yang berharga baginya seperti yang dulu ia sebutkan saat menolong yuna. Ia bertanya juga apa ayame sudah bertemu orang itu? ayame menjawab klo mereka sudah bertemu

Yuna dari perkataan chiaki tadi ia mendengar ayame akan kencan dengan seseorang hari sabtu ini. Dan dari ichiya juga mengatakan ada janji juga hari sabtu ini. Yuna menduga mereka akan kencan berdua.
Wajanya langsung berubah dingin.


Ichiya dan kyo terus berlatih, keduanya masih sering dimarahi pelatih karena gerakan masih tak serasi. Mereka berdua saling menyalahkan satu dengan yang lainnya. 
 
Selesai latihan mereka masih saja berdebat soal gerakan mereka. Namun seseorang menghubungi ichiya. Ia melirik penelpon itu tapi tak diangkatnya. Kyo melirik nama yang keluar disana yang ternyata dari Yuna.

Ichiya memanas-manasi kyo klo ia akan pergi kencan dengan ayame hari sabtu ini. Kyo langsungg kepikiran terus.


Ichiya didalam kamarnya bersama yuna. Mereka berbicara soal pertunjukkan yang akan dimainkan ichiya. Yuna berbicara dengan ichiya sambil menyentuk lutut kaki ichiya, lalu ia memeluk ichiya sampai kemeja ichiya terlepas, meski didalamnya ada sleeveless t shirtnya. Yuna berkata akan mengusahan drama lain untuk ichiya pada ayahnya. Ia hanya minta ichiya tak meninggalkannya.

Tau juga kan apa yang terjadi selanjutnya.


Ayame dirumahnya mencoba-coba baju dan topi yang akan dipakainya saat kencan dengan senangnya.
Kyonosuke ddirumahnya terus teringat kata-kata ichiya soal kencan bersama ayame itu. “deto….” Gumam kyo sambil menuang the kedalam gelasnya dengan melamun sampai tehhnya meluber. Bibi heran melihat tingkat tuannya itu. 


Pagi harinya saat sekolah, kyo terus bergumam “deto… deto…”
Ayame berteriak memanggilnya dan membuatnya terlonjak kaget. Kyo bertanya kenapa ayame berteriak-teriak seperti itu. ayame menjawab karena kyo tak menyadari kehadirannya disitu. Kyo bertanya apa yang membuat ayame terlihat bahagia? Apa karena kencan sabtu nanti?

Ayame terkejut kyo mengetahui itu. kyo menjawab dari ichiya.
Ayame berkata pada kyo klo ia sangat bahagia karena ia belum pernah ketempat itu.


Ichiya dan kyo dimarahi bahkan diusir oleh pelatih lagi karena permainan mereka sangat jelek. Ayah kyo menemui guru oiwa dan meminta maaf. Mereka berdua juga pernah bermain drama tonggak ikat itu juga. Dan mereka bermain sangat bagus saat itu.
 

Ichiya sedang stress berlatih gerakannya. Ayame menghubungi ichiya untuk memastikan kencan mereka itu. mereka akan bertemu jam 1 siang dan ayame akan memakai topi coklat agar mudah dikenali. Ichiya tertawa tentu ia kan mengenali ayame.
Hari sabtu.

Ichiya pamit pada yuna yang dijawab yuna dengan senyuman.
Ayame sudah menunggu di tempat janjian mereka berdua dengan tersnyum senang. Ichiya berlari dengan tersenyum agar bisa secepatnya sampai di lokasi janjian mereka.
Yuna dirumahnya melihat gelas wine yang ada dilemari gelas rumahnya. Ia lalu menjatuhkannya.

Ichiya terus berlari saat mendengar suara HPnya berbunyi. Ia melihat penelpon yang tak lain adalah Yuna. Ia tak mengangkatnya.

Telp berbunyi lagi dan ia akhirnya mengangkat telp itu. Yuna menangis dan berkata klo ia terluka dan darah keluar terus menerus tak berhenti. Ichiya tertunduk lesu, sadar apa yang akan terjadi dengan kencannya. Ia tak punya pilihan lain selain kembali ke rumah.
 

Kyo stress teringat ko saat ini ayame kencan dengan ichiya. Ia makan secepatnya semua yang ada dimeja. Ayah dan bibi jadi heran melihat kelakuan kyo itu. saat melihat ikan, ia jadi membayangkan ichiya yang akan melakukan hal mesum pada ayame, ia jadi kuatir dan buru-buru pergi.


Karena ichiya tak datang-datang, ayame menghubungi ichiya dari telpon umum. Ichiya berkata klo ia tak bisa datang karena ada yang harus dilakukannya. Ia meminta maaf pada ayame. Meski ayame bilang tak apa-apa tapi setelah menutup telponnya ayame terlihat sangat sedih.  Ia tertunduk lesu ditelpon umum.

Kyo yang keluar rumah melihat ichiya yang sedang bersama yuna. Ichiya terlihat sangat sedih saat itu. kyo memikirkan ayame yang tidak jadi kencan. Ia lalu berlari untuk bertemu ayame.
 

Kyo sampai didepan rumah ayame. Gadis itu juga balik ke rumahnya setelah ichiya bilang tak bisa mengantarnya ke sea world. 

Ayame memberikan kedua tiket pada kyo karena ia tak jadi kesana. Ayame lalu naik ke lantai kamarnya. Kyo melihat kesedihan ayame. Kyo berteriak pada ayame dengan agak bercanda bahwa sebagai pangeran kabuki, ia memberikan perlakuan khusus untuk ayame dan menjadi guide ayame di sea world. 

Ayame tersenyum senang menerima ajakan kyonosuke.
 

Ayame dan kyo bersenang senang berkeliling sea world itu. setelah beberapa saat ayame menyadari klo gelang pemberian ichiya hilang. Ia minta maaf dan bilang akan mencarinya. Ayame berlari meninggalkan kyo.

Kyo berteriak klo mereka akan mencarinya bersama-sama. Ayame terharu mendengarnya. Mereka lalu berpisah untuk mencarinya. Setelah beberapa saat mencari, ayame tak menemukannya padahal sea world akan ditutup.

Kyo datang membawa gelang yang hilang itu. ayame tersenyum senang.
 

Ichiya setelah selesai mengurusi yuna, ia pergi ke rumah ayame. Tapi ayame sedang pergi. Dalam perjalanan pulang ia bertemu ayame dan kyonosuke. Ichiya lalu bersembunyi dan mendengarkan pembicaraan mereka. 

Ayame berterima kasih pada kyonosuke karena selalu membantunya. Ayame merasa kyo orang yang hangat itulah mengapa kyo popular. Ia berharap pertunjukkan selanjutnya akan berjalan baik. Karena pertunjukkan selanjutnya untuk mimpinya dan mimpi ichiya. 

Kyo berjanji akan membuat pertunjukkan sukses untuk ayame dan untuk ichiya.  Dari balik tempat persembunyiannya ichiya mendengar perkataan kyo itu. 

Setelah ayame pamit pergi. Kyo sangat terbeban dengan semuanya. Untuk cintanya pada ayame dan cintanya pada kabuki.
 

Ichiya pergi ke tempat latihan untuk menemui guru oiwa. Tapi saat masuk ia melihat kyo sudah disana dan berlutut pada guru oiwa untuk tetap melanjutkan drama itu dengan dia dan ichiya sebagai pemain utamanya.

Ichiya terkejut mendengar perkataan kyo itu, ia masuk kedalam.
Kyo langsung meminta ichiya juga memohon pada guru oiwa. Mereka berdua akhirnya sama-sama berlutut dan memohon untuk dapat bermain lagi.

Guru oiwa akhirnya luluh dan mengijinkan mereka berdua bermain lagi.
Setelah itu keduanya pergi. Pintu bagian lain terbuka dan pak kawamura keluar. Itu semua ternyata permintaan pak kawamura agar kyo dapat bermain itu. guru oiwa berjanji untuk melatiih keduanya dengan baik agar pertunjukkannya sukses.


Mereka terus berlatih tanpa letih dirumah masing-masing atau di sanggar kabuki.
Pak kawamura melihat Kyo yang kecapean karena berlatih sampai tertidur saat makan dan bergumam “aku tak ingin melihat ekpresi sedih ayame.. aku tak ingin melihatnya..”
Pak kawamura menyelimuti anaknya itu.


Ditempatnya berlatih, ichiya mengalami kecelakaan. Kakinya terkilir dan membuatnya kesakitan.

Pertunjukkan dimulai. Mereka terlihat serasi membuat penonton tersenyum geli dengan tingkah kocak mereka berdua yang berperan sebagai pemabuk itu. ichiya memperhatikan wajah kyo yang terlihat sangat menikmati pertunjukkan itu.

Tiba-tiba ia merasakan kakinya yang terkilir sakit. Ia jadi agak goyah. Kyo seperti mengerti apa yang terjadi pada ichiya jadi ia terus menopang ichiya. Kyo berbisik “tak perlu kuatir sampai akhir”.

Ichiya melihat penonton lebih menyorot kyonosuke dibanding dirinya. Saat adegan kyo yang tersulit yaitu melempar kipas, semua penonton terlihat sangat tegang. Tapi saat kyo berhasil menangkapnya semua penonton bertepuk tangan. 

Ichiya memperhatikan bahkan ayame pun terlihat lebih memperhatikan kyonosuke.  Ia keewa, marah pada dirinya sendiri karena tak bermain maksimal
 

Ichiya meminta maaf pada kyo karena sudah merepotkan kyo.
Kyo berkata klo ichiya sakit bilang saja sakit. Ichiya bertanya apa kyo menyadari ia sakit. Kyo menjawab tentu saja ia tau.
 Saat teman-teman lain datang, kyo berkata pada ichiya untuk menyampaikan salamnya untuk ayame.
Ichiya lalu melangkah pergi
 

Ichiya melihat ayame yang masih didalam gedung menunggunya.  Ayame memuji ichiya bermain dengan bagus. Ichiya menjawab itu bukan usahanya tapi semua usaha kyonosuke. Ichiya depresinya dan berkata “aku mungkin tak bisa mengalahkannya” lalu ia mencium ayame dengan frustasinya.
 


 NB. versi singkat ya.. biar lbh cepet jadinya. karena juga lagi sibuk-sibuknya aku.


Sinopsis : Pin to Kona Ep 2 - Part 2

Ayame terkejut melihat ichiya ada didepan pintu rumahnya. “hiro-kun”
“ayame-chan”
“eh.. mengapa ?” Tanya ayame.
“saat aku ke sekolah, aku diberitahu klo kau demam . itu karena aku sudah membuatmu menunggu di hujan kan? Aku benar-benar minta maaf. “ ucap Ichiya

“bukan.. bukan begitu. Aku saat itu  langsung pulang jadi kau tak perlu kuatir. ” bantah ayame berbohong.  

“aku ingin berbicara denganmu sebentar apa kau keberatan?” Tanya ichiya.

Ayame pasti grogilah, ada cowok yang disukai, dirindukan sekian tahun akhirnya ada didepan mata dan mau berbicara dengannya. Ayame tersenyum dan membiarkan ichiya masuk ke dalam kontrakkannya. Ichiya senang Ayamae mau berbicara dengannya. 

Ayame malu dengan keadaan ruangannya. Ia lalu mau membuatkan teh buat ichiya tapi dilarang ichiya. 


“ayame chan..” ichiya merogoh saku celananya dan mengambil boneka yang dibuatkan Ayamae. “apa kau masih mengingat ini?”

Ayame memperhatikan boneka itu “jimat yang aku buatkan untukmu…”
“aku selalu menyimpannya seperti benda berharga. Aku tak pernah melupakanmu sedikitpun, ayame-chan. “  ungkap ichiya dengan menatap ayame.
Ayame terharu “hiro-kun.. “

“aku percaya jika aku bisa berdiri di tengah panggung, aku akan bisa bertemu denganmu. Aku percaya itu. dan akhirnya aku bertemu denganmu.” Lanjut ichiya

“hiro-kun.. penampilan menakjubkan.” Kata ayame terisak. Mereka terdiam dan saling menatap. Ichiya mendekati Ayame dan mengelus kepala gadis itu. “maaf, aku membuatmu menunggu lama” sahut Ichiya. Ayame pun menangis



Tanpa ayame dan ichiya sadari. Kyonosuke melihat semua itu dari jendela kontrakan ayame dengan sedih. Kyonosuke tak kuasa melihat kebersamaan keduanya dan ia berlari pergi.
Ayame dan ichiya duduk berhadap-hadapan.


 “pasti sulit hidup seorang diri” kata ichiya
“tapi aku bisa melewatinya dengan bekerja part time, aku baik-baik saja.” Sahut ayame
“mulai sekarang aku akan lakukan apa yang bisa kulakukan untuk menolongmu.”
“arigatou..” ucap ayame

“hmmm (ya)” 

Merek lalu minum tehnya. “tapi aku blom terlalu bagus.. kenyataannya aku bisa bermain pada pertunjukkan sebelumnya adalah keberuntungan saja.”
“tak apa-apa.. selama itu hiro-kun aku pasti akan mendukungnya.” Ssahut ayame bersemangat.

Ichiya tersenyum “ayame-chan..”
“hiro-kun jadi pemain kabuki terbaik adalah mimpiku. “
Ichiya senang ayame begitu bersemangat untuknya. Ia melihat sebuha hp ada dimeja ayame.

“oh ya.. berikan nomer hpmu.”
“aku tak punya hp.. tapi klo nomer telpon rumah..” sahut ayame mendekati mejanya dan teringat hp kyonosuke yang tertinggal disana.
“tapi itu..”
“oh ini.. ini milik kawamura-kun. Dia melupakannya. “
Ichiya terkejut “heih.. kyonosuke-san, dia kesini?”
“iya, aku sakit didepan dia. Dia membawaku kesini”
“oh begitu..” sahut ichiya tak suka.




Kyonosuke pulang malam dengan lesu melangkah ke dalam rumah. Saat melewati ruangan ayahnya ia ditegur ayahnya.
“apa yang kau lakukan sampai pulang larut setiap malamnya? Banyak orang yang menunggu untuk mengambil peranmu. Kau sedang tak dalam posisi untuk peduli dengan hal lain selain pertunjukkanmu. ” Tanya ayahnya.

Kyonosuke melihat ayahnya dengan kesal
“jangan penuhi kepalamu denga hal sembrono dan fokuslah pada kabuki. ” lanjut ayahnya.
Kyo berjalan meninggalkan ruangan ayahnya dan pak kawamura berdiri mendekati kyo. 

“berhenti jadi orang yang tak bertanggung jawab dan sadar pada posisimu sebagai penerus rumah kawamura.  Jika kau tak bisa melakukannya. Aku punya pemikiran sesuatu untukmu.”

“apa itu?” Tanya kyo setelah sekian lama ia hanya diam.
Pak kawamura hanya menatap kyo dengan pandangan penuh ancaman. Kyo lalu pergi meninggalkan ayahnya.

Kyo berlatih diruangannya tapi ia tak bisa konsen sama sekali karena selalu teringat perkataan ayame pada ichiya yang didengarnya tadi. .
 



Ichiya didalam kamarnya sedang menatap boneka pemberian ayame. Ia terkejut saat Yuna memanggilnya. Ichiya segera menyembunyikan boneka ayame di bantalnya tepat saat Yuna membuka pintu kamarnya.

“hiroki… papa dan mama bilang mereka pulang larut malam. Aku sudah membeli sushi ayo kita makan.” 

“ya nona” sahut ichiya sambil berjalan untuk keluar kamarnya. Tapi Yuna malah menutup pintu dan masuk kedalam kamar ichiya.
“apa ada yang kau sembunyikan dariku?”

“tidak ada sama sekali. Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu? apa ada yang salah?”
Yuna melirik laci yang ada foto ichiya kecil dengan seorang gadis itu. ia tiba-tiba memeluk ichiya. 

“kau tau.. kau datang ke rumah ini sudah menyelamatkanku, hiroki. Anak perempuan satu-satunya pada keluarga kabuki.. itu hal yang sensitive. Papa dan mama lebih suka lelaki. Meski mereka tak mengatakannya tapi aku tau itu. sejak dari aku kecil aku sllalu merasa aku akan sendirian… tapi hiroki selalu ada disampingku. Aku akan lakukan apapun untuk hiroki… jadi tolong tinggallah bersamaku!” ucap yuna menatap ichiya dan langsung memeluk ichiya erat sambil menangis. 

“nona…” ichiya melepas pelukan yuna dan menatap gadis itu.

“kau ingin bermain Tarokajya in ikatan tonggak kan?” Tanya yuna menatap ichiya dengan tujuan tertentu.

Ichiya memperhatikan ucapan yuna karena ia memang berharap dapat bermain di drama itu. 

“aku bisa meminta papa untuk melakukannya untukmu. Jika itu aku, aku dapat melakukan semua keinginanmu jadi kenyataan. Aku bisa membawamu ke tempat yang kau inginkan”

“tempat yang aku inginkan?” Tanya ichiya. 

Yuna mengangguk dan langsung menjatuhkan ichiya dan dirinya ke dalam tempat tidur ichiya.  Ichiya teringat keinginan ayame untuk bisa membuat ichiya jadi actor kabuki terbaik.
Ichiya tau maksud tindakan Yuna yang mendorongnya ke tempat tidurnya. Demi tujuannya ia melakukan apa yang jadi keinginan yuna. Ia mencium Yuna dan………..sensor.. tau sendirilah apa yang mereka lakukan disana.. hehehhe…


Kyonosuke pergi ke sekolah dengan langkah loyo bersama haruhiko.
“ada apa? Wajahmu terlihat seperti kau sedang patah hati saja” canda haruhiko curiga melihat tingkah kyo yang tidak seperti biasanya. 

Kyo terkejut haruhiko bisa menebak situasinya, reflek ia menoleh pada haruhiko. Gantian haruhiko yang terkejut tebakannya tadi tepat seperti yang dialami kyo.
“benarkah?! Aku menebak dengan tepat?” seru Haruhiko. Kyo langsung salah tingkah, mungkin malu.

“apa kau bodoh? Apa orang yang berkuasa sepertiku bisa patah hati. “batah kyo sambil mereka terus berjalan “latihan dimulai hari ini jadi aku sedikit..” Kyo terdiam melihat ayame ada dipintu gerban sekolahnya.

“kawamura-kun, ohayou” sapa ayame berseri-seri mendekati kyo.
Kyonosuke langsung berjalan cepat menghindari ayame. “hey mengapa kau melarikan diri?” kyo masih terus berjalan cepat “hey kau melupakan ini kan?’ Tanya ayame sambil menyodorkan Hp kyonosuke 

“ahh.” Kyo mengambil HPnya dari tangan Ayame.
“terimakasih untuk sgala yang kau lakukan. Berkat bantuanmu aku jadi sembuh.”
“syukurlah” sahut kyo singkat dan buru-buru berjalan cepat meninggalkan ayame. Haruhiko menyusul langkah kyo. Ayame heran menatap kepergian kyo. Ayame menyadari sikap kyo terlihat berbeda padanya.


Kyonosuke terkejut saat ia tau lawan mainnya di drama tonggak ikatan adalah ichiya. Mereka lalu berlatih berpasangan memerankan tokoh tonggak ikatan. Kyonosuke sering dimarahi karena langkahnya sering terlambat dibanding dengan langkah ichiya. 

Diulang beberapa kali tetap saja langkah kyonosuke tak serasi dengan ichiya. Guru Oiwa memarahi kyo yang tidak bisa berakting seperti orang mabuk itu padahal ichiya saja bisa melakukannya. 

Karena sering dikritik dan harus mengulang-ulan gerakannya. Kyo ijin untuk pulang awal karena kecapean. Ichiya mengejek kyo didepan teman-temannya. 

“apa kau ingin melarikan diri?” ejek ichiya
“hah?”
“kau bilang kau tak mau kalah padaku”
“tapi menang atau kalah itu masalah nanti”
“seorang anak elit yang akan menerima peran dengan mudahnya mungkin tak akan memahami ini. Tapi aku melakukan apapun untuk memainkan peran ini. Sangat menyakitkan melihat seseorang dengan perasaan setengah hati mampu melakukan itu.” ucap ichiya

Kyonosuke kesal “apa maksudmu aku setengah hati, dasar sial. Aku hanya tak sehat saja.”
“kau masih saja seperti itu. membuat alasan untuk kau tak menghadapi kabuki dengan serius. Kau menghindari tanggung jawab sebagai seorang penerus keluarga terkenal tapi dengan itu kau tak akan dikenali (recognize) jadi kau menyalahkan itu pada sesuatu yan lain dan melarikan diri. Aku rasa orang seperti itu tak layak tampil di panggung kabuki.”
Kyo kesal mendengar perkataan ichiya itu. ia lalu menyerang ichiya didepan para pelatihnya. 


Sampai dirumah keluarganya, pak kawamura yang sudah mendengar apa yang terjadi di pelatihan segera memarahi kyo.  Ia berkata ia sudah tak tahan dengan sikap kyo yang tidak bertanggung jawab dengan nama besar keluarganya. Ia lalu memberikan resolusi untuk Kyonosuke. “karena kau terus tak punya kepedulian lagi, maka aku akan mengatakan apa yang ada dipikiranku. Kau tau resolusi kan”

“resolusi?”
“aku tak akan pernah membiarkan kau bermain di panggung kabuki lagi. “
Kyo, bibi shizu dan Yozu yang melihat dari pintu terkejut mendengar perkataan pak kawamura.

“kabuki membawa sejarah 400 tahun sebagai bagian dari itu, aku punya tanggung jawab untuk mewariskan tradisi itu . daripada memberikannya pada seorang anak  yang tak punya motivasi, seorang yang bertindak lebih serius  demi kabuki seperti anak angkat, akan lebih baik.”

Kyo terkejut ayahnya mengatakan akan mewariskan kabuki pada anak angkatnya. “apa kau serius dengan perkataanmu?”
“tentu saja”

Kyo terlihat depresi mendengar ayahnya mengatakan itu. ia mengepalkan tangannya kuat kuat “dari aku kecil selalu seperti ini.. perasaanku kau tak pernah mengertinya. Walau bagaimanapun aku mencoba, kau hanya mengatakan agar aku fokus.  Apa kau tau dengan perasaan bagaimana aku melakukan ini ? apa kau benar-benar mau orang manapun bisa menjadi penerusmu? Pada akhirnya, apa yang penting buatmu adalah.. hanya kabuki” kyo mengungkapkan kekecewaannya pada pak kawamura yang terus memperhatikan kyo itu.

“baiklah aku berhenti..  jadi anak elit dengan sebuah tradisi.. aku sudah muak dengan itu.!” teriak kyo dan berlari meninggalkan ruangan pak kawamura.
Yozu mau mengejar kyo tapi segera dicegah pak kawamura. 

 

Kyonosuke terus melangkah meninggalkan rumahnya. Ia berjalan sambil merenungkan semuanya. Ia teringat ucapan ayame “kawamura-kun akan menjadi seseorang yang akan memimpin dunia kabuki.

Langkah kyo terhenti. Ia teringat ayame dan ia lalu peri ke toko tempat ayame bekerja. Ia melihat ke toko itu mencari-cari ayame. Tapi gadis itu taka da disana. “jeeezz apa yang ku lakukan disini!” gerutunya pada dirinya sendiri

Kyonosuke berbalik dan meninggalkan toko tempat ayame bekerja.
“kawamura-kun” kyo terkejut mendengar suara ayame memanggilnya. Ayame datan mendekati kyo yang memperhatikannya “ada apa?” Tanya ayame. Ia Tanya kenapa kyo ada ditokonya apakah mencari dia. Kyo tak menjawab ia malah lansung pergi meninggalkan ayamae.

Ayame mengejar kyo dan menarik tangan kyo agar berhenti.
“hey tunggu.. mengapa kau melarikan diri? Kau juga terllihat aneh disekolah. Apa ada yan terjadi?”

“tidak ada apa-apa” sahut kyo tanpa menoleh pada ayame
“apa aku telah menyakiti hatimu? Jika benar..”

“sudah kubilang tak apa-apa!” seru kyo dan membalikkan badannya menatap ayame. 

“lalu ada apa denganmu?” ayame terus menanyakan keadaan kyo yang sebenarnya. “saat aku pikir kau jadi baik tiba-tiba kau cemberut. Aku tak mengerti semua ini, bersikap seperti itu padahal kau akan tampil di pementasan. Karena kau anak elit dari keluarga terkenal, menurutku kau harusnya bisa bersikap lebih sopan!”

Kyo teringat perkataan ayahnya yan g akan mewariskan nama keluarganya ke orang lain dan pertengkarannya dengan ichiya.
“jeeezzz anak ini dan anak itu… “gerutu kyo berbalik menatap ayame. “pada akhirnya aku bukan anak elit yang baik.” Lalu ia pergi.


 Kyonosuke tak pulang ke rumahnya tapi ia tidur diwarnet. Ia teringat penampilannya diatas panggung kabuki dan tepuk tangan penontonnya.
Bibi cemas karena kyo tak pulang dan juga tak berangkat latihan membuat pelatih dan pemain lain jadi kesal

Esok harinya kyo juga blom pulang dan bibi bertanya pada pak kawamura lagi apa mau mencari kyo. Pak kawamura menjawab kyo sudah besar. Pak kawamura lalu pergi.

Ichiya menghubungi ayame karena tak bisa menemui ayame selama ini karena kesibukan. Ayame berkata ia memahami ichiya yang sedang berlatih untuk tampil di drama barunya itu Ichiya menjawab klo latihan dibatalkan gara-gara kyonosuke tidak datang latihan.
Ayame jadi menguatirkan kyo dan sikap aneh kyo saat mereka bertemu waktu itu




Kyo pergi ke sebuah kuil. Ini adalah tempat favorit sejak ia masih kecil . saat sedang melamun disana, kanjiraou-niisan datang menemuinya. Kanjirou bertanya apa kyo senang bermain kabuki? Sejak kyo kecil kanjirou melihat penampilan kyo saat itu yang membuat orang lain jadi bahagia. Untuk itu ia ingin kyo agar tampil lagi di dunia kabuki bukan hanya untuk ayahnya tapi untuk para penonton yang ingin melihat kabuki. 

Kyo akhirnya membuka mulutnya dan mengatakan klo ia tak ingin berhenti bermain kabuki, ia sangat bahagia saat bermain kabuki dan betapa inginnya dia tetap berada di panggung kabuki.
Kanjirou memberi semangat pada kyo untuk tetap  didunia kabuki lagi. Kyo mengerti dan segera pergi untuk memberi tahu ayahnya akan keputusannya.


Setelah kyo pergi pak kawamura keluar dari tempat persembunyiannya dan mendekati kanjirou-niisan. Ia meminta maaf pada kanjirou karena sudah merepotkannya dengan meminta kanjirou menasehati kyo. Keduanya ternyata hapal dengan tingkah kyo yang selalu pergi ke tempat itu. 


Pak kawamura pulang dan mendapati kyo duduk bersimpuh menghadap pintu. Begitu melihat ayahnya datang kyo langsung bersujud didepan ayahnya. 

Kyo meminta ayahnya memberinya kesempatan lagi untuk dapat bermain kabuki. Ia mencintai dunia kabuki dan ingin tampil di panggung kabuki lagi. Ia berjanji suatu hari nanti ia akan melebihi ayahnya.

Pak Kawamura dengan sikap dinginnya menyetujui permintaan kyo sebagai kesempatan terakhir buat kyo. Ia lalu meninggalkan kyo diruang itu. ia bertemu bibi didepan pintu .
 

Bibi memberitahu klo ada teman kyo yang menghubunginya. Teman itu berkata klo ia menunggu sampai kyo datang. Kyo menebak itu pasti ichiya yang menunggunya untuk latihan.

Kyo segera berlari keluar rumah untuk sgera ke tempat latihan. Didepan rumahnya ia bertemu dengan ayame yang juga berlari-lari ke rumah kyo. 

“ahh kawamura –kun” sapa ayame terengah-engah karena habis berlari.
“chiba? Apa yang kau lakukan disini?” 

“aku dengar kau tak latihan, dan aku juga kuatir atas kejadian kemarin (ditoko ayame)”
“oh aku juga minta maaf atas yang terjadi kemarin. Smua baik-baik saja”
“benarkah?” Tanya ayame kuatir

“iya.. hm aku akan pergi latihan sekarang ini”
“oh begitu.. syukurlah.. sekarang pergilah” sahut ayame senang.

“ya sampai jumpa lagi” sahut kyo tersenyum dan berlari meninggalkan ayame tapi beberapa langkah ia berhenti dan berbalik. 

 
“kau tau.. aku tak akan melarikan diri lagi” ucap kyo dengan serius. Ayame menatap wajah kyo yang penuh semangat itu dengan terbengong.

“oke..  semangat kawamura kyonosuke!” seru ayame

“terima kasih..” sahut kyo tersenyum. “ayame…………….”
“heihh?”
“bolehkah aku memanggilmu begitu?” Tanya kyo
“hum.. iya..” sahut ayame tersenyum. Kyonosuke tersenyum senang dan berlari untuk pergi latihan. 

Kyonosuke meninggalkan ayame yang merasakan sesuatu didadanya…… apakah itu permulaan getaran c.i.n.t.a ???
 

Kyonosuke sampai ketempat latihan dan melihat ichiya sedang berlatih. Ia mendekati ichiya dan berkata klo ia tak mau kalah dari Ichiya.
Ichiya juga menjawab klo ia memang sudah menunggu kyonosuke.