Sabtu, 28 Desember 2013

Sinopsis : Hakuba No Oujisama - Ep. 2



Pagi harinya disekolah, Takako bertemu dengan Ozu yang langsung bertanya pada Takako, apa yang dilakukan Takako setelah ia meninggalkan Takako malam itu. Takako berkata klo ia langsung pulang begitu Ozu pulang. Kepala sekolah datang untuk memberitahu sesuatu tapi ternyata Kurosawa tidak belum datang. Kepala sekolah meminta Takako mencari Kurosawa tapi Ozu lalu mengajukan diri untuk mencarinya. Tiba-tiba pintu ruang guru terbuka dan Kurosawa masuk. Kepala sekolah bilang klo hampir saja Takako pergi mencarinya. Kurosawa melihat Takako dan meminta maaf dengan sopan. Pandangan mata mereka bertemu dan keduanya jadi salah tingkah.


Takako merasa aneh dengan seorang muridnya yang ada diluar kelas sendirian. Ia meminta Ichikawa, muridnya itu untuk masuk ke dalam kelas. Ichikawa sengaja menyindir Takako. Ia bercerita klo ayahnya berselingkuh dari ibunya dan menyebabkan perceraian. Ia bilang ia membenci perselingkuhan.  
Didalam kelas Ichikawa terus menatapnya membuatnya jadi gugup. 

Ozu menyiapkan bahan biologi untuk muridnya. Kurosawa datang ke ruangan biologi itu. Ozu memberitahu kurosawa klo ia melihat takako lembur disekolah.  Ozu berkata klo ia akan meniru takako yang bekerja dengan sebaik-baiknya. Ozu bertanya pada Kurosawa apakah Takako pada awal jadi guru juga serius seperti itu? Kurosawa menjawab klo Takako selalu serius seperti itu tapi juga sering menangis. Ozu terkejut mendengar Takako menangis. Kurosawa meminta Ozu tak menceritakan ha itu pada orang lain karena tidak ada yang tau hal itu.


Seperti biasa saat istirahat Takako menghabiskannya di atap sekolah. Ia teringat kejadian saat Kurosawa dirumahnya dan mereka hampir berciuman. Saat itu ada telpon masuk ke HP Kurosawa tapi Kurosoawa tak mau mengangkatnya meski Takako sudah mengijinkannya. Lalu bberapa saat kemudian HP Takako berbunyi yang ternyata telpon dari kepala sekolahnya. Kurosawa mengambil HPnya untuk mengetahui siapa yang menghubunginya. Ternyata dari kepala sekolah juga. Kepala sekolah memberitahu Takako klo ada 2 murid mereka yang ada dikantor polisi. Takako segera buru-buru pergi bersama Kurosawa ke kantor polisi untuk menjemput muridnya.


Takako lalu bagkit berdiri untuk meninggalkan atap sekolah. Ia menghentikan langkahnya saat melihat ada OZu didepannya. Ozu meminta tolong Takako untuk memberikn sedikit darahnya untuk praktek biologi. Takako mengijinkannya. Tapi saat Ozu mencoba mengambil darah Takako wajah Takako terlihat pucat. Ozu jadi tak tega ternyata takako takut dengan jarum. Ozu membantalkannya tapi Takako memaksa Ozu untuk mengambil darahnya. Mereka akhirnya tertawa dengan tingkah mereka sendiri. Itu pertama kalinya Ozu melihat senyum diwajah Takako. Takako juga heran ia bisa tersenyum senang saat berbicara dengan orang lain..


Ozu mengajar biologi dikelasnya. Ia melihat seorang muridnya melamun terus. Ia adalah ichikawa. Saat selesai pelajaran, ichikawa juga masih di kursinya melamun. Ozu meperhatikan tingkah muridnya itu dengan penuh perhatian. Ichikawa  memperhatikan gurunya yang sedang membereskan alat-alat biologinya dan ia berjalan mendekati Ozu.


“apa kau ada pertanyaan?” Tanya Ozu
“tak ada” jawab ichikawa
“jika kau mendengarkan dengan baik maka kau akan punya pertanyaan” kata Ozu “ada apa? Kau terlihat tak berkonsentrasi seharian”
Gadis itu tersenyum senang menatap Ozu “kau menyadarinya?”
Ozu gugup “tentu saja”
Ichikawa lalu tersenyum  gugup “aku kemarin melihat suatu hal yang buruk." ichikawa terdiam sebentar " Aku melihat hara dan Kurosawa sensei pergi ke sebuah apartemen bersama.” 
“hara dan Kurosawa sensei mungkin tinggal di komplek yang sama” jawab Ozu santai.
“APA KAU BODOH!” teriak gadis itu penuh amarah “mereka berdua pergi ke kamar Hara-sensei.”
Ozu terkejut menatap murid didepannya yang penuh emosi itu “untuk apa?” tanyanya pada muridnya itu. mereka saling menatap. Ozu menyadari maksud perkataan muridnya itu.
“apa….?”
“2 orang guru terlibat perselingkuhan, betapa rendahnya. Apakah semua orang dewasa seperti itu?” gumam  ichikawa. 
Ozu mencoba berpikir positif dan membela teman sekerjanya “Hara dan Kurosawa –sensei tak seperti itu. “
“aku juga pikir begitu.. tapi aku melihatnya!”
“kau yakin itu bukan orang lain?” Tanya ozu
“aku yakin. Saat tadi aku bicara dengan Hara sensei, ia terlihat gugup.  Perselingkuhan benar-benar tak bisa dipercaya”
“aku rasa kau terlalu berlebihan, Kurosawa sensei mencintai keluarganya dan hara –sensei orangnya serius. Mereka tak mungkin melakukan itu. berhenti berpikir berlebihan dan perhatikan pelajaran dikelas.” Ucap ozu
“tapi… aku tak bisa memaafka perselingkuhan..” kata ichikawa pelan..
“aku juga.. itu menjijikan” sahut ozu tertunduk.


Ozu jadi memikirkan apa yang dikatakan muridnya itu saat ia ada di ruangan biologi. Ia jadi bertanya-tanya dengan ucapan kurosawa saat itu yang mengatakan klo hanya dia yang pernah melihat takako menangis.  Ia heran kenapa hanya kurosawa saja yang tau.


Saat pulang dari sekolah dengan sepedanya, Ozu melihat Takako sedang duduk disebuah kursi menunggu bis datang. Ia mendekati dan menyapanya.
“Otsukaresamadesu” *salam saat sudah selesai bekerja.
“Otsukaresamadesu” jawab Takako.”oh kau kesekolah dengan sepeda ya”
Ozu menatap Takako dan mendekati Takako “apa kau baik-baik saja?”
“heih?”
“kau terlihat seperti…” Ozu tak menyelesaikan perkataannya.
“aku rasa aku hanya sangat lelah. Saat aku meninggalkan sekolah aku selalu seperti ini. Aku sangat kelelahan. Aku minta maaf karena sudah membuatmu kuatir.” Takako melihat wajah Ozu “Aku baik-baik saja. hati-hati dijalan” 
 
Ozu tak beranjak pergi justru ia mendekati Takako dan duduk disebelahnya.
“aku dengar kemarin kau pergi ke kantor polisi dengan Kurozawa sensei.” Kata Ozu melirik Takako yang ada disampingnya.
“iya..” jawab Takako pelan
“apa kau bersamanya?” selidik Ozu
“kami saling menghubungi dan bertemu dijalan saat kesana” ucap Takako berbohong.
“oh begitu….” Kata Ozu canggung. Ia menengok takako lagi “lain kali saat sesuatu terjadi bisakah kau menghubungiku? Aku wakil wali kelas juga.” Ucapnya sungguh-sungguh.
Takako melihat Ozu “baiklah… tentu saja…”
“terima kasih. Aku akan memberimu nomer HPku.” 

Ozu segera mengambil Hpnya begitu juga dengan Takako. Mereka lalu saling mendekatkan HPnya untuk menerima kontak masing-masing. 

Tiba-tiba HP takako berbunyi dan itu dari Kurozawa. Takako segera menarik HPnya menjauh agar tak dilihat Ozu. tapi terlambat, Ozu melihat siapa yang menghubungi Takako. Ozu bertanya kenapa Takako tak mengangkatnya. Takako menjawab klo ia tak kenal dengan nomer orang yang menghubunginya itu.

 
Ozu bertemu dengan kedua sahabatnya. Ia bercerita tentang apa yang terjadi antara Takako dan Kurozawa . kedua temannya langsung mengatakan klo itu sudah pasti perselingkuhan. Ozu berkata klo ia membenci perselingkuhan karena ia juga dari keluarga yang bercerai karena ayahnya berselingkuh. Mereka terus membahas soal perselingkuhan itu dan membuat Egawa jadi kesal karena keduanya membahas urusan cinta orang lain. Ia langsung pergi meninggalkan kedua temannya.  Egawa mengalami masa percintaan yang sulit karena pacarnya meninggal.
 

Ditempat lain Takako juga berbicara tentang perselingkuhan pada teman temannya Mori-sensei dan Yuko. Tapi ia tak mengatakan klo dia yang melakukannya tapi temannya. Kedua temannya itu berpendapat perselingkuhan akan merugikan pihak wanita saja karena nantinya wanitalah yang akan tersakiti karena cemburu dengan istri selingkuhannya atau ditinggalkan pria itu.


Takako pulang kerumahnya. Ia melihat ibunya yang seorang chef terkenal sedang shooting sebuah masakan. Setelah para reporter itu pergi pembicaraan yang selalu dibencinya dimulai. Ibunya membicarakan soal temannya yang menikah dan akhirnya ia bertanya apa Takako sudah bertemu orang yang baik? Takako menjawab belom. Ibunya lalu berkata klo didunia ini tak ada orang yang sempurna. Ibu Hara lalu bertanya kenapa Takako memutuskan Kurozawa? Takako terdiam dalam hatinya ia berkata “dia sudah punya keluarga.”
 

Ozu dirumahnya sibuk merapikan penampilannya karena ia akan melakukan  webcam dengan tunangannya. Kaori bertanya pada Ozu bagaimana pengalaman kerja ozu sebagai guru beberapa hari ini? Kaori bertanya apa ada murid yang menarik? Ozu menjawab ia tak suka dengan “anak-anak” (gadis dibawah umurnya). Kaori lalu bertanya bagaimana dengan guru disekolahnya?  Ozu menjawab klo mereka lebih tua darinya 7, 10 tahunan jarak umur mereka.  “oh jadi mereka oba-san” ejek kaori *oba-san = wanita setengah baya (konteksnya mencela)
 

Takako saat sedang makan bersama keluarganya tiba-tiba dihubungi Akiyama-sensei yang mengatakan ada panggilan telpon dari kantor polisi mengenai kedua muridnya waktu itu. ia buru-buru pergi meninggalkan rumahnya. Takako teringat perkataan Ozu yang meminta Takako menghubunginya jika ada masalah lagi dengan murid-murid mereka. Takako segera menghubungi ozu.

Ozu masih berbicara dengan kekasihnya di webcam. Mereka masih membahas guru sekolah Ozu yang masih single meski sudah dewasa. Koari berkata akan sangat sulit bertemu dengan pria jika mereka mengajar disekolah yang apalagi sekolah khusus wanita itu. 
“mereka pasti kesepian” ucap Koari.
“hum.. munkin” gumam Ozu pelan dan termenung.
“bahkan itu bisa berakhir dengan perselingkuhan dan semacamnya” lanjut kaori. Ozu terkejut mendengar pendapat kaori. Apalagi setelah apa yang dikatakan muridnya waktu itu.
Tiba-tiba telponnya berbunyi. Ozu mengambil telponnya dan melihat siapa yang menghubungi. Koari bertanya siapa yang menghubungi ozu. dengan jujur Ozu menjawab hara-sensei yang menghubungi. Ia lalu meminta maaf untuk mengangkat telponnya dulu dan berjanji akan menghubungi lagi. Ozu lalu mengangkat telpon dan berbicara dengan Takako.
 

Takako menunggu ozu di gerbang sekolah. Ia terkejut saat melihat kurozawa datang menghampirinya.  Kurozawa tiba-tiba berkata klo keluarganya sedang pergi ke rumah keluarga istrinya. Takako tau maksud pembicaraan kurozawa tapi ia tak meladeninya. Kurozawa lalu mengajak Takako masuk kedalam sekolah tapi Takako menolak. Takako berkata klo ia sedang menunggu Ozu datang. Kurosawa terkejut mendengar takako menghubungi Ozu. Mereka lalu melihat Ozu mengayuh sepedanya dengan cepat kearah mereka.
Ozu buru-buru memarkir sepedanya dan mendekati kedua guru senior itu. Kurozawa berkata tak biasa wakil wali kelas datang saat ada masalah. Ozu berkata klo ia yang meminta Takako menghubunginya jika sesuatu terjadi dengan murid mereka. Ozu lalu mengajak keduanya masuk ke dalam kelas.


Saat polisi selesai mengintegrosi murid-muridnya dan pergi, Mereka bertiga giliran mengintrograsi murid-muridnya atas apa yang terjadi. Kedua murid itu membuat masalah karena ingin mencari perhatian dari orang tuanya dan yang satu lagi mencoba mencari perhatian dari kekasihnya. 
Selesai mengatasi masalah muridnya, kurozawa bertanya apa Takako dan Ozu punya acara sehabis ini? Mereka berdua menjawab tidak ada. Lalu Kurozawa mengajak mereka berdua kesebuah restaurant , ia yang akan mentraktirnya. 
 

Ozu terkagum dengan restaurant yang mereka kunjungi itu. Kurozawa bertanya apa ini pertama kalinya ia berkunjung ke resturan ini. Ozu mengangguk. Dengan bangganya kurozawa berkata klo ini adalah restaurant nomer 1 diwilayah itu. Ozu melirik Takako yang langsung mengerti maksud ozu. ia bilang klo  ia juga baru pertama kesana.


Kurozawa lalu memilihkan minuman untuk Takako. Ia ingat saat bersamanya Takako selalu memilih cocktail jadi ia bertanya pada Takako apa mau cocktail? Dalam hatinya Takako berkata klo ia memang selalu bersikap hati-hati saat dengan Kurozawa jadi ia selalu memesan cocktail meski ia lebih suka beer. Takako mengangguk pilihan Kurozawa pada cocktail. 
Kurozawa lalu bertanya pada Ozu apa yang akan dipilihnya. Dengan agak sungkan tapi dengan jujur ia bilang ia  ingin beer saja. Kurozawa yang terkejut jadi tambah terkejut saat tiba-tiba Takako merubah pesanannya jadi beer saja. Kurozawa jadi tambah heran melihat betapa takako terlihat begitu biasa meminum beer.


Kurozawa berkata klo ia sangat terkejut dengan ulah kedua murid mereka  yang melakukan semua itu hanya untuk mencari perhatian dari orangtua dan orang yang dicintainya. Takako menjawab itu mungkin karena mereka kesepian dan putus asa, mereka tak bisa menghentikan dirinya sendiri.
“mereka menjadi bodoh karena kesepian. Aku mengerti perasaan itu” ucap takako pelan dan termenung. Kedua pria yang didepannya terdiam mendengar ucapan takako.  


Seorang pelayan lewat dibelakang ozu dan membawa spageti. Tiba-tiba ia tersandung dan makanan yang dibawanya tumpah ke baju ozu. pakaian Ozu kotor penuh makanan. Pelayan sangat ketakutan meminta maaf pada Ozu tapi Ozu memaafkan mereka dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan pakaiannya.

Saat ozu pergi takako membersihkan meja tempat Ozu duduk dengan napkin restaurant. Kurozawa tiba-tiba memegang tangan Takako erat. Takako terkejut. Tepat pada saat itu Ozu keluar dari kamar mandi dan melihat kejadian itu. ia mengambil beberapa waktu sebelum kembali ke mejanya. Ia melihat takako dan kurozawa yang terdiam menunggunya. Ozu meminta maaf pada keduanya dan berkata klo ia tak mau pakaiannya rusak jadi ia minta ijin untuk pulang lebih dulu. 




Ozu pergi meninggalkan restaurant dengan tergesa-gesa. Berbagai perasan berkecamuk dalam dadanya. Ia bingung apa yang akan dilakukannya setelah melihat kenyataan hubungan antara Kurozawa dan takako. Ia peduli dengan Takako jadi ia bingung apa yang harus ia lakukan.  Ia melangkah dengan ragu tapi kemudian ia melanjutkan langkahnya sampai didepan apartemennya.


Sementara itu kurozawa dan takako jadi terlihat canggung dan terdiam setelah kepergian ozu meninggalkan mereka berdua. Selesai makan Kurozawa mengajak Takako masuk kesebuah taxi bersamanya dan takako menurut masuk ke dalam taxi bersama Kurozawa. 
Mereka berdua terdiam didalam taxi mereka yang membawa mereka ke sebuah tempat…. Tiba-tiba taxi berhenti mendadak membuat keduanya terkejut dan melihat apa yang terjadi. Betapa terkejutnya mereka berdua melihat Ozu ada ditengah jalan menghalangi taxi mereka. Ozu terlihat terengah-engah dan letih sehabis berlari.



Takako keluar dari dalam taxi dan mendekati Ozu. sementara itu kurozawa hanya diam didalam taxinya.
“apa yang terjadi?” Tanya takako
“jika aku terlalu berlebihan aku meminta maaf..tapi… “ ozu teringat perkataan takako direstauran tadi yang mengatakan betapa menderitanya orang yang kesepian itu.
“tapi.. jika kau ingin seseorang mengantarmu pulang… akan aku lakukan” ucap ozu menatap takako bersungguh-sungguh.
Takako terkejut dan membuatnya terdiam beberapa saat sebelum ia menengok ke kurosawa sebentar. “baiklah” jawab Takako.


Kurozawa mengerti klo takako menghindarinya dengan memilih pulang bersama Ozu jadi ia meminta sopir taxi melanjutkan taxi mereka. Kurozawa meninggalkan Takako dan Ozu berdua. 
Setelah kurozawa pergi, ozu terlihat menghela nafas lega.
 

“apa kau tau hubunganku dan kurozawa sensei?” Tanya takako menatap ozu.
“iya” jawab Ozu
“apa kau kecewa denganku?”Tanya takako
Ozu tertunduk tak menjawab tapi cukup membuat takako mengerti klo ozu tak suka dengan perselingkuhannya dengan kurozawa.
“oh aku mengerti…” gumam Takako
“tapi…….. aku tak dapat membiarkanmu melakukannya.” Ucap ozu.
Takako terkejut menatap ozu yang juga menatapnya. Mereka saling menatap.
“kata-kata itu begitu tajam menusuk..”


yah... Ozu datang seperti "hakuba no oujisama" alias pangeran berkuda putih yang menyelamatkan sang putri dari hubungan terlarang. tapi apakah Ozu ini pangeran berkuda putih yang akan jadi cinta sejati bagi Takako......?


Minggu, 22 Desember 2013

Sinopsis : Hakuba No Oujisama - Ep.1






Saat weekends Takako menghabiskan waktu liburnya dengan berjalan-jalan di taman, nonton bioskop dan makan direstaurant seorang diri. Ia membenci weekend dan hari libur lainnya karena ia akan merasa kesepian. Takako melihat pasangan-pasangan yang ada disekelilingnya.

“mereka berdua saling memilih satu sama lainnya sehingga mereka bersama” batin takako saat melihat sepasang kekasih di bioskop.

Takako lalu melihat sebuah keluarga muda.
“mereka  berdua saling  memilih satu sama lainnya sehingga anak-anak terlahir”

Takako lalu melihat sepasang kakek nenek sedang berteduh dari hujan “mereka berdua saling memilih satu sama lain sehingga mereka hidup lama bersama.tetapi aku…. Tak ada yang memilihku karena itu aku sendiri”


Takako lalu melanjutkan liburannya dengan pergi ke sebuah salon. Ia melihat seorang gadis minta rambutnya ditata karena akan pergi kencan. Ia teringat masa mudanya saat ada seorang pemuda yang dikenalkan padanya. Hubungan mereka tak berlanjut ke hubungan dekat. Lambat laun takako muda menjalani kehidupannya dengan segala aktifitasnya dan tanpa ia sadari ia berumur 32 tahun. Ia pernah berhubungan dengan seorang pria yang beristri juga sampai setahun yang lalu ia memutuskan putus dari pria beristri  itu.
Selesai potong rambut Takako lalu pulang ke rumahnya.

 

Semester baru sudah dimulai masa liburan Takako juga sudah berakhir. Saat Takako masuk ke ruangan guru dengan agak melamun tiba-tiba ia bertabrakan dengan seorang guru. Mereka berdua sama-sama terkejut dan saling menatap. 

Guru baru itu langsung membungkuk dan dengan agak gugup meminta maaf pada Takako. Guru baru lalu memperkenalkan dirinya sebagai Ozu Kotaro. Takako lalu memperkenalkan dirinya pada kotaro. Kotaro lalu memanggil Takako dengan Hara-san. Takako dengan dingiin tanpa ekpresi lalu menegurnya dan meminta Kotaro memanggilnya Hara-sensei sama seperti  Takako memanggil kotaro dengan “Ozu-sensei”

Takako juga menasehati  Ozu-sensei agar ia tak jadi “makanan” murid-muridnya. Takako lalu dengan dingin meninggalkan Ozu-sensei yang masih grogi itu. Ozu-sensei  terus memperhatikan Takako sampai Takako duduk dikursinya.


Guru-guru perempuan berbisik klo ozu-sensei terlihat kawai dengan kegugupannya. Takako memperhatikan Ozu-sensei dari jauh. Guru lain berkata klo umur ozu-sensei adalah 25 tahun.  Takako heran kenapa baru pertama mengajar diumur 25 tahun. Guru lain menjelaskan klo Ozu- Sensei  sebelumnya bekerja di tempat lain.
 
Ozu sensei masih berdiri didepan pintu menyapa guru-guru lain yang masuk ke dalam ruang guru. Seorang guru perempuan mengatakan klo Ozu sensei taka pa-apa klo mau duduk. Ia lalu menunjukkan tempat duduk Ozu sensei.
Ternyata tempat duduk Ozu-sensei berhadap-hadapan dengan Takako.  Bahkan ternyata Ozu-sensei adalah wakilnya Takoko sebagai wakil wali kelas.



Semua murid dikumpulkan diaula untuk memulai semester baru dan juga perkenalan Ozu-sensei.
Siswi-siswi pada heboh saat melihat guru biologi baru mereka yang masih muda dan ganteng itu.  seorang Siswi tanpa malu-malu langsung berteriak memberi nilai  kegantengan gurunya itu 85, semua sontak tertawa.  Kepala sekolah menyuruh muridnya untuk diam tapi semua masih tertawa-tawa.  Ozu-sensei lalu menjawab klo ia senang dengan pujian itu tapi ia meneruskan kalimatnya dan berkata klo ia tak tertarik dengan gadis yang umurnya lebih muda darinya.

Semua terkejut dengan perkataan Ozu-sensei, termasuk juga Takako dan guru-guru lainnya. Suasana jadi sunyi. Seorang murid lalu bertanya apakah itu berarti Ozu-sensei tak akan peduli dengan murid-muridnya? Ozu menjawab klo ia akan peduli dengan mereka tapi maksud perkataannya tadi adalah klo ia tak akan berkencan dengan Muridnya.

Seorang murid lalu bertanya ozu-sensei menyukai type gadis seperti apa? Semua siswi berteriak-teriak  heboh menunggu jawaban Ozu. Takako mencoba menenangkan murid-muridnya dan ia minta Ozu tak menjawab pertanyaan muridnya itu. Ozu berkata klo ia akan menjawabnya.
Semua menunggu jawaban Ozu sensei. “aku punya 1 aturan dalam cinta yaitu aku tak akan membuat gadis yang aku cintai menangis.”


Murid-murid  langsung menyambut jawaban itu dengan hebohnya bahkan kepala sekolahpun ikut bertepuk tangan.  Takako sebenarnya juga terkejut dengan jawaban itu . takako teringat saat ia putus dengan pria beristri , ia sangat terluka dan menangis terus.
Seorang guru disebelahnya Kurosawa sensei berkata klo sepertinya Ozu-sensei orangnya menarik. Takako memperhatikan kurosawa sensei sebentar dengan grogi.


Saat  Takako dan Ozu berjalan menaiki tangga bersama untuk ke kelas, Takako menasehati Ozu untuk tidak membicarakan hal-hal seperti tak suka dengan gadis lebih muda atau tak mau membuat gadis menangis didepan murid-murid. Takako menganggap hal itu tak patut diucapkan oleh seorang guru karena murid-murid gadis itu perasaannya sangat sensitive.
Ozu langsung membungkuk meminta maaf atas apa yang terjadi. Takako terkejut ozu meminta maaf padanya. Ia bilang klo nasehatnya itu hanya untuk kebaikan Ozu jadi Ozu tak perlu meminta maaf padanya. 

Mereka berjalan sampai ditangga paling atas. Disana ada 3 murid yang berdiri didepan kelas menunggu guru mereka itu.

“apa yang tadi kalian bicarakan? “ Tanya seorang muridnya
“tak ada” elak Takako

“ohhh.. Ozu-sensei bukankah kau bilang tak suka dengan gadis muda lalu bagaimana dengan Takako-sama yang lebih tua darimu ini?” goda seorang siswi lainnya.

Seorang siswi lain berbisik pada Ozu “lebih tua 7 tahun.. tapi masih single.”
Takako langsung menyuruh muridnya diam. Tapi mereka bertiga tak mau berhenti menggoda keduanya.  Mereka mengulang pertanyaan mereka pada Ozzu.
“menurutmu. Takako sama orangnya seperti apa?”
Takako memelototi muridnya itu dan berbisik agar mereka diam. 
 


“aku rasa ia mengagumkan… dia juga cantik” sahut Ozu setelah berpikir-pikir.
“sensei!” seru takako meminta ozu tak menghiraukan ketiga murid itu.
“klo begitu kau harus mengajaknya lunch bersama!” seru salah satu gadis mencoba mencomblangi kedua guru wali kelas mereka itu.

“hmmm.. iya sepertinya akan aku lakukan.” Sahut ozu tersenyum
“sensei.. berhentilah mengacaukan semuanya!” seru Takako kesal. Ozu melirik Takako dengan agak ngeri. 

“kau menakutkan Takako-sama.” Sahut seorang muridnya. “ia akan hanya berbasa-basi saja”

Takako jadi salah tingkah dianggap muridnya terlalu serius menganggap gurauan mereka.
“tidak.. itu bukan gurauan.. aku serius” sahut Ozu.
“huaaahhhhhh..”ketiga gadis  itu bersorak-sorak.


“pembicaraan berakhir.. klo kita melanjutkannya Hara-sensei akan tambah marah pada kita” ucap Ozu mengajak muridnya masuk ke dalam kelas. Ia membukakan pintu untuk muridnya dan setelah mereka masuk ia menoleh pada Takako dan tersenyum manis membuat takako menunduk… ihhh senyumnya manis bgt… imutttt.. kawaiii..
 


seperti biasa setiap istirahat Takako menghabiskan waktunya di atap sekolah dan menyendiri disana. Ia mendengar suara seorang pria yang sedang melenturkan tubuhnya yang kaku. Takako mencari sumber suara dan mendapati Ozu sensei dengan seragam olahraga.
Ozu terkejut saat Takako memanggil namanya. Ozu merasa malu soalnya tadi ia bersuara saat meregangkan badannya. Ia bilang klo ia sengaja ke atap sekolahan agar bisa menyendiri untuk menghilangkan ke gugupannya sebelum mengajar olahraga. 

Takako tiba-tiba meminta maaf padanya karena ia mengatakan apa yang harus dan tak harus dilakukan pada Ozu sensei. Ozu menjawab itu bukan masalah baginya karena Takako lebih mengenal situasi sekolahan karena Takako sudah bekerja lama disana. 

Takako lalu bercerita klo alasan muridnya memangggilnya Takako sama adalah bagian dari menghina dirinya saat ia mulai mengajar dulu saat pertama kali jadi guru tapi masih terbawa sampai sekarang.  Takako bilang klo murid-murid kadang membuatnya ngeri. 

Ozu tersenyum dan menenangkan takako yang terlihat agak sedih itu. ia menggoda  pantasan orang sepertinya jadi grogi saat berhadapan dengan murid karena seorang guru lama seperti Takako saja masih saja ngeri  saat berhadapan dengan muridnya.

Takako lalu bercerita klo ia dulu adalah murid disekolah itu juga saat SMA. Tapi setelah lulus kulah  ia memutuskan kembali ke sekolah SMA ini untuk jadi guru.
Ozu lalu sebelum pergi mengajak Takako lunch bersama lain kali.  Takako  terkejut mendengar keseriusan Ozu, iapun menyetujuinya.
 

 Takako pergi makan malam bersama yuko sahabatnya dan Mori sensei. Mereka membahas soal Ozu sensei. Mori-sensei memuji Ozu sebagai guru yang aneh tapi menyenangkan. Takako menambahi “dia masih muda 25 tahun”

Mori-sensei menjawab itu sekarang sudah jadi trend. Takako menjawab tapi ia akan malu klo ketauan muridnya. Mori-sensei menggoda Takako apakah mulai memikirkan Ozu-sensei jadi pacar kok bisa sampai membahas apa kata muridnya.

Yuko berkata klo mendapatkan pria muda itu bukan hanya trend tapi juha haknya seorang wanita. Karena mereka sudah menghabiskan uang banyak untuk perawatan dan alat make-up. Jadi sayang klo hanya mendapatkan pria tua. Jadi sudah haknya mereka jika mendapatkan pria muda… hihihi… tau ahhhh..

Yuko bertanya apa ada perkembangan dengan Ozu? Takako menjawab klo mereka sudah berbicara berdua. Mori-sensei dan Yuko terkejut dengan pendekatan yang super cepat itu. Takako berkata klo ozu juga mengajaknya makan siang bersama.

Yuko langsung berkata itu pertanda klo Ozu tertarik pada Takako.
Takako membantahnya ia mengatakan klo ozu hanya mau membahas pekerjaan. Mori dan Yuko menjawab itu hanya alasan saja sebenarnya ada motifasi lain seorang pria mengajak wanita makan berdua. Keduanya temannya itu memberi semangat takako mendapatkan ozu-sensei.

Ditempat lain Ozu bertemu dengan 2 sahabatnya dari tempat dia bekerja dulu,  Imamura Takashi 25 tahun, sudah menikah dan Egawa Nobuo 30 tahun, single.  Mereka membahas tentang gadis-gadis murid ozu. Tapi Ozu menjawab klo ia tak bisa membayangkan akan bersama gadis yang lebih muda, apalagi muridnya. Egawa menambahi juga klo sampai terjadi karier ozu sebagai guru akan rusak. Imamura membantah perkataan egawa dan mengatakan egawa terlalu serius, hidup harus dibuat senang-senang. 

Imamura lalu bertanya bagaimana dengan guru-gurunya? Itu juga tak buruk. Kedua temannya memperhatikan ozu yang tiba-tiba tertunduk dan tersenyum-senyum. Ozu menengadah dan melirik Imamura. Ozu meminta Imamura tak membahasnya lagi karena tak akan enak dan aneh  jika besok dia bertemu “dia” lagi. Kedua temannya yang curiga melihat ozu senyum-senyum tadi jadi tambah terkejut dengan perkataan ozu.

“egawa san, sepertinya ia sudah bertemu wanita yang baik.” Sindir Imamura.
“ia sebenarnya ada wanita cantik ini..” lalu ozu bercerita tentang Takako dan rencana mereka makan siang bersama.

“jadi kau akan mengajaknya keluar?” Tanya Imamura. “kau akan mengajaknya kencan?” cecarnya.
Imamura curiga pasti lebih dari itu karena takako adalah wanita diatas 30 tahun. Ozu meminta Imamura berhenti membahasnya.  

Ozu menjawab klo ini murni masalah pekerjaan saja tak ada motivasi lain. Egawa merasa ada hal yang aneh dengan Ozu karena tidak biasanya Ozu mengajak seseorang keluar dan bisa duduk bersama dan berbicara sampai berjam-jam. Ozu terkejut dan tersadar dengan kebenaran perkataan egawa.


Pagi harinya takako bangun lebih pagi. Ia lalu berolahraga, habis itu berdandan dan memilih bajunya lebih lama dari biasanya. Takako merasa jadi sedikit special dengan perasaannya pada Ozu. Ia sering kali menatap Ozu diam-diam seperti orang yang sedang jatuh cinta. Saat sedang makan roti dari sekolah mereka saling bertatapan karena tempat duduk ozu dan Takako berhadap-hadapan.

 
Malam harinya ada acara welcome party untuk Ozu. Mereka bersulang bersama dan saat takako mengambilkan roti untuk ozu dan akan memberikannya ternyata ada guru wanita lain yang lebih dulu memberikannya pada ozu. Takako agak kecewa karena kurang bergerak cepat. Ozu juga mengucapkan terima kasih pada takako karena sudah membantunya beberapa hari ini dan mengajarinya berbagai hal.

Mori-sensei bertanya pada ozu mengenai pernyataan ozu klo ia tak akan berkencan dengan gadis muda.
“apakah itu berarti kau tertarik dengan wanita lebih tua?” Tanya mori
“sebenarnya  maksudku  bukan masalah umur tapi semua untuk menjaga perasaan tunanganku saja” sahut ozu
“tunangan??” semua terkejut mendengarnya terlebih Takako yang sudah mulai menaruh harapan pada ozu. 

Ozu memberitahu semuanya klo pacarnya ada di ingris dan pacarnya kuatir saat tau ia bekerja di sekolah putri. Takako terlihat sangat sedih “meski dia 7 tahun lebih muda dariku tapi ia sudah dimiliki orang lain. Mimpi ini harus cepat berakhir” batin takako. Dari sampingnya kurosawa sensei memperhatikan sikap Takako yang terlihat down  itu.
 


Malam harinya takako minum beer dan teringat hubungannya dengan pria beristri yang dikencaninya dulu yang tak lain adalah kurosawa sensei. 

Hubungan mereka berdua terjadi berawal karena kurosawa sensei mencoba menghibur takako yang baru mengajar di sekolah dan mengalami tekanan dari murid-muridnya. Hubungan mereka berlanjut ke perselingkuhan dan malam-malam yang dihabiskan bersama saat pulang kerja dan kurosawa lalu pulang ke rumah keluarganya meninggalkan Takako di apartemennya. 

 Ia masih ingat luka hatinya saat ia teringat kejadian itu sampai dalam mimpipun ia menangis padahal hubungan mereka sudah berakhir 1 tahun yang lalu.



pagi harinya disekolah, Takako sebaga wanita dewasa mencoba menyembunyikan perasaannya pada Ozu. ia melihat Ozu kelihatan kebingungan menatap sebuah kertas. Ia bertanya pada OZu ada masalah apa? Ozu menjawab klo ada seorang murid yang membuat surat ijin pulang awal, ia bingung apa yang harus dilakukannya dengan surat itu. Takakopun berkata klo ia akan membantu Ozu. namun tiba-tiba Kurosawa berkata klo ia saja yang akan membantu Ozu. ia lalu mengajak Ozu ke ruangan biologi sambil menjelaskan semuanya. 

Mereka berdua lalu melangkah pergi sampai didepan pintu keluar Kurosawa berbalik dan menatap Takako sebentar sebelum melangkahkan kakinya lagi.
Takako jadi gelisah. Ia takut kurosawa memberitahu Ozu hubungan perselingkuhan mereka berdua. Takako tak ingin Ozu punya pandangan negative tentang dirinya. Entah mengapa ia tak ingin imagenya jelek dipandangan mata Ozu. dan ia tak ingin Ozu membencinya karena perselingkuhannya itu. 
 


Diruangan biologi ozu melihat foto keluarga kurosawa. ia memuji istri seniornya itu. Kurosawa lalu menjelaskan klo istrinya itu dulu adalah muridnya juga. Ozu terkejut mendengar lalu kurosawa menjelaskan klo mereka berhubungan setelah istrinya lulus sekolah jadi tak menyalahi aturan.

Ozu lalu teringat klo Takako juga dulu bersekolah disekolah itu. ia bertanya apa takako juga dulu murid kurosawa? kurosawa mengiyakannya, ia bilang klo Takako tak berubah dari saat sekolah sampai sekarang ini, Takako masih orang yang terlalu serius. Ozu bertanya  apa kurosawa senang takako kembali kesekolah untuk mengajar disana? Kurosawa berkata tentu saja ia terkejut tapi juga senang melihat muridnya menjadi seorang guru. Ozu mendengarkan semua dengan rasa ingin tau yang dalam dan tersenyum mendengar cerita itu.
 


Takako berencana lembur sampai larut malam untuk bahan pelajaran buat muridnya. Ia teringat awal perjumpaannya dengan ozu. lalu ia teringat hubungan perselingkuhannya dengan Kurosawa. Mata Takako berkaca-kaca mengingat semua itu. tanpa ia sadari, Takako bersendandung lirih. Takako melamun sambil bersenandung pelan tanpa ia tau, Ozu ada ddepan pintu masuk mendengarkan Takako bernyanyi pelan dan melamun itu. Mata takako akhirnya menyadari seseorang memperhatikannya. Ia terkejut melihat Ozu ada disana.

Takako gugup dan salah tingkah didepan Ozu. melihat Takako yang sepertinya malu padanya, Ozu berkata klo ia juga sering bersenandung sendiri. Itu lebih baik daripada pergi ke karaoke .


Ozu lalu bertanya dimana ia bisa meletakkan file mengajarnya? Takako lalu pergi  dan mengambil sebuah dus lalu menaruhnya di sebuah meja makan untuk guru. Ia membuka dus dan mengambil sebuah odner untuk Ozu yang langsung berterima kasih padanya.
Ozu lalu berkata  ia mendengar dari kurosawa klo kurosawa senang takako kembali ke sekolah  mengajar dan betapa takako tak pernah berubah selalu serius dari waktu jadi muridnya maupun saat jadi guru. Takako terkejut mendengarnya dan membuangnya menjatuhkan sebuah gelas.

Takako buru-buru mengambil pecahan gelasnya sehingga membuat tangannya tergores.
Takako bangkit berdiri untuk mengambil kotak p3k sementara Ozu mengambil sapu dan membersihkan pecahan gelas itu.

Takako kesusahan membuka kotak p3k dan tiba-tba ozu sudah membantu mengambilkan tansoplas. Aku akan bantu ucap ozu. ia lalu duduk disebuah meja berhadapan dengan takako. Takako terlihat sangat tegang membuat Ozu berkata agar Takako mempercayainya. Ozu lalu membalut luka Takako dengan tansoplas. Takako terus memperhatikan ozu yang membalut lukanya. 
  


Handphone ozu berbunyi dan ia tak berani mengangkatnya. Takako mempersilahkan ozu jika ingin mengangkat telpnya. Ozu lalu permisi untuk menelpon.
Takako menduga telpon itu dari tunangan ozu.

Ternyata benar itu adalah telpon dari pacar ozu yang meminta ozu menghubunginya setelah pulang kerja. Ozu selesai menelpon lalu pamit untuk pulang.


 

Takako agak sedih tapi ia sudah terbiasa dengan luka seperti ini. Ia terkejut saat mendengar suara kurosawa masuk keruangannya. Kurosawa melihat luka ditangan takako dan menyentuh tangan takako. Ia bertanya apa lukanya masih terasa sakit? Itu sudah biasa dilakukan kurosawa saat ia terluka kurosawa selalu membantunya. Kurosawa lalu mengajak Takako pulang karena hari sudah sangat malam. Kurosawa berbalik untuk pulang saat tangan Takako menahannya pergi.


Mereka pulang dalam taksi yang sama dan berhenti didepan apartmen takako. Seorang murid dengan seragam sekolah mereka memperhatikan kedua gurunya itu masuk ke dalam gedung apartemen Takako. Ia menunggu diluar gedung itu dengan ingin tau dan ketidak sukaan

Kurosawa dan takako masuk ke dalam kamar Takako. Mereka sangat canggung setelah beberapa lama mereka tak bertemu dikamar itu selama 1 tahunan. Kurosawa mendekati Takako dan mendekati wajah Takako untuk menciumnya. Sementara itu Takako memejamkan matanya menunggu ciuman dari Kurosawa.
Apakah perselingkuhan yang sudah berhenti 1 tahun yang lalu akan dimulai lagi? Tunggu episode selanjutnya.