Selasa, 18 Desember 2012

Sinopsis : Kimi Ni Todoke - Part 4


Sawako didalam kamarnya melihat kelopak bunga ceri dipigura. Ia mengambilnya dan menaruhnya didalam buku siswa.



Saat makan siang Yoshida mengamati majalah fashion “ aku ingin terlihat dewasa..” kata Yoshida
“ini tidak seperti Chizu-chan biasanya, untuk melihat majalah ini.” Kata Sawako
“iya karena sebentar lagi tahun baru” jawab Yoshida
“sebentar lagi? Ini kan masih awal november” sahut Yano
“kau suka acara tahun baru ya?” tanya Sawako
“Chizuru-chan akan menghabiskan tahun baru dengan cinta terpendamnya” ungkap Yano.
“apa cinta terpendam?hmmm.. tapi benar juga” kata Yoshida malu-malu mengakuinya. “.. kami selalu bersama sejak kami kecil jadi dia menganggapku hanya sebagai anggota keluarganya. Sekali waktu aku ingin menunjukkan padanya sisi feminimku sehingga ia akan merubah pemikirannya tentang aku”

“jadi..dia..” sawako bergumam lirih dan melirik Ryu dan duduk dimeja sebrang mereka. “umm.. orang yang kau suka... apakah mungkin dia..” blom selesai ia bicara tentang Ryu, HP Yano berbunyi .

Ia mengangkat telpnya dengan semangat karena dari pacarnya yang seorang mahasiswa. Ia meminta maaf tidak bisa menemani Yoshida shopping.



Didalam kelas Kazehaya memperhatikan gerak gerik gurunya, saat pak guru menghadap ke papan tulis buru-buru ia meletakkan lipatan kertas keatas meja Sawako.

Sawako mengambil kertas lipatan itu dan melihatnya tak mengerti. Kazehaya memperhatikan Sawako dengan gelisah. Tapi kemudian Sawako mengoperkan lipatan kertas itu ke meja belakangnya, meja Ryu yang sedang tertidur.

Kazehaya terkejut melihat kertas lipatannya ditaruh dimeja Ryu oleh Sawako. Ia langsung panik dan buru-buru mengambil kertas lipatan itu dari meja Ryu.

Sawako tambah heran dengan tingkah Kazehaya itu.


Kazehaya menulis sesuatu dikertas itu kemudian menaruhnya dimeja Sawako lagi.
Sawako mengambilnya dan membaca tulisan itu. “ Dari Kazehaya untuk Kuronuma”.
Setelah membaca tulisan itu, Sawako baru sadar kertas lipatan itu untuk dirinya... hihihi.. polos banget niy cewek..
Didalamnya ada tulisan Kazehaya “nanti setelah pulang sekolah, aku menunggumu di gerbang sekolah”
Sawako melihat Kazehaya dan mengangguk.
Kazehayapun langsung tersenyum bahagia.


Kazehaya menuntun sepeda dan penuh semangat berjalan ke gerbang sekolahan. Ia antusias dan bahagia melihat Sawako ada digerbang menunggunya “Kuronuma “ panggilnya. Sawako bersandar digerbang sekolah langsung berdiri tegak. Tiba-tiba Yoshida muncul dibelakang tubuh Sawako “oyy.. Kazehaya” sapanya.

“Yoshida?” seru Kazehaya kaget melihatnya.

“jadi kita akan pergi shopping dengan Chizu-chan” kata Sawako menjelaskan kehadiran Yoshida diantara mereka.

“oh begitu..” ucap Kazehaya yang masih kaget dengan adanya Yoshida yang merusak rencananya.

“maaf Kazehaya, tapi aku sudah mengajaknya lebih dulu” kata Yoshida.
“tapi jika itu tak masalah untukmu, Chizu chan bilang klo kau boleh ikut dengan kami”
Dengan terpaksa Kazehayapun mengangguk setuju tapi dengan raut muka kecewa juga siy.


Mereka pergi shopping baju disebuah toko baju cewek. Yoshida binggung memilih rok yang akan dibelinya. Dia menyukai 2 model rok yang berbeda, warna putih dan warna hitam. “ bagus yang mana ya? Yang ini atau yang ini?” tanyanya pada Sawako. Sawakopun juga terlihat binggung karena keduanya sama bagusnya. “mumpung ada cowok disini, ayo kita tanya dia. “ ucap Yoshida kemudian berbalik melihat ke Kazehaya “Kazehaya bagus yang mana?” tanya Yoshida menunjukkan 2 rok itu. Kazehaya melihatnya dan menunjuk pada rok warna hitam bunga-bunga kecil. “yang itu” jawab Kazehaya.

“Sawako ayo kau coba rok ini” kata Yoshida dan menempelkan rok itu di rok seragam sekolah Sawako. Yoshida kemudian berkata klo itu terlalu mahal kemudian ia mencari baju lainnya lagi. Sawako masih menempelkan rok yang dipilih kazehaya itu didepan rok seragamnya. Ia kemudian menatap ke cermin untuk melihat apa cocok untuknya. Dari jauh Kazehaya menatap Sawako yang sedang mencoba rok itu. Ia pun tersenyum melihatnya.



Kazehaya mendekati Sawako yang sedang mencoba baju itu dan memanggilnya “ kuronuma... aku ingat aku harus melakukan sesuatu jadi aku akan pulang lebih dulu ya.”

Sawako hanya melihatnya saja. Kazehaya berjalan mendekati Yoshida “ yoshida aku pulang dulu ya”

“okay” jawab Yoshida. Kazehaya pun pulang dengan lesu, rencana kencannya bersama Sawako gatot (gagal total!)

Sawako dibelakangnya menatap punggung kazehaya terus sampai menghilang.

Saat yoshida dan sawako pulang, sebelum berpisah sawako bertanya pada Yoshida “ siapa orang yang engkau sukai itu?” Yoshida malu-malu menjawab “ dia... kakaknya Ryu..”

“ehhh?kakaknya Sanada-kun?” sawako terkejut, gawat karena dia tau klo Ryu sebenarnya menyukai Yoshida tapi Yoshida malah suka kakaknya.

“iya. Meski sekarang ia tinggal di Tokyo tapi akan kembali kesini saat tahun baru nanti.”


Dirumah ayah sedang sangat sibuk berlatih musik untuk konser malam tahun baru. Ayah berkata klo setelah konser selesai mereka bertiga akan merayakan ulang tahu Sawako. Sawako ulang tahunnya tgl 31 Desember. Sawako mengangguk menyetujuinya.

Ayah memberikan pamphlet konser musiknya pada Sawako dan ibu diruang keluarga. “ sawako .. karena akhir – akhir ini udara sangat dingin dan hari cepat gelap, bagaimana klo kau ke sekolah naik bis selama winter ini?’ tanya ayah kuatir dengan Sawako.

“tapi aku baik-baik saja” tolak sawako
“kamu tak perlu terlalu kuatir tentang Sawako, ayah” kata Ibu menenangkan suaminya.
“tapi kau kan seorang gadis” kata ayah masih kuatir pada anak satu-satunya itu.
Sawako mengerti kekuatiran ayahnya dan setuju untuk pulang naik bis.



Esok harinya Sawako meminta kartu untuk naik bis pada Pin wali kelasnya. “ ohh kamu minta kartu pass naik bis ya” “iya karena hari sekarang cepat gelap jadi ayah kuatir” “baiklah berikan buku siswamu padaku” kata Pin.

Sawakopun memberikannya pada Pin.

Sebelum pulang Sawako meminta buku siswa kembali pada Pin tapi rupanya pak pin lupa meletakkannya dimana. Ia pun mencari dilaci mejanya dan membongkar semua yang ada dilaci. Tapi buku siswa Sawako tidak ketemu juga.

“apa kau menghilangkan buku siswaku?” tanya Sawako

“iya sepertinya aku telah membuangnya. Jangan kuatir aku akan membuatkan yang baru lagi” kata pak Pin santai.

“ahhh buku siswa itu sangat penting untukku” sahut Sawako panik. Karena di buku itu ia telah menaruh kelopak bunga sakuranya.

“kau tunjukkan saja ini sebagai gantinya... kau akan dapat discount klo naik bis” sahut Pin memberikan selembar kertas pernyataan. “ kau jangan terlalu terpaku dengan barang-barang.. yang paling penting apa yang ada didalamnya dalam arti hatimu.. hatimu” kata pak pin.. hmmm apa hubungannya pak kehilangan buku siswa sama hati..? hahh ga nyambunggg..

Sawako menatap kertas pengganti buku siswa itu dengan wajah hampir nangis.



Sawako kembali kekelas disambut sahabat-sahabatnya “ini dia orangnya..” kata Kazehaya, Yoshida dan Yano. Mereka berjalan mendekati Sawako dengan riang “ kalian kenapa?” tanya sawako.

“kami menungguu... kita akan makan ramen bersama lagi” jawab Kazehaya.
Sawako tersenyum senang tapi ia langsung ingat klo ia disuruh langsung pulang oleh ayahnya.

“aku sudah terlanjur berjanji pada ayahku. Ayahku akan pulang awal hari ini”
“oh begitu “ kata Yoshida dan Yano kecewa begitupun Sawako juga terlihat sangat kecewa.
“ya next time klo begitu ya” kata Kazehaya yang juga terlihat kecewa. Ia melihat Sawako dan dengan gugup berkata “ aku akan mengantarmu pulang Kuronuma” Kazehaya pun mengambil tas di kursinya

“tidak perlu.. karena mulai hari ini aku akan naik bis” tolak Sawako.
“ehhh? Jadi kita tak akan bisa pulang bersama lagi?” tanya Yoshida.

“Rumah Sawako sangat jauh.. kita tak bisa apa-apa juga” Yano juga kecewa tapi memahami kondisi Sawako.

Mereka bertigapun akhirnya mengantar sawako naik bis sampai bis itu berlalu dari hadapan mereka. Kazehaya menatap kepergian bis yang membawa Sawako dengan kesedihan karena mereka akan semakin jauh jaraknya klo Sawako harus naik bis setiap pulang sekolah.

Tak jauh beda dengan yang lainnya, didalam bispun Sawako menatap teman-temannya dengan kecewa.

Kazehaya melampiaskan kekecewaannya dengan mengayuh sepedanya cepat-cepat.



Esok harinya Kazehaya melihat Sawako sudah didalam kelas “ ohayo, kuronuma” sapanya lembut. Sawako yang sedang menulis dibukunya melihat ke Kazehaya dengan tersenyum. “ohh.. ohayoo”

Kazehaya seperti mau bilang sesuatu tapi ragu-ragu “emm.. besok minggu kami akan melihat pemandangan malam natal. Bisa kita pergi bersama?” ajak Kazehaya.

“besok minggu?”
“jika kau bilang ayahmu jauh-jauh hari, dia akan mengijinkan kan?”
Sawako “mengangguk “iya aku akan tanya padanya” Kazehaya tersenyum lega

“ohayoo” seru Yoshida pada mereka berdua.
“apa yang kalian bicarakan?” tanyanya ingin tau... uhh Yoshida niy.. gangguin ajah dehhh.. ga perasaan ada orang lagi pendekatan gitu...

Kazehaya grogi dan kuatir Yoshida akan mengganggu rencananya lagi. Ia hanya dia tak menjawab pertanyaan Yoshida. Yano yang datang langsung mengerti situasi antara Kazehaya dan Sawako saat ia melihat tingkah Kazehaya yang grogi itu.

“tentang pemandangan malam natal, kami berrencana pergi bersama” jawab Kazehaya pada akhirnya.

“aku ikut.. beberapa hari yang lalu aku melihat ada restauran bagus dekat stasiun” seru Yoshida semangat ingin ikut.. nahhhhh... benar ga perasaan niy cewek.. hihihi

Yano yang lebih peka langsung memberi kode pada Yoshida dengan kesal “hizzzz.. Chizu!”

“bagaimana denganmu ayane chan?” tanya sawako. Yano melirik ke Kazehaya sebentar kemudian berkata “ aku ada kencan dengan cowokku dihari minggu itu”

“ohh begitu” sahut Sawako.

Yoshida yang masih belom paham situasi tetap bersemangat untuk acara malam natal itu. “ kau tu, tempat itu sangat dekat dengan stasiun dan menurut komentar orang siy sangat enak dan makanan disana ada kentang yang sangat besar..”kata Yoshida berapi-api.

Sementara itu Kazehaya hanya garuk-garuk pipinya... hmmm firasat bakal terganggu niyy..




Sawako janjian dengan teman-temannya untuk pergi Karokean bersama.

Sawako sudah menunggu dipinggir jalan. Kazehaya berlari-lari menghampirinya “ sudah kuduga kau disini” ucap Kazehaya.

Sawako melihat Kazehaya tak mengerti “ aku sudah tau kau akan datang lebih awal” lanjut Kazehaya.

Sawako mengangguk dan berdiri disebelah Kazehaya. “kau akan pergi ke pestanya kan?” tanya Kazehaya

“bolehkah?” tanya Sawako balik membuat Kazehaya geli . ya iyalah kan kemarin sudah diajak Kazehaya pergi bersama khan...

“tentu saja”

“syukurlah” kata Sawako gembira tapi ia ingat lagi. “tapi keluarga kami selalu punya acara malam natal bersama.. tapi baiklah aku akan minta ijin mereka”

Kazehaya berpikir sesuatu dan gugup “ dan juga setelah pesta itu...” blom selesai Kazehaya mengutarakan keinginannya teman-temannya datang dan menyapanya. Merekapun menanyakan rencana Kazehaya tapi yang ditanya (Kazehaya) hanya menatap Sawako kecewa karena kesempatan berduaan dengan Sawako harus berakhir.


“Sawako.. sawako “ panggil Yoshida panik menghampiri Sawako “ Yoshida sedang ada masalah.. ayo kita temui dia”
“ayane chan?”
“iya”

Sawako pun mengiyakan ajakan Yoshida. “Kazehaya maaf kami tak bisa pergi bersama kalian ke karaoke” seru Yoshida menarik Sawako pergi.

“apa yang terjadi?” tanya Kazehaya kuatir melihat mereka berdua buru-buru seperti itu.
“jangan kuatir.. ini majalah cewek” jawab Yoshida.

Kazehaya tertunduk lesu melihat Sawako pergi dengan Yoshida.



Yano ternyata sedih karena sedang bertengkar dengan cowoknya. Ia bilang klo ia berpacaran dengan mahasiswa agar cowoknya lebih dewasa dari dia. Tapi ternyata cowoknya suka banget memantaunya dengan telp terus menerus. Namun saat mereka kencan cowoknya sering membuatnya menunggu. Jadi ia sangat kesal dibuatnya. Dan mereka memilih putus.

Mereka berjalan ke rumah Ryu untuk makan ramen. Yoshida melihat seorang cowok keluar dari rumah Ryu dan berteriak gembira “ ahh toru.. itu kau toru..” seru Yoshida berlari ke pelukan Toru kakak Ryu, orang yang disukainya.

“apakah itu..”tanya sawako penasaran
“itu kakak Ryu” jawab Yano

“inikan belom tahun baru, mengapa kau disini?” tanya Yoshida kegirangan. Pintu rumah Ryu terbuka lagi kali ini seorang wanita keluar dari rumah bersama Ryu.

“Chizuru.. “ kata Toru, ia melihat wanita itu dan meminta dia mendekat padanya. “ chi... dia adalah wanita yang akan aku nikahi” kata Toru tiba-tiba membuat Yoshida shock menatap tak percaya Toru dan wanita itu.

“Hajimemashite.. aku Katayama Haruka” sapa wanita itu mengenalkan dirinya pada Yoshida. Kemudian ia dan Toru saling berpandangan mesra membuat hati Yoshida patah berkeping-keping.

“hajimemashite..” jawab Yoshida dengan wajah shocknya. Ryu, Yano dan Sawako memahami kekecewaan Yoshida. Merekapun ikut bersedih untuk sahabatnya itu.



Kazehaya yang pergi bersama teman cowok lainnya itu hanya terdiam disepanjang jalan. Ia diam dalam lamunannya sendiri. Ia memperlambat langkahnya dan temannya sudah agak jauh darinya.

“apakah perasaanku akan mencapai ke dia?” gumam lirih Kazehaya tak yakin dengan dirinya sendiri.



Yoshida melampiaskan kekecewaannya dengan makan sebanyak-banyaknya (mirip aku ihh.. klo lg banyak masalah.. makan dan makan.. dan makan... hihihi.. bengkak jadinya... )

Yoshida melihat wajah Sawako yang justru menangis didepannya, jadi ikutan menangis. Dan ia akhirnya makan sambil menangis.


Ditempat biasanya Yoshida berada saat ada masalah. Ryu kesana sambil membawa bakpao daging dan kacang merah kesukaan Yoshida tapi ternyata Yoshida tidak ada disana.



Acara malam natal yang direncanakan tinggal 1 hari lagi namun Sawako belom memberitahu ke orangtuanya. Yoshida bilang ia tak bisa ikut karena dia membantu Ryu ditoko. Yano bilang klo ia juga tidak bisa ikut karena dia akan memperbaiki hubungannya dengan pacarnya dulu dan ia berharap Sawako dapat pergi berdua bersenang-senang dengan Kazehaya.

Sawako menungu di halte untuk bis yang biasanya ia naiki. “hari ini aku akan minta ijin ayah” gumam Sawako lirih pada diri sendiri. Kazehaya yang melihat Sawako di sana, langsung datang menghampirinya.

“Kuronuma” panggil Kazehaya
“Kazehaya kun?” seru Sawako heran ada Kazehaya disana.

Kazehaya menatap Sawako tajam “ Kuronuma.. maukah kau pergi (ngedate) denganku?” tanyanya.

Sawako melihat jam tangannya “tapi hari ini aku harus melakukan sesuatu yang penting” jawab Sawako
“bukan itu maksudku..” sahut Kazehaya yang melihat Sawako masih tak mengerti maksud kata-katanya.
Sawako menatap wajah Kazehaya yang serius itu.


“aku ingin kau jadi pacarku” kata Kazehaya gugup.

“ehhh?” Sawako menatap Kazehaya.. dengan gugup Kazehaya mencari sesuatu dikantong jaketnya. Ia mengambil 2 bh tiket dan mengulurkannya pada Sawako “ ayo pergi kesini setelah pesta malam natal” ucap Kazehaya. “ tidak dengan semua orang. Hanya kita berdua saja” (kazehaya takut Sawako mengajak Yoshida lagi :D)

“berdua?” gumam Sawako heran. Kazehaya kemudian menjelaskannya “ aku... saat malam natal aku ingin kita pergi berdua.” Sawako masih menatap Kazehaya tajam. Membuat Kazehaya tambah gugup dan grogi. Ia masih mengulurkan tiket yang blom juga diambil Sawako dari tangannya.


Bis yang biasa ia tumpangi berhenti dihalte tempat ia berdiri. Sawako gelisah

“tapi.. pergi.. aku .. tak bisa... maksudku... aku tak pernah memikirkannya” ucap Sawako putus-putus.

Sopir menekan bel bisnya dan Sawako segera naik kedalam bis meninggalkan Kazehaya yang tertunduk kecewa dan masih memegang tiket itu.

Sebelum pintu bis menutup Sawako menatap Kazehaya “ gomenasai..”.*maaf

Mendengar kata – kata terakhir Sawako itu, Ia merasa cintanya pada Sawako telah DITOLAK!.

Didalam bisnya, Sawako menatap bayangan Kazehaya dengan sedih.


Setelah pesta malam natal dan ternyata memang Sawako tidak datang, Kazehaya berdiri diatas bukit diatas kuburan yang dulu pernah ia kunjungi bersama Sawako. Ia menatap tiket yang ditangannya dengan sedih. Ia menghela nafasnya dalam dalam kemudian meremas tiket itu dengan kedua tangannya dan membuangnya. ia sepertinya akan menyerah mendapatkan cinta Sawako.




BERSAMBUNG... PART 5 - ENDING


Minggu, 16 Desember 2012

Sinopsis : Kimi Ni Todoke - Part 3



Murid-murid sedang lomba olahraga antar kelas dihalaman sekolahan. Sawako tambak mulai akrab dengan teman-teman kelasnya. Sementara Kazehaya dan Ryu berhasil bermain bagus dalam baseball . Kazehaya berhasil berlari sebelum bola menghantam tubuhnya. Sehingga kelasnya mendapatkan point.


Kazehaya pun berlari ke gerombolan murid-murid kelasnya dan memberi tos kedua tangan semuanya. Sampai pada akhirnya giliran pada Sawako yang tampak malu.

Kazehaya tersenyum menatap Sawako dan kemudian bergabung lagi dengan tim cowok lainnya. Kurumi dari jauh memperhatikan Kazehaya dan Sawako dengan kecewa.



Yoshida, Yano dan Sawako sedang memuji penampilan Ryu yang sangat bagus dalam pertandingan baseball itu, saat Kurumi datang menghampiri Sawako.

“Sawako chan “ panggil Kurumi “.. bisakah kita bicara?”

Sawako mengangguk dan berjalan bersama Kurumi ke sebuah bangku ditaman sekolah.

“Chizu.. gadis yang bersama dengan Sawako itu siapa?” tanya Yano

“ohh kurumi.. aku tak begitu mengenalnya juga. aku tak pernah bicara dengannya. Cuma sekedar tau dari cerita Kazehaya.” jawab Yoshida

“ohh temannya Kazehaya” kata Yano agak curiga.

Ditempat lain Sawako dan Kurumi berbicara.

“Sawako chan.. kau temanku kan?”

“ya..”

“aku ingin minta bantuan padamu. Aku punya seseorang yang aku suka. Maukah kau membantuku?”

“jika aku bisa membantu pasti akan aku bantu” kata Sawako senang ada teman yang membutuhkan bantuannya. Kurumi tersenyum senang.

“Arigatou.. kau tau.. orang aku suka adalah Kazehaya-kun” ungkap Kurumi menunduk

“ehh?” sawako terkejut mendengarnya.

Kurumi melihat jam tangannya “ aku harus pergi.. kita lanjutkan lain kali saja ya ? arigatou sawako chan” katanya dan pergi meninggalkan Sawako yang masih tertegun dengan pengakuan kurumi tadi.



Sawako bangkit dari bangkunya dan menyentuh tangan Kurumi.
“Ada apa?” tanya Kurumi terkejut
“gomenasai*maaf... aku tak bisa membantumu sama sekali” ucap Sawako lirih.
“mengapa?... tadi kau bilang akan membantu”. Kita ini teman kan?” paksa Kurumi.

Dengan terputus-putus dan ragu Sawako menjelaskan “ karena Kazehaya kun... seseorang yang special.. untukku..”

“maksudmu kau berpikir klo kau akan “jalan” dengannya?” *ngedate maksud Kurumi
“jalan? Kemana?” tanya polos Sawako yang tak mengerti maksud kata “jalan” alias ngedate itu.
“saat kau bilang dia special untukmu... apakah itu tidak melibatkan perasaan cinta?”
“perasaan cinta??” tanya Sawako yang masih tak mengerti.

Kurumi jadi kesal, Sawako masih belum paham maksudnya. “ maksudku perasaanku untuknya itu berbeda. Lalu apa maksudmu dia itu special?! Apa karena dia lembut padamu?”

Sawako berpikir sejenak mencerna kata-kata Kurumi. Oh ya kebiasannya Sawako klo tidak yakin dengan kata-katanya atau sedang berpikir dan ragu akan sesuatu ia akan berpikir sambil menggelengkan kepalanya ke arah kanan atau kirinya.

“jika kau berkata seperti itu..” kata Sawako berpikir.

Melihat ke ragu-raguan Sawako yang polos. Kurumi langsung berkata “ Sawako chan, karena kau tak pernah berbicara dengan cowok makanya kau menganggap Kazehaya itu special untukmu. Cobalah kau berbicara dengan cowok lain lebih banyak. Misalnya... oh ya Sanada (Ryu)!”

“Sanada kun?”

“hum... iya... dan lagi kursinya berdekatan denganmu. Cobalah berbicara dengannya lebih banyak. Jika kau melakukannya, maka kau akan berpikir dia orang yang special juga”


Ryu melepas lelah setelah bertanding baseball. Ia tiduran di aula yang sepi tanpa ada orang. Sawako berlari-lari mendekati Ryu yang tiduran itu.

“maaf.. kurumi bilang kau disini dan dia memintaku untuk menemuimu.” Kata Sawako. Ryu bangkit dari tidurnya dan duduk melihat Sawako.

“kau kura...” kata Ryu ragu-ragu kemudian ia mengambil lipatan kertas di kantung celananya dan membaca semua nama disana. “.. kuronuma Sawako.”

“iya..” sahut Sawako mengangguk.

“jadi apa yang ingin kau katakan?” tanya Ryu.
Hmmm... Ada yang aneh kan dengan pertemuan mereka.? “

“hmmm.. bicara tentang... eeeh.. bicara tentang.. “Sawako ragu-ragu apa yang mau ia tanyakan pada Ryu.



Kazehaya berjalan bersama Kurui membawa perbekalan yang habis digunakan untuk bertanding tadi karena ia dan Kurumi panitia. Kurumi sepanjang jalan mengajak Kazehaya berbicara tentang Sawako terus.

“Kau tau, Sawako-chan sangat cute hari ini”
“ehhh? “ seru Kazehaya heran.
“selama pertandingan tadi, dia selalu melihat hanya ke Sanada terus. Sanada hari ini jadi bintang olahraganya kan? Seperti yang diharapkan dari bintang klub baseball spt dia”

Kazehaya langsung terdiam mendengarnya membaca raut muka Kurumi untuk mencari kebenarannya.



Sementara itu di Aula sekolah Sawako dan Ryu duduk berhadap-hadapan.

“tentang hubungan cinta.. apa kau tau tentang ini? Aku rasa aku tak mengerti tentang itu” tanya Sawako ragu.

“itu adalah sebuah perasaan yang sangat khusus yang tidak bisa dibandingan dengan apapun juga” jawab Ryu.

“bagaimana kau tau klo itu sesuatu yang special?” tanya Kurumi.

“itu sangat special tanpa kau menyadari rasa itu”

Sawako menunduk memikirkan kata-kata Ryu. Ryu juga menatap Sawako dan berbisik pelan “ itu yang selalu aku rasakan pada Chizuru.” Sawako terkejut mendengar rahasia dari Ryu itu. “tolong rahasiakan itu ya” pinta Ryu tersenyum.

Sawako tersenyum gembira “ itu.. itu benar benar menakjubkan” seru Sawako senang.



Kaehaya dan Kurumi berjalan melewati pintu ruang aula

“aku sudah mendengarkan album itu kemarin dan sekarang aku sudah hapal lirik lagu semuanya!” seru Kurumi pamer.

“benarkah?” tanya Kazehaya. Hanya ia melihat Kurumi disebelahnya , pandangan matanya juga melihat Sawako dan Ryu yang sedang berdua didalam Aula. Kazehaya langsung menjatuhkan semua barang yang dibawanya kelantai dan berlari masuk kedalam aula. Meninggalkan Kurumi yang terkejut dengan tingkah Kazehaya itu.

“tunggu kazehaya” seru Kurumi tapi tak digubris Kazehaya yang terus berlari ke dalam Aula.


Kazehaya mendekati Sawako dengan marah dan menariknya tangannya untuk meninggalkan Ryu. Sawako terkejut melihat Kazehaya disana dan melihat ekspresi kemarahan diwajah Kazehaya.

Dari jauh kurumi menatap semua itu dengan sedih dan kecewa..



Kazehaya menggenggam tangan Sawako erat dan menariknya sampai ke halaman sekolahan. Sawako masih heran dengan ulah kecemburuan Kazehaya itu. Ia hanya mengikuti arah Kazehaya berjalan tanpa protes.

Kazehaya berhenti dan melepaskan tangan Sawako.



“maaf.. aku tak bisa mengontrol diriku” bisik Kazehaya menatap tajam Sawako. “.. kuronuma.. “panggilnya melihat sawako yang menunduk saja. Sawako menatap wajah kecewa Kazehaya. “.. apa kau menyukai Ryu?” tanya Kazehaya menatapnya tajam.

Sawako mengangguk “ suki desu...” jawabnya.



Kazehaya langsung shock dan kecewa.

Melihat wajah Kazehaya yang seperti itu, Sawako langsung berpikir dan seperti kebiasaanya klo ragu dengan kata-katanya ia menggelengan kepalanya ke kiri dan kekanan untuk berpikir.

“ehhh.. tapi rasa ini.. tidak ada yang special” katanya polos dan berpikir. “.. aku suka dia sebagai teman kelas saja” lanjut sawako menjelaskan.



Kazehaya langsung menghela nafas lega “ ohh begitu” ucapnya sambil jongkok (lemes... karena tadi takut Sawako benar-benar suka sama Ryu mungkin ya)

Sawako melihat Kazehaya yang tiba-tiba lemas itu dengan heran. Kazehaya jongkok dan menutup mulutnya dengan tangannnya (tau khan kebiasaan ini.. Kazehaya ketawa lega..)

“whewww.. maaf” seru Kazehaya menunduk malu. Sawako mengira klo Kazehaya kecewa karena menyukai Ryu Cuma seperti itu.

“tapi aku rasa Sanada kun itu keren dan orang yang baik..” kata Sawako terputusputus karena sambil berpikir kata-kata yang pas.

Kazehaya yang jongkok menahan tawanya mendengar kata-kata Sawako itu.

“sudah . ga masalah lagi... sudah jelas sekarang” katanya menatap Sawako lembut.



Di versi Animenya ada kecemburuan Kazehaya lagi yang sangat posesif itu.. sayangnya di Movienya ga ada. Yaitu saat Kazehaya dan Sawako berbicara dibawah pohon ceri/sakura. Saat itu Sawako tersenyum padanya , senyum yang slalu membuat jantung Kazehaya berdebar kencang. Waktu Sawako tersenyum manis itu cowok-cowok yang lain sedang memanggil Kazehaya. Reflek Kazehaya menutup Sawako dengan tubuhnya “maaf.. aku mungkin terlalu egois.. aku tak mau senyum ini dilihat orang lain.. biar ini satu satunya menjadi milikku saja!” kata Kazehaya saat itu... uhhhhhh... so sweeeettttt...




Ryu bercerita pada Yoshida dan Yano klo ia tadi mendapat lipatan kertas di lokernya dari Sawako. Ia mengulurkan kertas itu pada Yoshida.

“ini tadi diloker sepatumu?” tanya Yoshida

“ya..”

Yoshida membuka lipatan kertas itu dan membaca isinya “ tolong datang ke ruang aula jam 12:00. Kuronuma Sawako” Yoshida melihat tulisan tangan dikertas itu dan heran “ ini kan bukan tulisan tangannya ya?” tanyanya pada Yano.

“tapi Kuroiwa datang “ sahut Ryu. *Kuroiwa .. hahaah... ampyun deh Ryu salah terus manggil nama orang.. hedewww..

“Kuroiwa..! Kuronuma namanya!” seru Yoshida kesal pada Ryu.

“ada yang mencurigakan” kata Yano penuh kecurigaan menatap kertas itu.

“lalu Kuronuma dimana? “ tanya Yoshida

“dia pergi.. Shota (Kazehaya) menariknya pergi” jawab Ryu.

“Kazehaya??” seru Yoshida terkejut

“hmm.. ia datang juga dengan seorang cewek yang berpenampilan girly” lanjut Ryu

“gadis berpenampilan girly?!” seru Yano curiga.



Yano menemui Kurumi untuk bertanya atas kecurigaannya

“Kurumi—chan.. kau mencoba memisahkan Sawako dan Kazehaya ya?” introgasi Yano

“untuk apa aku melakukan itu” sahut Kurumi

“aku melihatmu meletakkan kertas ini diloker Ryu” bohong Yano sambil memperlihatkan lipatan kertas itu. Kurumi mengira Yano benar melihat dia melakukannya.

“terus kenapa?” tantang Kurumi cuek.

“sayangnya itu tak berjalan baik kan?” ejek Yano “ sawako itu orangnya jujur dan apa adanya, tidak seperti dirimu!”

“ehh tunggu dulu.. aku tak mengerti ap yang kau katakan” seru Yoshida yang datang.

“aku sudah merasa aneh bahkan sebelum kejadian ini terjadi.” Kata Yano. “ isu dan kejadian Sawako dikamar mandi..”

“ aku juga memikirkan itu. Itu kan tidak ada hubungannya dengan hantu dan supranatural kan?” tanya Yoshida yang baru datang itu dan belom mengerti maksud Yano.

“yups.. ini melibatkan kazehaya didalamnya” jawab Yano “itu lah yang dilakukan oleh seorang gadis yang menyukai Kazehaya. Iyakan Kurumi-chan?”

“Chizu-chan, ayane-chan apa yang terjadi?” tanya sawako yang tiba-tiba datang.

“Sawako, gadis ini mencoba menjebakmu” kata Yano

“ehhh.. benarkah” seru Yoshida yang baru mengerti... jiahhh loadingnya lama niy Yoshida... hehhe

“Kurumilah yang menyebarkan gosip dikamar mandi.” Lanjut Yano

Sawako tidak mempercayainya “ itu hanya salah paham. Dia tak mungkin melakukannya. Karena Kurumi chan adalah teman. Dia memberitahuku hal-hal penting”

Kurumi merasa kesal dengan Sawako dan kepolosannya itu “kau benar-benar mengganggu! Aku tak pernah menganggapmu sebagai teman.” Kurumi mellihat ke yano “orang yang menyebarkan gosip itu memang aku. Lalu kenapa?”

Yoshida marah, ia mencengkram jaket Kurumi hampir memukulnya “ mengapa kau melakukan hal itu?”

“karena sawako menghalangi jalanku” jawab Kurumi “dia selalu bersama dengan Kazehaya.. kenapa kau tidak menyendiri lagi?!’

“heyy kau harus minta maaf pada Sawako” seru Yoshida.

“biarkan saja.” Kata Yano. Ia menatap kurumi dengan kesal “aku akan bilang pad Kazehaya semuanya” ancam Yano

Kurumi gelisah dan gugup “pergi dan katakan padanya! Aku sudah tak peduli!”

“ayo pergi” ajak yano pada Yoshida.



Sawako mengejar Yoshida dan Yano “ Chizu chan, ayane chan... tolong jangan bilang ini pada Kazehaya kun. Meski dia mengatakan tidak peduli. Tapi aku tau dia tak mau seperti itu. “

“Sawako apa yang kau katakan? Apa kau masih...” seru Yoshida emosi karena sawako masih membela Kurumi. Yano menenangkan Yoshida “baiklah aku tak akan mengatakannya pada Kazehaya kun”

Sawako lalu berlari pergi “sawako kau mau kemana?” tanya Yoshida

“aku akan mengatakan sesuatu pada Kurumi chan dulu” sahut Sawako.

Sawako mendekati Kurumi “ada apa?” tanya Kurumi lemas takut Kazehaya mengetahui kejadian ini.

“ummm.. perasaanku pada Kazehaya-kun.. aku rasa dia benar-benar special untukku. Sama sepertimu Kurumi Chan “ ungkap Sawako .. ini pertama kalinya akhirnya sawako ngaku klo dia suka sama Kazehaya. “ aku sangat gugup mengatakan hal ini pada seorang teman”

“aku sudah bilang.. kita bukan teman!” bentak Kurumi kesal. “aku sudah menyukai Kazehaya kun sejak lama. Jangan bandingkan itu dengan perasaanmu sekarang terhadapnya”

Sawako melihat Kurumi yang menangis melihatnya “sejak smp aku sudah melakukan usahaku agar Kazehaya menyukaiku. Aku berusaha keras agar diterima disekolah ini bersamanya dan kondisi hubungan kami sudah baik. Aku sudah yakin aku akhirnya bisa mengungkapkan perasaanku tapi semua ini sekarang tak ada artinya. Jika dia tidak membalas cintaku maka semua ini tidak ada artinya lagi. “ isak Kurumi menangis. “aku tau... aku tau klo Kazehaya tidak mencintaiku karena aku sudah memperhatikannya selama ini. “’

Sawako mengambil sapu tangannya dan diulurkan pada Kurumi.

“pada akhirnya.. aku tak bisa sejujur dan apa adannya seperti dirimu.. aku benar-benar membenci” seru Kurumi dan berlari meninggalkan Sawako yang terdiam mendengar patah hatinya Kurumi itu.



Komite olahraga rapat untuk pembubaran panitia. Setelah selesai rapat, Kazehaya mendekati Kurumi yang duduk sendirian.

“Kurumizawa” sapa Kazehaya
“ya..” jawab gugup Kurumi.
“maaf ya kemarin aku meninggalkanmu membereskan perbekalan olahraga”
“apa kau tak mendengar berita tentang aku?” tanya kurumi takut-takut klo Yano jadi cerita ke Kazehaya.

“ehh.. tentang apa? “ tanya Kazehaya penasaran. Kurumi hanya menunduk terdiam. “apa itu? Kau membuatku penasaran sekarang ini” lanjut Kazehaya.

Kurumi berdiri mendekati Kazehaya.



“Kazehaya..” ucap Kurumi pelan menatap wajah Kazehaya “ atashi... Kazehaya ga suki.....” *aku... menyukai Kazehaya.

Kazehaya terkejut dan terdiam mendengar pengakuan cinta Kurumi

“sampai sekarang.. kaulah satu-satunya yang aku sukai”

Kazehaya menatap Kurumi menyesal “ gomen.. ada seseorang yang aku sukai” tolak Kazehaya. Kurumi langsung menunduk lemas dan menahan sesak nafasnya. Tapi ia pun mencoba agar tak menangis “ apakah pengakuan ini, setidaknya membuatmu sedikit bahagia?”

Kazehaya memahami perasaan Kurumi, ia tersenyum “ iya aku bahagia... arigatou..”

“Kazehaya kun.. kau benar-benar tidak jeli memilih cewek.. cewek cantik ini tak akan melihatmu lagi “ kata Kurumi mencoba memaksakan candaan.

Iapun pergi meninggalkan Kazehaya yang masih terdiam dikelasnya.



Pulangnya Kazehaya berjalan melewati pohon ceri/sakura tempat pertemuannya dengan sawako. Ia menengadah dan memandang pohon ceri yang mulai menguning dimusim yang mendekati musim gugur.


BERSAMBUNG....


Next part : Kazehaya gencar pendekatan pada Sawako, tapi selalu saja ada yang merusak usahanya. sampai akhirnya ia beranikan diri menyatakan perasaannya pada sawako.. whewwww.... dan tanggapan Sawako adalah...... next part 4... Jaa nee...