Kamis, 18 April 2013

Sinopsis Ai Ore! Love Me! - Part 3





Dirumahnya Mizuki sedang membaca buku pedoman cinta yang dibelikan Akira untuknya. Mizuki juga teringat kata-kata Megumi.
“jantung berdebar cepat, kesulitan bernafas, pusing semua gejala datang bersamaan. Pikiranmu dipenuhi olehnya”
“apa aku.. jatuh cinta.. pada Akira?” gumam Mizuki, ia terkejut dengan hasil analisanya pada dirinya sendiri.


Di SMA Dankaisan. Akira menemui Ran dan Rui.
"hal yang harus didiskusikan.. apakah itu?“ tanya Akira yang juga heran dengan meja yang didepannya penuh dengan pakaian cosplay dan pakaian binatang-binatang.
"sebagai ketua osis.. bukan..., sebenarnya aku dalam misi untuk merubah image SMA Dankasisan yang murahan, jorok dan kasar. Kau mengerti?“ kata Ran menjelaskan
"aku tak mengerti“ Jawab Akira. "dan lagi aku ada janji penting hari ini.“lanjut Akira tersenyum-senyum senang. 

Rui mengambil sebuah baju atasan dan menempelkan didepan badan Akira yang langsung di tampik Rui "aku tak mau..!“
"jadi bagaimana dengan ini?“ tanya Ran menyodorkan bandu telinga kucing pada Akira. 
Akira menatap kesal "apa yang sebenarnya ingin kau lakukan hah?“

"aku telah menyusun suatu acara untuk membuat dunia tahu SMA Dankaisan yang sederhana, bodoh dan kasar ini, punya makhluk yang indah sepertimu. Ini event yang sangat menarik judulnya: "lakukan apapun yang kau inginkan dengan Akira tan selama 10 menit“ seru Ran mengutarakan usulnya.
Rui pun membayangkan Akira memakai telinga kucing dengan kaos tangan kaki binatang. 
"jangan kuatir kami juga akan menemanimu“lanjut Ran lagi. 

"oh ya jika kita melakukannya bersama, tidak akan begitu memalukan!“ kata Rui menyetujuinya. Lalu keduanya memakai  bandu telingan binatang dan mau menunjukkannya pada Akira. Tapi saat berbalik ternyata Akira sudah pergi.. hehhe
"sialan dia kabur, ayo kita pergi“ ajak Ran
"ya!“ jawab Rui semangat.



Mereka membuntuti Akira sampai didepan gedung konser Blaue Rosen.
"apa Akira menyukai tempat seperti ini?’ gumam keduanya keheranan.
"pertunjukkan siapa ini?“ ucap Ran penasaran.
Mereka masuk keruang konser itu. Rui ikut terlihat menikmati show Blaue Rosen, sementara Ran ia mengenali wajah Mizuki disana. 
"aku mengerti sekarang..“gumam Ran atas alasan kenapa Akira ada disana 
"tapi mereka benar-benar populer“ lanjutnya. 
 

"kami sudah melakukan yang terbaik untuk festival  Love Rock. Jadi para tuan putrid yang masih belum mendownload. Tolong dukung Blaue Rosen!” seru Kaoru.
“blau rosen.. kita bisa memanfaatkannya… “kata Ran memikirkan sebuah ide diotaknya. 

Disebelahnya ia mendengar klo orang itu adalah panitia Festival Love Rock. Ia mendekati laki-laki itu “permisi, aku ketua osis SMA Dankaisan. Namaku Nikaido.”


Anggota blau rosen berkumpul dimarkas setelah selesai konser itu. 
"ahh bagaimana dengan Akira tan?“tanya Ai pada Mizuki.
"iya dia datang ke show hari ini“ jawab Mizuki.
"apa tak apa-apa kau tidak pulang bersamanya malam ini?“ goda Megumi.
"tidak,  kenapa?“
"karena kau sdh berpcaran dengannya kan?“ tny Megumi
"kami tidak berpacaran!“ bantah Mizuki
"mizuki menyukai sisi imut akira ya kan? Goda Megumi lagi.
"ahh sebenarnya Akira itu sangat kuat“kata Mizuki
"wowww...“ goda Megumi, Ai dan Momoko

"tolong hentikan!“ bentak Kaoru kesal. 
"kaoru“ ucap teman-temannya terkejut dengan bentakkan kaoru tadi
"ada apa dengan kalian hari ini, begitu menyebalkan. Dan mizumi berapa banyak kesalahan yang sudah kau buat hari ini? Momoko berhasil menutupinya, tapi bahkan fanspun menyadari kesalahan hari ini! Dan juga, kau mengundang anak-anak SMA Dankaisan..“
"bukan begitu akira itu..“
"apa kau sudah menyelesaikan lagu cintanya?“
"itu masih...“
"lakukan apa yang harus kau lakukan lebih dahulu sebelum kau pergi bermain-main!Kaorupun meninggalkan semua teman-temannya.


mizuki termenung duduk sendirian dimarkas Blau Rosen. Ada sebuah panggilan di handphonenya. Dengan malas-malas Mizuki mengangkatnya „ya?“
ahh Mizuki-chan? Ini Akira“kata suara disana yang ternyata adalah Akira. „hahh?” Mizuki terkejut melihat nomer Akira. “halo..? halo?” seru Akira ditelepon. mizuki chan kau baik-baik saja?“
ah ya.. ini Mizuki“ Mizuki bertanya darimana Akira dapat nomernya. Akira menjawab “Ai-chan yang sudah memberikan nomernya.“
Ditempat yang berbeda Ai-chan terlihat senang melihat foto Akira yang manis.

“ah Ai...“gerutu Mizuki “lalu apa kau ingin sesuatu dariku?“
“apa kau mau pergi keluar dengan ku pada hari Minggu ini?“ ajak Akira
"hahhh?“
pergi keluar berdua pada hari Minggu!“ ulang Akira
“Apa yang kau bicarakan? Apa kau benar-benar berpikir aku akan datang ke sebuah kencan?“
“kau harus menulis sebuah lagu cinta, kan?“
“iya benar“
“mizuki chan, kau sudah pernah kencan?‘
“tentu saja tidak”
“kau berpikir seseorang yang belum pernah berkencan dapat menulis sebuah lagu cinta?“ tanya Akira
“iya benar..“
“Nah, kau harus pergi! itu akan menjadi pengalaman untuk membuat lagu cinta!“
“untuk menulis lagu cintaku?“
"iya.. tidak akan buruk untuk mencobanya kan?“
“hmmm, sebuah pengalaman... begitu ya... setuju! jika seperti ini, mari kita pergi“
"yahhh! Yah, aku akan menelepon lagi nanti! selamat malam“
Akira tersenyum bahagia begitu juga mizuki menutup telepon mereka.


Dirumahnya Mizuki bingung memilih baju yang akan dipakai untuk kencan dengan Akira. Ia hanya menemukan koleksi bajunya yang ala band itu, ga ada feminimnya sama sekali. Ia lalu membuka buku pedoman cinta dan membacanya.
sodara perempuannya, Yume tiba-tiba masuk kamarnya dengan membawa 2 buah dress membuat Mizuki terkejut. Melihat Mizuki yang berteriak kaget, Yume bertanya apa yang sedang dilakukan Mizuki sampai terkejut melihat ia masuk. Mizuki tak mau menjawab dan ia menyembunyikan bukunya dibelakang tubuhnya. 

“jika kau sedang baik-baik saja, menurutmu baju mana  yang tercantik? Aku akan nonton film.. yang ini atau yang ini?“tanya Yume. 
Mizuki hanya diam melihat wajahnya dan wajah Yume. karakter mereka berdua sungguh jauh berbeda. Yang satu terlihat tomboy yang satunya terlihat lebih feminim.
“kita tidak mirip sama sekali“ gumam Mizuki pelan terus melihat ke pantulan cermin. 

Dari arah bawah, ibu mereka memanggil Yume karena ada telephon dari temannya. Yume buru-buru turun untuk menerima telp. Ia meninggalkan baju-baju yang dibawanya dikamar mizuki. "Mizuki-chan silakan pilih salah satu untukku“ teriak Yume
Setelah Yume pergi, mizuki lalu mencobanya didepan cermin "ahh tidak cocok sama sekali“ gerutu Mizuki melihat bayangannya sendiri memakai baju itu.


Mizuki menungu Akira ditempat janjian mereka. Dari jauh Akira melihat Mizuki sudah menunggunya, ia langsung berlari ke tempat Mizuki berdiri. 
"maaf terlambat“ 
"tidak apa-apa“
"sudah lama?“
“tidak juga“
"kemana kau ingin pergi? Ke cafe atau bioskop?“ tanya Akira
"ah! Aku ingin pergi ke toko gitar“jawab mizuki semangat


Mereka sampai di sebuah toko gitar. Mizuki sangat senang mlihat-lihat gitar-gitar itu 
"wah  gitar xxxx(merk gitar terkenal) berkelas ada disini“ seru Mizuki kagum pada koleksi gitar terkenal itu
"tapi sangat mahal“ ucap Akira

" akan sangat keren jika aku bisa menggunakan salah satu untuk festival love rock“
"kau akan masuk festival love rock? Wah hebat!“ kagum pelayan toko yang ada disebelah mereka
"benar, hebat! (ore no kanojo) cewekku/pacarku memang mengagumkan!“ ucap Akira dengan bangga.
"eihhh.. kanojo (pacar cewek/girlfriend)?“tanya pelayan itu kaget baru tau klo mizuki itu cewek, ia mengira Mizuki itu cowok. 
"kau... seorang gadis?“ tanyanya heran menatap dari atas sampai bawah penampilan Mizuki.

Mizuki shock dan kesal karena didepan Akira ia malah dikomentari orang klo ia lebih mirip seorang anak laki-laki daripada seorang gadis. Mizuki melihat dirinya dari cermin di toko gitar itu, ia berdiri bersebelahan dengan Akira, ia jadi down.  Melihat Mizuki yang sedanng down itu, Akira lalu menarik tangan Mizuki untuk pergi ke tempat lain. 


Di markasnya Blaue Rosen (BR sj ya), Ai melihat hasil pooling kelompok mereka turun peringkat menjadi yang terakhir no.10.
“jumlah downloadnya tidak meningkat“ kata Ai kecewa
"Apa yang harus kita lakukan?“tanya Momoko
"kita drop diperingkat ke 10 ! kita akan tersingkir“ ucap Ai
"mungkinkah itu .. apakah karena penampilan Live Mizuki yang lalu?“tanya Megumi
“Yah, aku berpikir bisa juga karena itu!


"apaaaaaaaaaa? Benarkah kau ingin melakukan ini?" Tanya panitia Festival Love Rock pada Ran dan Rui
"Tentu saja, kami akan melakukan“jawab Rui
"tentu saja“ jawab Ran
"tidak apa-apa untuk Festival Love Rock. Kami akan sangat terhormat untuk mempersiapkan acara ini di lobi dankaisan! Aku akan menyiapkan kontrak" ucap panitia FLR
"oh ya ada model baru“ kata Ran tersenyum misterius.


3 cewek SMA St. Nobara  pergi shopping bersama. Mereka membawa banyak barang belanjaan ditangan mereka. Tiba-tiba salah satu dari mereka mengenali seseorang di sebrang mereka
"ahh lihat.. lihat“ kata gadis itu menunjuk pada 2 orang yang sedang berdiri di depan toko fashion. Kedua temannya melihat ke arah yang ditunjukkannya "kyaaaa... Mizuki-sama!" teriak ketua fans B.R. it.
"ehh tapi siapa yang bersamanya?eh.. cowok itu lagi? Mengapa dia?“ ucapnya terkejut mengenali Akira yang pergi bersama Mizuki.


Akira menarik tangan Mizuki untuk pergi ke sebuah toko fashion. Mizuki sebenarnya tidak mau tapi Akira terus menarik tangannya kuat-kuat. Mereka masuk ke toko fashion cewek dengan pakaian yang bagus-bagus.
"selamat datang“ sapa seorang pelayan perempuan.
"Apa yang kau inginkan di sini?" tanya Mizuki tak mengerti alasan Akira mengajaknya ke toko itu.
"Bukankah sudah jelas? Beli pakaian!" jawab Akira. Ia lalu mengambil sebuah rok warna putih dan menempelkannya pada Mizuki. Ia berrencana untuk make over Mizuki!
"Rok ini tidak akan pernah cocok!" kata Mizuki mundur menjauhi rok yang sedang dicocokkan Akira pada tubuhnya. 

"cocok!! Mizuki-chan adalah gadis yang cantik dan lucu!" seru Akira agak keras dengan penolakan Mizuki itu. 
Akira masih memegang rok yang dicobakannya pada Mizuki tadi saat seorang pelayan perempuan mendekati mereka. 
Pelayan itu melihat Akira dan tersenyum "Jika Anda coba, aku yakin akan cocok untuk anda." SPG itu lalu mengambil sebuah dress. "Apa pendapat anda dengan koleksi baru ini?" katanya sambil mencobakan dress itu pada badan Akira. 
"Lihat, sempurna!" katanya tersenyum menatap Akira yang shock, dia dikira seorang gadis, begitu juga Mizuki yang terbengong menyaksikannya. Ia kalah cantik dibanding Akira sehingga pelayan mengira klo Akira yang akan membeli baju!! Dalam 1 hari Mizuki mengalami hal yang sama! Kasian..kasian.. kasian... 


Mizuki chan langsung berlari pergi.. Akira buru-buru mengejarnya  „mizuki-chan tunggu!“ ia berhasil menangkap tangan Mizuki tapi langsung ditampik mizuki.
"aku tidak peduli jika orang berpikir aku laki-laki!" sentak marah Mizuki
"Nah, lantas mengapa kau kesal? Jika kau tak peduli orang berpikir kau laki-laki, kau tak punya alasan untuk kesal“
"Hal ini karena..."
"Ayo .." kata Akira menarik mizuki kedalam lagi.

Akira menunggu Mizuki yang sedang mencoba baju di ruang pas. "Mizuki-chan.. sekarang sudah baik(selesai), kan?" tanya Akira penasaran ingin segera melihat Mizuki dengan baju yang dipilihkannya. Mizuki tidak menjawabnya "Aku buka ya!" seru Akira akan membuka kain penutup ruang pas. 

"Tidak, tunggu dulu!" teriak panik Mizuki dari dalam ruang pas. Tapi terlambat Akira sudah membuka korden ruang pas dan terlihat menatapnya. Mizuki sangat malu dengan penampilan feminimnya itu, ia hanya terdiam didalam ruang pas itu. Akira segera menariknya keluar dan menghadapkannya pada kaca besar. Mizuki benar-benar telihat anggun dengan dress serba putih dan sepatu high heel warna putih pula. 



Akira menatap kagum bayangan Mizuki di cermin itu.. Mizukipun akhirnya berani melihat ke cermin dan ia juga terkejut melihat tampilan barunya yang sangat anggun itu. 

SPG tadi juga datang dan kagum melihat penampilan Mizuki. "sangat cantik! Itu sangat cocok untuk anda!" 



Akira tersenyum senang mendengar pujian SPG tadi pada Mizuki. Ia lalu memasangkan bros bunga mawar biru (blaue Rosen) dibaju mizuki. 

"ehhh?“ gumam Mizuki kaget. Mizuki menatap Akira yang tersenyum manis padanya.  

"Mizuki-chan adalah mawar biru cantik yang aku temukan!" ucap Akira menatap Mizuki tajam. 
Kyaaaaaaaaaaaa.. so sweet... jantungku langsung berdebar tak terkendali... hahahah.. 
"akira.." bisik mizuki pelan menatap Akira.
"Ini memalukan.." ucap Akira sambil menggaruk kepalanya sendiri, malu menyadari kata-katanya yang terlalu "manis" tadi.. :P. Mizuki tersenyum melihatnya.


Mizuki berjalan ditangga sekolahnya dihadang oleh 3 cewek sekawan fans BR. “Mizuki-sama“
"Oh, halo" sapa Mizuki ramah.
"Kami berharap untuk bisa berbicara denganmu" kata ketua 3 sekawan
“baiklah” jawab Mizuki
"Ano ... apa kau kencan dengan anak laki-laki SMA Dankaisan?!" Tanyanya dengan nada tinggi seperti marah, membuat Mizuki sampai terkejut dan melangkah mundur
"Apa? kencan?"
“kami melihat Mizuki-sama kencan dengan anak laki-laki itu“
"Tunggu dulu...dia  bukan pacarku“

" tolong kau hentikan itu!" kata ketua 3 sekawan (maksudnya jangan melanjutkan hubungan dengan Akira). "Kami tidak ingin mendengar tentang hal ini dari Mizuki-sama" 3 sekawan ini menutup telinga mereka
"Hal ini tidak benar" jawab Mizuki
"Tunggu! Mari dengar apa yang mizuki-sama inginkan" seru sebuah suara yang ternyata dari siswi lain yang datang berdua.
"iya, Siapa saja bebas untuk mencintai!" kata siswi lainnya
"bebas? Tapi itu dengan cowok SMA Dankaisan" seru ketua 3 sekawan

"Tunggu!“ teriak Mizuki yang melihat kedua kelompok yang berbeda pendapat ini bertengkar karena dirinya. Yang satu menyuruhnya untuk tidak jatuh cinta pada Akira dan yang satunya lagi mendukungnya berpacaran.
"kau tidak bisa menghentikan cinta!" seru kedua siswi yang mendukung mizuki pada ketua 3 sekawan.
"Apa yang kau bicarakan, kau tak tahu apa-apa!" sahut ketua 3 sekawan.

"Aku tahu makna cinta! Karena aku juga suka-Mizuki-sama!" sahut salah satu dari 2 siswi
Mizuki jadi tidak enak dengan pertengkaran keduanya yang sudah berhadap-hadapan itu dan ia pun coba melerai keduanya.
"aku juga menyukainya!" teriak ketua 3 sekawan.
"Aku juga! Itu sebabnya aku tidak bisa tidur., Tapi Mizuki-sama bebas untuk menyembunyikan apa yang dia inginkan!"
"Tidak, aku tidak menyukainya! Kau tahu betul bahwa reputasi Dankaisan buruk“

Dari tangga atas seseorang berteriak pada mereka "Apakah kalian bisa menghentikan itu!" semua langsung menoleh ke arah suara itu „kaoru sama“
"aku tidak tahu apa yang telah kau lihat, tapi itu mungkin salah paham!" ucap kaoru turun mendekati semuanya
"tapi..“ kata ketua 3 sekawan
"Akulah mitranya mizuki, benarkan?" ucap Kaoru merangkul Mizuki.
“iya benar...“ jawab Mizuki.
“klo begitu... baiklah sampai jumpa lagi..“ pamit kaoru pada siswi-siswi itu dan mengajak mizuki pergi.

 "terima kasih untuk tadi.. dan maaf juga.." ucap Mizuki
"Um, kau sudah selesaikan lagunya?" tanya kaoru
"Tidak, belum, tapi .. Ah, terakhir kali akira..." Koaru mendekati Mizuki dengan marah membuat Mizuki terpojok ke dinding. "tapi? Akira? Apakah kau memahami situasi? kau bilang kau ingin menulis lagu cinta, bukan? dan mengapa kau dengan Akira? "
"Itu hanya untuk lagu cinta...“ Mizuki mencoba menjelaskan pada Kaoru klo kencannya dengan Akira hanya untuk pengalamannya saja agar  dapat membuat lagu cinta.
"Proses download telah menurun, kita sudah diperingkat ke 11"
"apaaa? "
"Jika terus terjadi seperti ini kita tidak akan bisa berpartisipasi" ucap Kaoru kesal
"eihhh" Mizuki kaget mendengar berita klo BR bisa tersingkir dari Festival L.R.

"kau ini mewakili Blaue, apa yang akan terjadi dengan Musik  kita sekarang?!" teriak kaoru kesal dan pergi meninggalkan Mizuki.
"Kaoru, tolong dengarkan aku!"
" kembali seperti dululah! aku tidak suka dengan diri Mizuki yang baru!" Koaru pergi meninggalkan Mizuki yang sedih dengan kesalahpahaman ini dan keadaan Blaue Rosen yang turun sekarang ini.


Mizuki pulang ke rumahnya dengan lesu membawa gitarnya. Akira ternyata sudah menunggunya didepan rumahnya.
"Mizuki-chan, hari ini, kita akan menulis lagu untuk Mizuki-chan" ucap Akira tersenyum melihat ada akhirnya Mizuki pulang ke rumah.
"kau dapat pergi sekarang.." usir mizuki
"eihhh?"
"Aku .. karena..., saat ini,aku tidak  ingin berada disisimu“ jawab mizuki lesu tak berani menatap Akira. "jika aku tidak berhasil menulis lagu ini, dalam waktu yang sudah ditentukan(bingung dengan perkataan ini smoga benar terjemahannya). maka, kami tidak dapat berpartisipasi dalam festival ini.." ucap Mizuki lemah. Akira menatap Mizuki penuh kekuatiran melihat kondisi cewek itu yang terlihat depresi.

"Ini semua berakhir sekarang! Kaoru bahkan marah padaku" Mizuki yang biasanya tegar sekarang seperti mau menangis.
"Mizuki-chan" akira hanya melihat Mizuki yang setengah terisak itu tanpa bisa berbuat apa-apa karena ia juga terkejut dengan keadaan yang tiba-tiba saja berubah lagi.
"Lupakan aku dan jangan ganggu aku!" kata Mizuki
"tidak bisakah kau mengandalkanku?"
“kau pergi saja!“ Mizuki berlari naik tangga rumahnya meninggalkan Akira yang menatap kepergian Mizuki. 


Rui dan Ran mendorong Akira ke ruangan osis dan mendudukkannya disebuah kursi.
"Apa yang begitu penting?" tanya Akira lesu pada 2 sahabatnya yang aneh ini.
"Aah .. ada apa dengan expresi itu?" tanya Rui melihat wajah Akira yang lesu. "apa yang membuat sang putri sangat sedih? "
"Jangan khawatir, aku akan menyelesaikan sendiri!" jawab Akira menghela nafasnya enggan menceritakan apa yang terjadi antara dia dan Mizuki.
"Kau depresi?" tanya Rui
"Aku tidak depresi" bantah Akira.

"Aku di sini untuk akira“ kata Rui menepuk bahu Akira"Kau tidak usah khawatir!
"aku ada pengumuman kejutan yang sangat baik untukmu" kata Ran semangat
"Tapi aku .." blom sempat Akira melanjutkan kata-katnya, kedua temannya sudah berteriak pamer padanya.
"festival love rock akan berlangsung di aula peringatan dankaisan!" teriak Rui dan Ran bersamaan.
"eihhh?"


Flash back
Pertemuan panitia FLR dengan Ran dan Rui, keduanya mengusulkan acara di  memorial hall Dankaisan
"apa? Kau ingin lakukan acara di ruang terbuka? " tanya panitia.
"Kemarilah, duduk" panggil Rui mengajak panitia itu duduk ditengah antara dirinya dan Ran. Panitia itu lalu menuruti Rui duduk ditengah-tengah. Rui lalu mengambil remote dan menyalakan Video.

Di video itu Rui dan 3 sekawan fotograafer menunjukkan memorial Hall SMA Dankaisan. Di video itu juga terlihat foto Akira yang seperti action menunjukkan ruangan aula. Dan semua iklan berupa poster, brosur bintang iklannya akan Akira. Dengan ini diharapkan SMA Dankaisan akan naik reputasinya.


Ran dan Rui menunjukkan pada Akira memorial Hall Dankaisan yang baru
"Dankaisan menyajikan gedung dankaisan yang baru!" teriak keduanya memperkenalkan area calom memorial hallnya SMA Dankaisan pada Akira.
"Kau akan membangunnya?" tanya Akira.
"Ayahku akan menanganinya“ jawab Ran
" keren kan?"

"Apa yang Kau pikirkan jika festival Love Rock diadakan disini, lebih lagi jika blaue rosen ada pertunjukan di sini, dengan lobi sangat indah dan elegan?"
"Sekarang kita akan mampu menampilkan pertunjukan mizuki dengan megah. Nah untuk mengucapkan terima kasih dan menunjukkan rasa terima kasihmu, Kau harus melakukan apa yang aku katakan!" perintah Ran
Karena kesal Akira memukul perut Ran.

"Blaue .. tidak bisa masuk final" ucap Akira kecewa "Mereka tidak bisa tampil"
"Apa? Rencanaku akan hancur?!" kata Ran kecewa
'baiklah! Aku akan meminta semua orang yang aku kenal untuk memilih B.R, dan .. " ucap Rui dan memikirkan cara agar B.R mendapatkan dukungan.
 "itu baik, tapi Kau tidak perlu melakukan itu " kata Akira pasrah

"Hei Akira, ada ungkapan tentang  hal seperti itu .. Kau tahu, seperti katak terjebak dalam sebuah sumur, ketika Kau berpikir ini adalah akhir segalanya, namun Kau harus terus mencobanya" hmm tumben Rui bijaksana.. hihihi
"Aku tidak mengerti mengapa kau bisa bilang semua ini, Rui" Jawab Akira berpikir ulang. Ia tau maksud perkataan Rui yang memintanya untuk tidak menyerah dan harus berjuang
"Maksudku .. itu karena Kau terlihat sedikit tertekan sekarang!"
"Kau pintar Rui" kata Ran


"Aku memang pintar" Rui tersenyum bangga.
"terima kasih untuk kalian berdua " ucap Akira lalu ia tersenyum dan pergi meninggalkan keduanya.
"Oh kawaiii" Ruin tersenyum senang bisa melihat senyum Akira lagi, begitu juga Ran.


Mizuki menulis lagu cinta di ruang musik sekolahnya. Ia sudah tidak bertemu Akira lama. Ia menulis dibuku catatan lirik lagunya
"aku sedih karena aku rindu padamu"
Mizuki teringat saat Akira menyentuh kepalanya lembut. Saat Akira Akira mengatakan kloo dia adalah mawar biru tercantik yang pernah ditemui Akira. Mizuki membayangkan semua itu dan ia bergumam lirih "Akira .. Aku merindukanmu"
"Mizuki-chan" Mizuki mendengar suara Akira yang memanggilnya, ia tau diruangan itu hanya ada dia sendiri. Ia menoleh menatap luar jendela.
Betapa terkejutnya Mizuki melihat Akira ada diluar sana ditengah guyuran hujan deras. 

Mizuki membawa Akira masuk dan mengeringkan rambut Akira dengan handuk kecilnya. Ia mengusapnya lembut (seperti ibu pada anaknya dehh.. :D). Akira menatap mizuki yang begitu dekat dengannya itu.  Mereka bertatapan penuh kerinduan.

"Kau datang dengan seragam? Apa yang akan Kau lakukan jika Kau tertangkap?"
"Aku tidak punya waktu untuk berpikir tentang itu." Akira melihat Mizuki yang terus menatapnya . "Mizuki, apa kau merindukanku?"
"Aku sudah bilang untuk tidak datang, bukan?" jawab Mizuki mengalihkan pembicaraan Akira, ia masih terus mengerikan kepala Akira dengan handukya.
"kau ini Benar-benar!" gerutu Akira kesal karena Mizuki masih saja tak mengerti ikatan hati mereka. "Kau memiliki aku yang kehilanganmu dan juga aku datang untuk mendukungmu.“ Akira menyentuh bahu Mizuki dan menatap kedua mata Mizuki. "Hatiku ini  membuatku tersadar bahwa aku merindukanmu" kata Akira dan mendekatkan wajahnya pada Mizuki

 
"lepaskan aku" ucap Mizuki melepaskan pegangan tangan Akira sampai ia menabrak piano dan membuat buku lagu dan liriknya berhamburan dilantai. Mizuki menjadi panik dan buru-buru mau mengambilnya. Tapi Akira lebih cepat bergerak, sebentar saja ia sudah berjongkok dan mengambil kertas yang berjatuhan tadi. 
"Tidak, jangan melihat!"teriak Mizuki panik, mencoba merebut kertas dari tangan Akira. "jangan melihat!" Akira tidak memberikan kertas itu pada Mizuki tapi ia justru malah membacanya.
kita tidak bisa bertemu
Aku merindukanmu /seperti lagu cinta
Aku ingin jujur .. kau begitu imut 

"Jangan lihat! Kembalikan!" teriak Mizuki yang berjongkok disebelah Akira yang membaca syair lagunya. Akira selesai membaca lalu berbalik dan memegang bahu Mizuki sampai Mizuki terdorong ke lantai. 
 
"Kau benar-benar manis (kawaii), mengapa kau tidak jujur ​​dengan diri sendiri bahkan mengapa Kau hanya menulis kata-kata saja?Mizuki, kau benar benar kawaii " Akira mendorong Mizuki yang terduduk dilantai sehingga Mizuki bersandar dengan tangannya. "Mizuki-chan, tenggelamlah dalam mencintai aku lebih dari sebuah nyanyian cinta!" Akira lalu mendorong Mizuki ke lantai dan Mizukipun memejamkan matanya... kyaaaaaaaaaaa.... essttttttttttt....
Sementara itu seorang guru SMA St Nobara sedang berjalan menuju ruang musik. Ruangan dimana Mizuki dan Akira berada!!!!
 


*** BERSAMBUNG KE PART ENDING ***


Kamis, 11 April 2013

Sinopsis Ai Ore! Love Me! - Part 2



Mizuki dan Ai berjalan memasuki SMA Dankaisan. Mizuki terlihat ragu melangkah dan tak berani menatap siswa-siswa yang berjalan disekitar mereka. 
"hei apa aku benar-benar tidak akan ketahuan?” Tanya Mizuki ragu berjalan ditangga SMA Dankaisan.
“tidak, pasti tidak!” bentak Ai
“kau tak perlu menjawabnya begitu!” kata Mizuki melihat Ai yang bicara seperti itu. Mereka berpapasan dengan siswa SMA Dankaisan, tapi mereka tidak menyadari klo ada penyusup disekolah mereka.
"seorang lelaki cantik disekolah jorok ini, aku ingin tau apa dia baik-baik saja..“gumam Ai melihat sekelilingnya 
“hei, tidakkah sekolah ini terasa aneh?“ kata Mizuki melihat situasi sekolahan.

Mereka melihat pernah pernik Akira disepanjang jalan yang dilalui keduanya. Ai terlihat sangat senang melihat itu semua. Sementara Mizuki merasa ini semua salah satu kegilaan murid-murid SMA Dankaisan. 




"hai lelaki cantik yang disana. Maukah kau kesini sebentar?“seru seseorang pada mereka. Mizuki menoleh dan melihat seorang siswa mendekati mereka. Cowok itu mengambil sesuatu dibalik jas sekolah yang dipakainya “bagaimana dengan foto terbaru edisi khusus tuan putri sedang mengganti baki?harganya 500yen.“kata cowok itu yang ternyata juga menawarkan foto Akira..
“apa-apaan ini? Ini sangat menjijikkan! Ayo Ai“ajak Mizuki yang tambah heran dengan siswa-siswa SMA Dankaisan. Bukannya mengikuti Mizuki, Ai malah menawar pada cowok itu dan mengikuti cowok itu masuk ke toko pernak-pernik Akira. :P hehheheh...
Mizuki hanya menggumam penuh keheranan “apa dia akan membelinya?“


“hey Akira tunggu!“ mendengar nama Akira dipanggil, Mizuki langsung berbalik melihat arah suara itu. Mizuki terkejut melihat Akira yang sedang berjalan bersama dengan Ran dan Rui menuju ke arahnya. Akira juga sangat terkejut melihat Mizuki ada didepannya, didalam SMA Dankaisan. Akira langung berlari panik ke arah Mizuki  
"BAKA (bodoh)!!, kenapa kau kesini?“ seru Akira kuatir
“kenapa...? Ini karena kamu..“jawab ketus Mizuki

"hoiyyy..!“ seru Rui yang melihat kehadiran Mizuki „“kau sudah menyentuh bibir Akiraku!!“sentak Rui mendekati Mizuki. Tapi saat ia menatap wajah Mizuki dari dekat tiba-tiba ia melihat wajah Mizuki yang berkilauan (alias sangat cantik). Rui langsung silau melihatnya "ahh aku tersesat“gumam Rui yang langsung tak berdaya memarahi Mizuki lagi. 


Akira berdiri didepan Mizuki untuk menghalangi Rui mendekati Mizuki. Ia menatap Rui garang “rui...jika kau berani mendekatinya aku tidak akan memaafkanmu.“
akira....“
“kau mau membuatku marah?“kata Akira kesal
tidak.. tapi, bagaimanapun lihtlah dia, dia laki-laki kan?!“ sahut Rui menunjuk Mizuki mengira klo mizuki adalah laki-laki. 
“ ahh.. tidak ketahuan“gumam Mizuki pelan

“biasanya kau bilang kau benci laki-laki kan dan lagi dengan murid laki-laki dari sekolah kita.“lanjut Rui “diammm.... berhenti meributkan soal ciuman!“ bentak Akira marah. Akira memegang wajah Rui yang lalu tanpa ragu-ragu langsung mencium Rui! Kyaaaaaa.....


Setelah mencium Rui, Akira langsung mendekati Mizuki yang terlihat shock melihat adegan yang terjadi didepanya itu..“sekarang Mizuki!“ ajak Akira dan membawa mizuki berlari menjauh dari Rui dan Ran.
Rui yang barusan mendapatkan ciuman Akira masih berdiri bengong ditempatnya berdiri. Serasa nyawanya melayang pergi.  “oiii... ahh mereka pergi“ kata Ran yang melihat Rui sedang memegangi bibir yang baru dicium Akira tadi. “hei Rui..“panggil Ran menyadarkan Rui dengan menggoncangkan tubuh Rui.



Ai keluar dari toko pernak pernik Akira dengan membawa banyak barang mulai dari aksesories tempat sampah, kursi plastik, buku dan kaos. Ai memborong banyak barang lohh.. :D. Fans Akira niyy..
sekolah ini cukup bagus juga ternyata. Aku tak menyangka bisa membeli banyak pernak-pernik Akira-tan.“gumamnya. Lalu Ai tersadar klo Mizuki sudah tidak ada dilorong sekolah lagi.
“ ehh dimana Mizuki..“
Ia malah melihat Ran yang sedang menampari pipi Rui agar tersadar..


Akira membawa lari Mizuki ke sebuah gedung lain dan baru berhenti ditangga. 
“kurasa ini sudah cukup jauh.”kata Akira masih memegang lengan Mizuki 
“apa maksudmu? kenapa juga aku harus lari kesana-kemari bersamamu? Dan aku kesini karena aku mau protes..”sahut Mizuki sambil menampik tangan Akira dilengannya dengan kasar. "apa?!“katanya melihat Akira yang masih terus menatapnya 
“mizuki-chan, apa kau lupa kau ada dimana?ini sekolah khusus laki-laki“ kata Akira
karena itulah aku memakai seragam laki-laki!“ jawab Mizuki
tapi kau itu perempuan Mizuki-chan!“
“jika kau pikir begitu, seharusnya kau tidak boleh menciumku seperti itu!“


“aku tersenyum saat itu karena, mizuki-chan bukankah ini adalah ciuman pertamamu kan?”kata Akira tersenyum
“hahhhh?”
“disaat aku tahu bahwa kau melakukan ciuman pertama denganku, aku sangat senang“ Mizuki bengong mendengar penjelasan Akira.
Akira lalu berbisik ditelingan mizuki „“aku adalah orang yang mencuri ciuman pertama Mizuki-chan“
Mizuki shock hanya bisa terdiam menatap Akira didepannya. Mizuki merasa ia mendapatkan tembakan tepat dihatinya.


ayo kita pulang bersama. Aku mau ambil tasku dulu. Tunggu aku disini“ kata Akira tersenyum dan berlari pergi untuk mengambil tasnya.

 ”eh apa yang dipikirkan orangh ini… ahhh kenapa juga aku harus menunggunya“seru Mizuki pada dirinya sendiri.

3 photographer sekolah sedang mencari jejak Mizuki dan Akira. Mereka menemukan Mizuki yang ditinggal sendirian oleh akira   
“ayo kita ambil fotonya!“seru salah satu nya. Mereka langsung mendekati Mizuki dan terus mengambil foto Mizuki yang panik melangkah mundur sampai ke dinding sekolahan.“senang bertemu denganmu“kata 3 cowok photographer
ohh.. satu-satunya yang bisa menyentuh bibir Akira-tan.. ini akan menjadi sesuatu yang bagus..“kata mereka bertiga.
Mereka terus saja mengambil foto Mizuki dari berbagai sudut wajah Mizuki.


“sepertinya kalian sangat menikamatinya“ sebuah suara mengejutkan semuanya. Mereka menatap ke arah suara itu dan terkejut “bolehkan aku bergabung?“ lanjut orang itu
ketua osis“ seru 3 photographer melihat Ran yng berdiri diatas tangga dan berlari kearah Ran. “kami serahkann dia padamu, orang yang telah menyentuh bibir tuan putri kita. jangan biarkan ia kabur“
Ran menuruni tangga mendekati mizuki dengan coolnya.
halo saingan percintaanku“ kata Ran mendekati Mizuki.
Mizuki yang ketakutan langsung berniat pergi tapi tangan Ran sigap menghadang Mizuki dan benturan tangan pun tak bisa terelakkan. Mizuki terkejut dan menutup mulutnya begitu juga Ran. “apaaaaaa???“seru Ran terkejut menatap lengannya yang menyentuh dada Mizuki. „“kau...? perempuan?““tanya Ran lirih tapi cukup didengar 3 photographer itu. Mizuki segera berlari pergi tapi lagi-lagi tangan Ran menangkap tubuh mizuki. 


 “lepaskan aku”teriak panic Mizuki.
“kau sangat cantik.. maukah kau menjadi tuan putriku?”
“hoooo“seru serempat 3 fotografer itu
 “tu-tuan putri?“gumam Mizuki
“atau maukah kau menjadi pacarku?“rayu Ran
heh?“

“ran!“ seru Akira dari balik punggung Ran.
Ran menoleh dan mendapati Akira menatapnya tajam penuh amarah “Apa yang terjadi disini?“
Itu Akira-tan!” seru 3 photographer menatap Akira yang dipenuhi hawa permusuhan. Bulu-bulu hitam bertebrangan disekeliling Akira menggambarkan sisi gelap Akira yang muncul.
“lebih baik menjauh saat situasi seperti ini”kata salah satunya 
“berani menyentunya maka aku akan membunuhmu!“ancam Akira.
ahh sepertinya akira tidak bercanda“ salah 1 fotografer
akhirnya sisi gelap Akira terbangun juga“kata yg lainnya
lebih baik menjauh disaat dia seperti ini, ayo pergi dari sini“ mereka langsung kabur menjauhi tempat itu..


Ran mendekati Akira yang masih marah itu Akira, aku minta maaf. Aku hanya..“belum selesai Ran menjelaskan Akira sudah melayangkan tinjunya ke wajah Ran aku tak peduli..!“
Ran yang tidak siap diserang langsung terjatuh dan pingsan..

Mizuki chan apa kau baik-baik saja?” Tanya Akira mendekati Mizuki.
Mizuki yang masih terkejut juga mendekati Akira dan memegang lengan Akira. Akira memahami perasaan Mizuki, lalu menepuk kepala Mizuki dengan sayang dan tersenyum manis. Mizuki terlonjak kaget dengan kedekatan mereka, lagi-lagi ia menapik tangan Akira dikepalanya.


“eihhhh.. jangan sentuh aku ! aku tidak takut, ini hanya karena aku benci laki-laki. Dan kau tidak perlu melindungi aku. Lagipula jangan permainkan aku!“ kata Mizuki berlari pergi dari Akira yang hanya tersenyum saja
“dia sangat manis.. dia sepertinya malu, mungkin aku terlalu terburu-buru melangkah“gumam Akira menatap kepergian Mizuki


Kaoru gelisah menunggu mizuki yang belum pulang dari SMA Dankaisan. Setelah agak lama ia melihat Mizuki yang berjalan didepan kolam sekolahan. Iapun mengejar Mizuki. 

“mizuki.. Mizuki... kau baik-baik saja khan?“ tanya Kaoru kuatir
“apa? Apa yang kau bicarakan?“
“apa maksudmu „“apa?“ ya tentu saja yang terjadi di SMA Dankaisan?“
ahhh SMA Dankaisan..“
“bagaimana disana?“ tanya Kaoru penasaran
"biasa saja. Tidak ada yang special“ elak Mizuki
“benar-benar tidak terjadi apa-apa khan?”
Mizuki teringat bisikan Akira ditelingannya lagi “aku adalah orang yang mencuri ciuman pertama Mizuki-chan”
Mizuki juga teringat tangan Akira yang menepuk-nepuk kepalanya, jadi saat Kaoru juga menepuk kepalanya Mizuki langsung terlonjak dan menapik tangan Kaoru
“woooahhh” seru Mizuki dan tersadar klo itu tangan Kaoru „“maaf „“
“mizuki?”
“bukan apa-apa”


Mizuki mencoba membuat lagu cinta untuk festival love song di ruang musik rumahnya.
“aku adalah orang pertama yang mencuri ciuman pertama Mizuki” kata-kata Akira terus terngiang ditelinga Mizuki. Bayangan wajah Akira yang menciumnya dan tangan akira yang menepuk kepalanya terus terbayang-bayang dimatanya. Mizukipun menyerah untuk membuat lagu cinta.

Dimarkas Blaue Rosen, Ai melihat hasil pooling kelompok mereka di internet.
“bagaimana perkembangannya?” Tanya megumi
“sekarang kita diperingkat ke tujuh. “jawab Ai.
“ahh ketujuh ya” kata momoko
“iya.. sejauh ini kita sepertinya kita akan lolos, tapi..”mereka semua melihat tingkah mizuki yang terlihat depresi didepan mereka.
“bisakah Mizuki menulis lagu cinta?”tanya Momoko
“hal itu masih dipertanyakan”jawab Megumi
Ai berdiri mendekati Mizuki dan mengejutkan Mizuki yang sedang mleamun itu “mizuki chan, apakah lagu cintanya berjalan lancar?”
“yahh sebenarnya liriknya masih belum..”jawab Mizuki sambil membuka buku catatannya


“coba aku lihat”sahut Megumi dan mengambil buku catatan lagu Mizuki
tunggu“ teriak Mizuki tapi terlambat, buku catatannya sdh pindah tangan.
Merekapun mulai membaca lirik lagu cinta Mizuki 

aku mencintaimu gadis yang kesepian, kesepian, kesepian..
Cinta menyerangku bagai kilat petir
Ai yang heran dengan lirik lagu itu langsung bertanya pada Mizuki „“Mizuki, kau sedang menulis sebuah lagu cintakan?“
“benar“ jawab Mizuki
“ohhh.. ini tidak akan berhasil“ucap Ai yang kecewa dengan lirik lagu yang barusan dibaca mereka. “megumi-sensei, tolonglah“ pinta Ai pada Megumi untuk mengajari Mizuki tentang cinta. Megumi tersenyum siap membantu.



di kaca markas Blau rosen tertempel tulisan:

Pelajaran pengantar dari Megumi-Sensei
Kuliah percintaan

Megumi sensei pun berubah menjadi seorang guru dengan jas putih dan kacamatanya. “ini adalah pelajaran untuk Mizuki yang menulis sebuah lagu cinta ketika tidak mengetahui apapun soal LOOO...VE.“ kata Megumi menirukan gaya seorang dosen.
“lesson 1. kebangkitan cinta. Gejala yang terlihat akibat cinta adalah insomnia, detak jantung yang lebih cepat dan pernafasan yang terganggu”
“bukankah itu gejala dari suatu penyakit?”sanggah Mizuki
“bukan, ini berbeda!” sahut megumi dalam bahasa prancis.
“kenapa kau pakai bahasa prancis“gumam Mizuki
ketika kau sedang jatuh cinta, kau tak dapat berkonsentrasi terhadap apapun.
“tak bisa konsentrasi pada apapun..“ gumam Mizuki
ya.. dan kau tak dapat memikirkan apa-apa selain dia.“
hanya bisa berpikir tentangnya..“ gumam Mizuki lagi
“ini semua adalah perasaan yang harus kau ungkapkan dalam sebuah lagu. Kau harus tulus mizuki.“
hanya memikirkan dia“ gumam Mizuki berpikir.


Pulang latihan mizuki mampir ke sebuah toko buku. Ia berhenti disebuah rak dan menoleh sekitarnya takut klo ada orang lain yang melihat. Ia melihat sebuah buku yang berjudul “panduan percintaan yang sempurna”. Mizuki mengambilnya dan mulai membaca halaman demi halaman.
“apa yang sedang kau baca” sebuah suara yang dikenalnya terdengar begitu dekat disebelahnya membuat mizuki menoleh
Ternyata Akira ada disampingnya, menunduk menatap buku yang dibaca Mizuki.
“woahhhhh” seru terkejut Mizuki dan menjatuhkan buku yang dipegangnya lalu mengambil buku lain untuk dibacanya. Akira melihat lagi buku yang sedang dibaca Mizuki. Akira melirik buku yang dijatuhkan Mizuki tadi “kau tidak mau membelinya?” Tanya Akira menunjuk buku pedoman percintaan yang dijatuhkan Mizuki tadi.
“ehhh..”gumam mizuki sok sibuk membaca buku yang dipegangnya “ahh aku sudah punya yang satu ini” gumam Mizuki lalu meletakkan buku yang barusan dipegangnya mencoba mengalihkan perhatian Akira.  “yah sampai jumpa lagi” pamitnya pada Akira.
“tunggu.. “seru Akira, Mizuki menoleh “ayo pulang  bersama” kata Akira tersenyum.


Mizuki berjalan cepat meninggalkan Akira dibelakangnya “mizuki-chan!”panggil Akira. Mizuki menoleh sebentar tapi terus melanjutkan langkahnya “kenapa aku harus pulang bersamanya?“ gumam Mizuki tenggelam dalam pikirannya sendiri sampai ia mendengar suara Akira yang berteriak.
“lepaskan aku!” teriak Akira. Mizuki menoleh dan terkejut melihat Akira dihadang 2 cowok preman.
“kau manis sekali, dimana sekolahmu?“ goda cowok itu pada Akira... (hedehhhhh.. rabun.. rabunnn... perlu kacamata belor tuh  premann!)
“ayo pergi kesuatu tempat“ kata preman satunya lagi. Preman yang satunya lagi memegang bahu Akira.
iya ayo kita pergii bersama“ ucap preman lainnya berganti-gantian.
lihat dia benar-benar typeku“

 
oiiyyyy..“seru mizuki menarik tangan Akira yang dipegang salah satu preman. “lepaskan tangan-tangan kotor kalian darinya” perintah Mizuki.
Mizuki-chan“ seru akira senang Mizuki membelanya.
Para preman itu jadi kesal karena diganggu Mizuki apa masalahmu? Cari masalah ya?“
Mizuki sadar posisinya kalah klo dibanding dengan preman2 itu. kenapa harus menggunakan kekerasan? Ayo kita bicarakan lebih dulu“
ohh tutup mulutmu“ kata preman itu sambil mendorong tubuh mizuki sampai terjatuh ke jalan.


melihat mizuki yang terjatuh Akira langsung menjadi marah, bulu-bulu hitam bertebrangan disekelilingnya. “heeeeiiiihhhhhhhh....!!! beraninya kau menyentuh mizuki-chanku!“ seru Akira melayangkan pukulannya pada preman yang mendorong mizuki sampai terjatuh tadi. Ia lalu menghajar kedua preman itu sampai berjatuhan.
Akira buru-buru mendekati Mizuki dan berjongkok didepan Mizuki Mizuki chan, kau baik-baik saja kan?“
iya...“jawab Mizuki. Akira membangunkan Mizuki untuk berdiri “ahh kau kuat juga“ puji Mizuki pelan pada Akira.
Akira tersenyum „ ada sebuah tempat yang ingin kutunjukkan padamu.“kata Akira. maukah kau pergi bersamaku?“


Akira membawa mizuki pergi ke sebuah taman penuh dengan pohon pinus. Akira berjongkok mengambil 1 buah pinus yang jatuh dan berjalan lagi.
ketika aku masih anak-anak, tubuhku kecil dan lemah. Aku selalu dikerjai dan menangis. Kemudian ada seorang gadis kecil yang selalu menghiburku. Aku merasa sangat menyedihkan seperti itu. Kemudian aku mulai berpikir aku harus menjadi laki-laki yang kuat agar pantas untuknya.“ Mereka berdua menaiki tangga dan akhirnya berdiri diatas bukit.
eihhh“ gumam Mizuki mengenali tempat itu. Ia menatap sekeliling tempat itu.  Tiba-tiba Akira menyodorinya 2 buah pinus yang dihias padanya. Mizuki terkejut, menatap Akira yang tersenyum padanya “mungkinkahh….?”gumam mizuki penasaran tapi tidak masih ragu dengan dirinya sendiri.


mizuki teringat masa kecilnya dengan seorang anak laki-laki yang dulu membuatnya sakit itu. “apakah kau anak laki-laki itu?” Tanya mizuki ragu.
“Mizuki-chan, tiba-tiba kau tidak pernah datang ke taman kan?” ucap Akira.
“yahh itu karena…”
“aku sudah menjadi kuat dan kembali!” kata Akira yang sudah menjawab pertanyaan Mizuki tadi. Iya, Akira adalah teman kecil Mizuki yang membuat Mizuki “sakit” klo melihat senyuman Akira kecil itu  (*_^)
“akira….”

Mereka berdua melangkah pulang bersama. Berjalan dengan sangat pelan, Akira mengantar Mizuki pulang sampai depan rumah Mizuki.
“ja.. sudah sampai“kata Mizuki
oke bye“ angguk Akira dan berbalik untuk pergi.

ano....“panggil Mizuki („ano“ tuh kyk klo kita bilang Anu.. ituu.. yah bisa diartikan seperti itu, msh ingatkan?)
Akira menoleh menatap Mizuki. „yah?“
terima kasih sudah menyelamatkanku waktu itu dan hari ini juga. Dan juga, kau sudah menyelamatkanku tapi aku malah mengatakan hal-hal yang buruk tentangmu.. jadi yahh.... maafkan aku“
Akira tersenyum (murah senyum banget siy.. obral-obral hehhee.. )
Syukurlah... aku lega“ ucap Akira menghela nafasnya
“hahh?“
mizuki chan, kau pernah mengatakan kalau kau membenci laki-laki tapi sepertinya kau tidak membenciku“
eihhh?“
ahh aku lupa.. „kata Akira mengambil sesuatu dari tasnya „nah ini dia, kau lupa ini“ Akira menyerahkan sesuatu pada Mizuki lalu berbalik untuk pergi lagi.
Mizuki membuka bungkusan plastiknya dan ternyata berisi buku „pedomann percintaan yang dibacanya di toko buku tadi. tunggu ini...“ tapi Mizuki tidak melanjutkan kata-katanya lagi karena Akira sudah pergi jauh.



*** BERSAMBUNG ***