Rabu, 23 Oktober 2013

Sinopsis : Pin To Kona Ep. 1 - Part 4


Esoknya di gedung kesenian kabuki.. orang-orang berdatangan untuk melihat pementasan kabuki.. 

Gadis-gadis berbisik-bisik ingin melihat kyo-sama. Haruhiko datang bersama bibi untuk melihat pementasan itu juga.  Ia kagum dengan gedung kabuki .

“apa ini pertama kalinya kau nonton kabuki?” Tanya bibi
“iya tapi aku sudah sangat menunggu ini karena kyo-chan akan bermain.” Kata haruhiko sambil melihat sekelilingnya.

“aku ingin tau apa Ayame-chan ada disini..” bisik bibi. Haruhiko kaget bibi mengetahui soal ayame. 

Ayame memang sudah datang dengan seragam sekolahnya. Begitu juga yuna juga sudah datang memakai kimononya. Ayame duduk dideretan kursi dibelakang Yuna.
 


Kyonosuke gugup dibelakang panggung. Ia terus menghela nafas sambil berjalan mondar-mandir. 

“apakah normal jadi gugup  saat memikirnya seperti ini?” Tanya Kyo pad yasu, orang yang bekerja dengan ayahnya. 

Yasu juga heran kenapa Kyonosuke begitu gugup padahal sudah sering bermain kabuki.
“apa yang sudah kau lakukan sampai sekarang.” Sahut yasu

“aku akan pergi keluar sebentar saja” sahut kyo dan pergi keluar ruangan make upnya.
Ia bertemu ichiya dilorong artis. Ichiya menyapa kyo dengan membungkukkan badannya dan kyo membalasnya. mereka terkejut melihat Kanjiro mengaduh kesakitan sedang berjalan dipapah 2 orang teman lainnya. 

“kanjirou-niisan! Apa yang terjadi!? “ Tanya kyo kuatir dan berlari mendekati kajirou.
“punggung bawahku kesleo” sahut kanjirou

“apa kau baik-baik saja?”
“apa aku terlihat baik-baik saja!” teriak kanjirou marah dan langsung merasakan kesakitan lagi.
“lalu bagaimana dengan pementasan?” kata kyo panic. 

“tentu saja aku akan tetap main. Aku tak bisa membiarkan lubang dipementasan ini.” Kata kanjirou dengan masih kesakitan.

“tapi dengan kondisi itu…” kyo tak yakin kanjirou bisa bermain dengan kondisi seperti itu.
“ini bukan apa-apa! Sesuatu yang tak mungkin, tak ada dalam kamus kanjirou” sahut kanjirou sambil berusaha berdiri sendiri dengan melepas pegangan pada 2 teman kabuki. Tapi ia langsung mengaduh kesakitan lagi.

Kyo berlari menolong kanjirou yang hampir jatuh itu . “kanjirou-niisan!”


Ayah Kyonosuke, pak Kawamura, guru Oiwa dan tetua kabuki berdatangan dengan terburu-buru. “benarkah kanjirou san kesleo punggung bawahnya!?” teriak pak kawamura.
Pak kawamura memeriksa kanjirou yang jatuh terduduk itu “ ini sepertinya tak mungkin dilanjutkan. Aku sudah bilang padamu untuk berhati-hati agar kau bisa pentas”
“maaf” sahut kanjirou

“tetapi.. untuk membatalkan penampilan dengan tiba-tiba…”guru oiwa kuatir apa yang terjadi jika tidak jadi pentas.
“apa kah bisa diberikan penggantinya?” kata guru lainnya.
Ichiya mendengarkan percakapan itu.

“orang muda yang bisa memerankan Okaru dengan cepat…  bagaimana dengan oyukarou?” kata pak kawamura minta pendapat guru Oiwa. 

“dia sedang cuti ke desa dalam tour” jawab guru oiwa
“apa yang harus kita lakukan..” gumam kyo 

Ichiya yang sedari tadi mendengarkan percakapan itu, berjalan mendekati para pelatih “bisakah anda… bisakah anda mengijinkan aku melakukanya?” pinta ichiya pada pak kawamura.

“ichiya apa yang kau katakan?” kata guru Oiwa.
“aku mohon padamu” kata ichiya membungkuk dalam-dalam pada pak kawamura.
“oiyy hentikan itu!” sahut guru oiwa marah. Ichiya dan pak kawamura saling menatap sangat lama.

“tidak…  bagaimana klo kita beri kesempatan padanya?” kata pak kawamura. Ichiya sudah memperlihatkan padanya sebelumnya, jadi ia tau kemampuan ichiya. 

Kyonosuke dan yang lain terkejut mendengar keputusan pak kawamura. 

tidak, itu akan terlalu ceroboh” sahut guru Oiwa. “ichiya masih tidak ada pencapaian dan popularitas. Sebagai okaru ,diaa…..”

“aku tau ini bukan hal yang biasa kita lakukan. Tapi saat ini, kita tak berada diposisi yang bisa mengatakan hal itu kan?” sahut pak kawamura. “untuk para pelanggan kita.. kita harus membuka tabir (pertunjukan) kita. Aku akan bertanggung jawab dalam hal ini”

“aku mengerti.. ichiya persiapkan dirimu” kata guru oiwa pada akhirnya setelah melihat keteguhan pak kawamura. 

“ya..” sahut ichiya memberi hormat. Kyonosuke terdiam, sekarang mau tak mau ia harus bermain bersama rival kabuki dan rival cintanya.

“Maaf.. kami bergantung padamu Ichiya” kata kanjirau.
“aku akan membawakan peran itu dengan segena kemamuanku” janji ichiya pada kanjirou.
Ichiya lalu diajak untuk memersiapkan dirinya dengan guru Oiwa.

Mereka pergi meninggalkan Kyonosuke dan ayahnya. Melihat wajah kyonosuke yang galau ayahnya berkata klo kyo sudah mempersiapkan semuanya dengan baik maka tak ada yang perlu dikawatirkan. 



Pembawa acara menyampaikan berita perubahan pemain kepada para penonton. Sagata kanjirou akan digantikan oleh Sawayama Ichiya.

Beberapa penonton memilih untuk meninggalkan gedung karena mereka fansnya kanjirou.
Ditempat nya duduk, ayame sangat terkejut mendengar pengumuman itu “Ichiya? Apakah itu Hiro-kun?”

Penonton yang kecewa mengajukan complain pada penerima tamu. Mereka tak mau kanjirou diganti oleh actor yang tak dikenal mereka itu. Yasu yang mendengar kemarahan para penonton segera melaporkannya pada Pak Kawamura.


Ichiya yang sedang berdandan juga mendengar keluhan itu. pak Kawamura berkata klo mereka sudah tak bisa berbuat apa-apa dan pementasan tetap akan dilakukan.

Ichiya dan Kyonosuke berdiri dibalik tirai tipis yang membuat siluet tubuh keduanya.
“mari kita bekerja sama dengan baik.. aku akan bekerja dengan sebaiknya” bisik ichiya pada kyo sebelum tirai dibuka.

“jangan tahan kakimu” sahut kyo *ungkapan ya. Mungkin artinya lakukan sepenuhnya :P
“chiba ayame ada disini.. drama ini adalah pertandingan antara kau dan aku!” tantang kyonosuke.

\
Tiraipun diturunkan. Penonton bertepuk tangan.
Kyonosuke sebagai kanpei (pria)
Ichiya sebagai Okaru (perempuan)

Keduanya dipanggung berdiri merapat dengan sebuah penutup kepala (kyk caping) menutup muka keduanya.
Pak Kawamura terlihat sangat tegang.
Perlahan-lahan kyonosuke menurunkan caping itu dan wajah keduanya terlihat oleh penonton. 

Semua langsung bertepuk tangan.
“tuan muda selalu terlihat hebat” puji bibi.
“Ichiya juga keren! Sangat cantik!” puji haruhiko. 

“peran yang dimainkan tuan muda adalah hayano Kanpei, seorang samurai. Ichiya berperan sebagai kekasihnya, Okaru. Okaru dan kanei bertemu dengan sembunyi-sembunyi. Dia berkabung karena tidak berada di sisi Tuan yang paling pentingnya dan menuju rumah Okaru di Yamazaki wilayah Kyoto. Mereka melarikan diri dari  sesuatu yang harus mereka hadapi. Seperti tuan muda selama ini. Dan apa yang akan terjadi nanti” bibi berkisah ada haruhiko.


“hiro-kun..” gumam ayame terus memperhatikan wajah Ichiya. Ia terlihat sangat bahagia bisa melihat ichiya ada dipanggung sebagai pemeran utama.
 


Dipanggung terlihat kyonosuke/kanpei menutup wajahnya. Haruhiko bertanya ada bibi apa artinya gerakan itu. 

“dia sudah melarikan diri disini. Dia tak punya percaya diri untuk melanjutkan hidupnya, jadi dia memutuskan bunuh diri” sahut bibi.. 


“kanpei ini adalah wujud diriku saat ini. aku telah menipu diri sendiri dan selalu berpikir untuk melarikan diri. Tapi, sekarang ini aku sudah berubah dari orang seperti itu.. laki-laki ini… tak akan pernah aku kalah darinya!” kata hati kyo.

Ia terus melakukan adegan dramanya.
Bibi juga terus menerangkan pada haruhiko arti gerak-gerakan yang dimainkan kyo dan ichiya. 


“Ini adegan highlight/yang jadi sorotan untuk Hiro-kun” gumam ayame “ganbatte ne..” 

Dipanggung ichiya melakukan ucapan yang seperti menyanyi dengan suara bernada dan gerakan-gerakan seperti tarian. Ini adalah gerakan yang paling jadi sorot perhatian, mungkin karena kesulitannya. Semua penonton diam memperhatikan. 

“aku sekarang berdiri ditengah panggung. Tempat yang menjadi tujuanku dan akhirnya tiba. Tapi mengapa penonton sangat diam dan sunyi. Meskipun aku sudah melakukan upayaku untuk hari ini, apakah kurang bagus?” kata hati Ichiya yang bingung melihat penonton terdiam memperhatikannya.  
“akankah ini jadi akhirku disini?” kata hati ichiya. 

“TODORAKI HOUSE..!” teriak pembawa acara yang berarti gerakan yang tersulit sudah selesai. Ichiya terkejut ia sudah menyelesaikan peran tersulitnya itu. ia bertambah terkejut saat semua bertepuk tangan untuknya. 

“hiro-kun.. kau sudah melakukannya” Ayame terharu dan lega ichiya berhasil menyelesaikan perannya.
Kyonosuke juga terkejut melihat respond penonton pada ichiya. “ini belum berakhir” kata hati kyo.
 


Sekarang gantian kyonosuke melakukan adegan yang paling jadi sorotan tokoh kanpei. Ia seperti melawan beberapa orang. ia bermain dengan sepenuh hatinya karena ini pertandingannya bersama Ichiya.

Kyonosuke teringat ancamannya pada ayahnya untuk berhenti bermain kabuki. Ia teringat betapa ayame sangat mencintai kabuki. Ia teringat pertarungannya dengan ichiya untuk menjadi tokoh kabuki yang terbaik dan untuk mendapatkan cinta ayame. 

“apapun yang terjadi dalam hiduku.. aku sudah memilih didunia ini.”

Semua bertepuk tangan melihat penampilan kyonosuke. Mereka berbisik-bisik “kyo-sama terlihat berbeda dengan dia yang biasanya” semua kagum padanya tak terkecuali ayame yang tersenyum memperhatikan penampilan kyonosuke. 


Dipanggung kyonosuke masih belum selesai melakukan adegan tersulitnya, ia masih berperang melawan orang-orang. Kyo teringat pujian Ayame yang mengatakan ia  akan jadi pemimpin dunia kabuki. 

“lihat ini… ini adalah kawamura kyonosuke” kata hati kyo menyelesaikan gerakan terakhirnya yang harus sesuai dengan irama pukulan kayu.

“KIJIMAYA HOUSE..!” seru pembawa acara. Gemuruh tepuk tangan  memenuhi gedung itu.
Ayame bertepuk tangan melihat penampilan kyonosuke. 


Adegan selanjutnya adalah adegan terakhir yaitu Kanpei dan Okaru pergi bersama dengan bergandengan. Mereka berdua berjalan dipanggung yang ada disisi kiri gedung diatas para penontonnya.
 


“ichiiya itu.. dia bermain dengan bagus ya” puji guru oiwa.
“meski aku kuatir akan apa yang akan terjadi… ahh.. ternyata dia bisa dihandalkan” sahut Pak Kawamura tersenyum. Mungkin dia mengatakan ini bukan untuk ichiya tapi penampilan anaknya juga.
Penonton masih bertepuk tangan sampai keduanya menghilang dibalik panggung.
 


Saat Kyonosuke selesai mandi, ia mendengar ichiya berbicara padanya “seperti yang diharapkan dari Kawamura Kyonosuke yang hebat.” 

Kyo keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk saja dan melihat ada ichiya didepan cermin diruangan kamar mandi artis. 

“yah meski agak berat mengatakannya, tetapi kau juga bermain bagus, kaitannya dengan hari ini. Tapi mulai sekarang, aku pasti akan menjadi nomer 1. ” sahut Kyo

“aku juga akan mengatakan hal yang sama” sahut ichiya “aku pasti akan membuktikan kepadmu klo  bahkan gulma seperti aku dapat merebut puncak

“yah lakukan saja sebisamu” ucap kyo datar. 

“dan juga aku mengatakan ini tanpa ada alasan..”
“hah?” kyo menunggu ichiya menyelesaikan kalimatnya.

“ini tentang Ayame-chan.” Kyo terkejut mendengar nama ayame disebut, ia segera memperhatikan ichiya. 

“ada alasan kenapa aku belum pergi menemuinya sampai saat ini. “ lanjut ichiya.
“kau belum melupakannya kan?” Tanya kyo.

“aku selalu terus menerus punya rasa padanya. Meski alasan aku tak bisa menemuinya adalah.... " ichiya menatap ichiya dari kaca didepannya lalu ia berbalik.

" selama aku berada di dunia kabuki sampai aku mampu berdiri ditengah panggung, aku putuskan untuk tidak bertemu dengannya.... Tapi apapun yang akan kau katakan, hari ini aku mampu berada di tengah panggung, karena itu…  karena itu mulai saat ini, Ayame-chan adalah milikku!” ucap Ichiya dengan tatapan dingin pada kyonosuke. 

Kyo terkejut dengan ucapan ichiya dan ia ingat janji antara ichiya dan ayame itu.. Ichiya berbalik meninggalkan kyo yang masih bengong... kalahhh...
 


Ichiya segera mengganti bajunya. Ia mengambil boneka yang dulu pernah diberikan ayame saat mereka kecil. Ichiya menggenggamnya erat dan segera berlari keluar ruang ganti.
 


Ichiya menyeruak kerumunan penonton yang masih ada dilantai dua. Dari lantai 2 tempatnya berdiri ichiya melihat kebawah. Disana ia menemukan sosok Ayame sedang berjalan dari tangga lantai 2.
“Ayame-chan…!” teriak ichiya sambil turun tangga ke lantai 1.


Ayame menoleh mendengar seseorang memanggilnya. Ia terkejut saat melihat ke tangga dibelakangnya. ia melihat Ichiya disana. “hiro-kun..”

Mereka saling menata sangat lama. Saat ichiya mulai tersenyum padanya, Ayame jadi ikut tersenyum senang. 

Ichiya turun tangga, setapak demi setapak dengan terus menatap Ayame.. dengan terus tersenyum pada Ayame.


Sementara itu kyo masih didepan ruangan kamar mandi dan terduduk lesu.. sedih...dan  patah hati...


 
Preview Episode 2 : 

Kyonosuke sedang patah hati dan depresi.. Huhuhuhu… huaaaaa…. Hiks… hiks… ( ; _ ; ). 
Terus apa yang akan dilakukan Kyonosuke saat melihat Ayame pingsan didepannya??  kyaaaaaa.... nggak kuattt..



Selasa, 22 Oktober 2013

Sinopsis : Pin To Kona Ep. 1 - Part 3


Yuna menemui Ichiya yang sedang latihan kabuki. Ia bilang klo ia tadi diselamatkan oleh senpai disekolahnya saat ia sedang di bully.
Senpai = kakak kelas

“senpai itu berkata, disaat mengalami waktu yang berat kau harus memikirkan orang yang penting, maka kau akan jadi kuat. Bagaimana menurutmu hiroki? Saat kau mengalami waktu yang berat, apa kau memikirkanku?” 

Ichiya tersenyum “tentu saja”
“benarkah?”
“iya benar”

Yuna mencari kebenaran jawaban diwajah ichiya yang ada didepannya itu.

 “aku sudah tinggal bersamamu selama ini Hiroki, dan aku memikirkanmu lebih dari keluarga, meski terkadang aku merasa.. aku tak mengerti apapun tentangmu dan aku jadi takut. “

Ichiya mencari jawaban untuk menjawab apa yang dirasakan Yuna terhadapnya itu dan ia tersenyum mengajak Yuna bercanda “tapi aku tak punya hobby yang aneh atau semacamnya. “

Yuna tersenyum “apa itu? hobby yang aneh?” ia lalu bersadar dilengan ichiya “hiroki.. kita akan selalu bersama kan?”
“iya” jawab Ichiya dengan wajah dinginnya.
 

Kyonosuke berjalan tersenyum-senyum dengan membawa tiket pentas kabuki. Ia pergi ke kelas Ayame. Semua gadis yang dilewatinya berteriak-teriak histeris. “kyo-sama… kyo-sama”

Sampai dikelas Ayame ia segera masuk membuat seisi kelas jadi heboh. Tapi kyo tak menemukan Ayame ada disana. Ia hanya melihat chiaki duduk dikursinya.

Chiaki terkejut melihat Kyonosuke melihatnya dan berjalan ke arahnya. Ia segera bangkit berdiri menyambut kyonosuke. 

“apa? Kau mau bicara denganku?” Tanya Chiaki tersenyum senang.
“dimana chiba Ayame?” Tanya kyo.

“jeezz.. oh Ayame” sahut lesu Chiaki sambil kembali duduk dikursinya. “paling dia ada digerbang sekolah”

“gerbang sekolah?” Tanya Kyo tak mengerti.

“karena tadi dia bilang klo cinta pertamanya mungkin datang dan menemuinya.”
Kyo langsung kesal mendengarnya.

“karena dia bertemu dengannya memakai seragam sekolah, dia tak yakin apa cowok itu akan datang ke sekolah ini apa tidak. Aku memberitahunya untuk menghentikan itu tapi kepalanya sudah penuh dengan cowok itu. ”
Kyo langsung buru-buru mencari ayame digerbang sekolah.


Sampai didepan gerbang sekolah, Kyo memang melihat Ayame sedang berdiri disana dan bersandar di pintu masuk. 

Kyo berjalan mendekati Ayame “aku dengar kau menunggu Ichiya”
Ayame langsung salah tingkah “itu tak benar” sahutnya dan buru-buru pergi meninggalkan gerbang sekolah. 

Kyo kesal dan menarik tangan Ayame. “jika kau begitu ingin bertemu dengannya, kau tak seharusnya bertahan disini dan bukankah kau harusnya pergi menemuinya sendiri?”

Ayame menepiskan pegangan kyo ditangannya “aku tak menahannya. Tapi karena kau menyebutkannya, bukankah ini bukan urusanmu Kawamura-kun?” 

“ya memang bukan” kyo langsung gelagapan ditanya Ayame “tapi ini menggangguku. Aku tak tau apapun tentang janji yang kalian buat saat kecil, tapi ini bukan berarti dia akan datang kesini untuk menemuimu disini. Apapun itu, aku akan membawamu menemuinya.” Kata Kyo dan menarik Ayame untuk pergi bersamanya.

“hentikan ini!”
“sudah ku bilang kau tak perlu menahannya. Ayo pergi!”

“lepaskan aku. Hentikan ini!” teriak Ayame marah dan berhasil menepiskan tangan kyo. “orang istimewa sepertimu, kawamura-kun, tak akan mengerti perasaanku!”
Kyo menatap Ayame dengan kesal.


Ayame juga menatap Kyo dengan marah dan hampir menangis “ kau selalu mendapatkan apa yang kau inginkan dan kau tak pernah merasakan suatu masalah atau kekuatiran kan? Itulah mengapa penampilan Kawamura-kun tak bisa membuat hatiku berdebar keras. “

Kyo terdiam melihat ayame meluapkan emosinya dan mata Ayame berkaca-kaca. 

“aku tau dia tak akan datang menemuiku.. aku tau itu tapi aku sudah mendapatkan support dari janji Hiro-kun itu. aku percaya klo setelah dia jadi actor kabuki nomer 1,  dia akan datang menemuiku. Itulah mengapa aku mampu melakukan yang terbaik dengan kemampuanku sendiri.” 

Ayame terisak “ bunga yang dia berikan padaku ini.. adalah harta berhargaku. bahkan aku berpikir dia  sudah melupakannya sejak lama. Aku sepertinya benar-benar bodoh” kata Ayame dan langsung berlari ke dalam sekolah.
Kyo hanya melihat kepergian Ayame dengan berbagai perasaan yang bercampur-campur.. bersalah.. marah.. 


“apa yang sudah kulakukan” sesal Kyo karena ia tadi marah-marah pada ayame. Ia berjalan tak melihat-lihat sehingga menabrak sekelompok siswa lain. Cowok itu tak terima karena kyo tidak minta maaf dan mereka pun berkelahi. 

Menghadapi sekelompok orang tentu saja kyo kalah. Ia menerima pukulan di perutnya beberapa kali. Kyo terjatuh dan cowok yang ditabraknya tadi siap memukul wajah kyo. Tapi sebuah tangan menahan pukulannya.

“ada apa denganmu?” kata cowok itu marah.
Kyo melihat orang yang menolongnya dan terkejut karena itu adalah Ichiya.
“bolehkah aku memintamu untuk tak memukul wajahnya?” kata Ichiya dingin.

“aku tak mengerti apa maksudmu!?” seru  cowok itu dengan emosi.
Ichiya mengunci tangan cowok itu sampai cowok itu kesakitan . teman-teman yang lain tak berani mendekati karena melihat wajah iichiya yang garang itu. 

“jika kau terus berusaha melawan maka aku akan mematahkan tanganmu..” ancam Ichiya.  “apa pilihanmu?”
“baiklah. Lepaskan aku” sahut cowok itu. Ichiya lalu melepaskannya. Dan cowok-cowok itu segera pergi.


“jangan menggangguku.. siapa yang minta bantuanmu hah?” teriak Kyo bangkit berdiri dan berhadap-hadapan dengan ichiya.
“ini bukan aku menolongmu kyonosuke-san”
“hah?”

“wajah itu adalah hidupnya seorang actor. Kyonosuke-san harus tetap dalam kondisi yang bagus atau meskipun kita punya alasan, kita semua akan dalam masalah.” Ucap Ichiya lalu membungkuk dan berjalan melewati Kyo kearah lainnya.

“tunggu!” seru Kyo berbalik melihat ichiya “kau teman masa kecilnya Chiba Ayame kan?”
“kenapa dengan itu?”
“mengapa kau tak pergi dan menemuinya?”Tanya kyo
“jeeezz…” ichiya tertawa.
“apa ada yang salah?”

“kyonosuke-san, apa kau dalam posisi mengkhawatirkan orang lain? Jika kau punya banyak waktu luang, kau harusnya latihan. Jadi jarak antara kau dan aku tidak jadi semakin jauh..” ejek ichiya.

Kyo langsung emosi mendengarnya “darimana kau dapatkan kepercayaan diri yang bodoh itu!?”

“karena aku berusaha. Aku tak ingin memuji seseorang yang hanya bisa mengatakan apa yang ingin dikatakannya saja tanpa menyadari posisinya juga. sementara kau dalam posisi anak elit dari keluarga terhormat, hanya bisa duduk diam dengan menyilangkan kaki, aku sudah mencucurkan darah untuk berusaha. Aku tak akan kalah pada seseorang sepertimu yang hanya punya nama dibaliknya ” kata ichiya dan akhirnya pergi setelah puas menantang kyo.


Ayame pergi ke sebuah sungai besar, ia ingin membuang bunga kering nadeshiko tapi ia tak tega membuangnya.

Dirumahnya, kyo teringat semua yang dikatakan Ayame tentang kecintaan ayame pada kabuki dan tantangan Ichiya. Ia lalu mengambil keputusan untuk hidupnya.

Ia menghubungi haruhiko “haruhiko aku akan cuti sekolah mulai besok. Aku akan fokus latihan”
“kenapa denganmu yang tiba-tiba bersemangat seperti itu?” Tanya haruhiko.
“ada orang yang padanya aku tak mau kalah.” Sahut Kyo.


Kyo dan Ichiya berlatih terus menerus hari demi hari di ruangan latihan keluarganya masing-masing.  Ichiya berlatih menjadi “oraku” dan Kyonosuke menjadi “kanpei”.

Suatu pagi, saat sedang jogging, ichiya melihat sebuah toko bunga yang menjual bunga nadeshiko. Ia terus memperhatikan bunga itu. sudah pasti ia teringat.. Ayame.


Ayame duduk melamun di kelasnya sekolahan. Ia sedih tak bisa bertemu ichiya. Chiaki sudah berusaha menghiburnya.
“hiro-kun bukan satu-satunya pria didunia! Sudahlah.. semangat”

“ya” jawab ayame lesu.
“oh ya..! kenapa kau tak pergi menemui Kyo-sama saja!” seru Chiaki.
“kawamura-kun?”
“iya.. kalian terlihat akrab.  Dan jika kau bisa berpacaran dengannya, itu akan jadi sesuatu yang bisa disombongkan. “

“kawamura-kun ya” ayame teringat sesuatu.
“kau sudah menyadarinya?”
“bukan begitu.. aku pikir sepertinya aku sudah bicara terlalu keras padanya.


“ano.. chiba ayame-san” seru seseorang berteriak mencari gadis yang bernama ayame.
“ya?” jawab ayame menoleh kearah datangnya suara.
Didepann pintu kelasnya, seorang pria datang membawa rangkaian bunga nadeshiko  yang besar.

“kau dapat kiriman” kata pria itu menunjukkan bunga yang dibawanya. Seisi kelas langsung heboh melihat kejadian langka itu.

Ayame segera menandatangani kertas penerimaan dan mengambil bunganya.
Chiaki datang dan ikut melihat “ ada apa ini? Siapa pengirimnya?” 

“aku tak tau” sahut ayame. Ia melihat ada kartu nama di bunga itu. ia mengambilnya dan membuka kartu nama itu.
Ayame terkejut melihat siapa pengirim bunga itu. 

Disana tertulis
"aku selalu memikirkanmu - hiroki"

“hiro-kun?! “ teriak chiaki “benarkah!? Hiro-kun keren!” seri chiaki ikut senang.
Ayame terus menatap bunga didepannya “nadeshiko.. hiro-kun”
“apa kau akan menghubunginya untuk berterima kasih padanya?” Tanya chiaki

“tapi aku tak tau kontak untuk bisa menghubunginya”
“kyo-sama pasti tau kan?” kata Chiaki.
Ayame langsung buru-buru mendatangi kelas kyonosuke.
 
 
Ayame mencari kyonosuke dikelas cowok itu, tapi ia tak menemukan sosoknya ada disana. Seorang siswa mau keluar dan berpapasan dengan ayame “apa kau tau dimana kawamura-kun? Tanya ayame

“aku tak melihatnya” sahut cowok itu. haruhiko menoleh kebelakang dan melihat Ayame yang berdiri didepan pintu.


Kyonosuke pergi berlatih disanggar kabuki.  Kanjiro memuji kyonosuke yang mulai lebih bagus mainnya. Ia sudah menduga ini gara-gara muncul rival barunya, yaitu ichiya. Setelah selesai ia menyusul ichiya yang mau pergi meninggalkan sanggar.

“ichiya..” panggilnya.
Ichiya menoleh dan menunggu kyonosuke. 

“aku sangat menunggu pentas itu. aku akan tunjukkan padamu klo aku bukan sekedar.. actor karena nama terkenal”

“aku paham” sahut ichiya dan berbalik mau melanjutkan langkahnya
“dan juga…  aku tak mengatakan ini dengan maksud tertentu.. tapi aku jatuh cinta pada Chiba Ayame.” Kata kyonosuke.

Ichiya memperhatikan kyo seperti mencari tau keseriusan kyonosuke.
“untuk itu.. aku berpikir untuk menjadi laki-laki yang akan diakui.” Lanjut kyo
Ichiya tersenyum mengejek “itu bukan sesuatu yang kau tak mau katakan padaku ada maksud tertentu kan.”

“tapi kau berkata klo kau tak ingin kalah dariku, jadi aku katakana itu tak mungkin” kyo berjalan berhadap-hadapan dengan ichiya “laki-laki nomer 1 adalah aku” ia menepuk pundah ichiya.. kerja yang bagus.”
Kyonosuke langsung pergi.

 

Kyo pergi ke ruangan latihannya. Ia melihat ayahnya sedang berlatih juga. Melihat kyo membuka pintu ruang latihan, pak kawamura menghentikan latihannya agar kyo bisa berlatih.

“apa kau latihan untuk pentas itu?” Tanya pak kawamura
“iya…” kata Kyo “aku tak mau kalah dari orang itu” gumam kyo tapi didengarnya ayahnya.
“dia akhirnya punya motivasi juga.. dasar anak bodoh itu..” gumam pak kawamura lirih sambil tersenyum.

ia  mau meninggalkan arena latihan tidak jadi dan memutuskan tinggal untuk melihat latihan kyo.
“hah? Kau belum pergi?” Tanya Kyo kayak mau mengusir bapaknya.
Merasa tidak diinginkan diruangan itu, terpaksa ayahnya mengalah dan pergi ke living room.
Hehhehe.. kasian banget liat ekpresinya pak kawamura yang merasa ditolak anaknya ini.. jahat ah kyo…
 

Ayah bersantai diruang keluarga ditemani bibi yang memijit pundaknya.
“anak itu benar-benar tak ada pesonanya.. dia hanya perlu terus berlatih dan berkata “tolong lihat latihanku!”” gerutu pak kawamura

“tuan adalah seseorang yang telah sering berlatih dengan orang-orang dari generasi sebelumnya bukan?” kata bibi menenangkan.

“aku juga bukan ayah yang terbaik”

“itu karena master sangat gigih tapi itu membuat pikiran yang lelah jadi ikut bersinar. Kau lihat, sampai sekarang aku masih mengingat dengan jelas saat tuan muda lahir. Sejak ia melahirkan anak laki-laki, nyonya dan generasi sebelumnya sangat bahagia. “

“iya memang begitu” sahut pak kawamura mengingat masa lalunya.
“tapi tuan punya ekpresi yang banyak diwajah..  aku tak bisa lupa kata kata yang kau ucapkan sedikit demi sedikit sambil menatap wajah tidur tuan muda. Anda berkata “ fakta bahwa anak ini lahir, apakah kau pikir dia akan senang?”. Karena Anda tau kan, tuan muda akan mengalami saat-saat yang berat didepannya. Karena kau mengalaminya juga. “

“meski begitu aku tak punya pilihan lain selain menjadi setan..”
“suatu hari nanti tuan muda akan mengerti juga”

Pak Kawamura, ayah kyonosuke sebenarnya mengerti betapa beratnya yang harus dijalani kyonosuke karena ia sendiri mengalaminya. Tapi ia tak punya pilihan lain untuk terus melanjutkan tradisi turun temurun sebagai keluarga yang disegani didunia kabuki. 


Kyonosuke dan ichiya masih serius mengolah tubuh mereka untuk bisa berakting dengan baik.
Sementara itu disekolah, Ayame sangat senang karena terus menerima bunga Nadeshiko lagi setiap hari.  

“hiro-kun memberikan sepenuh hatinya! Ia mengirimkan bunga-bunga ini setia hari.” Seru chiaki senang
Ayame membaca tulisan di kartu ucapan bunga itu “semoga kebahagian meraihmu- hiroki”
“tetapi harusnya dia menemuimu kan ya?” kata chiaki

“tentu saja aku tak bisa menemuinya sekarang ini,tapi aku pikir ini berarti klo dia ingin aku menunggu. So aku akan percaya dan menunggunya saja” sahut ayame tersenyum penuh harap. 

Saat ayame berjalan dilorong sekolah, teman-temannya berbisik=bisik “gadis itu mendapat bunga setiap hari.. aku iri…” 

Ayame tersenyum mendengar bisik-bisik yang kedengaran olehnya itu.
Ayame melihat haruhiko berjalan kearahnya “eh.. aku mau bertanya padamu..” kata Ayame pada Haruhiko
“apa?”
“akhir-akhir ini, kawamura-san apakah sudah datang ke sekolah? Karena sepertinya ia tak pernah ada dikelas” Tanya ayame

“dia tak datang” jawab haruhiko.
“sudah kuduga… apa terjadi sesuatu?” Tanya ayame penasaran.
Haruhiko memikirkan sesuatu.. “itu salahmu..”


Ayame terkejut. “salahku?”
“karena kau mengucapkan kata-kata sensitive dengan begitu terus terangnya jadi dia tak mau ke sekolah. “ sahut Haruhiko dengan wajah marah dan melangkah pergi.
Ayame bengong diberitahu alasan itu. “hah?”

Haruhiko berbalik lagi “kyo-chan peka terhadap hal seperti itu.. jika dia memutuskan bunuh diri, itu semua kesalahanmu!”
“bunuh diri!??” ayame jadi semakin terkejut dan kuatir..

Haruhiko pergi meninggalkan Ayame dan langsung menahan tawanya.. ia memang sengaja mengerjai Ayame. Ia melihat wajah Ayame yang langsung terbengong tadi, membuatnya yakin klo ayame berhasil di kerjainya.
“aku membuatnya terkejut ya.. tunggu saja apa yang akan terjadi” gumam Haruhiko sambil tersenyum-senyum.


Pulang sekolah, ayame langsung pergi ke rumah Kyonosuke. Ia melihat pintu gerbang rumah Kyo yang tertutup rapat. “aku sudah datang.. apa yang harus kulakukan..” gumam ayame kebingungan.

Ia tak tau apa yang akan dibicarakannya nanti. Ia lalu berlatih bicara pada kyonosuke. “apa kawamura-kun baik-baik saja?” ayame langsung menggelengkan kepalanya “ah aku tak dapat berkata seperti itu.”

Ayame melihat bibi yang akan masuk ke rumah keluarga kawamura. Ayame pura-pura berjalan. Tapi begitu bibi masuk ke rumah itu dan tidak menutup pintunya. Ayame buru-buru ikut masuk juga dan bersembunyi dibalik pepohonan. Bibi setelah meletakkan barang-barangnya, ia kembali ke pintu masuk dan menutupnya. 

Ayame melangkah hati-hati dihalaman rumah kyonosuke menuju ruang latihan. Ia bersembunyi lagi dibalik pepohonan. “apa yang sudah kulakukan…” gumam ayame pada dirinya sendiri yang diam-diam masuk ke rumah orang itu”


Daribalik tempatnya sembunyi, ayame melihat Kyonosuke sedang berlatih gerakan kabuki. 

“kawamura-kun! Apa yang terjadi?....ah dia baik-baik saja!” gumam Ayame heran melihat kondisi kyo berbeda dengan apa yang dikatakan Haruhiko. Tapi ia tersenyum lega dan kekuatirannya langsung lenyap. 

Kyo yang sedang berlatih mendengar suara alarm dari HPnya “ini saatnya.. ini saatnya..” kyo mengambil HPnya dan berjalan ke depan ruang latihan menghadap taman. Ia lalu menghubungi seseorang.

Ayame diluar memperhatikan kyo yang sedang telpon itu. 
 

“ini kawamura. Aku percayakan padamu pengiriman bunga untuk besok. Iya dengan karangan bunga nadeshiko yang sama.” Ucap Kyonosuke.

Ayame mendengar percakapan itu dan kaget “nadeshiko?”

“alamat pengirimannya juga sama. SMA Anhoshi, Chiba Ayame kelas 3-C. pesannya senyummu adalah penyokongku (kekuatanku)‘” kata Kyo. Penelpon disana sepertinya menanyakan nama dikartu namanya dan kyo menjawab “hiroki”

Ayame terbelalak dan terkejut sekali mendengarnya.
“silahkan datang setelah anda pulang mengantar dan aku akan membayarnya.” Kata kyo. 

Ayame baru tau klo bunga-bunga yang ia terima selama ini adalah dari Kyonosuke “bunga itu.. kawamura-kun..”

Ia teringat pernah mengatakan pada kyonosuke betapa bunga nadeshiko mempunyai arti yang penting bagi hidupnya.
Ayame terus memperhatikan Kyonosuke yang berlatih. Perasaannya jadi tak menentu.

Bibi masuk ke ruangan latihan kyonosuke.
“tuan muda, seorang gadis teman sekolahmu datang untuk menemuimu.”
“teman sekelas? Khusus datang ke rumahku berarti dia termasuk salah satu groupie yang aneh. Antar penguntit itu pulang saja.” sahut kyo malas-malasan dan melanjutkan latihannya..

“apa kau yakin? Nama gadis itu Chiba Ayame.” Kata bibi
“chiba?” kyo terkejut dan buru-buru pergi menemui ayame. Bibi tersenyum melihat tuan mudanya itu. 


Kyonosuke langsung berlari didepan gerbang rumahnya. Ayame sudah menunggu disana.
Ayame ternyata bisa keluar dari rumah kyonosuke dan menunggu di pintu gerbang rumah kyo. 

Kyo tersenyum “yo.. ada apa?”
“karena kau tak datang ke sekolah maka aku datang untuk melihatmu” sahut Ayame tersenyum. 

“pentas akan tiba sebentar lagi jadi aku harus terus berlatih.”
“oh begitu..”
“ah.. apa kau mau masuk untuk melihat ruang latihan?” ajak kyo..

“ah.. tidak sekarang.. ganbatte “ ucap ayame tersenyum. Kyo jadi salah tingkah “iya”
“selama ini, aku sudah mengucapkan kata-kata yang terlalu berlebihan. Gomen ne..” 

Ayame menatap kyo dengan penuh penyesalan. Apalagi setelah ia tau selama ini kyo sudah baik hati mengiriminya bunga-bunga untuk memberinya semangat.

“ahhh.. aku juga..”
“dan juga bunga-bunga.. “
“bunga?” kyo kaget, ia takut ayame tau soal bunga-bunga itu. 

Ayame tersenyum manis dan mengangguk “arigatou..”

“aap..apa maksudmu itu” kata kyo tak menyadari ayame sudah tau apa yang telah dilakukannya.

Ayame tersenyum “tolong sampaikan terima kasihku pada Hiro-kun ya?”

“ahhh ichiya..” ucap kyo tetap berpura-pura tak mengerti sindiran Ayame itu.

Ayame tersenyum geli melihat kyo yang masih menutupi kenyataan itu “iya.. dan juga tolong katakan padanya klo aku baik-baik saja dan dia tak perlu kuatir.” Sahut ayame.

“baiklah.. meski aku tak mengerti maksudnya akan kusampaikan padanya” ucap Kyo..
Jiahhhhhh.. ayame sudah tau kyo.. dasar bakaaaa!!! Hehehe.. :P

Ayame masih terus tersenyum “aku pikir kawamura-kun akan menjadi orang yang menakjubkan.. ja ne..” kata ayame dan pamit pulang.

Kyo teringat tiket yang akan diberikannya pada Ayame. Ia lalu buru-buru masuk rumah dan mengambilnya.



Kyo lalu berlari mengejar Ayame yang sudah agak jauh. “chiba…”panggil kyo.
Ayame menengok kebelakang dan melihat kyo. 

Kyonosuke menyerahkan tiket nonton kabuki itu pada ayame “datanglah dipentas besok. Aku sangat ingin kau datang. Kali ini aku tak akan mengecewakanmu”

Ayame mengangguk dan menerimanya “ya. Arigatou.”
“Okay”
“baiklah.. ganbatte!” kata Ayame dan berlalu pergi. Kyo langsung tertawa senang “yes..! yes!”


Ichiya mempersiapkan barang-barang yang akan dibawanya dipementasan. Ada sebuah tas kain yang selalu ditatapnya dengan kesedihan. Tapi buru-buru ia sembunyikan saat Yuna tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.
 
Yuna memperlihatkan kimono yang akan dipakainya untuk pementasan itu.


Dikamar Ayame sekarang penuh dengan karangan bunga-bunga nadeshiko yang dikirim Kyonosuke setia harinya itu. Ayame terus melihat tiket pertunjukan kabuki dari kyonosuke itu.

“oh ya.. besokk aku harus memakai baju apa ya?” gumamnya. Ayame berjalan menuju lemari bajunya dan tak menemukan baju yang bagus. Ia lalu melihat seragamnya yang lebih lumayan daripada baju-bajunya yang lain. Jadi dia memutuskan akan memakai seragamnya lagi.

Ayame melihat buku diarynya yang ada bunga nadeshiko kering dan fotonya bersama ichiya. Ia jadi sedih dan menaruh diarynya ke dalam lacinya. 
 

 
Catatan :
Episode pertama dorama ini sangaaatttt panjang, sekitar 1 jam 45 menit. jadi biar tidak bosan maka aku potong jadi beberapa bagian. dari part ke 3 ini sebenarnya masih kurang sedikit saja.. tapi sudah pengen nonton dorama yang sedang tayang.. hehehe.. jadi dilanjut lain kali saja ya..