Rabu, 22 Mei 2013

Sinopsis : Itazura Na Kiss, Love In Tokyo - Ep. 4



Episode 4 : Apakah coklat adalah jimat cinta?



“Waktu berlalu dengan cepat. Summer, fall dan akhirnya winter.. aku bahagia aku bisa diterima di sebuah kampus. Tapi hubungan antara irie-kun dan aku tidak ada perkembangan. “

Kotoko berjalan ke sekolahnya bersama dengan naoki tapi Naoki berjalan agak jauh didepannya



Kotoko, satomi dan jinko pergi ke acara tahun baru ke kuil dikotanya. Satomi dan jinko memakai Yukata sementara kotoko memakai kimono yang dibantu ibu irie saat memakainya. Kotoko terlihat sangat cantik dengan kimono warna merah itu.

Mereka bertiga ternyata diterima di Universitas Tonan semua jadi mereka akan tetap bersama.


Mereka pergi ke altar kuil untuk berdoa. Setelah memasukkan koin dalam kotak persembahan mereka lalu berdoa.

Doa satomi “aku harap aku punya masa kuliah yang menyenangkan”

Doa Jinko :” aku harap aku punya pacar tahun ini”

Lalu keduanya diam menunggu doa kotoko, tapi tak ada sepatah kalimatpun yang keluar dari mulut kotoko. Satomi dan Jinko membuka matanya dan saling menatap. Mereka melirik ke kotoko yang sedang sangat serius berdoa.

“tanpa banyak kata, itu sudah jelas apa yang dia harapkan” ucap jinko.



Mereka lalu mengambil kertas ramalan mereka. Kotoko yang pertama berteriak kegirangan melihat isi kertas ramalannya. “yeahhh.. aku dapat ramalan keberuntunganku!” kotoko mulai membaca kertas ramalannya “orang yang kau tunggu akan datang”

“Bagus kotoko” seru jinko

Satomi ikut membaca kertas ramalannya: “orang yang kau tunggu tidak akan datang tapi kau akan dapat kabar tentangnya”

Jinko membaca punyanya : “dia tidak akan datang jika kau terlalu ambisius”



Ditempat lain kin-chan sedang bersedih karena ia tidak diterima di universitas tonan karena nilainya jelek. Ia minta 2 sahabatnya untuk tidak memberitahu kotoko klo ia tidak kuliah.



Dirumah keluarga irie mereka semua berpesta memberi semangat pada kotoko karena diterima di universitas tonan. Ayah sudah mempersiapkan berbagai makanan dan bahkan roti tart.

Bapak dan ibu irie memberi ucapan selamat pada kotoko tapi Naoki dan Yuki tidak memberi ucapan.

Bapak Irie lalu mengatakan klo Naoki juga akan menyusul kotoko mencari universitas.

Yuki menjawab langsung “dia tidak sebodoh kotoko, dia akan masuk ke universitas Tokyo”

“yuki..” seru ayah tidak suka.

Kotoko teringat sesuatu “oh ya..” katanya mengambil sesuatu di belakang kursinya. Ia mengambil bungkusan dan memberikannya pada naoki. “irie kun.. ini untukmu.. aku bisa masuk universitas ini semua karenamu menolongku belajar.. itu barang kecil”

“wah manisnya.. cepat buka Naoki.” Kata Ibu irie ingin tau. Naoki membuka bungkusan itu dan mengeluarkan isinya. Ia heran melihat kado itu yang isinya berbentuk kyk pengocok telur. Kotoko tersenyum menunggu kata-kata Naoki.



Yuuki mengambil barang itu dari tangan kakaknya “apa ini?” tanyanya ingin tau

“itu alat pemijat kepala.” Jawab kotoko.

“ohhh.. “tawa semuanya yang sepertinya juga baru tau klo alaat itu adalah alat untuk pemijat kepala.

“irie-kun ambil ujian masuk Universitas Tokyo kan? Dia perlu banyak belajar, jadi..” kotoko grogi melihat naoki yang didepannya. Naoki menatap kotoko masih heran dengan harian pemberian kotoko. Yuki mengambil pemijat itu “ ini mirip pengaduk..lebih cocok untuk orangtua” ejek yuki ceplas ceplos.

“hey yuki..”ibu irie jadi tidak enak sendiri “jangan pikirkan... Kenapa kau tidak mencobanya saja Naoki?”

“tidak apa-apa.. lagian itu bukan hanya universitas Tokyo, aku belum memutuskan ingin pergi ke universitas mana.” Semua terkejut dengan kebimbangan Naoki. Kedua orang tuanya terutama bapak irie tentu saja berharap naoki dapat pergi ke Universitas Tokyo yang terkenal itu dan juga kampus ayah naoki juga.

“yuki, aku akan mencoba itu” seru bapak irie meminta pijatan kepala itu. “bagimana cara kerjanya ini” katanya melihat pemijat itu.

Kotoko tidak bergerak dari kursinya, ia masih tak percaya naoki belum tau universitas yang ia inginkan.

“irie kun dapat masuk universitas Tokyo tanpa masalah tapi dia bilang dia mungkin tidak ingin pergi ke universitas? Sebenarnya apa yang terjadi?”



Kotoko dan 2 sahabat berjalan melewati kelas A, kelas khusus anak genius. Mereka terlihat serius belajar untuk persiapan masuk universitas Tokyo. Sedangkan dia dan kedua temannya tidak bingung lagi menentukan universitasnya karena sudah diterima di univeritas tonan. Kotoko melihat didalam hanya naoki yang terlihat santai membaca buku lain.



Pulang sekolah kotoko pinjam perlengkapan menjahit ibu irie untuk membuatkan jimat naoki.

1 hari menjelang ujian masuk universitas Tokyo

Jimat yang dibuat kotoko akhirnya selesai , karena besok adalah hari ujiannya maka malam-malam kotoko pergi ke dalam kamar naoki untuk memberikannya.

Kotoko mengetuk pintu kamar naoki pelan. “ya? “ Tanya naoki dari dalam kamarnya. Kotoko membuka pintu kamar Naokii dan melihat didalam naoki terlihat sangat sibuk belajar. “bisakah aku menganggumu sebentar?” tanyanya.

Naoki tidak menjawab jadi kotoko masuk ke dalam kamar naoki. Kotoko meletakkan jimat keberuntungannya di atas meja naoki .

Naoki melirik jimat buatan itu sekilas lalu beralih lagi ke bukunya. “test nasional kan besok jadi kau akan ikut kan?”

“aku akan memasukkan aplikasi ku.”

“syukurlah.. jika kau tidak punya sekolah yang kau inginkan maka orangtuamu pasti akan senang jika kau bisa masuk universitas Tokyo. Aku selalu saja menyusahkan ayahku. Aku berharap punya kesempatan sepertimu untuk membuat ayahku bahagia.” Naoki tidak memberikan respond apa-apa, tapi sepertinya ia memikirkan sesuatu. “yah begitu saja ya..” pamit kotoko keluar dari kamar naoki. Sebelum sampai pintu ia mendengar suara naoki.

“apa yang kau rencanakan di universitas?”

Kotoko berbalik melihat ke naoki “apa yang aku rencanakan? Aku akan belajar dan punya banyak teman”

“kau kesana untuk belajar.. itu hal yang tidak kau nikmati.”ejek naoki “aku tak mengerti mengapa setiap orang begitu ingin sekali pergi ke universitas.”

“aku tau kampus harusnya untuk orang-orang yang sepertimu belajar” sahut kotoko

“aku tak ingin pergi ke universitas.” Kata naoki “aku tak ingin seseorang mengajari di kampus. Aku bisa belajar sediri.” Hmm.. naoki sombong bgt dehh…

“tapi itu untuk mendapatkan qualifikasi tertentu yang ingin kau lakukan kedepan”

Noaki menatap kotoko “apa yang ingin kau lakukan?”

“aku tak tau… tapi….”kotoko berpikir “aku tau.. kau akan tau apa yang kau ingin lakukan saat kau di universitas dan apa yang kau ingin lakukan kedepannya.”

Naoki menatap kotoko seperti .. terkagumm or apa ya… pokoknya pandangnnya gmn gitu..



“kau jangan gunakan otak pintarmu hanya untuk dirimu saja, kau perlu melengkapinya untuk perkembangan jepang” sambung kotoko seperti anggota dewan terhormat kita saja.. hehehhe

Naoki tertawa.. “kau hebat juga ya… aku selalu berpikir..”mengapa dia begitu bekerja keras dalam banyak hal?” kotoko tersenyum mendengar pujian naoki “dan dia melakukan sepenuhnya dalam melakukan sesuatu.. tapi mengapa dia tak bisa melakukannya?” aku kagum..”

“kau benar benar sarkastik.” Ucap kotoko. Naoki diam tenggelam dalam lamunannya “aku harap aku bisa melakukan itu.” Gumam naoki pelan. Lalu ia menyadari kata-kataya. Ia menoleh pada kotoko “aku besok harus bangun pagi. Lebih baik aku tidur sekaranng.”kata naoki.

“baiklah selamat tinggal” naoki berjalan pergi. “bisa aku letakkan jimat ini di tasmu?” naoki diam saja tak menjawab. Kotoko lalu mengikat jimat itu pada tas naoki dengan senangnya.



Pagi harinya semua sudah berkumpul dimeja makan. Naoki belum turun untuk bergabung dengan yang lainnya.

“naoki terlambat” ucap ibu irie gelisah

“jangan bilang klo dia tidak akan ikut test.” Kata bapak irie

“jangan kuatir, dia tau perasaaanmu mengenai ini.” Jawab ayah

“tapi dia terkadang keras kepala.” Sahut bapak irie

Naoki datang membuat semua kaget melihatnya. Naoki heran semua hanya menatapnya tanpa bicara apapun. “ada apa? “ Tanya naoki

“oh naoki.. ohayo..” semua langsung tersenyum lega. Ibu irie memberikan kotak makan siang naoki untuk dibawanya. Tiba-tiba naoki terbatuk batuk membuat semuanya jadi kuatir.

“kenapa naoki?” Tanya bapak irie

“aku agak panas, sepertinya aku kena demam” Jawab naoki

“disaat penting seperti ini?” Tanya bapak kuatir…

“ini tidak baik.. kita butuh telur..” ibu berlari untuk mengambilkan telur. Semua langsung berlari panic mencarikan obat untuk mengatasi sakitnya naoki.

“semua baik-baik saja.. aku pergi sekarang.” Seru naoki yang ditinggal semua orang.

ibu datang membawa telur rebus “bagaimana dengan breakfastmu?”

“aku tak punya selera. Ini sudah cukup” sahut naoki mengambil sebuah roti.

“irie-kun… irie-kun” panggil kotoko berlari lari “minu obat ini. Ini sangat manjur.” Kata kotoko menyodorkan obat pada naoki.

Naoki meletakkan rotinya dan segera mengambil obat yang diberikan kotoko.

“untunglah” kata bapak irie lega

“aku lupa bertanya.. apakah ini menyebabkan kantuk?” Tanya naoki sambil mengambil bungkus obat yang diminumnya tadi.

Kotoko jadi ingat ia belum membaca tulisannya, ia merebut tempt obat itu dari tangan naoki dan membaca. “jangan mengendarai setelah meminum obat ini” baca kotoko. Semua terkejut saat tau klo obat itu mengandung obat tidur.

“naoki muntahan.. ayo muntahkan” seru bapak irie panic menepuk-nepuk punggung naoki agar obat di muntahkan.

“irie-chan, aku akan memeganginya. Taruh tanganmu dimulutnya!” seru ayah kotoko mencoba membantu bapak irie. “yuki cepat ambi baskom.. cepat!”seru ibu irie. yuki segera berlari untuk mengambil baskom didapur.

“cukup!! “ teriak naoki melepaskan diri dari pegangan ayah dan bapak irie. “aku pergi sekarang” naoki segera berjalan ke pintu.

“aku harap irie kun baik-baik saja”



Naoki bertemu dengan temannya, watanabe di stasiun… dia sahabatnya naoki di SMA.

Watanabe melihat jimat keberuntungan yang tergantung ditas naoki. “apa gadis yang tinggal bersamamu yang membuatnya?”

Naoki melihat jimat itu “ akan aku buang di lokasi test” jawab naoki

“aku kasihan padanya jika kau lakukan itu. Dia itu sebenarnya typku” kata watanabe

Mereka masuk kedalam lift yang penuh orang, naoki meletakkannya dikakinya dekat pintu lift. Saat naoki mau keluar, ia terkejut ternyata jimat itu kecepit pintu lift. Naoki mencoba menariknya tapi tetap tak bisa. Naoki minta maaf pada orang-orang yang akan naik lift karena liftnya nggak bisa dipakai. Naoki meminta watanabe pergi duluan.

Setelah watanabe pergi naoki memencet tombol emergency lift dan menginformasikan klo lift rusak.



Naoki tepat datang beberapa menit sebelum acara dimulai. Watanabe menunggu naoki didepan lokasi test. Mereka berjalan menaiki tangga ke ruang test.

Watanabe “bagaimana dengan jimatnya?”

Naoki mengangkat tasnya memperlihatkan jimat yang masih tergantung ditasnya “ ohh.. masih ada disini”

Watanabe “jangan-jangan itu malah sial untukmu”

“iya aku harus melepasnya..” naoki meraih jimat itu dan dengan mudah jimat buatan kotoko itu lepas ke lantai. “lihat begitu mudah terlepas” ucap naoki tertawa. Naoki membungkuk untuk mengambil jimat yang terjatuh itu, namun sialnya didepannya ada orang yang turun tangga dan menabrak naoki.

Keduanya langsung terjatuh bergulingan ditangga. Karena kejadian itu naoki terpaksa aku pergi ke ruang kesehatan dulu.

Test sudah dimulai dan Naoki belum masuk ke kelas ujian. Watanabe ikut kuatir naoki tidak bisa lolos test.

Waktu ujian tinggal 30 menit lagi saat naoki akhirnya masuk kelas ujian dengan memakai krak.



Naoki duduk dikursinya siap untuk mengerjakan testnya. Ia membuka tempat pensilnya dan ia melihat semua pensil yang dibawanya tumpul, mungkin karea ia terjatuh tadi. Watanabe lalu meminjamkan pensilnya pada naoki.

Saat istirahat ujian, naoki mengambil kotak makan siangnya. Saat dibuka kotak makanannya terlihat tulisan “kau dapat melakukannya” dan nasinya dibentuk muka-muka lucu. Naoki langsung menutup kotak makanannya kesal. Watanabe memberikan rotinya pada naoki. Kuatir klo nanti naoki sial kena diare jika makan makanan itu.. eheheheh..

Watanabe bilang lebih baik naoki segera membuang jimat buatan kotoko . Naoki tersadar klo sejak kejadian ditangga itu, jimatnya sudah tidak ada padanya. Setelah menyadari itu sepertinya naoki mempertimbangkan sesuatu.



Test kedua berlangsung lebih parah buat Naoki karena ia sempat tertidur saat mengerjakannya sampai guru penjaga membangunkannya dan mengirformasikan klo test kurang 10 menit lagi.

Naoki langsung panic dan buru-buru mengerjakannya..

Pulang test Naoki bertemu dengan petugas ruang kesehatan. Dia bilang klo ia menemukan jimat naoki jadi ia meletakkannya disaku jas naoki.

Naoki merogoh sakunya. Dan disana memang ada jimatnya. Watanabe langsung berseru “sepertinya kau dan gadis itu akan tetap bersama selamanya”

“jangan berkata seperti itu” sahut naoki meremas jimatnya.

Hari itu benar-benar hari sial buat naoki.



Di rumah keluarga irie semua gelisah menunggu naoki yang belum pulang juga. Saat mendengar pintu dibuka. Ib irie, kotoko dan yukki langsung berlari ke pintu masuk. Mereka terkejut melihat kondisi naoki yang datang membawa krak dan muka yang dibalut.

“apa yang terjadi naoki?” Tanya ibu panic

“aku terjatuh” jawab naoki

“ahh terlihat parah sekali” ibu jadi kuatir lihat kondisi naoki.

“jimatnya sepertinya tidak bekerja..” kata kotoko. Mendengarnya kekesalan naoki jadi bangkit. Ia menaruh kraknya dengan keras.

“itu benar-benar bekerja” ejek naoki

“apa maksudmu itu?” Tanya kotoko

“jangan pikirkan. Aku akan ke kamarku” sahut naoki ketus. Naoki lalu naik kelantai atas , disusul yuki yang menguatirkan kondisi kakaknya.



Di SMA tonan, kotoko kuatir klo naoki tidak lolos ujian masuk. Tapi dari satomi ia kahirnya lega mendengar naoki lulus ujian itu dan bisa ikut ujian di universitas Tokyo. Kotoko senang dan berjalan melewati kelas naoki. Ia bertemu naoki dijalan.

Naoki “ thanks untuk jimatmu, aku bisa ikut test universitas Tokyo”

Naoki tersenyum, begitu juga naoki.

Naoki lalu mendekati kotoko dan bersiap mencium kotoko.

 “hati-hati..!” teriak watanabe menyadarkan kotoko klo ia tadi mengkhayal saja. Ia hamper saja menabrak watanabe dilorong sekolahnya.

 



“oh kau dari kelas A ya?” Tanya kotoko. Watanabe langsung berlari ketakutan kena sial jika bertemu kotoko.

Kotoko berlari menyusul watanabe “ada apa? Apa itu berhubungan dengan hasil test?”

Watanabe berhenti “seperti dugaanku, irie tidak bisa mengerjakan ditest ya?” watanabe tidak tau klo naoki lolos ujian hari pertama itu.

“apa maksudmu? Irie-kun dapat mengerjakannya. Dia dapat ikut ujian di universitas Tokyo” jawab kotoko gembira,.

“heihhhh…?? Hebattt.. dalam kondisi seperti itu?” watanabe terkagum dengan kepandaian naoki.

“kondisi seperti itu?”

“itu aadalah bencana.. aku blom pernah melihat irie seperti itu. Meski itu diakibatkan Karen jimat itu. ” “karena jimat?” Tanya kotoko kaget. Watanabe juga terkejut menyadari ia keceplosan bicara. Watanabe langsung pergi menghindari kotoko. “tunggu.. apa yang kau katakana?” Tanya kotoko penasaran. Kotoko mendesak watanabe yang terus mundur menghindari kotoko sampai mereka da ipuncak tangga. Watanabe melihat ke bawah tangga dan jadi ketakutan klo ia akan terjatuh seperti naoki.

“jangan.. aku akan memberi tahumu!” seru watanabe panic takut didorong kotoko ke bawah. Kotoko melihat kebawah dan terkejut mereka ada diujung tangga atas. Ia melepaskan pegangan tangannya pada watanabe.

Watanabe lalu menceritakan kejadian saat ujian itu pada kotoko.




Kotoko pulang dengan penuh penyesalan atas jimat yang diberikannya pada naoki “ semua masalah disebabkan oleh jimat itu. Aku telah membuat irie kun dalam berbagai masalah.” Batin kotoko dijalanan ke rumah. Kotoko jadi menangis sedih.



Dirumah kotoko membuat coklat bentuk hati untuk naoki.

“aku harap irie-kun dapat lolos ujian untuk masuk universitas Tokyo dan mimpi keluarha irie akan jadi nyata. “

Kotoko menulis di coklat itu “selamat sudah lolos ujian universitas Tokyo” padahal ujian saja blom dimulai. Tapi ia menulis itu karena ia yakin naoki akan dapat melakukannya.

Setelah itu ia membungkusnya dan menaruhnya kedalam lemari es.

“aku tau ini terlalu dini tapi sehari setelah ujian, yaitu saat valentine, aku akan memberikan ini padanya”



Kotoko melihat keluar jendela dan ia melihat bintang jatuh lagi. ia segera membuat permohoan dalam hatinya.



Hari ujian masuk universitas Tokyo.

Semua mengantar naoki didepan pintu, mereka mencemaskan keadaan naoki. “aku pergi dulu tapi kalian tak perlu datang mengantarku pergi.”

“tapi kami sangat kuatir” sahut ibu

“apa kau mau kami mengantarmu?” Tanya bapak irie

“tidak usah.. kakiku sudah baikkan. Aku pergi dulu” pamit naoki meninggalkan keluarganya.

Kotoko teringat ucapan watanabe saat naoki ikut ujian waktu itu. Ia segera berlari untuk mengambil jasnya.

“kotoko-chan” seru ibu irie melihat kotoko berlari-lari untuk keluar rumah.

“aku akan pergi mengawasi naoki sampai dia masuk jembatan di universitas Tokyo. Aku kuatir sesuatu akan terjadi” sahut kotoko. Semua terkejut dengan keputusan kotoko untuk mengawasi naoki tapi mereka tidak bisa berbuat banyak.



Kotoko mengawasi naoki dari jauh . ia harus brsembunyi dibalik pepohoan klo tau naoki menoleh ke belakang. Naoki menyadari klo I sedang diikuti. Bagaimana ia tidak tau klo jalan yang mereka lewati sangat sepi.

“terlihat sekali klo kau mngikutiku” seru naoki berhenti berjalan

“aku hanya ingin melihatmu sampai didepan universitas Tokyo. “ naoki tidak menjawab dan melangkah lagi.

 


Kotoko ikut berjalan lagi dan tidak menyadari klo dibawahnya ada kulit pisang. Ia menginjak kulit itu dan ia terpeleset.

“ahh aku terpeleset” teriaknya tanpa sadar. Naoki berbalik melihat kotoko.

Kotoko langsung berdiri tegak “maaf aku terpeleset didepan orang yang ikut ujian” katanya.

Naoki tidak tertawa atau marah, ia lalu melangkah lagi.



Setelah terpeleset itu, kotoko merasa perutnya agak sakit tapi ia tetap mengikuti dibelakang naoki sampai didekat lokasi kampus universitas Tokyo.

Kotoko masih merasa sakit pada perutnya jadi ia berjalan agak lambat. Kotoko melihat siswa-siswi yang mau ikut ujian seperti naoki.

Naoki menoleh kebelakang dan melihat langkah kotoko agak aneh. Kotoko terus memegangi perutnya.

“kenapa jalanmu aneh?” Tanya naoki.

“ah tidak.. aku berjalan seperti biasa kok..” sanggah kotoko. Naoki mengamati wajah kotoko yang agak pucat “ kau juga terlihat sakit”



Kotoko tertawa “ahh aku hanya grogi saja kok”

“mengapa kau yang grogi? Kan aku yang ikut ujian” kata naoki dan berjalan lagi.

Kotoko merasa perutnya semakin sakit “apa yang harus kulakukan.. aku belom pernah sakit perut seperti ini” batin kotoko berjalan membungkuk kesakitan. “tapi tak boleh.. tidak sampai aku melihat irie-kun masuk ke jembatan universitas Tokyo. Aku tak mau membuatnya kuatir”

Mereka sudah sampai di jalan sebrang universitas Tokyo. Ini lokasi jembatan (ga ada jembatannya Cuma penyebrangan). Mereka berjalan bersisian, naoki heran melihat kotoko yang terlihat sakit “ hey apa kau benar-benar tidak apa-apa?”

“tentu saja.. semoga beruntung dengan ujianmu” sahut kotoko memberi semangat naoki.



Naoki lalu pergi menyebrangi jalan menuju kampus universitas Tokyo. Kotoko sepertinya sudah tidak tahan dengan rasa sakitnya “kamar mandi.. kamar mandi” gumam kotoko kesakitan mau pergi ke kamar mandi.

Kotoko tak bisa menahan rasa sakitnya lagi dan ia terjatuh di trotoar. Orang-orang langsung berteriak melihatnya dan orang yang disana mengerumuninya.

Naoki yang baru menyebrang mendengar teriakan itu, ia menoleh kebelakang dan melihat kotoko terjatuh di trotoar itu. Naoki langsung berbalik berlari mendekati kotoko.

“permisi “ ucap naoki pada orang yang mengerumuni kotoko. Ia lalu membopong kotoko “apa kau baik-baik saja?” Tanya naoki kuatir.



Naoki bertanya lokasi rumah sakit dan seorang gadis menunjukkan padanya. Naoki segera pergi menuju rumah sakit dengan kotoko di gendongannya. Naoki berjalan agak berlari dan sesekali melihat wajah kotoko.

“irie-kun.. kau harus pergi ke ujian itu… irie-kun kau akan terlambat.. pergilah ke ujian itu.. bapak ibu irie, yuki.. mereka sangat berharap padamu..



Kotoko terbangun dirumah sakit dengan bapak ibu irie dan ayah yang terlihat panic menatapnya.

“mengapa aku disini?”Tanya kotoko

“apa kau baik-baik kotoko-chan? Tanya ibu irie

“kau menderita radang usus buntu akut” kata ayah “kau baik-baik saja sekarang karena mereka sudah memberikan pengobatn padamu. Kau bisa pulang nanti malam”

“senang melihatmu baik-baik saja kotoko-chan” ucap bapak irie. Kotoko bangun untuk duduk dibantu ibu Irie. Ia melihat sekeliling kamarnya mencari seseorang. “apa yang terjadi dengan irie-kun?”tanyanya kuatir.

“saat kami tiba disini, dia sdh tidak ada. Dia mungkin sudah pergi ke universitas setelah menelpon kami. Aku rasa ia sekarang sudah ada dipertengahan ujian”jawab ibu irie menenangkan kotoko dan Bapak Irie.

“baguslah.. “gumam kotoko lega. “jika ia tidak bisa ikut ujian karena aku.. jika hidupnya dalam masalah.. aku jadi kuatir”

“kotoko-chan, kau begitu peduli pada Naoki meski kau sakit seperti ini..”ibu irie terharu menyentuh kotoko dengan saying.

“apa kau mencari aku” suara Naoki tiba-tiba ada diantara mereka, semua langsung menoleh ke sumber suara.



Naoki berdiri didepan pintu menatap ke semua yang mengerumuni kotoko. Semua terkejut melihat Naoki masih dirumah sakit. Apalagi Bapak Irie yang amat sangat mengharapkan Naoki bisa ke universitas Tokyo.

“naoki bukankah kau harusnya mengikuti ujian?”Tanya ayah panik. Naoki mendekat ke mereka “aku lapar jadi aku pergi membeli makanan.” Jawab Naoki santai, semua terkejut mendengar jawaban Naoki yang santai itu.

“lalu bagaimana dengan ujian? Bagaimana dengan universitas Tokyo?”Tanya ibu Irie

“universitas Tokyo? Aku tidak ikut ujian itu.” Jawab Naoki

 “hahh?!!!” semua shock mendengar pengakuan naoki itu.

“Ah tidak…”gumam kotoko sedih. Ayah langsung berlutut didepan bapak ibu Irie.

“irie-chan, ibu Irie dan naoki… aku minta maaf.. karena putriku, putramu mendapatkan kesulitan” seru ayah menunduk didepan sahabatnya itu. Bapak irie membangunkan ayah kotoko yang masih berlutut itu.

“sudah angkat kepalamu.. itu adalah keputusan Naoki untuk tidak ikut ujian.”

“iya itu benar..” sahut ibu irie ikut mencoba membagunkan ayah kotoko yang masih berlutut itu.”dan meski dia bisa ikut ke universitas Tokyo. Aku akan kecewa karena dia meninggalkan kotoko dalam kesakitan.”

“iya benar.. benar.. ini adalah takdirnya. Jangan kuatir, ayo angat kepalamu” sahut bapak irie. Naoki hanya tertunduk diam saja. Sementara kotoko mencoba menatap naoki diam-diam dengan sedih.

“karena aku… hal yang terburuk terjadi pada keluarga Irie-kun”



Malam harinya Kotoko perlahan-lahan turun dari tangga rumah keluarga Irie. Dia memakai baju hangat, syal dan ditangannya ia membawa kopernya turun. Ia meninggalkan sebuah surat untuk keluarga Irie diatas meja makan. Kotoko lalu meninggalkan rumah keluarga Irie yang sudah lama ditempatinya itu. Ia menoleh kebelakang melihat ke rumah keluarga irie lagi.

“kepada keluarga Irie.. terima kasih untuk semuanya.” Kotoko melihat rumah itu sangat lama “sayonara irie-kun” katanya dan berbalik pergi meninggalkan rumah keluarga Irie.



Kotoko terus berjalan melamun menyusuri jalanan dekat rumah keluarga Irie. Ia menunduk, menyesali apa yang terjadi.

“aku tak mau memberimu masalah lagi. Aku akan tinggal dimanapun yang kau tak bisa melihat aku.”



Kotoko tersadar dari lamunannya dan menatap sekelilingnya “kemana aku harus pergi” kotoko baru menyadari klo ia tak punya tempat tujuan lain untuk menginap. Udara sangat dingin membuatnya kedinginan meski sudah memakai jaket tebal dan syal dilehernya. “sangat dingin” gumam kotoko mengusap usap tangannya yang kedinginan tanpa sarung tangan.

“lalu apa kau mau memegang kaleng kopi (panas)?” Tanya suara Naoki didekatnya. Kotoko terkejut dan berbalik melihat Naoki yang ada dibelakangnya.

 


“irie kun..”

Naoki mendekati kotoko. “apa yang terjadi?” Tanya kotoko heran melihat Naoki yang masih jalan-jalan ditengah malam itu.

“aku tak bisa tidur jadi aku berjalan-jalan.” Jawab naoki dan menyodorkan sebuah kaleng kopi panas yang barusan dibelinya tanpa melihat kearah kotoko. Kotoko mengambilnya dan menghangatkan tangannya dengan kaleng kopi panas itu “hangat..”ucap kotoko pelan.

Naoki menatap kotoko dan membuat kotoko jadi panik sendiri. “jangan cegah aku..” seru kotoko “aku tak mau mengganggumu lagi.”

Kepedean banget kotoko yahh.. dikiranya Naoki menysulnya untuk mencegahnya pergi.. hihihihi


“aku tak mencegahmu..” jawab Naoki.. hmmm berarti Naoki sudah baca tuh surat perpisahan kotoko.

Kotoko agak kecewa dengan jawaban Naoki yang cuek dengan kepergiannya itu.

“klo begitu, sayonara” kata kotoko merengut kecewa dan melangkah pergi menarik kopernya.

 

 “apa kau pergi karena aku tidak pergi ke universitas Tokyo?” seru Naoki dibelakangnya. Kotoko menghentikan langkahnya “aku pikir aku membuat nasib buruk padamu” sahut kotoko tanpa berbalik melihat naoki. “tidak hanya di universitas Tokyo tapi juga di test nasional.. aku mendengarnya dari wtanabe dari klass A.” kotoko berbalik menatap naoki “aku mungkin orang yang menyedihkan bagimu “

“kau mungkin benar” sahut naoki melangkah didepan kotoko“memang benar semua tidak berjalan dengan baik saat kau ada disekelilingku. Kau selalu saja merusak langkahku. Orang-orang di sekolah menyebarkan rumor tentang kita… kau membuatku membantumu belajar.. dan akhirnya kau merusak di ujian masuk universitasku”

“aku benar-benar mengerikan” gumam kotoko

Naoki terdiam melamun “tapi…. Itu sangat menyenangkan”

KOtoko terkejut tak mengerti arah pembicaraan Naoki.

Naoki berbalik melihatnya “itu adalah pertama kalinya dalam hidupku aku gugup.. pertama kalinya dalam hidupku, aku takut melihat hasil test.. itu pengalaman yang sangat luar biasa” ucap naoki.

Naoki selama ini kan percaya diri kalau soal pelajaran. tapi saat ia ikut ujian nasional, kesialan datang padanya dan juga karena kantuknya dari obat yang kotoko berikan, membuatnya tidak bisa mengerjakan soal-soal itu dengan baik dan ia jadi gugup menunggu hasil test itu.

“itu bukan karenamu kalau aku tidak ikut ujian masuk universitas tokyo” lanjut naoki

“apa?”

“setelah aku mengantarmu ke rumah sakit, aku punya banyak waktu untuk ikut ujian”

“lalu kenapa tidak?”

“kau bilang kalau kau ingin pergi ke universitas untuk mencari tau apa yang kau ingin kan dihidupmu. Akan sangat menyenangkan bersamamu merasakan gugup dan penuh semangat. Aku pikir itu bukan ide yang buruk untuk ke Universitas Tonan tanpa harus ikut ujian. Aku heran apa yang akan aku lakukan jika aku pergi ke universitas tokyo.”

“maksudmu kau pilih sekolah yang sama karena aku?” tanya kotoko senang. Hehhehe.. sudahlah Naoki ngaku aja ngapa… :P

“tidak.. maksudku bukan seperti itu” sanggah Naoki langsung.

“tapi...” karena tak mau ditanya-tanya lagi Naoki segera mengambil kaleng kopi yang dipakai kotoko untuk menghangatkan tangannya tadi “ya sudah, silahkan pergi saja, semoga beruntung” . lalu Naoki berjalan pergi meninggalkan kotoko.

“ehhh tung..gu.. tunggu sebentar…”teriak kotoko, Naoki menghentikan langkahnya dan berbalik menatap kotoko.

 

“apa menurutmu aku bisa tinggal dirumahmu lebih lama lagi?” tanya kotoko malu. Melihat Naoki yang terdiam, kotoko lalu berlari mendekati naoki “aku tak akan membuatmu dalam masalah lagi”

“itu tidak mungkin.. tidak mungkin kau tidak membuatku dalam masalah lagi.” Sahut naoki.

Kotoko tertawa malu “hehe.. kau benar.. baiklah aku berjanji , aku akan membuat hidupmu penuh semangat” ucapnya sambil tersenyum terimut pada Naoki.

Naoki sebenarnya seperti mau tertawa tapi ditahannya dan berbalik melangkah pergi sambil bergumam “kau mudah sekali merubah pikiranmu..”

Tiba-tiba saja salju turun membuat kotoko terlihat senang. Ia lalu tersadar klo Naoki sudah pergi jauh meninggalkanya. Kotoko mengambil kopernya dan berlari mengejar naoki. “ehh.. hari ini kan Valentine day..” seru kotoko pada naoki saat mereka sudah beriringan melangkah.

“emangnya kenapa klo valentine day?” tanya naoki “apa kau akan memberik coklat?”

“maaf.. apa kau mengharapkannya?” goda kotoko mencoba melihat ekspresi wajah Naoki yang masih saja datar.

“tidak juga” jawab naoki cuek membuat kotoko kecewa. Tapi ia agak terhibur mendengar pengakuan naoki yang aka pergi ke kampus yang sama dengannya. Kotoko tersenyum mengingatnya.



Setelah sampai rumah dan ganti baju, Naoki turun ke ruang makan dan membuka lemari esnya. Ia menemukan ada kotak warna pink dengan pita-pita di sana. Naoki mengambilnya, ia segera membuka pita dan kotak itu dengan penasaran.

Ia melihat ada coklat bentuk hati dengan tulisan dari kotoko untuknya. “selamat sudah lulus ujian universitas Tokyo”

Naoki mengambil coklat itu dan mengigitnya..” ahh tidak enak” gumamnya merasakan coklat buatan kotoko itu.



Didalam kamarnya kotoko menatap jauh keluar jendela kamarnya

“white valentine’days… tahun ini, perasaanku hanya berputar dalam lingkaran seperti ini. Tapi aku berharap, perasaanku akan meraih hatinya suatu hari nanti. “

Tanpa keduanya sadari sebenarnya mereka berdua sedang melakukan hal yang sama… menatap jauh keluar jendela, dan melihat salju yang turun.

Naoki dikamar sebelah, berdiri didepan jendela kamarnya menatap coklat pemberian kotoko dan juga ia melihat salju yang turun diluar jendela.

  





Kamis, 02 Mei 2013

Sinopsis : Itazura Na Kiss, Love In Tokyo - Ep. 3

Episode 3  : Apakah kopi pagi itu beraroma cinta?



Sepanjang jalan pulang kotoko sangat bersedih dengan hubungannya bersama naoki.

“dengan dia menolakku beberapa waktu yang lalu. Aku pikir aku akan baik-baik saja mendengar dia berkata jahat padaku. Lalu kenapa aku harus menangis?” batin kotoko.

Kotoko menengadah menatap langit dan ia melihat sebuah bintang jatuh lagi. “tapi setelah semua ini.. aku masih saja mencintai Irie-kun” kata kotoko sedih.


Sampai rumah kotoko langsung disambut ibu irie yang menguatirkannya.
“kotoko, kau terlambat. Aku kuatir padamu. “
“maaf aku lupa menghubungimu”

Kotoko setelah ijin ke kamarnya dulu, ia langsung berjalan meninggalkan ibu irie.


Didalam kamarnya kotoko mengambil surat yang ditulisnya untuk naoki. Ia terus menatap surat itu dan akhirnya membuka surat itu.

Kotoko langsung membacanya suratnya lagi. “surat cinta pertama yang pernah aku buat dalam hidupku. Surat yang tidak akan pernah terbaca. Aku tau dia tidak baik padaku..  tapi aku masih mencintainya.” Batin kotoko.

Naoki keluar kamar mandi dan mengetuk pintu kotoko. Maksud dia adalah untuk gantian mandi karena kamar mandi lantai 2 hanya ada 1.

“oiyy.. kamar mandi sudah kosong.” Seru naoki tapi tak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar kotoko. Naoki jadi penasaran “aku masuk ya” ijin naoki membuka pintu kamar kotoko.  “ibuku bilang kamar mandi sudah kosong.”


Naoki membuka pintu kamar kotoko dan dari pintu ia melihat kotoko tertidur di meja belajarnya.
 Kotoko tertidur pulas sampai tak menyadari Naoki memasuki kamarnya. 


Naoki melihat disebelah kotoko ada kertas yang dibuka, ia mendekati kotoko dan meraih kertas yang ternyata surat yang pernah diberikan padanya. Karena naoki ingin tau isi surat itu, ia meraihnya dan membacanya.

senang berkenalan denganmu naoki irie
Namaku kotoko aihara
Aku dari kelas F
Kau tak tau aku, tapi aku tau kamu.
Sejak kau  pidato di upacara masuk sekolah 2 tahun yang lalu, 
aku sudah mengagumi kepandaianmu dan wajah tampanmu. 
Sejak pertama bertemu denganmu, 
aku  merasa seperti tertimpa bintang jatuh
 Aku mulai punya rasa special untukmu.
 Yang ingin aku katakan pada irie-kun adalah.. aku mecintaimu.


Pagi harinya kotoko terkejut krn terbangun diatas meja belajarnya. Saat ia melihat jam ia terkejut karena hampir jam sekolah.

Kotoko pergi ke ruang makan dengan terburu-buru. “ohayou gosaimasu” sapa kotoko kembali ceria.

“kau selalu saja kesiangan kotoko. Kenapa kau tak bangun awal dan membantu ibu irie?” kata ayah mengingatkan kotoko.

“maaf” ucap kotoko

“jangan kuatir noaki dan yuki juga tidak membantuku” jawab ibu ia menarik kotoko dan mendudukkan kotoko ke kursi “kau cepatlah dan segera makan.”

Kotoko duduk dan mengambil rotinya dan seperti biasa didepannya ada naoki sedang membaca Koran.  
Kotoko terus menatap wajah naoki sampai suara ayah mengagetkannya.

“kotoko bisakah kau pulang awal hari ini?” maksud ayah jangan mampir-mampir ke tempat lain.
 “baiklah.. kenapa?”
 “iri chan dan keluarganya sudah begitu baik kepada kita jadi aku akan membuatkan dinner mala mini dan menunjukkan terima kasih kita pada mereka. Apakah kau bisa membantuku ?”
 “iya benar. Lagian restauranmu kan tutup hari ini” jawab kotoko

“sudahlah Aihara san, kau tak perlu melakukan itu.”sahut ibu irie
“iya ini setidaknya yang bisa kami lakukan.”
“yah ai-chan adalah koki terbaik didunia, ini patut kita tunggu kan ya naoki dan yuki?” kata bapak irie tertawa

“iya “ jawab naoki “terima kasih untuk makanannya. “ naoki pun pamit. Ibu irie lalu meminta kotoko juga segera pergi. Kotoko buru-buru menghabiskan rotinya. 

Setelah habis kotoko mengejar naoki di pintu depan. Naoki sedang memakai sepatu sekolahnya saat ia datang.  Naoki tau kotoko dibelakangnya dan ia menoleh. Ia menatap kotoko lama membuat kotoko bertanya-tanya “ada apa?” Tanya kotoko.

Naoki berbalik mendekatinya, tangan naoki terulur ke  rambutnya dan mengambil sesuatu.
“oh ada potongan roti disini.” Ucap naoki. Ia menunjukkan pada kotoko setelah itu berbalik pergi.
 Kotoko jadi sangat malu, ia membersihkan mukanya biar tidak ada sisa-sisa roti dimukanya.

Tapi kotoko masih saja dengan perlakuan naoki tadi yang agak perhatian padanya “apa itu tadi”gumamnya heran.

 

Di sekolahan, kin-chan merasa kotoko dalam bahaya jika bertemu naoki jadi kemanapun kotoko pergi maka kin-chan cs segera mengawalnya. Sebenarnya kotoko merasa itu justru mengganggunya tapi apa daya, itulah sahabatnya.

Tanpa mereka sadari ternyata musuh mereka ada dibelakang mereka. Naoki melihat ulah kotoko dan 3 teman cowoknya itu.

“bukankah gadis itu yang tinggal dirumahmu?” Tanya teman naoki.
 “aku tak peduli “ ucap Naoki terus berjalan. masak siy.. tapi kenapa tadi liatin naoki terus ya... :P
 

Malam harinya kin-chan mengajak jinko, satomi dan 2 sahabatnya untuk mengawasi rumah kotoko.  Jinko dan satomi terkagum melihat rumah besar keluarga irie itu. Diam-diam mereka memasuki halaman rumah keluarga irie dan melihat kedalam rumah.

Malam itu ayah kotoko yang memasak seperti janjinya. Semua terhidang diatas meja makan, lengkap, penuh dengan  makanan enak-enak.


Yuki melihat ada 1 makanan yang bentuknya sama sekali tidak menarik. “apa ini?” tanyanya
 “haha.. itu tahu goreng yang aku buat” jawab kotoko tersenyum. “keliatan jelek tapi enak kok rasanya” lanjutnya.

“aku tak mau memakannya!” ejek yuri. Naoki juga melihat bentuk makanan kotoko “aku juga tidak mau makan!”
Ibu irie jadi tidak enak” naoki, yuki.. jangan bilang seperti itu”
“iya benar.. ayo kita makan” sahut bapak irie.

Diluar kin-chan kesal karena melihat makanan kotoko dihina naoki dan yuri.

Bapak irie yang pertama-tama mengambil tahu yang dibuat kotoko. Semua menatap bapak irie yang memakannya.  “jika aku memakannya kalian berdua juga harus makan okay?” bapak irie memakan masih dengan tersenyum.

Melihat ayahnya makan, semua menunggu perubahan yang terjaadi pada bapak irie, tapi sepertinya enak-enak saja. yuki lalu ikut mengambil tahu goreng iitu dengan sumpitnya dan memakannya.
 

Tak lama setelah tahu goreng masuk ke mulut yuki, wajah bapak irie berubah.. ia seperti menahan sesuatu. Yuki yang terlanjur makan langsung komentar “rasanya tidak enak” serunya.

“sudah kuduga”sahut ayah kotoko. “tidak, ini enak” kata bapak irie berbohong meski ia harus minum air putih banyak untuk mengusir rasa makanan kotoko.. hihihii

Kotoko tertunduk malu dengan hasil makanannya.

“ah kau tak perlu berbohong seperti itu iri-chan. Masakannya selalu tidak enak. Aku tak percaya dia anakku. Jika dia seperti  ini, dia tidak akan punya keluarga yang bisa dinikahinya”

“gomenasai” ucap kotoko malu
 

“jangan kuatir, kotoko akan menikah dengan anggota keluarga kami” sahut ibu irie tersenyum. Semua langsung menghentikan makannya dan menatap ibu shock., apalagi naoki dan yuki. Dari luar kin-chan cs juga terkejut dengan apa yang diucapkan ibu irie.

“maksud perkataanku tadi adalah Naoki akan menikahi kotoko.” Lanjut ibu irie menjelaskan . kotoko langsung tersenyum-senyum bahagia dapat restu kartu hijau dari calon mertua langsung.. hehehe

Sementara itu naoki melihat ke expresi  kotoko yang tampak senang itu.

“aku menolak! Aku tidak setuju” teriak yuki tidak rela kakaknya yang cerdas menikah dengan kotoko yang bodoh.
“dia benar. Tolong jangan putuskan tanpa bertanya pada kami!” kata kotoko
“berhenti bermain-main dengan hidup kami.” Kata naoki.
“benarkah? Aku pikir kotoko adalah typemu Naoki.” Sahut ibu.

“benarkah itu” Tanya kotoko berbunga-bunga.
“itu tidak benar.” Sanggah naoki “aku tak menginginkanmu” lanjutnya menatap kotoko.
“aku juga tak menginginkanmu” sahut kotoko

Diluar kin-chan yang mendengar langsung tertawa senang “bagus kotoko”

Naoki tertawa mendengar ucapan kotoko yang ia tau pasti itu bohong “benarkah begitu? Tapi kau mengirimkanku sebuah pesan cinta membara.”ejek naoki tertawa dihadapan semuanya.  Lalu naoki mengulang kata-kata disurat yang pernah dibacanya itu

senang berkenalan denganmu naoki irie
Namaku kotoko aihara
Aku dari kelas F
Kau tak tau aku, tapi aku tau kamu.

Kotoko terlonjak berdiri dari kursinya, ia terkejut naoki tau isi suratnya. Noaki tetap menatap wajah kotoko yang kaget itu dan terus mengucapkan isi surat kotoko.

Sejak kau  pidato di upacara masuk sekolah 2 tahun yang lalu,
aku sudah mengagumi kepandaianmu dan wajah tampanmu.

Saking kesalnya kotoko menampar wajah naoki keras. Semua terkejut melihatnya. Naoki sangat marah ditampar kotoko didepan semuanya “mengapa kau lakukan itu!” teriak naoki menggebrak meja makan.  Mereka sama-sama berdiri, menatap dan wajah penuh amarah.


“jahat! Kau membaca suratku?” isak kotoko
 “itu kan ditulis untukku.” Teriak naoki        
 “tapi kau tak perlu mengingat semua kata-katanya!’ teriak balik kotoko.

“aku tak bisa apa-apa! Jika aku baca sekali saja maka aku akan ingat semuanya!” sahut naoki membela diri.. dasar anak genius baca sekali saja langsung inget semua… kerenn..

“tapi kau tak perlu mengucapkannya didepan semua orang!”

Suasana kedua makin panas saja, mereka saling berteriak. Ibu irie langsung menengahi “tunggu.. tunggu.. apa yang kalian maksudkan? Apakah itu artinya kotoko menyukai Naoki sejak lama?”

“ya..” jawab naoki dan sadar mereka bertengkar dihadapan keluarga mereka. Naoki kembali duduk dikursinya tapi masih menatap kotoko kesal.

“katakana pada semuanya kebenarannya.” Paksa naoki.
Kotoko tertunduk dan mengaku” iya aku pernah menulis sebuah surat cinta.”
“jadi itu benar kotoko?” Tanya ayah.

Kotoko duduk dikursinya dengan tertunduk malu.
“berarti saranku bukan sekedar mimpi.”ucap ibu irie senang.

“tapi aku menulis surat itu sebelum kami pindah kerumah ini. Sekarang aku tidak suka padanya” elak kotoko
 “jangan berkata seperti itu. Kau harus mulai menyukai naoki lagi, benar kan sayang? “ Tanya ibu irie pada suaminya.

Bapak irie terkejut dengan pertanyaan istrinya tapi ia segan sama ayah kotoko klo menolaknya, jadi ia menjawab “baiklah, jika itu membuat mereka bahagia” jawabnya melirik naoki.  Naoki tertunduk tak menanggapi lagi omongan kedua orangtuanya.

Dari pintu luar kin-chan berteriak “tunggu.. tolong buka pintu ini”
Semua terkejut melihat siapa yang diluar “siapa anak-anak itu?” seru bapak irie terkejut.

“kin-chan?” kata kotoko terkejut melihat kin-chan disana.
“kotoko buka ini” teriak kin-chan.
“ah mereka temanku” kata kotoko berlari untuk membuka pintu.  “apa yang kalian lakukan dirumah orng lain?” Tanya kotoko.

“maaf dia ingin mencari tau apa yang terjadi denganmu.” Satomi minta maaf.
 
Kin-chan masuk seenaknya tanpa permisi dan langsung mendekati naoki. “irie memang genius tapi dia adalah seorang pria, dia bisa jadi binatang liar setiap waktu. Untuk itulah aku disini”seru kin-chan marah “aku dengar  dia berkata seenaknya”

Naoki masih cool saja tidak melihat ke kin-chan.

“kau ini siapa?” Tanya yuki

“heiii!” teriak kin-chan tapi ia tersadar klo ia penyusup dirumah orang. Ia menatap orang-orang yang ada disekeliling. Kin-chan lalu memberi hormat pada para orangtua dan tersenyum “senang bertemu denganmu keluarga Irie. Saya kin, kinnosuke Ikezawa. Saya teman sekelasnya kotoko” katanya memperkenalkan diri.

“berarti kau juga bodoh!” teriak yuki. Kin-chan langsung mngeram marah”hahhh!!” kotoko langsung memegangi tangan kin-chan yang seperti mau menerkam yuki itu. “yuki jangan bilang seperrti itu” kata ibu
“aku dan kotoko punya hubungan panas dikelas” lanjut kin-chan

“kin chan, itu tidak benar!” sanggah kotoko
“kotoko kau benar-benar popular ya” puji ibu senang.
“iya dia memang begitu” sahut kin-chan
“maaf atas semua ini”kata kotoko pada semuanya.

Kin-chan menatap naoki yang hanya diam saja itu “tolong jangan coba melakukan apapun kepadanya, okay? Menikah?? Lupakan saja! Mengerti irie-kun!”

“aku tak bisa berjanji untuk itu” sahut naoki kalem.  Semua menatap naoki tak mengerti.
“apa maksud kata-katamu itu?”Tanya kin-chan.

“orang bisa berubah pemikirannya, kau benci orang saat ini, tapi besok mungkin kau menyukai orang itu” jawab naoki menoleh pada kin-chan. Kotoko terkejut.

“apa? Jadi maksudmu kau menyukai kotoko?”Tanya kin-chan kesal

“aku blom yakin itu tapi jangan lupa klo dia menyukaiku lebih dari dia menyukaimu.” Jawab naoki dengan pedenya. Ia berdiri dari kursi makannya dan berdiri didepan kin-chan “aku pergi keatas dulu, nikmati saja disini” pamit naoki dan segera pergi.

“apa ? itu tadi apa? Apa maksud dia” batin kotoko menatap punggung naoki yang menjauh “apa itu berarti aku bisa mengharapkan hal yang baik?” kotoko tersenyum senang.
 

Summer vacationpun tiba, ini adalah liburan summer terakhir mereka di SMA. Kotoko menuruni ditangga dengan kedua sahabatnya. Mereka bertemu dengan naoki dan temannya. Naoki melihat kotoko tapi tanpa menyapa naoki langsung pergi begitu saja.
  

 “kau beruntung kau bisa bersama dengan irie selama liburan” bisik jinko
 “tidak akan ada yang terjadi” jawab kotoko
“kau tak pernah tau. Hari yang lalu kan dia bilang perasaannya padamu.”
“dia berkata begitu karena ia ingin melawan kin-chan” sahut kotoko
 “benar.. irie bahkan tidak ingin makan makanan yang kotoko buat” kata satomi

“itu karena masakanku tidak enak”
 “bukan itu alasannya”
 "seorang pria pasti ingin makan makanan yang dibuat gadis yang disukainya, rasa bukan masalah”
“dia benar,  bukankah sangat mudah untukmu memasak untuknya kan kalian tinggal bersama?” jinko memberi semangat

“iya, setidaknya kau akan ada kenangan seperti itu selama summer ini” lanjut jinko.
“iya aku akan memasakan untuknya..

Kin-chan gelisah karena nanti selama liburan ini kotoko dan naoki akan jadi semakin dekat. Apalagi ditambah gin-chan berkata klo perasaan gadis akan berkembang jika dia dekat dengan pria yang disukainya. Kin-chan langsung melotot padanya. Dozou bilang klo kin-chan juga harus tetap mendekati kotoko sebanyak naoki dekat dengan kotoko.

Hari pertama libur summer ternyata kotoko harus ikut kelas extra karena nilainnya saat midtest. Kotoko malu saat pamit pada keluarga irie dengan alas an kelas extra tapi karena kin-chan menjemputnya semua jadi tau klo kotoko ikut kelas extra.

Didalam kelas saat sedang bicara dengan teman-temannya salah satu temannya berkata klo ia melihat naoki. Jinko berkata klo ia melihat naoki dilapangan. Mereka melihat naoki sedang bermain tenis.

Saat pelajaran dimulai, kotoko terus menatap kelapangan sekolahan dan tidak mendengarkan gurunya.  Kin-chanpun sama ia terus menatap kotoko yang sedang melihat naoki.

 “dia benar-benar ganteng.” Batin kotoko menatap naoki dari jauh “aku rasa dia akan kecapean saat habis latihan. Saat dia pulang ke rumah, dia akan mendapatkan makanan yang aku buatkan dan jadi pulih” 
kotoko melamun dan tersenyum-senyum sendiri sampai ia tak menyadari klo guru memanggilnya.


Karena tidak konsen dikelas, kotoko mendapat hukuman berlari dihalaman sekolah.

Kotoko terus berlari memutari lapangan. Dari dalam lapangan tenis, naoki heran melihat kotoko berlari-lari dilapangan. Saat memukul bola tenis bolanya melayang jauh dan tepat mengenai dahi kotoko.


Kotoko kesakitan kena bola itu sampai dahinya memerah.  Naoki datang dan meminta maaf “ahh gomen, aku tak sengaja melakukannya.apakah kelas sudah selesai?” Tanya naoki .

“pergi sana. Aku hanya ingin berlari-lari saja” jawab kotoko bohong.


Wali kelasnya datang dan menyuruh kotoko berlari lagi. Kotoko malu ketauan bohong pada naoki. Ia langsung berlari  meninggalkan naoki “ohhhhh… archhhhh”

Naoki tertawa sendiri melihat ulah kotoko itu.. so cutee..


Naoki, yuki, kotoko dan bapak irie duduk dimeja makan, sementara ibu irie membuatkan minuman untuk ketiganya. Ia melihat dahi kotoko sedang dikasih kayak koyo atau mungkin pereda panas kali ya.

Ibu irie melihat kotoko penasaran “kotoko, apa kau berjemur? Apa kau ikut kelas olahraga?” noaki dan yuki juga melihat wajah kotoko.
 
“ahh ini.. hehhe” kotoko bingung menjawabnya, naoki menertawakannya dikursinya. “dia mengacau dikelasnya jadi dia harus berlari dilapangan.” Sahut yuki sok tau. Kotoko bertanya darimana yuki tau. Yi bilang “taruh saja pencuri untuk menangkap pencuri”

Kotoko bingung dengan perkataan yuki.
Yuki lalu bilang “kau tak tau artinya itu? Apa kau bodoh?” ejeknya lagi.

“yuki jangan berkata seperti itu.” Sahut ibu.

“ini summer jadi tidak apa-apa klo berjemur kan?” kata bapak irie menengahi. Bapak irie lalu bercerita klo summer ini dia kan pergi reuni bersama ayah kotoko dikota Kyushu, kota semasa sma mereka. Ibu tidak bisa ikut reuni karena harus menjaga anak-anak dirumah.

Saat ibu irie pergi ke dapur dan bapak irie pergi juga. Naoki dan yuki langsung ikut pergi meninggalkan kotoko sendiri.
  

Kotoko pergi ke dapur untuk membantu ibu irie.

Ibu irie sedang menyiapkan makanan untuk besok dibawa kotoko dan naoki.  Kotoko tia-tiba punya ide. “ibu irie.”
 “ya?”
“apakah kau bisa mengajariku memasak?”
“bisa.. tapi bukankah ayahmu chef professional”
“iya.. tapi aku ingin belajar masakan rumah, makanan dengan sentuhan seorang ibu.”

Ibu irie tersenyum “kau ingin belajar “masakan keluarga irie?”
Kotoko ketawa malu-malu “hahha..”
“kotoko, apa kau masih suka naoki?”

“ohhh.. heheh.. mengapa kauu berpikir begitu?” kotoko malu
 “dari melihatmu aku sudah tau” ibu irie menyentuh kedua lengan kotoko “kau harus menikah dengan keluarga kami1”

“aku tidak cukup baik untuknya”kata kotoko merendah

“aku berumur 19 tahun saat aku menikahi suamiku. Banyak yang melamarku, mereka banyak yang ganteng, kaya dan muda. Tapi kau tau sendiri wajah suamiku ( hahah).. dan dia lebih tua dariku, ditambah dia baru mulai bisnisnya, jadi dia tak punya uang banyak juga. Orangtuaku tidak menyetujui hubungan kami. “

“tapi kau memilih bapak irie. Kenapa kau lakukan itu?”

Ibu irie menatap suaminya yang sedang membaca Koran, ibu irie tersenyum membayangkan masa lalunya “dia jujur, pekerja keras, dan dia perhatian padaku. Itu bukan pilihanku, uang ataupun usia muda tapi itu karena aku yang dicintainya. Kau mengingatkanku pada suami dimasa yang dulu.


1 minggu kemudian.
 Semua merayakan keberhasilan naoki memenangkan turnamen tenis. Semua tos minuman, yang tua minum champagne sedang yang muda diberi jus jeruk sama ibu irie.

Mereka duduk diruang tamu dan menikmati makanan lainnya.

“naoki hebat, tidak saja pintar tapi juga pintar bermain tenis dan juga kau memenangkannya 3 tahun berturut-turut” puji ayah kotoko
“iya..”jawab naoki
“bahkan kau tak perlu latihan banyak, aku kagum padamu”lanjut ayah

“itu mudah saja. Aku menemukan kebiasaan lawan secepatnya lali aku perhitungkan kemana bola akan datang.”

“naoki benar-benar tidak manis ya” sahut ibu irie, maksudnya irie terlalu menghitung segala sesuatu.
 “itu karena dia pintar” kata ayah kotoko “dia tidak mirip iri-chan tapi kepandaiannya benar-benar mirip dia.”

“ah tidak.. aku tak sepandai dia” jawab bapak irie. Lalu kedua bapak itu bercerita masa lalu mereka.


Hari terakhir libur summer.
Kotoko, yuki dan ibu mengantar kepergian kedua ayah dihalaman rumah. Kedua ayah tampaknya sangat ingin segera bertemu dengan teman lama mereka.  Mereka lalu masuk kedalam.

Saat sedang berbicara tiba-tiba ada telp masuk. Ibu irie tampak kaget dengan berita ditelp itu. Naoki, yuki dan kotoko mendekati ibu irie “apa yang terjadi?” tanya naoki

“ibuku terluka, tidak serius tapi dia harus tinggal dirumah sakit malam ini dan aku harus tinggal bersamanya dirumah sakit.” jawab ibu

“ya sudah temani saja dia” jawab kotoko
“arigatou kotoko” kata ibu terharu “tolong jaga rumah dengan naoki ya?”
“iya” jawab kotoko. Tapi ia langsung ingat apa artinya itu “eihhh.. kami berdua???” teriak kotoko

“aku akan membawa yuki. Kalian berdua kan harus sekolah besok pagi.”
“aku mengerti, tidak apa-apa” jawab naoki menenangkan ibunya.

Ibu lalu mengajak yuki segera beres-beres untuk pergi meninggalkan kotoko dan naoki berdua.

 

“apakah ini berarti hanya kami berdua yang ada didalam rumah?” batin kotoko. Naoki melihat kotoko yang terlihat sedang memikirkan sesuatu. 
Kotoko melirik naoki “aku sangat gugup tapi mungkin saja aku  dapat…” Kotoko membayangkan sesuatu terjadi padanya dan naoki.
 

Didapur kotoko membuka buku masakan dengan tersenyum-senyum “ini adalah kesempatan bagus untuk membuatkann makanan bagi naoki! Aku akan membuata kenangan terindah summer ini!”

Kotoko menemukan resep sepertinya enak bifteck en bourgeoise.

Naoki masuk kedapur dan terkejut melihat asap yang banyak “apa yang terjadi?” Tanya naoki terbatuk-batuk.

Ia mendekati kotoko untuk melihat apa yang sedang dikerjakan kotoko. Ia melihat dapurnya sangat kacau balau. Kotoko menaruhmakanan yang dibuatnya kedalam piring. Karena kebanyakan kuah jadi tumpah kelantai saat kotoko berbalik untuk menghadap naoki. “apa itu ?” Tanya naoki

“bifteck en bourgeoise” jawab kotoko mengangkat piringnya biar bisa dilihat naoki, dan kuah tumpah lagi membuat naoki jadi jijik melihatnya.. heheh


Karena ketidakberhasilan kotoko membuat makanan, akhirnya naoki yang gantian memasak. Kotoko hanya melihat disampinng naoki.

Naoki memotong-motong sayur dan menaruhnya rapi dikotak-kotak. Kotoko heran karena naoki tidak membuka resep makanan lagi “kenapa tidak melihat resepnya?”

“jika aku melihat sekalli, aku sudah langsung mengingatnya” jawab naoki. Kotoko melihat potongan sayur naoki, semua terlihat sama, seukuran.

Naoki lalu memasak daging.. “hmm baunya enak”kata kotoko disamping naoki.

Ditempat lain yuki bersama ibunya makan direstaurant, ternyata ibu irie sengaja berbohong agar naoki dan  kotoko hubungannya dekat. Begitu tau ibunya bohong, yuki sempat mau pulang tapi disuap ibunya dengan es cream yang sangat besar dan keliatan enak.


Dirumah, masakan sudah selesai dibuat naoki dan terhidang dimeja makan. Kotoko memandang makanan dimeja dan yang dibuku, bentuknya sama persis.

“menakjubkan bentuknya sama persis difoto” puji kotoko.
“itadakimasu” ucap naoki untuk memakan makanannya.
“itadakimasu”kata kotoko. ia memotong daging dan memakannya. Kotoko merasakan makanan buatan naoki itu dan rasanya ternyata enak juga.

“meski berakhir dengan naoki yang memasak. Tapi aku punya dinner yang menyenangkan bersama irie. Aku merasa kami seperti pengantin baru. “ batin kotoko.


“maaf klo kau harus memasak.”kata kotoko menatap naoki didepannya

“baiklah, kalau begitu aku ingin desert (pencuci mulut) manis darimu.” Sahut naoki menggoda. Kotoko tak mengerti maksud naoki.

Tapi saat naoki bangkit berdiri dari kursinya dan membungkuk mendekatkan wajahnya pada wajah kotoko.  Kotoko segera memejamkan matanya dan (memonyongkan bibirnya) siap untuk menerima ciuman dari naoki.


“oiyyy..” seru naoki.
Kotoko membuka matanya terkejut, ternyata ciuman naoki tadi hanya hayalannya saja.  Naoki memang berdiri didepannya, tapi naoki ini berwajah dingin menatapnya.

“kau setidaknya mencuci piring-piring itu dan bersihkan dapur sampai seperti sediakala.” Perintah naoki

“baiklah..” sahut kotoko. Naoki berbalik untuk pergi dari situ. “irie-kun apakah kau sudah mengerjakan PRmu? Maukah kau melakukannya denganku” Tanya kotoko

“PR? Aku sudah menyelesaikannya di hari pertama libur.”
“apa? Hari pertama? Hebat” puji kotoko

“jangan bilang kau belum mengerjakannya?” kotoko ketawa malu..”haha.. belum. Aku belum mengerjakannya.”
“untukmu itu akan butuh waktu seminggu tanpa tidur untuk mengerjakannya” ejek naoki.
“eihhh?”
“semoga beruntung”Naoki pergi meninggalkan kotoko didapur.


Seperti perkiraan naoki, setelah selesai membersihkan dapur kotoko segera pergi ke kamarnya untuk mengerjakan PR. Tapi setelah beberapa, ia tidak berhasil mengerjakan PRnya. Kotoko punya ide untuk menyelesaikan PRnya.

Kotoko keluar kamarnya dengan mengendap-endap. sampai didepan kamar Naoki, kotoko  membuka pintu diam-diam. Ia melihat naoki tertidur lelap dan kamar gelap gulita hanya terkena sinar dari jendela . Kotoko berjalan sangat pelan mendekati meja belajar naoki, sialnya ia menabrak kursi belajar naoki.


Naoki yang tertidur bergerak sebentar tapi kemudian tertidur lagi. Kotoko berjalan mendekati meja belajar naoki lagi dan mencari buku naoki. “ini dia” gumam kotoko senang menemukan buku PR naoki. “Aku akan pinjam buku matematika dan fisika.”

Kotoko segera mengendap-endap keluar kamar Naoki . tapi sebuah tangan menarik kotoko.
“ahhh…”
“apa yang kau lakukan? Membuat gaduh kamarku ditengah malam” Tanya naoki yang menariknya.
“tidak ada! Selamat tinggal! Selamat tidur!” kata kotoko gugup ketakutan.
“itu tak akan terjadi” tangan naoki masih memegangi pergelangan tangan kotoko.

Kotoko takut melihat naoki berpikiran buruk padanya. Ia mengambil buku naoki yang terjatuh saat naoki menariknya tadi. “ini..”

“aku tau. Kau kesini untuk bercinta denganku kan? “ Tanya naoki menatap kotoko tajam.  Kotoko menatap naoki heran dengan prasangka naoki.

“bukan.. bukan seperti itu” jawab kotoko. Naoki tiba-tiba menarik kotoko ke tempat tidurnya dan naoki langsung mengunci kotoko agar tidak bisa bergerak dengan tangannya di tangan kotoko.


Mereka sangat dekat dan saling menatap dalam kegelapan. Naoki  jadi seperti penggoda, sementara kotoko jadi ketakutan. Badan Naoki membungkuk dan menatap kotoko tajam.

“tidak seperti itu? Tidak ada alasan lain untuk datang ke kamar laki-laki ditengah malam. Jangan kuatir aku tidak akan mempermalukanmu. “

“mempermalukan? Apa maksudmu tentang hal itu?’ Tanya kotoko takut
“tidak ada orang lain dirumah ini selain kita.”
“ahh..  ahhh.. tapi..” kotoko semakin ketakutan melihat naoki

“temanmu juga pernah berkata. “bahkan orang genius dapat berubah jadi binatang puas sewaktu-waktu” Naoki membungkuk untuk mencium kotoko.

Kotoko memalingkan wajahnya “ahhh tung.. tunggu..” teriak kotoko berpaling tidak meliht wajah naoki. “aku memang mencintaimu irie-kun… tapi ini terlalu cepat.. aku rasa kita harus memulainya dengan hubungan yang sehat”

Naoki tertawa keras mendengar kata-kata kotoko.


Kotoko langsung melihat ke naoki. “hubungan yang sehat?” tawa naoki melihat kotoko. Ia lalu melepaskan tangannya ditubuh kotoko dan bersadar pada sandaran tempat tidur “oh begitu.. jadi kau masih mencintaiku.” Godanya

Kotoko melompat bangun dari posisi tidurnya. Ia duduk dan melihat naoki “jadi kau menyindirku?”

Naoki masihh tersenyum, mengejek “jangan kuatir. Aku tak ada niat untuk punya hubungan denganmu.” Kotoko mendelik marah mendengarnya. “ aku akan beritahu semua orang klo kau coba menyentuhku! Aku akan bilang pada semua orang” kata kotoko kesal turun dari tempat tidur naoki.


“katakan saja. Sudah ada rumor juga tentang kita. Aku yakin orang-orang akan berimajinasi tentang ini. “ maksud naoki, kan sudah tersebar klo mereka tinggal serumah, sudah pasti teman-teman sekolah sudah menduga  hubungan yang terjadi akan seperti ini.

“ahh aku kalah” kata kotoko membenarkan ucapan naoki. Kotoko  buru-buru meninggalkan kamar noaki.

“oiyyy… kau melupakan ini” seru naoki menunjukkan bukunya yang tadi diambil kotoko. Kotoko mau menjawab ia tidak butuh, tapi mengingat ia tidak bisa mengerjakan PRnya, kotoko jadi galau. Ia mengulurkan tangannya untuk meminjam buku PR naoki.


Ternyata naoki  tidak meminjamkan bukunya begitu saja. Ia malah mengajari kotoko menyelesaikan PRnya padahal itu sudah tengah malam.

“bisakah aku mengcopynya saja” kata kotoko menguap.
“lalu nanti tidak akan ada artinya mengerjakan PR itu.” Jawab naoki.”cepat selesaikan masalah ini” lanjutnya menyodorkan buku PR kotoko.
Kotoko terpaksa mengerjakan PRnya dengan malas-malasan, menyandarkan dagunya ke meja.  “mengerjakan PR adalah satu-satunya kenangan yang aku punya di summer terakhir SMA. Tidak ada yang terjadi seperti yang aku ingin.”batin kotoko melirik wajah Naoki. “tapi aku sangat bahagia” batinnya lagi. 


Naoki merasa kotoko menatapnya, ia melirik kotoko dan mata mereka bertemu.
“berhenti bermalas-malasan. Cepat selesaikan.” Perintah naoki galak.
“iya” jawab kotoko mengerjakan PRnya lagi.


Tanpa terasa mereka mengerjakan PR kotoko sampai pagi hari. Mereka berdua  duduk diruang keluarga.
“kita berakhir dengan begadang sepanjang malam.” Ucap kotoko “sebagai permintaan maafku, aku akan membuatkan breakfast untukmu.” Lanjutnya.

“ahh tolong jangan” tolak naoki yang tau benar keahlian kotoko dalam hal memasak itu. “aku tak mau jadi sakit perut di hari pertama semester baru ini.”

Kotoko kesal mendengarnya dan pasang muka cemberutnya. Naoki melirik wajah kotoko yang kesal padanya itu.

“kopi” kata naoki pelan kayak malu.. :P

“apa?” Tanya kotoko tidak begitu mendengar jelas perkataan naoki. Dengan gayanya yang masih cool naoki menjawab “bisakah kau membuatkanku kopi?”

Kotoko agak geli sebenarnya melihat naoki yang sok ga butuh tapi mau itu. “baiklah” jawabnya setuju.

 

Kotoko lalu ke dapur untuk membuatkan kopi naoki. sepertinya Naoki sudah ketagihan kopi buatan kotoko sejak pertama kali dibuatkan kotoko (ep.2)

Kotoko memang ahli klo membuat kopi kayaknya. Dilihat dari pintarnya dia memakai alat-alat itu.
Kotoko menghidangkannya didepan naoki dan cowok itu langsung mengambil cangkirnya dan meminumnya pelan.


Kotoko menatap naoki yang sedang minum kopinya. Ia lega melihat naoki sepertinya sangat menikmati kopi buatannya itu.  sepertinya Naoki sudah suka/ketagihan kopi buatan Kotoko sebelumnya (ep. 2).

Kotoko mengambil cangkirnya sendiri dan meminumnya. Ia ingat sesuatu, ia menatap Naoki “irie-kun ohayou (selamat pagi)..” sapanya tersenyum.

Naoki menatap kotoko dengan herannya “kita kan begadang sepanjang malam.” Sahutnya santai..

heheh ya iyalah.. ngapain bilang selamat pagi, kyk baru bertemu pagi itu, padahal mereka kan begadang bersama sepanjang malam.. hehehhe
 

kotoko hanya tertawa malu menatap naoki yang menikmati kopinya lagi. 

“tidak ada yang special di summer terakhir SMA.. tapi aku tak akan pernah melupakan aroma kopi yang aku nikamti bersama naoki dipagi itu."