Kamis, 02 Mei 2013

Sinopsis : Itazura Na Kiss, Love In Tokyo - Ep. 3

Episode 3  : Apakah kopi pagi itu beraroma cinta?



Sepanjang jalan pulang kotoko sangat bersedih dengan hubungannya bersama naoki.

“dengan dia menolakku beberapa waktu yang lalu. Aku pikir aku akan baik-baik saja mendengar dia berkata jahat padaku. Lalu kenapa aku harus menangis?” batin kotoko.

Kotoko menengadah menatap langit dan ia melihat sebuah bintang jatuh lagi. “tapi setelah semua ini.. aku masih saja mencintai Irie-kun” kata kotoko sedih.


Sampai rumah kotoko langsung disambut ibu irie yang menguatirkannya.
“kotoko, kau terlambat. Aku kuatir padamu. “
“maaf aku lupa menghubungimu”

Kotoko setelah ijin ke kamarnya dulu, ia langsung berjalan meninggalkan ibu irie.


Didalam kamarnya kotoko mengambil surat yang ditulisnya untuk naoki. Ia terus menatap surat itu dan akhirnya membuka surat itu.

Kotoko langsung membacanya suratnya lagi. “surat cinta pertama yang pernah aku buat dalam hidupku. Surat yang tidak akan pernah terbaca. Aku tau dia tidak baik padaku..  tapi aku masih mencintainya.” Batin kotoko.

Naoki keluar kamar mandi dan mengetuk pintu kotoko. Maksud dia adalah untuk gantian mandi karena kamar mandi lantai 2 hanya ada 1.

“oiyy.. kamar mandi sudah kosong.” Seru naoki tapi tak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar kotoko. Naoki jadi penasaran “aku masuk ya” ijin naoki membuka pintu kamar kotoko.  “ibuku bilang kamar mandi sudah kosong.”


Naoki membuka pintu kamar kotoko dan dari pintu ia melihat kotoko tertidur di meja belajarnya.
 Kotoko tertidur pulas sampai tak menyadari Naoki memasuki kamarnya. 


Naoki melihat disebelah kotoko ada kertas yang dibuka, ia mendekati kotoko dan meraih kertas yang ternyata surat yang pernah diberikan padanya. Karena naoki ingin tau isi surat itu, ia meraihnya dan membacanya.

senang berkenalan denganmu naoki irie
Namaku kotoko aihara
Aku dari kelas F
Kau tak tau aku, tapi aku tau kamu.
Sejak kau  pidato di upacara masuk sekolah 2 tahun yang lalu, 
aku sudah mengagumi kepandaianmu dan wajah tampanmu. 
Sejak pertama bertemu denganmu, 
aku  merasa seperti tertimpa bintang jatuh
 Aku mulai punya rasa special untukmu.
 Yang ingin aku katakan pada irie-kun adalah.. aku mecintaimu.


Pagi harinya kotoko terkejut krn terbangun diatas meja belajarnya. Saat ia melihat jam ia terkejut karena hampir jam sekolah.

Kotoko pergi ke ruang makan dengan terburu-buru. “ohayou gosaimasu” sapa kotoko kembali ceria.

“kau selalu saja kesiangan kotoko. Kenapa kau tak bangun awal dan membantu ibu irie?” kata ayah mengingatkan kotoko.

“maaf” ucap kotoko

“jangan kuatir noaki dan yuki juga tidak membantuku” jawab ibu ia menarik kotoko dan mendudukkan kotoko ke kursi “kau cepatlah dan segera makan.”

Kotoko duduk dan mengambil rotinya dan seperti biasa didepannya ada naoki sedang membaca Koran.  
Kotoko terus menatap wajah naoki sampai suara ayah mengagetkannya.

“kotoko bisakah kau pulang awal hari ini?” maksud ayah jangan mampir-mampir ke tempat lain.
 “baiklah.. kenapa?”
 “iri chan dan keluarganya sudah begitu baik kepada kita jadi aku akan membuatkan dinner mala mini dan menunjukkan terima kasih kita pada mereka. Apakah kau bisa membantuku ?”
 “iya benar. Lagian restauranmu kan tutup hari ini” jawab kotoko

“sudahlah Aihara san, kau tak perlu melakukan itu.”sahut ibu irie
“iya ini setidaknya yang bisa kami lakukan.”
“yah ai-chan adalah koki terbaik didunia, ini patut kita tunggu kan ya naoki dan yuki?” kata bapak irie tertawa

“iya “ jawab naoki “terima kasih untuk makanannya. “ naoki pun pamit. Ibu irie lalu meminta kotoko juga segera pergi. Kotoko buru-buru menghabiskan rotinya. 

Setelah habis kotoko mengejar naoki di pintu depan. Naoki sedang memakai sepatu sekolahnya saat ia datang.  Naoki tau kotoko dibelakangnya dan ia menoleh. Ia menatap kotoko lama membuat kotoko bertanya-tanya “ada apa?” Tanya kotoko.

Naoki berbalik mendekatinya, tangan naoki terulur ke  rambutnya dan mengambil sesuatu.
“oh ada potongan roti disini.” Ucap naoki. Ia menunjukkan pada kotoko setelah itu berbalik pergi.
 Kotoko jadi sangat malu, ia membersihkan mukanya biar tidak ada sisa-sisa roti dimukanya.

Tapi kotoko masih saja dengan perlakuan naoki tadi yang agak perhatian padanya “apa itu tadi”gumamnya heran.

 

Di sekolahan, kin-chan merasa kotoko dalam bahaya jika bertemu naoki jadi kemanapun kotoko pergi maka kin-chan cs segera mengawalnya. Sebenarnya kotoko merasa itu justru mengganggunya tapi apa daya, itulah sahabatnya.

Tanpa mereka sadari ternyata musuh mereka ada dibelakang mereka. Naoki melihat ulah kotoko dan 3 teman cowoknya itu.

“bukankah gadis itu yang tinggal dirumahmu?” Tanya teman naoki.
 “aku tak peduli “ ucap Naoki terus berjalan. masak siy.. tapi kenapa tadi liatin naoki terus ya... :P
 

Malam harinya kin-chan mengajak jinko, satomi dan 2 sahabatnya untuk mengawasi rumah kotoko.  Jinko dan satomi terkagum melihat rumah besar keluarga irie itu. Diam-diam mereka memasuki halaman rumah keluarga irie dan melihat kedalam rumah.

Malam itu ayah kotoko yang memasak seperti janjinya. Semua terhidang diatas meja makan, lengkap, penuh dengan  makanan enak-enak.


Yuki melihat ada 1 makanan yang bentuknya sama sekali tidak menarik. “apa ini?” tanyanya
 “haha.. itu tahu goreng yang aku buat” jawab kotoko tersenyum. “keliatan jelek tapi enak kok rasanya” lanjutnya.

“aku tak mau memakannya!” ejek yuri. Naoki juga melihat bentuk makanan kotoko “aku juga tidak mau makan!”
Ibu irie jadi tidak enak” naoki, yuki.. jangan bilang seperti itu”
“iya benar.. ayo kita makan” sahut bapak irie.

Diluar kin-chan kesal karena melihat makanan kotoko dihina naoki dan yuri.

Bapak irie yang pertama-tama mengambil tahu yang dibuat kotoko. Semua menatap bapak irie yang memakannya.  “jika aku memakannya kalian berdua juga harus makan okay?” bapak irie memakan masih dengan tersenyum.

Melihat ayahnya makan, semua menunggu perubahan yang terjaadi pada bapak irie, tapi sepertinya enak-enak saja. yuki lalu ikut mengambil tahu goreng iitu dengan sumpitnya dan memakannya.
 

Tak lama setelah tahu goreng masuk ke mulut yuki, wajah bapak irie berubah.. ia seperti menahan sesuatu. Yuki yang terlanjur makan langsung komentar “rasanya tidak enak” serunya.

“sudah kuduga”sahut ayah kotoko. “tidak, ini enak” kata bapak irie berbohong meski ia harus minum air putih banyak untuk mengusir rasa makanan kotoko.. hihihii

Kotoko tertunduk malu dengan hasil makanannya.

“ah kau tak perlu berbohong seperti itu iri-chan. Masakannya selalu tidak enak. Aku tak percaya dia anakku. Jika dia seperti  ini, dia tidak akan punya keluarga yang bisa dinikahinya”

“gomenasai” ucap kotoko malu
 

“jangan kuatir, kotoko akan menikah dengan anggota keluarga kami” sahut ibu irie tersenyum. Semua langsung menghentikan makannya dan menatap ibu shock., apalagi naoki dan yuki. Dari luar kin-chan cs juga terkejut dengan apa yang diucapkan ibu irie.

“maksud perkataanku tadi adalah Naoki akan menikahi kotoko.” Lanjut ibu irie menjelaskan . kotoko langsung tersenyum-senyum bahagia dapat restu kartu hijau dari calon mertua langsung.. hehehe

Sementara itu naoki melihat ke expresi  kotoko yang tampak senang itu.

“aku menolak! Aku tidak setuju” teriak yuki tidak rela kakaknya yang cerdas menikah dengan kotoko yang bodoh.
“dia benar. Tolong jangan putuskan tanpa bertanya pada kami!” kata kotoko
“berhenti bermain-main dengan hidup kami.” Kata naoki.
“benarkah? Aku pikir kotoko adalah typemu Naoki.” Sahut ibu.

“benarkah itu” Tanya kotoko berbunga-bunga.
“itu tidak benar.” Sanggah naoki “aku tak menginginkanmu” lanjutnya menatap kotoko.
“aku juga tak menginginkanmu” sahut kotoko

Diluar kin-chan yang mendengar langsung tertawa senang “bagus kotoko”

Naoki tertawa mendengar ucapan kotoko yang ia tau pasti itu bohong “benarkah begitu? Tapi kau mengirimkanku sebuah pesan cinta membara.”ejek naoki tertawa dihadapan semuanya.  Lalu naoki mengulang kata-kata disurat yang pernah dibacanya itu

senang berkenalan denganmu naoki irie
Namaku kotoko aihara
Aku dari kelas F
Kau tak tau aku, tapi aku tau kamu.

Kotoko terlonjak berdiri dari kursinya, ia terkejut naoki tau isi suratnya. Noaki tetap menatap wajah kotoko yang kaget itu dan terus mengucapkan isi surat kotoko.

Sejak kau  pidato di upacara masuk sekolah 2 tahun yang lalu,
aku sudah mengagumi kepandaianmu dan wajah tampanmu.

Saking kesalnya kotoko menampar wajah naoki keras. Semua terkejut melihatnya. Naoki sangat marah ditampar kotoko didepan semuanya “mengapa kau lakukan itu!” teriak naoki menggebrak meja makan.  Mereka sama-sama berdiri, menatap dan wajah penuh amarah.


“jahat! Kau membaca suratku?” isak kotoko
 “itu kan ditulis untukku.” Teriak naoki        
 “tapi kau tak perlu mengingat semua kata-katanya!’ teriak balik kotoko.

“aku tak bisa apa-apa! Jika aku baca sekali saja maka aku akan ingat semuanya!” sahut naoki membela diri.. dasar anak genius baca sekali saja langsung inget semua… kerenn..

“tapi kau tak perlu mengucapkannya didepan semua orang!”

Suasana kedua makin panas saja, mereka saling berteriak. Ibu irie langsung menengahi “tunggu.. tunggu.. apa yang kalian maksudkan? Apakah itu artinya kotoko menyukai Naoki sejak lama?”

“ya..” jawab naoki dan sadar mereka bertengkar dihadapan keluarga mereka. Naoki kembali duduk dikursinya tapi masih menatap kotoko kesal.

“katakana pada semuanya kebenarannya.” Paksa naoki.
Kotoko tertunduk dan mengaku” iya aku pernah menulis sebuah surat cinta.”
“jadi itu benar kotoko?” Tanya ayah.

Kotoko duduk dikursinya dengan tertunduk malu.
“berarti saranku bukan sekedar mimpi.”ucap ibu irie senang.

“tapi aku menulis surat itu sebelum kami pindah kerumah ini. Sekarang aku tidak suka padanya” elak kotoko
 “jangan berkata seperti itu. Kau harus mulai menyukai naoki lagi, benar kan sayang? “ Tanya ibu irie pada suaminya.

Bapak irie terkejut dengan pertanyaan istrinya tapi ia segan sama ayah kotoko klo menolaknya, jadi ia menjawab “baiklah, jika itu membuat mereka bahagia” jawabnya melirik naoki.  Naoki tertunduk tak menanggapi lagi omongan kedua orangtuanya.

Dari pintu luar kin-chan berteriak “tunggu.. tolong buka pintu ini”
Semua terkejut melihat siapa yang diluar “siapa anak-anak itu?” seru bapak irie terkejut.

“kin-chan?” kata kotoko terkejut melihat kin-chan disana.
“kotoko buka ini” teriak kin-chan.
“ah mereka temanku” kata kotoko berlari untuk membuka pintu.  “apa yang kalian lakukan dirumah orng lain?” Tanya kotoko.

“maaf dia ingin mencari tau apa yang terjadi denganmu.” Satomi minta maaf.
 
Kin-chan masuk seenaknya tanpa permisi dan langsung mendekati naoki. “irie memang genius tapi dia adalah seorang pria, dia bisa jadi binatang liar setiap waktu. Untuk itulah aku disini”seru kin-chan marah “aku dengar  dia berkata seenaknya”

Naoki masih cool saja tidak melihat ke kin-chan.

“kau ini siapa?” Tanya yuki

“heiii!” teriak kin-chan tapi ia tersadar klo ia penyusup dirumah orang. Ia menatap orang-orang yang ada disekeliling. Kin-chan lalu memberi hormat pada para orangtua dan tersenyum “senang bertemu denganmu keluarga Irie. Saya kin, kinnosuke Ikezawa. Saya teman sekelasnya kotoko” katanya memperkenalkan diri.

“berarti kau juga bodoh!” teriak yuki. Kin-chan langsung mngeram marah”hahhh!!” kotoko langsung memegangi tangan kin-chan yang seperti mau menerkam yuki itu. “yuki jangan bilang seperrti itu” kata ibu
“aku dan kotoko punya hubungan panas dikelas” lanjut kin-chan

“kin chan, itu tidak benar!” sanggah kotoko
“kotoko kau benar-benar popular ya” puji ibu senang.
“iya dia memang begitu” sahut kin-chan
“maaf atas semua ini”kata kotoko pada semuanya.

Kin-chan menatap naoki yang hanya diam saja itu “tolong jangan coba melakukan apapun kepadanya, okay? Menikah?? Lupakan saja! Mengerti irie-kun!”

“aku tak bisa berjanji untuk itu” sahut naoki kalem.  Semua menatap naoki tak mengerti.
“apa maksud kata-katamu itu?”Tanya kin-chan.

“orang bisa berubah pemikirannya, kau benci orang saat ini, tapi besok mungkin kau menyukai orang itu” jawab naoki menoleh pada kin-chan. Kotoko terkejut.

“apa? Jadi maksudmu kau menyukai kotoko?”Tanya kin-chan kesal

“aku blom yakin itu tapi jangan lupa klo dia menyukaiku lebih dari dia menyukaimu.” Jawab naoki dengan pedenya. Ia berdiri dari kursi makannya dan berdiri didepan kin-chan “aku pergi keatas dulu, nikmati saja disini” pamit naoki dan segera pergi.

“apa ? itu tadi apa? Apa maksud dia” batin kotoko menatap punggung naoki yang menjauh “apa itu berarti aku bisa mengharapkan hal yang baik?” kotoko tersenyum senang.
 

Summer vacationpun tiba, ini adalah liburan summer terakhir mereka di SMA. Kotoko menuruni ditangga dengan kedua sahabatnya. Mereka bertemu dengan naoki dan temannya. Naoki melihat kotoko tapi tanpa menyapa naoki langsung pergi begitu saja.
  

 “kau beruntung kau bisa bersama dengan irie selama liburan” bisik jinko
 “tidak akan ada yang terjadi” jawab kotoko
“kau tak pernah tau. Hari yang lalu kan dia bilang perasaannya padamu.”
“dia berkata begitu karena ia ingin melawan kin-chan” sahut kotoko
 “benar.. irie bahkan tidak ingin makan makanan yang kotoko buat” kata satomi

“itu karena masakanku tidak enak”
 “bukan itu alasannya”
 "seorang pria pasti ingin makan makanan yang dibuat gadis yang disukainya, rasa bukan masalah”
“dia benar,  bukankah sangat mudah untukmu memasak untuknya kan kalian tinggal bersama?” jinko memberi semangat

“iya, setidaknya kau akan ada kenangan seperti itu selama summer ini” lanjut jinko.
“iya aku akan memasakan untuknya..

Kin-chan gelisah karena nanti selama liburan ini kotoko dan naoki akan jadi semakin dekat. Apalagi ditambah gin-chan berkata klo perasaan gadis akan berkembang jika dia dekat dengan pria yang disukainya. Kin-chan langsung melotot padanya. Dozou bilang klo kin-chan juga harus tetap mendekati kotoko sebanyak naoki dekat dengan kotoko.

Hari pertama libur summer ternyata kotoko harus ikut kelas extra karena nilainnya saat midtest. Kotoko malu saat pamit pada keluarga irie dengan alas an kelas extra tapi karena kin-chan menjemputnya semua jadi tau klo kotoko ikut kelas extra.

Didalam kelas saat sedang bicara dengan teman-temannya salah satu temannya berkata klo ia melihat naoki. Jinko berkata klo ia melihat naoki dilapangan. Mereka melihat naoki sedang bermain tenis.

Saat pelajaran dimulai, kotoko terus menatap kelapangan sekolahan dan tidak mendengarkan gurunya.  Kin-chanpun sama ia terus menatap kotoko yang sedang melihat naoki.

 “dia benar-benar ganteng.” Batin kotoko menatap naoki dari jauh “aku rasa dia akan kecapean saat habis latihan. Saat dia pulang ke rumah, dia akan mendapatkan makanan yang aku buatkan dan jadi pulih” 
kotoko melamun dan tersenyum-senyum sendiri sampai ia tak menyadari klo guru memanggilnya.


Karena tidak konsen dikelas, kotoko mendapat hukuman berlari dihalaman sekolah.

Kotoko terus berlari memutari lapangan. Dari dalam lapangan tenis, naoki heran melihat kotoko berlari-lari dilapangan. Saat memukul bola tenis bolanya melayang jauh dan tepat mengenai dahi kotoko.


Kotoko kesakitan kena bola itu sampai dahinya memerah.  Naoki datang dan meminta maaf “ahh gomen, aku tak sengaja melakukannya.apakah kelas sudah selesai?” Tanya naoki .

“pergi sana. Aku hanya ingin berlari-lari saja” jawab kotoko bohong.


Wali kelasnya datang dan menyuruh kotoko berlari lagi. Kotoko malu ketauan bohong pada naoki. Ia langsung berlari  meninggalkan naoki “ohhhhh… archhhhh”

Naoki tertawa sendiri melihat ulah kotoko itu.. so cutee..


Naoki, yuki, kotoko dan bapak irie duduk dimeja makan, sementara ibu irie membuatkan minuman untuk ketiganya. Ia melihat dahi kotoko sedang dikasih kayak koyo atau mungkin pereda panas kali ya.

Ibu irie melihat kotoko penasaran “kotoko, apa kau berjemur? Apa kau ikut kelas olahraga?” noaki dan yuki juga melihat wajah kotoko.
 
“ahh ini.. hehhe” kotoko bingung menjawabnya, naoki menertawakannya dikursinya. “dia mengacau dikelasnya jadi dia harus berlari dilapangan.” Sahut yuki sok tau. Kotoko bertanya darimana yuki tau. Yi bilang “taruh saja pencuri untuk menangkap pencuri”

Kotoko bingung dengan perkataan yuki.
Yuki lalu bilang “kau tak tau artinya itu? Apa kau bodoh?” ejeknya lagi.

“yuki jangan berkata seperti itu.” Sahut ibu.

“ini summer jadi tidak apa-apa klo berjemur kan?” kata bapak irie menengahi. Bapak irie lalu bercerita klo summer ini dia kan pergi reuni bersama ayah kotoko dikota Kyushu, kota semasa sma mereka. Ibu tidak bisa ikut reuni karena harus menjaga anak-anak dirumah.

Saat ibu irie pergi ke dapur dan bapak irie pergi juga. Naoki dan yuki langsung ikut pergi meninggalkan kotoko sendiri.
  

Kotoko pergi ke dapur untuk membantu ibu irie.

Ibu irie sedang menyiapkan makanan untuk besok dibawa kotoko dan naoki.  Kotoko tia-tiba punya ide. “ibu irie.”
 “ya?”
“apakah kau bisa mengajariku memasak?”
“bisa.. tapi bukankah ayahmu chef professional”
“iya.. tapi aku ingin belajar masakan rumah, makanan dengan sentuhan seorang ibu.”

Ibu irie tersenyum “kau ingin belajar “masakan keluarga irie?”
Kotoko ketawa malu-malu “hahha..”
“kotoko, apa kau masih suka naoki?”

“ohhh.. heheh.. mengapa kauu berpikir begitu?” kotoko malu
 “dari melihatmu aku sudah tau” ibu irie menyentuh kedua lengan kotoko “kau harus menikah dengan keluarga kami1”

“aku tidak cukup baik untuknya”kata kotoko merendah

“aku berumur 19 tahun saat aku menikahi suamiku. Banyak yang melamarku, mereka banyak yang ganteng, kaya dan muda. Tapi kau tau sendiri wajah suamiku ( hahah).. dan dia lebih tua dariku, ditambah dia baru mulai bisnisnya, jadi dia tak punya uang banyak juga. Orangtuaku tidak menyetujui hubungan kami. “

“tapi kau memilih bapak irie. Kenapa kau lakukan itu?”

Ibu irie menatap suaminya yang sedang membaca Koran, ibu irie tersenyum membayangkan masa lalunya “dia jujur, pekerja keras, dan dia perhatian padaku. Itu bukan pilihanku, uang ataupun usia muda tapi itu karena aku yang dicintainya. Kau mengingatkanku pada suami dimasa yang dulu.


1 minggu kemudian.
 Semua merayakan keberhasilan naoki memenangkan turnamen tenis. Semua tos minuman, yang tua minum champagne sedang yang muda diberi jus jeruk sama ibu irie.

Mereka duduk diruang tamu dan menikmati makanan lainnya.

“naoki hebat, tidak saja pintar tapi juga pintar bermain tenis dan juga kau memenangkannya 3 tahun berturut-turut” puji ayah kotoko
“iya..”jawab naoki
“bahkan kau tak perlu latihan banyak, aku kagum padamu”lanjut ayah

“itu mudah saja. Aku menemukan kebiasaan lawan secepatnya lali aku perhitungkan kemana bola akan datang.”

“naoki benar-benar tidak manis ya” sahut ibu irie, maksudnya irie terlalu menghitung segala sesuatu.
 “itu karena dia pintar” kata ayah kotoko “dia tidak mirip iri-chan tapi kepandaiannya benar-benar mirip dia.”

“ah tidak.. aku tak sepandai dia” jawab bapak irie. Lalu kedua bapak itu bercerita masa lalu mereka.


Hari terakhir libur summer.
Kotoko, yuki dan ibu mengantar kepergian kedua ayah dihalaman rumah. Kedua ayah tampaknya sangat ingin segera bertemu dengan teman lama mereka.  Mereka lalu masuk kedalam.

Saat sedang berbicara tiba-tiba ada telp masuk. Ibu irie tampak kaget dengan berita ditelp itu. Naoki, yuki dan kotoko mendekati ibu irie “apa yang terjadi?” tanya naoki

“ibuku terluka, tidak serius tapi dia harus tinggal dirumah sakit malam ini dan aku harus tinggal bersamanya dirumah sakit.” jawab ibu

“ya sudah temani saja dia” jawab kotoko
“arigatou kotoko” kata ibu terharu “tolong jaga rumah dengan naoki ya?”
“iya” jawab kotoko. Tapi ia langsung ingat apa artinya itu “eihhh.. kami berdua???” teriak kotoko

“aku akan membawa yuki. Kalian berdua kan harus sekolah besok pagi.”
“aku mengerti, tidak apa-apa” jawab naoki menenangkan ibunya.

Ibu lalu mengajak yuki segera beres-beres untuk pergi meninggalkan kotoko dan naoki berdua.

 

“apakah ini berarti hanya kami berdua yang ada didalam rumah?” batin kotoko. Naoki melihat kotoko yang terlihat sedang memikirkan sesuatu. 
Kotoko melirik naoki “aku sangat gugup tapi mungkin saja aku  dapat…” Kotoko membayangkan sesuatu terjadi padanya dan naoki.
 

Didapur kotoko membuka buku masakan dengan tersenyum-senyum “ini adalah kesempatan bagus untuk membuatkann makanan bagi naoki! Aku akan membuata kenangan terindah summer ini!”

Kotoko menemukan resep sepertinya enak bifteck en bourgeoise.

Naoki masuk kedapur dan terkejut melihat asap yang banyak “apa yang terjadi?” Tanya naoki terbatuk-batuk.

Ia mendekati kotoko untuk melihat apa yang sedang dikerjakan kotoko. Ia melihat dapurnya sangat kacau balau. Kotoko menaruhmakanan yang dibuatnya kedalam piring. Karena kebanyakan kuah jadi tumpah kelantai saat kotoko berbalik untuk menghadap naoki. “apa itu ?” Tanya naoki

“bifteck en bourgeoise” jawab kotoko mengangkat piringnya biar bisa dilihat naoki, dan kuah tumpah lagi membuat naoki jadi jijik melihatnya.. heheh


Karena ketidakberhasilan kotoko membuat makanan, akhirnya naoki yang gantian memasak. Kotoko hanya melihat disampinng naoki.

Naoki memotong-motong sayur dan menaruhnya rapi dikotak-kotak. Kotoko heran karena naoki tidak membuka resep makanan lagi “kenapa tidak melihat resepnya?”

“jika aku melihat sekalli, aku sudah langsung mengingatnya” jawab naoki. Kotoko melihat potongan sayur naoki, semua terlihat sama, seukuran.

Naoki lalu memasak daging.. “hmm baunya enak”kata kotoko disamping naoki.

Ditempat lain yuki bersama ibunya makan direstaurant, ternyata ibu irie sengaja berbohong agar naoki dan  kotoko hubungannya dekat. Begitu tau ibunya bohong, yuki sempat mau pulang tapi disuap ibunya dengan es cream yang sangat besar dan keliatan enak.


Dirumah, masakan sudah selesai dibuat naoki dan terhidang dimeja makan. Kotoko memandang makanan dimeja dan yang dibuku, bentuknya sama persis.

“menakjubkan bentuknya sama persis difoto” puji kotoko.
“itadakimasu” ucap naoki untuk memakan makanannya.
“itadakimasu”kata kotoko. ia memotong daging dan memakannya. Kotoko merasakan makanan buatan naoki itu dan rasanya ternyata enak juga.

“meski berakhir dengan naoki yang memasak. Tapi aku punya dinner yang menyenangkan bersama irie. Aku merasa kami seperti pengantin baru. “ batin kotoko.


“maaf klo kau harus memasak.”kata kotoko menatap naoki didepannya

“baiklah, kalau begitu aku ingin desert (pencuci mulut) manis darimu.” Sahut naoki menggoda. Kotoko tak mengerti maksud naoki.

Tapi saat naoki bangkit berdiri dari kursinya dan membungkuk mendekatkan wajahnya pada wajah kotoko.  Kotoko segera memejamkan matanya dan (memonyongkan bibirnya) siap untuk menerima ciuman dari naoki.


“oiyyy..” seru naoki.
Kotoko membuka matanya terkejut, ternyata ciuman naoki tadi hanya hayalannya saja.  Naoki memang berdiri didepannya, tapi naoki ini berwajah dingin menatapnya.

“kau setidaknya mencuci piring-piring itu dan bersihkan dapur sampai seperti sediakala.” Perintah naoki

“baiklah..” sahut kotoko. Naoki berbalik untuk pergi dari situ. “irie-kun apakah kau sudah mengerjakan PRmu? Maukah kau melakukannya denganku” Tanya kotoko

“PR? Aku sudah menyelesaikannya di hari pertama libur.”
“apa? Hari pertama? Hebat” puji kotoko

“jangan bilang kau belum mengerjakannya?” kotoko ketawa malu..”haha.. belum. Aku belum mengerjakannya.”
“untukmu itu akan butuh waktu seminggu tanpa tidur untuk mengerjakannya” ejek naoki.
“eihhh?”
“semoga beruntung”Naoki pergi meninggalkan kotoko didapur.


Seperti perkiraan naoki, setelah selesai membersihkan dapur kotoko segera pergi ke kamarnya untuk mengerjakan PR. Tapi setelah beberapa, ia tidak berhasil mengerjakan PRnya. Kotoko punya ide untuk menyelesaikan PRnya.

Kotoko keluar kamarnya dengan mengendap-endap. sampai didepan kamar Naoki, kotoko  membuka pintu diam-diam. Ia melihat naoki tertidur lelap dan kamar gelap gulita hanya terkena sinar dari jendela . Kotoko berjalan sangat pelan mendekati meja belajar naoki, sialnya ia menabrak kursi belajar naoki.


Naoki yang tertidur bergerak sebentar tapi kemudian tertidur lagi. Kotoko berjalan mendekati meja belajar naoki lagi dan mencari buku naoki. “ini dia” gumam kotoko senang menemukan buku PR naoki. “Aku akan pinjam buku matematika dan fisika.”

Kotoko segera mengendap-endap keluar kamar Naoki . tapi sebuah tangan menarik kotoko.
“ahhh…”
“apa yang kau lakukan? Membuat gaduh kamarku ditengah malam” Tanya naoki yang menariknya.
“tidak ada! Selamat tinggal! Selamat tidur!” kata kotoko gugup ketakutan.
“itu tak akan terjadi” tangan naoki masih memegangi pergelangan tangan kotoko.

Kotoko takut melihat naoki berpikiran buruk padanya. Ia mengambil buku naoki yang terjatuh saat naoki menariknya tadi. “ini..”

“aku tau. Kau kesini untuk bercinta denganku kan? “ Tanya naoki menatap kotoko tajam.  Kotoko menatap naoki heran dengan prasangka naoki.

“bukan.. bukan seperti itu” jawab kotoko. Naoki tiba-tiba menarik kotoko ke tempat tidurnya dan naoki langsung mengunci kotoko agar tidak bisa bergerak dengan tangannya di tangan kotoko.


Mereka sangat dekat dan saling menatap dalam kegelapan. Naoki  jadi seperti penggoda, sementara kotoko jadi ketakutan. Badan Naoki membungkuk dan menatap kotoko tajam.

“tidak seperti itu? Tidak ada alasan lain untuk datang ke kamar laki-laki ditengah malam. Jangan kuatir aku tidak akan mempermalukanmu. “

“mempermalukan? Apa maksudmu tentang hal itu?’ Tanya kotoko takut
“tidak ada orang lain dirumah ini selain kita.”
“ahh..  ahhh.. tapi..” kotoko semakin ketakutan melihat naoki

“temanmu juga pernah berkata. “bahkan orang genius dapat berubah jadi binatang puas sewaktu-waktu” Naoki membungkuk untuk mencium kotoko.

Kotoko memalingkan wajahnya “ahhh tung.. tunggu..” teriak kotoko berpaling tidak meliht wajah naoki. “aku memang mencintaimu irie-kun… tapi ini terlalu cepat.. aku rasa kita harus memulainya dengan hubungan yang sehat”

Naoki tertawa keras mendengar kata-kata kotoko.


Kotoko langsung melihat ke naoki. “hubungan yang sehat?” tawa naoki melihat kotoko. Ia lalu melepaskan tangannya ditubuh kotoko dan bersadar pada sandaran tempat tidur “oh begitu.. jadi kau masih mencintaiku.” Godanya

Kotoko melompat bangun dari posisi tidurnya. Ia duduk dan melihat naoki “jadi kau menyindirku?”

Naoki masihh tersenyum, mengejek “jangan kuatir. Aku tak ada niat untuk punya hubungan denganmu.” Kotoko mendelik marah mendengarnya. “ aku akan beritahu semua orang klo kau coba menyentuhku! Aku akan bilang pada semua orang” kata kotoko kesal turun dari tempat tidur naoki.


“katakan saja. Sudah ada rumor juga tentang kita. Aku yakin orang-orang akan berimajinasi tentang ini. “ maksud naoki, kan sudah tersebar klo mereka tinggal serumah, sudah pasti teman-teman sekolah sudah menduga  hubungan yang terjadi akan seperti ini.

“ahh aku kalah” kata kotoko membenarkan ucapan naoki. Kotoko  buru-buru meninggalkan kamar noaki.

“oiyyy… kau melupakan ini” seru naoki menunjukkan bukunya yang tadi diambil kotoko. Kotoko mau menjawab ia tidak butuh, tapi mengingat ia tidak bisa mengerjakan PRnya, kotoko jadi galau. Ia mengulurkan tangannya untuk meminjam buku PR naoki.


Ternyata naoki  tidak meminjamkan bukunya begitu saja. Ia malah mengajari kotoko menyelesaikan PRnya padahal itu sudah tengah malam.

“bisakah aku mengcopynya saja” kata kotoko menguap.
“lalu nanti tidak akan ada artinya mengerjakan PR itu.” Jawab naoki.”cepat selesaikan masalah ini” lanjutnya menyodorkan buku PR kotoko.
Kotoko terpaksa mengerjakan PRnya dengan malas-malasan, menyandarkan dagunya ke meja.  “mengerjakan PR adalah satu-satunya kenangan yang aku punya di summer terakhir SMA. Tidak ada yang terjadi seperti yang aku ingin.”batin kotoko melirik wajah Naoki. “tapi aku sangat bahagia” batinnya lagi. 


Naoki merasa kotoko menatapnya, ia melirik kotoko dan mata mereka bertemu.
“berhenti bermalas-malasan. Cepat selesaikan.” Perintah naoki galak.
“iya” jawab kotoko mengerjakan PRnya lagi.


Tanpa terasa mereka mengerjakan PR kotoko sampai pagi hari. Mereka berdua  duduk diruang keluarga.
“kita berakhir dengan begadang sepanjang malam.” Ucap kotoko “sebagai permintaan maafku, aku akan membuatkan breakfast untukmu.” Lanjutnya.

“ahh tolong jangan” tolak naoki yang tau benar keahlian kotoko dalam hal memasak itu. “aku tak mau jadi sakit perut di hari pertama semester baru ini.”

Kotoko kesal mendengarnya dan pasang muka cemberutnya. Naoki melirik wajah kotoko yang kesal padanya itu.

“kopi” kata naoki pelan kayak malu.. :P

“apa?” Tanya kotoko tidak begitu mendengar jelas perkataan naoki. Dengan gayanya yang masih cool naoki menjawab “bisakah kau membuatkanku kopi?”

Kotoko agak geli sebenarnya melihat naoki yang sok ga butuh tapi mau itu. “baiklah” jawabnya setuju.

 

Kotoko lalu ke dapur untuk membuatkan kopi naoki. sepertinya Naoki sudah ketagihan kopi buatan kotoko sejak pertama kali dibuatkan kotoko (ep.2)

Kotoko memang ahli klo membuat kopi kayaknya. Dilihat dari pintarnya dia memakai alat-alat itu.
Kotoko menghidangkannya didepan naoki dan cowok itu langsung mengambil cangkirnya dan meminumnya pelan.


Kotoko menatap naoki yang sedang minum kopinya. Ia lega melihat naoki sepertinya sangat menikmati kopi buatannya itu.  sepertinya Naoki sudah suka/ketagihan kopi buatan Kotoko sebelumnya (ep. 2).

Kotoko mengambil cangkirnya sendiri dan meminumnya. Ia ingat sesuatu, ia menatap Naoki “irie-kun ohayou (selamat pagi)..” sapanya tersenyum.

Naoki menatap kotoko dengan herannya “kita kan begadang sepanjang malam.” Sahutnya santai..

heheh ya iyalah.. ngapain bilang selamat pagi, kyk baru bertemu pagi itu, padahal mereka kan begadang bersama sepanjang malam.. hehehhe
 

kotoko hanya tertawa malu menatap naoki yang menikmati kopinya lagi. 

“tidak ada yang special di summer terakhir SMA.. tapi aku tak akan pernah melupakan aroma kopi yang aku nikamti bersama naoki dipagi itu."
  


Senin, 29 April 2013

Sinopsis : Itazura Na Kiss, Love in Tokyo - Ep. 2





Episode 2 : Masuk Ujian Cinta




Kata-kata Naoki yang mengatakan “aku benci gadis bodoh!” begitu tertanam dikepala Kotoko sampai di pelajaran bahasa inggris ia bertanya bab mana yang akan keluar di ujian. Kotoko membuka buku pelajaran bahasa inggrisnya sampai jam pulang tiba. 

Jinko, Satomi dan Kin-chan cs berkumpul untuk mengajak kotoko pulang tapi kotoko masih sibuk dengan bukunya.
“kotoko apa yang terjadi? Kau terlihat berbeda hari ini” Tanya Jinko penasaran
“aku tak aka memaafkan Irie Naoki, untuk itu aku akan melakukan ini. Aku akan mengalahkannya di ujian akhir.” Jawab Kotoko serius. 

JInko. Satomi dan Kin-han cs, Semua langsung berpandangan menatap tak percaya yang didengarnya lalu serempak mereka tertawa semua.   
“kalian kenapa?”
“kau kan tau, klo dia selalu jadi nomer 1 kan?”kata Jinko
“ditambah lagi dia ranking 1 di ujian nasional juga. Dia bukan seseorang yang bisa kau lawan!” Sahut Satomi tertawa
“iya benar”kata yang lainnya.

“setidaknya, aku harus ada dipapan pengumuman white board. Aku akan membuat namaku di dalam kertas yang sama seperti Irie Naoki. “ ucap kotoko tegas. 
Kin-chan masih saja tidak bisa menahan ketawanya. Ia terus menertawakan perkataan kotoko. 

“maksudmu kau akan masuk ke top 100? Itu tak mungkin! Kita ini klass F” seru jinko. Nama yang tertulis di papan pengumuman white board adalah siswa yang masuk 100 besar.
“dia benar. Lupakan semua ini dan ayo kita makan roti bersama-sama.” Kata Kin-chan menarik tangan kotoko.
“tidak..., sejarah harus dirubah.” Tolak kotoko menepis tangan kin-chan.”aaku akan jadi 100 besar, dan namaku akan ada white board dan akan merubah sejarah kelas F. untuk itu, aku akan pergi dulu” kotoko bangkit berdiri dan meninggalkan semua temannya yang tak percaya padanya itu.
“apa yang terjadi dengan kotoko?” gumam Kin-chan heran.
 

Satomi, jinko dan kin-chan cs pergi ke sebuah café. Mereka membicarakan keadaan kotoko yang sekarang aneh. Kin-chan merasa keanehan itu dimulai sejak kotoko pindah ke rumah barunya. Bahkan kotoko tidak memberi tahu dimana ia tinggal pada sahabat-sahabatnya.
Satomi bilang ia hanya tau rumah barunya itu dekat dengan sekolahan jadi hanya perlu jalan kaki saja.

Kin-chan jadi kuatir jangan-jangan dirumah barunya, kotoko di bully sama penghuni rumah lain. Kotoko bilang dia sibuk belajar tapi mungkin sebenarnya kotoko disuruh bekerja keras dirumah itu.
Mereka membayangkan kotoko jadi upik abu, bersih-bersih rumah barunya itu.  Semua mengatakan klo kin-chan pemikiran aneh-aneh saja.


Dinner di keluarga Irie berlangsung penuh makanan enak.  Kotoko sering melirik kea rah Naoki yang terdiam.
“dia benar-benar keren” suara hati kotoko saat menatap naoki didepannya, tapi ia teringat kata-kata naoki “aku benci gadis bodoh!” kotoko langsung lesu menunduk. 
Kotoko cepat-cepat menyelesaikan makanannya, ia yang pertama kali selesai makan. “terima kasih untuk makanannya” kata kotoko
“kau tek perlu makan secepat itu” ucap ibu Irie melihat tingkah kotoko itu.
“aku sebentar lagi ada ujian jadi aku harus belajar”  kotoko bangkit berdiri membungkuk pad semuanya “maaf aku pergi dulu” pamitnya. Noaki sama sekali tidak melirik kotoko.
 

Didalam kamarnya kotoko terus belajar. Ia membolak-balikkan bukunya sampai ia kecapean dan lemas “apa yang tidak aku mengerti tetap tidak aku mengerti”gumamnya menjatuhkan bukunya. Kotoko sama sekali tidak mudeng/paham isi buku yang dibacanya tadi.. heheh

“ahh lebih baik belajar bahasa inggirs “ gumamnya  semangat mengambil buku bahasa inggrisnya. Setelah membacanya beberapa saat, kotoko lesu lagi “aku seharusnya mendengarkan saat pelajaran diklas.” Kotoko meletakkan buku bahasa inggrisnya lagi. Ia punya ide lain untuk mempelajari bahasa inggris, ia mengambil kamus bahasa inggris untuk memahami isi buku pelajarannya.


Setelah beberapa lama, kotoko mulai mengantuk, capek dan tetap tidak paham. “ jika seperti ini maka akan butuh waktu 100 tahun untuk jadi 100 besar. “
Mata kotoko sudah mulai redup, ia sudah sangat ngantuk. “kotoko-chan..” panggil ibu irie dari luar kamarnya.”ya” jawab kotoko
“apa kau punya waktu sebentar?”
“ya” kotoko berlari membukakan pintu kamarnya.
“apa kauu mau beristirahat dulu?” Tanya ibu irie dengan tangan membawa nampan yang penuh dengan roti dan teh.
“terima kasih” kata kotoko senang. Ia segera menyiapkan mejanya untuk menaruh makanan itu.
Kotoko langsung mencicipi makanan yang disiapkan ibu irie “nampaknya enak..”
“hmmm.. oishiii..” seru kotoko. 

“ah senangnya.. aku selalu ingin membuat ini, inilah mimpiku” kata ibu irie
“bagaimana dengan irie?”
“Naoki tidak pernah belajar” sahut ibu irie
“ehh? Irie-kun tidak belajar?”
“lalu apa yang dilakukanya sekarang?”
“dia tidur” jawab ibu
“eihhh?” seru kotoko terkejut. “jadi irie-kun benar-benar genius ya”
“apa menurutmu itu hal yang baik?”
“eihh?”

“aku tak bisa mengungkapnya dalam kata-kata tapi aku merasa dia kehilangan sesuatu yang penting jika dia terus seperti itu.”
“irie-kun pasti baik-baik saja” ucap kotoko menenangkan ibu irie. “maksudku, dia punya keluarga yang menakjubkan.”
Ibu irie tersenyum mendengar pujian kotoko “arigatou.. oh ya kotoko chan..” tiba-tiba mata ibu irie bersinar.
“ya?”
“apa kau ingin melihat album foto naoki saat kecil?” Tanya ibu irie
“aku mau” kotoko langsung bersemangat
“oke tunggu dulu, aku akan segera membawanya” janji ibu irie meninggalkan kotoko dikamarnya.


Ibu irie datang membawa beberapa album dari naoki masih kecil sampai sekarang.  Kotoko membuka album-album itu satu persatu. “wow..  sugoiii….(keren)” puji kotoko
“keahlian fotoku sudah hamper sperti professional. Aku sangat suka fotografi” kata ibu “tapi aku tak punya foto terlalu banyak karena Naoki tidak suka difoto. Bahkan Yuki mengikutinya.” Keluh ibu Irie.

Kotoko melihat foto naoki saat kecil sedang bermain sepakbola. “ahh jadi irie kun sudah ganteng dari dulu ternyata” batin kotoko tersenyum-senyum menatap masa anak-anak naoki.
Senyum diwajah kotoko bertambah saat mlihat album selanjutnya, album naoki saat masuk sma “ahh aku ingat ini..” itu adalah foto naoki saat pidato upacara masuk sekolah. Tanpa ia sadari ibu irie memperhatikan kotoko terus. Ibu irie ikut tersenyum melihat wajah kotoko, ia jadi menyadari sesuatu antara kotoko dan naoki. 

 
Kotoko membuka album terakhir punya naoki, betapa terkejutnya ia saat melihat foto anak perempuan di album itu. 
“ini foto siapa?” tanyanya
Ibu tertawa geli “ini naoki.”
“tak mungkin…”seru kotoko “uhhh kawaiii.. itu benar dia?”
“aku sangat ingin punya anak perempuan, jadi saat hamil aku bilang “anak ini akan lahir peremuan”. Jadi aku hanya membeli baju anak perempuan. Jadi karena itulah semua jadi lucu akhirnya.” Ibu irie teringat sesuatu “ahh kaulah satu-satunya orang yang aku ajak bicara tentang hal ini. Ini rahasia bagi yuki, naoki menyuruhku untuk tidak mengatakan pada yuki. Jadi mulai sekarang ini rahasia kita berdua ya”
“baiklah” kotoko menyetujui.
Ibu irie mengambil sebuah foto naoki berpakaian perempuan dan memberikannya pada kotoko “aku berikan kau ini sebagai  tanda suap untuk merahasiakannya.”
“honto desu ka (benarkah) arigatou gosaimasu..” ucap kotoko senang menatap foto itu. “kawaiii..”


Saat makan pagi, kotoko melihat naoki yang datang ia tertawa-tawa terus. Saat naoki menayapa “ohayo..” pada semuanya. Ia menjawab dengan “ohayo..” tapi dengan cekikikan (ga tau cekikikan indonesianya apa ya.. :P)

Naoki menatap kotoko keheranan. Kotoko seperti kesurupan mbak kunti.. hehhehe..
Ditatap naoki tajam, kotoko langsung diam tidak berani tertawa lagi. Tapi saat naoki sudah duduk dan mengambil  Koran, kotoko langsung cekikikan lagi sampai seperti mau menangis. Semua menatapnya keheranan. 
“ada apa kotoko?” Tanya ayah. “apa kau sakit?”
“tidak apa-apa” jawab kotoko
“mungkinkah dia jadi gila setelah belajar terlalu banyak tadi malam?” sahut Yuki ketus. Wihhh anak ini tidak sopann..
Kotoko membiarkannya, ia terus mminum sampai ketawa sendiri.. ihh aku malah takut tuh minuman nyembur dari mulutnya kotoko gimana tuh.. :P
Naoki yang membaca Koran akhirnya jadi terganggu dengan cekikikan kotoko itu. Ia melirik pada kotoko penasaran dari balik Koran yang dibacanya


Kotoko  saat istirahat tetap belajar, ia menghapal buku pelajarannya sendirian. Kin-chan hanya berani menatap dari jauh. Satomi dan jinko datang menemui kotoko. Mereka mengintip buku yang dihapal kotoko “kotoko kau serius dengan hal ini ya?” kata satomi. Kotoko tidak menjawabnya, masih terus menghapal. Satomi dan jinko mundur duduk dibelakang kotoko.

Kin-chan datang berjongkok disamping kotoko “ hei kotoko kau tinggal dimana?” tanyanya. Kotoko tak menjawabnya juga. Kin-chan kesal karena diacuhkan jadi Ia mengerakkan tangannya didepan kotoko untuk menarik reaksi kotoko. Tapi gadis itu tetap mengacuhkannya.
“benar-benar ada hal yang aneh dengannya” gumam kin-chan kuatir.
 

“aihara san” panggil sebuah suara. Semua langsung menoleh padanya dan suara itu cukup membangunkan alam bawah sadar kotoko. Ia langsung berhenti menghapal dan menoleh pada arah suara itu. Yah suara siapa lagi klo bukan suara Naoki yang berdiri didepan pintu.
Kelas tiba-tiba jadi sunyi mendapat tamu yang tidak mereka duga itu. Mereka terlonjak melihat pada naoki semua. “irie naoki..!!” seru seisi kelas. 

Kin-chan langsung kesal melihat wajah naoki “kau.. berani sekali bicara dengan kotoko”
Naoki tidak memperdulikan kin-chan. Ia melihat kotoko “Aihara-san, bisakah kau bawa tasmu dan keluar sebentar?” kotoko mengangguk setuju tapi juga keheranan apa yang dilakukan naoki.
Naoki meninggalkan kelas kotoko disusul kotoko membawa tasnya.
Semua bertanya-tanya ada apa dengan mereka berdua.
Kin-chan menirukan ucapan naoki ‘bisakah kau membawa tasmu..” “ahhh apakah mungkin irie itu berubah pemikirannya dan akhirnya ingin pergi bersamanya?”
“tidak mungkin” seru jinko dan satomi bersamaan. Kin-chan cs langsung berlari mengejar kotoko.   Begitu juga yang lain langsung diam-diam membuntuti keduanya.
 

Naoki dan kotoko berdiri ditaman sekolahan “apa yang terjadi?” Tanya kotoko
“sepertinya ibuku membuat kesalahan” ucap naoki membuka tasnya dan mengambil kotak makanannya.  Kotoko membuka tasnya dan melihat kotak makanan naoki warna biru ada didalam tasnya. Naoki menaruh kotak makan kotoko warna pink ke dalam tas kotoko dan menukar dengan punyanya. “jika tukang gossip dikelasku melihat ini, itu akan seperti neraka” ucap naoki pelan.

Dari jauh sahabat kotoko melihat keduanya membuka tasnya masing-masing tapi mereka tidak melihat apa yang mereka tukar karena tertutup tas naoki.
“lihat mereka bertukar sesuatu kan?” bisik satomi
“apa itu ya?” bisik kin-chan.
 

“ini benar-benar akan jadi tidak mengenakkan... kenapa kita berdua harus disekolah yang sama?” gerutu naoki. Kotoko menghela nafasnya kesal.
“benar ya.. bisa-bisa kau salah memakai seragamku ke sekolah” sindir kotoko
“mengapa aku akan memakai seragammu?”
“karena kau dibesarkan dengan memakai rok kan?” ejek kotoko

Naoki terkejut kotoko mengetahui rahasia masa kecilnya. Kotoko mengambil foto naoki dari dalam tasnya dengan tersenyum“tada…”
“meng.. mengapa kau punya foto itu?” seru naoki panik.
“ibumu memberikannya padaku” jawab kotoko tertawa.
“hezzz… mama..” gerutu naoki “ayo berikan itu padaku”
“aku tidak mau” tolak kotoko. “sudahlah berikan itu padaku!” teriak naoki mencoba merebut dari tangan kotoko. Tapi kotoko menyembunyikan dibelakang tubuhnya. 

“tidak mau.. kau selalu membullyku, sekali-kali gantian aku yang melakukannya” ucap kotoko dan menyembunyikan foto it di kantong jas depan dadanya.
Hehhe.. nakaaaaalll.... tp good job! Naoki langsung tidak berani mengambilnya.. wkwkkwk..
“meski orang genius masih juga punya kelemahan juga kan” goda kotoko puas melihat naoki yang tak berdaya. 

“ohh jadi kau mau memerasku ya” kata naoki kesal.
“nanti aku kembalikan tapi  dalam minggu-minggu ini sampai ujian akhir, kau harus jadi tutorku.”
“aku??? Jadi tutormu??” kotoko mengangguk. “begini saja, jika kau bisa membuatku masuk dalam 100 besar, aku akan mengembalikan foto itu.”
“aku menolak”
“mengapa?”
“penting sekali punya kemampuan untuk membedakan yang mungkin dan yang tidak mungkin-phillip chesterfield” ucap naoki membacakan quote dari Philip C.
“fi.. field.. d.. apa maksudmu?”
“pokoknya, melakukan hal yang tidak mungkin sama saja membuang-buang waktu! Orang bodoh sepertimu masuk 100 besar itu hal yang tidak mungkin!” teriak naoki marah melangkah pergi.

“baiklah klo begitu. Aku akan sebarkan ini disekolah” tantang kotoko.
Naoki langsung berbalik “ahh tunggu.. tunggu..”
Kotoko menggoda naoki dengan menarik-narik foto naoki dari saku jas dalam.
“baiklah… mulai mala mini aku akan mengajarimu selama 1 minggu.”
“yayy..”

“tapi aku tak akan membiarkanmu bersantai/kendur. Peringkat 100 besar biasanya diisi kelas A dan B. butuh campur tangan Tuhan untuk membuat kelas F sepertimu ini masuk kesana!”
“iya” anggup kotoko.
“baiklah mulai mala mini” kata naoki dan berlalu pergi.
Melihat naoki pergi, teman-teman kotoko langsung mendekati kotoko.
“kotoko, apa kau baik-baik saja?” Tanya kin-chan.” Apa dia melakukan sesuatu padamu?”
“apa yang kalian bicarakan?” Tanya satomi
“ahh tidak apa-apa..  aku akan belajar giat saja” jawab kotoko tertawa penuh semangat.


Saat dinner, kotoko melirik naoki yang sedang makan didepannya “belajar berdua bersama Irie-kun ya”batinnya
“kotoko chan aku akan membuatkanmu snack tengah malam juga” kata ibu
“hai.. arigtou gosaimasu..”
“mam tolong buatkan 2 set malam ini, bawa ke kamar dia malam ini” ucap naoki. Semua langsung menoleh heran pada naoki “kalian berdua.. maksudku.. kau akan belajar juga?!” seru ibunya keheranan, tumben banget naoki belajar.
“iya benar..”
“meng.. mengapa kotoko saja..  kakak kau juga harus membantuku belajar” seru yuki
“kau kan sudah pintar” jawab Naoki. Ia lalu melihat pada kotoko “ayo kita mulai sekarang” kotoko mengangguk setuju.  Mereka berdua meninggalkan ruang makan untuk ke kamar kotoko meninggalkan ibu, ayah dan yuki yang masih bengong.
 

Naoki berjalan lebih dulu ke kamar kotoko tapi sampai didepan kamar kotoko yang terbuka  ia tak berani masuk lebih dulu . ia menyuruh kotoko masuk.  Baru setelah kotoko masuk, naoki baru berani masuk dan menutup pintu kamar kotoko.
Dengan gaya alay, kotoko mempersilahkan naoki duduk.. “dimana kita akan mulai pelajaranmu? Subyek apa yang susah bagimu?” Tanya naoki.
“matematika” jawab kotoko.
“baiklah.” 

Kotoko mencari buku pelajaran matematika dimejanya, tapi sekali lihat sampul bukunya, naoki langsung tau posisi buku matematika kotoko.  
“Sampai Bagian mana yang akan keluar diujian?” Tanya naoki
“ehh? Bukankah sama setiap kelas?”
“aku tidak tau” jawab naoki duduk dimeja belajar.
Kotoko membuka buku catatannya yang sudah diinformasikan gurunya “halaman 40”
“heeemmmm” gumam naoki membuka halaman 40. Ihh suaranya Yuki Furukawa seksih banged pas bilang “heemmm”… suki…!  Hihihi

“jadi yang akan keluar ditest adalah..” naoki memberi  tanda untuk meminta pensil/bolpen. Kotoko memberikannya pensil dengan bentuk aneh pada naoki. 
Naoki melihat pensil itu beberapa saat.. heran dengan kekanak-kanakannya kotoko. Lalu melingkari  beberapa pelajaran dihalaman 40 itu “ini… ini…”ucap naoki membuka buku matematika itu.
“bagaimana kau tau itu yang akan keluar?”
“kau hanya perlu point-point yang penting saja”
“irie-kun bagaimana biasanya kau belajar?”
“jika aku mendengar dan membaca sesuatu sekali saja itu langsung ingat. Baiklah aku akan memberi kamu contoh soal. Kau coba selesaikan itu”
 

naoki mengambil buku catatan kotoko dan menulisnya soal-soal  disana “kau coba selesaikan ini, jika bisa kau berarti sudah paham pelajaran 80%.”
Kotoko semangat melihat soal yang diberikan naoki. Tapi setelah sekian  lama dilihat, ia tak menemukan cara mengerjakannya.
Naoki melirik kotoko dari samping yang hanya menatap soal yag dibuatnya tadi. 
duhhh... tatapan matanya yuki pas ini.. omigot....  :D
Merasa diperhatikan naoki , kotoko menoleh. Naoki menghela nafasnya “hahh.. sebenarnya apa yang kau dengarkan saat didalam kelas? Aku ingin lihat isi kepalamu” ejek naoki
“maaf”


Diruang bawah ayah dan ibu irie sedang berbicang “ apa yang terjadi disini? Naoki belajar  bersama orang lain. Apa yang menyebabkan perubahan sedrastis itu padanya?” gumam ayah penasaran.
 Ibu tertawa “mungkin kotoko chan lebih menakjubkan dari yang aku pikirkan! Dia bisa membuat naoki berubah dalam waktu sesingkat itu.”
“ini mungkin perubahan yang baik untukya”
Dibelakang mereka ternyata ada yuki yang agak kesal  mendengarkan pembicaraan ayah dan ibunya.
“kau berpikir seperti itu juga ya ayah.”
“kita tunggu saja mereka selanjutnya”

 

Naoki membuatkan schedule yang harus dilakukan kotoko. Ia membuat dalam 2 lembar kertas. “ini jadwal yang harus kau lakukan. Bahkan saat mandi atau didalam toilet jangan lupakan ini.”
“Sparta, iblis..”batin kotoko kesal pada naoki
“tidak ada waktu untuk malas-malasan. Baiklah sekarang kita sudah melewati rumus matematika”
“tapi ini sudah tengah malam” gerutu kotoko


 Pagi hari disekolah kotoko terus belajar dikelas, diperpustakaan. Ia menandai yang sudah dipelajarinya sesuai jadwal yang dibuat naoki.
Kotoko benar-benar serius belajar.  Satu persatu jadwal penuh dengan tanda selesai dipelajari. Saat mereka berangkat ke sekolahpun naoki memberi tebakan bahasa inggris untuk dijawab kotoko.
Saat diperpustakaan kotoko sangat senang saat ia akhirnya sudah menyelesaikan jadwalnya. Ia lalu teringat tentang ungkapan phillip chesterfield . ia mancari dideretan buku perpustakaan dan membukanya.


Malam hari sebelum ujian.
“aku akan memberikan praktek ujian, kau kerjakan”
Kotoko segera mengerjakannya dan kotoko heran sendiri karena dengan mudahnya ia bisa menjawab soal-soal itu. Sampai jam 23:45 mereka masih belajar. Naoki mengajari  kotoko soal matematika lagi. Keduanya sudah terlihat sangat lelah.
Sampai jam 01:15 pagi, kotoko selesai mengerjaka soal-soalnya.  Didepannya ia melihat naoki tertidur pulas. Kotoko mengambil kesempatan itu untuk menatap naoki dari jarak dekatnya.  “wajah tidurnya irie kun”

Ibu irie datang ke kamar kotoko dan terkejut melihat keduanya tertidur. Ia tersenyum senang dan mengambil kamera segera mengambil foto keduanya. 


Pagi harinya Naoki terbangun masih dikamar kotoko. Ia melihat kertas testnya untuk kotoko.
Naoki lalu turun ke bawah. Ia melihat kotoko sedang didapur membuat kopi.  Kotoko menoleh pada naoki  dan tersenyum. “ohayo.. aku sedang membuat kopi. Kau mau?”
“hmm” angguk naoki.
Kotoko keluar dari dapur membawa 2 cangkir kopi ditangannya. “ini” katanya menyerahkan secangkir pada naoki.
Mereka duduk berdua , berhadap-hadapan menikmati kopi buatan kotoko.
Kotoko menatap naoki yang sedang meminum kopi buatannya itu.


Kotoko buru-buru meninggalkan rumahnya, ibu irie mengerjarnya dipintu rumah “kotoko ini untukmu” kata ibu irie menyerahkan sebuah amplop.
“apa ini?” Tanya kotoko mau membuka amplopnya tapi langsung dicegah ibu “jangan, setelah kau selesai ujian dan kau masuk 100 besar kau baru buka. Jadi sebelum itu anggap itu adalah  jimat keberuntungan” ucap ibu irie.
“arigatou” ucap kotoko
Naoki berjalan disebelah mereka “kau terlaluu berlebihan, iini hanya ujian akhir saja” katanya angkuh dan pergi dari rumah disusul kotoko.


Kotoko berjalan di lorong sekolah membaca bukunya. Ia melihat naoki turun dari tangga sekolah ke arahnya.  Naoki juga melihat kotoko dibawah.
“dia bilang untuk tidak mengajaknya bicara tapi…” batin kotoko.
Ia berjalan turun ke lantai bawah. Saat posisinya bersebelahan dengan naoki, kotoko berbicara “arigatou..” katanya pelan tapi cukup didengar naoki
“ganbatte..”balas naoki membuat kotoko terkejut naoki menjawab dan menyemangatinya.


 Kertas ujian sudah dibagikan. Kotoko membaca soal-soal itu satu persatu.
“ini seperti soal yang diberikan irie-kun… ini juga.. ini juga..”batin kotoko bersemangat mengerjakan ujiannya.


3 hari kemudian.
“horee… selesai.. ayo kit pest!” teriak jinko dan yang lain senang.  Kotoko dan gang nya berjalan bersama, bercanda , kegirangan ujian sudah selesai. Kin-chan datang dan memeluk bahu kotoko.
“kotoko maaf, aku tak akan melepaskannya..”kata kin-chan melihat usaha kotoko melepaskan pelukannya.
“lepaskan..” seru kotoko ketawa-tawa
“tidak akan. Aku merasa seperti tidak bertemu bertahun-taun jadi hari ini aku tak akan melepaskanmu.”
“kemana kita akan pergi?” Tanya jnko yang ada dibelakang mereka
“serahkan saja padaku” jawab kin-chan. Mereka berlari-lari dihalaman sekolah.

Dari tangga sekolah, naoki turun ke halaman sekolah bersama temannya “ehh, bukankah gadis itu yang beberapa waktu yang lalu menyatakan cinta padamu?” Tanya teman naoki melihat kotoko. “dia sekarang menggoda cowok lain”


Naoki melihat kotoko dan teman-temannya dari jauh.  “itu bukan urusanku” jawab naoki dingin sambil berjalan tapi ia melirik laagi kea rah kotoko cs.
“yah itu juga yang aku pikirkan. Oh ya kelas A aka nada pesta di cafĂ© setelah test berakhir, kau mau ikut? Pasti kau tak mau”
“tidak, aku akan ikut.” Jawab naoki
“benarkah?” Tanya temannya terkejut tumben naoki mau bergabung dengn temn sekolah.
Naoki mendengar teriakan suara kotoko, ia lalu melirik lagi kea rah kotoko yang sedang dipeluk kin-chan.
“ini pertama kalinya kau bergabung hang out bersama kami setelah 3 tahun ini” ucap temannya.
“anggap saja sekali-kali” jawab naoki
“oke ayo pergi” ajak temannya. 


Hasil ujian dan murid yang masuk 100 besar ditempel dipapan pengumuman. Kotoko datang dan langsung melihat posisi pertama yang didapat Naoki dengan nilai tertinggi. Kotoko tersenyum senang. “syukurlah” ucapnya
Naoki datang dan langsung menuju lembar paling belakang.  Naoki sepertinya tidak mencari namanya karena mungkin yakin ia masuk peringkat satu. Yang dia cari justru nama kotoko makanya dia cari di posisi belakang yang masuk 100 besar. Ia lalu berjalan pergi, begitu juga kotoko berjalan pergi.
Mereka bertemu dibelakang papan pengumuman. 

“selamat mendapatkan ranking 1. Kau dapat nilai sempurna” ucap kotoko memberi semangat.
“kau juga. Kau berhasil”
“eihh?” seru kotoko
“kau blom melihatnya?” tanya naoki. Kotoko langsung berlari kepapan pengumuman dan melihat barisan terakhir 100 besar. Dan disana ia melihat namanya masuk ke 100 besar dan dia ranking 100 besar sesekolahannya. Kotoko langung tersenyum bahagia.

Kotoko berlari-lari menemui naoki dibelakang papan pengumuman “naoki aku ranking 100.. aku senang” seru kotoko. Naoki mengulurkan tangannya, dan kotoko langsung buru-buru menyalaminya. “kita berhasil “ seru kotoko
“bukan itu.. berikan barang itu!” sahut naoki menepis tangan kotoko.
“ohh” kotoko mengambil foto dari saku jasnya
“ini ya..”katanya memperihatkan foto naoki.

“jangan perlihatkan seperti  itu”  seru naoki panic meraih fotonya.”dan sudah aku bilang, jangan bicara denganku disekolah!” naoki pergi meninggalkan kotoko. Tapi kotoko memanggilnya.
“hey irie-kun, “penting sekali punya kemampuan untuk membedakan yang mungkin dan yang tidak mungkin.. tapi jika itu sulit, kau harus punya kemampuan untuk..” kotoko lupa kalimat akhirnya
“”melewatinya” kan?” sahut naoki mengingatkan kotoko. “yang kau butuhkan adalah kekuatan mental untuk melewati nya dan tidak menyerah pada ketidak mampuan dan semua akan berjalan.”
Kotoko tertawa “heheh.. jadi kau tau kalimat terakhir dari ungkapan“whatevernya Chesterfields”
“tentu saja” jawab naoki da berjalan pergi.
Kotoko dibelakang naoki bereriak-teriak “arigatou irie-kun”


Masuknya kotoko ke ranking 100 besar membuat pembicaraan sekolahan. Mereka merasa itu ajaib kelas F bisa masuk 100 besar. Kotoko sekarang senang semua membicarakan  hal positif tentangnya. Ia dan sahabatnya berjalan dengan angkuhnya.


Kin-chan cs yang curiga dengan rumah baru kotoko, pulang sekolah langsung membuntuti kotoko.
Betapa terkejutnya mereka melihat klo kotoko masuk ke rumah dengan nama Irie family. 

Kin-chan berkata itu tidak mungkin irie teman sekolah mereka. Namun tiba-tiba naoki datang dan masuk kerumah yang sama dimasukin kotoko tadi. Kin-chan shock sampai pingsan.


Keesokan harinya, kin-chan berlari-lari memanggil nama kotoko. Sampai didepan kotoko, kin-chan mengoncang-goncangkan badan kotoko. “kotoko.. kotoko.. apa benar sekarang kau tinggal dirumahnya naoki?”
“eihhh??” semua teman kelasnya langsung brkumpul menunggu jawaban kotoko.
“ahh bagaimana hal sperti bisa terjadi?” sanggah kotoko
“tapi dengan mataku sendiri  aku melihatmu berjalan ke rumah irie”
“kau mungkin mimpi” kotoko tetap menyanggahnya “maksudku di rumah irie-kun.. kami berdua..”kotoko tertawa-tawa. 

 

Tanpa sengaja tasnya terjatuh dan barang-barangnya berserakan dilantai.  Termasuk jimat amplop yang diberikan ibu irie. Jinko dan satomi membantu membereskan barang-barang kotoko yang terjatuh itu. Jinko menemukan amplop itu dan penasaran lalu membukanya. Betapa terkejutnya jinko melihat isi didalamnya adalah foto naoki dan kotoko sedang tertidur diatas meja. 

“tunggu.. foto ini...?” seru jinko memperlihatkan foto kotoko itu.  Seisi kelas langsung bertambah rebut melihat foto itu. Mereka kaget melihat kotoko satu foto dengan naoki.  Melihat ia tidak bisa mencegah lagi, kotoko membungkuk meminta maaf teman-temannya. “gomenasai..”
Kin-chan yang melihat foto itu jadi menangis sedih “jadi kau benar-benar tinggal dirumah irie?”

“tapi.. tapi.. itu tidak seperti yang kau pikirkan kin-chan.” Kotoko lalu menjelaskan pada teman-temannya “ayah kami bersahabat dan kalian tau rumahku roboh kan? Jadi sampai kami menemukan rumah baru, mereka akan membantu kami. Itulah alasannya”
“apakah itu berarti… irie mengajarimu ujian akhir yang  baru kita lalui?” Tanya satomi
Semua jadi mengerti kenapa nilai kotoko kemarin bagus. “irie kun benar-benar genius sampai dia bisa membat kotoko masuk 100 besar”

“iya itu tak mungkin dilakukan dengan kemampuan kotoko sendiri” ucap gemuruh teman-temannya.  Jinko mengambil foto itu lagi “mereka berdua benar-benar cocok berdua ya?” gumam jinko “maksudku dia dan naoki tinggal dibawah atap yang sama!” semua gadis langsung berteriak-teriak.
“jangan bicara seperti itu” kata kin-chan bersedih
“itu tidak benar. Irie kun benar-benar mengacuhkanku. Dia membenciku” ucap kotoko bersedih.
Jinko menyentuh wajah kotoko “kotoko.. kasihan kau”
“oh jinko” mereka berdua bersedih.
“tapi aku bisa mengatasi orang berdarah dingin itu. Aku baik-baik saja. Tapi aku berjanji untuk merahasiakan situasi kami berdua disekolah. Jadi semuanya tolong rahasiakan ini ya”
“iya serahkan saja pada kami” jawab jinko dan teman-teman yang lain.
“terima kasih.. kalian benar-benar baik.”


Malam harinya kotoko terus menatap fotonya yang sedang tidur semeja dengan naoki itu dikamarnya.
Besok harinya naoki masuk ke kelasnya dengan tergesa-gesa “aihara-san!..”
“ada apa?” Tanya kotoko yang keheranan , begitu juga teman yang lain. “diamlah dan ikuti aku.. kata naoki menarik tangan kotoko. Teman-temannya heboh melihat tingkah naoki tadi.

naoki terus menarik tangan kotoko menyusuri tangga. “aku pikir kita tidak boleh saling bicara disekolah?” naoki menarik kotoko sampai didepan papan pengumuman yang sudah penuh dengan teman-teman sekolah mereka.  Kotoko terkejut melihat papan pengumuman yang berisi foto-foto mereka yang tertidur semeja itu. 

Kotoko melihat ternyata itu ulah jinko dan satomi yang menyebarkan foto mereka.
“ah ternyata jinko dan satomi..”ucap kotoko
“apa yang temanmu pikirkan!” teriak naoki penuh amarah


Kotoko menunggu naoki ditangga menuju kelas naoki. “irie kun.. gomenasai” ucap kotoko minta maaf. “honto ni gomenasai!”
Naoki berhenti dan tanpa berbalik  berkata. “kau membuat surat cinta untukku, jadi kau pikir tidak masalah dengan gossip itu. Tapi bagiku ini gangguan!” naoki langsung berjalan naik tangga lagi ke kelasnya.
Setelah beberapa langkah naoki berhenti lagi dan berbalik melihat pada kotoko “jangan menghalangi jalanku lagi!” ia lalu melangkah pergi meninggalkan kotoko yang terpaku. 


 Setelah naoki pergi kotoko merasa pedih dimatanya, ia menyentuh padanya dan ada airmata disana “mengapa…. Mengapa aku menangis” gumam kotoko mengusap airmata dipipinya dengan sedih.