Kamis, 21 Maret 2013

Sunset di Pantai Tirang – Semarang


Cara menghilangkan stress kantor ya ini pergi jalan-jalan ke pantai yang dekat dengan kantor.
Aku dan teman-teman nekad pergi jalan-jalan ke pantai yang agak "blusukan" blom terkenal diSemarang untuk liat sunset, Pantai Tirang namanya. Karena dadakan dan blom tau medan jadilah kami ber-empat berangkat dengan ala kadarnya pakai motor sendiri-sendiri.



Jam 16:15 cabut dari kantor ke arah perumahan Graha Padma Semarang, sampai sana kebingungan cari arah. Kami hanya tau klo Pantai Tirang itu letaknya dibelakang perumahan Graha Padma Semarang, bersebrangan dengan Pantai Maron - Semarang.


Kami tanya penjual yang mangkal didepan perumahan itu, tapi penjualnya ternyata ga tau.
Untungnya ada mas-mas yang sedang lewat dengar pembicaraan kami dengan penjual tadi, dia lalu memberikan arah jalan untuk menuju ke arah pantai.

Sudah jelas dengan penjelasan dari mas-nya, dgn pede kami menyusuri jalan-jalan digraha padma. Sampai dibundaran kedua perumahan, kami belok kiri dan sampai ujung jalan perumahan, kami kebinggungan cari arah lagi. Mulailah kami bertanya lokasi ke bapak2 yg lewat. Kami disuruh belok kanan lurus smpi ketemu gundukan tanah kami disuruh nyusuri jalan tanah tersebut.


 Ternyata jauhhhhh buanget.. lewati tambak-tambak ikan dan jalanan sepi buangettt. Didepan kami ada jembatan kayu sederhana, diseberangnya ada bapak2 yg duduk dikursi. Ternyata tuh bapak penjaga tiket ke pantai Tirang.. jiahhh lokasi jalanan kyk gt ternyata tetap ada tiketnya.. 1 motor dikenai biaya  Rp. 4.000.. ssstttt tau gt kita ga naik motor sendiri-sendiri, tapi berbocengan kan cm byr Rp. 8.000... (pelid mode.on) hehhe.. sdh terlanjurrr...

 Dari lokasi pembayaran itu kira2 10 menit kami sampai di pantai itu dan tratata.... biasa aja siy pantainya... ga tertata... ga beda jauh sm pantai Maron disebelahnya yg cm terhalang sungai. Dari pantai Tirang ini kita bisa melihat pantai Maron yg lebih ramai dari pantai tirang ini.
Stttttt... dipantai tirang ini kami bertemu sm 2 org yg la pacaran dibalik tembok pembatas sungai, ga tau ngapain ngumpet2 disitu (n ga ingin tau jg).. hahaha


Dengan muka-muka kucel, masih aja pada narsis foto-foto.. hehhehe

Meski ga begitu bagus pantainya tapi udara dan anginnya cukup merefreshkan pikiran... (^_^).

 
 


Minggu, 17 Maret 2013

Sinopsis Osozaki No Himawari - Ep. 3


Jotaro menatap segenggam padi yang akan dipanennya. Itu adalah padi terakhir yang dipanen. Setelah menghela nafasnya, Jotaropun memangkas padi itu dan berteriak senang “ selesaiii..!” kakek kinji yang menemaninya disawah tertawa
“kau tak perlu berteriak seperti itu. Kau sekarang sudah terbiasa mahir melakukan pekerjaan ini” “terima kasih “

kahori diruang kerjanya  sangat sibuk mencari kartu pasien yang akan diperiksanya. Ia meminta suster Morishita mempersiapkan kartu periksa itu. Morishita senang melihat perubahan cara kerja kahori itu. Ia mengomentarinya dengan berkata “akhirnya aku bisa melihat kau sebagai dokter dikota ini”
Jotaro dan kakek kinji sedang bercakap=cakap tentang generasi anak muda yang tidak mau jadi petani dan memilih pindah ke kota besar.nseorang ibu dan anaknya lewat ikut berbicara juga soal generasi anak muda dan juga tentang festival kota yang pernah ada dulu membuat semua berkumpul.  Anak-anak ibu itu langsung meminta ibunya mengadakan festival seperti itu lagi. Jotaro senang melihat semangat anak-anak itu yang ingin meihat festival. “hmmmmm…festival ya”


Jotaro baru saja pulang ke rumahnya dan merebahkan badannya ke kursi saat suara ketukan dipintunya “ya?” “ini aku, Haruna.”
Jotaro membukakan pintunya “ada apa?” “aku mau cek apa ruanganmu ada masalah. “ “ahh tidak ada semua baik-baik saja”
“sebentar lagi akan ada topan, aku masuk ya..” Haruna langsung memasuki rumah Jotaro melihat-lihat semua ruangan. Haruna masuk ke dapur Jotaro dan ia mengeluarkan wine dari tasnya. “aku membawa ini.” “apa?” “apa kau mau minum denganku?”
Mereka berdua akhirnya minum bersama dan berbicara.  Haruna sepertinya minum terlalu banyak sampai ia mabuk dan tertidur disofa Jotaro. Jotaro mencoba membangunkannya tapi ia tak bangun-bangun. Jotaro pun menelpon Junichi
“Helo Junichi, bisakah kau datang ke rumahku?” Tanya Jotaro. Haruna mendengar Jotaro menelpon Junichi, ia membuka matanya sedikit agar bias melihat Jotaro. Ternyata Haruna berpura-pura mabuk agar bias bersama dengan Jotaro. 
Junichi ternyata tak bisa datang karena sedang ada perlu. 

“klo kau sudah selesai tolong kau datang ke rumahku. Haruna- chan mabuk dirumahku dan tertidur. “
“hah?? Sejak kapan kalian berdua berhubungan?”seru Junichi terkejut.
“ahhh tidak ada apa-apa antara kami. Gak ada. Kau tau kan mobilnya Haruna terlihat dan terparkir disini sampai pagi maka akan ada rumor yang menyebar cepat. Jadi aku pikir kau datang kesini dan memarkir mobilmu disini”
“Jotarooo… akhirnya kau mengerti kehidupan di sini. Aku sebenarnya ingin membantu tapi aku tak bisa sekarang ini” sebuah suara memanggil Junichi membuat Junichi segera minta maaf pada Jotaro dan berpesan pada Jotaro dengan berbisik pelan ditelepon sebelum menutup teleponnya
hanya perlu kau ingat apa yang akan terjadi jika menyentuh gadis local sini. Khususnya ayah  haruna-Chan itu sangat menakutkan dan dia adalah anggota perwakilan kota.” Haruna senang Junichi tidak bisa datang.

Kahori  di rumah sedang diberi tau ibunya klo ia sedang mencari jodoh untuk kahori. Dan akan di adakan pertemuan hari minggu ini. Kahori menolaknya tapi ibunya memaksanya untuk datang. Kahori agak terselamatkan dari ibunya saat ia HPnya berbunyi. Ia buru-buru pergi menerima telepon itu
“hai..” sapa Kahori
“ahh.. ore..ore.. “  *ore = aku (untuk cowok)
“ore..ore dare?” *aku siapa?" Ucap Kahori yang tau klo itu jotaro.
“bisakah kau datang ke rumahku?” Tanya jotaro. Haruna mendengar Jotaro menelpon orang lain membuka matanya cemberut. 
“kemana?”
“kerumahku”
“hahhhhhh?”
“Haruna-chan mabuk disini dan tertidur.”kata Jotaro menjelaskan.
“ kalian minum berdua? “
“iya. Dia bilang mau cek ruanganku tapi..”
 “lalu kenapa kau telepon aku?”
“kau tau kan, jika mobil haruna terparkir disini sampai pagi maka akan ada rumor dan masalah.  Jadi aku perlu seseorang untuk parker mobil 1 lagi disini“ 
“hahhhh?” jawab Kahori malas.
“aku mohon, tolonglah” Iba Jotaro
“kenapa kau tak minta bantuan Morishita-san saja?”
“dalam kondisi seperti ini bagaimana mungkin aku minta tolong Ayaka-san?”
“aku tak mau..”
apa? Meskii aku sudah memohonmu?”
“kenapa aku harus menyerah dengan permohonanmu?” tapi begitu ia melihat ke ruang tamu dan ibunya memegang foto laki-laki yang akan dijodohkan padanya kahori langsung setuju pergi kerumah Jotaro.. hehehhe.. shock dia melihat foto  calonnya.

Jotaro membukakan pintu untuk kahori dengan senangnya. Kahori duduk dan langsung minta minun beer juga. Jotaropun mengambilkan gelas untuknya.  Kahori segera minum beer itu . Haruna tiba-tiba bangun dari tidurnya “ahhh aku tertidur disini..” ia menatap kahori dan pura-pura terkejut “Kahori chan mengapa kau disini?” Tanya Haruna
“ahh itu karena ia tak punya sesuatu yang bisa dikerjakan” ucap jotaro yang membuat kahori langsung melotot melihat Jotaro. Jotaro langsung memalingkan mukanya tak mau melihat kahori.. hihihi lucu deh..

Kahori  dan haruna menginap dirumah Jotaro karena sudah malam. Mereka mencuci gelas dan berbicara “winenya sangat enak..” kata Kahori
“sebenarnya aku membawanya hanya untuk jotaro san.”
"Dia tak layak untuk itu” kata Kahori. 
“lain kali jangan ganggu kami ya, oke?” perintah Haruna.
“apa kau menyukainya?”
“lebih dari  menyukai dia….. aku membutuhkan dia.”
“butuh dia?”
“iya, aku membutuhkan Jotaro san.”
“apa maksudmu?” haruna tak mau menjawab dan langsung pergi.

Jotaro menyampaikan idenya untuk membuat festival bagi kota itu, leader dan Junichi ragu dengan rencana itu. Mereka takut jika nanti diadakan festival pasti lain kali penduduk local akan minta diadakan lagi. Jotaro berkata jika semuanya  hanya memikirkan kemungkinan yang akan datang maka tidak akan ada kemajuan bagi kota itu. Junichi akhirnya mendukung Jotaro setelah merenungkan perkataan Jotaro. Leaderpun setuju asal penduduk kota juga menyetujuinya.
Jotaro, Junichi dan Harunapun mempersiapkan keperluan untuk festival itu. Jotaro berkunjung ke kelompok para orang tua untuk menyampaikan niatnya. Kakek dan nenek-nenek itu agak ragu karena sudah lama tidak pernah ada festival dikota itu.

Jotaro mengantar kakek kinji untuk rehab di rumah sakit. Ia menyampaikan perasaannya yang mulai tak yakin sendiri dengan festival itu. Kakek kinji bilang ia sudah menduga penduduk akan kurang minat untuk acara itu. Hiroki yang datang untuk memulai rehab kakek langsung ditawari Jotaro untuk membantu festival yang akan diselenggarakannya. Melihat Hiroki yang seperti mau menolaknya, Jotaro bilang ia tidak memaksanya klo memang ia tidak bisa membantu.

Junichi pergi ke toko tempat Sayori bekerja.  Junichi bilang pada Sayori klo aka nada festival yang akan diselenggarakan seperti beberapa tahun lalu saat mereka masih SMA. Ia minta bantuan Sayori jika ia mau membantu. Junichi mengulurkan  kartu namanya agar sayori dapat menghubunginya. Sayori agak enggan menerimanya tapi kemudian ia ambil kartu namanya sendiri dan segera menyerahkannya pada Junichi. Junichi pergi dengan bahagia menerima nomer telp Sayori.

Jotaro menemui  suster Morishita saat ia mau pulang kerja dari rumah sakit. Jotaro menyampaikan keinginannya menyelenggarakan festival untuk kota itu. Morishita berjanji ia akan membantu jotaro nanti tinggal menghubunginya jika Jotaro butuh bantuan. Morishita mau pergi naik motornya saat ia melihat Jotaro yang akan menyampaikan hal lainnya.
ada apa? Katakan saja”
“ hmm.. aku hanya bertanya-tanya, apa kau mau menghadiahi aku sesuatu jika aku bisa membangkitkan festival lagi..”
“hadiah?”  jotaro langsung malu dengan apa yang dikatakannya “ahh tidak.. tidak.. lupakan saja apa yang aku ucapkan tadi.”
“mengapa tidak.. aku akan memberimu hadiah. Tentukan saja apa yang kau sukai oke?” jotaro terkejut dan gembira. Morishitapun pergi dengan motornya.
“benar-benar mabuk cinta” ucap Kahori mengejutkan Jotaro yang masih menatap kepergian Morishita.  “apa?”  “kau ini.. apa hubunganmu dengan Morishita berjalan baik?”
“iya sempurna.. dia bilang ia akan memberiku hadiah jika aku bisa mengatur  festival.” “festival?” “iya kami akan menyelenggarakan festival di Sogano. Apa kau mau datang dan membantu kami juga?” “aku tak punya waktu luang..” “kau benar-benar perhitungan..”
Keesoknya Jotaro, Junichi, leader dan Haruna rapat biaya festival. Ternyata biayanya sangat mahal dan mereka tak yakin bisa dapat uang memenuhinya.

Kakek dan nenek tetangga Jotaro datang saat mereka sedang rapat. Mereka menyerahkan uang untuk donasi bagi festival itu dari 23 orang. Jotaro membuka amplop pemberian itu dan melihat uang yang banyak.  Kakek dan nenek menjelaskan klo tadi kakek kinji yang mengungkapkan kebutuhan dana untuk festival itu, jadi mereka setuju untuk menyumbang.

Jotaro ,Junichi dan Haruna mulai membuat perlengkapan untuk festival. Anak-anak yang melihat jadi penasaran dan mereka pun ikut membantu. Jotaro naik mobilnya dan membayangkan hadiah apa yang akan dimintanya pada Morishita sambil tersenyum-senyum sendiri. Saat tiba di depan jembatan sungai shimanto ia melihat ada tulisan nama jembatan itu disana. Namanya adalah “jembatan tenggelam”. Jotaro heran dengan nama itu. Iapun pergi menyeberangi jembatan shimanto itu.

Kahori sedang termenung diruangannya saat ia mendengar teleponnya berbunyi “haii” “ahh.. ore.. ore…”
“ ore dare?”jawab kahori malas-malasan.
 hihihi.. klo telepon mereka selalu ngomongnya begitu..  "ore.. ore" :P

“bicara tentang hadiah, menurutmu apa yang harus aku minta?”
“hahh?” seru Kahori kesal JOtaro telp untuk menanyakan hal seperti itu.
“bagaimana jika aku memintanya untu memasak untukku? Apa itu berlebihan? Dan itu berarti klo kami akan ada dirumahnya, hanya kami berdua.  Aku harusnya minta dia untuk kencan denganku. Ahh tidak.. itu tak mungkin kulakukan..” Jotaro bicara tanpa henti membuat Kahori makin kesal
“ apa kau bodoh?! Aku sedang bekerja.”
“hahh? Kenapa kau menjawab telponmu jika kau sedang bekerja??”
“aku hanya butuh waktu istirahat sebentar”
“oh begitu. Ya sudah bye..” ucap jotaro.
“apa kau akan menutup telponnya? “
“apa? Apa kau tau mau aku tutup?”
“bukan begitu, mendengar cerita bodohmu itu membuatku melupakan hal- hal lain.”
“oh begitu ada masalah apa?”
“aku punya beberapa hal yang aku kuatirkan tidak seperti dirimu.”
“lalu mengapa kau tidak membantuku saja untuk festival sebagai balasan ini?sangat menyenangkan bisa mempersiapkannya dengan anak-anak yang membantu. Omong-omong kenapa kau tak memyumbang dengan uangmu?”
“sumbangan?”
“ iya untuk anggaran festival itu. aku sangat ingin mengadakan mancing tapi sepertinya tidak bisa”
“iya aku akan menyumbang”
“benarkah? Aku kira kau akan mengeluh kenapa harus menyumbang”
“aku iri” ucap kahori
“apa?”tanya Jotaro tak mengerti.
 “tak apa-apa. bye” “bye.. eh tentang hadiah itu..” blom selesai Jotaro bicara, Hp sudah dimatikan Kahori.


Semua sedang persiapan membuat aksesories untuk festival saat Sayori dan kedua putrinya datang. Junichi menyambutnya dan memperkenalkan Sayori sebagai kakak Kahori pada Jotaro.  Sayoripun membantu Haruna membuat aksesories.

Malamnya mereka beristirahat di sanri bar. Junichi menceritakan pada Jotaro tentang fans club sayori yg berjumlah 58 orang dengan penuh semangat. Sayori mendengarkannya dan sesekali menjelaskan.  Kahori datang menjemput sayori dan bertanya apa yang telah terjadi. Sayori menjelaskan klo sesekali ia ingin pergi keluar rumah. Sayori pamit pada semuanya.  Kahoripun menyodorkan amplop donasi yang dijanjikannya pada Jotaro. Semua senang menerimanya. Sayori nampak tidak suka dengan semua itu.

Saat sudah diluar ia bertanya jumlah donasi Kahori.  Kahori menjawab ia memberikan 5000 yen (rp.500rb). “hah 5.000 yen? Itu lebih dari 1 hari kerjaku. Bagimu itu tidak banyak dan kau bisa memberikannya begitu saja pada mereka”  “aku juga bekerja keras untuk mendapatkannya. Aku berusaha keras untuk menjadi diriku yang sekarang ini”
“iya itu lebih susah dari kerja part time seperti aku yang semua orang bisa lakukan.”
“sejak kapan kau jadi sinis tentang hal ini?”
“aku tidak sinis sama sekkali.” “terserahlah…” Kahoripun membawa pergi  Mobilnya pergi dari sanri bar.

Jotaro masih tertidur pulas saat Junichi mengedor-gedor pintu rumahnya. Jotaro membuka pintunya dan angin langsung menerpa wajahnya. Junichi member tahu Jotaro klo angin topan sedang mlanda desa jadi semua harus bersiap siap.
Semua penduduk sibuk untuk bersiap-siap untuk angin topan yang melanda.  Jotaro sibuk membantu penduduk menutup pintu yang dpt dirusakkan angin topan. Junichi sibuk belanja lilin dan makanan untuk dibagikan ke rumah-rumah. Semua sangat sibuk.

Dirumah sakit tampak  Pasien berdatangan menjadikan rumah sakit ramai dan penuh.  Kahori mengunjungi sebuah  kamar dengan pasien bapak-bapak. Hiroki juga ada disana untuk membawa pasien ke ruang rehab. Ia melirik sekilas pada Kahori yang Nampak memeriksa pasiennya.  “dia butuh 250gr Aminophyline di infusnya.” “baik” jawab suster muda yang bersamanya. Kahoripun meninggalkan kamar pasien.  Setelah beberapa saat kahori diberi tahu klo pasiennya bertambah parah.  Setelah keadaan bisa teratasi Kahori berjalan menyusuri  lorong rumah sakit. Saat melewati ruangan kesusteran ia mendengar  mereka membicarakan dirinya yang tidak ceroboh menangani pasien dan melakukan tugasnya dengan tidak sepenuh hati karena dipaksa bekerja di shimanto oleh profesornya. 
Kahori terpukul mendengar itu semua, ia berlari melewati lorong rumah sakit dan  ia bertabrakan dengan hiroki. “maaf” ucap Kahori menunduk dan berjalan pergi.
Melihat kondisi kahori yang sepertinya sedih, Hiroki memegang lengan kahori “ada apa?” dengan suara yang bergetar kahori menjawab “tak ada  apa-apa”
“tapi tak terlihat seperti itu.” Kata Hiroki menyelidik. Dengan sedikit terisak dan masih tertunduk Kahori  bergumam “lepaskan aku” perlahan Hiroki melepaskan pegangan tangannya.  Kahori buru-buru pergi meninggalkan tempat itu.

Morishita Ayaka menatap lurus keluar jendela apartemennya. Ia melihat kondisi cuaca yang makan memburuk. Hiroki yang tinggal serumah dengannya memperhatikan Ayaka yang gelisah “ meski diluar sedang ada angin topan apa kau besok akan tetap pergi?” Tanya Hiroki. “kau selalu pergi ke sebuah tempat setiap bulan di tanggal 16 kan?” Ayaka hanya terdiam terus menatap keluar;.  Tak apa-apa kalau kau tak mau bicara”

Keesokan harinya Hiroki pergi ke rumahnya karena aka nada badai jadi dia agak meghawatirkan keadaan ayahnya. Tapi saat ia akan membuka pintu rumah. Ia mendengar suara ayahnya yang sedang mabuk-mabukan didalam. Iapun segera mengurungkan niatnya untuk masuk k edalam rumah dan segera pergi dari tempat itu.

Meski angin sudah semakin kencang, Morishita Ayaka tetap pergi ke pekuburan seperti  biasa setiap bulan tanggal 16.

Jotaro melihat berita ditelevisi klo angin topan sudah mulai memasuki wilayah shimanto. Ia teringat dengan perlengkapan festival kota yang ia simpan digudang. Ia tak ingat apa ia sudah menutup gudang itu apa blom. Jotaro buru-buru keluar rumah untuk ke gudang perbekalan meski diluar sudah mulai angin deras beserta hujan. Jotaro berangkat dengan mobilnya melewati jembatan sungai Shimanto. Sampai di gudang ternyata seperti perkiraannya, gudang kacanya pecah sehingga hujan membasahi hiasan festival.  Jotaro buru-buru menutup jendela yang rusak itu dengan kayu  yang didapatinya.

Kahori saat akan pulang ada suster yang memberitahukan klo Shikawa san seorang nenek didesa sedang sakit, suhu tubuhnya naik dan dia terus menerus muntah. Kahoripun buru-buru pergi ke rumah nenek Shikawa meski angin kencang dan hujan deras.  Kahori melewati jembatan shimanto sampai ditengah jalan ada patrol polisi yang tidak memberitahukan klo ada longsor didepan jalan sehingga mobil tidak bisa lewat. Kahoripun berjuang untuk berjalan ditengah angin dan hujan yang turun. Kahori mencari jalan melewati pepohonan dengan susah payah terhalang lumpur sehingga ia terpleset berkali-kali.  Sampai depan dirumah nenek Shikawa  ia melihat nenek dalam kondisi kesakitan. Ia pun segera membantu nenek.

Setelah selesai menutup lubang jendela gudang, Jotaro langsung tancap gas untuk pulang ke rumahnya. Tapi saat akan melewati jembatan shimanto , Jotaro terkejut bukan main karena jembatan Shimanto tenggelam , tertutup air sungai yang meluap.
HPnya bordering dan ia segera mengangkatnya
“yaa?”
“jembatannya tenggelam ya?” kata kahori  ditelp
“hah??” seru Jotaro heran Kahori mengetahui dia terjebak didepan jembatan shimanto. 
"dibelakangmu” ucap Kahori “hahh? Belakangku?”  jotaro melongok kebelakang mobilnya dan ternyata mobil kahori tepat dibelakangnya.  
“lalu apa yang akan kita lakukan? Bagaimana mungkin sebuah jembatan bisa kebanjiran?” gerutu jotaro ditelp.  “itulah mengapa jembatan itu disebut “jembatan tenggelam”.” “ahhh aku pikir itu tak punya arti apa-apa”

 Jotaro dan Kahori terpaksa tinggal didalam gudang perbekalan karena tidak bisa pulang.  “apa kau akan datang ke festival?” Tanya Jotaro.
“jika tidak ada kerjaan di rumah sakit maka aku akan datang”
“kau harus datang”
“sepertinya menyenangkan”
“tentu saja akan menyenangkan, itu semua kan ideku dan anak-anak sudah tak sabar melakukannya. Oh ya ini mengingatkanku pada festival sekolah saat sma. Sebagai anak-anak aku tak punya ketrampilan apapun yang baik. Tapi saat festival sekolah aku merasa aku dpat melakukan sesuatu. Bagaimana denganmu? Biar kutebak, kau salah satu murid terpandai sehingg kau bisa jadi dokter”  
kahori tidak menjawab pertanyaan jotaro, ia justru bertanya balik pada “setelah sampai disini sebenarnya apa yang ingin kau lakukan?” tanyanya
“saat interview pekerjaan aku bilang klo aku ingin kontribusi dengan komunitas ini dan mengalami pengalaman hidup didesa. Aku tidak datang karena aku ingin melakukan sesuatu”
“kau datang tanpa memikirkan semua itu?”
“iya”
“tapi kau bisa mengatur semuanya dan beradaptasi dengan baik, aku iri”
“hahh? Aku sebenarnya yang sangat iru padamu.  Sebagai dokter kau mudah mendapatkan pekerjaan dan pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.  Kau hebat..”
“hanya orang yang tak punya pekerjaan yang mengatakan itu padaku. Tak mudah bagiku untuk menjadi seorang dokter. “
"aku tak berpikir seperti itu. Apa yang aku irikan adalah kau tau apa yang ingin kau lakukan. Aku tak pernah punya hal seperti  itu. Pasti sangat menyenangkan bisa mencapai apa yang kau inginkan. “
“aku tidak.. menjadi seseorang yang aku inginkan”
“jadi itu alasannya dulu kau mengatakan kau tdak ingin datang. Tapi aku percaya setiap orang pasti punya rasa tidak puas dengan sesuatu dalam hidupnya. Tapi bagiku ini adalah masalah yang biasa”
“aku tak punya tempat yang membuatku merasa nyaman, dirumah atau dirumah sakit aku merasa tidak nyaman.  Tapi aku tak bisa pulang ke Tokyo. “
“mengapa begitu?”
“selama profesorku tidak menelpon dan memintaku kembali ke Tokyo maka aku tak bisa.” “jadi dia harus menelponmu. “
“itu tak akan terjadi. Aku tau itu hal yang tak mungkin, tapi aku masih saja mengecek emailku dari emailnya setiap harinya”
Jotaro menatap Kahori tajam yang tertunduk seperti ada beban yang sangat banyak pada kahori dan ia merasa kasiian. Tiba-tiba lampu padam, ruangan jadi gelap gulita. Jotaro coba menyalakan korek api yang dibawanya.  Kahori terus menceritakan kehidupannya pada Jotaro dengan sangat terbuka. “aku selalu melakukan penelitian untuk obat kanker. Jadi untuk berhubungan dengan pasien aku hamper tidak punya pengalaman. “
“tapi dokter tetaplah dokter kan?”
“jika suster tidak menolongku maka aku tak bisa melakukan apapun.. aku tak bisa mengatakan klo aku adalah seorang dokter”

Ditempat yang berbeda Hiroki menunggu Morishita yang belum pulang disaat badai dan lampu mati. Ia menyalakan lilin saat ia mendengar seseorang membuka pintu. Hiroki langsung datang melihat Morishita yang basah kuyup kena hujan. Hiroki lalu memberikan handuk pada Morishita yang basah.

Jotaro terbangun dipagi hari dan melihat kahori masih teridur di sebrangnya. “oiyy…” panggilnya untuk membangunkan kahori.  Jotaro melihat kahori tidak bangun-bangun. Jotora mengacak-acak rambut Kahori “ini sudah pagi..”
Jotaro membuka lagi kayu yang ia pakai untuk menutup pintu dan jendela gudang itu. Sementara kahori kembali  ke rumah nenek Shikawa. Jotaro yang membawa kayu dari gudang melihat dari depan pintu.  Nenek berterima kasih sekali pada kahori karena mau datang untuk memeriksanya. Kemarin bagii nenek adalah saat yang menakutkan dan mengkawatirkannya tapi begitu melihat wajah kahori ia menjadi tenang. Nenek terus mengucapkan terima kasih sampai menggenggam erat tangan kahori dengan menangis. Kahori terharu, ini pengalaman pertamanya menjadi dokter yang dibutuhkan pasien. Ia terharu tanpa terasa ia menangis didepan nenek. Jotaro yang sudah mendengar curahan hati kahori semalam ikut terharu melihat kedua wanita didepannya yang menangis itu.
“kita tak dapat selalu berada ditempat yang kita inginkan. Tapi… setiap orang harus mencoba sekuatnya dimanapun ia ditempatkan." (*suara jotaro)

Mobil jotaro beriringan dengan mobil kahori menyusuri sungai shimanto. Jotaro berhenti ditempat bunga matahari yang pernah dilihatnya itu. Ia turun dari mobilnya dan berjongkok didepan bunga matahari itu “ kau bisa melewati badai itu” katanya lega.
Dari belakangnya Kahori menyusulnya melihat bunga matahari yang belom mekar itu.  “bunga matahari ya?”Tanya Kahori. “iya”jawab jotaro tersenyum sambil terus melepas ikatan kayu pada batang bunga matahari yang pernah dibuatnya.
Festival disambut meriah oleh semua penduduk desa. Anak-anak bersemangat mengarak  hiasan kuil dengan Jotaro yang memberi aba-aba untuk bergerak. Jotaro terlihat sangat bahagia bersama anak-anak. Dipinggir lapangan Morishita Ayaka terus menatap Jotaro tersenyum melihat keceriaan cowok itu. Haruna yang memperhatikan Ayaka kesal melihat cewek itu menatap jotaro terus.

Junichi mengomentari yukata yang menurutnya tidak tepa dipakai haruna untuk festival. Haruna jadi kesal dan mereka bertengkar membuat mie yang dibuat haruna jadi gosong. Sayori yang ada di sebelah sedang memasak langsung membantu haruna.  “wow..” puji Junichi melihat Sayori yang trampil masak. “ini kan sudah hal yg biasa ibu rumah tangga lakukan.” Kawab Sayori.
“kita ingin diterima oleh seseorang”

Kodaira san sekarang sudah seperti anggota desa kita ya” ucap leader “iya benar” jawab Junichi. Mereka melihat pada Jotaro yang sudah membaur dengan penduduk desa.

“kita ingin dibutuhkan oleh seseorang”
“kita ingin dicintai oleh seseorang”

Kahori mau pulang saat ia bertemu Hiroki dilorong "aku disuruh melihat pasien di rumah sakit" kata kahori
"apa kau tak apa-apa?" tanya Hiroki yang kemarin melihat kesedihan diwajah kahori "ahh tidak apa-apa. aku baik-baik saja"
“kau benar-benar tak berubah… kau tak pernah membicarakan masalahmu padaku. (pada Jotaro ngomongnya kok) kau selalu membuat keputusanmu sendiri.” Kahori tersenyum “benarkah?” jawab Kahori sambil berjalan. “ohh apa kau tau ada Festival di Sogano?” Tanya Kahori “ya” jawab Hiroki “apa kau mau kesana?semuanya sepertinya bersemangat menyambutnya karena itu tak pernah dilakukan selama 15 tahun”

Sebuah pesan text masuk ke handphone haruna “aku ingin bertemu.. seseorang yang takut hidup berarti sudah sepertiga mati. “ Haruna menatap text itu dengan berbagai pertimbangan.

Kahori pergi bersama Hiroki ke festival. “kita dulu pernah pergi ke festival bersama juga ya?’’ kata Hiroki teringat masa lalu mereka.  “iya dulu”

“aku harap kita dapat kembali ke masa masa itu.” Ucap Hiroki. Kahori menoleh pada Hiroki untuk mencari maksud perkataan Hiroki tapi cowok itu langsung melangkah ke festival meninggalkan Kahori dibelakangnya.

Ditempat lain Jotaro sedang mengisi balon dengan air sampai ia akhirnya menyadari ada seseorang mendekatinya. Saat ia menoleh ternyata ada Morishita dibelakangnya “ohh maukah kau membantuku dengan ini?”  Tanya Jotaro. Morishita mendekati Jotaro dan tiba-tiba ia membungkuk dan mencium jotaro. Kyaaaaaaaaaa…….

“itu hadiahmu” kata Morishita dan pergi meninggalkan Jotaro yang masih bengong habis dicium Morishita.


*** BERSAMBUNG ***

Senin, 11 Maret 2013

Sinopsis Osozaki No Himawari - Ep. 2


Jotaro mendapat pesan dari Junichi untuk datang ke Sanri bar. Jotaro naik sepeda menyusuri pinggir sungai Shimanto dan melewati jembatan sungai Shimanto yang sangat panjang itu. Dipertigaan jalan ia bertemu dengan Kohira yang akan pergi ke tempat yang sama. Sepanjang jalan mereka membicarakan perjalanan kano mereka yang kemarin itu. Kohira bilang klo tidak biasanya ada banner gambar ikan yang melintang disungai seperti yang mereka saksikan itu.
Sampai di bar mereka berpisah tempat duduk. Jotaro bergabung bersama Junichi dan haruka yang sudah menunggunya. Sementara Kohira duduk sendirian dan kosentrasi dengan buku yang dibacanya. Jotaro bercerita pada Junichi dan Haruka tentang apa yang ia lihat kemarin disungai.
“apa?! Kau melihatnya??” seru kaget Junichi
“iya..” “benarkah? Kau melihat banner ikan itu?”
“iya benarkan kita melihatnya?” seru Jotaro sambil melirik lokasi Kohira, Cewek itu pun mengiyakan. Haruka tiba-tiba bangkit dari kursinya “jadi kemarin kalian melakukannya berdua?!” seru Haruka. “iya” jawab Jotaro. Harukapun tertunduk lesu dan kecewa. Junichi bertanya apakah Jotaro setelah melihat itu akan kembali ke Tokyo? Jotaro menjawab klo dia tak ada rencana seperti itu.
“syukurlah klo begitu” Junichi bernafas lega mendegar jawaban Jotaro itu, begitu juga dengan Haruka.
“dia(Junichi) mencoba untuk memperlihatkan padamu keindahan Shimanto sehingga kau tak akan meninggalkan team revitalisasi dan pulang ke Tokyo. Itu membutuhkan waktu 2 hari. Aku juga membantunya waktu itu.” ucap Haruka menjelaskan hiasan ikan-ikan yang tergantung disungai adalah kerjaan Junichi dan Haruka.
“ 2 hari demi aku?” Jotaro keheranan.
“iya”
“aku lega kau akan tetap disini” kata Junichi.
“mengapa kau melakukan itu untukku?”
“apa itu begitu pengaruh denganmu?” sahut Kahori tiba-tiba dari kursinya.
“hah?”
 “mereka akan membawa siapapun kesini untuk menambah jumlah populasi. “ lanjut Kahori.
Jotaro lalu melirik pada Junichi dengan sinis.  “pada siapapun ya???”ucap Jotaro sinis.
“kau salah paham. Jika kau tidak muda maka tak ada artinya kau ada disini.” Jawab Junichi.
“jadi jika kau muda maka siapapun dipersilahkan datang kesini ya?!”
“iya...” jawab Junichi tapi melihat wajah Jotaro yang sinis padanya, Junichi lalu merubah jawabnya “.. tidak, itu tidak benar” Junichi melihat expresinya Jotaro lagi dan dia tau klo Jotaro hanya berpura-pura kesal saja. ia lalu mengelitik badan Jotaro bersama Haruka. Jotaropun tertawa geli dibuat oleh keduanya.
“jangan tanya hal seperti itu lagi disaat ada masalah sebesar ini” kata Junichi serius.
“ada masalah apa?tanya Jotaro. Junichi menjelaskan klo pelatih shimanto sparrow sedang dirawat di rumah sakit karena sakit punggungnya.
“apa itu shimanto sparrows?”
“itu adalah klub baseball anak-anak disini. Padahal bakal ada tournamen dibulan depan.” Jotaro lalu berkata ternyata cuma masalah itu saja. Junichi menjelaskan ini sangat penting karena turnamen itu untuk menyemarakkan kota shimanto lagi. Blom selesai Junichi menjelaskan Jotaro ijin pergi dulu. Itu membuat Junichi kesal “Jotaro apa kau sudah benar-benar mengerti? Aku rasa kau blom mengerti betapa pentingnya baseball di shimanto ini” seru Junichi kesal.
Jotaro tertawa “iya iya aku mengerti..
“Jotaro apa yang akan kau lakukan?” tanya Haruka
“ohh aku akan melihat dvd atau apalah. Apa disini ada rental shop?” tanya  Jotaro ke arah Kahori. Haruka langsung berteriak “aku akan tunjukkan padamu”.
Mereka akhirnya pergi berdua naik mobil Haruka. Cewek itu lalu mengajak Jotaro mampir ke sebuah pantai. Saat Menikmati pemandangan pantai itu Haruka bilang klo ia ingin suatu hari naik ke kano punyanya Jotaro.
Jotaro menjawab “iya nanti bilang saja ke aku klo kau butuh, aku akan meminjamkannya untukmu” “hahh meminjamkan?” seru Haruka kecewa. Padahal dia inginnya pergi naik kano berdua dengan Jotaro.
Ternyata Haruka mengajaknya pergi ke rental DVD yang jaraknya 90 menit. Jotaro langsung kaget begitu tau jaraknya begitu jauh.
Jotaro pulang ke rumah sudah sangat malam. Ia bertemu dengan bapak Yamashita dan ibu toyota yang rumahnya dekat dengan kotrakkan Jotaro. Mereka membawakannya makanan, jotaropun menerimanya dengan berterima kasih. 
Jotaro mengajak Junichi dan leadernya untuk ke rumahnya. Merekapun minum dan makan makanan yang baru diberikan ibu dan bapak yg ramah tadi. Ditengah pembicaraan santai mereka, Junichi berkata agar Jotaro hati-hati dengan wanita asli desa itu. Karna wanita didesa itu adalah aset penting disana. Jadi jika Jotaro memutuskan kembali ke Tokyo dan membawa gadis itu, maka para sesepuh desa akan menghajarnya. Jotaro menertawakan Junichi menyangka itu hanya gurauan Junichi. Leader revitalisasi berkata klo itu yang sebenarnya karena ia mengalaminya sendiri. Junichi bertanya pada Jotaro apa dia sudah mempunyai seseorang yang disukai didesa ini?. Jotaro tertawa dan membantahnya.
Leader menerima telp yang memberitahukan klo Kinji-san terjatuh dari kamar mandinya dan tidak bisa bergerak untuk beberapa waktu ini. Leader bilang Jotaro harus bangun pagi sekali untuk ke rumah Kinji san.
Keesokan harinya Jotaro menjemput Kinji-san pelatih baseball. Ternyata kakek tua itu meski masih sakit, ia masih terus pergi ke sawahnya. Leader dan Jotaro membantu kinji-san saat kakek itu hampir terjatuh disawahnya. Kinji-san berkata klo ia harus memanen padinya yang sudah menguning itu sebelum angin topan merusak sawahnya. Leader pun meminta Jotaro untuk membantu panen sawah kakek Sinji. Jotaropun mulai memanen padi itu. Jotaro bertanya pada leader kenapa orangtua yang ada disini tidak pindah ke kota biar lebih dekat dengan rumah sakit. Leader bilang klo orang tua disini lebih menikmati tinggal didesa kelahirannya. Dan juga kebanyakan dari mereka tidak punya keluarga lainnya.
Selesai panen, Jotaro mengantar para lansia ke rumah sakit untuk cek kesehatan. Dijalan mereka membicarakan bunga matahari yang terlambat berbunga di summer ini, tapi mereka yakin bunga matahari pasti akan mekar juga. Sampai rumah sakit Jotaro disuruh mengantar pelatihan baseball untuk ke ruang pusat rehabilitasi. Diruang itu ternyata ada matsumoto Hiroki mantan pacar kohira sedang bertugas. Kakek Kinji mengenali Hiroki sebagai mantan pemain pitcher no.4 di baseball di kota itu. Ia mengulurkan tangannya pada Hiroki untuk bersalaman. Tapi Hiroki tidak membalas uluran tangan kakek Kinji. Saat Kakek Kinji sedang diperiksa dokter, jotaro begitu tau Hiroki pernah jadi pemain baseball terbaik dikota itu, ia lalu minta Hiroki menggantikan kakek kinji sebagai pelatih selama ia sakit. Tapi Hiroki menolaknya.
Selesai pemeriksaan Jotaro mengantar kakek kinji pulang ke rumah. Jotaro berjanji akan mengantar kakek untuk terapi lagi. Kakek Kinji bilang ia tak mau meneruskan pengobatan itu karena itu berarti ia harus menghentikan kegiatan di sawah lagi. Meski Jotaro memaksanya, kakek kinji tetap menolaknya.
Jotaro akhirnya pulang ke rumahnya saat sudah malam. Ditengah jalan ia bertemu dengan suster morishita yang motornya bocor.
“selamat malam, apa yang terjadi?’ tanya Jotaro.
“banku bocor” jawab suster Morishita.
“oh ban bocor”
“sepertinya aku harus meninggalkan motorku disini” ucap suster Morishita menatap jam ditangannya.
“ohh.. jika kau mau, aku akan memberimu tumpangan” Jotaro menawarkan. Suster Morishitapun menerima tawaran Jotaro itu. Saat suster Morishita naik ke dalam mobiil Jotaro, dari jauh Kohira yang naik sepeda melihat keduanya.
Didalam mobil Jotaro bercerita tentang kakek Kinji yang tidak mau ikut terapi lagi. Dan juga tentang Hitori yang menolak jadi pelatih baseball untuk shimanto. Karena dari tadi ia berbicara terus, Jotaropun minta maaf pada Morishita.
“maaf aku terus berbicara tentang pelatihan dan yang lainnya yang tidak kau sukai. “
“tidak apa-apa”jawab suster Morishita.
“ano.. Morishita-san..”
“ayaka!”
“eihhh?”
“namaku ayaka”
 tiba-tiba Jotaro teringat tentang pesan Junichi tentang cewek-cewek lokal desa shimanto, ia langsung grogi.
“ayaka-san, apa kau asli dari sini?”
“bukan.. aku dari kota Kochi.” Jotaro langsung bersemangat lagi
“benarkah? Ahhhh oke.. kau bukan dari sini.. syukurlah...”
Melihat Jotaro yang tiba-tiba semangat itu membuat Morishita bertanya-tanya, iapun menatap Jotaro.
Cowok itu langsung merasa malu, “ahh tidak apa-apa. bagaimana perasaanmu saat pertama kali datang ke kota ini? Dengan kondisi kota yang tidak ada apa-apanya ini. Tidak ada tempat yg bisa dituju saat libur. Ahh apakah kau tau tempat yang menyenangkan disini? Aku rasa tidak ada”
“aku akan memberitahumu minggu ini” sahut Morishita yang membuat jotaro terkejut sekaligus senang. Sebelum turun dari mobil Jotaro, mereka pun bertukar nomer hp.
“oke.. aku akan menghubungimu Jotaro-kun.”
“iya”
Jotaro terus menatap kepergian suster Morishita dengan senangnya. Saat bayangan suster Morishita sudah tidak nampak, jotaro langsung berteriak kegirangan “yes..! yes.. yes!”
Jotaro mampir ke Sanri Bar lagi, disana sudah ada Kohira yang sedang duduk menatap berita di notebooknya.
Ia lalu menepuk bahu Kohira dan duduk disebelah dokter muda itu. “yo..”
tiba-tiba sebuah telp hp berbunyi, jotari terlonjak dari kursinya “punyaku..” ucapnya sambil mencari hpnya disaku celana. Tapi ternyata bunyi Hp itu dari Hp milik Kohira.
“punyaku. Apa kau sedang menunggu telp dari seseorang?” tanya Kohira sambil membaca pesan dari ibunya yang barusan masuk.
“tidak juga..” jawab Jotaro kecewa.
“ahh.. apakah kau menunggu telp dari seorang wanita?”
“iya”
“orang seperti apa dia?” selidik Kohira karena tadi ia melihat Jotaro naik mobil berdua dengan Morishita.
“aku blom begitu mengenalnya.”
apakah lebih tua darimu?”
“setidaknya ia bertingkah seperti orang dewasa.”
“apakah dia memakai seragam?”Jotaro berpikir ia dikira berpacaran dengan anak sekolah “aku tidak suka dengan yang seperti itu”
“ahhh nurse (suster)?”tebak kohira penuh percaya diri.
“ini baru terjadi dan aku tak merencanakannya”
"ahh mencurigakan..”
“apa?”
“apa dia cantik?”
“sangat cantik..”
“oh begitu.. jika dia cantik.. jangan-jangan dia sudah punya cowok?” Kohira sebenarnya mau mengingatkan Jotaro untuk jangan jatuh cinta dulu. Karena Kohira kan tau klo Morishita berpacaran dengan Hikori.
“apa?”
“apa kau mau aku tanyakan pada Morishita langsung”
“eizzzzz... bagaimana kau tau klo itu dia? “tanya Jotaro kaget ketahuan klo yang dia maksud adalah Morishita.
“kau terlihat begitu bersemangat”
 “tentu saja.. kami akan kencan sebentar lagi. “
Junichi datang menghentikan pembicaraan mereka
Junichi : “ahhh melelahkan, aku tak bisa menemukan pelatih”
Jotaro  : aku juga telah meminta seseorang tapi ditolak.”
Junichi : “Siapa?”
Jotaro :“ pemain Pitcher no 4 matsumoto Hiroki” Kahori yang sedang minum terkejut mendengar nama mantannya disebut. Junichi melirik kearah Kahori karena ia tau hubungan keduanya. 
Junichi : “oh begitu..”
Jotaro mendekati Kahori “ apa kau mengenal dia? Orang dari pusat rehabilitasi itu.”
Kahori mencoba menutupi perasaan dengan berkata biasa “ iya, dia dulu teman sekelasku”
Jotaro  duduk disebelah kahori “benarkah? Tau begitu kamu yang aku minta bicara dengannya. Mungkin karena tiba-tiba memintanya jadi dia menolak tapi dia bertingkah sangat dingin”
Junichi :”ia tak akan pernah melakukannya.”
“mengapa? Dia kan sebenarnya pemain yang sudah sampai level bagus”
“dia pergi ke universias di kota Kochi tapi sejak dia kembali dari kelulusan, dia tidak begitu bersosialisasi. Aku pernah memintanya datang ke training untuk team Shimanto Sparrows tapi dia tidak datang.”
“ohhh…”
“baiklah klo kita tak bisa mendapatkan pelatih maka kita akan tetap berlatih tanpanya.” Lanjut Junichi mantap. Jotaro kau datang da bantu anak-anak dengan pitching”
“aku???”
“kau tak bisa bermain baseball?” tanya Junichi
“tentu aku bisa..” Jawab Jotaro
“baiklah, aku serahkan padamu untuk besok hari minggu.”
"iya”
“syukurlah” Tiba-tiba jotaro terlonjak dari kursinya “ahh tidak! Tunggu.. hmm hari minggu aku tak bisa”
“mengapa?”
“dia ada kencan” seru Kahori yang dari tadi diam.
“diamlah” bisik Jotaro pada Kahori
“jotaro… jotaro..untuk menolong kluub baseball anak-anak adalah hal yang penting dari pekerjaan kita sebagai team revitalisasi.”
“aku tau.. aku tau tapi…”
“dia akan tetap kencan” ucap kahori
“diamlah…  tunggu… tunggu.. klo hanya pitching saja kau bisa melakukannya.”
“aku tak bisa bermain baseball”
“apa?? Tapi kau pernah memberitahukanku klo Shikoku adalah kerajaannya Baseball”
“aku tak pernah bilang begitu..” mereka berduapun saling ribut dengan pendapatnya masing-masing. Jotaro mendekati Kahori “ayolah  kita minta pitcher no 4 matsumoto hiroki sekali lagi.”
“aku tak mau” tolak kahori
“jika dia setuju hubungi aku” lanjut jotaro.
“aku tak punya nomermu” jawab Kahori dengan santai
“benarkah..” merekapun saling bertukar nomer telepon hp.
“aku tak akan meminta dia” tolak kahori
“sepertinya aku juga perlu nomermu.. sebaiknya kita jg bertukar nomer.” Ucap Junichi berdiri ditengah kahori dan Jotaro. “aku tak mau..” tolak kahori membuat Junichi jadi kecewa.

Dirumah sakit saat jam istirahat, kahori pergi ke kantin dan saat akan duduk disalah satu kursi ternyata ia 1 meja dengan Hiroki.
“apakah seoran cowok aneh meminta bantuanmu tentang klub baseball anak-anak ?” tanya kahori membuka pembicaran mereka.
“iya” jawab Hiroki singkat
“kau menolaknya?”
“ya”
“mengapa?”
“aku sudah tidak  bermain baseball” jawab Hiroki dan pamit pergi . kahori terkejut dengan penolakan hiroki itu.             
Jotaro masih membantu panen padi karena  kakek Kinji masih sakit. Jotaro sedang melepas lelahnya saat Junichi datang menghampirinya. Junichi membantu mengangkat potongan batangan padi jadi satu. Ia memberitahu pada Jotaro klo kakek Kinji sudah tidak mau iikut rehabilitasi. Junichi lalu pamit untuk pulang, Jotaro menahannya untuk tetap membantunya. Junichi bilang klo itu pekerjaan Jotaro sebagai team revitalisasi jadi di gaji, sementara ia hanya tenaga sukarela jadi tidak dapat gaji.

Junichi pergi ke sebuah supermarket, disana ia bertemu dengan kasir yang cantik (sayori kakak Kahori) dan sepertinya Junichi menyukainya. Ia berusaha mengajak sayori berbicara tapi tidak begitu ditanggapi sayori. Seorang laki-laki yang dikenal Junichi melewati mereka dengan pandangan angkuhnya. sayori memperhatikan laki-laki itu. Junichi melihatnya dan bertanya siapa laki-laki iu. Sayori  berkata klo pria itu adalah suaminya. Junichi kaget mendengarnya, ia belum pernah bertemu suami sayori. .

Malam harinya Jotaro memutuskan untuk menelpon Morishita untuk membatalkan acara mereka hari minggu karena ia akan membantu anak-anak berlatih baseball.  Morishita yang ada dirumah bersama Hiroki bilang kalau ia akan ikut Jotaro melatih anak-anak itu. Jotaro terkejut sekaligus senang karena acara kencannya tidak jadi batal. Ia berjanji menjemput Morishita jam 8:50, 10 menit sebelum jam 9 kata jotaro menekankan jam ia menjemput Morishita.
Setelah menutup telp dari Jotaro Morishita memberi tahu pada Hiroki klo ia ada acara hari minggu. Hiroki  melirik sekilas dan menjawab biasa tanpa rasa ingin tau.

Setelah menerima telp, Jotaro terlihat sangat senang dan berbicara sendiri mengulang kata-kata Morishita. Kahori yang datang ke Café jadi penasaran apa yang membuat Jotaro gembira itu.
“apa yang sedang kau lakukan?” tanya Kahori
“Apa kau ingin tau?”
“ah tidak juga.. “ jawab kahori cueknya sambil duduk disalah satu kursi di cafĂ©.
“aku akan kencan dihari minggu. Ayaka san (morishita) bilang klo dia mau pergi denganku di training baseball. “lanjut Jotaro dengan tersenyum-senyum bahagia.
“apa kau sebut itu sebuah kencan? Di acara training baseball anak-anak itu?”
“bukan begitu, setelah selesai latihan kami akan pergi makan siang bersama. Apa kau tau restaurant itali disini?”
“tidak ada seperi itu disini.”’
“apa?! Lalu kemana orang-orang pergi kencan?”
“disekolah atau di perpustakaan.”
“kitakan bukan anak-anak sekolahan lagi!” seru Jotaro yang kesal krn Kahori tidak serius menjawabnya.
“lalu bagiaman klo kau mengajaknya ke rumahmu?”
“heeeee…? ke tempatku/” ucap jotaro terseyum-senyum mengartikan sendiri kata-kata Kahori
“jangan berfantasi!” seru Kahori.
“aku tidak berfantasi” sanggah Jotaro.
Saat yang ditunggu jotaro pun tiba. Ia sudah menunggu Morishita didepan apartemen suster itu. Begitu melihat Morishita turun dari tangga apartemen, Jotaro buru-buru keluar dari mobilnya dan menyambutnya.
“ohayo gozaimasu”
“ohayo gozaimasu“
Jotaro berusaha membuka pintu untuk Morishita tapi ternyata terkunci dari dalam jadi pergi  kepintu pengemudi dulu dengan malunya.
Dilapangan haruka dan Junichi sudah mulai mempersiapkan lapangan untuk latihan.
“aku kira kau benci bangun siang.” Sindir Junichi pada Haruka.
“jika Jotaro san bangun pagi, maka aku pasti akan bisa bangun pagi juga.”ucap Haruka.
“kenapa bisa begitu. “ blom sempat haruka menjawab dari jauh Jotaro sudah berteriak-teriak menyapa mereka semua
“oiyyyyy!!!”
“ahhh itu Jotaro san…!” teriak haruka kegirangan tapi begiu melihat seseorang disisi jotaro ia langsung kecewa..
“siapa itu?” tanyanya pada Junichi “oh dia suster di rumah sakit Kahori.”
“tidak adil dia bisa jadi suster!” “tidak adil bagaimana?” tanya Junichi sambil lalu. Haruka tidak menggubris Junichi, ia melambaikan tangannyaa pada Jotaro lagi. “jotaro sannn..”
Jotaro memperkenalkan dirinya pada anak-anak team baseball. Begitu tau klo jotaro dari kota besar Tokyo, semua langsung bertanya banyak hal padanya. Mereka penasaran dengan kehidupan di Tokyo. Jotaro tertawa mendengar pertanyaan anak-anak itu. Mereka pemanasan dengan berlari memutari lapangan. Haruka dengan sepedanya terus berteriak-teriak memberi semangat pada Jotaro (saja).
Hiroki yang baru pulang berbelanja terkejut melihat lapangan yang dilewatinya ada banyak anak-anak yang sedang berlatih. Ia juga melihat Jotaro dan Morishita disana, itu semakin membuatnya bertambah terkejut.  Dari jauh ia melihat latihan itu sampai suatu saat ada 2 orang anak yang berlari untuk menangkap bola (kasti itu) bersamaan. Sebagai bekas pitcher Ia sudah bisa menduga mereka akan bertabrakan dan terjadilah tabrakan itu.  Salah satu anak tampak tak sanggup berdiri mereka semua langsung berlari ke anak itu.  “jangan angkat dia!” seri Hiroki sambil berlari mendekat saat Jotaro dan Junichi akan mengangkat anak itu.
 Dirumahnya Kahori sedang mendengarkan curhatan kakaknya Sayori. Tapi sepertinya ia tidak begitu perhatian dengan apa yang dikatakan Sayori karena ia memikirkan kelanjut hidupnya di Shimanto.
“suamiku tidak ingin aku bekerja disupermarket. Menurutnya hidup kami cukup dengan penghasilan dia. Jadi dia malu dengan apa yang orang katakan.”
“apa kita harus membicarakan ini sekarang? Aku sedang bekerja” ucap Kahori malas mendengar masalah kakaknya.
“maaf sudah mengganggumu dengan masalahku.” Kata Sayori kecewa. Mendengar nada suara kakaknya yang kecewa Kahori tersadar dengan perkataannya yg menyinggung Sayori.
“maaf.. ini karena… aku sedang ada masalah dengan dunia kedokteran. “kata Kahori menyesal.
“iya, dan aku hanya paham dunia paruh waktu ibu rumah tangga”
“bukan begitu maksudku”
“apa maksudmu?” tanya Sayori
“ahh tidak apa-apa” jawab Kahori. Tiba-tiba telp kahori berbunyi, itu adalah telp dari Jotaro yang meminta bantuannya.
Kahori sampai dilokasi tempat latihan. Setelah memeriksa keadaan anak itu tidak terlalu berbahaya ia segera memapah anak itu untuk ke rumah sakit bersama suster Morishita agar Jotaro dan yanng lainnya bisa terus berlatih.
Hiroki yang melihat masalah sudah teratasi ia segera beranjak dari lapangan tapi tiba-tiba Jotaro memanggilnya.
“tunggu.. maukah kau melihat latihan ini?” pinta Jotara.
“anak-anak, di SMA dulu dia adalah seorang pitcher no 5 handal membawa propinsi shimanto ke final.”seru Jotaro memperkenalkan diri Hiroki. A
nak-anak langsung menyerbu Hiroki dengan kagumnya “wah hebat..!” seru anak-anak itu.  “aku juga seorang pitcher tolong ajari aku” pinta salah satu anak dan diikuti anak-anak yang lain minta diajari olehnya. 
“maaf aku tak bisa!” seru Hiroki dan pergi meninggalkan lapangan. Jotaro mengejarnya, Morishita dan Kahori yang blom pergi melihat semua kejadian itu.
“tolonglah kau melihat mereka latihan sebentar saja” pinta Jotaro belum menyerah pada Hiroki. “aku tak bisa mengajari mereka dengan setengah hati dan apa yang aku ajarkan jika berbeda dengan apa yang dikatakan pelatihnya nanti akan jadi masalah “ Hiroki memberi alasan.
“aku tau tapi anak-anak pasti akan sangat senang. Cara berpikir anak-anak sangat sedrhana jadi jika ada seorang Hero (pahlawan)mengajari mereka, mereka akan penuh impian dan akan bekerja keras dan juga akan lebih mencintai Baseball.” 
“ini tidak mungkin!” seru hiroki kesal karena Jotaro terus memaksanya. Ia pun pergi meninggalkan lapangan.
Jotaro juga kesal dengan Hiroki “emang kenapa dengan itu”gumamnya “mengapa kau tidak melatih saja? Kau kan tidak akan rugi apa-apa.” Seru Jotaro lagi.
Hiroki tersinggung dengan seruan Jotaro, ia menoleh menatap jotaro marah “ kenapa aku harus kau ajari hal seperti ini? Jika anak-anak menginginkan latihan, ya latih saja mereka.” Kata Hiroki.
Junichi yang melihat kondisi memanas segera menengahi ‘Jotaro, sudahlah..”
Hiroki melangkah pergi lagi “oiyyy.. mari kita tanding!’ seru Jotaro. Hiroki menoleh “ayo tanding denganku.”
“hah??” seru Junichi kaget. Jotaro mengambil sebuah bola baseball (kasti) dan melemparkannya pada Hiroki.  Hiroki menangkap bola itu dan menatap Jotaro heran “lempar bola itu. Jika aku berhasil memukul bola itu, maka kau jadi pelatih mereka.’”
Semua menatap heran dengan tingkah Jotaro itu. Jotaro siap-siap untuk memukul bola dari Hiroki yang masih berdiri ditempatnya. Hiroki menatap bola kasti itu penuh berbagai hal yang dipikirkannya. Ia melangkah menuju ke anak-anak yang melihat semua itu. Ia mengulurkan bola pada seorang anak “gomen na” maaf… “ganbatte yo” semangat ya” katanya dan pergi meningalkan lapangan. “heyy tunggu.. tunggu.. “ panggil Jotaro, tapi kali ini Hiroki terus melangkah meninggalkan lapangan.
Malam harinya Jotaro, haruka dan Junichi berkumpul di cafĂ© biasanya. Morishita kemudian datang ke cafĂ© “Ayaka-san bagaimana keadaannya?” Tanya Junichi
“tidak ada tulang yang patah, dia baik-baik saja” jawab Morishita.
“syukurlah. Terima kasih banyak” ucap semuanya lega.
“maaf sudah menyebabkan masalah seperti ini” kata Jotaro membungkuk. Morishita tersenyum “anak-anak sangat hebat” katanya.
“kau suka mereka?” Tanya Jotaro
“aku juga suka anak-anak!” seru haruka menngajungkan jarinya disampinng Jotaro tapi cowok itu tak memperdulikannya, ia tetap menatap Morishita. 
“iya, sell tubuh mereka sangat sehat”
“sell??? “gumam jotaro tak mengerti jawaban morishita tapi ia berpura-pura mengerti
“ahhh iya…” haruka yang kesal karena dicuekin Jotaro berjalan ke Junichi dan menarik tangan junichi menjauh. “ada apa ini…?” bisik Junichi terkejut. “apa yang cowok Tokyo ini suka dari tante itu?” Tanya Haruka kesal.
“apa maksudmu cowok Tokyo ini?” Tanya Junichi. Sementara disebelah mereka Jotaro dan Morishita sedang memesan makanan dengan santainya.

Keesokan harinya saat Morishita dan Kahori seruangan, Morishita terlihat tersenyum sendiri. Kahori memperhatikannya. “Jotaro orang yang menarik ya?” ucap Morishita member tau kahori apa yg membuatnya tersenyum-senyum sendiri tadi. “ahh kamu..? ahh tidak apa-apa..” kaa Kahori yang ingin menanyakan sesuatu tapi tidak jadi. Morishita pun jadi penasaran “ada apa?” “sebenarnya apa niat Morishita-san?” “hummm??” “kau kan sudah tinggal bersama dengan seseorang kan (Hiroki)?” “iya.” “menurutku jika kau sudah punya pacar, kau harusnnya memberitahukan pada Jotaro kun. Jika terlihat sangat menyukaimu” “laki-laki itu (hiroki) bukan kareshi (pacarku)” “eihhh?” kahori terkejut mendengarnya.  klo tinggal serumah dan sdh berhubungan intim seperti itu masih dianggap bukan pacar terus apa dong ya??? Hmmmmm… anehhh..
“itu terjadi saat suatu hari dia ada disuatu tempat dan terlihat seperti  Puppy (anak anjing) yang tersesat. “jawab Morishita santai.
“kau bias hidup bersama dengan seseorang yang kau tak cintai?” Tanya Kahori heran.
“aku suka dia.. aku suka dengan cowok berbadan bagus dan cowok yang kuat. “ucap Morishita
Kahori bengong “mengapa seperti itu?” “bukankah sudah terlihat jelas?”jawab Morishia pergi meninggalkan Kahori yg masih memikirkan itu semua.
Jotaro melanjutkan pekerjaannya membantu kakek Kinji panen padi di ladangnya. Dari jauh kakek kagum dengan semangat cowok dari Tokyo itu.

Kahori menemui Hiroki diatap gedung rumah sakit saat cowok itu sedang menjemur  seprei. “mengapa kemarin kau tak mau melatih mereka sebentar?” tanyanya “kau kan masih bermain baseball saat kuliah kan?” lanjutnya.
“hanya 2 tahun saja?” jawab hiroki
“mengapa kau berhenti?”
“aku hanya sebagai pemain cadangan, aku tak punya bakat”
“apa? Bukankah kau pernah sampai ke final? untuk sekolah yang selalu kalah dalam sebuah pertandingan kau membuatnya maju sampai final?”
“kahori.”
“ya?”
“saat kau bertemu denganku setelah sekian lama ini, bagaimana kesanmu?”Tanya Hiroki tanpa menatap kahori.
“kesanku?”
“apa kau kecewa, Saat kau bandingkan aku dengan diriku saat berumur 18 tahun itu?” Tanya menatap Kahori tajam. (wah apakah Cinta Lama Bersemi Kembali..??? :P)
“tidak juga” jawabnya pada hiroki setelah sekian lama jeda dan salinng berpandangan. Hiroki menatap sinis dengan jawaban kahori itu dan berjalan pergi. “hiroki..” panggil kahori.
Pulang kerja seperti biasa kahori mampir ke sanri bar/cafĂ©. Ia melihat jotaro yang sedang berusaha menaruh koyo pada punggungnya yang capek habis membungkuk saat panen padi tadi. Jotaro melihat kahori yang datang “ohhh.. thanks ya atas kemarin.”
“apa yang kau lakukan?”
“ototku sakit semua”
“karena baseball?”
“tidak tu bisa karena baseball atau karena panen padi” jawab jotaro yang kesusahan menempelkan koyo pada punggungnya. Ia mengulurkan koyo baru pada kahori untuk ditempelkan dipunggungnya. Kahoripun membantunya.
“oh ya, apa Ayaka-san berkata sesuatu padamu?”Tanya jotaro.
“tentang apa?”
“tentang kemarin… bisa tentang kemarin dan juga tentang aku”
“jangan tertipu”
“hah? Oleh siapa?”
“tidak apa-apa. Hanya kau terlihat sangat suka padanya. “
“ahhh apa maksudmu ayaka-san? Apa yang kau katakan ini?” Tanya Jotaro bigung menatap kahori yang melamun (kahori ragu mau bilang klo Morishita sudah tinggal bersama Hiroki)
Melihat kahori yang diam melamun itu Jotaro jadi menebak-nebak kata-kata kahori tadi “ahhh.. jangan-jangan.. kau tidak mengkhayal tentang aku kan?”tebak jotaro kepedean mengira kahori menyukainya juga. Kahori langsung melotot memukul kepalanya dengan tangannya melihat kenarsisan jotaro itu.
“hasssss.. apa kau ini baka (idiot) atau apa?! “
"apa?!”
“kau ini benar-benar tidak berpikir… aku hanya mencoba berbaik hati padamu..! aku menyerah.. terserahlah lakukan yang kau inginkan"
Jotaro duduk disebelah Kahori “tapi aku heran kenapa dia menolakku” “siapa?” “pitcher no  Matsumoto hiroki. Maksudku, bukankah dia sangat hebat. Apa dia slalu begitu? Pemurung dan dingin?” “tidak..” “lalu kenapa bisa seperti ini..” kahori memikirkannya dan teringat dngan kejadian tadi saat bersama Hiroki“mungki dia tidak puas dengan hidupnya sekarang ini”

Jotaro pergi ke rumah kakek kinji untuk mengantarnya ke rumah sakit untuk rehab. Ternyata kakek tidak mau. Kakek berkata klo kali ini ia akan berhenti melatih dan bertani mengingat kondisi badannya ini. Kakek bercerita klo dulu ia sempat mau pensiun melatih baseball tapi setelah melihat permainan Hiroki sang pitcher itu iapun membatalkan pensiunnya.

Jotaro pergi ke rumah sakit untuk menginfokan pada dokter klo kakek kinji batal rehab tapi ternyata dokter tidak ada. Jotaro kemudian bertemu Hiroki dan berbicara . Jotaro menyampaikan permintaan maafnya karena ia memaksa Hiroki untuk melatih anak-anak hari minggu yang lalu. Jotaro berkata klo sebagian penduduk kota melihat penampilan Hiroki saat itu. Hiroki menolak untuk membahasnya.
“aku iri padamu” kata Jotaro. Hiroki melihat Jotaro. “dalam hidupku aku tak pernah melakukan sesuatu yang terbaik untuk bakat yang aku punyai. Jadi aku berpikir apa yang kau lakukan adalah pekerjaan yang menakjubkan. “
“itu adalah masa lalu” serobot Hiroki yang pergi tak mau membahasnya.
“jangan berkata seperti itu.”seru Jotaro. “sampai sekarang aku tak pernah membuat bunga dalam hidupku mekar penuh.”
Hiroki berbalik “sampai sekarang?”
“iya sampai sekarang”
“jadi kau akan membuatnya mekar? Tidak mungkin”
“iya akan aku lakukan”
“kau bermimpi!”
“aku serius.”
“emang berapa umurmu?!”
“umur bukan masalah! Biar ku katakan ini. sebelumnya Kinji san pernah mencoba untuk berhenti bertani 10 tahun yang lalu. Istrinya meninggal dan ia sendirian. Tapi kemudian ia melihat perjuangan kerasmu, sebagai pitcher no.4 Matsumoto Hiroki. Lalu ia memutuskan untuk mencoba dan bertani sendirian.  Ayolah bersamaku karena aku tak bisa melakukannya sendirian.” Hiroki menghela nafasnya mendengar itu semua.

Kakek kinji menatap hamparan sawahnya dan termenung.
Tiba-tiba Jotaro menyapanya “ kinji san.”
“ tak peduli berapa kali kau datang itu tak akan berubah.”ucap kakek
“aku tak sendirian, kau tau siapa yang datang bersamaku?”
“aku tak tau..” jawab kakek kinji ogah-ogahan. Hiroki muncul didepan kakek kinji.
“ohhh.. pitcher no 4 Matsumoto hiroki ”seru kakek kinji gembira dan mengulurkan tangannya untuk menyalami hiroki tapi ia teringat uluran tangannya pernah ditolak hiroki.  Hiroki menatap tangan kakek yang terulur, kemudian ia menggenggam tangan itu erat dan seperti mau menangis
“rehabmu itu.. ayo kita lakukan.” Kata Hiroki menunduk. Ia lalu menatap kakek kinji “ayo kita lakukan ini sekali lagi. “
“jika pitcher no 4 matsumoto hiroki yang memintaku, aku rasa aku harus melakukannya. Aku akan coba dan akan rehab lagi.” Ucap kakek kinji. Hiroki tersentuh dengan ucapan kakek kinji.
“jika kita tidak menghadapi masa lalu kita, maka kita tidak akan bisa melangkah maju” (suara Jotaro)

Dirumah sakit suster Morishita nampak bersedih mengantar jenasah yang dibawa keluarga pulang.
Haruka menerima pesan sms “ aku ingin bertemu denganmu.. takut cinta berarti  takut hidup”.
Ditempat yang lain Junichi sedang menolak menutup toko hasil kerjasamanya dengan temannya Takehiro. Tapi Takehiro tetap menutupnya.
Ditempat kerjanya sayuri sembunyi-sembunyi merokok di kamar mandi.
Diruang kerjanya pula,  kahori melihat emailnya untuk mengecek apa profesor sudah memperbolehkannya kembali ke tokyo lagi.
 “ jika kita tidak bisa melihat masa depan.. kita tak akan menemukan jalan kita. Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?” (suara Jotaro)
Jotaro dan Hiroki pulang dari rumah kakek kinji. Semua terdiam dengan pemikirannya sendiri-sendiri. Mobil mereka melewati pinggiran sungai shimanto. Tiba-tiba Jotaro menghentikan mobilnya dan berlari keluar. Hiroki terkejut melihatnya “ada apa?!” tanyanya. Jotaro tak menjawabnya ia berlari ke pinggir sungai dan ia menemukan "sebatang" pohon bunga matahari (atau "sekuntum" ya klo bunga matahari.. hehhee.. embohhh ahh.. :P) .  Jotaro menatap bunga itu dengan penuh kebahagian.
*** BERSAMBUNG ***
Catatanku : hmmmm.. agak lama lanjutinnya gara-gara lappy (notebook) rusak terus beberapa kali. moga-moga nggak kambuh lagi.. amin..