Kamis, 10 Januari 2013

Sinopsis : Koukou Debut - Part 4



 
Keesokan harinya saat disekolah, mood Haruna sudah kembali normal. Ia makan siang bersama dengan Asami, Yoh dan Fumiya.
Haruna duduk disebelah Yoh menatap lurus kedepan kearah Asami dan Fumiya yang sedang bermesraan. Asami sedang menyuapi Fumiya dengan mesranya....
“fumi-kun, ayo ...aaaaa..... “ ucap mesra Asami pada Fumiya yang langsung membuka mulutnya untuk disuapin makanan.
“wajah orang yang sedang jatuh cinta terlihat berbeda dari biasanya, jadi cinta punya kekuatan seperti ini.” Batin Haruna masih terus menatap kedua pasangan baru itu.
Asami tampak imut dengan gayanya yang suka menggeleng kepalanya ke kanan dan ke kiri dengan manja.
Yoh melirih Haruna yang tanpa suara dan ia melihat Haruna yang terus menatap pasangan Haruna dan Asami.
“apa kau ingin pergi ke tempat lain?” tanya Yoh kuatir haruna masih sakit hati melihat keduanya berpacaran.
“hah? Mengapa?” Tanya haruna yang membuat Yoh jadi terkejut Haruna tidak menyadari kekuatiran Yoh klo ia akan sedih.
“aku sedang belajar dengan memperhatikan mereka, seperti gaya Asami contohnya.” Lanjut Haruna. 

Ia melihat Asami yang menggerakkan lehernya ke kanan dengan imutnya. Ia pun ikut-ikutan menggerakkannya ke kiri, ke bahu Yoh dengan imut seperti Asami.   

Yoh langsung mencelanya “mengerikan..! lagian lihatlah..lunch boxmu porsi besar seperti itu. Kalian tidak sama.” Ejek Yoh melirih ke lunch box Haruna yang 3 box makanan itu.  Haruna tertunduk sedih.


“ahhhhh.. aku ada ide! Bagaimana klo kita pergi double date” seru Asami tiba-tiba.
“date(kencan)? Dengan siapa?” tanya Yoh. 
“tentu saja kami berdua dan Onni-chan dan Haruna!” jawab Asami.
“hahhhhh..” Yoh kaget.

“iya.. iya.. ayo kita pergi!” seru Haruna penuh semangat seperti anak kecil yang diajak jalan-jalan orangtuanya.
“sangat memalukan Onii-san akan ada disana juga!” kata Fumiya malu-malu. Yoh mengetuk meja dengan kaleng minumannya, ia kesal dengan sahabatnya itu“jangan panggil aku Onii-san!”


Mereka akhirnya pergi double date ke Seaworld.
“menakjubkan ya” seru haruna senang.
“sangat cantik “ ucap Asami
“lihat ada hiu! Onii-san lihat ada hiu!” seru Fumiya menunjukkan ikan hiu pada Yoh. 
“jangan panggil aku Onii-san!”Yoh jadi kesal
Asami sering bermanja-manja dengan Fumiya. Ia sering merebahkan kepalanya dibahu Fumiya dengan mesra.
“ohhh begitu ya..” gumam Haruna sambil menirukan gaya Asami itu, tapi malah kepalanya terbentur dinding aquarium.. hehhe.. kasian.. 
“ouchhh” 
“apa itu?” tanya Yoh yang heran dengan ulah haruna itu.


Asami melihat ikan badut (nemo) didepannya “ahhh.. kawaiiii... kau tau aku sangat suka ikan badut. “ “iya sangat imut ya” jawab Fumiya.
Harunapun mencontoh aksi Asami itu.
“ahh..moray eelnya.. kawaiii!” seru Haruna. Yoh heran dengan pujian haruna pada ikan yang didepannya.  “moray ell?” serunya mendekat karena sebenarnya ikan belut itu malah terlihat ganas.. 
“ikan itu seperti enak dimakan dengan wasabi dan kecap!” lanjut Haruna ngiler mo makan ikan di aquarium itu. “apa kau pikir ikan itu makanan?!” gerutu Yoh... hahhaha
“itu moray eel yang enak sepertinya.” Gumam Haruna lagi


Mereka beristirahat didua buah bangku yang bersebelahan. Para cowok datang dengan membawa minuman untuk teman gadisnya dan duduk disebelah pasangannya.
Yoh mengulurkan minuman kaleng yang dibelinya pada Haruna dan langsung dibuka sendiri oleh cewek itu.
Dari bangku samping Asami dengan manja merajuk pada Fumiya “aku tak bisa membukanya. Fumi-kun tolong bantu ya..” Fumiya langsung membantu dengan senangnya dan memberikannya pada Asami lagi.
Melihatnya Haruna jadi ikut-ikutan.”yohhhh... bantu bukakan yah” ucap Haruna dengan manis dan mengulurkan kalengnya pada Yoh.
Yoh melirik dengan sinisnya “ itukan sudah terbuka!” haruna langsung melotot melihat kaleng minumannya yang memang sudah dibukanya tadi... wkwkwkwkkw..


Asami dan Fumiya ijin pergi berdua saja. “yoh kami berdua pergi sekarang” pamit Fumiya
“eihhhhh? Mengapa?kita kan belum melihat pertunjukkan ikan lumba-lumba!” seru haruna yang pengen melihat atraksi lumba-lumba.
“oke kita berpisah disini... kami berdua akan disini lebih lama” sahut Yoh tak memperdulikan ucapan haruna. “oke.. ja nee.. bye-bye” pamit Asami dan Fumiya. Merekapun meninggalkan Yoh dan Haruna berdua.
“saat seperti ini, kau harusnya bisa melihat tanpa perlu bertanya klo pasangan itu ingin sendirian saja.” Yoh menjelaskan ke Haruna alasannya membolehkan mereka berpencar.
“kita maksudmu?”tanya Haruna “Baka (bodoh) bukan kita! Mereka!” jawab Yoh tak sabar.
“ohh begitu. Jadi mereka tidak suka lumba-lumba!” ucap Haruna yang belom mengerti juga klo orang berpacaran itu butuh waktu berdua saja.. :D


 Pulang dari melihat Seaworld Yoh dan Haruna berjalan pulang. Mereka berjalan melewati sebuah lapangan. Haruna bersembunyi dibalik tubuh Yoh sambil mengawasi lapangan itu dengan kuatir. 

“ahh.. kau sedang apa?” tanya Yoh heran. Haruna coba menghindari menjawab pertanyaan Yoh. Iapun mengatakan hal lain tapi pandangan matanya tetap melihat ke arah lapangan dengan kuatir 
“Ahh Asami itu sangat imut ya..” 

Yoh penasaran dengan apa yang dilihat Haruna. Ia pun ikut melihat ke lapangan. Ia melihat ada gadis-gadis yang sedang berlatih Softball disana. “apa mereka temanmu?” tanya Yoh.   
“mereka adik kelasku,...” jawab Haruna.

Tapi tiba-tiba ada seseorang yang mengenalinya. Ia langsung berteriak-teriak. “heyy lihat itu haruna senpai!” semua langsung menatap kearahnya dan memanggil-manggil namanya.
“haruna senpai...! haruna senpai..”
Yoh menarik haruna yang bersembunyi disebelahnya kedepan. “ mereka memanggilmu” 

“softball terlarang untukku. Aku hanya butuh menarik perhatian cowok. Ayo pura-pura saja tidak mendengar mereka”ucap haruna. Ia kan sudah berjanji melupakan softball klo sudah SMA.

“ini tak masalah! Kenapa tak kau lakukan saja” sahut Yoh mempersilahkan haruna berkumpul dengan juniornya.
“bolehkah? Baiklah sebentar saja” kata Haruna berlari ke arah juniornya. 


Haruna disambut dengan gembira adik-adik kelasnya.
“ohh kau mewarnai rambutmu” puji seorang adik kelas. “wowww” seru yang lain.”
”kau terlihat seperti anak SMA sekarang!” kata seseorang lagi.”kau juga bilang saat SMA kau akan mencari cinta! Apakah itu berarti cowok itu pacarmu?” katanya melihat Yoh. Semuanya juga ikut melihat Yoh dari jauh.

Cewek itupun berteriak dengan melambaikan tangannya pada Yoh “apakah kau cowok (Kareshi)nya dia(haruna)?”
Yoh yang berada dipinggir lapangan tidak mendengar dengan jelas pertanyaan itu, ia hanya membalas melambaikan tangannya. Junior haruna itu langsung menganggap itu benar. Mereka lalu berteriak gembira “Kareshi..! Kareshi..! kareshi..!” 

Kareshi itu artinya Boyfriends klo Kanojo artinya Girlfriend pakai istilah bahasa inggris biar jelas daripada pakai istilah Indonesia binggung milihnya “pacar cewek” or “pacar cowok” malah entar binggung.

“ahh nilai plusnya...dia (Yoh) sangat kerennnnn...” seru cewek itu. 


Ketua Juniornya itu lalu meminta haruna mengajari juniornya softball.
Haruna sangat bahagia bisa mengajari adik kelasnya bermain softball itu. Satu persatu dia latihan dengan mereka dengan dia sebagai pelempar bolanya. Wajah Haruna terlihat ceria sekali, karena softball sudah mendarah daging untuknya kale ya.
Yoh menunggu haruna dipinggir lapangan dengan sabarnya. Ia mengamati wajah haruna yang terlihat relax dengan yang dikerjakannya itu.


Semua junior sudah berlatih bersamanya. Mereka berbaris untuk berpamitan dengan Haruna. Dan harunapun tertawa senang dan melihat kepinggir lapangan. Ia langsung shock menemukan Yoh yang masih duduk ditangga lapangan menunggunya.  “ohhh.. aku meninggalkannya sendirian untuk bermain softball dilatihan kencanku!” gumam Haruna panik. Ia tidak ingat sama sekali klo ia sedang kencan bersama Yoh. Ia malah asyik dengan softballnya!


“honto sumimasen deshita (benar-benar minta maaf)” bisik lirih haruna saat berjalan bersama Yoh meninggalkan lapangan. “tidak masalah” sahut Yoh santai.
“kau harusnya menghentikanku..”
“kau terlihat sangat menikmatinya”sahut Yoh yang wajahnya tersenyum terus setelah melihat haruna bermain softball. “itu sangat cocok untukmu ya?aku sudah memikirkannya, kau perlu memaksakan dirimu lagi. Aku rasa kau punya kekuatanmu sendiri. ”

“apa maksudmu?” tanya Haruna tak mengerti.
“ akan ada seorang cowok yang tidak menolak kencan denganmu” Yoh menjelaskan.  Diberi harapan seperti itu Haruna jadi senang. 
“hey.. maukah kau mengucapkannya sekali lagi?” pinta Haruna
“tidak akan!’ 
"1 x lagi, please ?“ 
“tidak akan pernah!” 
"hanya 1lagi!”   
“tidak!”

 
Didalam kamarnya Haruna tiduran dan terbayang-bayang dengan kata-kata Yoh lagi. 

“dia memujiku. Ini pertama kalinya Yoh memujiku. Aku bahagia. Tapi mengapa? Apa aku jatuh cinta padanya?”
Haruna terkejut dengan perkataannya sendiri sampai ia terduduk.“ tidak. Tidak. Tidak... Yoh adalah Coachku. Tak boleh.. tak boleh.. tak boleh” Haruna lemas takut klo ia sampai jatuh cinta pada Yoh.


  Preview part 5 :
Haruna dan Yoh terkunci ke sebuah ruangan gudang. Parahnya Yoh sedang sakit dan udara sangat dingin! Dengan kekuatannya Haruna mencoba menyelamatkan Yoh. 


Rabu, 09 Januari 2013

Sinopsis : Koukou Debut - Part 3



Pelajaran selanjutnya dari Coach Yoh adalah “praktek pelajaran”
“pergilah kencan dengan Fumiya!” perintah Yoh untuk praktek kencan Haruna.
“heihhhhhhh??” Haruna terkejut dan juga langsung panik saat Yoh ambil HP dan menghubungi Fumiya.

“jangan.. jangan.. jangan....” seru Haruna panik didepan Yoh.

“Fumiya, Haruna bilang klo dia ingin pergi ke pantai.. aku sedang sibuk jadi bagaimana klo kau saja yang menemaninya?”Yoh cuek berbicara dengan Fumiya sementara Haruna berputar-putar menghalangi jalan Yoh dan memberi kode menolak praktek kencan itu.

 

Yoh memberikan Hpnya pada Haruna dan berbisik “dia bilang mau..”
Haruna menerima HP Yoh itu dengan gugup untuk bicara dengan Fumiya.
Fumiya dari ujung telp sana sudah menyapa Haruna.

Fumiya: moshi.. moshi...

Yoh mendekatkan telinganya ke Hp yang dipegang Haruna. Yohpun memandu Haruna menjawab telp Fumiya.

Yoh : “arigatou”
Haruna gugup “ aa..rii..gaa..tou..” 
Fumiya : “tidak apa-apa.. itu tidak masalah..” 

Yoh : “aku akan tunggu saat itu”
Haruna mengikuti : “a-ku a-kan tung-gu saat itu..”
Fumiya “ aku juga! kapan kita akan pergi?”

Yoh “besok hari minggu”
Haruna “be-sok ha-ri ming-gu..”
Fumiya “ oke besok minggu! Kita bertemu jam 10 di depan stasiun?”

Haruna : “humm.. sam-pai jum-pa lagi..”
Fumiya : “ oke.. bye-bye..”

Pembicaraanpun selesai, Haruna memberikan Hp itu pada Yoh.
“aku tak bisa melakukannya!kencan dengan hanya kami berdua?”

Batin Haruna “aku harap dia(yoh) bisa ikut juga..”
“tidak bisa!” sahut Yoh mmbaca pikiran Haruna.



“coach! Ini pertama kalinya dalam hidupku aku pergi kencan dengan cowok.” Pinta Haruna dengan wajah melas berdiri dekat dengan Yoh membuat cowok itu grogi,

“baiklah! Aku akan mengikuti dari jauh dan aku akan memberitahumu apa yang harus kau lakukan dari email.”
Seringnya di manga, anime, film dan drama jepang mereka memakai email bukan sms or bbm meski lewat HP gitu.

“aku ingin ikut..!” seru Asami yang ternyata dari tadi mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
“tidak boleh.. kau tidak bisa berhenti bicara. Kau akan mengganggu mereka.” Tolak Yoh.
“emang kenapa...” asami merajuk pada kakaknya.


"tapi bagaimana dngan bajuku?” tanya Haruna yang kepikiran dengan baju untuk kencannya nanti.
“Asami pinjamkan dia baju..” perintah Yoh pada adiknya.

“apa.. tidak mau..” ucap Asami. Tapi pada akhirnya Asami meminjamkan salah satu bajunya untuk kencan Haruna itu.



Saat kencan pertama Haruna dengan Fumiya.

Yoh berdiri dibalik pohon bersama Haruna. Yoh menyamar dengan memakai kacamata. Mereka mengintip Fumiya yang sudah didepan Stasiun menunggu Haruna dengan gelisah.



Haruna tidak tega melihat Fumiya yang sudah menunggunya itu. “tidak baik membuat orang menunggu kita lama. Aku akan pergi kesana.” Ucap Haruna.

“sudah ku bilang jangan dulu!” larang Yoh. “sebagai seorang cewek tidak apa-apa membuat cowok menunggu mereka sebentar.” Yoh menerangkan.. :P yah klo bisa ontime kenapa harus nunggu2 gitu siy.. anehhh... kesal klo nunggu orang lohh..

“aku akan pergi..” seru haruna melangkah tapi langsung dihalangi Yoh lagi.
“sebentar lagi..!”

Haruna melihat Fumiya jadi tambah tidak tega “aku tak bisa menunggu lagi..!” seru haruna keluar dari tempat persembunyiannya tanpa bisa dicegah Yoh lagi.



Fumiya : “ haruna-chan ohayoo..”

Haruna : “ohayoo.. maaf aku sudah terlambat”

Haruna menjawab Fumiya dengan kaku seperti robot saja karena gugup. Yoh mendengar nada bicara Haruna jadi mencibir haruna. Ia segera mengirim email pada haruna. “harus terlihat gembira”

Haruna membaca email yang dikirim Yoh itu dan tersenyum ke arah Yoh kemudian menyusul Fumiya masuk ke stasiun.



Saat tiba dipantai, haruna melakukan perintah Yoh di email. Ia terlihat ceria bermain-main dengan anak-anak kecil dengan rumput laut yang mereka temukan. Sementara Fumiya memperhatikan Haruna agak dipinggir. Tapi Fumiya orangnya memang begitu, dia selalu ceria dan selalu berpikir positif jadi dia juga enajoy saja bergembira bersama Haruna dan anak-anak kecil itu.

Melihat ulah Haruna, yoh mengirim email lagi “bukan ceria yang seperti itu!”



Saat lunch Haruna semangat melihat semua makanan diatas meja. Tak henti-hentinya dia berkomentar melihat makanan itu meski mulutnya penuh dengan makanan. Ia juga pesan makanan dengan porsi yang banyak.

Fumiya tertawa geli melihat suara haruna yang berbicara dengan mulut penuh makanan itu.

Yoh yang duduk dibelakang meja Fumiya mengirimkan email lagi “ apa kalian ini orang tua dan anaknya? Apa Fumiya ayahmu? Kencanlah seperti orang kencan! Seperti pasangan dipantai”



“ahh benar.. aku kan sedang kencan” batin Haruna.

Haruna langsung bangkit dari kursinya dengan tiba-tiba membuat Fumiya yang sedang makan jadi ikut terkejut “ayo kita ke pantai” ajak haruna

“ohh... oke.. lalu bagaimana dengan nasimu?” Haruna pesan nasi tambahan tapi blom matang.

“aku ingin makan lagi tapi hatiku sangat bahagia.. aku hanya ingin merasakan hembusan angin pantai. “ ucap Haruna lembut menirukan kata-kata di manga romance yang baru dibacanya. .. hehhe



Mereka berduapun pergi menyusuri pinggiran pantai. Anak kecil yang tadi diajaknya bermain mencoba mendekati Haruna dari belakang tapi haruna langsung berbalik dan mengusir mereka agar tidak mengganggu kencannya dengan Fumiya lagi.

“Ano.. type cewek seperti apa yang kau suka?” tanya haruna

“kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?” Haruna langsung gugup.

“apa aku terlalu tiba-tiba?” Fumiya ketawa geli melihat Haruna yang grogi itu

“ohh aku tau.. kau sedang melakukan usaha terbaikmu untuk menemukan cinta khan?jadi kau ingin tau pendapatku ya”

“iya..” sahut Haruna

“aku suka gadis sepertimu..” ucap Fumiya. Haruna ingat klo Fumiya dan Asaoka suka membuat kata-kata rayuan seperti ini jadi dia langsung ketawa.

“jangan lagi seperti itu” seru Haruna mendorong Fumiya dengan sekuatnya. Fumiya langsung jatuh terguling-guling dipasir pantai sampai agak jauh. Haruna tenaganya kan kuat banget.. :D

“maaf..” ucap Haruna saat Fumiya sudah bangkit berdiri dan mendekatinya.

“tidak apa-apa..” merekapun berjalan bersama lagi. “tapi itu yang sebenarnya.. aku suka cewek yang apa adanya sepertimu. Aku suka cewek seperti itu” ungkap Fumiya tulus. Ia melihat ada anjing dipantai dan ia berlari mendekati anjing itu.



Haruna begitu mendengar pengakuan Fumiya, hatinya langsung tersentuh oleh kata-kata itu. Ia langsung email Yoh “dia baru saja bilang klo dia suka padaku. Apakah ini “pernyataan cinta”?” Yoh hanya geleng kepala saja melihat Haruna yang terlalu mudah salah mengerti ucapan orang. Yoh sudah hapal karakter Fumiya jadi ia tau maksud kata-kata Fumiya yang sebenarnya.

Tanpa menunggu email dari Yoh, Haruna langsung menatap Fumiya dengan tersenyum bahagia “ ano.. aku juga suka cowok sepertimu..” seru Haruna.

Email Yoh diterima Haruna “ Baka (Bodoh).. jangan salah mengerti..!”

Melihat Haruna yang dari tadi membuka email, Fumiya langsung menggoda “Haruna chan, kau punya teman email banyak ya?”

“bukann.. aku sering mendapat email pengganggu... itu sangat menggangguku!” Haruna langsung menutup Hpnya tanpa membalas email Yoh tadi.

Yoh yang memperhatikan ulah Haruna langsung kesal dan mengirimkan email lagi “ aku sudah capek. Lakukan saja semaumu!” Yohpun pergi dengan muka kesal.



Haruna dan Fumiya bertukar nomer HP sebelum berpisah. Haruna tampak bahagia dan berharap dapat pergi lagi bersama Fumiya.



Fumiya tidak pulang ke rumahnya tapi langsung pergi ke rumah Yoh. Ia masuk kedalam rumah dan mendapatkan Asami yang sedang bersedih. “apa Yoh disini?” tanya Fumiya

“dia tidak dirumah. Aku rasa dia akan cepat kembali. Mengapa kau tidak masuk saja dan menunggunya. “
Fumiyapun duduk di sofa ruang tamu dengan tersenyum-senyum.
“apa pantainya menyenangkan? Aku juga ingin kesana”

Fumiya tersenyum mengangguk “iya.. kau harusnya ikut bersama kami..”

“aku hanya akan mengganggumu, itu kata onii-chan. Aku sendirian seharian. Aku bosan.”

“benarkah..? maaf ya.. oke lain kali kita pergi bersama ya, yoh tidak bermaksud seperti itu. Haruna juga tidak akan keberatan” Ucap Fumiya. Tapi betapa terkejutnya ia saat tiba-tiba Asami duduk dipangkuannya... kyaaaaaaa.... Ouw.. ouw...

“asami apa kau tau kau duduk dimana?”
“ehhh?? Dipangkuanmu..” ucap Asami tanpa malu. Asami bahkan menaruh kedua tangannya di pundak Fumiya.
“ini buruk sekali..”Fumiya gugup.
“mengapa?apa kau membenciku? Aku suka kamu, Fumi-kun”



Haruna yang sedang perjalanan ke rumahnya membuka Hpnya dan membaca email terakhir Yoh. Ia tau Yoh marah padanya. Haruna langsung berlari ke rumah Yoh.

Haruna masuk kedalam rumah Yoh yang tidak terkunci dan masuk kedalam ruang tamu.

Haruna terkejut bukan main melihat apa yang ada didepannya. Ia melihat Asami dan Fumiya yang sedang berciuman.

Haruna shock dan tanpa keduanya menyadari Haruna langsung pergi berlari meninggalkan rumah Yoh. Dipintu rumah ia bahkan sempat bertabrakan dengan Yoh yang akan masuk rumah.



Yoh terkejut tapi tak mengejar Haruna dan ia masuk kedalam rumah. Yohpun sama terkejutnya melihat adiknya berciuman dengan sahabatnya, Fumiya.

Fumiya yang sudah ketahuan Yoh pun bilang klo mulai sekarang ia akan berpacaran dengan Asami. Melihat yang sudah terjadi ini, Yoh jadi ingat dengan Haruna yang tadi berlari. Yoh lalu pergi berlari untuk mencari Haruna.


Haruna terus berlari meninggalkan rumah Yoh “Fumiya –san dan Asami? Mengapa? Padahal baru saja hari ini dia bilang dia suka dengan cewek seperti aku. Bahkan dia menghabiskan hari ini bersamaku terus! Bahkan aku pikir ini bisa jadi awal cinta!”



Yoh menemukan Haruna di taman dekat rumahnya. Ia berjalan mendekati haruna dan berdiri disamping gadis itu. “aku kan sudah bilang jangan salah mengerti” “mmmm..” Haruna hanya bergumam.

“apa kau menyukai Fumi?”tanya Yoh.

“aku tak tau..” jawab Haruna “tapi cinta kan sangat berbeda dengan yang kita imajinasikan ya dan pada kenyataannya sangat berbeda antara orang satu dengan orang lainnya.”

Yoh melirik haruna yang seperti mau menangis itu.
“aku .. hanya bersedih”
“tidak apa-apa klo mau menangis. Pada saat seperti ini. Tidak apa-apa klo menangis. “ ucap Yoh

Haruna langsung menyadarkan kepalanya di bahu kiri Yoh dan menangis. Yoh membiarkan Haruna menangis di bahunya dan ia berbisik lembut pada Haruna “aku akan mencarikan cowok yang baik untukmu..”


Puas menangis dibahu Yoh, Haruna berlari ke tempat yang agak tinggi ditaman. Ia menghapus airmatanya dan menatap Yoh “ aku tidak akan menyerah..! aku akan berjuang terus jadi lain kali aku pasti akan bahagia!”

Yoh tersenyum mendengar semangat Haruna itu. “besok sabtu.. ayo kita pergi shopping bersama.” Ajak Yoh.

“yohhh..”Haruna terharu dengan ajakan Yoh itu..



Saking gembiranya haruna sampai berteriak “woaahhhhhhh.....” suara haruna membuat anjing-anjing yang ada didekat taman langsung menggonggong semua... kayak serigala sihhhh.. hehhehe



Preview part 4 :

Double date...!! Kencan ganda ke aquarium raksasa (seaworld)... Fumiya dan Asami, Yoh dan Haruna. Disini haruna belajar jadi cewek yang imut meniru gaya Asami pada pacaranya, Fumiya.



Sinopsis : Koukou Debut - Part 2



Dimulailah pelajaran “cara menarik perhatian cowok” ala coach Yoh di sebuah ruang kelas.

“aku sudah memikirkan alasan utama kenapa selama ini kau tidak pernah berhasil”

“ya! apakah itu?” seru Haruna bersemangat siap-siap menulis dibukunya.

“pertama-tama, sekarang ini sudah tidak jamannya dapat cowok dari beraksi di pusat kota (taman gaul para remaja) “

“eeeiihhhhhh??? Tapi.. tunggu..” kata Haruna sambil membuka klipping kumpulan potongan majalah yang dibuatnya. “.. lihatlah... ini beberapa spot untuk jadi pusat perhatian.”

Yoh mendekat penasaran dengan klipping itu dan mengambilnya dari atas meja Haruna“ apa itu?”


“itu adalah catatanku mengenai cara menarik perhatian cowok. Aku mempelajarinya dari membaca majalah wanita dan komik cewek. Tentang baju-baju stylish untuk dipakai dan apa yang cocok sebagai aksesoriesnya“ jawab Haruna dengan bangga atas usaha membuat klipping itu.

Setelah membuka-buka kliping Haruna dan mendengarkan penjelasan cewek itu, Yoh menatap Haruna. “oh begitu..” katanya sambil menutup kliping Haruna kemudian melemparkannya ke dalam tong sampah petugas kebersihan yang sedang lewat.

Haruna jadi shock melihat hasil usahanya dibuang begitu saja oleh Yoh.

“noooooooooo...”teriaknya. Yoh menggebrak meja Haruna “dengarkan aku, itulah alasan utama kegagalanmu!”

“Hahhh??”

“mencampur cola, orange jus dan olong tea bersama akan terasa menjijikkan kan?” tanya Yoh. Haruna ditanya begitu langsung membayangkannya. “kau tak perlu membayangkannya! Itu sudah jelas menjijikan!” seru Yoh yang kesal karena Haruna yang lemot mikirnya itu. “iya..” sahut Haruna pada akhirnya.

“hari ini aku akan mencarikan skirt (rok) yang cocok untukmu.”

“skirt? Ahh senangnya..” lonjak Haruna dari kursinya. “selama di SMP semua yang aku pakai adalah jersey (Kaos). Aku ingin Yoh-san memilihkan skirt yang cocok untukku!”

“sudah aku bilang panggil aku Yoh saja” kata Yoh meninggalkan kelas. Haruna langsung menyusul Yoh dibelakang cowok itu.

“tasmu..” kata Yoh mengingatkan Haruna yang lupa ga mengambil tasnya. Haruna balik ke mejanya untuk mengambil tasnya lalu bergegas menyusul langkah kaki Yoh.



Yoh mengajak Haruna pergi ke sebuah butik dan ia melihat-lihat baju yang cocok dengan Haruna.

Haruna yang mengikuti Yoh bergumam lirih “ jika aku memakai baju yang Yoh pilihkan untukku, aku pasti akan terlihat stylish.” Haruna memperhatikan baju-baju yang ada disana.

Yoh yang sudah berjalan jauh didepannya langsung menarik perhatian cewek-cewek yang sedang berbelanja. “mm .. apa kau sendiri?” tanya seorang cewek yang mendekatinya. “tidak juga” sahut Yoh cuek tanpa menatap cewek-cewek yang mengerumuninya.

“apa kau mencari sesuatu?” tanya cewek satunya lagi.



“luar biasa. Aku tak memperhatikan Yoh beberapa detik saja, tiba-tiba dia sudah menarik perhatian cewek-cewek. “ Haruna terbengong melihatnya.

Yoh mengambil sebuah skirt “heyy..” panggilnya pada Haruna “kau coba ini” otomatis cewek-cewek menatap ke orang yang diajak bicara Yoh, alias menatap Haruna.

Haruna mengambil skirt yang dipilihkan Yoh padanya dan ia melewati barisan cewek yang menatapnya tidak suka. “terlalu banyak juri” batin Haruna melihat para cewek itu yang menilai penampilannya dari atas sampai bawah karena ia bersama Yoh yang ganteng itu.




Dan mulailah adegan ala-ala “PRETTY WOMAN” Julia Robert dan Richard Gere itu. Haruna keluar dari Ruang Pas dengan skkirt hijau pilihan Yoh “ bagaimana?” tanyanya. “heihhhhh...” seru cewek dan Yoh yang kecewa melihat skirt tidak cocok untuk Haruna.



Haruna ganti skirt lagi warna putih dan keluar lagi dari Ruang Pas dengan beraction ala model. Yoh dan cewek berempat itu langsung menepuk kepalanya kecewa. Tidak cocok lagi.



Yoh pun memilihkan beberapa baju tapi masih saja tidak ada yang cocok untuk dipakai Haruna. Sampai-sampai turis – turis pun ikut melihat action Haruna ganti baju ala pretty woman itu dan memfotonya..

Mereka juga ikut berkomentar kecewa saat haruna keluar dari ruang pas dengan baju yang tidak cocok. “ahhhhhh..” seru mereka semua dengan kecewa..

Penontonpun semakin banyak yang jadi juri untuk baju Haruna...

Yohpun akhirnya menyerah untuk memilihkan baju lagi...




Mereka berdua duduk di taman kota “maafkan aku.. aku terlihat tidak cocok klo memakai skirt”

“kau tak perlu minta maaf” sahut Yoh lesu. Melihat Yoh yang sepertinya kecewa dengan yang barusan terjadi, Haruna jadi kuatir.

“ohh tidak,.. situasinya jadi aneh begini. Aku harus mengatakan sesuatu dan melakukan tindakan yang lucu “ batin Haruna.

“kau tak perlu melakukan lelucon itu.” Kata Yoh yang seperti tau apa yang akan dilakukan haruna.

“heiiihhhh? Bagaimana kau tau?”

“cara berpikirmu selalu transparan(mudah terlihat)”

“hahh.. aku transparant?” Yoh menatap Haruna “omong-omong, lelucon apa yang kau pikir akan kau lakukan tadi?”

Haruna kemudian berkata dengan suara seperti suara cowok “ aku minta maaf”

Yoh menatap Haruna biasa saja tidak ketawa mendengarnya. Garing banget lelucon Haruna. Yoh lalu pergi meninggalkan Haruna. “maaf” ucap haruna mengikuti langkah Yoh.



Yoh membawa haruna masuk ke dalam kamarnya. Ia lalu membuka lemari pakaiannya.

“sebenarnya pakai cowok adalah yang cocok untukmu kan?”

“iya..” jawab Haruna melihat-lihat kamar Yoh. Diatas rak meja yoh ia menemukan sebuah gelang disana. Harunapun mengambilnya “ahh.. sangat cantik” pujinya. Yoh menoleh ke arah haruna dan begitu melihat Haruna memegang gelang itu ia segera berjalan ke arah haruna dan mengambil gelang itu. “kau tak bisa punya ini! Aku akan membuangnya.” Teriak Yoh tak suka. Haruna kaget dengan ekpresi Yoh itu. Yoh jadi salah tingkah melihat haruna yang terkejut itu. “ini tidak akan cocok untukmu..” kata Yoh pelan.

Yoh mengambilkan kaos dan celananya kemudian diberikan pada haruna “ kau coba ini dulu”

Sementara haruna ganti baju, Yoh melukis baju yang cocok untuk dipakai haruna.

“aku sudah selesai..” seru haruna.

Yohpun menoleh kebelakang punggungnya untuk melihat penampilan haruna. “bagaimana?” tanya haruna, Yohpun tersenyum senang melihat haruna cocok memakai bajunya... ahh cocok skirt tadi kaleeeee....

Yoh membawa haruna ke depan kaca “aku rasa ini cocok ya?” bisik Yoh.

“iya ini bagus..” seru Haruna senang.

“tidak.. ini tidak bagus! Tapi benar ini cocok dipakai olehmu. Ini berguna untuk menyembunyikan lengan dan kakimu. “ kaki dan lengan haruna berotot jadi keliatan ga feminim klo terlihat, itu menurut Yoh. “ tapi ini benar-benar tidak bisa dipakai untuk menarik perhatian cowok.”

“tidak apa-apa.. ini sudah bagus!” seru haruna. “jika kau bilang ini cocok berarti ya ini benar-benar cocok!’

“tidak bisa begitu.. diluar sana pasti ada baju cewek yang cocok untukmu. “

“sudahlah.. ini tidak apa-apa”

“ini tidak bisa!” teriak Yoh kesal karena Haruna tidak mendengarkan ucapannya.




Tanpa mereka sadari ternyata pertengkaran dan pembicaraan mereka didengar orang lain.

“ohh pada akhirnya Yoh melakukannya juga” kata seorang cowok ganteng yang datang bersama Asami.

“kenapa kalian kesini?” tanya Yoh tidak suka

“iya kami dengar Yoh sekarang jadi coach jadi kami ingin melihat.”

“kami rasa itu terdengar menyenangan”kata cowok dengan jaket hitam


“ohh.. kau cowok yang waktu itu ya..” seru Haruna mengenali cowok yang bertopi yang ditemuinya di taman bersama Yoh.

“ohh kenalkan, aku temannya Yoh, Tamura Fumiya. “ kata cowok bertopi.

“aku Asaoka” kata cowok berjaket hitam memperkenalkan dirinya.

“lihat.. benarkan dia kawaiii (cute).” Kata Asami pada Asaoka.

“iya.. dia lebih kawaii dari yang aku pikirkan...” sahut Asaoka.

“eihhhh?” seru Haruna girang dibilang kawaii oleh cowok seganteng Asaoka.

“jangan dengarkan kata-katanya. Itu hanya gombalan dia saja!” kata Yoh meruntuhkan kebahagian Haruna yang dipuji itu.

“ohh begitu ya..” Haruna langsung tertunduk lesu

“ahh tidak kok.. kau memang honto ni kawaii (benar-benar imut).. kau ini typeku” puji Fumiya.

“eihhhhh!!” seru Haruna terkejut sekaligus gembira baru kali ini ada cowok yang bilang begitu padanya.

“dia katakan itu juga pada semua orang yang ditemuinya.” Ucap Yoh yang membuat Haruna yang barusan diangkat serasa dijatuhkan lagi.

“aku capek. Tolong jangan katakan hal-hal ini lagi. Semua ini kan gombalan saja..”



Mereka berempat akhirnya makan bersama di rumah Yoh. Asami-chan yang memasaknya.

“Asami-chan.. kau pinter memasak ya.. ini benar-benar enak!” puji Fumiya.

“kenapa kalian semua dinner disini?” kata Yoh bete.

“Asami-chan berpakaian sangat stylish dan bisa masak dengan enak. Kau benar-benar contoh yang bagus untuk seorang gadis populer!” puji Fumiya lagi pada Asami.

Asami tersenyum-senyum gembira dipuji-puji terus begitu.

“orangtua mereka keluar negeri, jadi Asami-chan itu malah seperti ibunya Yoh. Benarkan yohh?” kata Asaoka melirik Yoh.

“benarkan Onii-chan?” tanya Asami. Semua menunggu jawaban Yoh.

Yoh berdiri “hentikan itu..” saat berjalan didekat Haruna, yoh berhenti dan berkata pada Haruna “ kau tunggu disini. Aku akan menggambar skecth dulu.

“sketch? “ tanya haruna dengan mulut penuh makanan.

“iya untuk baju” jawab Fumiya.

“itu baguskan haruna-chan. Berarti Yoh benar-benar serius.” Ucap Asaoka.

“iya... aku akan jadi populer seperti Asami-chan!” tekad Haruna penuh keyakinan.

“ganbatte ne Haruna chan” seru Fumiya memberi semangat.

“Fumiya-san dan Asaoka-san, tapi kalian berdua terlihat populer juga..” kata Haruna menatap kedua cowok yang ganteng itu.

“ah tidak juga.. dibanding Yoh, kami tak ada pa-apanya” tolak Fumiya.

“ahh seperti dugaanku, dia(Yoh) populer juga” gumam haruna pelan tapi cukup bisa didengar yang lain.

“saat dia masih SD dia pulang membawa coklat dalam plastik 70 literan. “ ungkap Fumiya

“tapi saat kau terlalu populer, kau mungkin dapat tanggapan yang salah juga.” lanjut Asaoka.

“hehhhh?” Haruna tak mengerti maksud Asaoka.

“para gadis di kelasnya dia berkelahi memperebutkannya. Dan yang kalah akan mengirimkan surat kebencian di loker sepatunya dia (Yoh).... oh ya ada “peristiwa gelang” itu juga kan..” Fumiya terus bercerita.

“itu kata-kata Taboo untuk diucapkan.” Ucap Asaoka pada Fumiya

“ahh benar.. maaf” sahut Fumiya.

“kau tau.. saat SMP dia ikut klub Basket dan dia berpacaran dengan manager klub.” Ungkap Asami meneruskan cerita Fumiya. “tapi manager yang lain yang juga suka dengan Onii-chan (kakak) tau itu. Dia ingin merebut onii-chan jadi dia berbohong pada pacar Onii-chan. Dia bilang klo dia berpacaran dengan Yoh juga! pacar Onii-chan berpikir itu hal yang sebenarnya. Jadi dia memutuskan putus dengan Onii-chan. Dan itu mengakibatkan kekalahan team basket. Gadis itu juga pernah membuatkan gelang untuk onii-chan. Itulah yang kami sebut sebagai “peristiwa gelang”. ”



Haruna tertunduk ia teringat kejadian dikamar Yoh tadi saat ia memegang gelang yang ada dirak meja Yoh.

“cewek itu yang mengambil keputusannya sendiri untuk putus dengannya, tapi Yoh masih mencintai cewek itu. Sejak itu, dia berubah menjadi tidak percaya pada wanita.” Kata Asaoka menjelaskan cueknya Yoh pada wanita adalah karena kejadian itu.

Haruna teringat kata-kata Yoh yang berkata “suatu hubungan tidak selalu berbunga mawar(tidak selalu bahagia).”

“Itulah kenapa kami heran saat Yoh memutuskan untuk menjadi Coachmu.

“apa ini..!” kata Yoh tiba-tiba berdiri didekat mereka. Semua langsung pura-pura sibuk tak mau menatap Yoh.



“kalian tidak mengatakan sesuatu yang tidak baik kan?” tanya Yoh

“Tidak.. tidak.. tentu tidak..” bantah Asami, Fumiya dan Asaoka tapi haruna diam saja.

“iyakan haruna chan?” ucap Fumiya meminta persetujuan.

Haruna yang dari tadi diam langsung tengadahkan mukanya tapi sambil menangis keras membuat semua kaget. Haruna lalu berbalik menghadap Yoh sambil terus menangis tanpa henti..” Yoh.. aku berjanji akan melakukan yang terbaik!”

Yoh yang kaget hanya berkata “oke.. baiklah.. “ ia kemudian memperlihatkan sketch baju untuk Haruna.

Haruna mengambilnya sambil terus menangis “arigatou gozaimasu..”

 



Haruna pulang membawa sketch buatan Yoh itu. Dan sebagai seorang otaku didalam kamarnya ia mulai membaca manga romance koleksinya lagi. Ia kemudian menatap sketch Yoh dan kaos Yoh yang dipakainya. Haruna tersenyum dan berkata“ besok aku akan populer juga (seperti tokoh wanita di manga itu..”




Preview part 3 :

Haruna akhirnya pergi kencan dengan cowok ganteng untuk pertama kalinya dipantai seperti tokoh manga yang dibacanya. Haruna yang tak punya pengalaman minta bantuan Coach Yoh untuk mengikuti kencannya dari jauh. Tapi Haruna justru akhirnya tidak menggubris email/sms Coachnya, membuat Yohpun marah...!