Rabu, 27 Maret 2013

Sinopsis Osozaki No Himawari - Ep. 4


“hei jotaro..!”panggil Junichi yang kesal karena Jotaro tak menggubrisnya “jotaroooo…!” karena jotaro masih diam saja Junichi segera mencubit pipi  Jotaro keras-keras sampai Jotaro kaget.  “archhh.. apa.. apa.. apa?”
“apa kau mendengarkan tentang projectku?”
“tentu saja aku mendengarkan. Tentang membangkitkan pusat shopping streetkan?”
“dan?”
“dan……”Jotaro tak ingat lagi apa yang diceritakan Junichi selanjutnya.
“ahhhh! Aku bicara tentang kita bisa mengunakan ruang kosong dijalan untuk menawarkan tempat menginap dengan kamar yang baik. Oke?.”
“oke”jawab Jotaro
“target group kita adalah anak-anak muda yang datang untuk surfing. “
“apa? Kita bisa surfing disini?” Tanya Jotaro heran.
“tentu saja. Di Shimanto kita tak hanya punya pegunungan dan sungai. Kita punya tempat surfing terkenal di Jepang bagian barat. Menurutmu ini ide bagus kan? Aku sudah merencanakannya sudah 2 tahun.”
”selama 2 tahun?”
“iya aku bersungguh-sungguh dengan ini. Aku akan membuat rangkumannya dan akan aku presentasikan pada pertemuan yang akan datang. Kau harus membantuku ya”
“oke..”
“kau juga Haruna..”kata Junichi menoleh pada Haruna tapi ternyata Haruna sudah tidak ada dikursinya.

Haruna ternyata ada di luar sanri bar sedang membaca SMS “aku ingin bertemu. Matsuura Toru” Haruna sedih membacanya. Ia mencoba mengetik text untuk menjawabnya tapi ia ragu mengirimkannya “aku tak ingin bertemu.” Tapi akhirnya ia memutuskan untuk mengirimkannya.
Jotaro keluar dari Sanri bar untuk mengirim pesan dan berdiri disebelah Haruna membuat cewek itu terkejut.
“ada apa?” Tanya Jotaro yang melihat Haruna langsung bangun berdiri
“tak apa-apa, kenapa denganmu?” tanya Haruna
“aku hanya mau mengirim sms saja”
“kau bisa melakukannya didalam.”kata Haruna
“ahh biar bebas saja disini.” Ucap Jotaro. 
“apakah itu untuk Ayaka san? Aku pikir dia tidak cocok untukmu.” Kata haruna menyampaikan ketidaksukaannya. “ehh tunggu.. tunggu..” seru Jotaro yang terkejut dengan komentar haruna tadi “dia tak cocok untukmu” kata haruna sekali lagi lalu pergi meninggalkan Jotaro.


Jotaro akhirnya mengirim SMS ke Ayaka untuk bertemu di Sanri bar tapi ayaka tidak menjawab Smsnya. Jotaro gelisah menunggu di sanri bar. Ia terus membuka handphonenya untuk melihat apa Ayaka sudah menjawabnya, tapi ternyata tetap tak ada balasan.

 Namun ia terkejut saat akhirnya Ayaka  datang. “ahh ayaka san…” serunya. Ia segera mengambil menu makanan “aku pikir kau tak akan datang karena kau tak menjawab pesanku. Apa kau lapar?” tanyanya grogi dan kegirangan karena ayaka datang.
“ahh tidak usah, aku hanya mampir sebentar saja” jawab ayaka duduk dikursi disebelah Jotaro. Jotaro ikut duduk disebelahnya.
“maaf sudah mengajakmu keluar tiba-tiba.”
“tidak masalah.” Jawab Ayaka. 

“emm.. maukah kau pergi ke kota Kochi bersamaku nanti? Ahhh maksudku kau kan asli dari kota kochi, akan menyenangkan kalau kau bisa menunjukkan padaku beberapa restaurant bagus disana”
“aku tak ingin pergi sejauh itu.” Kata Ayaka
“oh begitu.. memang butuh waktu 5 jam perjalanan pulang perginya. Atau kau mau pergi ke daerah yang lebih dekat ?”
“iya..” Jotaro mau mengatakan sesuatu tapi tidak jadi
“ katakan saja” kata Ayaka
“iya tapi aku pikir itu terlalu dekat.”
“katakana saja” desak Ayaka ingin tau”
“ya seperti nonton DVD atau apalah. “
“mengapa tidak?”
“benarkah?”
“kau pilih saja Jotaro kun.”
“oke”
Jotaro mengantar Ayaka keluar dari Sanri bar “mmm… kau ingin melihat DVD dimana? “ tanyanya “kenapa tidak dikamarmu saja Jotaro kun?”
“baiklah kita rencanakan begitu.” Ucap JOtaro dan dari ekspresinya ia keliatan senang, kan memang tujuannya mau mengajak Ayaka ke rumahnya tapi ia tak berani  bertanya.


Jotaro bergumam sendiri setelah ayaka pergi “kenapa tidak dikamarmu saja Jotaro kun” Jotaro tersenyum-senyum sendiri
“heszzz.. benar-benar kasmaran”sindir Kahori yang datang dengan sepedanya
“ahh kau lagi..”
“itu harusnya kalimatku”sahut kahori
“ano… sebenarnya aku butuh pendapatmu” aku Jotaro segan. Kahori masuk ke sanri bar diikuti Jotaro
“ada apa?” 
“menurutmu DVD apa yang bagus?”
“apa ? itu jd pertanyaanmu?” seru Kahori heran dengan pertanyaan simple itu
“iya” jawab jotaro.
“benar-benaar bodoh” ejek Kahori
“kau ini.. maksudku, DVD macam apa yang harus ditonton? Dia pasti akan menilai seleraku dari itu.”
“seleramu? Kau peduli tentang itu?”
“kenapa tidak?”
“karena itu membuatku geli saja.” Ejek kahori “jadi menurutmu seleraku untuk hal seperti itu bagus?”
“ahh aku sudah tak sabar melihat DVD segera”
“dimana kau akan menonton dvdnya?”
“dirumahku”
“ahh tentu saja” gumam kahori
“heh?”
“apa kau sudah mantap dengan Morishita-san?”
“blom” 
“blom ya?”
“tapi kemudian setelah dia melakukan hal itu…”ucap jotaro pelan mengingat ciuman mereka.
“melakukan sesuatu apa?” tanya Kahori penasaran.
“ah tidak.. tidak.. ah aku harus membersihkan kamarku, kasurnya juga. Oh kasur..”kata  jotaro sambil berangan angan dikursinya.
“apa kau terhanyut lagi?”ejek Kahori melihat sikap Jotaro itu.
“katakan sejujurnya saja klo kau cemburu” ejek Jotaro pada kahori.
“hahhhhh??? Aku tak peduli klo kau dalam masalah.”


 Morishita pulang ke apartementnya, ia pulang saat Hiroki sedang memasak untuknya. 
“tadaima......” *aku pulang..
“okaeri, aku sedang membuat Yakisoba (semacam mie gitu)” jawab Hiroki
“arigatou”
“oke.. aku  nanti akan pergi untuk membeli jaket untuk winter segera” kata Hiroki
“apa tak  apa-apa kau selalu tinggal disini?” Tanya Ayaka .
Hiroki melirik Ayaka “kau ingin aku pergi?”

“bukan itu maksudku” jawab Ayaka pergi ke dalam kamarnya. 

 
 Haruna sedang mengantar customernya melihat-lihat rumah yang dijualnya saat ia menerima pesan text lagi “aku akan menunggu dipantai tgl 25 okt jam sampai jam 7 malam. Matsuura Toru” Haruna lemas da bimbang.”bagaimana ini”gumamnya

Sayori pergi ke salon untuk potong rambut setelah 6 bulan ia tak melakukannya. Selesai pulang dari salon ia mengurai rambutnya yang biasa ia ikat dan berjalan di jalanan kota. Tanpa sengaja saat ia sedang berkaca didepan sebuah toko ia bertemu dengan Junichi. 
Junichi menyadari rambut Sayori dipotong  “ahh kau potong rambut ya..”
“iya” jawab sayori tersenyum malu-malu
“keliatan bagus”puji Junichi membuat Sayori terlihat bahagia.
“sampai jumpa lagi”pamit Junichi pergi.
“tunggu” panggil Sayori”jika kau nanti ada sesuatu yang akan  kau kerjakan, katakana saja” lanjutnya
“apa?”
“mungkin aku bisa membantu”
“benarkah?”seru Junichi senang. 
“sesekali mungkin aku juga akan sibuk “ “oke” jawab Junichi, mereka lalu berpisah. Sayori terus berjalan sambil senyum-senyum sambil memegang rambutnya.

Sayori, Kahori, orangtua dan anak-anak Sayori sedang makan saat suami Sayori datang. “selamat datang”sapa Sayori sambil membantu membuka jas suaminya. Ia terus menatap suami berharap mendapat komentar tentang rambut barunya tapi sepertinya suaminya tidak menyadari klo ia potong rambut sama sekali.
“kenapa?” Tanya Suami Sayori melihat istrinya menatapnya terus.
“tak apa-apa” sahut sayori kecewa. Hmm.. nggak ada perhatiannya sama sekali sama istrinya, apa memang gini ya klo sudah nikah… T.E.R.L.A.L.U..

Suami Sayori lalu duduk bergabung makan. “wahh sepertinya enak”ucap suami sayori. “memang enak”sahut anak-anaknya
“makanan rumah memang yang paling enak..”katanya sambil melirik sayori.
“maaf selalu memberimu makanan dari supermarket”sahut Sayori yang sadar klo suaminya menyindirnya.
“ahh aku tak mengkritikmu”bantah suaminya.
“aku mendapatkannya (makanan) gratis juga”ucap Sayori “aku tau..”jawab suaminya.

Didepan mereka ibunya sedang memaksa Kahori untuk dijodohkan dengan pilihan ibunya. Kahori menolak dengan alasan ia tak yakin klo ia akan tinggal dishimanto lama. Suami sayori memuji klo kahori itu wanita yang mandiri tidak tergantung dengan pasangan hidupnya nanti, jadi ibu mertuanya tak perlu kuatir. Ia sepertinya menyidir istrinya lagi dan kali ini kahori juga menyadari kakaknya kesal dengan arah pembicaraanya suaminya yang menyidir Sayori terus. Kahoripun pamit pergi dulu.

 
Saat dirumah sakit Kahori menerima telpon dari Jotaro 
“ya?”
 “ahh ore, ore”
“ore-ore dare?”
“aku pikir aku akan melihat lebih dulu dvdnya” kata Jotaro
“apa?”
“maksudku aku sudah pergi dan meminjam 4 dvd tapi  aku malu jika nanti  harus menonton sebuah cerita cinta terkenal , jika film sedih dan aku mulai menangis itu juga akan memalukan.   Jika menonton film action beberapa orang menyukainya dan beberapa membencinya. “

“kau benar-benar pengangguran ya”
“ahh apa kau sedang bekerja?”
“aku sedang bertugas”
“oh begitu tapi apa sekarang lagi longgar?”
“iya sedang tidak ada yang gawat”
“seberapa sering kau menginap dirumah sakit setiap bulannya?”
“4 sampai 5 hari”
“wow.. itu  sering sekali”
“itu karena kita hanya punya 2 dokter bagian dalam. “
“ oh begitu.. sekarang aku merasa seperti orang bodoh yang menelponmu.” 
“kau baru sadar klo kau ini bodoh?”ejek kahori 
“ahh terlambat ya!”ucap Jotaro kesal. 
“ya terlambat”
“jadi menurutmu video mana yang bagus niy?”
“kau sepertinya tak benar-benar punya rasa kasian  ya!”
“ayolah.. katakan saja.. please..” desak JOtaro.
“aku tak mau..”
“ahh kau benar-benar pelit”


Jotaro pergi ke markas revitalisasi kota untuk mendukung rencana Junichi mengenai shopping street dan  penginapan. Ia melihat bunga matahari di pinggir sungai shimanto sudah mulai terbuka kelopaknya, ia senang melihatnya. Sampai dimarkas revitalisasi ia melihat Junichi sudah persiapan proposal yang akan disampai kan di pertemuan itu. Junichi tidak biasa penampilannya, ia memakai jas dan terlihat sangat rapi.
Saat penyampaian proposal ternyata anggota pemilik pertokoan tak setuju dengan rencananya itu karena akan menghabiskan uang yang banyak. Mereka malah ingin mendengar ide dari Jotaro yang dari kota Tokyo. Para anggota memandang bahwa ide Jotaro yang dari Tokyo pasti lebih baik.


Jotaro mengutarakan untuk membuat mascot kota Shimanto dan anggota yang lain langsung menyetujuinya membuat  Junichi kecewa berat. Pastilah kecewa karena ia sudah merencanakan idenya itu 2 tahun. Dan anggota pemilik shopping street setuju saja dengan ide Jotaro yang dadakan itu. Junichi membuang proposal yang sudah dibuatnya ke tong sampah didepan kantor . mungkin karena ia sangat kecewa dan sakit hati., pemikirannya yang sudah lama itu ditolak, junichi menangis.

Dirumahnya Jotaro sedang membuat gambar mascot untuk kota shimanto sambil mencoba melihat lebih dulu film yang dipinjamnya. Saat menonton film romance ternyata ia menangis sedih  melihatnya.. :P


Suami sayori datang ke rumah sakit karena sedang sakit, ia diperiksa oleh adik iparnya Kahori.  Suami Sayori ini lalu minta agar kahori membantunya memberi  saran pada Sayori untuk berhenti bekerja di supermarket saja.  Kahori tidak mau melakukannya, ia tak mau mencampuri kehidupan rumah tangga kakaknya itu.

Ditempat lain, saat jam istirahat Junichi berkunjung ke supermarket untuk mengajak Ssayori makan bersama. Ia menemukan sayori sedang istirahat di luar gedung supermarket. Saat mau diajak keluar untuk makan, sayori bilanng jam istirahatnya sdh habis. Junichi kecewa karena ia berharap dapat berbicara dengan Sayori. Saat ia mau pergi Sayori berkata klo ia aka mampir ke sanri Bar dan mungkin mereka bisa bertemu disana setelah ia selesai bekerja. Mendengarnya Junichi pun sangat gembira.

Kahori  keluar dari ruang kerjanya dan melihat Jotaro yang sedang menggambar di ruang tunggu. Ia melihat gambar Jotaro dan bertanya apa yang digambar Jotaro itu anjing? Jotaro menjawab klo Kahori berpura-pura tidak tau klo yang digambarnya itu adalah kuda.  Jtaro memberitahu kahori klo ia sedang menggambar mascot untuk kota shimanto. Jotaro minta bantuan Kahori untuk meminta anaknya sayori menggambar untuknya. Kahori menolak ia bilang klo Jotaro saja yang bilang langsung ke sayori saja, karena ia tak mau melakukannya. 

Ayaka keluar ruangan, jotaro memanggilnya tapi ternyata ayaka sedang sangat sibuk.
Jotaro bertanya pada Kahori makanan apa yang jadi kesukaan Ayaka, Kahori tak mau menjawab sama sekali pertanyaan Jotaro itu.


Sayori pergi ke sanri bar seperti janjinnya dengan Junichi.  Junichi bercerita tentang penginapan dan pusat shopping jalanan seperti yang ia rencanakan. Ia berkata klo mereka butuh dana banyak untuk itu. Junichi mengungkit suami Sayori yang bekerja dibank siapa tau bisa menolong mereka. Mendengar suaminya disebut, ia merasa Junichi haanya memanfaatkanya. Sayori  bilang klo ia sdh capek bekerja dan butuh istirahat tapi malah Junichi membahas masalah shopping street dan penginapan. Junichi ikut kesal mendengar Sayori berkata seperti itu. Junichi menjawab tentu saja itu bukan masalah Sayori klo Shoping street tutup karena dengan uangnya Sayori bisa tetap pergi ke supermarket besar. Sayori yang kesal  lalu pamit pergi dulu.
 

Hiroki pulang ke rumah orangtuanya untuk mengambil baju-bajunya yang masih ada di lemari. Ia mendengar suara ayahnya yang berteriak-teriak karena mabuk. Hiroki menjadi kesal dan menemui ayahnya. 
“kenapa kau tak pernah berpikir sama sekali?” seru Hiroki
“hahh..?”seru kesal ayahnya masih terus minum alkohol.
“kau menghancurkan perusahaan, tenggelam dalam alkohol dan kau biarkan ibu membiayai hidupmu. “
“lalu bagaimana denganmu?”balas ayahnya. “kau hanya melakukan pekerjaan sambilan dan tinggal dirumah seorang wanita!jika saja kau seorang pemain baseball profesional kita tidak akan hidup susah seperti ini!” teriak ayahnya. 
Saking kesal masa lalunya di buka lagi, Hiroki berlari keluar rumah “jika kau kembali lagi kesini, setidaknya bawa alkohol!” teriak ayahnya dari dalam rumah.


Jotara sudah mempersiapkan makanan diatas meja saat Ayaka akhirnya datang. Mereka makan bersama dan setelah selesai mereka siap menonton dvd yang sudah dipinjam Jotaro. Tapi tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Jotaro enggan membukanya sampai Ayaka bertanya kenapa Jotaro tak mau membuka pintu itu. Akhirnya dengan berat hati Jotaro membuka pintu rumahnya. Disana ada Haruna yang mau melihat keadaan Jotaro.
Jotaro tak mengijinkannya masuk membuat Haruna curiga. Ayaka mndekati mereka dan meminta haruna bergabung saja dengan dia dan Jotaro.


Hiroki menghubungi Kahori ke nomer Kahori dulu, ternyata nomernya tidak berubah. Hiroki mengajak Kahori untuk pergi. Mereka berdua makan bersama dan bernostalgia. Kahori terus membahas masa masa sekolah mereka dulu .
“aku ingin bicara denganmu saja“kata Hiroki pelan
“humm?” Kahori mengambil cangkir minumannya dan tersenyum sendiri
“ada apa?” tanya Hiroki yang terus menatap wajah kahori

“tak apa-apa, aku hanya ingat dulu saat kita berdua minum kopi bersama dan bergaya seperti orang tua. Kita bicara tentang minum kopi yang membuat kesan hanya untuk orang tua saja.“
“itu tak benar” kata Hiroki
“itu benar!” sahut Kahori, merekapun minum kopi bersama. “apa kau pernah bertemu dengan teman-teman sekolah?”
“tidak pernah” jawab Hiroki

“sama, aku juga.. sejak aku datang kesini aku tidak pernah berhubungan dengan siapapun. Maksudku hampir semua yang tinggal disini sudah menikah dan punya anak. Aku juga tak tau apa yang akan dibicarakan nanti.”

Hiroki tersenyum mendengarkan semua yang kahori katakan.
Mereka berjalan pulang bersama, Hiroki sebenarnya ingin mengatakan berbagai hal, tapi melihat Kahori yang terus bicara maka ia hanya mendengarkan Kahori saja.



“aku sudah tinggal di Tokyo sendiri selama 10 tahun. Sekarang aku sudah tak biasa tinggal dirumah lagi. Aku senang karena disini aku tak perlu memasak  atau mencuci bajuku sendiri, tapi terkadang aku merasa tak biasa ada disana (rumah). Aku tinggal di Tokyo tapi aku hanya ke disneyland Cuma sekali saja. Aku juga belum pergi ke Sky tree juga. “ kahori lalu tersadar klo sedari tadi hanya dia yang bicara terus karena Hiroki diam saja dari tadi.
"kenapa hanya aku yang bicara terus?” kata kahori.

Tiba-tiba saja Hiroki memeluknya dari belakang,. Kahori terkejut bukan main. Ia mencoba melepaskan pelukan Hiroki tapi tak bisa.
Kahori berontak sampai bisa melepas pelukan Hiroki. Mereka saling menatap berhadap-hadapan “maaf..”kata Hiroki


Jotaro menemui Junichi untuk membahas maskot kota. “mau apa kau kesini?” tanya junichi masih agak kesal.
“mengenai maskot kota. Aku rasa itu tidak mungkin dan juga aku tak bisa menggambar bagus.  Jadi bisakah kau bicara dengan pemilik toko lagi? Aku tak tau harus bicara apa tentang ini tapi mereka terlihat bersemangat hanya karena aku dari Tokyo.  Aku tak dapat mengerti  mengapa mereka berpikir klo semua yang dari Tokyo bagus. Tak heran kenapa shopping street tutup. Kamu juga Junichi, kau sudah merencanakan semua ini  selama 2 tahun dan kau tak mencoba meyakinkan mereka.”

Junichi yang sedari tadi hanya diam memendam kekesalanya jadi memuncak “jangan bicara denganku seperti itu! Apa yang kau tau?.. apa yang kau tau tentang kota ini? Orang asing sepertimu tak pantas berbicara seperti itu padaku!” seru Junichi mengeluarkan semua kemarahan dan kekecewaannya..

Yahhh kan bukan salah jotaro klo projectnya dia ga diterima, tapi Jotaro jg salah siy, ngomong ga liat-liat muka orang yang sudah kyk makan bom gitu.


 Disupermarket Sayori melakukan kesalahan sehingga semua makanan kaleng tumpah. Sayori dimarahi supervisornya karena semua makanan sudah tak bisa dijual. Sayori minta maaf pada supervisornya, Junichi datang dan bilang klo ia akan membeli semua makanan yang jatuh karena  makanan yang ada didalamnya tidak bermasalah. 

Mereka lalu janjian untuk bertemu saat jam kerja Sayori usai. Junichi tiba ditempat pertemuan mereka lebih dahulu
“ maaf atas kejadian kemarin”ucap Sayori
“apa?”
“tentang tak mau mendengar keluhanmu itu. Aku belum pernah punya teman yang bisa diajak bicara seperti itu, dan itu jadi sangat special saat kau mengatakan keluhanmu padaku, Lalu aku jadi kasar padamu. Aku paham perasaanmu. Kau mencoba yang terbaik demi  shopping street tapi tak dihargai mereka. aku tinggal disini dan menikah untuk kota ini dan orangtuaku tapi akhir-akhir ini aku berpikir apakah ini pilihan yang sudah benar. “
“kau meragukan apakah kau dibutuhkan orang lain sebesar yang kamu pikirkan?”
“iya”
“apa kau memikirkan apa yang akan terjadi jika kau pergi?”
“akku coba untuk tak memikirkannya”
“aku juga” keduanya saling tersenyum
“aku harus pergi.. aku janji  dengan anak-anakku klo aku akan membuat cheeseburger bersama mereka”kata Sayori
“oh begitu, oke..”
“ja..”kata Sayori dan pergi meninggalkan Junichi


Ditempat yang lain, Haruna memutuskan untuk menemui  pria yang mengirimi text padanya.
Jotaro pergi sanri bar dan bertemu dengan Kahori disana. Melihat Jotaro datang, Kahori langsung menengok
” apa kau menunggu Morishita san?”
“tidak, aku menunggu Junichi”
“aku blom melihatnya”
“ohh”
“bagaimana kemajuannya?” Tanya kahori
“mascot? Tidak.. jangan dipikirkan lagi”jawab Jotaro lesu
“apa ada yang terjadi?”
“tidak” kata Jotaro melamun

“jika aku tak pergi ke Tokyo untuk kuliah, aku rasa aku akan tetap tinggal di Tochigi (kota kelahiran Jotaro) selamanya. “
“aku rasa itu yang terjadi  pada semua orang. Pergi dari kotanya dengan alasan kuliah yang paling sering terjadi.”

“jika kau tidak mengunakan sebuah kesempatan, kau mungkin tak bisa melakukannya lagi  meski kau sangat ingin melakukannya.”
“aku rasa kau benar”gumam Kahori.

“jika selama 30 tahun kau didesa.kau kehilangan pekerjaanmu dan kau harus pergi, semestinya kau harus berani kan? Aku tak pernah memahami ini sebelumnya… junichi bekerja keras untuk kotanya bukan hanya karena ia mencintai kota ini saja. Dia bisa pergi kemanapun tapi dia hanya memilih kotanya saja. Aku tak memahami perasaan ini. Jika saja aku lebih memahaminya, mungkin aku akan dapat lebih menolongnya.  Sebenarnya aku tak bisa melakukan apapun. Setidaknya aku tak akan berkata hal yang aka melukainya.” gumam Jotaro memikirkan hubungan dia dan Junichi yang rusak.

“terkadang kau memahaminya tapi terkadang keluar perkataan begitu saja tanpa kita bisa kendalikan.  Dalam kasusku, aku tau aku tak semestinya mengatakan itu tapi aku tak bisa menahannya. Khususnya jika itu menyangkut orang yang aku pedulikan.” gumam Kahori juga

Kahori dan Jotaro sama-sama terdiam. Dan baru kali ini Kahori melihat jotaro yang terlihat lesu seperti itu. Ia tersenyum kecil tapi cukup terdengar di telinga Jotaro yang langsung menoleh.

" Ada apa?”
“aku baru tau klo kau punya kekuatiran juga.”
“hahhhh??”
“ini hal baru” ejek Kahori tersenyum
“jangan jadikan aku obyek pelajaranmu.”kata Jotaro masam
“aku hanya ingin memberikan rasa simpati padamu saja”
“ahhhh.. harusnya aku tak cerita ini padamu”gerutu Jotaro sambil meregangkan tangannya. 

“aku  sdh mendengarkan keluhanmu jadi sekarang saatnya kau harus mentraktirku.”
“kau bicaraa apa?!”
“sudah lakukan saja”
“tapi gajimu kan lebih besar dibanding aku.”tolak Jotaro
“pelidd” gerutu kahori melotot pada Jotaro
“oke.. oke.. aku mentraktirmu kopi.” Kata jotaro menyerah
“aku lapar!”
“hahh? Terus pulang saja, kau akan langsung bisa makan kan?” jawab Jotaro

tiba-tiba pemilik sanri bar datang membawa makanan membuat Jotaro kaget karena ia belum memesan makanan
“aku sudah pesan makanan”ucap kahori senyum-senyum
“ahhh.. siall..”
" aku makan “goda Kahori sambil menyantap makanan yang sudah ada didepannya.


Haruna menemui  orang yang terus mengiriminya pesan. Ia datang ke pantai dan melihat laki-laki itu sudah menunggunya disana. 
“aku yakin kau akan datang..”kata laki-laki itu penuh keyakinan. Haruna ragu lagi dengan kedatangannya. Haruna segera berbalik mau kembali. Ia terhenti saat laki-laki berteriak padanya
“aku sudah pindah dari rumah istriku!”

Haruna terkejut dan memikirkan apa yang dikatakan pria itu.


Kahori pulang melewati apartemen Hiroki dan Ayaka. Ia melihat keduanya masuk ke dalam apartemen Ayaka.

Sementara itu Junichi diberitahu ayahnya klo tokonya sekarang penjualannya menurun, Junichi tak mendengarkan keluhan ayahnya. Ia sedang tenggelam dalam pembuatan revisi shopping street.

“kita terkadang menyakiti orang lain dan dilukai oleh orang lain. tapi kita ingin tetap berhubungan dekat dengan seseorang,  kita ingin terhubung dengan seseorang dalam sebuah ikatan”
(suara jotaro)
*** BERSAMBUNG ***

2 komentar: