Selasa, 27 Mei 2014

Koibumi Biyori : Surat Pertama - Bunga-bunga bermekaran di Salju


Saat berangkat sekolah seperti biasanya Ryuhei Kumashiro melewati taman kota. Ia lagi-lagi melihat miyashita ada ditaman itu dan sedikit bermain-main dengan air kolam di tengah taman.
“6 bulan yang lalu, Miyashita chiyuki transfer ke sekolah kami. Tapi dia sulit didekati dan aku tak pernah berbicara sedikitpun dengannya.”


Saat istirahat  Ryuhei bersama teman-temannya sedang membahas kegiatan disekolah. , Ryuhei sibuk berbicara dengan teman-temannya namun matanya menangkap sosok tutup yang sangat dikenalnya berjalan ke arahnya. 

Ryuhei terdiam dan saat gadis itu, Miyashita bersisipan disampingnya, hidung Ryuhei menghirup aroma yang menyenangkan itu. Ryuhei berbalik dan menatap punggung miyashita yang menjauhinya.
“.. yang aku tau, tiap dia lewat. Selalu saja ada aromayang menyenangkan ini”


Dirumah keluarganya, ryuhei sedang membaca komik saat Aniki (kakak laki-laki)  bertanya pada ryuhei “ bagaimana dengan gadis baru yang cute dikelasmu itu?”

“apa maksudmu miyashita chiyuki?” Tanya ryuhei
“iya benar.. benar.. kenalkan aku padanya.” Pinta Aniki
“untuk apa?!” seru ryuhei curiga.
“dia itu seorang gadis murahan” sahut Aniki

“miyashita bukan gadis seperti itu” bantah Ryuhei membela nama baik Miyashita sambil membalik-balik komiknya.

“eihhhh!! Jangan.. jangan.. apa kau menyukai dia?” seru Anikinya sambil merebut komik dari tangan Ryuhei  agar ryuhei menjawab pertanyaannya.

“tidak” bantah Ryuhei mendorong kakaknya.


Ibu masuk dengan membawa beberapa surat.  Ia lalu memberikan surat untuk Ryuhei.
“ini surat untuk Ryuhei.” Ucap ibunya
“surat?” Ryuhei tak percaya ia menerima sebuah surat dijaman yang modern seperti ini. ia mengambil surat dari tangan ibunya dan membaca sampul surat itu.
“sebuah surat cinta di jaman ini?” celoteh Anikinya keheranan.
“iya benar” ryuhei menyetujui ucapan kakaknya.

“tidak ada nama pengirimnya juga.. bisa jadi itu hal yang buruk” ucap ibunya menggoda ryuhei.
Ryuhei segera menyobek sampul amplop surat itu. sementara itu ibu dan kakaknya menunggu dengan sangat penasaran.

“jangan ikut2an melihat!” seru ryuhei tidak suka melihat kakak dan ibunya disana menunggunya.
“eh mengapa?” Tanya kakaknya. Ryuhei tak mengubris keduanya dan langsung masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Ryuhei duduk ditempat tidurnya dan mulai membaca surat itu.

Kumashiro sama…
Aku mungkin akan menghilang, tapi.. ingatlah aku..
Aku tak peduli klo semua orang melupakanku.
Tapi Aku hanya ingin kau tetap mengingat aku.
Meskipun hanya sedikit dan sebagian saja.

Ryuhei selesai membaca surat itu dan ia membaliknya tapi ia tak menemukan nama pengiriman surat itu. namun saat ia mengerakkan surat dan amplop tadi, ia mencium aroma yang sangat dikenalinya.



Keesokan harinya saat ia masuk ke dalam kelas. Tanpa sengaja ia mendengar gadis-gadis sedang bergosip tentang Miyashita yang sedang ditahan dan diintrograsi karena ketahuan berada ditaman sampai larut malam. 
Seorang gadis juga berkata klo Miyashita memang tidurnya ditaman mungkin karena ia sengaja melakukannya untuk bunuh diri.

Ryuhei teringat surat yang diterimanya kemarin yang mengatakan ingin “menghilang itu”. ryuhei takut miyashita benar-benar akan bunuh diri jadi ryuhei buru-buru pergi mencari Miyashita. Ia melihat Miyashita ada diatap sekolah dan ada dipagar mencondongkan tubuhnya kdepan seperti mau terjun dari atap.

“tunggu!” cegah ryuhei dan menarik tubuh miyashita. “apa yang  kau lakukan disini?” Tanya ryuhei kuatir.

“aku hanya mengambil syalku “ ucap dingin miyashita. Ryuhei baru menyadari syal yang dipegang miyashita. Ternyata tadi gadis itu mengambil syal yang terbang dan tersangkut pohon disekolahan.

“tapi itu sangat bahaya! Kau bisa mati klo kau terjatuh!” seru ryuhei mengingatkan.
“ah.. aku tak memikirkannya” jawab miyashita cuek dan memakai syal dilehernya.
“apa?”
“tapi mungkin itu yang terbaik..” ucap miyashita dingin dan berjalan mendahului ryuhei. 

Saat miyashita lewat disebelahnya ryuhei mencium aroma itu lagi. “sudah pasti surat itu darinya” batin ryuhei.


Sampai dirumahnya ryuhei membuat surat balasaan bagi orang yang menulis surat untukya itu. ia bingung mau menulis apa. Tapi saat ia melihat foto salju di kota neneknya, ia jadi tau apa yang akan dikatakannya.

Miyashita chiyuki sama,
Apa kau pernah melihat salju?
bukan salju seperti yang ada ditokyo

Maksudku, salju sebenarnya..
Seperti kelopak putih yang turun dari langit, sangat cantik.
Suatu hari, aku ingin kau mlihatnya juga
Sampai saat itu kau jangan menghilang.

Ryuhei mengirimkan surat itu ke kotak pos.


Keesokkan harinya saat didalam kelas, ryuhei melihat wajah miyashita begitu datar saat melihatnya. Ia jadi ragu apa benar yang menulis surat waktu itu adalah miyashita? 

Pulang sekolah ia melihat miyashita dengan seorang pria dengan mobil mewah. Mereka saling berhadap-hadapan. Dari posisinya berdiri, ryuhei melihat keduanya sedang berpelukan. 

Ryuhei segera mempercepat langkah kakinya untuk pergi dari situ.
“tunggu dulu kumashiro-kun!” panggil miyashita yang langsung berlari-lari meninggalkan pria bermobil dan berlari  mendekati ryuhei.

Setelah sampai didepan Ryuhei dengan wajah kuatir miyashita berkata “aku akan pergi denganmu.. ayo pergi..”



Ryuhei bingung dengan wajah miyashita yang penuh kekuatiran itu jadi ia hanya berdiri diam saja. Miyashita meraih pergelangngan tangan ryuhei dan menariknya pergi dengan berlari. Keduanya berlari sampai di taman kota. Miyashita lalu melepas pegangannya.

“arigatou.. kau sudah menyelamatkanku” ucap miyashita.
“dia bukan cowokmu?” Tanya ryuhei.
“mana mungkin..! dia orang yang keras hati”
“klo begitu kau jangan  menemuinya lagi.” Kata ryuhei tegas. “kau tak akan tau apa yang bisa dilakukannya padamu kan?”

“hal-hal seperti keterbatasan, akal sehat dan rasa hormat benar-benar tak masuk bagiku” kata miyashita.
Ryuhei menatap wajah miyashita saat gadis itu pamit padanya. “sampai jumpa lagi”
“dimana kau tinggal?” Tanya ryuhei.
“disini” sahut miyashita
“apa?”
“sampai jumpa” kata miyashita pergi meninggalkan ryuhei dan duduk dikursi taman.
Ryuhei tak bisa berbuat banyak dan ia langsung pergi untuk pulang ke rumahnya.



Malam harinya ryuhei terus memikirkan Miyashita. Ia jadi menguatirkan miyashita yang ada ditaman jadi ryuhei memutuskan pergi melihat miyashita.


Sampai ditaman ia benar melihat miyashita sedang tidur dikursi taman dengan hanya memakai jaket tebal saja.
“miyashita!” panggilnya. Ryuhei mendekati miyashita yang tertidur.
Miyashita terbangun dari tidurnya.

“apa yang kau lakukan disini?” Tanya ryuhei
“bukankah sudah aku bilang klo aku ini adalah rumahku?” sahut miyashita.
“apa kau benar-benar sangat ingin mati?” ucap ryuhei. Udara yang sangat dingin pasti lama-lama akan membuat orang yang tidur diluar jadi sakit.
“tidak”

“lalu mengapa kau lakukan ini?” seru ryuhei.
“aku tak pernah berfikir untuk bunuh diri.”
“eih?”

“tapi jika aku mati berarti ya sudah.. aku tak peduli”jawab miyashita enteng dan dingin. Ia bangkit berdiri dan melepas jaket tebalnya. “aku akan mencuci mukaku dulu” ucap miyashita meninggalkan ryuhei.

“hei kita sedang ditengah pembicaraan.!.” seru ryuhei. Miyashita terus berlalu meninggalkan ryuhei dan berjalan kea rah air mancur ditengah taman.  Miyashita langsung terjun ke dalam kolam air dan membuat ryuhei terkejut dan berlari mendekati miyashita. Air kolam pasti sangat dingin dan itu membuat ryuhei kuatir.

“apa yang kau lakukan?!” teriak ryuhei. Ia mengulurkan tangannya dari pinggir kolam “cepat! Keluar dari situ!” teriak ryuhei.

Miyashita menerima uluran tangan ryuhei dan menatap ryuhei. Tapi bukannya ia bangkit dari kolam, ia jutsru menarik ryuhei agar ikut masuk kedalam kolam. Ryuhei yang terkejut langsung terjebur kedalam kolam yang dingiin itu.



Ryuhei membawa miyashita ke rumahnya. Ryuhei mempersilahkan miyashita mandi dengan air hangat di bathtub kamar mandinya
.
“aku sudah meletakkan baju disana” kata ryuhei.
“ayo kita mandi bersama.” ucap miyashita pelan.

“eih?” ryuhei terkejut dan gugup mendengar ajakan menggoda miyashita itu.

“jika kita tidak segera hangat maka kita akan mati” sahut miyashita santai.
“tapi itu…” ryuhei bingung menjawab.
“kita akan masuk bersama dengan tetap memakai baju kita.” Ajak miyashita yang lalu masuk ke bathtub dengan air hangat itu.

Ryuhei ragu namun perlahan ia ikut masuk ke dalam bathtub itu. ryuhei keliatan cangung duduk dibathtub bersama dengan miyashita. Ryuhei melirik miyashita yang ada disampingnya terlihat sangat menikmati air hangat itu. ryuhei menjadi lega.  gadis itu juga terlihat mencuci muka dan lehernya. Ryuhei mencium lagi aroma tubuh miyashita lagi.



Merasa sedang diperhatikan miyashita menoleh pada ryuhei.
“hei” panggil miyashita
“ya?” sahut ryuhei memperhatikan miyashita.
“ingus keluar dari hidungmu” kata miyashita tertawa tawa memperhatikan wajah ryuhei.
“heihhh… jangan menertawakanku!” seru ryuhei malu dan akhirnya ikut tertawa bersama miyashita.



Selesai mandi, ryuhei membuatkan minuman hangat untuk miyashita. Ia melirik beberapa kali pada miyashita yang memakai bajunya itu.

Aniki masuk dan bergabung diruang keluarga merka “chiyuki apa kau lapar?”
Ryuhei terkejut melihat sikap kakaknya yang tiba-tiba sok kenal miyashita dan langsung memanggil nama aslinya itu.

 “hei jangan mulai tidak mengunakan panggilan seperti itu!” seru ryuhei menghalau kakaknya.
“tapi dia kan dibawahku” sahut Aniki.
Miyashita tertawa melihat kedua kakak beradik yang beradu mulut itu.


Mereka bertiga lalu bermain kartu bersama-sama. Mereka jadi akrab dan tertawa bersama. saat miyashta pergi ke kamar kecil, Aniki terus memperhatikan punggung miyashita.
“aku rasa  gosipnya salah.” Katanya pelan.
“eih?”
“dia bukan wanita murahan sama sekali” lanjut Aniki.
“benarkan kataku…”sahut ryuhei.
“tapi sayangnya ibunya seperti itu..”

Ryuhei terkejut dengan perkataan kakaknya “seperti apa?”
“orang yang tinggal di tempat mereka tinggal berkata, ibunya sering mabuk dan pulang membawa pria busuk pulang ke rumahnya. Itu sangat buruk.. tapi bagaimanapun kau tak bisa memilih orangtuamu.”

Ryuhei terdiam mendengar kisah keluarga miyashita.
Pembicaraan berhenti saat miyashita datang lagi. Mereka bermain sampai kakaknya kecapean dan tertidur.
“dia bisa kena flu klo tertidur ditempat ini” ucap miyashita
“jangan kuatir aniki memang orang bodoh” tawa ryuhei.
“keluargamu sama seperti image yang melekat didirimu” kata miyashita
“apa maksudmu aku juga orang bodoh?”
Miyashita terdiam..

“hei, bolehkah aku melihat kamar kumashiro-kun?” Tanya miyashita.
“eih?” ryuhei terkejut namun ia mengijinkan miyashita masuk kedalam kamarnya.


Ryuhei gugup dan salah tingkah membawa miyashita masuk ke dalam kamarnya. Miyashita memperhatikan ruangan kamar ryuhei. Ia lalu melihat foto sebuah tempat dengan salju yang sangat indah. Sama seperti tempat yang dimaksudkan ryuhei dalam suratnya.

Miyashita duduk dimeja belajar ryuhei dan terus memperhatikan foto itu.
“itu aku ambil dirumah nenekku.” Kata ryuhei menjelaskan.
“dimana?”
“di Aomori”
“itu di utara” gumam miyashita.
“iya..  kami hanya punya ibu jadi saat kami kecil kami akan selalu meghabiskan libur  summer dan winter bersama nenek kami.” Ryuhei bercerita.

“aku belum pernah kesana” gumam pelan miyashita yang Nampak kelelahan. “kami akan pindah setiap ibuku mendapatkan pacar baru.. disekitar sini, ata kea rah barat.”
“oh begitu.” Ryuhei mendengarkan miyashita bercerita.

“seperti apakah tempat itu?” Tanya miyashita tentang kota nenek ryuhei.
“sangat terpencil. Tak ada apa-apa disana. Tapi saljunya sangat cantik. Sejak pertama aku melihatnya aku langsung menyukainya. Seperti kelopak bunga puih berguguran. Itu pertama kalinya aku meihat sesuatu yang sangat cantik. Aku ingin kau melihatnya juga. Hidupmu sia-sia jika kau belum melihatnya. “ ryuhei tak mendengar suara sedikitpun dari miyashita. Kepala miyashtita sudah terkulai diatas meja belajarnya.

“miyashita?” panggil ryuhei mendekati miyashita tapi gadis itu tak mendengarnya. “ahh dia tertidur..  hey miyashita.. baiklah aku akan ambilkan selimut” gumam pelan ryuhei dan pergi untuk mengambil selimutnya.
Setelah ryuhei menjauhi miyashita, gadis itu membuka matanya. Ia hanya berpura-pura tertidur agar ia bisa tetap berada dikamar ryuhei.



Pagi harinya mereka keluar rumah bersama
“untuk pertama kalinya aku merasakan penuh energy” ucap miyashita.
“meski kita bermain kartu sampai larut malam?” sahut ryuhei.

“tapi sudah sangat lama aku tak bisa tidur dengan nyaman” miyashita meregangkan otot tubuhnya yang terasa lebih rileks dibanding biasanya.
Miyashita lalu pergi meninggalkan rumah ryuhei.
“hey miyashita..!” panggil ryuhei mengejar miyashita. “surat itu…”

Miyashita terkejut dan menghentikan langkahnya.
“kau mungkin mmebaca suratku sepertinya tidak masuk akal tapi aku hanya ingin menolong. Aku ingin menolongmu” ucap ryuhei dan berjalan mendekati miyashita yang tak mau bebralik menatapnya.
“baiklah aku pergi dulu” ucap miyashita tanpa meoleh lagi pada ryuhei setelah cowok itu berbicara mengenai surat mereka.
“aku akan mengantarmu” sahut ryuhei.
“tak usah” miyashita lalu berjalan meninggalkan ryuhei yang terkejut mendengar nada bicara miyashita jadi dingin padanya.


Disekolah, ryuhei mencari sosok miyashita dimejanya tapi gadis itu sepertinya bolos sekolah lagi. Ryuhei teringat sangat kebersamaan mereka di rumahnya. Ryuhei tersenyum-senyum mengingatnya.



Pulang sekolah ryuhei melihat surat untuknya dan ia tau itu surat dari miyashita. Buru-buru ia membukanya.
Kumashiro-sama
Aku tak pernah berpikir kau akan mengenali kllo aku yang menulis surat itu.
Aku merasa kau orang yang berkemauan keras dan orang yang ceria. Saat aku memikirkanmu, aku terkadang merasa jadi normal dan sedikit kebahagiaan. Tapi aku adalah wanita sampah. Aku.. aku sudah diperkosaoleh kekasih ibuku. Karena itu.. aku.. aku tak berhak melihat kelopak putih bersamamu.

Ryuhei menangismembaca surat miyashita itu. ia teringat kejadian saat miyashita tertawa bersamanya, namun ia segera berlari pergi ke taman.



 Ia melihat miyashita sedang duduk disana.
“miyashita!” teriak ryuhei.

Miyashita menoleh dan begitu melihat ryuhei segera berlari menhindari ryuhei.
Ryuhei berlari mengejar miyashita  dan menarik tanga gadis itu agar berhenti berlari. Miyashita berhenti dan menepiskan tangan ryuhei dengan keras. Mereka saling berhadap-hadapan.

“mengapa (kau kesini).. bukahkah kau sudah membaca surat itu?” teriak miyashita. “bukankah kau akan memandang hina diriku? Aku bukan orang seperti dirimu.. jadi aku tak bisa melihat kelopak salju  cantik itu!” seru miyashita terisak sedih.

Ryuhei mendekati Miyashita dan memeluknya erat.
“kau tak harus pulang ke rumahmu. Jangan pulang ke rumah. Jangan tinggal diluar seperti ini. tinggallah dirumahku.” Bisik Ryuhei

Miyashita melepaskan pelukan ryuhei “apa yang kau katakan ini?” Miyashita memunggungi ryuhei dan tak mau menatapnya.

“lalu bagaimana klo kita berdua melarikan diri saja! Kita bisa pergi ke sebuah tempat bersama-sama!”
“kita tak bisa melakukan itu!” teriak miyashita.
“kita bisa!” teriak Ryuhei
“itu tak mungkin” teriak miyashita yang berbaur dengan isakan tangisnya.

“miyashita.. aku ingin membuatmu selalu tersenyum. “ kata ryuhei berjalan mendekati miyashita yang memunggunginya dan memeluknya dari belakang.

“kau adalah bungaku.. “ bisik ryuhei masuk terus memeluk miyashita.


Gadis itu masih terisak saat ia melepaskan pelukan ryuhei dan berbalikmenatap ryuhei.perlahan ia mendekati ryuhei dan menciumnya.
“sejak hari itu.. dia menghilang daripandangan mataku…  aku dengar dia pindah dengan ayah kandungnya.”



Setelah beberapa lama, ryuhei masih teringat miyashita saat ia berjalan di taman. Sampai didepan rumahnya ia segera membuka kotak surat dan menemukan sebuah surat dengan tulisan tangan yang dikenalnya. Disana tertulis nama miyashita sayuki – Sapporo Hokkaido.
Ryuhei melepaskan tasnya dihalaman dan  langsung membuka surat itu.

Kumashiro-sama,
Begitu banyak salju ditempat kota ini.
Begitu banyak bunga salju disini.
Maukah kau datang dan melihatnya?

Ryuhei tersenyum membacanya.
“Aku akan datang.. untuk melihat bunga cantik itu.” suara hati ryuhei.




*** TAMAT ***


2 komentar:

  1. ini film ya? judulnya koibumi biyori? arigatou

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini kayak FTV jadi 1 episode langsung selesai.. sebenarnya ada 10 cerita berbeda dari koibumi biyori.. tp overall ceritanya tentang kisah cinta yang dimulai dari sebuah surat.

      Hapus