Senin, 26 November 2012

Sinopsis Shiritsu Bakaleya Koukou - Ep. 6


Tetsuya sedang on the way ke sekolahnya saat tiba-tiba ia mendengar seseorang memanggil namanya.
“apakah itu kau Tetsuya?”
Tetsuya berbalik melihat orang yang memanggilnya itu.
“yahh.. seperti dugaanku, dia Tetsuya.” Kata cowok itu
“ohh.. Okamoto” kata Tetsuya mengenali cowok itu. Okamoto menatap seragam sekolah Tetsuya “ apakah kau sekolah di Bakada?”
“ya.”
“aku ga ngerti.. dia dulu terkenal di SMP dan dia puny banyak uang. Meski begitu kenapa dia sekarang seperti ini” sindir Okamoto
“jangan bicara seperti itu” kata temannya
“iya.. tidak bagus... tapi Tetsuya adalah seseorang yang aku kagumi. Apapun yang aku lakukan aku tak akan sanggup menyamainya..” kata Okamoto
“jika tidak ada hal lain yang ingin kau bicarakan, aku pergi dulu” kata Tetsuya yang merasa tidak suka bertemu dengan Okamoto.
“tunggu !” seru Okamoto sambil menepuk bahu Tetsuya dengan keras. “... bukankah ayahmu meninggalkan rumah?” lanjutnya. Tetsuya menatap Okamoto dengan kesal di sindir begitu.

“benarkaah?” tanya teman Okamoto yang lain
“ayah dari cowok ini sekarang ada dipenjara!”
Tetsuya berusaha menahan amarah yang mulai timbul karena masalah keluarganya disindir-sindir Okamoto.
“serius kau?”
“benar. Ayahnya telah membunuh orang, ini bukan bercanda. Dan yang paling menyedihkan adalah ibunya dia. Suaminya ternyata seorang kriminal!”
“kasihan sekali” kata cowok-cowok itu tapi sambil tertawa-tawa.. menertawakan Tetsuya.

Amarah Tetsuya tak terbendung, ia mengarahkan tinjunya ke Okamoto yang membuat cowok itu langsung terkapar ke tanah. Siswi-siswi berteriak ketakutan membuat tetsuya sadar dan menghentikan kemarahannya dan meninggalkan Okamoto dan teman-temannya.


Bakaleya heboh mendengar klo Tetsuya dilaporkan oleh ibu Okamoto atas kasus kekerasan. Siswa Bakada dan siswi Cattleya langsung pergi ke kantor guru dimana Tetsuya sedang di konfrontir dengan Ibu Okamoto dan Okamoto sendiri. Mereka mendengarkan dari balik pintu ruang guru.

Didalam ruang guru.

“apa kau tau.. betapa ketakutannya anakku setelah apa yang terjadi padanya.” Teriak Ibu Okamoto

“kami minta maaf” kata guru Saonji (seperti sekarang jadi kepala sekolah Bakaleya

“seorang anak kriminal tetap saja akan jadi kriminal juga kan” sindir ibu Okamoto. “.. aku akan kesini 3 hari lagi. Keluarkan anak itu dari sini secepatnya.” Tetsuya dari tadi duduk diam dan menunduk. Cuek.

Mendengarnya dari luar tatsuya tak tahan, ia dan kawan-kawan langsung masuk keruang guru. Saat itu ibu Okamoto dan anaknya mau keluar dan terhadang oleh pasukan Bakada dan Cattleya. Ibu Okamoto menatap mereka sekilas tapi kemudia mengajak anaknya pergi lagi.


Seperginya Okamoto dan ibunya, guru Saonji bertanya pada Tetsuya “Asada, apakah benar kau sudah melakukan kekerasan pada Okamoto?”

Tetsuya mengangguk pelan. Guru Saonji kemudian duduk disamping Tetsuya. “Apa kau bisa menceritakan kejadiannya?” Tetsuya terdiam , sama sekali tak mau menjawabnya. Itu membuat Fumie terlihat sangat mengkuatirkan Tetsuya, begitu juga siswa Bakada nampak sangat kuatir.

Kepala yayasan Bakada bertanya pada guru Saonji alasan Tetsuya memukul Okamoto itu sebenarnya masalah apa?. Guru Saonji menjawab klo Tetsuya tak mau menjawab pertanyaannya sama sekali. Guru Saonji berkata untuk tidak memindahkan tetsuya dulu dari sekolah, tapi jika kejadian ini akan membuat nama baik sekolah hancur maka posisi sekolah akan sangat sulit. Minamoto kemudian meminta Saonji untuk mengatur meeting mengenai pemindahan Tetsuya.


“apa mungkin Tetsuya harus pindah?” tanya shohei

“kau bicara apa? Itu tidak akan terjadi “ jawab tatsuya. Siswi Cattleya yang duduk disebelah mereka mendengarkan pembicaraan para cowok Bakada itu.

“ngomong-ngomong kenapa Tetsuya memukul anak itu? Apa anak itu sudah berlaku kasar padanya?” tny Makoto

“Dia seperti bukan anak seperti itu dan Tetsuya juga bukan orang yang mudah marah.” Sahut Yuki.

Fumie mendengarkan semua itu dan ikut merasa sedih pada apa yang terjadi pada tetsuya. Karena Fumie melamun terus, Mana Honjo bertanya apa yang terjadi pada Fumie. Ia menjawab tidak ada masalah apa-apa.

“apa kau memikirkan masalah Tetsuya-kun?” tanya Saiya yang baru duduk.

‘tidak ada apa-apa” jawab Fumie lembut. Teman-temannya yang lain berbisik “wanita itu bilang klo dia anak seorang kriminal” “iya. Apa benar seperti itu?” “tapi dia tida seperti itu”

Fumie semakin memikirkan apa yang terjadi sebenarnya dengan Tetsuya setelah mendengar bisik-bisik teman-temannya itu.

Tiba-tiba guru Koba dan Tetsuya masuk ke dalam kelas “Dia dalam masa skors sampai hukumannya diputuskan.”

Siswa siswi Bakaleya terkejut, Tatsuya pun jadi marah “kenapa harus seperti itu?”

“kita tak bisa apa-apa karena dia tak mau menjawab alasan kenapa dia memukul anak itu..”jawab guru Koba.”jadi itu alasannya..!!” Tatsuya langsung mendekati Tetsuya yang berjalan ke bangkunya.

“tenanglah sedikit” kata Tetsuya pada sahabatnya itu.. hihihi... kok malah Tetsuya yang menenangkan tatsuya yakk.. yg kena masalah siapa siy sebenarnya,, hahaha

“bagaimana aku bisa tenang?” jawab Tatsuya emosi.

“itu sudah keputusannya.. “ jawab Testuya “aku akan menghabiskan waktuku untuk bekerja” lanjut Tetsuya . Semua menatap kepergian Tetsuya dengan sedih termasuk Fumie.

“jangan-jangan dia berpikir untuk menyetujui keputusan dia untuk dipindahkan” gumam maya didengar oleh semuanya. Tatsuya jadi makin gelisah akan kehilangan sahabatnya itu.


Gang Bakada mengambil keputusan untuk mencari Okamoto untuk membuat perhitungan. Mereka berpencar untuk mencarinya. Setiap siswa yang memakai seragam seperti Okamoto langsung mereka tanya tentang Okamoto, tapi hasilnya nihill.


Fumie pulang sekolah jalan kaki sendirian. Saat dia berjalan ia melihat ada sosok Tetsuya yang sedang bekerja mengangkat paket barang. Fumie menghentikan langkahnya dan memperhatikan Tetsuya. Merasa ada yang memperhatikannya Tetsuya menoleh dan melihat Fumie menatapnya. Tetsuya tersenyum menatap Fumie. Merekapun berbicara berdua, Tetsuya membelikan Fumie minuman dan mengulurkan padanya. Fumie menatap tetsuya yang tertunduk. “ apakah kerja part time itu berat? Aku blom pernah merasakannya. Maaf aku menanyakan hal yang konyol..”

Tetsuya menghela nafas “ tentang yang terjadi hari ini, itu semua benar.. ayahku dihormati di perusahaannya tapi kemudian dia di phk. Kemudia dia mengemudi dalam keadaan mabuk dan terjadilah kecelakaan dipersimpangan. Ibuku sejak kejadian itu, dia selalu sakit”

“hmm.. begitu ya kejadiannya” kata Fumie lirih. Tetsuya menatap wajah Fumie yang merasa kasihan padanya “jangan memperlihatkan wajah seperti itu..” kata Tetsuya. “..Tetsuya dan yang lain sudah mengetahui kejadian itu. Bagaimana denganmu? Anak gadis dari keluarga terhormat tidak cepat pulang ke rumah, apakah orang tuamu tidak kuatir?”
“orangtuaku selalu keluar negeri”
“oh begitu.. pasti berat untukmu ya” Fumie menggeleng. Kemudian Tetsuya pamit pada Fumie untuk melanjutkan pekerjaannya lagi.


Tatsuya mencari Okamoto di tempat latihan baseball. Tatsuya ingat pertemuan pertamanya denga Tetsuya adalah di tempat itu sejak SMP. Tatsuya yang saat itu berusaha untuk memukul bolanya tapi hanya sedikit bola yang bisa dipukulnya. Saat itu ia melihat Tetsuya yang ada disebelahnya selalu bisa memukul bola dengan sempurna. Kemudian merekapun mulai berbicara dan selalu bertemu ditempat latihan itu. Merekapun menjadi sahabat dan memilih SMA yang sama, Bakada.


Flash Back

Tetsuya saat masih di SMP elit Kokusho ia ada didepan kelas karena gurunya mengumumkan kepindahannya dari sekolah itu. Saat akan pergi Tetsuya pamit dengan sahabat-sahabatnya, saat itu sahabatnya adalah Okamoto.

“sampai jumpa lag.. aku akan email..” kata Tetsuya

“apa yang kau katakan! menyedihkan” kata Okamoto

“kata orangtuaku, aku tak boleh berteman dengan anak kriminal” kata teman laki-laki yang lain.

“aku juga sdh menghapus emailnya” kata teman yang lain menertawakan Tetsuya yang kaget dan bersedih mendengar perkataan teman-teman yang dianggap sahabatnya.




Akhirnya Tatsuya mengetahui lokasi Okamoto berada, dia dan gang Bakada langsung berlari mendatangi sekolah tempat Okamoto berada.

Tatsuya menghadang Okamoto yang sedang berjalan bersama kedua temannya.

“Sepertinya kau orang yang telah kena pukul itu ya?” kata Tatsuya

“siapa kau?” tanya Okamoto. Tatsuya mencengkram krah baju Okamoto membuat anak itu kaget. Tatsuya mengepalkan tangannya erat-erat untuk memukul Okamoto.

“aku sahabatnya Tetsuya. Ini semua karena kesalahanmu!!” Seru Tatsuya sambil melayangkan kepalan tangannya pada Okamoto.

***

Tatsuya pergi ke tempat latihan baseball untuk menemui Tetsuya. Ternyata dugaanya benar Tatsuya ada disana untuk berlatih.
“Tetsuya.. “
“ya..?”
“Jika kau memutuskan pergi.. kami semua akan dapat masalah.. jadi aku tak akan membiarkan kau pindah.. aku benar-benar tak akan membiarkannya !”

Tetsuya tersenyum mendengar perkataan sahabatnya yang masih setia padanya itu.

***

Gang Bakada dan Siswi Cattleya tergesa-gesa menuju ruang guru bersama-sama. Mereka nampak kuatir dan gelisah karena hari itu adalah hari keputusan tetsuya akan pindah atau tetap disekolah Bakaleya.

Mereka bertemu Tetsuya diruang guru itu.

“bagaimana hasilnya?” tanya tatsuya kuatir. Tetsuya menunduk saja

Pak Saonji melihat murid-muridnya berkumpul itu dan mendekati mereka “pembahasan ini akan lama. Masih pending, tapi kemungkinan kepindahannya sangat tinggi”

Mendengarnya ibu Okamoto berkomentar “ sepertinya tidak berjalan dengan baik ya. Jika ini adalah sekolah Horai pasti dia sudah cepat-cepat disuruh pindah untuk menghukumnya”

“kenapa bisa begitu?” tanya Tatsuya pada pak Saonji. Tetsuya hanya terdiam dan tertunduk saja.

“kita tak bisa berbuat apa-apa. karena kejadian itu, anak itu terluka” jawab pak Saonji.

“itu bohong! Bukankah kau yang lebih dulu memulai mengejek orangtua Tetsuya?” seru Satoshi emosi.

“Tatsuya sudah bertindah jauh untuk itu... tapi masih saja kau...” seru shohei ikut emosi. Okamoto juga terlihat tertekan disana.



Flash Back

Ternyata saat kejadian Tatsuya menemui Okamoto di sekolah dan akan memukul Okamoto, tetsuya tidak jadi memukulnya. Tetsuya justru berlutut didepan Okamoto demi tetsuya!!

“aku mohon, tolong maafkan Tetsuya” pinta Tatsuya berlutut. Teman-teman Bakada kaget melihat itu semua. Okamoto yang tadi sudah ketakutan akan dipukul tatsuyapun jadi kaget.



Semua terkejut mendengar kejadian saat itu. Tetsuya tak menduga sahabatnya yang keras kepala bisa melakukan itu. Fumiepun juga terkejut mendengarnya

Ibu Okamoto mendengarnya juga, ia melangkah mendekati siswa-siswi bakaleya “enak saja... kau pikir dengan kau berlutut seperti itu akan merubah keputusan?” Tatsuya geram mendengarnya tapi berusaha menahan diri.

“suamiku adalah kepala editor di majalah.. jika hukumannya sesuai aku akan memberikan kalian majalah itu satu-satu. Kau harus menerima akibat atas hukumannya dilingkungan masyarakat. Ayahnya adalah kriminal dan ibunya tidak ada. Anak seperti itu tidak bisa dididik dengan benar.”

Tatsuya dan siswa bakada marah mendengarnya, Fumiepun amat sangat kesal pada ibu Okamoto yang mengatakan hal-hal itu didepan semua orang.

“Tolong hentikan!” seru fumie berteriak marah dan berjalan mendekati ibu Okamoto. Wihhh.. tumben Fumie bicaranya keras.. pdhl biasanya klo bicara sangat lembut...

Tatsuya, tetsuya, Saiya dan teman-teman yang lain terkejut mendengarnya. Mereka menatap Fumie keheranan.

“Fumie???” gumam Saiya terkejut dengan sikap Fumie.

“tetsuya-kun mungkin memang melakukan tindak kekerasan dan tentu saja dia harus dihukum” kata Fumie

“itu normal kan.? Makanya..” sahut ibu Okamoto mendengar perkataan Fumie.

“mengingat hal itu.. bukankah kau harus menangani kekerasan anakmu juga dengan cara yang sama?!” Kata Fumie tegas. “.. kata-kata bisa jadi lebih dari pukulan, sangat melukai sampai dalam lawanmu kan? Jika kau menghina tetsuya kun lagi, kami tak akan memaafkanmu!”

Tetsuya dan yang lainnya kagum mendengar perkataannya Fumie yang memang benar itu. Mereka melangkah maju mendekati Fumie sebagai tanda persetujuan perkataan Fumie.



Ibu Okamoto dan anaknya itu terkejut melihat kekompakan siswa-siswi Bakaleya itu.

Okamoto mendekati ibunya “Aku sudah menerimanya.... ayo kita pulang saja” Ibu Okamoto kaget “okamoto??”

“aku baik-baik saja! Luka ini akan cepat sembuh juga.” kata Okamoto sambil melangkah keluar ruang guru. Saat melewati tetsuya dia berkata “ Aku sudah tak tahan bersama oorang-orang kotor ini lebih lama lagi” kemudian dia keluar. “tunggu dulu.. tunggu dulu!” teriak ibu Okamoto.

Guru koba lalu bertanya pada Ibu Okamoto “tunggu..”

“eihhh?”

“apakah ini berarti kau membatalkan ancamanmu?”

“mau bagaimana lagi.. anakku sudah berkata seperti itu” kata ibu Okamoto.

‘aku mengerti” seru guru Koba senang.. Ibu Okamotopun keluar menyusul anaknya. Cowok-cowok Bakada langsung berteriak senang “yeahhhhh!!” merekapun memeluk tetsuya yang sudah tersenyum gembira.

Pak Saonji pun menghela nafasnya,lega.

Saiya mendekati fumie dan tersenyum. Fumie menatap cowok-cowok Bakada dengan ikut tersenyum senang.

Saat mereka menuju kelasnya Siswa bakada berjalan lebih dulu dan siswi Cattleya ada dibelakangnya.
Sayuri “kau habet fumie”
Saiya : itu pertama kalinya aku melihat fumie seperti itu”
“iya benar.. tapi lebih baik kau jangan membuat orang marah” goda Sayuri
“hentikannn..”
Fumie menghentikan langkahnya karena Tetsuya sudah menunggu didepannya.
“arigatou..” kata tetsuya
“tidak apa-apa” jawab Fumie tersenyum.
Tatsuya mendekati keduanya.
“kau juga tatsuya.. arigatou..”
“dasar bodoh.. kau bicara apa” sahut tatsuya ketawa. Fumie menatap tatsuya tersenyum manis.
Tatsuya mendekati fumie dan menepuk bahu Fumie dengan keras “kau sangat HEBAT hari ini!” puji tatsuya. “konfrontasinya dengan wanita tak bisa diremehkan”

“Iya benar” sahut Tetsuya ketawa.. duhhhh manisnya tetsuyaaa.....

“apa itu pengaruh pribadimu? kau bisa membuat semua orang menyatu bersama” puji Tatsuya
“tolong jangan bicara tentang orang orang, seperti mereka hantu saja” gerutu Fumie
“iya maaf..kau sempat membuatku takut juga tadi”
Merekapun tertawa bersama

uhhhh.. cuakeppppp... tetsuya... Hokuto Matsumura... suki da yo...!!




Fumie dipanggil Saiya untuk segera pergi dan Fumiepun meninggalkan kedua cowok itu.

Tetsuya dan tatsuya menatap kepergian Fumie dengan pandangan yang berbeda setelah apa yang terjadi di hari itu.

Cinta mulai bersemiii.... ^_^






Minggu, 25 November 2012

My Favorit Song - Ost. Shiritsu Bakaleya Koukou - Migikata

MIGIKATA ~ MAEDA ATSUKO

Omoi dasu yo ima mo…
Koi to kizu ita natsu wo…
Tokeisou no hana ga
Hinata ni afureta michi

Hare watatta sora ni
Nyuudou gumo ga moku moku
Atto iu ma ni fuete
Naze daka fuan ni natta no
Ima iru basho to mirai

Anata no migikata
Watashi no atama wo kata mukete
Chokon to nose tara
Sore dake de anshin shita
Shiawase yo

Umaku ika nakute
Tsuraku kanashii toki wa
Sonna watashi no guchi wo
Kiite kureru dake de ii

Yuudachi ni furarete
Minka no nokisaki de
Sotto yori sotta futari
Iro iro aru nette waratta
Ame sae tanoshiku naru

Anata no migikata
Toki niwa kokoro wo yasu masete
Shinpai ga atte mo
Itsu datte raku ni nareru
Nukumori yo

Sore zore no sora no shita de
Kagaya iteta ano koro omou no kanaa
Ima demo futari wa
Issho ni aru iteru mitai ni…

Anata no migikata
Watashi no atama wo kata mukete
Chokon to nose tara
Sore dake de anshin shita
Shiawase yo

Natsu kashiku setsu nakatta
Aa... ano natsu yo



Dibahu Kananmu ~ Maeda Atsuko

Bahkan sekarang aku masih mengingatnya...
Musim panas itu, saat aku mulai merasakan cinta...
ketika bunga-bunga gairah...
memenuhi setiap jalan bersama sinar matahari.

Dilangit yang cerah...
awan tiba-tiba datang..
dan menggelap dalam sekejap mata...
Entah mengapa aku jadi gelisah...
tentang hari ini dan masa depan...



Di bahu kananmu...
saat aku sandarkan kepalaku-
dengan pelan...
itu saja sudah cukup menenangkanku...
dan aku mulai merasa bahagia.



Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik...
Dan aku merasa frustrasi atau kesal...
aku hanya ingin kau bisa mendengarkan keluhanku...
semua itu yang aku pinta...



Basah oleh rintik hujan sore hari...
diatap rumah,
kita berdua lembut berpelukan...
kita menertawakan apa yang telah terjadi...
meski dalam hujan itu terasa menyenangkan...



dibahu kananmu...
terkadang kuistirahatkan hatiku...
Bahkan ketika aku merasa khawatir...
Aku selalu merasa nyaman...
dengan kehangatanmu ini.



Meski sekarang kita ada dibawah langit yang berbeda.
masihkah kau mengingat masa indah itu?



Bahkan sekarang ini seperti,
kita berdua berjalan bersama-sama ...

Di bahu kananmu...
saat aku sandarkan kepalaku-
dengan pelan...
itu saja sudah cukup menenangkanku...
dan aku mulai merasa bahagia.



Kenangan indah dan menyentuh
di musim panas itu.



***eunikenny.blogspot.com***


Sabtu, 24 November 2012

Sinopsis Shiritsu Bakaleya Koukou - Ep. 5



Di papan pengumuman tertera nama 3 cewek teratas sebagai Miss Cattleya. Posisi pertama adalah Fumie, Yang kedua adalah Saiya dan yang ketiga adalah Sayuri.

Tatsuya n gangpun ikut-ikutan membahasnya didalam kelas.

“Miss Cattleya ini apakah berarti cewek-cewek itu masuk ke dalam Top 3?” tanya Tatsuya

“Iya klo di Bakada itu akan seperti Tatsuya, Tetsuya dan .. aku!” seru Shohei dng Pedenya. Semuanya langsung bengong. Makoto pun ketawa “shohei-san.. kau menempatkan dirimu disana juga?”

Shohei langsung pasang muka marah “ kau keberatan?” Makoto langsung ngeri “ahh tidak.. tidak.. ga masalah..”

Saat Fumiie dan Saiya masuk kelas, siswi Cattleya memberikan rangkaian bunga pada mereka berdua dan mengucapkan selamat juga. Fumie mencari Sayuri yang ternyata tidak ada ditengah-tengah mereka itu.

Tatsuya bertanya bagaimana memutuskan pemilihan miss Cattleya itu. Siswi Cattleya menjawab klo itu dari hasil Voting. Bakada mengejek harusnya dari sebuah pertarungan. Kemudian Fumie menyadari tentara diujung kelas tertumpuk sepatu Indoor yang harusnya dipakai oleh Bakada. Gang bakada menjawab klo itu bukan jiwa Bakada sama sekali.


Ditempat yang lain, diatas gedung sekolah, Sayuri sedang berjalan dipinggiran atap gedung sekolah.. Ihhh ngeri kyk mo bunuh diri gitu. Saat ia berjalan dan mengoyangkan kakinya ke pinggir atap sekolahan, sepatu sayuri jatuh kebawah gedung sekolahan. Tepat saat itu Satoshi dan Maya sedang melangkah ke halaman sekolahan dan mereka kaget melihat sepatu yang jatuh didepan mereka itu. Maya mengambil sepatu indoor itu dan menatap ke atap gedung sekolahan. Maya menyadari ada sesuatu yang salah, ia segera berlari menaiki tangga sekolahan untuk ke atap sekolahan. Satoshipun mengikuti dibelakangnya.



Maya sampai di atap gedung sekolahan ia melihat Sayuri menatap hampa ke arah jauh, Mayapun berlari mendekati Sayuri. Mendengar ada orang mendekatinya Sayuri menoleh dan menatap Maya tak suka.

“ada apa?” Tanya Sayuri “.. apa kau mengira aku aka terjun dari sini?”

Maya hanya diam tak menjawab Sayuri. Maya memang terlalu pendiem banget, tp bisa menakutan klo dibilang seperti perempuan. Melihat Maya hanya terdiam, Sayuri mendekati Maya dan mengambil sepatu yang masih dipegang Maya erat. Sayuri langsung pergi meninggalkan Maya sendirian.


Saat didalam kelas dan semua siap-siap pulang, dari bangkunya Maya terus melihat setiap gerak gerik Sayuri terus. Melihat Maya masih duduk dikursinya terus dan tidak mengikutinya keluar kelas, Tatsuya menjadi heran.

“Maya, apa yang telah terjadi?” Tanya Tatsuya. Maya hanya diam dan terus menatap Sayuri.

“Hari ini dia bertingkah aneh ya?” Kata Satoshi

“itu karena dia mendapatkan gadis yang dia suka!” tebak Shohei sok tau di samping telinga Maya. Maya langsung tersadar dengan sekelilingnya. Yang lain begitu mendengar perkataan Shohei langsung mengerumuni Maya.

“ahhh.. apa dia Yuka-Chan? Na-Chan? Yang mana?” tanya Satoshi penasaran.




“dengar! Cewek yang kalian kenal.. harus didorong.. dorong.. dan dorong lebih jauh..” kata Shohei yang mempraktekan kata “dorong” dengan sangat lebayy dan nada yang aneh gimana gitu...

“tidak..” jawab Maya

“aku sudah “menggali lebih dalam” selama kencanku hari ini bersama Momo-chane!” lanjut shohei sambil beraction memonyongkan bibirnya alias “berciuman”. Cowok-cowok yang lain langsung menyorakinya.


Pulang sekolah Tatsuya dan tetsuya jalan pulang bersama.

“ahh.. maya juga sudah jatuh cinta mendahului aku.” Gumam Tatsuya merasa kalah. Tetsuya hanya tersenyum mendengarnya. Ia melihat didepannya ada seseorang yang ia kenal.

“Tatsuya lihat itu” katanya

“eiihh?” Tatsuya melihat seseorang karyawan yang dimarahi supervisornya.

“bukankah dia adalah anak buah kakakmu?” tanya Tetsuya.

Ternyata dia adalah kajihara-san salah satu anak buah kakaknya. Setelah supervisornya pergi, kajihara merasa ada yang memperhatikannya dan ia menoleh ada tatsuya disana. Mereka pun berbicang-bincang, mengenai dunia kajihara sekarang yang sebagai karyawan berbeda dengan sewaktu masa mudanya yang ia habiskan bersama gang Bakada pimpinan Kakak Tatsuya. Mau tak mau Kajihara harus berubah agar dapat menjalani kehidupannya. Tatsuya berpendapat klo itu kakaknya, pasti ia akan melakukan semuanya sesuai jalannya.


Maya berjalan pulang ke rumahnya sendirian dan didepannya ia melihat Sayuri yang terdiam dipinggir jalan yang menurun. Maya memperhatikan Sayuri tajam.

Sayuri menatap bunga ditangannya dan ia pun melemparkannya ke pinggir jalan diantara pohon-pohon itu. Maya terkejut dengan ulah Sayuri itu dan menjadi tambah heran.

Esok harinya sekolah jadi ribut karena foto miss Cattleya top 3 bagian foto Sayuri telah disobek oleh seseorang.



Didalam kelas siswi Cattleya mendengarkan pelajaran dari Pak Guru dengan serius. Sementara itu siswa Bakada tampak tak mendengarkan sama sekali dan malah bermain-main, dan makan. Ada 2 meja yang tanpa penghuninya hari itu, yaitu meja Maya dan meja Sayuri.

“Maya membolos ya?” tanya tatsuya penasaran

“Apakah mungkin dia sedang kencan?” sahut Satoshi

“ohhh. Ya shohei bagaimana dengan kencanmu kemarin?” tanya makoto. Shohei langsung tertunduk lemas. Teman-temannya langsung mengerti klo kencan shohei tidak berjalan sesuai yang diinginkan temannya itu.

Fumie beberapa kali menoleh ke arah meja Sayuri. Saiya pun ikut ikutan menoleh

“aku juga belom mendapat kabar dari dia... aku heran , apa yang sudah terjadi.”

“ayo kerumahnya saat pelajaran sekolah selesai” ajak Fumie. Tatsuya mendengarkan pembicaraan keduanya dan mendekati Fumie “kau harus pergi sekarang” “eihhhh?? Kita kan masih ada pelajaran”

“jadi kelas lebih penting dari teman... aku benar-benar ga ngerti kamu.”


Fumie berjalan dilorong sekolahannya membawa setumpuk kertas-kerta, namun ada cowok yang keluar dari kelas berlari dan menabraknya. Kertas-kertasnya terjatuh dan tercecer, fumiepun berjongkok mengambilnya. Tetsuya datang da n membantunya memunguti kertas-kertas itu.

“arigatou..” ucap Fumie

“Tatsuya adalah orang yang baik, dia tidak bermaksud mengatakannya untuk tujuan yang jelek.” Kata Tetsuya

“hmm.. kelas atau teman.. aku tak pernah memiikirkan mana yang lebih penting” kata Fumie, tetsuya tertunduk mengerti.


Sayuri berjalan menuruni tangga demi tangga, ia tau seseorang telah membuntutinya. Ia menoleh dan menemukan Maya yang membuntutinya.

“kau sudah membuntutiku dari rumah, kenapa?”

“tak ada alasan” jawab Maya.

Sayuri berbalik dan melanjutkan langkahnya menuruni tangga. Maya pun mengejar Sayuri sampai ke bawah tangga dan melihat disana ada anggota gang Masauuga nyang sudah menunggu mereka.

“ahh.. ini seragam Bakada.. sempurna.. waktu yang tepat mumpung kami lagi bebas sekarang”

Maya memberi aba-aba Sayuri untuk tetap ditempatnya. Mayapun mendekati Gang Masauga.

“potensi berkelahi Bakada sangat Top! Cowok dengan wajah seperti cewek ini tidak begitu berguna. sungguh menyesatkan”

Mendengarnya darah Maya langsung mendidih, ia mencoba mengatur nafasnya.

“orang sepertimu harusnya pakai rok!” salah seorang kelompok gang masauga langsung bergaya seperti siswi bakada yg menekuk lututnya dan memberi hormat “okigeng yo”

Maya memejamkan matanya sambil bergumam terus menerus seperti baca mantra “aku bukan cewek! aku bukan cewek! aku bukan cewek! aku bukan cewek!”

“huhhh??” gang masauga dan sayuri yang mndengarkan gumaman Maya jadi terheran-heran. Maya langsung tak dapat mengendalikan diri lagi ia langsung menyerang gang Masauga dengan kalap.


Saiya “apa mungkin Sayuri dirumah”

Fumie “ayo kita kesana.” Tiba-tiba ada seorang siswi yang mengatakan melihat Sayuri kesekolah dan menyobek gambar dirinya sendiri pada pengumuman Top 3 itu.

“wajahnya terlihat kelam..”

Satoshi “aku baru ingat kemarin Sayuri ada di rel kereta api..”

“mengapa?” gumam Saiya heran dan menatap siswi Cattleya lain yang juga terlihat bingung.

“eihhh? Jangan.. jangan...” cetus Reika kuatir.. siswi yang lain jg langsung berpikir klo Sayuri akan bunuh diri.

“ayo kita pergi” Kata Fumie buru-buru pergi.

“kenapa dengan cewek-cewek itu?” Tanya Satoshi heran .

“Sayuri mungkin berpikir untuk bunuh diri. Jika itu masalahnya, Maya mungkin mengikutinya” sahut Tetsuya. Tatsuya langsung meletakkan tasnya dan berlari mencari Maya diikuti kawan-kawan yang lain.



Maya berhasil mengalahkan 3 anggota gang Masauga dan dia masih mengikuti Sayuri berjalan dilapangan sekolahan.

“apa kau baik-baik saja?” tanya Sayuri

“aku baik-baik saja”

“kau lebih kuat dari yang aku bayangkan..” Sayuri tiba-tiba menghentikan langkahnya. Maya pun ikut berhentii melihat Sayuri tak melangkah. “.... heyyy... apa kau mau mati denganku?” kata Sayuri tiba-tiba.. ihhhh.. seremm..

Maya terkejut menatap punggung Sayuri saja.



Fumie, Saiya, Mana Honjo, dan Reika berlari-lari mencari Sayuri dan blom ketemu. Mereka bertemu dengan rombongan gang Bakada yang mencari Maya.

Tatsuya “sepertinya maya dan sayur barusan berjalan melewati stasiun.”

Shohei “ada yang melihat mereka di toko buku dan taman.”

Saiya “kenapa mereka bersama?”

Tetsuya “sebaiknya kita memisah jadi 2 kelompok”

Tatsuya “iya kalian ke sana dan aku kesini..”

Kelompok pencarian maya dan sayuripun berpisah. Fumie, saiya, Tatsuya, dan Makoto berlari ke arah lain dengan kelompon tetsuya, shohei, mana, reika, & satoshi.



Sayuri dan Maya sekarang ada diatas gedung sekolahan. Sayuri terdiam menatap jauh.

“heii..apa miss Cattleya begitu memuakkan bagimu?” tanya Maya lirih. “.. ah. Kau tau aku adalah 4 bersaudara yang termuda. Ibuku meski dia ingin anak ke 4 adalah cewek tapi yang lahir adalah cowok. Tapi aku punya wajah seperti cewek jadi aku di besarkan seperti cewek. Saat orang mengatakan klo aku cewek, aku langsung kehilangan akal sehatku dan berreaksi cepat. Aku sudah tidak bisa berpura-pura menjadi seperti cewek lagi”


“sejak dia masuk sekolah kami, dia telah berpura-pura menjadi seperti cewek saat dirumah” ungkap Tatsuya pada Fumie dan Saiya.

“apakah mungkin karena dia tidak ingin mengecewakan ibunya” tanya fumie

“iya... sekitar 3 bulan lalu.. ibunya melihatnya terlibat dalam perkelahian dengan anggota gang lain, dan ia menceritakan semuanya pada ibunya.. sejak itu ibunya mendiamkannya.. dan maya melarikan diri dari rumah dan menghilang.”

Flash Back : Maya meninggalkan rumah dan menghilang. Tatsuya n gang mencarinya kemana-mana sampai akhirnya mereka melihat Maya akan terjun bunuh diri dari jembatan ke dalam sungai.

‘itulah mengapa dia.. tidak bisa meninggalkan Sayuri sendiri”


Ditempat lain, group tetsuya.

Tetsuya dan yang lain terus mencari maya dan Sayuri di taman, tapi tetap tidak menemukannya. Tapi mereka malah bertemu dengan anggota gang lain. Satoshi berkata klo dia yang akan menghadapi 2 orang itu sendiri dan yang lain bisa lanjut mencari maya.



“aku seorang pelari cepat dan dan itu adalah keahlianku. Aku ingin berkompetisi disanaa tapi ayahku mengatakan klo tidak melakukan apapun yang seperti seorang cewek lakukan adalah sangat tidak bisa diterimanya. Aku iri dengan cowok-cowok yang pulang ke rumah dari lapangan setiap harinya. Begitu sangat iri sampai aku berakhir dengan membenci para cowok... semua cowok.” Maya terus mendengarkan itu semua.

Group tatsuya dan tetsuya akhirnya bertemu tapi keduanya tidak menemukan keberadaan maya dan sayuri.

“apa mungkin mereka di sekolah?” gumam Fumie. Kemudian fumie berlari ke sekolahnya diikuti siswi Cattleya dan Bakada. Mereka sampai di halaman sekolah.

‘oii.. lihat ada seseorang disana!” seru Tatsuya menunjuk atap sekolahan.



“aku pergi keCattleya adalah keputusan ayahku tapi sebenarnya aku tak menginginkannya. Saat masalah timbul aku pikir aku akan berhenti... tapi... di Cattleya disana ada Fumie. Fumie sangat feminim tp dia ketua osis dan tidak kasar. “jadi ada juga cewek yang keren seperti itu”pikirku. Aku senang dan berada di Cattleya menjadi lebih menyenangkan dari yang kuduga. Tapi sejak ada resolusi . orang-orang membicarakan klo pernikahan mereka sudah diatur dan disini mulai ada miss cattleya ini.. tapi sungguh.. benar-benar tidak ada tempat yang cocok untukku. Aku tak punya tman-teman yang akan disamping untukku seperti yang kau lakukan ini. Jadi tak ada alasan dimanapun untukku hidup.”

Tiba-tiba pintu atap sekolahan terbuka dan Fumie berlari ke arahnya. Fumie mendekati Sayuri dan menamparnya. “jika kau tak ada disini Sayuri.. siapa yang akan membantuku saat aku dalam masalah?” isak Fumie menangis. “.. aku sangat tidak ingin kau pergi seperti ini.” Fumie langsung memeluk Sayuri yang terdiam. “..aku lega” mereka berduapun berpelukan dan sama-sama menangis. Siswi Cattlya yang lain datang dan ikut menangis memeluk Sayuri.



“ kau punya teman seperti itu..” gumam lirih Maya yang akan meninggalkan Sayuri dan teman-temannya.

Didepann Maya melihat Tatsuya dan yang lainnya tersenyum padanya dan memberi tanda “peace” semua.. Maya dengan gayanya yang salah tingkah langsung ikut mengangkat kedua jarinya “peace”... hihihi.. so cute...

Maya mendekati teman-temannya dan mereka melangkah bersama.


Tatsuya menoleh ke belakang ke arah Fumie dan Fumie mendekatinya. “Arigatou” ucap Fumie

“eihhh??”

“karena semua sudah sangat berusaha membantu mencari”

“ummm.. maaf atas kejadian kemarin.. aku tak bermaksud mengatakannya seperti itu” *kata-kata tatsuya saat bertanya mana yg lebih penting temann atau sekolah.

“.... tapi hari ini kau sangat hebat..” puji Tatsuya sambil memberi jempol pada Fumie. Tatsuya pun langsung pergi meninggalkan Fumie yang tersenyum padanya.



Siswi Cattleya dan Bakada pulang bersama , saat sampai di depan gerbang sekolahan mereka ada sebuah motor gede yang berhenti didepan mereka.

“Kajihara san!” seru tetsuya terkejut dengan penampilan baru Kajihara-san saat orang itu membuka helmnya.

“apa yang terjadi?” tanya tatsuya keheranan

Kajihara-san tersenyum. “aku memutuskan untuk hidup dengan caraku sendiri, mataku terbuka berkat kau.. thanks”

“lalu bagaimana dengan pekerjaanmu?” tanya tatsuya

“Bos sialan itu.. aku sudah memukulnya dan berhenti bekerja”

Tatsuya tertawa “benar-benar gila ya kamu”

Kajihara tertawa“ diamlah.. kau juga orang gila... Tatsuya bodoh” kemudian ia mengulurkan kepalan tangannya pada tatsuya dan tatsuya membalas menyentuhkan kepalan tangannya pada kepalan tangan kajihara.

Kajihara menatap adik kelasnya semua. “kalian sangat berharga.. selamat tinggal”

Kajiharapun pergi dengan motor gedenya

Tatsuya “hidup dengan caraku..”

Maya “terdengar menyenangkan..”

Tetsuya “bukankah memang begitu?”


Cewek Cattleya melihat itu semua.

Saiya “aku tak mengerti sama sekali” yang lain mengangguk mengiyakan. Saiya pun berjalan pulang bersama cewek yang lain. Fumie berpaling pada Sayuri dan tersenyum manis sambil mengepalkan tangannya pada Sayuri mengikuti gaya Kajihara dan tatsuya. Sayuripun menyentuhkan kepalan tangannya pada Fumie dan tersenyum bersama. Mereka berdua lalu melangkah bersama menyusul rombongan saiya dan rombongan cowok bakada.