Jumat, 26 Oktober 2012

Sinopsis Sprout Ep.12 - FINAL



1 tahun setelah Souhei pergi meninggalkan rumah Miku. Kamar yg dulu ditempatinya sampai sekarang masih kosong. Miku berangkat sekolah sendirian dan menatap langit dan mengingat 1 tahun yang telah dilaluinya tanpa ada sesuatu yang berarti.



Di lokasi yang lain tapi masih di sekolah, seorang Cowok mengajak Miyuki untuk pergi kencan tapi kemudian di tolak oleh Miyuki. Takeru yang mengintip kejadian tadi jadi tertawa bahagia melihatnya. “yess..”teriak Takeru. Arata berkata klo Takeru harusnya jg mengungkapkan perasaannya pada Miyuki. “kamu juga harus menyatakan perasaanmu pada Kiyoka san”tantang Takeru pada Arata. Arata menjawab klo dia masih dalam proses persiapan untuk itu.





Miku berjalan bersama sahabat-sahabatnya saat dari arah yang berlawanan tampak Souhei dan Hayato berjalan ke arah mereka. Mereka berpandangan (Souhei, Hayato dan Miku) dan Souhei menyapa lebih dulu diikuti Hayato “hey” Miku menjawab tersenyum “pagi” Tapi Souhei dan Hayato tidak berhenti untuk berbicara padanya, dan segera melanjutkan langkahnya. Miku melirik kepergian mereka berdua. Kata hati Miku “kami sekarang kembali menjadi hanya seperti teman satu kelas biasa”



Souhei sekarang ditunjuk menjadi kepala kaptain di team soccer disekolahnya. Haruka yang menjadi manager team mengucapkan selamat padanya dan berharap Souhei dapat bekerja dengan baik.



Saat pulang bersama sahabatnya Miku menggoda temannya yg sedang ditelp pacarnya
“wah pasangan yang sedang kasmaran”
“Miku kapan kau akan mencari pacar lagi”
 “hmm... aku kan tidak populer”
“sejujurnya itu karena kau tidak bisa melupakan Fated Person kamu itukan?.. yang aku maksud Narahashi-kun (Souhei)”
“ohh iya.. bukankah Narahashi kun itu Fated Personnya Miku?”
Miku hanya tersenyum mendengarnya. Miku teringat genggaman tangan Fated Personnya waktu itu saat melewati tangga halaman sekolahannya. Ternyata dihalaman sekolah itu, souhei dan teamnya sedang berlatih soccer.
“kau percaya kan klo suatu hari nanti kau akan bersatu dengan Fated Personmu itu kan?”
“Miku bukankah kau bilang bahwa kau ingin memiliki cinta pertama yang abadi?”
Miku menjawab dengan tersenyum “aku yang salah.. Narahashi bukanlah My Fated Person.. itulah mengapa kami tidak bisa bersatu”

Miku dan teman-temannya melanjutkan berjalan. Souhei tanpa sengaja melihat Miku, ia berhenti latihan dan memperhatikan Miku dari jauh. Melihat Souhei yg tidak berlatih Takeru memperhatikan Souhei yang sedang memperhatikan Miku.






Selesai latihan Takeru berkata pada Arata “hey apakah sampai saat ini Souhei masih menyukai Ikenouchi? Saat kita pikirkan lagi semuanya menjadi mkn jelas alasan dia putus dengan Miyuki dan Alasan dia tidak kencan dengan siapapun setelah itu semua”

Miku pulang kerumah, digerbang rumahnya ia melihat sepeda Souhei disana. Ia bergegas masuk kedalam rumah.


Ternyata didalam rumah memang benar ada Souhei. Souhei tampak sedang makan sate . Ibu berkata klo saja dia tau Souhei datang maka ia akan masak makanan kesukaan Souhei. Taki san berkata klo dia mmg tiba-tiba ingin mengajak Souhei untuk datang.

Miku sangat bahagia melihat Souhei, ia selalu mencuri pandang ke Souhei dan tersenyum bahagia. Kata hati Miku “meski hanya seperti ini.. aku sudah merasa bahagia”




Saat acara makan-makan musim panas usai, Souhei mengambil sepedanya dan selalu memandang kebelakang seperti tidak mau meninggalkan rumah Miku atau seperti menunggu Miku mengantarnya pulang. Dan harapannya terkabul.. Miku berlari-lari kearahnya. Souhei jadi salah tingkah.



‘aku akan mengantarmu sampai ujung jalan sana” “itu tidak perlu”kata Souhei.
“hanya sampai sana kok”
“baiklah sampai sana”
“okay”
Mereka berjalan beriringan.
“aku dengar dari takeru kau menjadi kaptain ya?”
“iya bener”
“selamat ya.. smoga semua berjalan baik”
“thanks”
Kata hati Miku “meski banyak yang ingin aku katakan.. kata-kata itu tidak bisa keluar”




Sampai diujung jalan “aku senang semua sepertinya baik-baik saja”
“Iya. Souhei juga”
“selamat tinggal” kata Souhei menatap tajam miku.
Miku pun menatapnya. “iya” agak lama mereka terdiam seperti tidak mau berpisah.
 “ini pertama kalinya seperti ini ya?”
“eh??”
“ perpisahan kerumah masing-masing”
 “iya benar”jawab souhei “..aku pergi sekarang..”
 “okay..”
“bye..”
“bye..”

Kata hati Miku “kita tidak bisa kembali lagi... ke summer saat Souhei masih ada disini”






Pagi hari waktu Miku berangkat sekolah, dijalan ia bertemu Miyuki. Mereka berbicara dibawah pohon disekolahnya.

“sudah lama ya kita pernah berbicara seperti ini”kata Miyuki “iya kita berbicara banyak saat kau menginap dirumahku” “iya serasa seperti rekreasi sekolahan.. sebuah kenangan”kata Miyuki.

Miyuki menatap tajam Miku membuat miku terheran dan salah tingkah.
“Miku-chan, apakah kau masih mencintai Souhei?”tanyanya
“ehhh??” Miku terkejut dan salah tingkah. “aku tidak menyukai Souhei seperti itu atau apapun.. sejak dia berhenti kost dirumah kami. Kami hanya seperti teman kelas biasa saja”ingkar Miku terbata-bata dan gelisah.


Miyuki tersenyum menatap Miku “miku-chan kau tidak pintar berbohong... saat itu aku ingin menjadi Miku-chan dan aku sangat iri pdmu....... Tapi aku tidak ingin menjadi Miku-chan yang sekarang karena Miku-chan kau sudah menghentikan waktu saat 1 tahun lalu dan mungkin Sou-chan juga. ......Apakah kau rela klo Sou-chan kencan dengan orang lain?”



Miku menerawang sebentar dan menjawab “itu terserah keputusannya Souhei”
 “apa kau yakin?” nada bicara Miyuki kecewa dengan jawaban Miku. “..menurutmu kenapa aku putus dengan Sou-chan?”kata Miyuki dengan penuh emosi dan menggoncang-goncangkan badan Miku. “Miku kau harus maju selangkah!” jika kau tidak melakukannya, itu berarti blom berakhir untukku juga” Miku merenung sebentar dan segera berlari..


Di aula sekolahan Hayato mengajak Souhe bertemu “apa yang ingin kau katakan?”tny Souhei pada hayato.



“kenapa kau tidak bersama miku?”tny Hayato.
Souhei jd bingung dengan pertanyaan Hayato.
“.. bukankah kau masih menyukainya?”
 “apa yang kau katakan tiba2 seperti ini?”Kata Souhei gelisah dan menghindar. . “aku tidak menyukai Miku seperti itu atau apapun..”ingkar Souhei (sama seperti jawaban Miku saat ditanya Miyuki.)

Hayato tersenyum pahit “kau tidak perlu berbohong lagi. Kau harus cepat dan pergi menyatakan perasaanmu”
Souhei tertunduk mendengar kata-kata Hayato. “semuanya baik-baik seperti apa adanya”jawab Souhei akhirnya. “meski aku pikir aku akan bersama Miyuki selamanya, tapi aku tdk mampu melanjutkan perasaan ini.”
“apa kau pikir Miyuki bahagia dengan itu?”tny Hayato “...apa kau rela klo Miku kencan dengan orang lain?”tny Hayato juga msh sama dengan pertanyaan Miyuki pada Miku.
Souhei melihat Hayato kemudian menerawang dan menjawab “ ya.. jika itu membuatnya happy”
“apa kau benar-benar berpikir seperti itu?”kata hayato emosi.
“ya” ucap Souhei sekali lagi. Hayato mendekati Souhei dan mencengkram bajunya. Hayato tak dapat menahan diri, ia memukul Souhei sampai Souhei terjatuh.


“apa kau tau apa yg aku dan Miyuki rasakan saat putus dengan kalian?!! Biarkan aku ikut bahagia krn putus dengan Miku”
“ehhh??” Souhei menatap hayato heran.
“Jika dia tidak bahagia maka aku juga tidak bahagia”kata hayato lirih. Souhei terdiam menunduk, mengerti arah pembicaraan Hayato. Perkataan Hayato membuka pikirannya dan Souhei berlari meninggalkan Aula.

Miku berlari terus menuju sekolahnya dan menaiki tangga dengan cepat. Karena tidak hati-hati kakinya tidak menapak tangga dengan benar sehingga Miku terjatuh.
“ouchh.. sakit..”rintih Miku sambil duduk ditangga melihat kakinya. Tiba-tiba seseorang datang dan mengulurkan tangan kepadanya. Miku terkejut dia merasa dejavu dengan kejadian ini.


Miku tidak menerima uluran tangan itu segera. Tapi Miku memandang keatas, ke wajah orang yang menolongnya itu. Kali ini Miku bisa melihat wajah penolongnya itu dengan jelas. Dan orang itu adalah...... Souhei.!! Miku terus melihat Fated Personnya itu tanpa berkedip. Souhei tersenyum dan menatap Miku msh dengan mengulurkan tangannya. Mikupun mengulurkan tangannya pada tangan Souhei dan Souheipun menggenggam tangan Miku erat.







Miku bangun dari posisi duduknya ditangga. Mereka masih berpegangan tangan dan saling memandang tajam.
Miku dengan terbata-bata bekata pelan “ Souhei.. a..a...aku... “ “souhei tersenyum menunggu apa yang akan dikatakan Miku.





“Souhei.. Aku menyukai Souhei..”ungkap lirih Miku pada Souhei, Miku menunduk malu dan terisak “aku selalu... menyukai Souhei..”
Souhei tersenyum lega dan menatap Miku “Miku...” Miku yang menunduk menatap Souhei dengan airmatanya. Souhei langsung memeluk erat Miku. “miku... suki da yo (aku mencintaimu)... aku mencintaimu, miku” Miku menangis bahagia dan memeluk Souhei erat-erat.



Souhei melonggarkan pelukannya pada Miku tapi masih memeluk tubuh Miku sehingga jarak mereka hanya beberapa centimeter saja. Mereka saling memandang penuh cinta dan menyentukan dahinya satu dengan yang lain.
Kata hati Miku “cintaku dan cinta souhei akhirnya menyatu untuk pertama kalinya.







Mereka berjalan bergadengan tangan “sampai kapanpun.. apapun yang terjadi, aku tak akan melepaskannya. Itu yang bisa kukatakan sekarang.”




Tunas-tunas (SPROUT)pun mulai tumbuh seperti cinta Miku dan Souhei suatu hari pasti akan semakin bertumbuh, berkembang dan berbuah.

“MY FATED PERSON (JODOHKU)


THE END


NB : yahhh.. akhirnya selesai juga Sinopsis pertamaku..” gomen ne” jika jauh dari bagus.. hehehe.. pengalaman pertama.

Dibawah ini foto-foto di theme song saat awal episode dimulai yang belom aku masukkan sebelumnya..












Selasa, 23 Oktober 2012

Sinopsis Sprout Ep.11



Miku sedih mendengar Ibu Souhei meminta souhei untuk pulang ke rumah dan meninggalkan rumah Miku. Kata hati Miku “Esok tanpa Souhei belom pernah aku pikirkan sebelumnya”


Pada Hayato, souhei berkata alasannya dan Miyuki putus dan memberitahukan Hayato klo dia akan pindah dari rumah Miku.

Souhei kemudian janjian dengan Miyuki dan membawa barang yang dipinjam dari masing-masing mereka. Miyuki dan Souhei berbicara seperti teman biasa, normal dan tidak canggung lg.



Arata dan Takeru sedang berbicara mengenai putusnya Souhei dan Miyuki, diam-diam Haruka senior/manager tim mendengarnya. Haruka bertemu dengan Souhei yang sedang latihan dilapangan dan ingin berbicara dengan Souhei setelah usai latihan.

Usai latihan Souhei menemui Haruka “ senior apa yang ingin kau biacarakan?” Haruka tidak menjawab hanya menatap Souhei lama. “apa yang terjadi?”tanya Souhei “bukankah yang ada masalah adalah Souhei?”kata Haruka menatap tajam Souhei. Souhei pun menjadi kikuk dengan pertanyaan dan pandangan mata Haruka. “aku tidak bisa melihat kau memaksakan senyuman terus” “sekarang itu sdh bukan masalah, aku sudah bisa tersenyum sekarang”jawab Souhei “apakah tidak sakit lagi?”tny Haruka “aku baik-baik saja” Haruka menatap Souhei tajam.. “.. Souhei..”bisik Haruka. Souhei menatap Haruka dan tiba2 saja Haruka mencium Souhei, Souhei hanya terdiam dengan ciuman tiba2 itu.


Aku mencintaimu Souhei”ungkap haruka.
Souhei bangkit berdiri dan menundukkan kepalanya “maaf” kata Souhei krn tidak bisa membalas cinta Haruka dan pergi dari sana.



Miku gelisah dan berulang kali melihat kamar Souhei, kemudian ia menelepon sahabatnya dan curhat tentang perasaan cinta yang dia rasakan. Sahabatnya mengatakan bahwa mencintai seseorang berarti hanya memikirkan tentang orang itu, tersenyum, menjadi berisik, dan mudah cemburu.. gampang cemburu juga.. perasaan yang tidak bisa kau tahan. Saat itu tiba-tiba souhei datang. Kata hati Miku “jadi hanya ada satu cinta sejati”

Saat sedang membantu ibu memasak didapur, ibu mengatakan kalau Souhei akan meninggalkan rumah untuk pulang kerumahnya sendiri satu minggu lagi. Mendengarnya Miku terkejut karena secepat itu ia akan berpisah dengan Souhei. Kata hati Miku “Souhei akan menghilang”

Souhei sedang dibalkon kamarnya sendirian menghirup udara malam dan sesekali Ia melihat balkon kamar Miku sepertinya ia jg memikirkan Miku.



Didalam kamar Miku menatap fotonya dengan Hayato dan meneteskan airmata “seandainya aku bisa menulis ulang cinta dengan cinta maka cintaku adalah Souhei”



Miku mengajak Hayato bertemu. Sambil berjalan pelan Hayato bertanya “apa yang ingin kau katakan?” “umm.. aku..”kata Miku ragu-ragu. Hayato menatap Miku dan berkata lirih “ayo kita putus... itukan yang akan kau katakan kan?” “.. aku tau itu, krn semua terbaca dari wajahmu”bisik Hayato “aku tidak menyesali semuanya..”lanjut Hayato.

‘semuanya itu adalah dari Hayato..”kata Miku “...kata-kata cinta pertama, kencan pertama, pegangan tangan. Semua itu..Hayatolah orang pertamanya. Aku bahagia orang itu adalah hayato.”miku berkata-kata dengan menangis. Hayatopun sedih harus putus dengan miku dan memaksakan senyuman dibibirnya.



Dirumah ada pesta perpisahan dengan Souhei dengan penghuni rumah semua. Ibu memasak makanan kesukaan Souhei dan banyak sekali makanan hari itu. Souhei memberi sambutan perpisahan dengan orang rumah dan berkata alasan utamanya dulu keluar dari rumah adalah karena ia melarikan diri dari keadaan rumah dan emosi ibunya yang tidak setabil setelah bercerai dengan ayahnya. Meski Souhei sangat senang tinggal dirumah miku tapi mendengar suara ibunya yang menangis dan kesepian ia menjadi tidak tega. Jadi itu alasannya dia pulang ke rumah. Taki tiba2 menangis, membuat yang lain menggodanya dan suasana yg tadinya serius menjadi cair lagi. Miku beberapa kali mencuri pandang Souhei disebelah kirinya.



Miku melihat Souhei menikmati malam terakhirnya di teras rumah, ia pun menawarkan teh barley pada Souhei. Mereka duduk bersisian diteras rumah.
“summer akan berakhiir”kata Souhei
 “iya.. aku belom mengembalikan lonceng anginmu”kata Miku
 “tidak apa-apa.. pasang lagi saja ditahun depan” “thanks.. pasti akan kulakukan”
kata hati Miku “tapi Souhei sudah tidak akan ada disini lagi”
Miku menatap Souhei dari samping dengan sangat sedih dan hampir menangis
“jarak terdekat seperti ini, suasana dan rumah saat bersama Souhei akan berakhir hari ini”

\

Merasa diperhatikan Souhei menoleh pada Miku. Miku yang tidak bisa menahan airmatanya memegang lengan kanan Souhei dan langsung menangis. “tlg pinjamkan lenganmu sebentar”pinta Miku terisak. Ia menangis diatas lengan Souhei. Souhei hanya bisa memandang Miku dengan sedih pula.






Kata hati Miku “jangan pergi...... tolong jangan pergi....”

“summer bersama Souhei berakhir sekarang!”





Jumat, 12 Oktober 2012

Sinopsis Sprout Ep. 10

Mendengar Miyuki tidak pulang semalaman Souhei menjadi panik, ia teringat kejadian sebelumnya, saat ia dan Miyuki bertengkar. Ia naik sepedanya dengan cepat menuju sekolah. Ia menuju ruang ganti soccer club dan meminta bantuan Arata dan Takeru utk ikut mencari Miyuki. Mereka bertiga berpencar mengelilingi sekolahan sampai ke lantai atas sekolahan tapi Miyuki tidak ada disana. Dari penjaga sekolahan mereka tau klo Miyuki barusan saja memang ada di sekolahan. Arata bertanya pada Souhei “apakah ada tempat kenangan kalian berdua?” Souhei langsung ingat sebuah tempat. Ia segera berlari dan naik sepedanya lagi.



Miku menelepon Hayato “ aku belom mendapat kabar dari mereka, mungkin mereka belum menemukannya” “oh begitu ya” jawab Hayato pelan
“aku heran dengan apa yang terjadi pada Miyuki-chan. Souhei bilang sebelum kejadian ini ia dan Miyuki bertengkar” lanjut Miku dengan kuatir. Hayato melamun ia teringat bagaimana bahagianya dan akrabnya saat Miku dan Souhei bersama.



Souhei akhirnya sampai di gerbang sebuah kuil dan saat masuk ke pelataran kuil ia menemukan Miyuki disana. “Miyuki..!”teriak Souhei dan berlari memeluk Miyuki.
Souhei memandang wajah Miyuki dan menarik nafas lega“syukurlah.. apa yang kau lakukan ini”tanya kuatirnya.
“aku sudah menunggu Sou-chan. Aku pikir kau tidak akan menemukanku”
“jangan tiba-tiba menghilang tanpa bicara apa2!”seru Souhei
“tapi kau akhirnya menemukanku..”





Miku pergi ke restoran tempat Hayato bekerja dan Hayato menyambutnya. “selamat datang”
“aku dapat telepon dari Takeru dan dia berkata klo mereka sudah menemukan Miyuki-Chan. “ “syukurlah klo begitu. Apa kau ingin minum sesuatu?”
“iya.. “ Hayato mempersilahkan Miku duduk. Dengan tersenyum senang Miku berkata “ Souhei pasti sudah tenang”
Hayato melihat expresi wajah bahagia Miku dengan getir. Miku memandang Hayato yang terdiam dengan pandangan penuh tanda tanya.
“jadi sebenarny orang yang kau kuatirkan adalah Souhei..”ucap Hayato memandang Miku kecewa. Miku kaget “.. tidak begitu”
“Miku... kau... “ Hayato tidak jadi melanjutkan kata-katanya.
“ada apa?”tanya Miku gelisah melihat ekspresi wajah Hayato. Hayato meninggalkan Miku yang tidak mengerti dengan eksperi wajahnya . “Hayato...???”




Souhei dan Miyuki berjalan-jalan di kuil dan teringat bahwa itu tempat pertama kali mereka berkencan. Souhei berkata , ia sangat bahagia saat akhirnya Miyuki mau diajaknya ke kuil tersebut.

Flash Back

Souhei dan Miyuki berdiri bersebelahan dan berdoa di kuil itu. Miyuki yg selesai berdoa lebih dulu memandang wajah Souhei yang masih berdoa.
Saat Souhei selesai berdoa miyuki bertanya “kau menyampaikan doa permohonanmu ya?”
“Itukan permohonan tapi ucapan terima kasih”
 “apa karena permohonanmu terkabul?”
‘iya” angguk Souhei
“apakah itu?”tny Miyuki. Souhei tersenyum malu-malu.
“apa itu.. aku ingin tau?”
“saat itu aku berharap Hayato, Miyuki dan aku bisa satu sekolahan dan aku harap agar Miyuki bisa jadi pacarku”


Kembali ke masa sekarang

Seperti saat dulu keduanya berdoa bersebelahan. Kali ini Souhei berdoa lebih cepat. Souhei memperhatikan Miyuki yang berdoa disampingnya.

”apa permintaanmu saat ini?”tny Souhei “...apa kau tidak mau mengatakanya lagi seperti saat dulu?”
“aku berharap agar permohonanku yang dulu dilupakan saja”
“permohonanmu yang dulu itu apa?”
“aku ingin bersama Sou-chan selamanya”gumam lirih Miyuki.
Souhei terkejut mendengarnya “tapi kenapa kau membatalkannya tadi?”
“Sou-chan.......... kita putus saja ya...”kata Miyuki menatap tajam Souhei. Souhei kaget mendengarnya. Miyuki berjalan keluar dari kuil.
“tunggu.. kau jangan memutuskannya sendiri”
“itu sudah keputusanku..”
“kita berdua kan yang menjalaninya.. aku masih ingin tetap bersama Miyuki mulai sekarang. Aku akan berusaha agar Miyuki mencintaiku lagi”
Miyuki menangis mendengarnya dan menghentikan langkahnya.
“kau tak perlu melakukannya.. aku tidak ingin Sou-chan memaksa dirimu sendiri”
“meski aku harus berusaha kuat aku akan tetap bersama Miyuki..” teriak Souhei meyakinkan Miyuki
“aku tidak menyukainya!” teriak Miyuki
“kenapa bgt?”tny Souhei

“karena itu bukan diri Sou-chan yang sebenarnya!.. apapun yang kau lakukan, Sou-chan harus menjadi dirimu sendiri ”
“Miyuki..”
“kau hanya mencoba untuk menjaga janjimu untuk tetap disisiku selamanya kan?... kau tidak ingin menghiyanatiku, jadi kau berusaha membuang perasaanmu sendiri kan? bahkan perasaanmu yang sebenarnya sudah tidak bersamaku lagi. .....Bodoh..! kau seperti orang yang bodoh... tapi aku suka Sou-chan yang seperti itu"
Souhei terdiam menahan tangis mendengar kata-kata Miyuki. Sepertinya perkataan Miyuki benar, jadi Souhei merasa bersalah pada Miyuki. Miyuki menahan airmatanya yang mulai menetes dan melanjutkan perkataannya.

“........... Aku berpikir tidak akan baik jika itu bukan sou-chan. Aku berpikir aku tidak bisa hidup tanpa Sou-chan. Tapi aku mengerti... sekarang aku akan berdiri dengan kakiku sendiri. Itulah sebabnya.. sekarang aku baik-baik saja. Sou-chan waktu kebersamaan kita selama ini tidak sia-sia kan?”

“iya.. “jawab Souhei lirih “Miyuki........ maafkan aku” Souhei berkata penuh penyesalan. Airmata miyuki semakin deras mengalir.



Souhei mengantar Miyuki sampai disebuah jembatan “ayo kita berpisah dengan senyuman”kata Miyuki sambil memaksakan sebuah senyuman dibibirnya. Meski mencoba tersenyum souhei ttp saja tidak bisa tersenyum “itu tidak mungkin..”kata souhei

“ini saatnya kau memaksakan dirimu sendiri.” Souheipun memaksakan tersenyum “kau benar..”kata Suohei saat berhasil tersenyum.
“selamat tinggal Sou-chan”
“selamat tinggal miyuki” kata keduanya dengan senyum paksaan dibibir mereka. Saat Miyuki akhirnya berbalik dan berjalan menjauh, souhei langsung menangis begitupun Miyuki.



Saat Miku pulang kerumah ia melihat Souhei berdiri mematung ditempat parkir sepeda. Souhei terkejut “ehh.. selamat datang” sapanya pada miku
“apakah Miyuki –chan baik-baik saja? Kau sdh menemukannya kan?”
Souhei terkejut menjawabnya “ohhh.. iya .. dia baik-baik saja.. maaf sdh membuatmu kuatir”
“it’s okay..”jwb Miku.
Takki san tiba-tiba keluar dari rumah
“takki san, kau akan kemana?”tny souhei tiba-tiba
“aku akan ke toko”
“yaaa.. aku pikir sejak dari tadi, kaosmu itu keren juga ya.. cocok dengan Takki san”perkataan Souhei yang aneh dan tiba-tiba itu membuat Takki san dan Miku jadi keheranan dengan tingkah souhei yang beda dari biasanya.
Takki menjawab dengan msh heran “aku akan memberikannya padamu klo kau suka.”
Souhei hny tersenyum dan segera masuk ke rumah meninggalkan Takki san dan Miku yang bengong melihatnya.



Malam harinya karena tidak bisa tidur Souhei duduk diteras rumah melamun. Takki san jg pergi ke teras dan melihat Souhei duduk sendirian langsung duduk disampingnya.
“aku merekomendasikan kaset ini untukmu.” Kata Takki menyapa souhei sambil mengulurkan cd gamenya.
“aku tidak pernah bermain game..”
“jika kau ingin membersihkan pikiranmu kau harus bermain games. Aku tidak punya cd romantis. Souhei kau seperti karakter favoritku, masao. Masao berpura-pura baik-baik saja setelah putus dengan pacarnya seperti souhei sekarang ini”
Souhei terkejut krn Takki tau keadaannya.
 “... maaf jika aku salah mengira.. “
Souhei yang terdiam akhirnya berkata seperti mengiyakan perkataan Takki. “bolehkah aku meminjam kasetmu?”
“jika souhei-kun laki-laki dewasa, aku sdh pasti mentraktirmu bir..”
Souhei terdiam menahan kesedihannya. “disaat seperti itu.. maukah kau mendengarkanku sbntr?”
“tentu saja”jawab Takki san

“aku sangat mencintai Miyuki. Dia tidak berkata apa-apa dan hanya berada disisiku saat aku ada masalah berat. Tapi aku tidak melakukan apa-apa ketika akhirnya aku membuatnya merasakan itu. Bahkan aku berjanji pdnya bahwa aku akan bersama Miyuki selamanya. Tapi itu bukan kebohongan, aku pikir aku tidak akan berubah. Meskipun aku sudah memaksakan diriku sendiri, aku ingin tetap memegang janjiku.”

“souhei-kun jika orang tidak berubah, maka mereka tidak akan maju. Saat kita berubah maka kita akan disakiti dan menyakiti orang lain. Kita rasakan sakit itu dan menyembuhkan rasa sakit itu. Itulah perjalanan hidup. Itu yang aku dpt dr rurika (manga idola takki san)”kata takki san menghibur Souhei.

Tangisnya pun pecah “maaf..” kata Souhei yang menangis . Takki merangkut Souhei dan ikut sedih. Miku yang mendengarnya ikut menangis merasakan kesedihan souhei.



Pagi harinya Souhei dan Miku sama-sama berdiri didepan balkon kamarnya masing-masing.
“ayo kita pergi bersama.”
“ehh??/”
“kita ajak Takki san dan yang lain jg.”
“kenapa tiba-tiba?”
“maaf.. kemarin tanpa sengaja aku mendengar pembicaraanmu dengan Takki san.”
Souhei grogi dan salah tingkah dan menjawab dengan bercanda “sheeshh,.. kau ini penguping ya?” “apakah ada yang bisa aku bantu?”tanya Miku
“terima kasih.. aku baik-baik saja”jawab Souhei tersenyum.



Souhei menerima telpon dari ibunya dan mengangkatnya. Miyuki berjalan masuk ke kamarnya.
“ya ibu.. ya,aku baik-baik saja.. apa? Pulang? Kau ingi aku tidak kost lagi? Seru souhei.
Miku yang masih berjalan terkejut mendengarnya dan berbalik melihat Souhei. Souheipun langsung melihat Miku. “souhei akan pergi.....” kata hati Miku





NB : mengenai perpisahan Souhei dan Miyuki ga tau mo bilang apa. Tapi Miyuki benar jg siy, ga mau tersakiti dan menyakiti Souhei lebih dalam. Cinta tidak bisa dipaksa juga. Tapi.... melihat preview selanjutnya...  huaaaaa.... (nangis 1 ember....* ember mainan anak-anak!) menyedihkan sekaleee...