Senin, 03 Desember 2012

Sinopsis Shiritsu Bakaleya Koukou - Ep. 10


“ini semua karena... aku membenci Fumie” perkataan Mana ini benar-benar amat sagat menyakiti Fumie karena mereka sudah berteman lama. Fumie pun menangis dalam diam ditemani Saiya dan Tetsuya yang berdiri agak jauh.

Tatsuya berlari mengejar Mana sampai ke tangga sekolah.

“oiii...” panggil Tatsuya. “..kau tak serius mengatakannya kan? Maksudku, kalian kan berteman baik! Kau tak mungkin bisa sedekat itu dengan orang yang kau benci kan?”

“ini khan bukan urusanmu” sahut Mana dingin dan melangkah pergi meninggalkan Tatsuya yang sewot.


Saat pelajaran dimulai, Fumie tampak tak seperti biasanya. Ia terus melamun menatap jendela sekolahan. Tatsuya dan Tetsuya terus memperhatikan Fumie begitu juga Saiya. Manapun tidak masuk sekolah.

“apakah Mana benar-benar penghiyanatnya?” tanya Satoshi tak percaya.
“sukar dipercaya ya” jawab Shohei
“cewek benar-benar mengerikan ya” sahut Yuki

Saiya dan An melirik pada Fumie yang menatap Jendela. Saiya kemudian menoleh kebelakang dan melihat Tetsuya sedang menatap kearah Fumie. Saiya langsung tertunduk lesu.

Tatsuya yang merasa ga nyaman dengan situasinya tiba-tiba bangkit berdiri mengagetkan semuanya.


Dimarkasnya Tatsuya membentuk FGSP.
“apa itu FGSP?” tanya teman-temannya. Shohei dengan pedenya menerangkan singkatan FGSP “ Fight Ganbare Shohei Perfect”
“kau benar-benar Narsis Shohei” gerutu Satoshi geregetan sm Shohei.
“FGSP itu adalah Fumie wo Genki ni Shiyou Project (alias project membuat Fumie bersemangat lagi)” kata Tatsuya menjelaskan.
“membosankan.. kau tak punya selera sama sekali” gerutu Maya
“dia sedang terpuruk” kata Tatsuya
“tapi itukan karena penghiyanat dari groupnya” sahut Shohei
“apa karena dia ketua osis?” tanya Maya kenapa Tatsuya mau bersusah-susah seperti itu.
“tapi kenapa harus kita?” bantah Makoto
“Kita ikut bertanggung jawab karena kita ada yang membuat jebakan di Catteleya no 2” Jawab Tatsuya
“aku tak mengerti itu” kata Satoshi
“dan kita juga tidak tau klo Mana dijebak” kata Yuki

“jangan buat alasan lagi! Sekali kali-kali emmm.........?” kata Tatsuya berpikir mencoba mencari kalimat yang tepat untuk melanjutkan kata-katanya.
“... berbagi dengan orang lain” kata Tetsuya melanjutkan kata-kata tatsuya tadi.

“ahhhh..” sahut semuanya dengan berat hati

“apa yang akan kita lakukan?”
“membuat dia tertawa... membuat dia bahagia.. dannnnn..... membuat dia marah” kata tatsuya

“ehhhh????” Tetsuya, Shohei dan yang lain terbengong mendengar kata yang terakhir itu “membuat Fumie marah”



Projectpun dimulai.

Plan 1

Fumie melamun menatap jauh keluar jendela. Shohei berlari ke depan kelas dikejar oleh Satoshi.

“hai semuanya... ada orang tua datang mengeluhkan lehernya” kata Satoshi bercerita kemudian ia menirukan sebuah suara dan mempraktekan kesakitan dilehernya“banyak hal terjadi di leher kiriku”

Shohei dengan gaya kakek-kakek tuli berkata“apa yang kau katakan? Kau tak mengatakan apa-apa..”

Satoshi memukul kepala Shohei. “ouchh.. aku lebih tua darimu tau..” gerutu Shohei kepalanya dipukul Satoshi.

Cewek-cewek Cattleya keheranan melihat tingkah mereka berdua. “kalian tak lucu sama sekali “ kata An. Mendengar An disebelahnya bicara, Fumie langsung terkejut sadar dari melamunnya “apa yang terjadi?”

Shohei dan Satoshi kecewa becandaan mereka ternyata tidak lucu bahkan Fumie tak menyadari lelucon mereka.


Plan 2

Saiya dan Fumie berjalan dilorong sekolah.

Yuki dan Makoto keluar kelas dengan gaya seperti menari dan menyanyi ditengah jalan didepan Fumie dan Saiya bahkan mereka bersalto. Kemudian mereka tersenyum pada Fumie dan Saiya sambil menyapa gaya Cattleya “Gokigen yo”

Dengan gaya cuek dan serius fumie berkata “bisakah kalian minggir?”

Makoto dan Yukipun minggir dan kecewa, trik mereka tak berhasil.


Plan 3

Didalam kelas Tatsuya bertengkar dengan Maya bahkan sampai menendang bola.

“jangan mengatakan hal bodoh seperti itu!” teriak Tatsuya

“Aku tak mengatakan hal bodoh apapun!” teriak Maya juga.Fumie melirik sekilas ke mereka berdua. Sementara cewek-cewek yang lain ketakutan. Sayuri dimejanya hanya menatap Saiya denngan geutuan seperti “ada apa siy dengan mereka”

Tetsuya datang memisahkan mereka berdua “tenanglah kalian!”

Maya melirik sekilas ke arah Fumie, ia berbisik lirih ada Tatsuya dan Tetsuya “tak ada perubahan” Tatsuya yang penasaran melirik ke arah Fumie. Ternyata memang Fumie ga perhatiin mereka, ia masih menatap keluar jendela lagi... hihihi..

“project tidak berhasil!” kata Tetsuya. Merekapun kembali ke kursinya masing-masing.


Pak Minamoto bertemu dengan guru saionji. Setelah membaca pemberitaan di internet melalui print-printnan yang diberikan guru Saionji, pak Minamoto menghela nafas panjang.

“ini sudah menjadi masalah besar ya..”
“maafkan saya” kata guru Saionji

“Jika reputasi buruk kita menyebar lebih dari ini, kita akan kembali ke hari-hari seperti Bakada dulu. Penggabungan ini sudah tidak ada artinya lagi.”

“iya anda benar” jawab guru Saionji
“apa yang sebenarnya terjadi ini” keluh pak Minamoto memegangi kepalanya.
“pak kepala.. apakah ide yang aku sampaikan dulu sudah selesai?” tanya guru Saionji.

Pak Minamoto langsung memikirkannya.



Masalah bertambah lagi, saat tatsuya datang ke sekolah dilorong ia bertemu cowok Bakada yang terluka parah. Dan ternyata ada yang lain juga yang terluka bekas pukulan. Tatsuya dan lain mendengar klo cowok-cowok Bakada yang ahli Judopun sampai kalah melawan orang yang memukulinya itu.


Bel sekolah sudah berbunyi tapi Fumie masih berdiri melamun didepan pintu gerbang sekolahnya. Ia tiba-tiba berbalik dan meninggalkan sekolahnya sambil melamun. Ia berjalan menatap lurus kejalanan tidak memperhatikan sekitarnya.

Tetsuya yang akan masuk sekolah melihat Fumie yang sepertinya akan bolos sekolah itu dengan kuatir.


Saiya menatap sedih kursi Fumie yang tidak biasanya kosong itu. Siswi Cattleya dan Bakada juga heran Fumie tidak blom masuk kelas

“apa kau mendengar kabar tentang Fumie?” tanya Kaori. Saiya hanya menggeleng, cowok Bakada mendengar itu semua.



Fumie duduk sendiri di bangku taman kota dibawah bunga sakura yang sedang mekar (oh my goshhhh... under sakura no hana... i hope i can be there too..!! ngimpiiii... ~_~ )

Tiba-tiba seseorang mendekatinya dan duduk disampingnya. Fumie menoleh dan terkejut mendapati Tetsuya disebelahnya.

“aku akan menemanimu..” kata Tetsuya tanpa menatap Fumie yang ada disampingnya. “.. kau tak tau caranya untuk bolos kan?” lanjutnya sambil menatap Fumi yang melihatnya. Fumie pun langsung menunduk. “kau ingin pergi kemana?” tanya tetsuya.


Guru Koba mengajar dikelasnya yang ramai cowok-cowok ngobrol sendiri. Maya menatap kursi Tetsuya yang kosong dan bertanya pada Satoshi “apa Tetsuya bolos?”

“mugkin dia terlambat..” jawab Satoshi

“ya sudahlah..” kata Maya.

Hmmm.. aku kok suka ya liat mukanya Maya.. bener omongan gang lain.. Maya tuh cantik, klo bicara juga suaranya lembut banget.. cakep.


Tatsuya gelisah melihat bangku sahabatnya kosong, ia terus menatap bangku Tetsuya dan bangku Fumie bergantian. Saiya juga gelisah menatap kursi Fumie yang kosong, ia sama sekali tak mendengarkan pelajaran pak Koba. Saiya akhirnya berkemas-kemas dan berkata pada An “aku akan mencari Fumie”

“sekarang?” tanya Reika.
“ditengah pelajaran seperti ini?” tanya Sayuri heran
“aku kuatir tentang dia!” kata Saiya dan bangkit berdiri mengagetkan guru Koba dan seisi kelas.
“ada apa? Apa kau punya pertanyaan?” tanya guru Koba.
“tolong ijinkan saya pulang lebih dulu!” seru Saiya dan langsung kabor dari kelas

Semua menjadi heboh dan guru Koba jadi heran dengan muridnya. Tatsuyapun sama ia bangkat berdiri mengagetkan guru Koba “sakuragi?” “saya juga ijin pulang dulu” kata tatsuya langsug kabor


Fumie dan Tetsuya duduk direstauran keluarga tempat yang pernah mereka kunjungi berrempat itu. Tetsuya menatap Fumie yang ada didepannya dan melihat klo dari tadi Fumie hanya menatap jam dinding dan tidak membaca menu makanan.

“Bagaimana klo kau melupakan itu dulu hari ini” kata Tetsuya. “... maksudku sekolah. Kau memikirkan mereka sekarang sedang pindah pelajaran kan?”

Fumie hanya tertunduk sedih menatap menu makanan. Tetsuya meletakkan menu makanan ditangannya “apa kau sudah tau apa yang akan kau pesan?” Fumie mengangguk, Tetsuya mengambil bel pesanan dan ditaruh didepan Fumie.

“saat dulu kita kesini, kau nampaknya ingin memencetnya” fumie teringat kejadian itu, ia ragu-ragu menekan bel pesanan dan keduluan Tatsuya bahkan tangan mereka berdua sempat bersentuhan. Fumie tersenyum malu dan kemudian menekan bel pesanan.


Saiya berlari ke taman bunga sakura yang tadi Fumie dan Tetsuya kesana. Ia tak menemukan Fumie disana tapi ia malah bertemu dengan Tatsuya yang sedang mencari Tetsuya dan Fumie.

“apa Fumie dirumah” tanyanya pada Saiya
“tidak ada disana.. bahkan diperpustakaan jug ga ada” jawab Saiya.

“apa kau tau tempat lainnya yang ingin ia kunjungi?” tanya Tatsuya.
“ga ada tempat yang sering ia kunjungi.”
“karena dia anak yang rajin ya”

Saiya teringat dulu Fumie ingin kembali lagi ke restaurant keluarga yang mereka kunjungi itu. “mereka mungkin ada di restaurant keluarga yang kita pernah datangi dulu” seru Saiya.

“ayo pergi!” seru tatsuya dan berlari diikuti Saiya.



Direstaurant keluarga.

“aku selalu merasa kau selalu saja membantuku Tetsuya kun” bisik lirih Fumie menatap Tetsuya yang duduk didepannya.

“bukan begitu.. tapi aku hanya membalas hutang budiku padamu. Perasaanmu itu.... aku memahaminya...” bisik Tetsuya yang membuat Fumie terharu ada yang mengerti dirinya. Fumie tertunduk dan menangis tanpa suara hanya airmatanya menetes diatas mejanya. Tetsuya mendengar isak lirih Fumie itu dan melihat tetesan airmata Fumie yang jatuh ke atas meja. Tetsuya mengulurkan tangan kirinya dan mengusap kepala Fumie dengan lembut.

Saiya dan Tatsuya sampai ke restaurant keluarga dan kaget melihat keduanya disana. Tatsuya berjalan untuk menghampiri mereka berdua tapi dilarang oleh Fumie. Mereka semakin terkejut melihat betapa Tetsuya perhatian dengan Fumie sampai mengusap kepala Fumie saat Fumie sedang menangis.

Menyaksikan orang yang dicintainya begitu perhatian dengan Fumie, Saiya tak kuat menahan perasaannya. Saiya berlari keluar restuarant keluarga itu, membuat Tatsuya keheranan. Tatsuya pun keluar restaurant mengejar Saiya.


Tatsuya mengejar Saiya yang berlari kencang, saat sudah hampir mendekati Saiya, Tatsuya berhenti.

“sebenarnya apa yang terjadi?” teriak tatsuya. Saiya berhenti berlari dan masih tertunduk.
“mereka berdua.... terlihat berbeda dari yang pernah ku kenal”
“hahhhh?” Tatsuya tak mengerti maksud kat-kata Saiya
“Tetsuya kun menyukai Fumie kan...?”

Tatsuya kaget mendengar pertanyaan Saiya.

“ Fumie pasti akan..... mulai menyukainya juga”kata Saiya dengan sedih dan berlari meninggalkan Tatsuya yang mulai mengingat apa yang sudah terjadi. Ia teringat saat Tetsuya bertanya apa yang terjadi seandainya ia menyukai cewek Cattleya. Juga kata-kata Tetsuya saat mereka ada di sekolah Cattleya no 1. Tatsuya mulai mengaitkan itu semua dengan kejadian di restaurant itu dan ia menyadari klo sahabatnya ternyata menyukai Fumie.



Maya, Satoshi dan shohei berkumpul didepan meja tatsuya dan tetsuya.
“kenapa mereka semua membolos ya?” tanya Satoshi penasaran.
“jangan-jangan mereka kencan?” kata Shohei
“ga mungkin “ kata satoshi ketawa.

Di meja lainnya Makoto dan Yuki berkumpul dengan cowok lainnya. Mereka membicarakan gang lain yang disebut sebagai “hantu” yang menakutkan karena tidak ada yang bisa mengalahkan ketua “hantu” itu.

Ternyata orang yang sedang mereka omongkan itu ada didepan sekolah mereka bersama gangnya.


Esok harinya Fumie masuk kedalam kelas bersama Sayuri dan yang lainpun menyapanya Cuma Saiya saja yang masih tertunduk diam. Fumie duduk dimejanya disebelah Saiya. Melihat Saiya hanya tertunduk Fumie pun menyapa Saiya “ Ohayo ” Saiya menoleh melihat Fumie dan tersenyum ramah “ohayoo”

“saiya apa kemarin kau mencariku?” Saiya gugup dan memaksakan tersenyum mengangguk “emm”

“kemarin aku menghabiskan waktuku ditaman” kata Fumie memberi alasan. Mendengar kebohongan Fumie Saiya yang sedih langsung bangkit berdiri “Fuumie kau ada waktu?”

Saiya berjalan didepan Fumie ke Balkon atas sekolahan , tanpa menoleh pada Fumie, Saiya berkata “kemarin aku melihatmu” Saiya berbalik dan berhadap-hadapan dengan Fumie. Wajah Saiya terlihat penuh emosi dan dengan tegas ia berkata pada Fumie “aku menyukai Tetsuya-kun!.. perasaan ini... pada siapapun... meski pada Fumie aku tak akan serahkan..!”

Fumie terkejut dengann kemarahan dankecemburuan Saiya itu. “saiya.. akuuu..” Fumie tak melanjutkan kata-katanya takut akan salah bicara dan menyebabkan persahabatannya dengan Saiya hancur juga.

“tapi.... meski kita berakhir dengan menyukai orang yang sama.. kita tetap sahabat baik kan?” kata Saiya pada akhirnya dan tersenyum pada Fumie.

Fumie lega mendengarnya, ia mengangguk tersenyum menyetujui perkataan sahabatnya itu.


Diatap gedung sekolahan tatsuya dan tetsuya berbicara

“aku tak menyadari signal ini sebelumnya” kata tatsuya salah tingkah melirik Tetsuya disebelahnya. “.. jika kau menyatakan semua tentang Fumie.. aku pasti akan support kamu..”

“benarkah?” tanya Tetsuya membuat Tatsuya agak gugup. “apa kau.. pada Fumie?” tanya tetsuya balik pada Tatsuya.

“aku?? Kenapa aku?” tanya tatsuya salah tingkah. “daripada menyukai cewek. Aku lebih suka merusak barang dan mengejek orang.... dan juga... orang seperti Fumie... bukan typeku” lanjutnya Tatsuya dan langsungn berbalik pergi. Saat berbalik tatsuya mengelengkan kepalanya seperti tak yakin dengan perkataannya sendiri. Saat menuruni tangga tatsuya bergumam tentang dirinya sendiri “kenapa aku pergi, aneh”


Tetsuya ikut turun menyusul Tetsuya dan pada saat itu Satoshi muncul.

“Oi Tatsuya.. kabar buruk.. markas kita...!” seru Satoshi.

Mereka bertiga langsung turun menuju ke markas bakada. Disana ruangan bakada morat-marit penuh coretan disana sini. Bahkan papan nama Bakada tak ada ditempat! Didinding juga ada simbol kalajengking terukir disana.

“aku tak akan memaafkan ini!” geram Tatsuya kesal.

Tiba-tiba mereka mendengar kaca pecah dan teriakan cewek-cewek Cattleya. Semua langsung berlari kekelas. Mereka melihat cewek-cewek itu ketakutan karena kaca jendela pecah dan papan nama Bakada dilempar dari luar ke dalam kelas.


“apa yang terjadi?” tanya tatsuya pada cewek-cewek itu.

“papan nama itu dilempar dari luar” kata seorang cewek

Tatsuya berlari ke halaman sekolah bersama gangnya. “kemana kalian pergi.. perlihatkan dirimu!” teriak mereka. Tak ada yang nampak didepan mereka. Fumie dan yang lain melihat dari jendela kelas.

Tiba-tiba dari arah belakang tatsuya seseorang memanggilnya “apa kau yang bernama Sakuragi tatsuya?” saat tatsuya berbalik menatap orang itu, tiba-tiba sebuah tinju melayang ke perut tatsuya. Tatsuya mencoba tetap berdiri tegak, tapi kemudian ia langsung jatuh tergeletak ke tanah dan membuat terkejut gang bakada dan cattleya.

Sahabat-sahabatnya langsung panik melihat tatsuya yang tak biasa kalah bisa langsung terkapar seperti itu. “Tatsuya... tatsuya.. bangunlah” teriak Tetsuya, shohei, Satoshi, yuki , maya dan Makoto mengguncangkan badan tatsuya.

Gang scorpion hanya menatap mereka semua dengan penuh kemenangan.

Haishhh.. pengecut...!! main belakang saat musuh blom siap sdh dipukul... huuuuh...!!




Sabtu, 01 Desember 2012

Sinopsis Shiritsu Bakaleya Koukou - Ep. 9



Tatsuya masih tak percaya dengan pembelaan Fumie pada Bakada. Ia heran mengapa Fumie berkata seperti itu. Tetsuya menjawab klo mungkin Fumie sekarang menganggap Bakada sebagai teman. Tatsuya langsung senang klo itu yang terjadi dia juga akan menganggap Cattleya juga teman-temannya.

Esok paginya Tatsuya masuk kelas dengan tersenyum-senyum senang bersama Tetsuya. Ia melihat Fumie sedang menaruh bunga Cattleya diatas meja guru. Tatsuya mendekatinya dan menepuk bahu Fumie. “weissss” kemudian mendekati teman lainnya. Fumie dan Saiya keheranan dengan tingkah Tatsuya itu sementara Tetsuya hanya ketawa geli “kau orang yang susah dimengerti” kata Tetsuya ketawa.

“itu tadi dia kenapa?” tanya Saiya penasaran

“Itu cara Tatsuya menyapa teman-temannya” jawab Tetsuya masih ketawa geli.

“Teman??” kata Saiya dan Fumie. Mereka memperhatikan tingkah Tatsuya yang sedang menyapa teman-teman Bakadanya. Fumiepun mengerti klo sekarang ia sudah dianggap temannya Tatsuya. Fumiepun tersenyum senang.


Sayuri tiba-tiba berseru setelah melihat berita di internet. Disana tertulis berita-berita yang memojokkan nama Cattleya ke 2 (Bakaleya). Sekolah pun mulai ramai dengan telp-telp dari orangtua siswi dan para gurupun bukan sibuk mengajar muridnya, tapi sibuk menerima telp.

Ibu-ibu dari Siswi Cattelya juga sama, mereka mendatangi kepala sekolah Guru Saionji. Mereka meluapkan emosinya dan alasan kenapa dulu mereka tak setuju Cattleya dan Bakada bergabung. Mereka minta siswi Cattelya dikembalikanke sekolah Cattleya no 1. Guru Saionji menjelaskan klo itu hanya gosip saja, ia meminta ibu-ibu untuk tenang dulu.

Cowok-cowok juga membaca gosip di internet itu. Pertama tentang siswi yang hamil, pdhl sebenarnya saat itu mereka ikut kelas penyuluhan kesehatan tentang kehamilan saja. Berita kedua tentang penjambretan tas, pdhl itu sudah ketauan pelakunya bukan murid Bakaleya. Gosip ke 3 adalah 90 % murid-murid cowok memiliki sejarah kejahatan, pdhl jumlahnya sebenarnya tidak sampai segitu (menurut cowok2 Bakada). Gosip selanjutnya tentang interview majalah fashion remaja yang batal karena ada masalah sehingga harus mengundang polisi juga. Yuki berkata jika orangnya bisa tau semua kejadian itu jangan-jangan pelakunya adalah...

Dirombongan Cattleya menebak hal yang sama “sepertinya ada yang membocorkan informasi ini..”n kata Saiya

“Jadi pasti orang dari sekolah ini ?” tanya Sayuri.

“aku tak percaya ada seseorang yang akan berbuat seperti ini dan melukai Cattleya” ucap mana

“ini sangat kejam.. ayo kita cari pelaku yang menyebarkan informasinya” seru Sayuri.

“iya kita harus bisa menyelesaikan masalah ini” jawab Saiya setuju



Fumie, Saiya dan lainnya menghadap guru Saionji.

Guru Saionji bilang bahwa ia akan lapor ke polissi mengenai masalah ini dan berharap semuanya tidak kuatir karena mereka tidak bersalah. Cewek-cewek mencurigai pelakunya para cowok Bakada. Merekapun memata-matai para cowok itu. Pertama Mana dan Reika melihat ada yang mencurigakan dengan Shohei yang sedang membaca majalan di pojok tangga sendirian. Padahal shohei sedang membaca buku porno.. :P. Satoshi datang ingin melihat buku itu juga tapi kata Shohei, Satoshi blom cukup umur.


Kedua mereka memata-matai Yuki dan Makoto, menyadari ada yang membuntutinya Yuki menoleh kebelakang tapi cewekcewek langsung segera bersembunyi. Yuki bilang ke Makota sepertinya ada ia merasa ada yang membuntuti mereka tapi setelah menoleh ternyata tidak ada orang. Makoto mengira mungkin itu hantu sekolah.. :D


Cowok Bakada akhirnya sadar klo mereka dibuntuti cewek Cattleya. Tatsuyapun protes pada Cewek-cewek itu.

“kenapa kalian membuntuti kami hah?” tanya Tatsuya kesal
“karena kami ingin tau siapa yang membocorkan informasi itu!” jawab Reika.
Apakah kalian mencurigai kami?”
“karena diantara kami tak akan ada yang akan merusak nama baik sekolah kami” kata Mana (hmmmm???)
“tidak ada orang seperti itu juga diantara kami!” seru Tatsuya
“kami tak percaya kalian” sahut Mana
“hahhh?!!” seru Satoshi kaget dan kesal
“jangan main-main dengan kami dan mengatakan kata-kata sesuka kalian sendiri!” seru Yukki marah. Cowok-cowok menendang meja dan kursi kelas kemudian mereka keluar ruangan.

Tatsuya berjalan sendiri di lorong sekolahnya. Di depan ada fumie yang melihat tatsuya berjalan didepannya, fumiepun tersenyum. Wajah tatsuya tampak masih marah dan ia melewati Fumie yang sudah pasang wajah tersenyum. Tatsuya ingat kata-kata cewek cattleya yang mencurigai Bakada. Tatsuya berhenti dan tanpa menoleh ke Fumie ia berkata “ Sepertinya kita tidak akan pernah bisa berteman dengan kalian (cattleya)”

“Tatsuya kun??” seru Fumie kaget dengar kata-kata tatsuya itu.

Tatsuya langsung melanjutkan langkahnya, meninggalkan Fumie yang keheranan dengan apa yang telah terjadi barusan. Fumie menatap keluar jendela dengan sedih sekali. Tetsuya melihat kejadian itu dari jauh. Tetsuya mendekati Fumie yang bersedih itu. “apa yang terjadi?” tanyanya. Fumie menoleh pada Tetsuya kemudian ia hanya menunduk sedih.


Cowok-cowok Bakada sangat marah dituduh sebagai penghiyanat seperti itu. Mereka sepakat untuk mencari pelaku yang sebenarnya untuk memulihkan nama baik gang mereka itu. Saat berjalan bersama itu , ada seorang cewek yang berjalan dengan cepat dan menabrak Satoshi. Cewek itupun jatuh ketanah.

“hati-hati klo jalan!” teriak Satoshi

“maaf” kata cewek itu ketakutan. Cewek itu bangkit berdiri kemudian minta maaf lagi dan langsung pergi meninggalkan sekolah Bakaleya. Shohei melihat cewek cantik langsung senyum-senyum saja.

“bagaimana dengan cewek itu? Bukankah dia super cute?” kata shohei pada teman-temannya.
“aku blom pernah bertemu dengannya”

Maya melihat ke tanah dan menemukan dompet cewek itu terjatuh. Ia mengambilnya dan membuka dompet itu.

Maya membuka kartu sekolah cewek itu

“Cattleya no 1, kelas 2, group bunga, Arisaka Yuno.” Baca Maya. Semua langsung mencurigai klo cewek itu mungkin ada hubungannya dengan gosip-gosip itu.

“jika cewek itu adalah pelaku yang menyebarkan berita itu berarti dia datang untuk bertemu seseorang disini?” kata Tatsuya dimarkas bakada.
“aku tak yakin klo dia pelakunya atau bukan, tapi sepertinya memang mencurigakan” saht Tetsuya.
“bagaimana klo kita kembalikan ini ke dia?”
“berarti kita akan masuk diam-diam ke sekolah cewek-cewek itu!”




Cowok Bakada akhirnya sampai disekolah Cattleya. Melihat gedung yang besar dan indah itu saja sudah membuat mereka kagum dan bengong saja.

“karena kita sudah sampai sini.. kurasa kita harus masuk” kata Tatsuya melihat Teman-temannya yang masih menatap gedung sekolah Cattleya.

Mereka masuk ke gedung sekolah dengan hati-hati sekali dan mereka semakin terkagum-kagum meihat dalamnya. Mereka terbagi 3 kelompok lagi. Yuki dan Makota malah pergi melihat toilet keren disekolah Cattleya yang mirip punya sekolah mereka. Yuki yang iseng menekan tombol salah satu dan yang terjadi air muncrat (apa ya indonya.. :P) dan mengenai muka dan masuk mulut makoto!!” ihhhh.. tetap jijik ahh even tuh air bersih tp kan selangnya didalam toilet..

Satoshi, shohei dan maya melihat ruang kelas yang sangat besar dan tempat duduknya modelnya lain. Mereka malah duduk seperti di sebuah restaurant 1 meja terdiri dari 4 murid. Satoshi dan Shohei malah melihat-lihat cewek-cewek itu senang. Hanya maya yang fokus mencari sosok cewek yang mereka cari itu dan ia melihat cewek itu ada diantara mereka.

Ada salah satu cewek yang melihat 3 cowok itu dan ia berteriak memperingatkan semuanya. Suasana langsung panik, para cewek-cewek itu langsung mengejar 3 cowok itu untuk menangkapnya.




Ditempat lain tatsuya dan Tetsuya sedang dihalaman sekolahan.

“Tatsuya...” kata tetsuya. Tatsuya melihat Tetsuya. “fumie tidak tau apa klo Mana dan cewek Cattleya lain mencurigai kita. Kau kemarin mengatakan padanya klo “kau bukan temanku” khan?” lanjut Tetsuya membela Fumie karena kemarin Tatsuya berkata kasar pada Fumie. “.. dia sangat terluka” kata Tetsuya menatap Tatsuya.

“biarkan saja”kata tatsuya cuek . “.. tapi kenapa kau perhatian dengan Fumie!”

Tetsuya salah tingkah “aku punya hutang padanya.” Katanya menghindar. Tatsuya mengira hutang yang dimaksud Tetsuya itu karena Fumie menolong Tetsuya saat kejadian pemukulan itu. “... tapi bukan karena itu saja...” lanjut Tetsuya ingin mengutarakan perasaannya yang sebenarnya pada Fumie ke Tatsuya.

“apa itu?” tanya Tatsuya penasaran karena sepertinya Tetsuya mau bicara serius padanya.

“aku... terhadap dia...” blom selesai Tetsuya mengatakannya mereka mendengar bunyi supritan dari satpam sekolahan. Melihat Yuki dan makoto dikejar satpam dan dari sisi lainnya melihat satoshi, shohei dan maya dikejar cewek-cewek. Mereka berdua langsung berlari sembunyi di balik pilar sekolahan yang besar itu. Tiba-tiba bahu mereka berdua ditepuk oleh seseorang. Mereka berdua terkejut dan saat berbalik ternyata dia adalah cewek yang kehilangan dompet itu.

‘lewat sini” bisik cewek itu pada mereka berdua. Cewek itu membawa mereka sembunyi disebuah ruangan.

“arigatou “ kata tatsuya. “wah sekolah ini sangat besar ya” kata tatsuya mengangumi ruangan itu. Tetsuya mengambil dompet cewek itu di sakunya dan mengulurkannya pada cewek itu.

‘ini punyamu kan”

“arigatou gozaimasu” kata cewek itu “sejak dia pergi ke cabang ke dua (cattleya no 2 = bakaleya), fumie sudah jadi ketua osis kan ?”

“iya.. aku kalah dalam pemilihan “ jawab tatsuya “apa dia memang begitu serius, berkelas dan hebat seperti itu sejak dari sini?” sindir tatsuya

“Fumie sangat baik dan kuat dan selalu melakukan yang terbaik untuk sekolahan! Dia cewek yang mengangumkan!” bela Arisaka Yuno atas sindiran tatsuya itu

“kau sepertinya menyukai dia ya?” Arisaka tersenyum “Fumie adalah orang yang aku kagumi”

“by the way.. Cattleya no 2 sedang ada masalah hebat tentang kejadian di internet, dia (fumie)dalam masalah karena itu” kata tetsuya “.. jika kau tau sesuatu tentang itu, bisakah kau memberitahu kami?”

“aku mohon..”

Arisaka tampak kuatir dan binggung sepertinya dia mengetahui pelaku yang sebenarnya.

Ditempat lain cowok bakada lainnya sudah ada diluar sekolah dan mereka heran tidak menemukan Tatsuya dan tetsuya diluar sekolah cattleya.



‘seperti yang aku kira.. cowok-cowok ini mencurigakan kan?” kata mana.

“ayo kita mencari tau tentang ini lagi” kata reika. Fumie termenung dibangkunya dan sedang memikirkan sesuatu.

‘aku rasa ini perbuatan orang lain” kata Fumie

“iya.. cowok-cowok ini tidak ada hubungannya dengan semua ini” sahut Saiya. Mereka berdua sepertinya sudah mencurigai sesuatu.

“aku rasa juga begitu” sahut Sayuri


“sepertinya fumie dan saiya sangat dekat dengan cowok-cowok itu. Mungkin salah satu dari mereka adalah penghiyanatnya.” Kata Mana pada Reika, Kaori,dan An di balkon sekolah. Semua langsung terkejut mendengar perkataan Mana itu.


“meski kita sudah berteman baik sejak 8 tahun ini..” gumam Saiya kecewa atas teman Cattleya yang sudah menghiyanati mereka itu.

Jika kita bisa menyelesaikannya, semua akan kembali normal seperti dulu..” sahut fumie.
‘iya mungkin saja begitu..” kata saiya.
Tetsuya dan tatsuya berlari mendekati mereka berdua.
“ada apa?” tanya saiya terkejut melihat keduanya berlari-lari seperti itu.
“kami sudah tau siapa pelakunya!” seru Tatsuya terengah-engah.
“siapa?!” tanya Fumie penasaran
“untuk lebih pastinya, bisakah kalian membantu kami?” tanya tetsuya.
Fumie dan Saiya mengangguk dan semakin penasaran.


Disekolah ke-esokkan harinya.
“ada sebuah berita ditulis lagi!”
“hahhh”
“lagi?”
Seru cowok – cewek Bakaleya
“benar-benar kurang kerjaan merka” kata Shohei.
“masalah terus terjadi di sekolah Bakaleya! Mereka benar-benar berakhir! Murid kelas 1 sedang membentuk bantuan masyarakat..” baca Sayuri

“tapi kita tak ada yang tau kan ada gosip seperti ini ya?” ucap Sayuri. Saiya dan Fumie terkejut dan sedih karena jebakan mereka berhasil. Begitupun tatsuya dan tetsuya yang sudah merencanakan ini bersama kedua cewek itu.


“mengapa mengajakku kesini?” kata Mana pada Saiya dan Fumie
“bukankah itu kau, orang yang telah berkhiyanat” kata Fumie.
Mana menatap Fumie tajam “hahh?”

“orang yang membocorkan berita di internet bukankah itu kau Mana?”

Mana tersenyum “kenapa aku, apa alasannya?”

“gosip yang tertulis disana adalah berita yang hanya aku dan fumie katakan padamu saja” jawab Saiya. “.. dan itu adalah kebohongan”

Flash Back.

Ternyata Tatsuya dan Tetsuya mendapat informasi dari Arisaka klo kemungkinan Mana yang melakukan itu.

Arisaka sering melihat Mana ke sekolah Cattleya no 1 terus. Ia pernah melihat Mana berbicara dengan seorang laki-laki tapi Arisaka tak melihat wajah laki-laki itu. Mana mengatakan pada laki-laki itu untuk memindahkannya ke Cattleya no 1 karena ia sudah tidak betah di Cattleya no 2. Laki-laki itu bilang klo Mana harus bersabar dulu dan berusaha keras agar semua berjalan seperti yang mereka rencanakan.

Kemudian Tatsuya, tetsuya, Fumie dan Saiya untuk menjebak Mana jadi mereka membuat berita palsu dan memberitahukannya pada Mana saja. Terbukti berita itu tersebar di internet berarti memang Mana pelakunya.

Tatsuya dan Tetsuya melihat dari jauh pembicaraan Fumie, Saiya dan Mana itu.



“mengapa Mana?” tanya Fumie menatap Mana dengan sedih. Mana hanya terdiam memunggugi Fumie. “...Mana, jawab aku” kata Fumie.

“jawab aku!” teriak Fumie berkaca-kaca

Mana sebenarnya juga keliatan sangat sedih. Ia mengambil nafas panjang, berbalik dan memasang wajah tersenyum .



“ini semua karena Fumie..” kata Mana menatap Fumie . “.. karena aku membenci Fumie!” kata Mana dengan kejam. Fumie terkejut mendengar jawab Mana. Tetsuya, tatsuya dan saiya juga terkejut mendengar perkataan Mana.

Mana langsung berjalan melewati Fumie dan Saiya.

Fumie masih tertegun diam ditempat berdirinya. Wajahnya semakin kelam, sedih mendengar sahabatnya membencinya. Airmata Fumiepun tak bisa dibendung berlinang diwajahnya. Untuk pertama kalinya tatsuya, tetsuya dan Saiya melihat Fumie menangis sedih dalam diamnya. Mereka tertegun dan ikut bersimpati padanya. Saiya mendekati Fumie dan memeluknya.



NB : siapakah laki-laki yang bersengkokol dengn Mana??? Siapa pengkhiyanat lainnya itu... 3 episode selanjutnya akan terjawab.