Rabu, 09 Januari 2013

Sinopsis : Koukou Debut - Part 2



Dimulailah pelajaran “cara menarik perhatian cowok” ala coach Yoh di sebuah ruang kelas.

“aku sudah memikirkan alasan utama kenapa selama ini kau tidak pernah berhasil”

“ya! apakah itu?” seru Haruna bersemangat siap-siap menulis dibukunya.

“pertama-tama, sekarang ini sudah tidak jamannya dapat cowok dari beraksi di pusat kota (taman gaul para remaja) “

“eeeiihhhhhh??? Tapi.. tunggu..” kata Haruna sambil membuka klipping kumpulan potongan majalah yang dibuatnya. “.. lihatlah... ini beberapa spot untuk jadi pusat perhatian.”

Yoh mendekat penasaran dengan klipping itu dan mengambilnya dari atas meja Haruna“ apa itu?”


“itu adalah catatanku mengenai cara menarik perhatian cowok. Aku mempelajarinya dari membaca majalah wanita dan komik cewek. Tentang baju-baju stylish untuk dipakai dan apa yang cocok sebagai aksesoriesnya“ jawab Haruna dengan bangga atas usaha membuat klipping itu.

Setelah membuka-buka kliping Haruna dan mendengarkan penjelasan cewek itu, Yoh menatap Haruna. “oh begitu..” katanya sambil menutup kliping Haruna kemudian melemparkannya ke dalam tong sampah petugas kebersihan yang sedang lewat.

Haruna jadi shock melihat hasil usahanya dibuang begitu saja oleh Yoh.

“noooooooooo...”teriaknya. Yoh menggebrak meja Haruna “dengarkan aku, itulah alasan utama kegagalanmu!”

“Hahhh??”

“mencampur cola, orange jus dan olong tea bersama akan terasa menjijikkan kan?” tanya Yoh. Haruna ditanya begitu langsung membayangkannya. “kau tak perlu membayangkannya! Itu sudah jelas menjijikan!” seru Yoh yang kesal karena Haruna yang lemot mikirnya itu. “iya..” sahut Haruna pada akhirnya.

“hari ini aku akan mencarikan skirt (rok) yang cocok untukmu.”

“skirt? Ahh senangnya..” lonjak Haruna dari kursinya. “selama di SMP semua yang aku pakai adalah jersey (Kaos). Aku ingin Yoh-san memilihkan skirt yang cocok untukku!”

“sudah aku bilang panggil aku Yoh saja” kata Yoh meninggalkan kelas. Haruna langsung menyusul Yoh dibelakang cowok itu.

“tasmu..” kata Yoh mengingatkan Haruna yang lupa ga mengambil tasnya. Haruna balik ke mejanya untuk mengambil tasnya lalu bergegas menyusul langkah kaki Yoh.



Yoh mengajak Haruna pergi ke sebuah butik dan ia melihat-lihat baju yang cocok dengan Haruna.

Haruna yang mengikuti Yoh bergumam lirih “ jika aku memakai baju yang Yoh pilihkan untukku, aku pasti akan terlihat stylish.” Haruna memperhatikan baju-baju yang ada disana.

Yoh yang sudah berjalan jauh didepannya langsung menarik perhatian cewek-cewek yang sedang berbelanja. “mm .. apa kau sendiri?” tanya seorang cewek yang mendekatinya. “tidak juga” sahut Yoh cuek tanpa menatap cewek-cewek yang mengerumuninya.

“apa kau mencari sesuatu?” tanya cewek satunya lagi.



“luar biasa. Aku tak memperhatikan Yoh beberapa detik saja, tiba-tiba dia sudah menarik perhatian cewek-cewek. “ Haruna terbengong melihatnya.

Yoh mengambil sebuah skirt “heyy..” panggilnya pada Haruna “kau coba ini” otomatis cewek-cewek menatap ke orang yang diajak bicara Yoh, alias menatap Haruna.

Haruna mengambil skirt yang dipilihkan Yoh padanya dan ia melewati barisan cewek yang menatapnya tidak suka. “terlalu banyak juri” batin Haruna melihat para cewek itu yang menilai penampilannya dari atas sampai bawah karena ia bersama Yoh yang ganteng itu.




Dan mulailah adegan ala-ala “PRETTY WOMAN” Julia Robert dan Richard Gere itu. Haruna keluar dari Ruang Pas dengan skkirt hijau pilihan Yoh “ bagaimana?” tanyanya. “heihhhhh...” seru cewek dan Yoh yang kecewa melihat skirt tidak cocok untuk Haruna.



Haruna ganti skirt lagi warna putih dan keluar lagi dari Ruang Pas dengan beraction ala model. Yoh dan cewek berempat itu langsung menepuk kepalanya kecewa. Tidak cocok lagi.



Yoh pun memilihkan beberapa baju tapi masih saja tidak ada yang cocok untuk dipakai Haruna. Sampai-sampai turis – turis pun ikut melihat action Haruna ganti baju ala pretty woman itu dan memfotonya..

Mereka juga ikut berkomentar kecewa saat haruna keluar dari ruang pas dengan baju yang tidak cocok. “ahhhhhh..” seru mereka semua dengan kecewa..

Penontonpun semakin banyak yang jadi juri untuk baju Haruna...

Yohpun akhirnya menyerah untuk memilihkan baju lagi...




Mereka berdua duduk di taman kota “maafkan aku.. aku terlihat tidak cocok klo memakai skirt”

“kau tak perlu minta maaf” sahut Yoh lesu. Melihat Yoh yang sepertinya kecewa dengan yang barusan terjadi, Haruna jadi kuatir.

“ohh tidak,.. situasinya jadi aneh begini. Aku harus mengatakan sesuatu dan melakukan tindakan yang lucu “ batin Haruna.

“kau tak perlu melakukan lelucon itu.” Kata Yoh yang seperti tau apa yang akan dilakukan haruna.

“heiiihhhh? Bagaimana kau tau?”

“cara berpikirmu selalu transparan(mudah terlihat)”

“hahh.. aku transparant?” Yoh menatap Haruna “omong-omong, lelucon apa yang kau pikir akan kau lakukan tadi?”

Haruna kemudian berkata dengan suara seperti suara cowok “ aku minta maaf”

Yoh menatap Haruna biasa saja tidak ketawa mendengarnya. Garing banget lelucon Haruna. Yoh lalu pergi meninggalkan Haruna. “maaf” ucap haruna mengikuti langkah Yoh.



Yoh membawa haruna masuk ke dalam kamarnya. Ia lalu membuka lemari pakaiannya.

“sebenarnya pakai cowok adalah yang cocok untukmu kan?”

“iya..” jawab Haruna melihat-lihat kamar Yoh. Diatas rak meja yoh ia menemukan sebuah gelang disana. Harunapun mengambilnya “ahh.. sangat cantik” pujinya. Yoh menoleh ke arah haruna dan begitu melihat Haruna memegang gelang itu ia segera berjalan ke arah haruna dan mengambil gelang itu. “kau tak bisa punya ini! Aku akan membuangnya.” Teriak Yoh tak suka. Haruna kaget dengan ekpresi Yoh itu. Yoh jadi salah tingkah melihat haruna yang terkejut itu. “ini tidak akan cocok untukmu..” kata Yoh pelan.

Yoh mengambilkan kaos dan celananya kemudian diberikan pada haruna “ kau coba ini dulu”

Sementara haruna ganti baju, Yoh melukis baju yang cocok untuk dipakai haruna.

“aku sudah selesai..” seru haruna.

Yohpun menoleh kebelakang punggungnya untuk melihat penampilan haruna. “bagaimana?” tanya haruna, Yohpun tersenyum senang melihat haruna cocok memakai bajunya... ahh cocok skirt tadi kaleeeee....

Yoh membawa haruna ke depan kaca “aku rasa ini cocok ya?” bisik Yoh.

“iya ini bagus..” seru Haruna senang.

“tidak.. ini tidak bagus! Tapi benar ini cocok dipakai olehmu. Ini berguna untuk menyembunyikan lengan dan kakimu. “ kaki dan lengan haruna berotot jadi keliatan ga feminim klo terlihat, itu menurut Yoh. “ tapi ini benar-benar tidak bisa dipakai untuk menarik perhatian cowok.”

“tidak apa-apa.. ini sudah bagus!” seru haruna. “jika kau bilang ini cocok berarti ya ini benar-benar cocok!’

“tidak bisa begitu.. diluar sana pasti ada baju cewek yang cocok untukmu. “

“sudahlah.. ini tidak apa-apa”

“ini tidak bisa!” teriak Yoh kesal karena Haruna tidak mendengarkan ucapannya.




Tanpa mereka sadari ternyata pertengkaran dan pembicaraan mereka didengar orang lain.

“ohh pada akhirnya Yoh melakukannya juga” kata seorang cowok ganteng yang datang bersama Asami.

“kenapa kalian kesini?” tanya Yoh tidak suka

“iya kami dengar Yoh sekarang jadi coach jadi kami ingin melihat.”

“kami rasa itu terdengar menyenangan”kata cowok dengan jaket hitam


“ohh.. kau cowok yang waktu itu ya..” seru Haruna mengenali cowok yang bertopi yang ditemuinya di taman bersama Yoh.

“ohh kenalkan, aku temannya Yoh, Tamura Fumiya. “ kata cowok bertopi.

“aku Asaoka” kata cowok berjaket hitam memperkenalkan dirinya.

“lihat.. benarkan dia kawaiii (cute).” Kata Asami pada Asaoka.

“iya.. dia lebih kawaii dari yang aku pikirkan...” sahut Asaoka.

“eihhhh?” seru Haruna girang dibilang kawaii oleh cowok seganteng Asaoka.

“jangan dengarkan kata-katanya. Itu hanya gombalan dia saja!” kata Yoh meruntuhkan kebahagian Haruna yang dipuji itu.

“ohh begitu ya..” Haruna langsung tertunduk lesu

“ahh tidak kok.. kau memang honto ni kawaii (benar-benar imut).. kau ini typeku” puji Fumiya.

“eihhhhh!!” seru Haruna terkejut sekaligus gembira baru kali ini ada cowok yang bilang begitu padanya.

“dia katakan itu juga pada semua orang yang ditemuinya.” Ucap Yoh yang membuat Haruna yang barusan diangkat serasa dijatuhkan lagi.

“aku capek. Tolong jangan katakan hal-hal ini lagi. Semua ini kan gombalan saja..”



Mereka berempat akhirnya makan bersama di rumah Yoh. Asami-chan yang memasaknya.

“Asami-chan.. kau pinter memasak ya.. ini benar-benar enak!” puji Fumiya.

“kenapa kalian semua dinner disini?” kata Yoh bete.

“Asami-chan berpakaian sangat stylish dan bisa masak dengan enak. Kau benar-benar contoh yang bagus untuk seorang gadis populer!” puji Fumiya lagi pada Asami.

Asami tersenyum-senyum gembira dipuji-puji terus begitu.

“orangtua mereka keluar negeri, jadi Asami-chan itu malah seperti ibunya Yoh. Benarkan yohh?” kata Asaoka melirik Yoh.

“benarkan Onii-chan?” tanya Asami. Semua menunggu jawaban Yoh.

Yoh berdiri “hentikan itu..” saat berjalan didekat Haruna, yoh berhenti dan berkata pada Haruna “ kau tunggu disini. Aku akan menggambar skecth dulu.

“sketch? “ tanya haruna dengan mulut penuh makanan.

“iya untuk baju” jawab Fumiya.

“itu baguskan haruna-chan. Berarti Yoh benar-benar serius.” Ucap Asaoka.

“iya... aku akan jadi populer seperti Asami-chan!” tekad Haruna penuh keyakinan.

“ganbatte ne Haruna chan” seru Fumiya memberi semangat.

“Fumiya-san dan Asaoka-san, tapi kalian berdua terlihat populer juga..” kata Haruna menatap kedua cowok yang ganteng itu.

“ah tidak juga.. dibanding Yoh, kami tak ada pa-apanya” tolak Fumiya.

“ahh seperti dugaanku, dia(Yoh) populer juga” gumam haruna pelan tapi cukup bisa didengar yang lain.

“saat dia masih SD dia pulang membawa coklat dalam plastik 70 literan. “ ungkap Fumiya

“tapi saat kau terlalu populer, kau mungkin dapat tanggapan yang salah juga.” lanjut Asaoka.

“hehhhh?” Haruna tak mengerti maksud Asaoka.

“para gadis di kelasnya dia berkelahi memperebutkannya. Dan yang kalah akan mengirimkan surat kebencian di loker sepatunya dia (Yoh).... oh ya ada “peristiwa gelang” itu juga kan..” Fumiya terus bercerita.

“itu kata-kata Taboo untuk diucapkan.” Ucap Asaoka pada Fumiya

“ahh benar.. maaf” sahut Fumiya.

“kau tau.. saat SMP dia ikut klub Basket dan dia berpacaran dengan manager klub.” Ungkap Asami meneruskan cerita Fumiya. “tapi manager yang lain yang juga suka dengan Onii-chan (kakak) tau itu. Dia ingin merebut onii-chan jadi dia berbohong pada pacar Onii-chan. Dia bilang klo dia berpacaran dengan Yoh juga! pacar Onii-chan berpikir itu hal yang sebenarnya. Jadi dia memutuskan putus dengan Onii-chan. Dan itu mengakibatkan kekalahan team basket. Gadis itu juga pernah membuatkan gelang untuk onii-chan. Itulah yang kami sebut sebagai “peristiwa gelang”. ”



Haruna tertunduk ia teringat kejadian dikamar Yoh tadi saat ia memegang gelang yang ada dirak meja Yoh.

“cewek itu yang mengambil keputusannya sendiri untuk putus dengannya, tapi Yoh masih mencintai cewek itu. Sejak itu, dia berubah menjadi tidak percaya pada wanita.” Kata Asaoka menjelaskan cueknya Yoh pada wanita adalah karena kejadian itu.

Haruna teringat kata-kata Yoh yang berkata “suatu hubungan tidak selalu berbunga mawar(tidak selalu bahagia).”

“Itulah kenapa kami heran saat Yoh memutuskan untuk menjadi Coachmu.

“apa ini..!” kata Yoh tiba-tiba berdiri didekat mereka. Semua langsung pura-pura sibuk tak mau menatap Yoh.



“kalian tidak mengatakan sesuatu yang tidak baik kan?” tanya Yoh

“Tidak.. tidak.. tentu tidak..” bantah Asami, Fumiya dan Asaoka tapi haruna diam saja.

“iyakan haruna chan?” ucap Fumiya meminta persetujuan.

Haruna yang dari tadi diam langsung tengadahkan mukanya tapi sambil menangis keras membuat semua kaget. Haruna lalu berbalik menghadap Yoh sambil terus menangis tanpa henti..” Yoh.. aku berjanji akan melakukan yang terbaik!”

Yoh yang kaget hanya berkata “oke.. baiklah.. “ ia kemudian memperlihatkan sketch baju untuk Haruna.

Haruna mengambilnya sambil terus menangis “arigatou gozaimasu..”

 



Haruna pulang membawa sketch buatan Yoh itu. Dan sebagai seorang otaku didalam kamarnya ia mulai membaca manga romance koleksinya lagi. Ia kemudian menatap sketch Yoh dan kaos Yoh yang dipakainya. Haruna tersenyum dan berkata“ besok aku akan populer juga (seperti tokoh wanita di manga itu..”




Preview part 3 :

Haruna akhirnya pergi kencan dengan cowok ganteng untuk pertama kalinya dipantai seperti tokoh manga yang dibacanya. Haruna yang tak punya pengalaman minta bantuan Coach Yoh untuk mengikuti kencannya dari jauh. Tapi Haruna justru akhirnya tidak menggubris email/sms Coachnya, membuat Yohpun marah...!

Selasa, 08 Januari 2013

Sinopsis : Koukou Debut - Part 1



“Di SMP waktuku sudah penuh dengan aktifitas club selama 365 hari termasuk weekend dan libur summer, semuanya untuk softball, dan softball semua.

"Aku sudah putuskan... JIKA AKU SUDAH JADI MURID SMA, AKU AKAN ABDIKAN DIRIKU UNTUK MENDAPATKAN CINTA.. AKU AKAN PAKAI BAJU YANG KEREN DAN HAIRSTYLE YANG IMUT, AKU AKAN JATUH CINTA” janji Haruna Nagashima pada dirinya sendiri.



Dan masa SMA akhinya datang...
Haruna sudah mempersiapkan segalanya. Ia sudah belajar dari majalah fashion cara biar terlihat stylish. Ia juga belajar dari manga koleksinya cara mendapatkan cowok.

Sekarang ini Haruna berdiri ditaman tempat gaul dan berpacaran anak remaja berkumpul. Dia memakai gaun yang mengembang. Ia sudah berdiri disana sangat lama berjam-jam dan sudah seperti patung, tapi tak ada satu cowokpun yang mendekatinya.

Penantian cowok saat SPRING (musim semi)



SUMMER

Haruna masih berkunjungan ke taman itu tapi juga tak ada cowok yang mendekatinya.



FALLS..
Haruna masih sendiri.
“ini harusnya jadi musim cinta..” gerutu Haruna sedih. Arwahnya serasa keluar dari dirnya dan berteriak “ aku sudah menunggu disini 2 jam, aku sudah siap menemukan cinta. Apakah kalian tidak ada yang menyadarinya” teriak arwah Haruna.
Tiba-tiba seorang cowok menyapa “ano....” arwah haruna langsung kembali ke tubuhnya begitu melihat ada cowok mendekatiya.



“ada apa????!” seru Haruna penuh semangat membuat cowok itu menatap Haruna takut.

“a-ku sedang melakukan survey”

“aku siap..!” kata Haruna mendekati cowok itu yang klihatan ketakutan melihat wajah Haruna yang seperti mau menerkamnya. Cowok itu mundur-mundur menjauhi Haruna.

“a-pa-a yang kau lakukan?” cowok itu semakin ketakutan

“apa kau tertarik padaku..?! benar begitukan? ayo katakan saja..!” seru Haruna antusias.

“aku tak mau melakukan apapun!” kata cowok itu “ ini tak baik..”

“apa kau mau bicara denganku?” seru Haruna menggebu-gebu

“tidak.. ttidak jadi saja” kata cowok itu langsung kabur melarikan diri meninggalkan Haruna. Melihat cowok yang pertama mendekatinya itu kabur, Haruna langsung berlari menyusulnya “ tungguuuu..!!”



Cowok itu berlari semakkin cepat, ia menoleh kebelakang melihat Haruna yang semakin mendekati langkah larinya. “dia larinya sangat cepat” gumam cowok itu smakin ketakutan dan mempercepat larinya lagi.

“tungguuuuu.. aku ingin bertemu denganmuuu” teriak Haruna mengejarnya. Tiba-tiba “gubrakkkkkk...” haruna kesleo dengan sepatu high heelnya dia yang membuatnya jauh dengan sukses dan keras ke lantai taman. Salah satu sepatunyapun melayang keudara..



Haruna bangkit tengkurapnya, ia mencari salah satu sepatunya yang tidak ada. Ia melihat sekeliling lantai tapi tak menemukannya.

“sepatuku...”

“kau menjatuhkan ini.. lebih tepatnya.. menerbangkan ini” sebuah suara cowok mengangetkannya. Haruna mendongak melihat wajah cowok itu.



“dia terlihat populer..” kagum Haruna pada cowok ganteng didepannya. Cowok itu menyodorkan sepatunya dan dengan posisinya yang masih berlutut, Haruna mengambil sepatu itu...

Hehhehe.. persis negeri dogeng, cinderella..



“hah??” tanya cowok itu pada gumaman Haruna tadi

“ahhh.. apa aku telah mengatakan sesuatu?” Haruna panik

Seseorang cowok mendekati mereka “ hey kau.. Yoh bilang klo sepatumu itu jelek. Lebih baik kau kembalikan saja ke tokonya”


“berhentilah bicara yang tidak-tidak” kata cowok tadi yang disebut namanya “Yoh”

“jelek?” tanya Haruna

“jangan pedulikan “ sahut Yoh cuek. Haruna bangkit berdiri “ thanks sudah mengambilkan sepatuku” kemudian tiba-tiba haruna berlari pergi membuat kedua cowok itu kaget melihat keanehan sikap Haruna. .

“mengapa? Mengapa kau berlari haruna?” kata hati Haruna terus berlari meninggalkan 2 cowok ganteng itu.

“apa yang dia katakan Yoh?” yoh hanya menatap kepergian haruna heran.



“Mami-chan..” panggil Haruna lemas pada sahabatnya keesokan harinya

“hmm?”

“terjadi kesalahan lagi”

“tidak ada yang mengajakmu bicara lg?”

“sebenarnya ada 1 cowok..”

“lalu apa yang terjadi?!” tanya Mami-chan penasaran.

“dia melarikan diri.”

“dia lari? Kenapa?”

Haruna coba mengingat tapi tak ia tetap tak mengerti kenapa cowok itu lari. “aku tak tau sebabnya..” benar-benar tak tau..”

“aku sudah membaca majalah dan melihat tv dan aku rasa aku sudah merasa akan populer dimata cowok-cowok”

“aku rasa ada limit untuk belajar sendiri” kata Mami-chan

“hehh?”

“ini sama dengan softball kan? Jika kau tak punya supervisor yang baik dan coach(pelatih) yang baik maka Team tidak akan baik khan?”

“hemmm..” angguk haruna

“itulah sebabnya kau butuh Coach! Kenapa kau tak mencari Coach saja yang akan mengajarimu cara menarik perhatian cowok?”

“ahh benar..!” seru haruna setuju dengan ide mami-chan. “ada saatnya aku menyadari sesuatu setelah coach mengajariku!” Haruna memegang pundak mami-chan. “Mami-chan! Tolong jadilah coachku!”

“tidak.. tidak.. tidak... lebih baik kau cari seseorang yang tau pemikiran cowok. Meski begitu.. aku tak tau siapa yang cocok itu jadi coach itu.”

“aku juga..”tapi haruna tiba-tiba teringat dengan cowok ganteng (Yoh) di taman itu. “ada 1 orang.. tapi dia seseorang yang aku temui tanpa sengaja di kota. Aku tak mungkin bertemu dia lagi” Haruna menatap lorong diluar kelasnya..”ohhhhh..!!” seru haruna kaget saat cowok yang baru saja dibicarakan lewat didepan kelasnya. “aku menemukannya..! aku akan meminta padanya” seru haruna langsung berlari untuk mengejar cowok itu.

“hey tunggu...! kau kan tidak kenal dia, kau tidak bisa memintanya untuk itu..” seru Mami-chan melihat temannya yang berlari itu.

“tidak.. ini satu-satunya cara!” perkataannya tidak didengar Haruna, cewek itu terus berlari mengejar Yoh.

“tunggu Haruna..” teriak Mami-chan yang membuat 1 kelas jadi tau apa yang dibicarakan keduanya.


“seperti dalam softball, kesempatan tidak sering datang, jadi sekaranglah saatnya!” kata Haruna pada dirinya sendiri dan terus berlari.

Haruna terus berlari dilorong sekolah sampai menabrak beberapa orang. Ia melihat Yoh yang menuruni tangga untuk ke lantai bawah. Dengan beraninya Haruna langsung lompat dari lantai 2 kelantai 1.

Yoh melihat kelebatan orang yang terbang dari lantai 2 kearahnya membuat dia terkejut. Haruna jatuh didepan Yoh dengan sempurna ala film-film hero. Yoh dan murid-murid yang lain menatap tak percaya.



“apa kau ingat aku? Kau telah mengambil sepatu yang jelek waktu itu” kata Haruna mencoba mengingatkan Yoh pada kejadian di taman itu. “Namaku Nagashima Haruna. Aku kelas 1.” Haruna memperkenalkan dirinya. “Tolong ajari aku menjadi cewek yang populer ! tolong jadilah pelatihku” bungkuk haruna disaksikan teman-temannya.



“apa? Apa itu? Pelatih untuk jadi populer? Sepertinya menyenangkan!” seorang cewek cantik dan imut mendekati mereka. “kenapa kau tak mau melakukannya Onii-chan?” tanya cewek imut itu pada Yoh yang ternyata adik Yoh.

“ga akan.. merepotkan saja.” Sahut Yoh menatap tajam pada Haruna “ type cewek seperti ini adalah cewek yang ingin membuat debut SMAnya.”

“benar!eh bagaimana kau tau?” tanya Haruna terkejut dengan tebakan Yoh yang tepat itu.



Yoh menatap sinis penampilan Haruna “ hairstyle, makeup, pita (dasi pita Haruna). Itu tak cocok sama sekali.”

Haruna tak menggubris perkataan Yoh, ia membungkuk “ tolong ajari aku hal-hal seperti itu!”

“tidak akan!”

“kenapa tidak?”

“cewek itu pengganggu!” ketus Yoh

“hah..”

“kalian sendiri yang putuskan apa yang kalian sukai dan yang tidak. Kalian tidak percaya dengan mudahnya., hal-hal seperti itu.” Kata Yoh dengan ketusnya dan langsung pergi meninggalkan Haruna. Itu ekpresi trauma Yoh pada cewek makanya ia menganggap klo cewek itu pengganggu.

“jika kau tak punya pelatih kau tidak akan populer ya.. semoga beruntung ya” kata adik Yoh itu mendekati Haruna kemudian pergi.



Adik Yoh ternyata satu angkatan dengan Haruna dan merekapun jadi akrab dan pulang bersama.

“maafkan kata-kata kakakku waktu itu ya.. benar klo dia terkenal tapi kemudian sesuatu terjadi yang membuatnya tidak mempercayai cewek lagi. Mereka berpikir klo cewek semua adalah musuh.

“menyedihkan ya” sahut Haruna.

“oh ya, namaku Komiyama Asami kakakku bernama Komiyama Yoh. “

“ahh.. aku Nagashima Haruna.”

“aku tau. Kau pemain softball yang keren!”

“thanks”

“saat SMP, kau selalu bermain softball dan kau selalu memakai kaos jadi kau tak tau fashion ya. Aku terkejut dia mengatakan hal seperti itu pada wajah imutmu mesti itu kenyataannya. Sebagai permintaan maaf, aku akan meminjamkan bajuku padamu. Saat aku memakainya, aku jadi pusat perhatian. “

“benarkah? Tapi itu juga karena Asami-chan juga cantik “

“kau bisa panggil aku Asami. Ahh.. Maukah kau ke rumahku hari ini?”

“hahhh... aku mauu..”



Harunapun mampir ke rumah Asami dan Yoh. Haruna mencoba beberapa baju koleksi Asami. “itu cocok denganmu Haruna! Kau pasti akan menarik perhatian cowok”

“benarkah?” tanya Haruna senang



“iya.. kau terlihat imut.. beneran..!” Asami melihat Yoh yang berjalan ke ruang tamu. “ahh Onii-chan!” panggil Asami pada Yoh. Cowok itu menoleh pada mereka. “lihat ini! Haruna kelihatan imut khan..? kami sekarang jadi teman.” Seru Asami

“benarkah?”

“kami bahkan membawakan Takoyaki (makanan kesukaan Yoh)” mencoba menyuap Yoh lewat makanan.



Haruna menatap Yoh tajam dengan tatapan yang mengatakan “ aku ingin kau jadi pelatihku!”

“aku tak mau jadi pelatihmu” jawab Yoh seperti tau apa yang akan dikatakan Haruna dari tatapan mata Haruna itu.

“ehhh.. bagaimana kau tau??” tanya Asami pikirannya bisa terbaca Yoh.

 

“baiklah sebagai balasan atas Takoyaki ini.. “ kata Yoh akhirnya. Haruna mengangguk tersenyum senang dan mundur dari depan Yoh agar cowok itu bisa melihat tampilannya.

“bentuk lengan salah. Itu memperjelas ototmu “ (karena Haruna kan atlet softball jadi ototnya pasti lebih nampak). Hairstyle-mu juga tidak cocok dengan baju itu. Asami dan kau memiliki bentuk badan yang berbeda dan juga....’ yoh menatap Haruna tapi kemudian memalingkan muka “lupakan saja..”

‘apakah itu? Katakan saja..”

“kenapa kau begitu ingin jadi populer?”tanya Yoh

Dengan malu-malu Haruna menjawab “ itu karena.. aku ingin punya cowok!”

“apa yang kau inginkan? Cowok yang seperti apa?” tanya Yoh mendesak haruna.

Haruna salah tingkah dan garuk-garuk kepalanya (hehhe.. kacau bahasanya) “ aku blom memikirkan sejauh itu..”

“suatu hubungan.. tidak selalu tentang bunga mawar (indah)..” kata Yoh pelan. Haruna tak paham dengan maksud yoh”hah?”

Melihat haruna yang bingung dengan kata-katanya, Yoh pun meninggalkan haruna.


Haruna setelah mengerti maksud perkataan yoh segera berlari mengejar cowok itu ditangga “ Yoh-san.. aku tau sebuah hubungan tidak selalu tentang bunga mawar. Akan ada waktu yang sulit dan penuh airmata juga. tapi aku rasa jika kau melakukan yang terbaik, kau pasti tidak akan menyesalinya. Itulah mengapa aku ingin mencobanya sekuat kemampuanku!”

Yoh mencerna kata-kata Asami “oh begitu.. ya sudah.. lakukan saja yang terbaik..”

Kemudian yoh kembali menaiki tangga untuk menuju kamarnya.



Malam harinya Asami melihat rekaman permainan Softball haruna diruang tamu. Yoh datang dan duduk dikursi belakang Asami. “apa yang kau tonton?”

“dia berjuang semampunya! Lihatlah wajahnya!” seru Asami semangat melihat penampilan Haruna dilapangan. Yoh melirik sekilas tapi kemudian ia membaca buku lagi yang ada ditangannya. Asami melihat team haruna menang dan ia berteriak histeris “ahh dia menang! Haruna kerennn!” Yoh mellirik ke televisi. Disitu disiarkan interview denga haruna yang menjawab dengan menangis senang.

Wartawan “ bagaimana perasaanmu sekarang inni?”

Haruna sambil menangis “ itu benar, klo kau melakukan sekuat kemampuanmu.. mimpimu akan jadi kenyataan dan kau akan menang!”

Mendengarnya Yoh jadi menaruh perhatian pada interview dan Haruna itu.



Haruna memulai debutnya lagi, ia sudah berdandan sesuai dengan informasi majalah yang dirangkumnya. Hehhehe.. penampilannya kacau balau... tabrakan semua.. :P

Haruna berdiri ditengah taman dan memberi semangat pada dirinya sendiri “ baiklah.. datanglah cinta!”

Ia berdiri sangat lama disana sampai kecapean. Dan taman yang semula ramai juga jadi berkurang banyaknya. Ia sangat lesu, mukanya kusut dan tertunduk “aku tak tau apa yang harus aku lakukan. Aku ingin melakukan yang terbaik tapi... aku tak tau” batin haruna


Sebuah suara tiba-tiba mengomentarinya “kau memakai parfum terlalu banyak.” Haruna tersadar dari lamunannya dan ia menoleh ke arah suara itu. Disana ia melihat Yoh yang berjalan kearahnya terlihat sangat “sempurna”.

“seorang malaikat..” gumam Haruna menatap Yoh.

 

Yoh semakin mendekati haruna dan berkomentar lagi “ topi terlalu berlebihan” haruna langsung membuat topinya.

“ terlalu banyak aksesories dilehermu. Terlalu ramai.” Haruna langsung mencopot kalung bunga dilehernya dan membuangnya.

“Yoh-san” seru haruna.




Yoh berdiri berhadap-hadapan dengan haruna “ kau terlalu memakai berlebihan, tidak akan ada yang berani mendekatimu.”

Haruna berjalan lebih dekat lagi pada Yoh “ apa kau.. mau.. jadi coach (pelatih)ku?”

“iya..” angguk Yoh tapi gengsi menatap haruna jadi ia melihat ke tempat lain. “tapi dengan 1 syarat..” lanjut Yoh menatap haruna tajam lagi. “JANGAN PERNAH JATUH CINTA PADAKU. Jika kau lakukan, aku akan berhenti menjadi pelatihmu!”



Mendengar Yoh yang mau jadi pelatihnya saja sudah cukup membuat Haruna gembira. Tanpa berpikir banyak ia langsung mengiyakan syarat Yoh itu “ yah, setuju! Aku tak akan jatuh cinta!” seru haruna penuh keyakinan.. hehhehe.. klo yang didepan cowok seganteng Yoh, apa ga deg-degan yahhh...

“BENAR-BENAR TIDAK BOLEH!” Yoh kembali menekankan persyaratannya.

“IYA.. TIDAK AKAN!” seru haruna kegirangan membuat Yoh “lega” tidak mungkin haruna jatuh cinta padanya.



Haruna terus ketawa gembira menatap “pelatih baru” itu. Yoh memperhatikan wajah Haruna yang tertawa itu. “ kau... wajahmu rata-rata, tapi kau punya senyum yang “menyenangkan”kau bisa jadikan itu nilai jualmu.” Kata Yoh

Haruna kaget mendengar Yoh yang tiba-tiba memujinya “ehhh..?” haruna menatap Yoh tajam membuat Yoh jadi “grogi”

“kau bisa memanggilku Yoh” katanya berjalan menjauh

“yes coach!” seru haruna

“sudah kubilang panggil aku Yoh!” geram Yoh kesal terus melangkah pergi diikuti haruna.

“ya!” seru Haruna mantab. Yoh berbalik “jangan jatuh cinta padaku.”

“tidak akan, tidak akan pernah!” seru haruna yakin.
Reallyyyyy...???? :D



Didalam kamarnya yang penuh dengan Manga kesayangannya. Haruna rebah diantara buku-bukunya itu. “ mulai besok aku akan populer..”katanya bahagia.


Preview part 2 :Haruna diajak Yoh ke butik dan dipilihkan skirt(rok), tapi malah berakhir memakai kaos dan celana Yoh!
Haruna juga menemukan sebuah gelang lucu dikamar Yoh yang membuat Yoh marah.
Ada apa juga dengan "peristiwa gelang" yang tabu untuk dibicarakan didepan Yoh?