Senin, 07 Oktober 2013

Sinopsis : Summer Nude Ep. 8



Natsuki tidak mengangkat telponnya saat Asahi menghubunginya adalah karena ia diajak pergi minum-minu bersama teman-teman restaurantnya. Para Chefnya cowok semua, jadi hanya Natsuki yang cewek satu-satunya. Semua memuji yakisobanya. Gara-gara yakisobanya itu semua jadi akrab dengannya.


Hanae pergi ke studio foto Asahi untuk membuat pasphoto. Ia terlihat tegang sekali dan wajahnya terlihat serius. Asahi bertanya kenapa ekpresi hanae seperti itu. Hanae menjawab klo ia ingin terlihat serius. Asahi bilang klo itu bukan wajah serius tapi wajah orang yang mengintimasi lawan bicaranya.


 Asahi kedatangan tamu lain, Yamada Hajime. Ia seorang fotografer terkenal di Tokyo. Mereka adalah teman sekolah fotografer.  Bos studio Asahi suka dengan hasil karya Yamada jadi  ia meminta tanda tangan Yamada.
 
Asahi, Yamada dan Hanae pergi ke Café kenji. Disana sudah ada Takashi yang sedang minum. Yamada memiliki kamera yang sama yang dimiliki Asahi. Yamada bilang karena Asahi membeli 1 minggu sebelumnya, Asahi jadi besar kepala mengatakan klo Yamada meniru Asahi.

Takashi mengiyakan memang seperti itu gaya Asahi. Sama seperti saat Asahi membuat SIM 1 hari dari dirinya, terkesan klo Asahi lebih berpengalaman darinya.
 


Yamada bermalam dirumah Asahi. Jadi Asahi, Takashi dan Yamada melanjutkan minum-minum dirubah Asahi. Takashi bilang klo meski baru bertemu Yamada, ia merasa mereka sudah kenal lama makanya ia ikut ke rumah Asahi.


Mereka bertiga terus berbicara berbagai macam hal sampai HP asahi berbunyi. Asahi mencari tempat yang agak sunyi untuk menerima telpon yang ternyata dari Natsuki.
 
Asahi : “moshi mosh”
Natsuki : “sorry.. apa kemarin kau menghubungiku?’
Yamada dan Takashi mengikuti Asahi. Mereka langsung menguping dibelakang Asahi.
Asahi : “iya, tapi bukan sesuatu yang penting.”
Natsuki : “apa itu berarti aku tak  perlu menelpon balik kamu?”
Asahi : “bukan begitu maksudku..” 

Yamada dan Takashi berdiri dikanan kiri Asahi dan mengganggu kosentrasi Asahi dengan ulah teman-temannya itu.
Asahi “ maaf, aku akan menghubungimu lagi besok”
Natsuki “oke selamat malam..” Natsuki lalu menutup teleponnya. 

Asahi memarahi teman-teman yang sudah mengganggunya itu.
Yamada : “apa itu pacarmu? “
“teman” jawab Asahi
Yamada : “kau belum punya pacar?”
Takashi : “kau tau gadis yang kau temui dibar tadi? Hanae.. dia sudah menolak Asahi”
Yamada :” benarkah? Pantas mereka terlihat akrab sekali”
Takashi : “mereka sudah saling kenal sejak SMA, sdh 10 tahun.”

Yamada : “bukankah kau juga sudah kenal lama Asahi?”
Takashi tak yakin dengan penghitungannya : “iya sudah.. 12 tahun? Wah waktu yang lama dan membuat depresi”
Mereka berbicara sampai mereka mengantuk dan memutusan tidur.



Pagi harinya asahi meninggalkan Yamada yang masih tertidur di sofa. Yamada bilang klo siang ini ia sudah janjian dengan Takashi untuk makan siang bersama.

Takashi membawa Yamada ke warung Aoi. Yamada memberi kartu namanya pada Aoi. Ia berjanji akan membawa Aoi jalan-jalan jika Aoi ke Tokyo. Aoi mengatakan klo ia memang akan ke Tokyo saat summer di kota ini berakhir.


Hanae ergi interview ke beberapa perusahaan tapi sepertinya hanae yang tak punya pengalaman membuatnya kesulitan interview.
Hikaru ditokyo juga mengalami kesulitan. Ia blum bisa menyesuaikan cara kerja direkturnya jadi ia sering kena marah. 

Ditempat lain kiyoko dan hanao yang sempat mengisi form pernikahan tapi tidak jadi karena formnya kena angin dan berterbangan.  Hanao mengambil form lagi dan memberikannya pada Kiyoko. 

Kiyoko berkata pada hanao klo ia sudah pergi ke peramal. Ia mengatakan klo hubungan Kiyoko dengan pasangan akan men galami masa yang susah. Hanao berkata itu tak masalah asal mereka terus bersama.
Tiba-tiba seorang rocker datang dan mengatakan klo ia tak setuju dengan pernikahan itu. Hanao kesal dengan laki-laki itu karena ia tak kenal dengannya. Kiyoko lalu mengatakan klo rocker itu adalah Ricky, kakaknya.


Yamada diajak Asahi ke tempat yang pemandangannya indah untuk referensi Yamada dalam mengambil foto. Yamada menunjukkan foto pintu pink pada Asahi. Asahi tertawa melihat foto yang dulu dikirimnya itu. ia tak mengerti kenapa Yamada masih menyimpannya. 

Yamada mengatakan klo bukan karena pintu pink itu maka ia sudah tidak jadi fotografer lagi. ia ingin agar asahi tetap bertanggung jawab dengan hasil karyanya, karena itu akan merubah hidup seseorang.

ia bertanya apa Asahi selamanya akan tetap di studio foto itu?  Asahi mengiyakannya. Asahi bertanya tujuan Yamada ke kota itu apakah karena yamada terpilih disebuah proyek seperti yang tertulis dimajalah fotografer?

Yamada menjawab klo ia memang terpilih untuk membuat bilboard iklan produk terkenal dipersimpangan jalan shibuya yang ramai itu. Shibuya kan pusat keramaian disana jadi proyek ini adalah proyek mahal.
Ia mengajak Asahi mengerjakannya berdua, karena saat kelulusan dulu mereka berjanji akan membuat hasil bilboard dipersimpangan jalan bersama-sama.Asahi seakan akan lupa akan janji itu. yamada minta Asahi untuk berpura-pura lupa dengan ambisi mereka itu. ia menegur asahi "jangan berusaha melarikan diri"


Asahi memikirkan keputusan yang akan ia ambil. Lalu ia memutuskan menghubungi Natsuki.

Natsuki : “moshi mosh..”
Asahi : “moshi moshi.. apa kau punya waktu untuk bicara?”
Natsuki : “hum.. ya”
Asahi :  “kemarin aku bilang akan menghubungimu.
Natsuki tersenyum “kau tak perlu menelponku jika kau begitu takutnya”
Asahi : “itu bukan karena aku takut”

Natsuki : “ya.. apa kemarin kau minum-minum?”
Asahi : “teman sekolahku datang berkunjung. Dia sudah menjadi cameramen yang sukses”
Natsuki membaca suara Asahi yang terdengar berbeda saat mngatakannya “apa ada yang terjadi?”
Asahi : “ya, kalimatnya menusukku seperti anak panah”
Natsuki : “tapi kau harus menghargai orang yang mengatakan kata-kata yang keras padamu.”

Asahi teringat kata-kata Natsuki yang terkadang ceplas ceplos padanya : “apa kau coba untuk membenarkan tindakanmu sendiri?”
Natsuki : “hah? Kapan aku mengatakan kata-kata kasar padamu?”
Asahi : “aku rasa disetiap waktu”
Natsuki  membela diri : “setiap waktu kau selalu membuatku marah”

Asahi tersenyum : “tentang temanku itu… ku merasa bersalh karena dia punya banyak harapan padaku. Dia bilang klo foto yang aku kirimkan padanya merubah hidupnya. Tersirat dia seperti berkata ‘kita punya tujuan yang sama.”

Natsuki : “ya, hidupku juga berubah karena fotomu”
Asahi : “heih?”

Natsuki : “jika kau tak mengirimiku foto pernikahanku maka aku tak akan pernah menghubungimu dan aku tak akan pernah ada di Aoyama. Dan bekerja di dapur yang baru membuatku sadar. Pengalamanku di Aoyama adalah sebagian besar yang  membentuk aku sekarang. Aku melihat wajah orang yang memesan makananku, wajah orang yang makan makananku dan wajah orang yang meninggalkan restaurantku. Itu membuatku tersadar akan kebahagiaan sejati saat memasak lagi. Seperti dikembalikan ke asalku”

“oh begitu”
Natsuki dan Asahii seperti melamun

Natsuki “maka itulah juga jadi alasan bekerja di Tokyo dan juga ada alasan yang hanya bisa dirasakan disana (aoyama)’
Asahi menghela nafas : “aku juga rasa begitu”

Natsuki : “hey, sebenarnya apa yang membuat kehidupan temanmu itu berubah?”
Asahi :”sebuah foto bodoh”
Natsuki penasaran : “apa itu?”
Asahi : “foto pintu warna pink.”
Natsuki : “hah? Foto pintu pink? Apa itu?”
Asahi : “saat dia masih jadi seorang assistan dia lupa jam meeting dan sudah terlambat untuk penerbanganya.  Dan dia tidak bisa datang tepat waktu untuk pemotretan yang sangat penting…”

Natsuki tak mengerti : “lalu apa hubungannya pintu warna pink itu dengan semuanya?”
Asahi : “hah? Itu adalah Doraemon.”
Natsuki bingung : “hah?”
Asahi : “hah? Ituloh pintu ajaib kemana saja,”

Asahi juga heran Natsuki tak mengerti maksudnya, padahal kan Doraemon terkenal.
Natsuki : “ahhh.. kau benar-benar bodoh ”
Asahi : “sudah cukup.. buat orang yang tak mengerti pintu warna pink, tak ada hak untuk menyebutku bodoh.”

Natsuki : “hah? Apa menurutmu itu bukan suatu kebodohan untuk orang dewasa mengirimkan gambar yang kekanakan seperti itu?”
Asahi : “tapi ia setelah melihat foto itu, esoknya ia pergi ke pemotretannya, jadi itu benar-benar berarti.”

Natsuki : “mungkin penghiburanmu yang bodoh membuatnya tertawa dan kekuatirannya hilang.”
Asahi : “kau tak perlu terlalu mencela hal itu.”
Natsuki : “ya karena aku rasa kau juga akan melakukannya”
Asahi tertawa mendengar sindiran Natsuki itu.

Natsuki : “apa kau tau kebohonganmu itu? (asahi hrsnya sdh tau knp pintu pink itu brmakna pd Yamada) Maksudku, berapa banyak orang yang akan mengirimkan foto seperti itu untuk menghibur seorang teman yang depresi karena keterlambatan? Aku rasa aku tau mengapa gambar itu dapat menghibur temanmu.”
Asahi dan Natsuki sama-sama tersenyum.
 


Selesai menerima telpon asahi. Natsuki mengambil senter dan gambar patung yang disinarinya dengan senter itu. Ia menulis “seorang pria harus ambisius”


pagi harinya Asahi mengirimkan gambar matahari pagi dan pantai untuk natsuki “Asahi belum menghilang”
Asahi = (matahari pagi)
“Matahari pagi belum menghilang” menggambarkan klo asahi juga punya ambisi dan akan memperjuangkannya.


Dikantornya Asahi menatap majalan fotografer dimejanya. Ia menerima kiriman mms dari natsuki gambar matahari yang ia kirimkan tadi dan ada gambar pancake.

tertulis “Asahi mematangkan pancake-nya”
Seperti ungkapan agar Asahi membuat mimpinya jadi matang alias jadi kenyataan.
Asahi membalas gambar natsuki dengan gambar seorang chef yang makan dorayaki “itu bukan pancake tapi dorayaki”
Taukan dorayaki itu apa? Dorayaki = sejenis pancake makanan kesukaannya doraemon..


Secchan menghubungi Natsuki untuk mengundang Natsuki datang lagi diacara penutupan Summer di Aoyama. Natsuki tak bisa berjanji bisa datang.
Kenji menghubungi Hikaru untuk datang juga. Tapi hikaru menjawab klo sepertinya ia tak bisa datang. Kenji cerita pada Hikaru klo Hanae sekarang sedang sibuk mencari pekerjaan dan interviewnya selalu gagal. Hikaru jadi kepikiran Hanae. 

Hanae sedang menerima telpon penolakan dari perusahaan yang dilamarnya. Hanae jadi sangat sedih. Ia  menerima sms dari Hikaru. Dismsnya hikaru memberi semangat dan bercerita klo ia sudah ditolak juga di 30 perusahaan. Hanae  tersenyum membacanya. Hayao yang melihat kakaknya tersenyum bertanya apa Hanae diterima bekerja makanya hanae tersenyum. Hanae langsung teringat klo ia ditolak lagi dan kembali jadi sedih.


Saat sedang bekerja natsuki seperti memikirkan sesuatu jadi ia terlihat sedang melamun. Kepala chef memperhatikannya. Ia bilang klo Natsuki ada yang mau ditanyakan bisa Tanya padanya. Natsuki mengangguk pelan.
Natsuki saat di dapur menerima gambar dari Asahi lagi. “aku bertemu suneo nya doraemon.”
Natsuki tertawa melihat foto itu.. cie..cie..cie..


Hanae pergi ke Aoyama. Disana ia bertemu dengan Takashi. Ia minta pendapat Takashi agar bisa diterima bekerja diperusahaan. Takashi menjawab klo hanae harus mencari pekerjaan sesuai dengan bidangnya. 

Secchan datang dan setuju dengan pendapat Takashi. Hanae harus mencari pekerjaan yang diketahui hanae dengan baik, seperti hobbynya dia. Secchan bilang klo hanae itu dekat dengan hal-hal yang biasanya dilakukan para orang yang sudah tua, seperti bermain mahyong, karaoke, catur, dsb.

Takashi lalu memberi ide agar Hanae bekerja di tempat perawatan orangtua, gak tau maksudnya, mungkin panti jompo ya.
Hanae lalu memikirkannya.


Asahi pergi ke sebuah toko bangunan. Tiba-tiba ia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya dan ia mendekat.
Ditempat lain kepala chef mengajak natsuki untuk minum-minum. Saat akan berangkat Natsuki menerima pesan gambar lagi dari Asahi. Cowok itu mengirimkan pintu pink yang tadi dilihat Asahi ditoko bangunan.
“sekarang kau bisa datang kemanapun” tulis asahi.



Asahi, Takashi, dan Aoi hang out di café Kenji. Aoi sedih karena Hikaru tidak bisa datang untuk penutupan summer di Aoyama. Takashi juga bilang klo Natsuki juga tak bisa datang.

Aoi mengatakan klo mereka ingin bertemu Natsuki dan Hikaru maka mereka harus ke Tokyo. Aoi juga sudah menghubungi Yamada untuk dicarikan kenalan untuk dapat jadi model di Tokyo. Asahi menasehati Aoi untuk tetap berhati-hati karena Yamada juga playboy. Aoi menjawab klo ia hanya tertarik pada Hikaru saja.

Takashi sedih karena semua pergi ke Tokyo.
“apa kau akan baik-baik saja klo aku tak ada denganmu?” Tanya Asahi tiba-tiba pada Takashi. Ihhh.. kata-kata Asahi kok kyk sm pacar aja… hihihi

Takashi bingung “apa maksudmu?”
Asahi : “ya karena aku satu-satunya yang selalu denganmu kan?”
Takashi tertawa “hey apa maksud perkataanmu itu?”
Takashi lalu terbesit pemikiran. “ehhhh… jangan bilang klo kau akan ke Tokyo juga?’
Kenji dan Aoi menatap Asahi ingin tau.
“aku harus menepati janjiku pada Hajime (yamada)… hezzz.. aku tak ingin dia berpikir klo selama ini  aku melarikan diri”
Semua langsung sedih mendengar rencana Asahi yang mau ke Tokyo itu.

“kau harus janji padaku saat kau pergi.” Kata Takashi
“hum?”
“nama untuk hasil karyamu harus “Asaahi”
“kenapa dengan Asaahi?” Tanya Aoi tak mengerti
“kau harus punya nama panggung jika kau menjadi seorang model seperti ‘aooi’” jawab takashi
“aku tak mau nama yang sulit diucapkan seperti itu!” tolak Aoi.

“asahi jangan kuatir apa yang akan terjadi disini. Kau harus melangkah sesuai  pilihanmu sendiri” ucap Kenji
“iya..” jawab asahi tersenyum.


Natsuki pergi ke sebuah bar dengan kepala chefnya. Ia mencari-cari teman-teman yang tak Nampak disana.  Ia hanya berdua dengan kepala chefnya itu.
“sepertinya malam ini tidak ada yang datang “ kata natsuki.
“chiyohara..”
“ya?”
“apa ada yang ingin kau sampaikan padaku?”
Natsuki bingung tapi ia mengajukan permintaan... 


Asahi dikamarnya melihat majalah fotografer lagi. Ia terus melamun sambil menatap foto itu lalu ia sepertinya yakin akan sesuatu.
Keesokkan harinya ia pergi bertemu bos distudionya. Ia mengatakan klo ia ingin mengundurkan diri. Bosnya dan mami sedih mendengarnya tapi bosnya menyampaikan klo ia akan mendukung Asahi meraih mimpinya. Mami lalu disuruh membuka lowongan mencari pengganti Asahi.
Asahi tersenyum lega.

Asahi barusan sampai dirumahnya dan akan mengirim sms (ke Natsuki sepertinya) tapi ia malah  menerima gambar dari Natsuki lagi. Gambarnya adalah wajah pak Izumi dengan tulisan “aku barusan bertemu Gian-nya Doraemon di Minatoku”

Asahi bingung sendiri. Mungkin ia tak ‘ngeh’ kenapa natsuki bisa bertemu pak izumi. Tapi ia tersadar dengan tulisan natsuki “aku barusan bertemu Gian DI MINATOKU ”.
Asahi langsung berlari keluar rumahnya.


Asahi mengayuh sepedanya dengan cepat sampai di café bar kenji. Ia buru-buru masuk dan melihat Natsuki benar ada disana.
“yo” sapa natsuki.
Asahi tersenyum “yo”
“lama tak bertemu…” kata Natsuki “sayangnya Gian sudah pergi.”
Asahi “aku pikir kau tak bisa datang kesini (untuk acara penutupan Aoyama)”
Natsuki tersenyum “aku pakai pintu pink itu”
Asahi tertawa “ dasar bodoh”
 
“mengapa.?! bukannya kau yang mengirimkannya padaku!”
Asahi tersenyum. Natsuki bercerita klo bosnya setuju ia ijin. Mereka berdua lalu bersulang.
 Asahi “okaeri” (selamat datang kembali)
Natsuki “tadaima” (aku sudah pulang)
Dari balik meja bar, kenji melihat keduanya dengan tersenyum misterius. Ia lalu bilang klo ia akan menelpon Setsuko. Ia memberi ruang buat mereka berdua… hehheeh.. such a wise man!


Tatapannya asahi itu loh bikin aku jealous… uhhhh.. kayaknya senang bannget ketemu natsuki dan juga terlihat penuh cinta gitu.. huaaaa…. Merinding klo dipandang gitu sama yamapi.. bisa gubrakkkkk… pingsan dah...
Yamapi aishiteru…. hontou ni aishiteru...!


Asahi terus menatap natsuki, kayaknya rindu banget jadi natapnya begitu lama.. hihihi…
“sepertinya kulitmu jadi putih ya” puji Asahi
“tentu saja, aku kan di Tokyo..” sahut natsuki tersenyum. 

Klo di Aoyama kan ia kena sinar matahari pantai jadi ya tambah coklat.
Asahi menatap Natsuki dengan tersenyum. Natsuki juga terlihat tersenyum senang.


Catatanku : I wish I have that pink door..!  hehheh.. enak banget yak klo ada pintu kayak gitu. Pengen kemana saja bisa… wihh back pack around the world… baling-baling bambuuuu...



Minggu, 06 Oktober 2013

Sinopsis : Summer Nude Ep. 7

Natsuki sudah pulang ke Tokyo dan ia sudah memeroleh pekerjaan baru sebagai chef di restaurant prancis.Ia belum hapal lokasi peralatan jadi terkadang ia kebingungan sendiri.   Dan head chef memperhatikannya dari samping. 


Mami dan Hayao pergi berdua, mereka kepergok Aoi berdua saat minum ice cream. Aoi langsung menggoda kedua dan bertanya hubungan mereka berdua. Hayao membantahnya dengan gugup. Mendengar Hayao tidak mengakui kedekatan mereka Mami agak sinis, Hayao jadi tambah grogi. Aoi memperhatikan keduanya dengan tersenyum.
Aoi lalu minta bantuan Mami memotretnya didepan bilboard iklan beernya.


Aoi lalu mengirimkannya pada hikaru yang sedang di café kenji.  Mereka membahas kepindahan Hikaru yang akan ke Tokyo karena sudah diterima bekerja disana.
Hanae bertemu Asahi dijalan, ia mencoba menghindari Asahi.
Asahi menceritakannya pada Takashi yang langsung berkomentar mungkin hanae tau perbedaan perlakuan Asahi pada Hanae dan Kasumi jadi ia memilih mundur.

Natsuki terkejut saat ia diberitahu klo ada seseorang menunggunya. Ia bertambah kaget saat mengetahui yang datang adalah Hanae.  Mereka berdua pulang kerumah Natsuki. Hanae bercerita klo ia menolak Asahi. Natsuki jadi kaget. Hanae lalu minta maaf pada Natsuki karena Natsuki selama ini sudah membantunya untuk mendekati Asahi. Tapi semua sepertinya jadi sia-sia.  Natsuki melamun saat hanae ijin memakai dapur natsuki.


Hikaru akan meninggalkan café bar kenji saat Asahi dan takashi datang. Takashi bertanya kapan Hikaru akan ke Tokyo? Hikaru menjawab dalam 4 hari ini. Asahi lalu berjanji akan membuatkan pesta perpisahan. HIkaru menjawab itu tak perlu, lalu Takashi berkata klo mereka tetap ingin merayakannya untuk HIkaru. HIkaru menjawab klo kalian ingin minum silahkan lakukan sendiri, ia tidak ikut. Semua jadi terkejut mendengar kata-kata hikaru yang agak kasar itu. Hikaru bahkan mengatakan agar Takashi menjadi lebih dewasa. Takashi tidak terima ia menjawab klo hikaru tak jauh beda dengan mereka. Hikaru lalu meninggalkan café bar kenji.

Mungkin HIkaru kesal dengan Asahi karena sudah membuat Hanae sedih lagi.
Takashi kesal dengan tingkah Hikaru tadi. Kenji menenangkannya klo mungkin Hikaru kepikiran ke Tokyo, dan harus meninggalkan kota kelahiran hikaru jadi gugup. Sepertinya Hikaru juga mengalami konflik dengan dirinya sendiri, antara pergi atau pindah ke Tokyo.


Hanae dan Natsuki makan malam dirumah natsuki.
“mungkin aku akan tinggal disini sementara waktu? “ ucap hanae
“heih?”
“sangat berat untukku muncul di Aoyama dan Minatoku.”
“mengapa?”
“aku tak tau aku harus bagaimana berhadapan dengan Asahi.”
“mengapa kau tak bertingkah normal saja?”
“aku juga berpikir begitu tapi kenyataannya aku tak bisa.”
“tapi kau tak bisa terus menghindarinya seperti ini. Kecuali kau ingin selamanya tak mengunjungi Aoyama Minatoku. “
“aku tak siap untuk itu.” Jawab Hanae
“tapi kau tau berpisah dengan semua teman-teman dekat itu sangat menyedihkan . aku sangat iri dengan hubunganmu dengan mereka” ucap natsuki menatap fotonya saat di aoyama itu. “


“sejak billboard kasumi diganti dengan yang baru. Sepertinya seluruh suasana kota jadi berubah. Pemandangan yg baru terbentang didepan mataku. Setelah terpisah, kisah summer yang baru sudah mau dimulai ”
Seorang wanita datang ke studio foto Asahi. Ia sudah berdandan memakai kimono. Foto itu akan dipakai untuk ikut kontak jodoh. 

“bisakah kau lebih relaks?” kata Asahi yang melihat wanita itu terlihat kaku.
“apakah menurutmu foto adalah alasan aku tak bisa menikah?” Tanya wanita itu
“sepertinya tidak sama sekali dan aku merasa bertanggung jawab atas foto ini” jawab asahi
“sepertinya? Jadi menurutmu aku yang harus disalahkan?” kata wanita itu.
“aku tak berkata seperti itu.”
“jadi menurutmu, aku bisa menikah?” wanita itu sepertinya lagi sensitive jadi agak emosian. Mami dan asahi jadi tak mengerti dengan wanita itu.

“mengapa aku tak bisa menikah? Aku ingin segera menikah” ucap wanita itu yang tiba-tiba menangis. Asahi langsung takut, ia hanya menoleh ada mami.
Ternyata wanita itu punya kisah cinta yang menyedihkan yang membuatnya agak trauma. Kekasihnya memanfaatkannya dan menghabiskan uangnya. Meski trauma tapi ia tetap ingin jatuh cinta dan menikah.  Kata wanita itu curhat pada mami dan asahi.
“apa kau sudah menikah? Maaf bertanya hal ini“ tanyanya pada asahi.
“belum.” Jawab asahi
“apakah ku sudah punya pacar?”
“tidak” jawab Asahi
“klo begitu menikahlah denganku!” seru wanita itu sambil membungkuk didepan asahi..
oiyyy.. niy orang, gila.. baru ketemu kok minta dinikahi Asahi.. enak aja.. antri dulu denganku dong.. :P

“tolong jangan terbawa perasaan” sahut Asahi
“mohon jangan sia siakan permintaanku ini” kata wanita itu tetap membungkuk.
“tolong naikkan kepalamu” (jangan membungkuk ) . wanita itu menggeser kursinya mendekati asahi tapi tetap membungkuk. Asahi jadi “ketakutan” dan bingung sendiri.
“aku bekerja di restaurant jadi aku bisa memasak dengan baik. Aku tau aku bisa memuask…”
Asahi memundurkan kursinya dengan takut sambil menatap mami yang tertawa tanpa suara saat melihat ulah wanita itu.


 Asahi di café kenji saat Hanae datang membawa sebuah tas barang. Hanae langsung grogi melihat Asahi disana.
“yo..” sapa Asahi
“yo..” jawab Hanae. Ia bingung mau duduk di meja bar tapi ada Asahi jadi ia memilih duduk dimeja lain.
“beer?” Tanya Kenji
“ya..” jawab Hanae. Asahi melihat Hanae yang duduk dikursi lain itu.
“mengapa kau duduk disitu?” tanyanya

“oh.. ya..  aku membawa banyak barang jadi aku ingin ruang yang agak luas” sahut Hanae memberi alasan. Kenji dengan sengaja menaruh beer yang dipesan Hanae di meja bar.
Hanae terpaksa maju ke meja bar sambil membawa bungkusannya.
“ini oleh-oleh dari Tokyo, Kenji” katanya sambil mengulurkan bungkusan itu. Hanae tetap tak mau menatap Asahi sedikitpun. Asahi yang terus menatap hanae yang terlihat canggung itu.

Hanae duduk disisi meja bar lainnya. Ia menaruh tasnya dimeja bar biar menghalangi pandangan Asahi.
“hei, kau yg disana… apa kau ke tokyo?” Tanya Asahi.
“iya, aku mengunjungi Natsuki dirumahnya” jawab Hanae.
“oh  begitu” sahut Asahi terus menatap Hanae yang tak mau melihat padanya.
“dia sekarang sudah bekerja di restaurant baru.. restaurant terkenal..” kata Hanae
“mengapa kau bicara padaku seperti orang asing? Bukankah ini aneh..”ucap Asahi

“oh begitukah..” sahuut Hanae seperti sedang memikirkan perkataan Asahi, tetap tak melihat Asahi.  Kenji yang melihat situasi seperti itu tak mau berkomentar. Ia sengaja membiarkan mereka berdua berbicara satu sama lainnya, untuk menyelesaikan urusan mereka.

Belum habis beernya, Hanae mengambil dompetnya dan membayar kenji. Ia lalu melangkah pergi tanpa bicara apapun pada Asahi.
“hey..” panggil Asahi. Hanae menoleh.
“hikaru sepertinya tidak suka dengan ide pesta perpisahan. Bisakah kau membujuknya? Jika aku yang mengatakannya sepertinya malah jadi masalah.”
“baiklah” jawab hanae sambil memberi hormat.


Sampai dirumah hanae bercerita pada Natsuki betapa canggungnya ia saat bertemu dengan Asahi. Natsuki bertanya apa hanae mungkin masih mencintai Asahi. Hanae menjawab klo hubungan yang seperti itu sudah berlalu bagi mereka.
Selesai menutup telpon Hanae, tiba-tiba telp natsuki berbunyi. Ia melihatnya dan terkejut melihat orang yang sudah menghubungi, Asahi ternyata.
“moshi… mosh..” sapa Natsuki

“aku dengar kau sudah dapat kerja baru?” Tanya Asahi langsung begitu mendengar suara natsuki mengangkat telponnya.
“iya..” jawab Natsuki
“omedetto” ucap Asahi “selamat”
“arigatou gozaimasu”
“mengapa kau sekarang juga terlalu sopan ya?” kata Asahi.
“ah tidak.. apa ada yang bisa kubantu?”

“ada customer yang datang untuk foto kontak jodoh. Dia korban penipuan dengan alasan pernikahan. Jadi aku mau  minta saranmu.”
“tunggu.. tunggu.. tunggu… aku bukan korban penipuan pernikahan.”
“tapi kau mengalami luka yang hampir sama dengannya”
“heyyy.. aku hampir saja melupakan hal itu, bisakah kau tak menggalinya lagi?”
“dan dia juga seorang ahli masak.”
“jadi maksudmu tukang masak cenderung mudah ditipu laki-laki?”
“bukan begitu maksudku.”

“hey bisakah kau tak menelponku untuk alasan bodoh seperti itu?”
“huuhhh? Maaf klo begitu..” kata Asahi benar-benar meminta maaf. Natsuki yang sebenarnya Cuma bercanda jadi tidak enak juga.
“ya aku sebenarnya tak masalah dengan itu.. tak apa-apa” sahut natsuki cepat mendengar suara Asahi yang menyesal. 

“ohh aku senang kau baik-baik saja” kata Asahi memulai pembicaraan lagi
“sebenarnya aku sedang tak baik sama sekali” jawab natsuki
“mengapa? Apa kau mengalami kesulitan ditempat yang baru?” Tanya Asahi

“iya.. kau tau.. meski sama-sama makanan italia tapi  sebenarnya mereka memilih rasa yang benar-benar berbeda antara wilayah utara dan selatan. Aku hanya bisa masak sesuai dengan kebiasaanku.” Kata Natsuki curhat pada Asahi

“tapi .. masakanmu enak kok.” Kata Asahi
“hezz.. kau hanya bisa mengatakan itu..” tawa natsuki
“coba kau pikir makanan italia dan makanan pantai sangat jauh berbeda, tapi kau bisa menangani dengan baik. Dan juga kau bisa masak yakisoba dengan begitu enaknya. Aku yakin kau bisa membuatnya dimanapun juga” ucap Asahi mencoba membangun kepercayaan diri natsuki.

Natsuki tertawa “bisakah kau tak menganggap enteng masakan italia?”
“baiklah.. good luck dengan pekerjaanmu”
“kau juga.. ambil foto yang bagus untuk tukang masak itu jadi dia bisa menemukan kebahagiaannya”
“baiklah.. oyasumi”
“oyasumi” balas Natsuki dan menutup telpon mereka berdua.


Asahi pagi harinya datang ke warung milik wanita yang mau membuat foto untuk kontak jodoh itu. Ia mengamatinya dan melihat klo wanita justru ekspresinya sangat menyenangkan dilihat saat sedang bekerja. Jadi ia mengajukan untuk mengambil foto wanita itu sangat sedang bekerja.

Sementara itu natsuki diberitahu klo sekarang jadwal tugasnya dia untuk membuat makanan untuk dimakan crew chef. Natsuki bingung mau masak apa. Ia akhirnya membuat yakisoba. Teman-temannya memandang tidak suka makanannya. Tapi begitu mereka merasakannya, mereka jadi senang karena rasanya enak sekali. Bahkan kepala chef yang galak itu juga terlihat menyukai makanannya.


Hikaru melihat Hanae yang berdiri didepan billboard. Ia mendekati hanae dan bertanya kenapa ia disana. Hanae merasa melihat iklan Aoi sebagai bintang beer membuat suasana jadi seperti awal yang  baru.

Hanae bertanya pada Hikaru apakah yakin bekerja sebagai assistan director, karena itu pekerjaan yang sangat berat. Hikaru menjawab klo ia sudah siap untuk itu.
Hanae bilang jika suatu hari Hikaru menjadi direktur, hikaru bisa casting dia dengan gratis.  Hanae berkata sambil tersenyum, ia bisa bermain jadi mayat yang tak bergerak. Hikarupun tersenyum mendengarnya. 

“apa kau akan baik-baik saja?” kata Hikaru
“hah? Tentang apa?” Tanya hanae berpura-pura tak mengerti.
“tentang ‘dia’… apa kau akan baik-baik saja?”
“ya aku akan baik-baik saja… maaf sudah membuatmu kuatir, maaf sudah membuatmu menemaniku minum-minum,.. berkat bantuanmu aku bisa mengambil keputusan ini…”
Hikaru terus menatap wajah hanae dari samping.. “hey dengar…”
“hum??” Hikaru melihat wajah Hanae lama..
Hikaru tiba-tiba tersenyum.” Tak apa apa”


Malam harinya Natsuki menatap Hpnya terus menerus. Ia melihat nomer Asahi tapi ia ragu menekan tombol telepon. Kemudian ia memberanikan menghubungi Asahi. Ia menghitung berapa kali ringing tapi tak diangkat Asahi. Natsuki sudah mulai kecewa. Tapi tiba-tiba Asahi mengangkatnya.

“moshi.. mosh..” natsuki terkejut karena diangkat saat sudah dering ke 4.
“maaf.. apa kau sudah tertidur?”
“tidak, aku sedang bekerja”
“oh.. klo begitu aku telpon lagi nanti”
“jangan kuatir.. aku sudah memutuskan begadang dan bekerja larut malam.”
“ah kau tak perlu terpaksa”
“aku tak terpaksa kok”
“oh ya kau kan tak pernah merasakan itu padaku ya” maksud natsuki, asahi klo bicara pady tak ernah basa-basi., alias jujur apa adanya.

Natsuki lalu bercerita berkat pujian asahi pada yakisobanya. Ia akhirnya membuatkannya untuk teman restaurannya dan mereka juga suka dengan yakisobanya.
“benarkan.. kau harus percaya diri dengan yakisobamu”
Natsuki juga mengatakan klo ia sangat senang saat dihargai oleh teman-teman aoyamanya dipesta kembang api waktu itu. 

“aku akan berpikir klo kau itu gila jika kau mengatakan kalimat-kalimat itu langsung padaku. Tapi  hal itu sangat menghangat hatiku meski apapun yang kau tulis disituasi yang seperti itu”
*kalimat ucapan dipesta kembang api dibuat oleh Asahi untuk Natsuki.
“itu sebenarnya pujian atau menghina?” Tanya Asahi
“heihh? Itu pujian”
Asahi tertawa mendengarnya

“bisakah aku minta pendapatmu?” ucap Asahi
“tentang apa?”
“kau ingat tentang pesta perpisahanmu beberapa waktu yang lalu?”
“ya”
“bagaimana menurutmu?”
“apa maksudmu?” Tanya Natsuki

“kami berencana mengadakan pesta perpisahan untuk HIkaru karena ia akan pindah ke Tokyo. Tapi ia malah bicara ‘kapan kalian dewasa’?”
Natsuki tertawa “awalnya aku pikir juga begitu. “
“heih?”

“sejujurnya, aku pernah berpikir kenapa kalian bertingkah seperti sekelompok anak-anak? Tetapi…  aku sadar umur bukan jadi masalah. Maksudku, memang sangat menyenangkan bisa bersama sahabat seperti itu.  Dan banyak orang bodoh yang kuatir usia dan apa yang orang lain pikirkan. Itulah yang kalian ajarkan padaku.”

Asahi tersenyum “bolehkah aku mengatakan sesuatu?”
“apa??”
“bukankah pembicaraan telepon kita terlalu lama?” idih asahi ngomongnya klo sama Natsuki memang tak pakai hati deh ya..
“heih?”
“mie instanku jadi menyerap air dan membuat jadi terlihat besar-besar”
“itulah mengapa tadi aku bilang mau menghubungi lagi nanti” sahut natsuki agak kesal… hehe.. mungkin malu karena ia yang menghubungi Asahi.
“karena aku kira tak akan selama ini” wkwkwkkw.. payah asahi…
“kau lebih baik tak menyia-yiakan makananmu..” kata Natsuki dan menutup teleponnya.
“wah.. dia menutup telponnya” gumam Asahi tertawa sendiri.
 

Hikaru pergi ke warung Aoyama setsuko.
Secchan menasehatinya untuk menerima pesta perpisahan itu. Apalagi itu karena mereka selama ini selalu terus bersama.
Asahi datang dan duduk disebelah Hikaru. Mereka saling diam, hikaru wajahnya apalagi.. ia sangat tak menyukai kehadiran asahi disitu.
“hey.. kami memutuskan untuk mengadakan pesta perpisahan untukmu, kau sebaiknya datang” ucap Asahi
Hikaru tak menjawab, ia pamit pada Seccahn dan meninggalkan Asahi tanpa bicara appapun.
“kami akan tunggu sampai kau datang.” Seru Asahi lagi.


semua sudah berkumpul, Takashi, Asahi, Mami, Hayao, Hanae dan Aoi.
Melihat Hayao dan mami ikut datang, takashi jadi menegur mereka (mereka berdua masih kecil)
Takashi : “mengapa kalian disini?”
Hayao : “bagaimana kau bisa mengadakan acara ini tanpa mengundang aku”
Mami : “aku harap kau tak keberatan”
Asahi memperhatikan teman kerja dan adik Hanae itu.
Asahi : “apa kalian berpacaran?”

Hayao dan mami langsung tersipu malu-malu. Hayao hanya diam mau, sementara mami yang lebih dewasa menjawab Asahi.
Mami : “terserah kau menyebutnya apa”
Hikaru masih juga belum datang. Takashi berbisik pada Hanae untuk mengajak Asahi berbicara. Klo ini dibiarkan lama-lama maka mereka berdua selamanya akan seperti itu.
Hikaru ternyata pergi ke café kenji.
Kenji mengingatkan HIkaru acara itu. Kenji mengatakan klo acara perpisahan bukanlah bermaksud untuk bersedih karena harus berpisah. Tapi itu sebenarnya menegaskan klo Hikaru masih punya tempat untuk kembali lagi (dihati teman-temannya).


Semua masih menunggu hikaru datang. Wajah-wajah kelelahan dan kelaparan karena belom berani menyentuh makanan itu. Tiba-tiba bel berbunyi.
Aoi : “hikaru datang”aoi bangkit berdiri untuk membukakan pintu.
Hanae : “ayo masuk”
Asahi teringat pertengkaran Takashi dan HIkaru, ia lalu berbisik pada Takashi “kau tahan emosimu”
Takashi : “tentu saja”

Hikaru masuk digandeng Aoi. Takashi melambaikan tangannya pada Hikaru “aku senang kau datang Hikaru”
Takashi lalu berbisik pada Asahi “kau liat aku dewasa kan”
Asahi “komentarmu terlalu  kekanak-kanakan”
Pesta perpisahanpun dimulai, takashi seperti biasa menjadi pembawa acaranya. Mereka makan dan minum.

Semua berkomentar makanannya terlalu pedas. Takashi bertanya pada Hikaru apa dia kepedasan. HIkaru menjawab tidak tapi sampai tersedak. Hanae berkata klo Hikaru berbohong. HIkaru mengakui klo ia sebenarnya kepedasan.
Mereka lalu bermain memukul semangka dengan mata tertutup. Semua terlihat tertawa senang. Hikaru hanya duduk dipinggir menyaksikan kebahagiaan teman-temannya. Mereka lalu memaksa Hikaru untuk bermain.

Hikaru ditutup matanya dan diarahkan kea rah semangka itu. Asahi memberi kode pada Takashi dan lainnya. Asahi pergi memanggil kameranya.
Aoi lalu memberi perintah HIkaru untuk berhenti. Takashi lalu memberi perintah Hikaru ke kanan 3 langkah. Mereka sama-sama menghitung langkah HIkaru. Hanae lalu meminta Hikaru untuk 1 langkah kebelakang. Hikaru keheranan. 

Belum selesai ia keheranan, Takashi memintanya berjongkok. Hikaru melakukannya dengan keheranan.  Ia terkejut saat merasakan ia menimpa suatu benda. Ia membuka matanya dan terkejut. Ia menduduki sebuah kursi sutradara.
HIkaru “kenapa ada ini disini?”
Asahi : “bukankah itu mimpimu untuk bisa duduk disitu dan membuat film?”
Takashi “cek bagian belakang kursi”
Hikaru melakukannya, ia melihat kebagian belakang kursi dan jadi terkejut membaca tulisan disana. “director Hikaru”
Hikaru berjongkok menatap tulisan itu.

Takashi “ meski kau tak merasakan apapun pada kami, tapi kami merasa klo kau adalah bagian dari kamu. Jadi.. kau jangan melarikan diri! Terkadang.. terkadang kau mengatakan kata-kata yang ‘ bagus ‘juga”
Semua lalu mendekati HIkaru.
Asahi “Hikaru kau sekarang duduk disini. Sekarang kau bergaya seperti seorang direktur”
Asahi mengambil beberapa foto HIkaru.
Sementara itu Hikaru yang masih terkejut dengan hadiah teman-temannya tak mampu berkata apa-apa. 

Takashi :  “ direktur Hikaru! Kami butuh kerjasamamu atau pekerjaan kami tak akan selesai.”
Hikaru terharu sampai hampir menangis “ kalian berapa lama lagi akan melakukan hal seperti ini?” 

hikaru akhirnya menangis “gezzz.. inilah sebabnya aku tak mau mengadakan acara perpisahan. Ini membuatku semakin berat meninggalkan tempat ini. Aku tau aku akan mulai meragukan keputusanku. Itulah mengapa aku tak mau melakukannya.”

Semua terkejut, diam dan jadi terharu juga mendengar apa yang dipikiran Hikaru selama ini.
Asahi “aku rasa itu sangat mengagumkan kau memutuskan meninggalkan kota ini. Kami akan mendukungmu, jadi semangat ya.. dan juga, kau bisa kembali kapanpun saat semua teras berat disana.. kami akan menunggu kau pulang”

Hikaru masih menangis, yang lain tersenyum mengiyakan perkataan Asahi.
Asahi “kau harus membawa kursi itu juga”
Hikaru tersenyum “kamarku sangat sempit jadi tak ada ruangan untuk menyimpannya. Jadi aku tak bisa membawanya.”
Takashi lalu mengajak Hikaru bermain memukul semangka lagi. Semua jadi tertawa senang, secchan melihat dari jauh dan tersenyum.


Asahi dan Hanae pulang bersama.
Hanae : “ seperti yang ku duga, apapun yang kau rencanakan selalu jadi sukses”
Asahi : “itu tak benar..”
Hanae menghentikan langkahnya. Asahi ikut menghentikan langkahnya. “aku harap kita masih bisa bermain bersama seperti ini 10 tahun kedepan”
Asahi : “10 tahun? Itu waktu yang lama”
Hanae : “10 tahun akan terlewati tanpa kau menyadarinya klo itu sangat lama.”
Asahi : “ahhhh kau bicara dengan normal sekarang ini”  katanya menunjuk-nunjuk hanae.
Hanae langsung menutup mulutnya dan tertawa malu-malu. “apa maksudmu?”
“aku suka seperti ini”


Hikaru pulang bersama Aoi.
Aoi bertanya apa ia bisa bersama Hikaru ditokyo. Hikaru menjawab itu tak perlu. Ia lalu menatap Aoi dengan serius.
Hikaru “aku pergi karena aku ingin mengucapkan selamat tinggal pada diriku yang dulu.. jadi maaf aku ingin putus.”

Aoi terkejut, diam agak lama, lalu ia mncoba terseenyum.
Aoi “jangan kuatir.. aku tau kau tak mencintaiku saat kita mulai berpacaran. Aku juga berpikir untuk putus denganmu. Maksudku.. sia-sia berpacaran dengan seseorang yang tak bisa bersamamu terus menerus. Aku akan mencari cowok lain yang dekat denganku. Aku tau akan sulit, tapi lakukan yang terbaik di Tokyo.”
Hikaru : “maaf”
Aoi lalu berbalik dan melangkah pergi. Setelah tak berhadapan dengan Hikaru, airmata aoi pun turun kepipinya. Aoi terisak sedih meninggalkan Hikaru.



Asahi pergi mengirimkan foto wanita yang ikut kontak jodoh. Ia memberi 2 pilihan foto wanita itu, dengan kimono dan dengan apron pakaian masaknya.
Takashi yang mengetahui Aoi dan Hikaru putus langsung pergi menghibur Aoi.
Takashi “jadi apa kau mau dengan Takashi yang dekat ini?”
Aoi “aku memutuskan untuk tidak menyerah”
Takashi “heih? Mengapa begitu?”
Aoi “bukankah itu akan jadi motivasimu saat mereka (pasanganmu) melarikan diri?”
Aoi tersenyum dan meninggalkan Takashi yang tersenyum lega melihat Aoi yang penuh semangat itu.


Dicafe kenji, hanae memutuskan untuk mencari pekerjaan untuk dirinya seperti orang lain lakukan.
Hikaru menghubungi hanae saat akan berangkat. Hanae bertanya apa HIkaru mau ia mengatarnya pergi? Hikaru menjawab bukan untuk itu. Jika itu terjadi maka ia tak akan sanggup pergi. Ia maka menjadikan hhanae sebagai alasan untuk  tak mengejar mimpinya.
Hikaru “itu semua karena aku mencintaimu”
Hikaru lalu pamit pergi. Hanae jadi ikut sedih.
Kenji “ apa itu Hikaru?”
Hanae :  “iya… dia sudah jadi cowok yang cool ya” gumamnya.


Asahi pulang dan langsung menghubungi Natsuki. Telepon beberapa kali berdering tapi tak diangkat natsuki karena ia sedang berbicara dengan kepala chefnya..
Asahi sudah kecewa teleponnya tak diangkat.