Kamis, 30 Januari 2014

Sinopsis : Shitsuren Chocolatier - Ep. 2 Part 2




Sudah sebulan Saeko san tak mengunjungi toko coklat La Vie. Olivier berkomentar Sota terlihat muram dan tak bersemangat dengan pekerjaannya sejak Saeko tak datang. Kaoruko menghibur sota dan berkata klo Saeko nanti pasti datang ke sana lagi dengan ajah seperti tak ada yang terjadi. Juga mungkin alasan Saeko mengajak Sota bertemu temannya adalah agar bisa melihat perasaan Sota yang sebenarnya.

Sota membantahnya. Itu dilakukan jika pada orang yang dia sukai tapi dalam kasusnya ini Saeko tak punya perasaan padanya sama sekali.
Kaoruko jadi kesal kenapa Sota yang sudah tau Saeko tak mau menerima cintanya, masih saja ia mengejar Saeko.

Sota tersinggung ia berkata klo seandainya ia tertarik pada orang lain itu justru akan lebih baik.  Tapi kenyataannya tak ada orang seperti itu diseklilingnya. Sota pergi meninggalkan dapur dengan kesal.


 
Malam harinya Sota sampai malam masih berkutat di dapur untuk membuat coklat. Olivier bertanya apa yang sedang dibuatnya. Sota menjawab klo ia sedang membuat produk coklat baru karena ia merasa customer mereka agak berkurang. Dan ada alasan lainnya yaitu ia sangat kangen pada Saeko. Ia ingin bertemu Saeko. Ia yakin jika ia mengeluarkan produk baru maka Saeko akan datang berkunjung lagi kesana. Olivier menatap sahabatnya dengan kasihan.
 


Olivier pulang ke rumah lebih dulu meninggalkan Sota yang sedng berekperimen. Ia melihat Matsuri yang berjalan ke lemari es. Melihat Olivier datang Matsuri menawarinya es krim strawberry.

Mereka lalu duduk disofa depan televisi.
“matsuri-chan sangat baik ya” puji Olivier pada adik Sota itu.
Matsuri tertawa-tawa. “hahha.. itu berlebihan..”

“tidak.. itu yang sebenarnya..” sahut Olivier
“eihhh?”

“kau imut dan ceria, kau benar-benar gadis yang baik” puji Olivier lagi.
“itu tak benar.. “

“kau tak perlu terlalu merendahkan diri. Itu kebiasaan buruk orang jepang” kata Olivier
“tidak.. tidak.. aku memang bukan gadis yang baik.”

“lalu apa keburukan yang pernah kau lakukan?”Tanya Olivier.
“hmmm.. ini rahasia ya..” ucap matsuri tertunduk menatap es krimnya.
“iya..” sahut Olivier.

“aku berkencan dengan pacar temanku.” Sahut Matsuri. Olivier terkejut, menatap Matsuri tak percaya.
Matsuri melirik Olivier yang tiba-tiba terdiam didepannya dan tersenyum “lihatkan.. aku bukan gadis yang baik sama sekali kan?”
Olivier sepertinya tak percaya gadis yang menurutnya imut dan ceria itu bisa berbuat seperti itu.
 



Sota mencoba coklat yang sudah dibuatnya tapi saat ia mencicipinya, ia kecewa karena rasa coklatnya masih sama dengan sebelumnya. Sota lalu membuang coklat-coklat itu… (ohh jangannnnnnn.. kasih aku sajaa…!! haha)



Pagi harinya ia sudah menyiapkan beberapa coklat dengan caramel untuk dicoba Olivier dan Kaoruko. Ia menunggu dan meminta keduanya memberi kan pendapat jujur tentang coklat barunya itu.

Setelah mencicipi coklat itu Olivier dan kaoruko saling melirik. Sota melihat lirikan keduanya itu dan meminta mereka jujur pada dia. Kaoruko berkata jujur klo coklat baru itu tak ada bedanya dengan coklat yang sudah ada.

Olivier berpendapat klo Sota sekarang agak berbeda dengan sota yang dulu yang bisa menciptakan ide-ide baru dalam coklat.  Sota kecewa ia tak bisa menemukan ide baru lagi. Pikirannya terasa penuh dan ia tak bisa berpikir lagi.

Olivier bertanya apa itu karena Saeko tak datang. Sota menjawab jujur “iya” ia merasa Saeko adalah inspirasinya untuk membuat coklat.
 


Seorang pemuda ganteng datang ke toko mereka. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Sekiya dari Ricdor. Ia memberikan undangan perayaan ulangtahun dari Rikudou (pemilik Ricdor) kepada toko la vie yang bergerak dibidang yang sama dengan Ricdor. .


Sota, Olivier, Kaoruko dan matsuri duduk diruang santai keluarga Sota. Matsuri heran mereka mendapatkan undangan itu karena mereka tak kenal dengan Rikudou.

Kaoruko menyuruh Sota pergi saja. Mumpung sota pikirannya sedang kacau taka da ide, siapa tau setelah bertemu rivalnya maka ia akan “memanas” untuk menemukan ide baru.
Olivier mengusulkan mereka ppergi bersama-sama.

Kaoruko menolak untuk datang karena ia tak terbiasa berpesta. Oliver memaksanya untu datang.

Olivier bertanya pada Matsuri apa akan ikut juga. Matsuri menolaknya karena ia ada rencana dimalam itu. Olivier penasaran rencana matsuri. Ia malah membayangkan matsuri  di sebuah kamar dengan seorang pria dan bermesraan disana.





Ditempat lain Saeko melihat pesan diHPnya tapi ia kecewa saat tak ada pesan satupun untuknya.  Ia pergi bersama temannya ke sebuah toko kue. Temannya itu berkata klo ada teman mereka yang pergi ke toko coklat La Vie dan suka dengan coklat buatan sota itu. Wajah Saeko langsung ceria, ia bilang klo coklat disana sangat berbeda dengan coklat ditempat lain. Temannya bertanya apa Saeko akan membeli coklat yang mereka kunjungi ini? Saeko menjawab tidak. Tapi saeko bergumam lirik “aku tak bisa berselingkuh

Mungkin maksud Saeko adalah ia tak mau berselingkuh dari coklat  buatan Sota dengan coklat dari toko lain… mungkin.. tapi waktu itu dia pernah membeli coklat Ricdor juga siy.. tau ahhh.. hehhehe
 


Pesta ulang tahun Ricdor.
Tamu sudah memenuhi ruangan pesta. Merea bersulang dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Ricdor.

Sota datang bersama Olivier dan Kaoruko. Penampilan ketiganya sangat rapi. Olivier dan Sota memakai jas resmi. Kaoruko memakai gaun dan rambutnya yang terbiasa diikat sekarang diurai, kaoruko terlihat sangat cantik.

Rikudou yang mengenali Sota cs segera menyambut mereka dengan teramat sangat ramah! Seperti sok sudah kenal lama didepan tamu-tamunya. Ia langsung mendekati sota dan memeluknya. Sota speakless, bengong melihat ulah rivalnya itu.

Rikudou melihat karangan bunga yang ditangan Sota dan segera mengambilnya.  Ia berkata klo ia senang Sota pernah berkunjung ke tokonya waktu itu.

oh ya sepertinya kemarin aku lupa nulis deh.. kejadian waktu mentalnya jatuh gara-gara Saeko bilang klo ia antri 7 jam buat beli coklat di Ricdor, sota langsung penasaran pergi kesana untuk merasakan coklat Ricdor. Dan saat itu Sota muntah diwastafel karena mentalnya tambah down setelah merasakan coklat Ricdor dan perkataan Saeko yang memuji Ricdor itu.

back to the party.
Rikudou bilang pada Sota klo ia marah pada pelayan yang melayani Sota-kun waktu itu dan tak memangil dirinya padahal pelayannya tau klo ia tertarik pada Sota-kun. Sota agak heran Rikudou terus memanggilnya Sota-kun 

(kun = biasanya untuk memanggil orang yang lebih muda atau juniornya, atau dipakai saat cewek memanggil seseorang yang ada ikatan emosi dengannya (pacar))

Sota masih heran dengan sikap Rikudou padanya. Rikudou tingkahnya kayak gay gitu.. hehheeh..
 

 
Seorang gadis cantik datang dan langsung memeluk rikudou dan menciumnya didepan tamu-tamu yang datang. Sota tambah heran melihat keduanya ini. Gadis cantik itu lalu menoleh pada Sota cs. Ia memperkenalkan dirinya dengan ramah. Ia adalah kato Erena, seorang model.

 
Kaoruko yang memang tak suka pesta jadi duduk sendirian. Olivier datang dan memberinya champagne.  Kaoruko bilang pada Olivier klo ia merasa tak cocok ada ditempat seperti itu. Olivier membantah perkataan Kaoruko. Ia minta ijin pergi mengambil makanan untuk mereka berdua. Tapi saat sedang mengambil makanan Olivier bertemu dengan teman lainnya membuat kaoruko jadi tambah merasa sendirian. 

Kaoruko melihat sekelilingnya untuk menemukan Sota sedang bersama Erena.  ia kecewa dan pergi meninggalkan hingar bingar acara itu.
 


Sementara itu Sota duduk bersebelahan dengan erena sang model. Mereka berdua sudah sanat akrab.
Erena bertanya apa Sota “apa kau sudah punya pacar?”
“blom..”

“apa kau terlalu sibuk untuk punya hubungan?” Tanya erena
“aku sebenarnya punya seseorang yang aku cintai selama 12 tahun.”
“12 tahun???!” seru erena terkejut.

“aku juga terkejut untuk menyebutkannya.. 12 tahun?”
“aku jug..” sahut erena tersenyum
“heihh?”

“aku juga punya cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi ya memang baru akan 1 tahun saja.”
“tapi jika itu Erena-san..”
“panggil saja Erena.. “

“ya.. jika orang itu adalah Erena, bukankah pria akan langsung jatuh cinta?”
“tapi jika itu tak terjadi.. bagaimana menurutmu?” Tanya Erena bernada manja pada Sota. Ia lalu meraih tangan sota sambil berdiri. “lalu.. antara aku dan gadis itu (saeko) mana yang memberikan efek (efek saat Erena menyentuh tangan Sota)  padamu ?” ucap erena  merayu Sota.

Sota kebingungan menyikapi Erena. “erena lebih stylish dan cantik.. tapi.. pada orang yang kau cintai, kau punya perasaan yang lebih mendalam. “ ucap Sota membayangkan Saeko yang sedang mandi coklat itu sambil terus senyum-senyum.

“ya..ya.. aku mengerti..  pria tak benar-benar menyukaiku… aku tak punya daya tarik“
“itu tak benar..  kau tau.. jika seorang pria bersama dengan seseorang yang terlalu cantik mereka jadi gugup..”

“tapi aku bukan orang yang terkenal..” ucap Erena. Ia lalu berkata ia tak peduli jika pria tak tertarik padanya karena pekerjaannya adalah menarik wanita(untuk membeli produk yang diiklankannya).
 



Kaoruko melangkah keluar ruangan. Ia melihat sekiya orang yang mengantar undangan ulang tahun Ricdor ada didepan untuk menyambut tamu. Sekiya bertanya apa kaoruko akan pulang? Kaoruko menjawab klo ia sudah merasa cukup didalam pesta. Sekiya meminta maaf jika sikap Rikudou mengecewakannya. Kaoruko membantah klo ia pulang bukan karena Rikudaou, dan acaranya sebenarnya juga menyenangkan. Kaoruko lalu melanjutkan melangkah keluar ruangan.

Sekiya memanggilnya lagi dan memuji rambut kaoruko yang diurai it.u. ia memuji kaoruko terlihat berbeda dan cantik dengan penampilan seperti itu. Kaoruko terkejut Sekiya yang baru dikenalnya begitu perhatian padanya. Ia tersentuh pada Sekiya.

Dijalan ia terus menyentuh rambutnya. Ia jadi teringat Sota yang tak mengomentari gaya rambutnya yang ia urai itu.

 
 
Sota berbagi taxi dengan Erena saat pulang pesta.
Sota memberitahu erena klo wanita yang disukainya sudah menikah. Erena merasa sota lebih beruntung darinya karena meski wanita yang dicintai Sota sudah menikah tapi keduanya masih bisa saling bertemu, telpon atau mengirimkan pesan satu sama lain.

Sementara ia sendiri, ia tak punya kesempatan itu. Pria yang disukainya adalah drummer sebuah band. Mereka bertemu saat ia menjadi bintang video klip band pria itu. mereka juga baru berbicara 2 x saja. Sekarangpun erena tak tau dimana pria itu. Erena bilang klo pria yang dicintainya itu berwajah standard alias ttidak ganteng sama sekali. Tapi ia jatuh cinta pada pemuda itu. ia tak tau darimana ia bisa jatuh cinta.

Sota memberitahu Erena klo ia juga cinta pada pandangan pertama. Erena berharap jika cinta yang mudah timbul seperti itu harusnya juga mudah dilupakan.. tapi kenyataannya.. tidak…

Erena menyandarkan kepalanya dibahu Sota dan Sota menyentuh tangan erena lembut. Erena berkata ia merasa hangat..


Saeko dirumahnya terlihat sangat gelisah. Ia terus membuka Hpnya untuk melihat apa ada pesan untuknya. Didepannya tergeletak coklat La Vie yang sudah habis dan menyisakan kotaknya saja.


Sampai didepan rumahnya, Erena mengajak Sota untuk masuk untuk minum teh. Sota tak menolak dan mengikuti erena masuk kedalam.

Setelah membuatkan the untuk Sota, Erena segera melepas pakaiannya diruangan yang sama tempat Sota berada dan hanya dibatasi pembatas ruangan lipatan itu.
“aku sudah pernah ke choco La Vie” ucap Erena sambil melepas pakaiannya.
“benarkah?” Tanya Sota senang

“iya. Sangat enak dan dekorasinya juga indah.. ada  hiasan lampunya sangat indah” puji Erena
“ohh lampu itu adalah hadiah dari staff ayahku. Ia biasa memakainya di tokonya sendiri tapi dia sudah tak memakainya lagi.” Sota terus berbicara.

“sota kun..” pangil Erena sambil berjalan mendekati sota.
“ya..?” Sota berbalik kea rah Erena yang memakai baju dalaman seksi.
“mau melakukannya?” Tanya erena

“hmm?”
“sex?” jawab Erena santai. Sota  terkejut sampai menyemburkan  tehh yang sedang diminumnya dan tersedak.

“kau tak mau?” Tanya erena
“tidak.. bukan itu tujuanku datang ke rumahmu.. kitakan teman” sahut Sota menjelaskan. Ia takut Erena salah mengerti tujuannya ke rumah Erena.

“benarkah begitu” tawa Erena mendekati dota.“kitakan teman diclub cinta sepihak"
“iya benar.. aku punya orang yang aku cintai juga.. dan erena juga punya orang yang kau cintai.. jadi..”
 


Erena menatap Sota dengan sayu “tapi aku tak tau kapan aku bisa bertemu dengan orang itu lagi. Meski aku bertemu dengannya aku tak tau apa dia akan menyukaiku. Itu seeprtinya hal yang tak mungkin seumur hidupku. Tapi aku juga tak mampu melupakannya. Apa itu aku berarti harus selalu memikirkan orang itu dan tak pernah bisa bersama dengan orang lain? Apa aku tak akan pernah bisa berhubungan dengan orang lain? Dan harus hidup seorang diri?”

Sota terdiam menatap Erena yang memang punya pengalaman yang sama dengannya

“bagaimana dengan Sota-kun? Apa yang sudah kau lakukan sampai sekarang? Apa kau sudah pernah “melakukannya” dengan orang lain?” Tanya erena.

“bukan begitu.. untukku… hmm.. kau tau aku kan pria….” Jawab Sota malu-malu.
Erena langsung merangkul lengan Sota. “klo begitu berarti tak masalahkan?” ajak Erena lagi sambil menyadarkan kepalanya dibahu Sota.

Sota mundur dan membuat Erena duduk tegak lagi. “eihh tapi erena kita kan teman..”
“jika kita melakukannya apa kau akan jatuh cinta padaku? Apa hatimu akan berubah?” Tanya erena

“hmm.. mung-ki.n.. ti..dak…  maaf” sahut Sota.

“aku jua tidak akan” erena tertawa. “orang yang aku cintai juga tak akan berubah.. jadi itu tak akan masalah. Aku tak akan melakukannya dengan seseorang yang akan salah mengerti tentang hal itu.” bujuk erena.
Sota hanya diam dan meminum tehnya.
 
Erena berkata klo saat ditaxi ia merasa mengerti perasaan sota. Cinta satu pihak memang membuat orang jadi kesepian.  Meski sudah punya teman dan pekerjaan berjalan lancar tapi saat memikirkan hal itu, maka akan merasa kesepian . ia punya perasaan seperti Sota tapi saat mereka saling sharing ia merasa tak begitu kesepian. Ia tak akan mengatakan itu pada siapapun, dan hanya pada Sota saja.

Sota mengerti perasaan Erena tapi saat ini ia sudah tak bertemu saeko lama dan muncul hal seperti ini. ia merasa Tuhan sedang mengujinya.
Erena yang melihat Sota kukuh pada pendiriannya lalu berkata klo ia tak akan melanjutkan ajakanya tadi. Ia meminta maaf sudah mengajukan ide itu. ia berjanji tak akan mengatakan hal seperti itu lagi.



Sota menemui Saeko, dengan bangga ia berkata pada Saeko klo barusan ia menolak ajakan seorang model kepadnya. Saeko tersenyum namun wajahnya berubah dingin dan berkata siapa yang mauu memberi pujian untuk hal yang seperti begitu saja. Ia bertanya apa Sota memintanya untuk memuji sota? Lalu memangnya mereka berdua ada hubungan apa? Ia tak merasakan ada apa-apa diantara mereka. Saeko menyebut sota seorang pemuda yang membosankan dan menjijikkan. Sota tak pernah berubah sama sekali!

Sota terkejut dengan itu semua. Saat Saeko meninggalkannya ia tertunduk lemas. Tiba-tiba ia terbangun dari tidurnya dirumah Erena.

Sota ingin suatu hari nanti saat saeko menemuinya, ia seorang yang sudah berubah.. ia ingin berubah jadi “bad sota”

Sota melihat Erena yang sedang menonton sebuah film. Erena akhirnya menyadari Sota sudah terbangun.

“mau melakukannya.?” Ajak Sota. Erena terkejut Sota berubah pikiran. “mau melakukannya Erena?” ajak Sota sekali lagi.

“eihhh mengapa kau berubah pikiran? Apa setelah kau bersamaku sekarang kau bisa melihatku sebagai wanita yang baik?” Tanya Erena

“tidak..” ucap Sota mendekati Erena “dari awal aku sudah tau Erena wanita yang baik. “
Mereka saling menatap begitu dekat. Erena melingkarkan lengannya dibahu Sota dan menatap mata Sota “kau tak boleh jatuh cinta padaku” ucap erena.

“kau juga tak boleh jatuh cinta padaku” ucap sota. Mereka lalu berciuman, bertambah intens dan…  yah begitulah.. mereka akhirnya “melakukannya” hihihih.. gak usah detail pasti sudah pada tau sendiri. :P




 
Sota terbangun ditempat tidur erena. Ia mendengar ada pesan masuk di HPnya saat dibuka ternyata dari Saeko. Erena terbangun dan begitu melihat wajah Sota ia tau pesan darimana yang sedang dibaca Sota.

Dipesan yang diterimanya, Saeko bercerita klo ada temannya yang datang ke toko coklat sota. Temannya itu sangat menyukai coklat  buatan Sota tersebut. Saat temannya memuji sota, saeko merasa sangat bahagia juga.

Sota bergumam kenapa wanita selalu mengirim pesan yang susah untuk dijawab.  Erena menjawab biasanya karena wanita hanya ingin berbicara saja maka membahas hal-hal yang tak penting asal bisa bicara dengan orang tersebut. Sota membantah tak mungkin Saeko memiliki perasaan seperti itu.

Mereka melanjutkan pembicaraan mereka di bath tub saat mereka mandi bersama. Sota melihat hiasan kuku ditangan Erena dan sota menyukainya.
 



Kaoruko terkejut saat sota masuk ke toko coklat dengan pakaian yang kemarin dipakai. Ia bertanya pada sota dengan marah apa semalam sota menginap dirumah erena? Sota menjawab seenaknya. Ia berkata akan sangat aneh jika ia justru menginap di rumah gadis lain mengingat semalam ia hanya berbicara dengan Erena.

Kaoruko kesal pada Sota dan sota juga jadi marah pada Kaoruko karena apa yang dilakukannya adalah haknya dia sebagai lelaki dewasa.

Olivier masuk ke toko la vie dan merasakan suasana permusuhan diantara keduanya. Ia menatap bolak –balik pada kaoruko dan Sota.



Saat di dapur Olivier menasehati Sota agar ia tak perlu mengatakan hal yang terlau pribadi pada Kaoruko. Lebih baik ia berbohong untuk kebaikkan lingkungan kerja.
 
Sota menuruti nasehat Olivier ia memberitahu Kaoruko klo ia semalam dirumah Erena hanya minum teh, berbicara dan ia tertidur. Kaoruko terlihat agak lega mendengar pengakuan Sota.

Olivier bertanya pada Sota apa kaoruko percaya dengan kebohongannya itu?  Sota menjawab 50-50 saja.

Sota membuat coklat caramel dan dibagian atasnya ada hiasan manik-manik yang bisa dimakan. Ia berkata pada Olivier klo ia mendapatkan ide coklat itu saat melihat kuku tangan Erena. Sota ingin membuat saeko datang dan merasakan coklat yang dibuatnya dari inspirasi wanita lain. Olivier merasakan coklat baru itu berbeda dengan coklat-coklat sebelumnya dan  Itu pertama kalinya Sato membuat coklat karena inspirasi dari wanita lain.
 

 
Saeko sangat sedih dirumahnya. ia menerima sms dari Sota yang memberitahunya klo tokonya membuat coklat baru dan meminta Saeko untuk merasakannya.  Wajah Saeko  langsung berubah bahagia begitu membacanya.

“saeko-san aku ingin bertemu denganmu… aku tak peduli jika kau tak mencintaiku. Aku masih ingin bertemu denganmu sampai tak tertahankan.  Tapi tak ada yang bisa aku lakukan selain memancingmu dengan coklat-coklat… karena aku seorang chocolatier.”
 


Catatan : Episode 3 membuatku jealous.. Olivier mulai jatuh cinta juga...terus apa yang terjadi saat Saeko bertemu Erena?


Minggu, 26 Januari 2014

Sinopsis : Shitsuren Chocolatier - Ep. 2 Part 1



 
** : hehe, sebelumnya gomen niy, episode pertama aku baru ngeh klo aku salah ketik nama Sota jadi Sato..  wkkwkwk... #silly me... gomen ne.. >(^_^)<

Sota pergi ke sebuah katedral dan berdoa. Ia melihat ruangan jadi gemerlapan dan sosok malaikat turun. Sota mengamati malaikat itu, ia terkejut melihat wajah malaikat itu mirip Olivier.  


Malaikat itu bertanya apa yang diinginkan Sota? Apakah Golden Saeko? Silver Saeko atau Coklat Saeko?. Imajinasi  nakal  Sota berkelebat,  terbayangan Saeko sedang berendam coklat di bath tub. Saeko terlihat sangat seksi.

 
Sota berkata klo ia ingin Saeko yang normal saja. Saeko yang membuatnya berharap. Saeko yang menyuruhnya membuat kue pernikahan tanpa memperhitungkan perasaannya. Ia ingin Saeko yang normal itu.. saeko yang entahh terlalu polos atau terlalu sadis.. yang tak mengerti perasaannya sedikitpun. 

Malaikat Olivier berkata klo itu jawaban penuh dosa. Tiba-tiba malaikat Olivier putih berubah jadi malaikat hitam. 

Malaikat Olivier hitam itu berkata  “jika Sota menginginkan normal Saeko, maka Sota harus mengerti… Sota harus menjadi… menjadi……”
malaikat Olivier hitam itu lalu menghilang meninggalkan Sota yang tak mengerti maksud malaikat olivier hitam itu.
Sota terbangun dari tidurnya setelah malaikat oliver hitam itu menghilang. 


Toko coklat “Choco La-Vie” akhirnya dibuka.  Sota sangat bahagia karena tokonya sudah bisa dibuka dan juga karena ia merasa sedang jatuh cinta sekali lagi pada Saeko.
Sota teringat Saeko yang berjanji akan jadi customer yang pertama akan datang ke tokonya. Tapi sampai customer sudah mulai banyak berdatangan untuk membeli coklatnya, Saeko belum muncul juga.  

Sota menatap pintu keluar toko. Ia melihat Saeko datang membawa karangan bunga dan tersenyum padanya. Sota berlari memeluk Saeko, mereka lalu berciuman. Semua yang ada ditoko itu memberikan tepuk tangan yang meriah dan ucapan selamat pada keduanya.  Tapi ternyata itu hanya imajinasinya Sota lagi!



Dunia nyatanya, Saeko mendekati Sota dan memberikan rangkaian bunga padanya. Saeko minta maaf ia tak bisa datang lebih awal ke pembukaan toko Sota karena ada masalah dengan mesin cuci dirumahnya. Jadi ia harus menunggu tukang servis datang lebih dulu.

Sota membayangkan Saeko sebagai ibu rumah tangga yang baik. Diimajinasinya Saeko menyiapkan air dibath tub untuknya dan mengajaknya mandi berdua… (tukang khayal .. :P)

“aku sangat sedih tak bisa jadi customer pertama yang datang kesini..” ucap Saeko
“tak apaa-apa. Akan sangat menyenangkan jika kau jadi customer pertama tapi lebih dari itu… “Sota tertunduk malu. “lebih dari itu aku ingin kau menjadi tamu seterusnya dalam hidupku.”  Ucap Sota tersenyum malu-malu tapi saat menengadahkan wajahnya ternyata Saeko sudah ada jauh darinya.

Saeko Nampak sedang mengagumi coklat-coklat yang ada dietalase tokonya.  
“kawaiii.. !!” teriak Saeko terkagum melihat coklat-coklat itu. “ apa ini? hey bolehkan aku bawa tempat tidurku kesini?”

“eih?” Sota terkejut tapi tersenyum senang
“mengapa kau mau melakukan itu?” Tanya Kaoruko sinis.
“aku ingin tinggal disini. Aku akan tidur dan terbangun disini setiap hari!” seru Saeko bersemangat. 

Kaoruko mendekati Saeko dan langsung menampar pipi Saeko kanan kiri berkali-kali.  Itu juga imajinasi Kaoruko saja. Kenyataannya Kaoruko hanya bisa mengepalkan tangannya.


Saeko membeli 20 box coklat bonbon untuk dibawa pulang. Setelah Saeko pulang, Sota menulis dicatatannya tentang tanggal Saeko berkunjung ke tokonya, apa saja yang ia pesan, dan cuaca saat itu. Kaoruko mengomentari Sota dengan berkata klo itu hal yang menjijikkan. 
 


Malam harinya saat Sota tidur, ia bermimpi tentang malaikat Olivier hitam itu. Ia akhirnya menyadari maksud ucapan malaikat hitam itu.   “Sota harus menjadi… menjadi… (black Sota!)”


Pagi hari ditoko Sota. Saeko datang berkunjung untuk membeli coklat lagi. Saeko melihat Sota yang sedang sibuk menulis, ia segera menyapa Sota.

“hai..” sapa Saeko.
Sota menengadah “selamat datang” ucap Sota melihat Saeko lalu ia menunduk dan menulis lagi.  Saeko terkejut melihat ekpresi dingin Sota terhadapnya. Ia biasanya melihat Sota yang ramah padanya dan terlihat senang saat bertemu dengannya. Tapi baru kali ini ia melihat Sota yang sepertinya tak peduli padanya.

Kaeruko datang dan bertanya apa yang akan dibeli Saeko. Setelah Saeko menyebutkan pesanannya, Kaeruko meminta Saeko duduk dulu untuk menunggu pesanannya.
Saat berjalan ke kursi tunggu ditoko itu, Saeko terus melirik Sota yang masih sibuk menulis tak memperhatikannya. Saeko  membawa payung  karena cuaca mendung. Ia mengantungnya di kursi yang didudukinya.  



Sota terlihat sudah menyelesaikan tulisannya. Sota memperhatikan sekitarnya dan pandangan matanya bertemu dengan pandangan mata Saeko yang sedang memperhatikan. Saeko tersenyum pada Sota dan bangkit dari kursinya untuk mendekati Sota.

Saeko menghentikan langkahnya saat 2 orang customer mendekati Sota dan mengajak Sota berfoto bersama mereka.  Setelah kedua customer itu peri, pandangan mata mereka bertemu lagi. Saeko tersenyum “sota-kun..” panggil Saeko mendekati Sota.

Tiba-tiba telpon toko berbunyi. Sota buru-buru mengangkat telponnya. Saeko terlihat sangat sedih menatap Sota yang memilih mengangkat telpon.  Kaoruko datang dan memberikan pesanannya. Saeko menerimanya dan mengambil payunga lalu melangkah pergi setelah melirik ke Sota. 

 
Kaoruko terkejut melihat payung Saeko tertinggal dikursi. Hmmm.. padahal tadi terlihat Saeko mengambil payungnya , sepertinya itu hanya sebuah trik.  Kaoruko mau meminta Sota yang mengejar Saeko untuk memberikan payungnya tapi Sota terlihat masih sibuk telpon.

Kaoruko mengambil payung itu dan berlari mengejar Saeko.
“permisi..”panggil kaeruko memanggil Saeko.

Gadis itu berbalik dan melihat kaoruko datang membawa payungnya. Wajah Saeko terlihat kecea Kaoruko yang mengejarnya untuk menyerahkan payung itu.  Meski Saeko mencoba menyembunyikan kesedihannya dengan senyuman. Tapi bagi kaoruko ia bisa merasa Saeko kecewa ia yang mengantar Payung itu. Saeko sepertinya berharap Sota yang akan memberikannya.

 
Kaoruko masuk ke dalam toko dengan terus memikirkan ekspresi wajah Saeko. Saat ia masuk ke dapur,  Sota langsung menanyakan apa yang dipesan Saeko tadi. Ia mencatat lagi kedalam buku hariannya. Sota memperhatikan kaoruko yang sepertinya sedang banyak pikiran. Ia bertanya apa yang terjadi? 

“ah tidak maaf… Saeko-san tadi kelupaan payungnya. Karena Sota-kun terlihat sibuk maka aku memberikannya padanya. Padahal kau ingin berbicara dengannya kan?” ucap Kaoruko.
“tidak juga..  aku memang harus menunjukkan perasaanku tapi tak baik juga nanti aku akan dipandang rendah “ sahut Sota.

“heihh?” kaeruko tak percaya dengan apa yang didengarnya dari mulut Sota.

“selalu mengejarnya seperti seekor anjing, saeko-san bukan type orang yang tergerak dengan laki-laki seperti itu. dari awal dia selalu seorang gadis yang “makan” semua cook ganteng disekolah dan melarikan diri. Aku harus berubah, meninggikan harga diriku sedikit. Menyiapkan madu manis seperti ini. sehingga ia akan datang atas kemauannya sendiri. Aku harus menyiapkan jebakanku. Bagaimana aku menjelaskannya.. aku harus..  harus jadi bad boy.”

Kaoruko benar-benar heran dengan perubahan sikap Sota itu. ia hanya terus memperhatikan Sota.

“buku ini adalah bagian dari rencana itu. Saeko-san seperti target pengunjung toko, jadi aku berpikir untuk mengunakan data ini sebagai bahan pertimbangan perkembangan product. Saeko-san sangat tajam dalam menilai produk. Meski ini adalah toko mantan pacaranya.. bukan, toko temannya, dia tak akan membeli barang yang tidak disukainya 2 x.  bagian dia yang seperti itu bisa diandalkan.”

 
Sementara itu ditempat lain, di acara pembukaan toko coklat RICDOR, Rikudou Seinosuke pemilik toko coklat sedang menerima wawancara dari sebuah stasiun televise.  Diwawancara itu ia dipuji sebagai pria yang tampan dan disebut sebagai  “pria terhormat”


Matsuri, adik Sota sedang melihat berita itu dari HPnya. Ia bergumam lirik disamping Olivier klo sekarang ada sebutan Pangeran coklat dan pria terhormat. Sota  yang mendengarnya jadi ingin tau apa yang sedang dilihat matsuri. matsuri coba menyembunyikan dari kakaknya apa yang sedang dibacanya tapi Sota tau klo adiknya sedang melihat berita Ricdor itu.



Dari dalam dapur Sota melihat Saeko datang. Saeko yang tau Sota sedang memperhatikannya segera melambaikan tangannya. 

Sota keluar dari dapur coklat untuk bertemu Saeko. Namun sota jadi terkejut bukan kepalang saat melihat Saeko membawa tas belanja dengan nama toko coklat Ricdor di ta situ. 

“itu…”
“benar..! lihat ini box coklat Ricdor limited edition!” ucap Saeko bersemangat dan mengambil kotak dari dalam tas belanjanya. Kotak coklat itu terlihat sangat mewah seperti tas alat makeup.

“aku harus memiliki ini. aku bahkan sampai menunggu antrian dari jam 7 pagi.” Lanjut saeko.
7 pagi hari?! Kau bahkan butuh waktu untuk bis datang kesini siang hari! batin Sota.

 
Saeko terlihat begitu menyukai box coklatnya itu.  ia memeluk dan mengelus  box itu. ia juga memuji interior Ricdor. Ia merasa melupakan kehidupan yang  biasanya saat ia berada disana. Saeko terus memuji Ricdor. Ia memuji pemiliknya yang ganteng. Saeko terus bercerita dengan penuh semangat didepan Sota dan yang lainnya.
 
Saeko berkata Rikudou terlihat sexy saat bertatapan langsung. Ia memuji box, toko dan Rikudou-san sama-sama sangat indah. Apalagi coklatnya, sangat.. sangat terbaik.
Sota shock saeko memuji rivalnya didepannya langsung.  Sota Nampak kecewa dan sedih.

 
Setelah Saeko pulang, Sota jadi mual dan muntah-muntah. Kaoruko bertanya dengan penuh kekuatiran.  Sota berkata klo ada masalah mental yang diakibatkan perkataan Saeko tadi.

Kaoruko melihat box coklat dengan merk Ricdor diatas box itu. Sota menjelaskan pada Kaoruko klo ia sengaja membeli coklat ricdor yang dikatakan Saeko terbaik itu. sebenarnya kaoruko mau memberitahu Sota soal perubahan ekpresi Saeko waktu masalah payung itu. tapi kemudian ia membatalkan untuk memberitahu Sota.

Sota bertanya apa kaeruko pernah merasakan kecemburuan? Kaoruko  berkata klo sekarang sudah sangat terlambat  Sota merasakan cemburu pada Saeko karena dari dulu Saeko sudah punya banyak pacar dan bahkan sekarang sudah punya suami. Sota menjawab ini tentang coklat dan ia tak mau dikalahkan siapapun.
 


Kaoruko bercerita pada Olivier tentanng perasaannya. Ia merasa kasihan pada Sota yang melakukan segala hal untuk Saeko padahal saeko taka da spesialnya sama sekali. Saat melihat perjuangan Sota pada saeko, kaoruko merasa ikut bersedih.

Olivier menjawab klo ia menyukai toko itu karena ia merasa cinta Sota pada Saeko membuat toko itu berharga.  Olivier meminta maaf ia tak bisa mendukung cinta kaoruko san pada Sota. 

Kaoruko terkejut Olivier menanggapi ceritanya tadi seperti itu. kaoruko berkata klo ia memang menyukai Sota tapi hanya sebatas rasa respek saja bukan perasaan romantic atau semacamnya.  Olivier menggoda kaoruko membuat gadis itu salah tingkah.


Olivier masuk ke dalam ruang keluarga rumah keluarga Sota. Ia melihat matsuri sedang menonton wawancara di televise tentang rikudou pemilik Ricdor. Saat ia mendekati matsuri ia melihat airmata menetes dipipi matsuri. Ia terkejut dan mau bertanya tapi sepertinya matsuri tak mau diganggu dan menjelaskan jadi ia segera masuk kedalam kamarnya.

 
Sota menerima pesan dari Saeko yang bertanya padanya apa Sota punya hari libur untuk bisa pergi hang out. Sota senang tapi sekaligus  ia bingung sendiri apa Saeko sedang mengajaknya berkencan atau sedang mengetestnya?.  Sota sibuk mau menulis kalimat jawaban.  Namun Ia ragu lagi karena ia sudah bertekad menjadi Bad Sota.  Sampai pagi hari di dapur coklat sota masih belum menjawab pesan Saeko. Ia masih terus memikirkan maksud ajakan Saeko itu.

 
Kaoruko san heran melihat Sota yang mengiling bahan maju mundur terus menerus. Tiba-tiba sota bertanya pendapat kaoruko tentang dirinya? Karena terkejut dengan pertanyaan itu, barang-barang yang dibawa kaoruko jadi berjatuhanke lantai menimbulkan suara  berisik didapur.

“kaoruko-san, apa pendapatmu tentang pria sepertiku?”
“heihh?”

“apa benar wanita tak bisa melihat pria yang lebih muda sebagai obyek ketertarikan?” Tanya Sota.. (kaoruko beberapa tahun lebih tua dari Sota. Saeko 1 tahun lebih tua dari Sota juga).

Sota merasa meski ia bertambah tua namun Saeko masih terus menganggapnya sebagai junior disekolahnya. Dia tak bisa memandang Sota sebagai pria dewasa.

“itu tak benar..!” seru kaoruko “Sota-kun sangat bertalenta dan keren, jadi wajar jika kau disebut pangeran coklat dan kau tak  berhenti sampai disitu.  Kau punya kepribadian baik dan berton-ton ide bagus, kau pekerja keras. Dan jika itu aku.. sudah pasti aku…” kaoruko tersadar apa kalimat selanjutnya yang akan ia ucapkan. Kaoruko langsung menutup mulutnya.

(junpei.. kyaaaa... kakkoiii..!!! *lsg mimisan  :P)
Kaoruko melihat Sota dan Olivier menatapnya penuh keterkejutan.  Suasana jadi sepi. Sota tersadar dan tersenyum. Ia berterima kasih dengan ucapan kaoruko itu yang membuat dia merasa memang punya karakter seperti yang disebutkan kaoruko tadi. 

“ahh jika ayah mendengar itu, dia pasti salah paham” ucap Sota. “dia selalu berkata klo ia ingin Kaoruko-san sebagai pengantinku.”
Kaoruko jadi salah tingkah “ahh.. tak mungkin seperti itu..” 

“tapi kalian berdua terlihat cocok kok.” Sahut Olivier.
“sudahlah jangan bicara hal bodoh seperti itu” sahut kaoruko malu dan salah tingkah. Ia berlari meninggalkan dapur coklat untuk ke toko. 
 


Semua terkejut saat melihat Saeko datang.. ia memberitahu kaoruko klo ia datang hanya untuk bertemu Sota.

“ada apa?” Tanya sota.
“maaf kau terlihat sangat sibuk. “ ucap saeko.
“tak apa-apa.. apa yang terjadi?” Sota berjalan mendekati Saeko
“aku ingin mengajukan pertanyaan agak aneh tapi..” saeko tertunduk malu untuk meneruskan kalimatnya. 

“ya?”
“sota-kun.. apa kau punya pacar saat ini?” Tanya Saeko menatap sota malu-malu.
Sota terkejut dengan pertanyaa Saeko yang langsung itu. 

“blom” jawab sota setelah agak terdiam beberapa saat.
“benarkah? Syukurlah… ” sahut Saeko ceria. “apakah kau punya waktu?” saeko tertunduk malu lagi.
 Dalam hati sota ia bertanya-tanya apa ajakan saeko ini berarti saeko mengajaknya berkencan?

 
 
 

“seorang temanku memintaku mengenalkannya pada Sotakun.” Lanjut saeko.
Sota shock mengetahui maksud Saeko yang sebenarnya. Ia terkejut dan terluka karena beberapa saat yang lalu ia sempat berharap Saeko punya perasaan padanya.

Saeko tersenyum pada Sota “dia sangat imut. Apa kau mau bertemu dengannya? Bagaimana?”

Sota masih terbengong, belum terlepas dari keterkejutannya. Sahabat-sahabatnya yang juga ada disana mendengar itu semua jadi ikut terkejut medengar maksud kedatangan Saeko. Mereka jadi kasihan pada Sota.

Saeko sepertinya memang buta tak bisa melihat situasi sekelilingnya bahkan tak bisa melihat raut muka kekecewaan sota yang ada didepannya. Ia masih tersenyum menunggu jawaban sota.

“sebenarnya aku..  aku tak punya seseorang yang namanya pacar resmi, tapi… aada seseorang yang aku sukai.. aku punya pasangan yang aku sedang pendekatan. “
Saeko sekarang gantian yang terkejut. Kaoruko mendengarkan kebohongann Sota yang ingin menutupi sakit hatinya.

“jadi jika itu semacam perkenalan….”lanjut Sota.
 


Saeko terlihat sedih dan kecewa. Ia melirik kaoruko. Saeko salah tanggap dikiranya kaoruko orang yang dimaksud Sota. Kaoruko terkejut melihat tatapan Saeko yang menuduhnya itu. kaoruko segera memalingkan wajahnya.

 

Saeko menutupi kesedihannya dengan tersenyum. “eih… oh ternyata begitu.. siapa orang yang kau sukai? Apakah dia.. dia.. ” Tanya saeko tersenyum berpura-pura ikut bahagia.  
“dia seseorang yang kau tak kenal. Itu juga tak masalahkan siapapun orangnya” Sahut sota. 

Saeko heran menatap Sota yang berkata  ketus padanya.

"Dan maaf tapi jika ada customer lain disini, bisakah kau berhenti membicarakan hal pribadi seperti ini? ini kan toko.  Meski terlihat seperti ini, tapi ini tempat bekerja yang professional.” Ucap sota.

“kau benar.. maaf” ucap Saeko lirih tertunduk. Ia sepertinya masih shock dan tak sanggup berkata-kata, seperti mau menangis. “ummm.. baiklah aku pergi.. sampa jumpa lagi”
“iya sampai jumpa lagi” sahut sota dingin.
Saeko segera mempercepat langkah kakinya dan pergi.

(sebenarnya mau nyukurin Saeko... salah sendiri dia begitu tega nggak menjaga perasaan Sota. terus kenapa juga dia terluka klo dicuekin Sota? apa dia mulai cinta sama Sota?! klo nggak cinta, jangan memberi harapan palsu dong..)

Sota masuk kedalam dapur. Olivier bertanya tentang orang yang disukai Sota itu. Sota menjawab klo ia  berbohong hanya ingin pamer saja pada Saeko. Oliver berkata, ia melihat Sota dan kaoruko sangat cocok. Kaoruko mau membantahnya tapi Sota lebih dulu membantah perkataan Olivier itu. ia menganggap kaoruko hanya sebagai teman sekerjanya saja tak lebih.  Kaoruko agak kecewa mendengar jawaban Sota itu.



Selama 1 bulan setelah kejadian itu Saeko tak pernah muncul ditoko Sota lagi. Sota agak merasa bersalah mungkin kata-katanya waktu itu terlalu berlebihan.  Sebenarnya jika sekarang ia bertemu Saeko maka ia akan menyatakan perasaannya yang sebenarnya. Ia ingin berkata klo ia sangat merindukan Saeko dan ingin bertemu dengannya. Tapi ia tak bisa melakukannya karena.. ia bertekad menjadi Bad Sota (dark sota).