Senin, 25 November 2013

Sinopsis : Pin To Kona Ep. 10 - Part 1


Kyounosuke terkejut melihat ayahnya jatuh pingsan dengan mulut yang mengeluarkan darah. Kyou lalu membawa ayahnya ke Kanto General Hospital untuk dirawat. Dari dokter kyou baru tau klo ayahnya kena kanker dan harus segera ditangani. 

Ayame, Kanjirou, yasu dan bibi Shizu menunggu pak kawamura di kamar pasien. Saat pak kawamura mulai tersadar bibi shizu langsung memanggilnya.

“tuan….”
Pak kawamura tak menjawab. Tapi setelah agak lama pak kawamura mulai tersadar dan bisa berbicara.

“dimana kyounosuke?” ucap lemah  pak kawamura.
“ya, dia sedang berbicara dengan dokter.” Sahut bibi dipinggir tempat tidur pasien.
Pak kawamura menghela nafasnya pelan. 

“kanjirou….”panggil pak kawamura lemah. “maaf, tapi bisakah kau menghubungi seniorku Ginzo-san. Aku ingin dia menjadi pelatih kyounosuke untuk roh cermin. “
“aku mengerti” sahut kanjirou

“apapun yang terjadi pertunjukkan selanjutnya harus sukses” kata pak kawamura.


 Ayame keluar kamar dan menemukan kyou yang tertunduk diam disebuah kursi depan kamar ayahnya. Ayame mendekati kyou perlahan dan duduk disamping kyou.

“aku terpukul…  aku tak pernah menyangka ayahku akan sakit.” Ucap kyou pelan dan masih tertunduk.

Ayame menatap kyou dari yang samping yang terlihat sangat down itu. ayame lalu meraih tangan kyou dan mengenggamnya. Kyou terkejut dan menatap ayame.  
 

“kau tak sendiri!” ucap ayame tegas.”seperti yang kau katakan padaku Kawamura-kun. “bergembiralah.. aku akan selalu berada disampingmu.”

“iya..” angguk kyou mencoba tersenyum. Kyou memperhatikan tangannya yang masih digenggam ayame. Begitu menyadari arah pandangan mata kyou, ayame jadi terlonjak sendiri karena tangannya masih menggenggam tangan kyou. Ayame segera melepaskannya “ohhh!”

Ayame tertunduk dan kyou tersenyum. Kyou bangkit berdiri dari kursinya “baiklah.. aku akan pulang ke rumah dan latihan."

 

Ichiya pergi ke rumah keluarga sawayama dan meminta maaf.
“aku benar-benar meminta maaf..” ucap ichiya berlutut didepan keluarga sawayama. “aku tau aku melakukan kesalahan yang tak termaafkan. Aku siap menerima hukuman apapun yang akan kau berikan padaku. Tapi aku masih ingin melanjutkan bermain kabuki…”

“APA KAU PIKIR AKU AKAN MEMBIARKANMU MELAKUKAN ITU?!” amuk pak Sawayama. “sekarang semua sudah menjadi seperti ini.. aku tak akan mengijinkan kau berdiri dipanggung kabuki sekali lagi!”

Ichiya terdiam mendengar nada amarah pak sawayama. Sementara yuna menangis didepannya.

“aku sangat percaya klo aku akhirnya dapat bahagia bersamamu Hiroki.” Isak yuna. Ia melepas cincin di jarinya dan melemparkannya pada ichiya. Yuna lalu berlari pergi.
 

Ke esokkan harinya, Yuna menemui ayame dikebun sekolah. Yuna langsung menampar ayame dengan keras.  Ayame terkejut dengan apa yang terjadi.

“apa kau puas merusak kehidupan orang?” isak yuna. “alasan hiroki melewatkan upacara pertunangan kemarin itu karena dia bertemu denganmu kan?”

“upacara pertunangan?” sahut ayame terkejut.
“karena dirimu aku kehilangan hiroki. DAN HIROKI KEHILANGAN KABUKI.” Ucap yuna penuh kebencian pada ayame “aku tak akan pernah memaafkanmu.”
Ayame terdiam tak menyangka semua berakhir seperti ini.


Ginzo-san, senior pak kawamura datanng untuk melatih kyounosuke. Ia sudah dari awal memperingatkan kyou untuk berlatih lebih baik lagi klo tidak ia tak akan membiarkan kyou bermain kabuki. 

Saat makan malam bertiga kyou, ayame dan bibi shizu membahas ginzo-san.
“sepertinya Ginzo san melatih sangat keras” ucap bibi

“dia membuatku sangat dibawah tekanan” sahut kyou yang terlihat sangat kelelahan “dia mengatakan “apa kau akan menghancurkan keluarga kawamura” dan semacamnya”

“tapi jika itu kawamura-kun maka semua akan baik!” sahut ayame memberi semangat kyou. “roh cermiin mengatakan “ini anak terhormat dari keluarga Kijimaya” maka kau akan bisa melakukannya”

“ini tak semudah itu...” desah kyou lesu.
“maksudku bukannya aku berpikir ini akan mudah. Tapi semua orang sudah mengharapkannya jadi kau harus melakukan yang terbaik.”

Kyou terlihat menjadi semakin tertekan mendengar perkataan ayame itu.  ia terlihat tidak suka dengan perkataan ayame. 


ayame jadi kuatir ia teringat ichiya yang tidak bisa bermain kabuki lagi.

“tentu saja aku mengerti klo semua yang berhubungan dengan ayahmu akan berat…. Tapi bisa membuatmu tenggelam dalam dunia kabuki yang kau cintai, itu adalah sebuah kebahagiaan.”

“apa itu? apa kau sedang berkotbah?” sindir kyou ketus
“hah?” ayame terkejut kyou menyindirnya seperti itu.

“bagaimanapun juga aku hanya laki-laki menyedihkan yang penuh dengan keluhan” sahut kyou kesal dan melangkah pergi tak menghabiskan makanannya.
Ayame shock melihat tingkah kyou yang seperti itu untuk pertama kalinya.
“aku tak bermaksud seperti itu..” ucap ayame.

Maklumlah kyou memang bebannya lagi berat banget. Dia harus memikirkan drama kabuki yang akan dimainkannya dan juga memikirkan ayahnya yang ada di rumah sakit. Jadi dia memang dalam kondisi tertekan.
 

Ichiya karena tak punya tempat tinggal jadi ia pergi ke rumah kanjirou dan meohon untuk diijinkan tinggal dirumah kanjirou sementara waktu. Kanjiroupun mengijinkannya.  Kanjiorou lalu memberitahu ichiya klo pak kawamura sedang ada dirumah sakit.


Kyou pergi ke rumah sakit dan menemui dokter ayahnya. Dokter meminta agar pak kawamura segera di operasi saja. Dokter tapi mengatakan klo kesempatan hidupnya setelah 5 tahun ini adalah 30% saja. Kyou langsung lemah mendengar informasi dari dokter itu.

Ichiya pergi mengunjungi pak kawamura. Diruangannya tak ada orang yang menunggu bahkan pak kawamura sedang tertidur. Ichiya meletakkan karangan bunga yang dibawanya dan menunduk memberikan penghormatan pada pak kawamura. 



Saat berjalan keluar dari ruangan pak kawamura, ayame menyapanya.
“hiro-kun”

. “ayame-chan..” Ichiya mendekati ayame “apa kau kesini untuk menengok  sasaemon-san?”Tanya ichiya.
“iya..” angguk ayame. “hiro-kun juga?”

“iya aku barusan melihatnya.. dia sedang beristirahat.” Sahut ichiya.

Lokasi kamar pak kawamura ada dilantai atas dan bentuk bangunnannya melingkar. Tanpa ayame dan ichiya sadari, kyounosuke yang ada disebrang jalan menyaksikan keduanya yang sedang berbicara. Kyou terkejut dan kecewa.


“apa benar kau meninggalkan upacara pertunanganmu?” Tanya ayame.
“bagaimana kau tau?”

“ini salahku kan? Apa yang harus aku…”
“kau tak bersalah ayame chan. Itu  karena aku sendiri” sahut ichiya
“tapi.. hiro-kun harus kehilangan kabuki… “

“kau tak perlu mengawatirkan semua itu.” sahut ichiya mendekati ayame dan menepuk bahu ayame “ayame-chan tersenyumlah.”

Ayame menatap ichiya yang ada didepannya dengan masih kuatir “jika membuat wajah seperti itu.. itu malah akan terasa berat bagiku juga.” Ucap ichiya. Ayame menatap ichiya ragu dan ichiya lalu tersenyum. 

Ayame perlahan-lahan mencoba tersenyum dan ichiya lalu pergi. Ayame berbalik menatap punggung ichiya yang pergi.

Dari jauh kyou menyaksikan moment waktu ichiya menepuk bahu ayame, waktu ayame tersenyum dan waktu ayame memperhatikan ichiya yang sudah pergi.
Kyou sangat sedih.


Ayame melanjutkan langkahnya ke ruang pak kawamura. setelah beberapa langkah ia melihat kyou yang berdiri disisi jalannya. Ia lalu mendekati kyou.
“kawamura-kun!” panggil ayame.

Kyou yang tertunduk hanya melirik ayame sekilas lalu melihat kea rah lain. Wajah kyou terlihat sedang kesal. 

“barusann..” ayame mau menjelaskan pada kyou soal ichiya tapi kyou sudah menoleh lagi dengan wajah juteknya.
“apa?”

Ayame terdiam ia merasa klo kyou tadi sudah melihatnya bersama ichiya. Tapi ia tak yakin juga jadi ia memutuskan tidak memberitahu kyou saja.

“tak apa-apa.. aku akan pergi menengok ayahmu.” Ucap ayame

Kyou kecewa ayame tak jujur mengatakan padanya klo tadi bertemu dengan ichiya. Kyou lalu melengos (pusing mikirin indonesianya apa.. hihihi) dank you pergi meninggalka ayame yang gelisah menyadari kesalahpahaman ini.
 
 

Kyou pulang dengan sangat lesu ke rumahnya. Baru sampai di rumah, yasu sudah memanggil-manggil namanya.

“tuan muda! Ada kabar besar!”
“ada apa? Kau ribut sekali!” Tanya kyou tak bersemangat.

“apa kau tau klo ichiya-san sudah dikeluarkan dari rumah todoroki?” Tanya yasu.
Kyou terkejut “dikeluarkan?kenapa?”

“sepertinya karena dia meninggalkan upacara pertunangannya dengan anak perempuan mereka Yuna”

“benarkah?” kyou semakin terkejut dengan kabar itu.
Kyou teringat perkataan ayame saat dimeja makan waktu itu. …. 

“Tapi bisa membuatmu tenggelam dalam dunia kabuki yang kau cintai, itu adalah sebuah kebahagiaan.”
Kyou baru menyadari ucapan ayame itu “apa itu berhubungan dengan ichiya?” gumamnya.


Ichiya pergi ke sanggar pertunjukkan kabuki. Ia menatap sedih gedung pertunjukkan yang tak akan pernah bisa ia jamah lagi.
 

Sementara itu dirumah keluarga sawayama. Ayah yuna sedang mengumpat ichiya. Yuna sedang lewat didepan ruang latihan itu dengan sedih

“seandainya aku terlahir sebagai laki-laki.. maka aku akan bisa jadi penerus rumah keluar todoroki ini kan?” ucap yuna menatap ayahnya dengan sedihnya “aku tak akan memaksa perasaan yang berat ini pada semua orang. “

“yuna.. kami sudah sangat memaksamu. Maaf..”kata  ayah Yuna yang melihat anaknya begitu  menderita.
“papa.. tentang hiroki..” ucap yuna berkaca-kaca.. pak sawayama melihat anaknya dengan kasihan.


Kyou pergi kesekolah dengan sahabatnya, haruhiko dan membahas soal ichiya yang tidak datang ke pesta pertunangannya itu.

“tidak datang ke pesta pertunangannya adalah benar-benar gila” ucap haruhiko.
“10 tahun, kau tau…” gumam kyou.
“heih?”

“ichiya dan ayame saling suka sudah 10 tahun. Bagaimanapun juga Itu sesuatu yang tak mudah dilupakan. Jika kau memikirkan hal itu, ayame juga tak pernah mengatakan suka padaku.” Ucap kyou pelan

“ini seperti bukan kau, kyou –chan!” ejek haruhiko “mengapa tak kau ajak saja ayame kencan?”
“ya..” jawab kyou.


Ichiya menemui ayame ditoko tempat ayame bekerja. Ia kesana untuk mengajak ayame pergi ke akuarium yang dulu pernah ia janjikan pada ayame dihari sabtu. Ayame pun menyetujuinya karena ichiya juga bilang akan mengatakan sesuatu padanya.


Saat ayame pulang dari bekerja dan baru saja sampai dikamarnya, kyou datang kekamarnya. 

“okaeri..” ucap kyou.
“tadaima” ucap ayame

Okaeri = selamat pulang kerumah dan tadaima = aku (pulang/sampai) dirumah.. memang salam yang biasa diucapkan orang jepang saat anggota keluarga pulang dari berpergian.

Mereka berdua berdiri saling menatap dan sangat kikuk. 

“kau.. pulang awal bekerja di hari sabtu kan?” Tanya kyou
“heih?”
“mau pergi kesebuah tempat bersama?” ajak kyou. “ini untuk menggembirakan kita juga”
Ayame gelisah dan bingung karena ia sudah janjian dengan ichiya.

“hari sabtu…. Aku harus bekerja sampai malam” sahut ayame berbohong.
“oh begitu..” sahut kyou kecewa.
“gomen ne”
“baiklah” ucap kyou yang kecewa tapi tetap memaksakan tersenyum.


Esok harinya disekolah, ayame bercerita pada chiaki klo dia akan kencan dengan ichiya di sewa world.
“hah? Kau akan kencan dengan hiro-kun?” seru chiaki kaget.
“aku tak bisa menolaknya..” jawab ayame
“mengapa begitu?” Tanya chiaki

“hiro-kun kehilangan kabuki karena aku.” Sahut ayame
“kau tak sedang berencana untuk memperbaiki hubungan dengannya kan?”
Ayame terdiam memikirkan kecurigaan chiaki atas hubungannya dengan ichiya itu.


Kyou masih terus berlatih dengan Ginzo-san dan menurut gurunya itu permainannya masih jelek. Kyou tertunduk lesu. 

Ichiya menghubungi kyou dan mengajaknya bertemu.
“aku minta maaf.. aku tau kau sangat sibuk..” ucap ichiya
“aku dengar kau dikeluarkan oleh Sakugoro-san?” Tanya kyou.
“iya..”

“kau tak akan berhenti bermain kabuki kan?” Tanya kyou.

Ichiya tertunduk “aku tak pernah menyesal  berangan tentang kehidupan kabuki. Pada akhirnya aku tak sebanding dengan Kyounosuke-san.  Tolong.. berjanjilah untuk menjadi actor dunia kabuki nomer 1. Aku akan pulang secepatnya. Tapi sebelum itu aku berencana menyatakan perasaanku pada ayame-chan. Aku akan bertemu dengannya besok hari sabtu.”

“besok?” kyou terkejut dan menyadari klo ayame sudah berbohong padanya. Kyou kecewa dan terluka.
Ia hanya menatap ichiya yang meninggalkannya. 


Bibi shizu bercerita pada pak kawamura klo kyou tak bisa kosentrasi berlatih. Ia juga bercerita klo hubungan ayame dan kyou jadi renggang dan aneh. Pak kawamura berkata klo itu memang harus dilewati kyou.


Dirumahnya kyou melihat ayame yang akan pergi menemui ichiya di sea world. Kyou sedih lalu memutuskan pergi ke rumah sakit saja untuk menengok ayahnya. 

Sampai dirumah sakit kyou bertemu kanjirou ditengah jalan yang mengatakan klo ayahnya hilang, taka da dikamarnya. Mereka lalu panic mencari keberadaan pak kawamura.

Kyou lalu pergi ke atas rumah sakit untuk mencarinya disana. Ia terkejut melihat ayahnya yang ada disana dan berlatih roh cermin. Kyou mendekati ayahnya dan mencegahnya tapi pak kawamura tak mau berhenti. Ia bilang klo kyou tak bisa diharapakan bisa bermain dengan baik dalam perannya itu maka ia memutuskan biar dia sendiri yang bermain jadi roh cermin.

Pak kawamura terus berlatih tapi kyou terus mencegah ayahnya.

“dengar kyounosuke.. dalam hidupmu kau akan menemui banyak kesulitan. Meski begitu, apapun yang terjadi kau harus tetap tampil dipanggung! Apa yang kau pilih itu adalah setapak jalan. Meski berat tak akan ada orang yang akan menyelamatkanmu.  Kau dengan kaki ini selangkah demi selangkah tak punya pilihan lain selain melangkah maju.” 

Pak kawamura terjatuh dank you segera meraih ayahnya.

“aku tau.. aku akan tetap bermain roh cermin.” Janji kyou “apapun rintangannya, akan aku tunjukkan padamu aku mampu mengatasinya.  Jadi percayalah padaku. “ ucap kyou bersungguh sungguh.
 

Sementara itu ayame pergi ke sea worl bersama ichiya tapi saat ichiya tak memperhatikannya ayame terlihat termenung. Begitu juga saat ke tempat yang dulu pernah ia lalui bersama kyou, ayame jadi sedih teringat akan kyou. 

Kyou yang baik yang selalu menemaninya bahkan mencarikan gelang pemberian ichiya yang waktu itu hilang di sea world. Ayame jadi melamun terus dan ia jadi tersadar dan membuatnya berhenti melangkah.

Ichiya heran melihat ayame yang berhenti melangkah itu.
“ayame-chan?ada apa?” Tanya ichiya.

Ayame hanya tertunduk tak mampu berkata apa yang ada dibenaknya.


“apa aku mengatakan sesuatu yang membuatmu marah?”

“tidak.. bukan itu” jawab ayame  “aku pergi ke sini bersama kawamura-kun. Kau tau, aku menjatuhkan gelang yang kau berikan padaku lalu kawamura-kun mencarinya panic dan menemukannya untukku.  Kawamura-kun selalu seperti itu. disaat berat atau saat aku kesepian dengan berlalunya waktu aku menyadarinya klo ia selalu ada disampingku. Dia menolongku dan membuatku gembira lagi.” 

Ayame menatap hiro-kun penuh penyesalan “hiro-kun, gomen ne..” ayame menangis 

“meski karena aku  hiro-kun.. kau kehilangan semuanya.  Meski aku satu-satunya yang bersalah.. tapi.. tapi.. aku… bagaimanapun juga aku tak bisa bersama Hiro-kun…” isak ayame.

Ichiya tertunduk mendengarkan pernyataaan ayame yang sudah menolaknya meski ia belum menyampaikan perasaannya.

“aku tau.. klo ayame chan sudah tak punya perasaan padaku.  Hanya saja sebagai kenangan terakhir, aku ingin kita datang ke tempat ini seperti yang aku janjikan sebelumnya. Aku benar-benar menyesal tak bisa menepati janjiku padamu ayame-chan. “
Maksud ichiya adalah janji pada ayame untuk menjadi actor nomer 1 didunia kabuki.
“hiro-kun”

“tapi.. jika itu kyounosuke-san.. dia dapat membuat mimpimu menjadi nyata. Dia adalah satu-satunya orang yang aku akui.” Ucap ichiya tersenyum pada ayame yang masih menangis.


Ayame pulang ke rumah saat kyou juga sedang keluar ruang latihannya.
“okaeri” ucap kyou
“tadaima” ucap ayame.
Mereka berdua terdiam tak mampu berkata-kata.

Ayame : “ada yang ingin kubicarkan”
Kyou : “aku mau memberitahumu sesuatu ayame-chan”
Ucap keduanya bersamaan.

“heih? Apa?” Tanya ayame.

“aku mempersiapkan untuk hal yang terburuk.” Ucap kyou “ayahku tiba-tiba sakit. Semua ini begitu tiba-tiba datang padaku. Ada banyak sekali tekanan. Aku hampir hancur.  Tapi aku satu-satunya yang harus melakukan itu. aku satu-satunya yang harus menjaga tradisi keluarga ini. Untuk itu…” kyou menatap ayame dengan sedih. 

Kyou lalu membungkukkan badannya didepan ayame dalam-dalam. Ayame terkejut kyou melakukan itu.
 

“gomen ayame…”
“heih?”

“aku ingin fokus hanya pada dunia kabuki sekarang ini. Aku akan berterus terang… aku tak mungkin menjagamu saat ini, ayame…” kyou menatap ayame dengan masih sangat sedih tapi coba ditahannya 

“tentangmu… aku tak punya pilihan lain.. aku menyerah mendapatkanmu.” Ucap kyou dengan mata yang memerah menahan airmata? Mungkin ya.

Ayame terkejut dan terus menatap kyou yang ada didepannya. Disaat ayame mulai menyadari perasaannya pada kyou ternyata kyou malah sudah menolaknya.

Ayame mencoba menahan airmatanya dan dengan tabah menjawab kyou 

“hmm.. aku tau.. terima kasih untuk semuanya sampai saat ini.. kau selalu kesana kemari untuk menolongku” ayame menghela nafasnya untuk melonggarkan sesak didadanya.

“aku percaya penuh klo kawamura-kun akan menjadi actor kabuki yang hebat.”

Kyou terharu, matanya sudah berkaca-kaca “arigatou.. ”

“ganbarre, kawamura kyounosuke!” seru ayame mencoba tersenyum memberi semangat pada kyou untuk terakhir kallinya.

“ya..” sahut kyou memaksakan senyuman. 


Ayame lalu pergi meninggalkan kyou untuk ke kamarnya.
Ayame melihat bibi shizu ternyata ada didepan pintu mendengarkan semua itu.  ayame terkejut “terima kasih sudah menjagaku selama ini” ucap ayame.

Bibi shizu merangkul ayame, kemudian ayame masuk ke kamarnya.
Bibi shizu menemui kyou diruangnya. 

“jika aku tak mengatakan itu.. dia tak akan pergi ke ichiya.. inilah yang harus terjadi” ucap kyou.

 

Ayame langsung berkemas-kemas dan langsung meninggalkan rumah keluarga kawamura. ia pergi ke rumah chiaki membawa barang-barangnya.

“ayame?” chiaki mendekati ayame yang sangat sedih itu. dan akhirnya ayame tak bisa menahan perasaannya airmata ayame tumpah dan Ia menangis dipelukkan sahabatnya itu.
 
 





Minggu, 24 November 2013

Sinopsis : Pin To Kona Ep. 9 - Part 2



Ayame memutuskan untuk menjadi model telanjang  daripada harus mencemarkan nama baik kyou dengan berfoto bersamanya . sebelum 3 hari yang sudah disepakatinya dengan pak Okawa untuk foto bugilnya, ayame menghabiskan waktunya dengan membantu bibi Shizu mengurus rumah keluarga Kijimaya. 

Ayame merangkai bunga dan buah bersama bibi. Saat kyou datang, dengan riangnya ayame menunjukkan hasil karyanya pada kyou. 

Kyou senang melihat wajah ayame yang ceria itu. “kawaiii” puji kyou entah pada hasil karya ayame atau pada ayame karena mata kyou terus  menatap ayame.
 

  
Saat malam harinya Ayame membantu pak kawamura yang sedang minum obatnya dengan menyediakan air minum hangat untuk pak kawamura.


Kyou senang atas apa yang berlangsung dirumahnya dengan kehadiran ayame. Apalagi sekarang ia bisa berangkat sekolah bersama ayame.


Ayame sedang membersihkan ruang latihan keluarga Kijimaya saat kyou dan pak kawamura datang untuk berlatih. Ayame memberi semangat pada kyou. Pak kawamura melihat ada sesuatu dengan ayame belakang ini. 
 


Semua berkumpul untuk makan malam, kyou bersemangat merasakan masakan ayame untuk pertama kalinya. 

“yummy… tak menyangka ayame yang melakukan ini” puji kyou
“ayame memiliki citra rasa yang lembut..” puji bibi shizu juga.
Ayame tesenyum lega semua menyukai masakannya. “syukurlah”
“tapi ini semua makanan yang sehat untuk tubuh.” Ucap kyou.

Bibi dan pak kawamura memperhatikan makanan yang ada dimeja. Pak kawamura memperhatikan didepannya sudah terhidang bubur special  untuknya juga.  Iapun segera mengicipinya. Kaena ayahnya sendiri yang belum mengatakan apa-apa lalu kyou meminta ayahnya mengatakan sesuatu tentang makanan itu.

“sangat enak..” puji pak kawamura tulus. Ayame tersenyum senang mendengarnya.



Ayame sudah selesai membereskan meja makan saat pak kawamura menghampirinya. “terima kasih sudah membuat makanan yang sehat untuk tubuh demi aku.”
“tak apa-apa” sahut ayame. Pak kawamura lalu melangkah pergi meninggalkan ayame. 

“anooo… “ ucap ayame”
Pak kawamura menoleh pada ayame “tolong jaga kesehatan tubuh anda. Anda orang yang sangat berharga untuk dunia kabuki. Aku akan selalu mendukung anda!” ucap ayame
Pak kawamura agak tersentuh mendengar ucapan ayame itu, ia pun tersenyum pada ayame.

Ayame lalu berjalan melewati ruang latihan kyounosuke. Saat kyou akan menyadari kehadirannya, ayame segera bersembunyi agar tak ketahuan kyou. Ayame terlihat sangat sedih. “mimpi.. sudah berakhir” gumam ayame sedih.

 
 

Ichiya menatap semua keperluan pertunangannya dengan YUna. Pak sawayama datang dan berkata klo ichiya sekarang sudah menjadi anaknya dan ia sangat berharap pada ichiya untuk masa depan keluarga sawayama. 


Pagi harinya… hari ayame akan melakukan pemotretan. Kyounosuke masih tertidur pulas saat bibi shizu membangunkannya.

“tuan muda! tuan muda..” panggil bibi mencoba membangunkan kyou.
Kyou mulai terbangun “ada masalah.. ayame-chan pergi..” ucap bibi

“dia pergi” kata kyou yang belum terlalu sadar. Sedetik kemudian dia mulai menyadari apa yang terjadi. Kyou terkejut dan langsung terbangun dari tidurnya. “ayameee?"



Kyou, pak kawamura, bibi shizu dan yasu bersama-sama membaca surat yang ayame tinggalkan untuk keluarga Kijimaya.

“aku minta maaf karena sudah menyusahkan semuanya.  Aku akan terus mengingat semua kenangan tinggal disini seumur hidupku. Mulai sekarang aku akan menjaga kabuki yang aku cintai dalam hatiku. Tetaplah sehat. Ayame.”

“apa mungkin dia ke rumah ayahnya ya..” ucap bibi
Kyou terdiam dan berpikir keberadaaan ayame. Ia lalu jadi kuatir dan buru-buru pergi untuk mencari ayame. 


Kyou mencari ayame ke taman yang biasa ia pergi bersamanya.
“mengapa?..... mengapa dia tak bilang apa-apa?”  gumam kyou gelisah setelah berlari-lari ke tempat yang biasa mereka kunjungi.



Sementara itu pak kawamura yang curiga dengan ayah ayame dan minta kanjirou menyelidikinya akhirnya tau klo pak Okawa itu orang yang mencurigakan.
 


Ayame pergi ke perusahaan Okawa. Ia melihat di lobby kantor pak Okawa dan ayahnya sudah menunggunya.
“terima kasih ayame” ucap ayahnya. 

Haishhhhhh.. ini orang benar-benar tak tau diri.. anaknya sendiri dijual..!

“ayo kita bersenang-senang untuk ini” ucap pak okawa senang.
Ayame gelisah menatap kedua pria yang ada didepannya.
 


Kyou menghubungi ichiya yang sedang pergi menjemput orangtuanya untuk acara pertunangannya hari ini.
“kyounosuke-san apa yang terjadi?” Tanya ichiya
“akhir-akhir ini apa kau bicara dengan ayame ?”
“tidak.. apa ada yang terjadi?”
“ayame menghilang”
“heihh???” ichiya kaget dan jadi sangat kuatir.
 



Dirumah keluarga Sawayama, Yuna sudah memakai pakaian pertunangannya. Ia terlihat sangat gembira menunggu ichiya datang  bersama calon mertuanya. Yuna terus menatap cincin pertunangannya yag diberikan ichiya padanya dengan sangat bahagia. Ibunya datang menemaninya menunggu tamu mereka.



Ichiya dan kyou bertemu ditaman.
“jadi ayame-chan pergi ke rumah ayahnya?” Tanya ichiya
“aku tak punya petunjuk.. aku tak tau bahkan aku tak tau tempat tinggal ayahnya juga.” Sahut kyou.

“apa yang sudah kau lakukan kyounosuke-san! Aku pikir aku bisa mempercayakan ayame padamu” ucap ichiya dengan kemarahannya.
“akhir-akhir ini dia terlihat bahagia.. itulah mengapa aku tak berpikir klo dia aka pergi.” Ucap kyou 

“ayame-chan pasti pergi demi dirimu.. dia pikir jika ia berada disana akan menyebabkan masalah buat seluruh keluarga kawamura dan dia pergi ke ayahnya untu menjagamu. Apa kau aka meninggalkan ayame sendirian?”

Kyou tertunduk teringat ancaman pak Okawa pada dirinya.  “jika aku salah langkah.. aku tak tau apa yang akan Okawa itu lakukan selanjutnya. Tidak saja padaku, tapi melukai tradisi ini.”

 

Ichiya marah mendengar ucapan kyou. Ia mencengkram kaos kyou.
“apa itu arti ayame bagimu?! Apapun yang terjadi, apapun situasinya, kau harus melindunginya dengan tanganmu. Bukankah itu artinya untuk bertanggung jawab dengan kehidupan seseorang? Apa kau tak siap untuk itu?”

Kyou teringat ucapannya pada ayahnya klo ia akan bertanggung jawab akan kehidupan ayame.

“aku tak bisa menyerahkan ayame pada orang seperti itu. meski aku harus mengorbankan segalanya, aku akan tetap melindunginya” ucap ichiya.

Kyou teringat ayame. Ia menepis tangan ichiya yang mencengkram kaosnya. “AKU SUDAH SIAP UNTUK AYAME!” teriak kyou “aku juga tak akan menyerahkan ayame padamu”
Mereka saling menatap “prioritas kita sekarang adalah mencari ayame-chan” ucap ichiya.

Kyou teringat sebuah tempat yang mungkin didatangi ayame.  Mereka pergi ke perusahan penerbitan Okawa. Dari salah seorang karyawan disitu kyou akhirnya tau klo Okawa sedang ada sesi pemotretan.  Kyou dan ichiya segera berlari ke ruang pemotretan.



Sementara itu dirumah keluarga sawayama terjadi kehebohan karena ichiya tak datang-datang. Dan saat ibu ichiya dihubungi, ibu ichiya mengatakan klo ichiya belum datang menjemputnya. Yuna menangis mendengarnya. Pak sawayama sangat marah mendengar kabar itu.


Diruang pemotretan…
Ayame ketakutan dan gelisah begitu keluar dari ruang ganti dengan hanya memakai jubbah mandi. Perlahan dan ragu ia melangkah ke kerumunan staff pemotretan. Para staff terlihat memperhatikannya membuat ayame semakin bertambah gugup. 

Herannya tuh bapak juga ada disana.. edannn… masak anaknya mo difoto begituan dia setuju dan ikut nonton????!!!!
 

 

Pak Okawa menyuruhnya bersiap-siap. Dengan gugup ayame membuka ikatan jubbah mandinya.
Tangan ayame gemetar hebat saat melakukannya. Ayame hampir menangis..
“AYAME..!!” ayame terkejut mendengar suara kyou dari luar ruangan.
Ayame memperhatikan kyou yang masuk dan langsung menarik tangan ayame untuk pergi. “ayo kita pulang” tarik kyou. Semua kaget melihat kyou yang tiba-tiba masuk ke ruangan itu.
“tapi..” ucap ayame
“TAK ADA TAPI.. mengapa kau tanggung hal ini sendirian? Kau tak sendirian. Aku tak akan biarkan orang melukaimu lagi”
“kawamura-kun..” ichiya datang menyusul kyou. Dengan kuat kyou menarik ayame untuk pergi. 
 



Tiba-tiba ayah ayame menghalangi kyou dengan memegangi kyou erat

“jangan mengacaukanku!! Aku tak mau orang sepertimu menghalagiku” seru ayah ayame. Kyou berusaha melepaskan pegangan ayah ayame tapi tak berhasil. Mereka berdua jatuh ke ranjang yang akan dipakai ayame untuk pemotretan.

 

“SIAPA YANG MENGACAUKAN SIAPA!? Dan kau masih bisa menyebut dirimu sendiri seorang ayah?” seru kyou penuh kemarahan dan segera berdiri untuk mendekati ayame. Beberapa pria mencoba menghalangi kyou pergi. 

Ichiya membantu kyou dan dikeroyok bebrapa pria itu. berkelahianpun tak bisa dihindari. Mereka saling memukul dan merusak sebuah barang yang ada di ruang pemotretan itu.
Tiba-tiba pak kawamura dan kanjirou datang. Semua terkejut melihat pria terhormat itu turun tangan.


“suatu kehormatan bisa bertemu denganmu Kawamura Sasaemon-san.. ini kesalahan anakmu klo semua berakhir seperti ini, dia benar-benar flamboyant ya.. aku akan membuat artikel ini. Anak terkenal keluarga Kijimaya berlari ke tempat kerja kekasihnya dan melakukan kekerasan. Ahhh semua orang pasti akan terkejut kan?” ancam pak Okawa pada pak Kawamura.

“lakukan yang kau mau!” teriak kyou “aku bukan actor bodoh yang akan hancur karena hal-hal seperti  itu.!”

Pak kawamura agak terkejut mendengar perkataan kyou itu.  
“ini kata-kata dariku, okawa-san” kata kanjirou maju kedepan. “di cabaret klub yang aku kunjungi, aku dengar rumor tentangmu. Kau punya reputasi jelek. Berjanji kau akan membuat pemotretan gravure (foto dengan pakaian renang utk majalah dewasa dengan pose menantang) dan menipu mereka ke sebuah hotel.  Berjanji akan memproduksi  foto-foto dalam sebuah buku tapi kenyataannya hanya foto-fotonya saja dan tak membayar royalty. Yahhh banyak sekali rumor tentangmu.”

Okawa langsung gelisah rahasianya kebongkar.
“aku sudah menyimpan semua cerita itu dan terekam di HP ini,..”

Okawa hanya terdiam saja, tak berkutik dengan kebenaran yang terungkap. Pak kawamura maju mendekati okawa.

“apa yang akan terjadi selanjutnya terserah dengan apa yang kau putuskan” ucap pak kawamura “aku tak mau terlibat dengan seseorang sepertimu. “

Pak kawamura menatap okawa dengan garang. Okawa langsung tak punya nyali “pemotretan dibatalkan.. bereskan semuanya” ucapnya sambil menendang barang-barang yang ada disana dan berjalan keluar.

 

Ayah ayame menangis sedih dan terduduk dilantai “semua sudah berakhir.. ayame meski aku mempercayaimu..” ucap ayah ayame menangis bukan karena menyesali perbuatannya tapi menangis tak jadi mendapat uang dari pemotretan ayame.

“aku juga percaya padamu.. jika aku lakukan yang terbaik dan menunggu, kau akan datang menjemputku suatu hari.  Hari itu akan datang saat kita bisa tingggal bersama sebagai keluarga lagi.” Ucap ayame

“ini semua demi itu!” sahut ayahnya. “demi tinggal bersama sebagai keluarga, ini hanya hal yang natural dilakukan untuk menolong keluargamu!”
 


“tutup mulutmu dengan segala perkataan keluarga.. keluarga itu!” teriak kyou menatap marah pada ayah ayame. Pak kawamura hanya memperhatikan anaknya itu. ayah ayame juga melihat kyou .
 
“orang sepertimu tak bisa disebut sebagai keluarga. Aku… aku akan menjadi keluarga ayame.” Semua terkejut mendengar semua itu.

“anak nakal sepertimu … beraninya mengatakan hal yang tak bisa dipertanggung jawabkan seperti itu.” sahut ayah ayame.
Pak kawamura marah kesungguhan yang bisa keluar dari mulut anaknya diejek oleh ayah ayame. 

“ORANG SEPERTIMU YANG TAK DAPAT MELINDUNGI ANAKNYA, apa pantas berkata seperti itu?” tegur pak kawamura.

Ayah ayame tak berani berkata-kata lagi didepan pak kawamura.

“kami akan ambil ayame-san dan bertanggung jawab atasnya. Karena dia… orang yang berharga bagi putraku. ” Tegas dalam mengambil keputusannya. Kyou, ayame, ichiya dan kanjirou terkejut mendengar persetujuan pak kawamura atas perkataan kyou itu. 

 

Ayah ayame melihat pada putrinya itu “ayame setelah ibumu meninggal aku jadi sendirian. Ayame kau tak akan meninggalkan aku seperti yang lainnya kan? Benarkan?”

Ayame dengan terisak menjawab ayahnya “aku tak bisa bersama dengan dirimu yang sekarang ayah”

Ayah ayame kecewa “begitukah.. baiklah aku mengerti.. lakukan yang kau inginkan” ayah ayame bangkit berdiri dengan lesu dan keluar ruangan.

“ayah… “panggil ayame “aku akan menunggu… untuk suatu hari kau akan datang menemuiku lagi. Aku akan menunggu!”

Ayah ayame tak berkata apa-apa dan langsung melanjutkan langkahnya.
Ayame menangis sedih melihat ayahnya yang pergi.


“ayame san” panggil pak kawamura “ayo pulang ke rumah..”
Kyou menatap ayahnya.

“iya” angguk ayame.
“ayah…” panggil kyou. Pak kawamura melihat anaknya “arigatou”
“itu karena kau menunjukkan padaku klo kau sudah siap” jawab pak kawamura.
Tanpa mereka sadari ichiya sudah meninggalkan tempat itu.

 
 
Ichiya melangkah gontai dan teringat akan pertunangannya dengan yuna. “semua sudah berakhir.

Keluarga sawayama tertunduk lesu atas batalnya acara pertunangan anak mereka itu.


 

“ayame ayo pulang” ajak kyou
“iya..” sahut ayame tersenyum.


Pak kawamura tersenyum dan melangkah tapi tiba-tiba ia merasa perutnya sakit. Pak kawamura mengeluarkan darah dari mulutnya dan jatuh tak sadarkan diri.
Semua terkejut dan berlari mendekati pak kawamura. 

“ayah.. apa kau baik-baik saja…! sadarlah..! ayahhhh..!!!“ teriak kyou didepan ayahnya yang tak sadarkan diri.