Senin, 11 Maret 2013

Sinopsis Osozaki No Himawari - Ep. 2


Jotaro mendapat pesan dari Junichi untuk datang ke Sanri bar. Jotaro naik sepeda menyusuri pinggir sungai Shimanto dan melewati jembatan sungai Shimanto yang sangat panjang itu. Dipertigaan jalan ia bertemu dengan Kohira yang akan pergi ke tempat yang sama. Sepanjang jalan mereka membicarakan perjalanan kano mereka yang kemarin itu. Kohira bilang klo tidak biasanya ada banner gambar ikan yang melintang disungai seperti yang mereka saksikan itu.
Sampai di bar mereka berpisah tempat duduk. Jotaro bergabung bersama Junichi dan haruka yang sudah menunggunya. Sementara Kohira duduk sendirian dan kosentrasi dengan buku yang dibacanya. Jotaro bercerita pada Junichi dan Haruka tentang apa yang ia lihat kemarin disungai.
“apa?! Kau melihatnya??” seru kaget Junichi
“iya..” “benarkah? Kau melihat banner ikan itu?”
“iya benarkan kita melihatnya?” seru Jotaro sambil melirik lokasi Kohira, Cewek itu pun mengiyakan. Haruka tiba-tiba bangkit dari kursinya “jadi kemarin kalian melakukannya berdua?!” seru Haruka. “iya” jawab Jotaro. Harukapun tertunduk lesu dan kecewa. Junichi bertanya apakah Jotaro setelah melihat itu akan kembali ke Tokyo? Jotaro menjawab klo dia tak ada rencana seperti itu.
“syukurlah klo begitu” Junichi bernafas lega mendegar jawaban Jotaro itu, begitu juga dengan Haruka.
“dia(Junichi) mencoba untuk memperlihatkan padamu keindahan Shimanto sehingga kau tak akan meninggalkan team revitalisasi dan pulang ke Tokyo. Itu membutuhkan waktu 2 hari. Aku juga membantunya waktu itu.” ucap Haruka menjelaskan hiasan ikan-ikan yang tergantung disungai adalah kerjaan Junichi dan Haruka.
“ 2 hari demi aku?” Jotaro keheranan.
“iya”
“aku lega kau akan tetap disini” kata Junichi.
“mengapa kau melakukan itu untukku?”
“apa itu begitu pengaruh denganmu?” sahut Kahori tiba-tiba dari kursinya.
“hah?”
 “mereka akan membawa siapapun kesini untuk menambah jumlah populasi. “ lanjut Kahori.
Jotaro lalu melirik pada Junichi dengan sinis.  “pada siapapun ya???”ucap Jotaro sinis.
“kau salah paham. Jika kau tidak muda maka tak ada artinya kau ada disini.” Jawab Junichi.
“jadi jika kau muda maka siapapun dipersilahkan datang kesini ya?!”
“iya...” jawab Junichi tapi melihat wajah Jotaro yang sinis padanya, Junichi lalu merubah jawabnya “.. tidak, itu tidak benar” Junichi melihat expresinya Jotaro lagi dan dia tau klo Jotaro hanya berpura-pura kesal saja. ia lalu mengelitik badan Jotaro bersama Haruka. Jotaropun tertawa geli dibuat oleh keduanya.
“jangan tanya hal seperti itu lagi disaat ada masalah sebesar ini” kata Junichi serius.
“ada masalah apa?tanya Jotaro. Junichi menjelaskan klo pelatih shimanto sparrow sedang dirawat di rumah sakit karena sakit punggungnya.
“apa itu shimanto sparrows?”
“itu adalah klub baseball anak-anak disini. Padahal bakal ada tournamen dibulan depan.” Jotaro lalu berkata ternyata cuma masalah itu saja. Junichi menjelaskan ini sangat penting karena turnamen itu untuk menyemarakkan kota shimanto lagi. Blom selesai Junichi menjelaskan Jotaro ijin pergi dulu. Itu membuat Junichi kesal “Jotaro apa kau sudah benar-benar mengerti? Aku rasa kau blom mengerti betapa pentingnya baseball di shimanto ini” seru Junichi kesal.
Jotaro tertawa “iya iya aku mengerti..
“Jotaro apa yang akan kau lakukan?” tanya Haruka
“ohh aku akan melihat dvd atau apalah. Apa disini ada rental shop?” tanya  Jotaro ke arah Kahori. Haruka langsung berteriak “aku akan tunjukkan padamu”.
Mereka akhirnya pergi berdua naik mobil Haruka. Cewek itu lalu mengajak Jotaro mampir ke sebuah pantai. Saat Menikmati pemandangan pantai itu Haruka bilang klo ia ingin suatu hari naik ke kano punyanya Jotaro.
Jotaro menjawab “iya nanti bilang saja ke aku klo kau butuh, aku akan meminjamkannya untukmu” “hahh meminjamkan?” seru Haruka kecewa. Padahal dia inginnya pergi naik kano berdua dengan Jotaro.
Ternyata Haruka mengajaknya pergi ke rental DVD yang jaraknya 90 menit. Jotaro langsung kaget begitu tau jaraknya begitu jauh.
Jotaro pulang ke rumah sudah sangat malam. Ia bertemu dengan bapak Yamashita dan ibu toyota yang rumahnya dekat dengan kotrakkan Jotaro. Mereka membawakannya makanan, jotaropun menerimanya dengan berterima kasih. 
Jotaro mengajak Junichi dan leadernya untuk ke rumahnya. Merekapun minum dan makan makanan yang baru diberikan ibu dan bapak yg ramah tadi. Ditengah pembicaraan santai mereka, Junichi berkata agar Jotaro hati-hati dengan wanita asli desa itu. Karna wanita didesa itu adalah aset penting disana. Jadi jika Jotaro memutuskan kembali ke Tokyo dan membawa gadis itu, maka para sesepuh desa akan menghajarnya. Jotaro menertawakan Junichi menyangka itu hanya gurauan Junichi. Leader revitalisasi berkata klo itu yang sebenarnya karena ia mengalaminya sendiri. Junichi bertanya pada Jotaro apa dia sudah mempunyai seseorang yang disukai didesa ini?. Jotaro tertawa dan membantahnya.
Leader menerima telp yang memberitahukan klo Kinji-san terjatuh dari kamar mandinya dan tidak bisa bergerak untuk beberapa waktu ini. Leader bilang Jotaro harus bangun pagi sekali untuk ke rumah Kinji san.
Keesokan harinya Jotaro menjemput Kinji-san pelatih baseball. Ternyata kakek tua itu meski masih sakit, ia masih terus pergi ke sawahnya. Leader dan Jotaro membantu kinji-san saat kakek itu hampir terjatuh disawahnya. Kinji-san berkata klo ia harus memanen padinya yang sudah menguning itu sebelum angin topan merusak sawahnya. Leader pun meminta Jotaro untuk membantu panen sawah kakek Sinji. Jotaropun mulai memanen padi itu. Jotaro bertanya pada leader kenapa orangtua yang ada disini tidak pindah ke kota biar lebih dekat dengan rumah sakit. Leader bilang klo orang tua disini lebih menikmati tinggal didesa kelahirannya. Dan juga kebanyakan dari mereka tidak punya keluarga lainnya.
Selesai panen, Jotaro mengantar para lansia ke rumah sakit untuk cek kesehatan. Dijalan mereka membicarakan bunga matahari yang terlambat berbunga di summer ini, tapi mereka yakin bunga matahari pasti akan mekar juga. Sampai rumah sakit Jotaro disuruh mengantar pelatihan baseball untuk ke ruang pusat rehabilitasi. Diruang itu ternyata ada matsumoto Hiroki mantan pacar kohira sedang bertugas. Kakek Kinji mengenali Hiroki sebagai mantan pemain pitcher no.4 di baseball di kota itu. Ia mengulurkan tangannya pada Hiroki untuk bersalaman. Tapi Hiroki tidak membalas uluran tangan kakek Kinji. Saat Kakek Kinji sedang diperiksa dokter, jotaro begitu tau Hiroki pernah jadi pemain baseball terbaik dikota itu, ia lalu minta Hiroki menggantikan kakek kinji sebagai pelatih selama ia sakit. Tapi Hiroki menolaknya.
Selesai pemeriksaan Jotaro mengantar kakek kinji pulang ke rumah. Jotaro berjanji akan mengantar kakek untuk terapi lagi. Kakek Kinji bilang ia tak mau meneruskan pengobatan itu karena itu berarti ia harus menghentikan kegiatan di sawah lagi. Meski Jotaro memaksanya, kakek kinji tetap menolaknya.
Jotaro akhirnya pulang ke rumahnya saat sudah malam. Ditengah jalan ia bertemu dengan suster morishita yang motornya bocor.
“selamat malam, apa yang terjadi?’ tanya Jotaro.
“banku bocor” jawab suster Morishita.
“oh ban bocor”
“sepertinya aku harus meninggalkan motorku disini” ucap suster Morishita menatap jam ditangannya.
“ohh.. jika kau mau, aku akan memberimu tumpangan” Jotaro menawarkan. Suster Morishitapun menerima tawaran Jotaro itu. Saat suster Morishita naik ke dalam mobiil Jotaro, dari jauh Kohira yang naik sepeda melihat keduanya.
Didalam mobil Jotaro bercerita tentang kakek Kinji yang tidak mau ikut terapi lagi. Dan juga tentang Hitori yang menolak jadi pelatih baseball untuk shimanto. Karena dari tadi ia berbicara terus, Jotaropun minta maaf pada Morishita.
“maaf aku terus berbicara tentang pelatihan dan yang lainnya yang tidak kau sukai. “
“tidak apa-apa”jawab suster Morishita.
“ano.. Morishita-san..”
“ayaka!”
“eihhh?”
“namaku ayaka”
 tiba-tiba Jotaro teringat tentang pesan Junichi tentang cewek-cewek lokal desa shimanto, ia langsung grogi.
“ayaka-san, apa kau asli dari sini?”
“bukan.. aku dari kota Kochi.” Jotaro langsung bersemangat lagi
“benarkah? Ahhhh oke.. kau bukan dari sini.. syukurlah...”
Melihat Jotaro yang tiba-tiba semangat itu membuat Morishita bertanya-tanya, iapun menatap Jotaro.
Cowok itu langsung merasa malu, “ahh tidak apa-apa. bagaimana perasaanmu saat pertama kali datang ke kota ini? Dengan kondisi kota yang tidak ada apa-apanya ini. Tidak ada tempat yg bisa dituju saat libur. Ahh apakah kau tau tempat yang menyenangkan disini? Aku rasa tidak ada”
“aku akan memberitahumu minggu ini” sahut Morishita yang membuat jotaro terkejut sekaligus senang. Sebelum turun dari mobil Jotaro, mereka pun bertukar nomer hp.
“oke.. aku akan menghubungimu Jotaro-kun.”
“iya”
Jotaro terus menatap kepergian suster Morishita dengan senangnya. Saat bayangan suster Morishita sudah tidak nampak, jotaro langsung berteriak kegirangan “yes..! yes.. yes!”
Jotaro mampir ke Sanri Bar lagi, disana sudah ada Kohira yang sedang duduk menatap berita di notebooknya.
Ia lalu menepuk bahu Kohira dan duduk disebelah dokter muda itu. “yo..”
tiba-tiba sebuah telp hp berbunyi, jotari terlonjak dari kursinya “punyaku..” ucapnya sambil mencari hpnya disaku celana. Tapi ternyata bunyi Hp itu dari Hp milik Kohira.
“punyaku. Apa kau sedang menunggu telp dari seseorang?” tanya Kohira sambil membaca pesan dari ibunya yang barusan masuk.
“tidak juga..” jawab Jotaro kecewa.
“ahh.. apakah kau menunggu telp dari seorang wanita?”
“iya”
“orang seperti apa dia?” selidik Kohira karena tadi ia melihat Jotaro naik mobil berdua dengan Morishita.
“aku blom begitu mengenalnya.”
apakah lebih tua darimu?”
“setidaknya ia bertingkah seperti orang dewasa.”
“apakah dia memakai seragam?”Jotaro berpikir ia dikira berpacaran dengan anak sekolah “aku tidak suka dengan yang seperti itu”
“ahhh nurse (suster)?”tebak kohira penuh percaya diri.
“ini baru terjadi dan aku tak merencanakannya”
"ahh mencurigakan..”
“apa?”
“apa dia cantik?”
“sangat cantik..”
“oh begitu.. jika dia cantik.. jangan-jangan dia sudah punya cowok?” Kohira sebenarnya mau mengingatkan Jotaro untuk jangan jatuh cinta dulu. Karena Kohira kan tau klo Morishita berpacaran dengan Hikori.
“apa?”
“apa kau mau aku tanyakan pada Morishita langsung”
“eizzzzz... bagaimana kau tau klo itu dia? “tanya Jotaro kaget ketahuan klo yang dia maksud adalah Morishita.
“kau terlihat begitu bersemangat”
 “tentu saja.. kami akan kencan sebentar lagi. “
Junichi datang menghentikan pembicaraan mereka
Junichi : “ahhh melelahkan, aku tak bisa menemukan pelatih”
Jotaro  : aku juga telah meminta seseorang tapi ditolak.”
Junichi : “Siapa?”
Jotaro :“ pemain Pitcher no 4 matsumoto Hiroki” Kahori yang sedang minum terkejut mendengar nama mantannya disebut. Junichi melirik kearah Kahori karena ia tau hubungan keduanya. 
Junichi : “oh begitu..”
Jotaro mendekati Kahori “ apa kau mengenal dia? Orang dari pusat rehabilitasi itu.”
Kahori mencoba menutupi perasaan dengan berkata biasa “ iya, dia dulu teman sekelasku”
Jotaro  duduk disebelah kahori “benarkah? Tau begitu kamu yang aku minta bicara dengannya. Mungkin karena tiba-tiba memintanya jadi dia menolak tapi dia bertingkah sangat dingin”
Junichi :”ia tak akan pernah melakukannya.”
“mengapa? Dia kan sebenarnya pemain yang sudah sampai level bagus”
“dia pergi ke universias di kota Kochi tapi sejak dia kembali dari kelulusan, dia tidak begitu bersosialisasi. Aku pernah memintanya datang ke training untuk team Shimanto Sparrows tapi dia tidak datang.”
“ohhh…”
“baiklah klo kita tak bisa mendapatkan pelatih maka kita akan tetap berlatih tanpanya.” Lanjut Junichi mantap. Jotaro kau datang da bantu anak-anak dengan pitching”
“aku???”
“kau tak bisa bermain baseball?” tanya Junichi
“tentu aku bisa..” Jawab Jotaro
“baiklah, aku serahkan padamu untuk besok hari minggu.”
"iya”
“syukurlah” Tiba-tiba jotaro terlonjak dari kursinya “ahh tidak! Tunggu.. hmm hari minggu aku tak bisa”
“mengapa?”
“dia ada kencan” seru Kahori yang dari tadi diam.
“diamlah” bisik Jotaro pada Kahori
“jotaro… jotaro..untuk menolong kluub baseball anak-anak adalah hal yang penting dari pekerjaan kita sebagai team revitalisasi.”
“aku tau.. aku tau tapi…”
“dia akan tetap kencan” ucap kahori
“diamlah…  tunggu… tunggu.. klo hanya pitching saja kau bisa melakukannya.”
“aku tak bisa bermain baseball”
“apa?? Tapi kau pernah memberitahukanku klo Shikoku adalah kerajaannya Baseball”
“aku tak pernah bilang begitu..” mereka berduapun saling ribut dengan pendapatnya masing-masing. Jotaro mendekati Kahori “ayolah  kita minta pitcher no 4 matsumoto hiroki sekali lagi.”
“aku tak mau” tolak kahori
“jika dia setuju hubungi aku” lanjut jotaro.
“aku tak punya nomermu” jawab Kahori dengan santai
“benarkah..” merekapun saling bertukar nomer telepon hp.
“aku tak akan meminta dia” tolak kahori
“sepertinya aku juga perlu nomermu.. sebaiknya kita jg bertukar nomer.” Ucap Junichi berdiri ditengah kahori dan Jotaro. “aku tak mau..” tolak kahori membuat Junichi jadi kecewa.

Dirumah sakit saat jam istirahat, kahori pergi ke kantin dan saat akan duduk disalah satu kursi ternyata ia 1 meja dengan Hiroki.
“apakah seoran cowok aneh meminta bantuanmu tentang klub baseball anak-anak ?” tanya kahori membuka pembicaran mereka.
“iya” jawab Hiroki singkat
“kau menolaknya?”
“ya”
“mengapa?”
“aku sudah tidak  bermain baseball” jawab Hiroki dan pamit pergi . kahori terkejut dengan penolakan hiroki itu.             
Jotaro masih membantu panen padi karena  kakek Kinji masih sakit. Jotaro sedang melepas lelahnya saat Junichi datang menghampirinya. Junichi membantu mengangkat potongan batangan padi jadi satu. Ia memberitahu pada Jotaro klo kakek Kinji sudah tidak mau iikut rehabilitasi. Junichi lalu pamit untuk pulang, Jotaro menahannya untuk tetap membantunya. Junichi bilang klo itu pekerjaan Jotaro sebagai team revitalisasi jadi di gaji, sementara ia hanya tenaga sukarela jadi tidak dapat gaji.

Junichi pergi ke sebuah supermarket, disana ia bertemu dengan kasir yang cantik (sayori kakak Kahori) dan sepertinya Junichi menyukainya. Ia berusaha mengajak sayori berbicara tapi tidak begitu ditanggapi sayori. Seorang laki-laki yang dikenal Junichi melewati mereka dengan pandangan angkuhnya. sayori memperhatikan laki-laki itu. Junichi melihatnya dan bertanya siapa laki-laki iu. Sayori  berkata klo pria itu adalah suaminya. Junichi kaget mendengarnya, ia belum pernah bertemu suami sayori. .

Malam harinya Jotaro memutuskan untuk menelpon Morishita untuk membatalkan acara mereka hari minggu karena ia akan membantu anak-anak berlatih baseball.  Morishita yang ada dirumah bersama Hiroki bilang kalau ia akan ikut Jotaro melatih anak-anak itu. Jotaro terkejut sekaligus senang karena acara kencannya tidak jadi batal. Ia berjanji menjemput Morishita jam 8:50, 10 menit sebelum jam 9 kata jotaro menekankan jam ia menjemput Morishita.
Setelah menutup telp dari Jotaro Morishita memberi tahu pada Hiroki klo ia ada acara hari minggu. Hiroki  melirik sekilas dan menjawab biasa tanpa rasa ingin tau.

Setelah menerima telp, Jotaro terlihat sangat senang dan berbicara sendiri mengulang kata-kata Morishita. Kahori yang datang ke Café jadi penasaran apa yang membuat Jotaro gembira itu.
“apa yang sedang kau lakukan?” tanya Kahori
“Apa kau ingin tau?”
“ah tidak juga.. “ jawab kahori cueknya sambil duduk disalah satu kursi di café.
“aku akan kencan dihari minggu. Ayaka san (morishita) bilang klo dia mau pergi denganku di training baseball. “lanjut Jotaro dengan tersenyum-senyum bahagia.
“apa kau sebut itu sebuah kencan? Di acara training baseball anak-anak itu?”
“bukan begitu, setelah selesai latihan kami akan pergi makan siang bersama. Apa kau tau restaurant itali disini?”
“tidak ada seperi itu disini.”’
“apa?! Lalu kemana orang-orang pergi kencan?”
“disekolah atau di perpustakaan.”
“kitakan bukan anak-anak sekolahan lagi!” seru Jotaro yang kesal krn Kahori tidak serius menjawabnya.
“lalu bagiaman klo kau mengajaknya ke rumahmu?”
“heeeee…? ke tempatku/” ucap jotaro terseyum-senyum mengartikan sendiri kata-kata Kahori
“jangan berfantasi!” seru Kahori.
“aku tidak berfantasi” sanggah Jotaro.
Saat yang ditunggu jotaro pun tiba. Ia sudah menunggu Morishita didepan apartemen suster itu. Begitu melihat Morishita turun dari tangga apartemen, Jotaro buru-buru keluar dari mobilnya dan menyambutnya.
“ohayo gozaimasu”
“ohayo gozaimasu“
Jotaro berusaha membuka pintu untuk Morishita tapi ternyata terkunci dari dalam jadi pergi  kepintu pengemudi dulu dengan malunya.
Dilapangan haruka dan Junichi sudah mulai mempersiapkan lapangan untuk latihan.
“aku kira kau benci bangun siang.” Sindir Junichi pada Haruka.
“jika Jotaro san bangun pagi, maka aku pasti akan bisa bangun pagi juga.”ucap Haruka.
“kenapa bisa begitu. “ blom sempat haruka menjawab dari jauh Jotaro sudah berteriak-teriak menyapa mereka semua
“oiyyyyy!!!”
“ahhh itu Jotaro san…!” teriak haruka kegirangan tapi begiu melihat seseorang disisi jotaro ia langsung kecewa..
“siapa itu?” tanyanya pada Junichi “oh dia suster di rumah sakit Kahori.”
“tidak adil dia bisa jadi suster!” “tidak adil bagaimana?” tanya Junichi sambil lalu. Haruka tidak menggubris Junichi, ia melambaikan tangannyaa pada Jotaro lagi. “jotaro sannn..”
Jotaro memperkenalkan dirinya pada anak-anak team baseball. Begitu tau klo jotaro dari kota besar Tokyo, semua langsung bertanya banyak hal padanya. Mereka penasaran dengan kehidupan di Tokyo. Jotaro tertawa mendengar pertanyaan anak-anak itu. Mereka pemanasan dengan berlari memutari lapangan. Haruka dengan sepedanya terus berteriak-teriak memberi semangat pada Jotaro (saja).
Hiroki yang baru pulang berbelanja terkejut melihat lapangan yang dilewatinya ada banyak anak-anak yang sedang berlatih. Ia juga melihat Jotaro dan Morishita disana, itu semakin membuatnya bertambah terkejut.  Dari jauh ia melihat latihan itu sampai suatu saat ada 2 orang anak yang berlari untuk menangkap bola (kasti itu) bersamaan. Sebagai bekas pitcher Ia sudah bisa menduga mereka akan bertabrakan dan terjadilah tabrakan itu.  Salah satu anak tampak tak sanggup berdiri mereka semua langsung berlari ke anak itu.  “jangan angkat dia!” seri Hiroki sambil berlari mendekat saat Jotaro dan Junichi akan mengangkat anak itu.
 Dirumahnya Kahori sedang mendengarkan curhatan kakaknya Sayori. Tapi sepertinya ia tidak begitu perhatian dengan apa yang dikatakan Sayori karena ia memikirkan kelanjut hidupnya di Shimanto.
“suamiku tidak ingin aku bekerja disupermarket. Menurutnya hidup kami cukup dengan penghasilan dia. Jadi dia malu dengan apa yang orang katakan.”
“apa kita harus membicarakan ini sekarang? Aku sedang bekerja” ucap Kahori malas mendengar masalah kakaknya.
“maaf sudah mengganggumu dengan masalahku.” Kata Sayori kecewa. Mendengar nada suara kakaknya yang kecewa Kahori tersadar dengan perkataannya yg menyinggung Sayori.
“maaf.. ini karena… aku sedang ada masalah dengan dunia kedokteran. “kata Kahori menyesal.
“iya, dan aku hanya paham dunia paruh waktu ibu rumah tangga”
“bukan begitu maksudku”
“apa maksudmu?” tanya Sayori
“ahh tidak apa-apa” jawab Kahori. Tiba-tiba telp kahori berbunyi, itu adalah telp dari Jotaro yang meminta bantuannya.
Kahori sampai dilokasi tempat latihan. Setelah memeriksa keadaan anak itu tidak terlalu berbahaya ia segera memapah anak itu untuk ke rumah sakit bersama suster Morishita agar Jotaro dan yanng lainnya bisa terus berlatih.
Hiroki yang melihat masalah sudah teratasi ia segera beranjak dari lapangan tapi tiba-tiba Jotaro memanggilnya.
“tunggu.. maukah kau melihat latihan ini?” pinta Jotara.
“anak-anak, di SMA dulu dia adalah seorang pitcher no 5 handal membawa propinsi shimanto ke final.”seru Jotaro memperkenalkan diri Hiroki. A
nak-anak langsung menyerbu Hiroki dengan kagumnya “wah hebat..!” seru anak-anak itu.  “aku juga seorang pitcher tolong ajari aku” pinta salah satu anak dan diikuti anak-anak yang lain minta diajari olehnya. 
“maaf aku tak bisa!” seru Hiroki dan pergi meninggalkan lapangan. Jotaro mengejarnya, Morishita dan Kahori yang blom pergi melihat semua kejadian itu.
“tolonglah kau melihat mereka latihan sebentar saja” pinta Jotaro belum menyerah pada Hiroki. “aku tak bisa mengajari mereka dengan setengah hati dan apa yang aku ajarkan jika berbeda dengan apa yang dikatakan pelatihnya nanti akan jadi masalah “ Hiroki memberi alasan.
“aku tau tapi anak-anak pasti akan sangat senang. Cara berpikir anak-anak sangat sedrhana jadi jika ada seorang Hero (pahlawan)mengajari mereka, mereka akan penuh impian dan akan bekerja keras dan juga akan lebih mencintai Baseball.” 
“ini tidak mungkin!” seru hiroki kesal karena Jotaro terus memaksanya. Ia pun pergi meninggalkan lapangan.
Jotaro juga kesal dengan Hiroki “emang kenapa dengan itu”gumamnya “mengapa kau tidak melatih saja? Kau kan tidak akan rugi apa-apa.” Seru Jotaro lagi.
Hiroki tersinggung dengan seruan Jotaro, ia menoleh menatap jotaro marah “ kenapa aku harus kau ajari hal seperti ini? Jika anak-anak menginginkan latihan, ya latih saja mereka.” Kata Hiroki.
Junichi yang melihat kondisi memanas segera menengahi ‘Jotaro, sudahlah..”
Hiroki melangkah pergi lagi “oiyyy.. mari kita tanding!’ seru Jotaro. Hiroki menoleh “ayo tanding denganku.”
“hah??” seru Junichi kaget. Jotaro mengambil sebuah bola baseball (kasti) dan melemparkannya pada Hiroki.  Hiroki menangkap bola itu dan menatap Jotaro heran “lempar bola itu. Jika aku berhasil memukul bola itu, maka kau jadi pelatih mereka.’”
Semua menatap heran dengan tingkah Jotaro itu. Jotaro siap-siap untuk memukul bola dari Hiroki yang masih berdiri ditempatnya. Hiroki menatap bola kasti itu penuh berbagai hal yang dipikirkannya. Ia melangkah menuju ke anak-anak yang melihat semua itu. Ia mengulurkan bola pada seorang anak “gomen na” maaf… “ganbatte yo” semangat ya” katanya dan pergi meningalkan lapangan. “heyy tunggu.. tunggu.. “ panggil Jotaro, tapi kali ini Hiroki terus melangkah meninggalkan lapangan.
Malam harinya Jotaro, haruka dan Junichi berkumpul di café biasanya. Morishita kemudian datang ke café “Ayaka-san bagaimana keadaannya?” Tanya Junichi
“tidak ada tulang yang patah, dia baik-baik saja” jawab Morishita.
“syukurlah. Terima kasih banyak” ucap semuanya lega.
“maaf sudah menyebabkan masalah seperti ini” kata Jotaro membungkuk. Morishita tersenyum “anak-anak sangat hebat” katanya.
“kau suka mereka?” Tanya Jotaro
“aku juga suka anak-anak!” seru haruka menngajungkan jarinya disampinng Jotaro tapi cowok itu tak memperdulikannya, ia tetap menatap Morishita. 
“iya, sell tubuh mereka sangat sehat”
“sell??? “gumam jotaro tak mengerti jawaban morishita tapi ia berpura-pura mengerti
“ahhh iya…” haruka yang kesal karena dicuekin Jotaro berjalan ke Junichi dan menarik tangan junichi menjauh. “ada apa ini…?” bisik Junichi terkejut. “apa yang cowok Tokyo ini suka dari tante itu?” Tanya Haruka kesal.
“apa maksudmu cowok Tokyo ini?” Tanya Junichi. Sementara disebelah mereka Jotaro dan Morishita sedang memesan makanan dengan santainya.

Keesokan harinya saat Morishita dan Kahori seruangan, Morishita terlihat tersenyum sendiri. Kahori memperhatikannya. “Jotaro orang yang menarik ya?” ucap Morishita member tau kahori apa yg membuatnya tersenyum-senyum sendiri tadi. “ahh kamu..? ahh tidak apa-apa..” kaa Kahori yang ingin menanyakan sesuatu tapi tidak jadi. Morishita pun jadi penasaran “ada apa?” “sebenarnya apa niat Morishita-san?” “hummm??” “kau kan sudah tinggal bersama dengan seseorang kan (Hiroki)?” “iya.” “menurutku jika kau sudah punya pacar, kau harusnnya memberitahukan pada Jotaro kun. Jika terlihat sangat menyukaimu” “laki-laki itu (hiroki) bukan kareshi (pacarku)” “eihhh?” kahori terkejut mendengarnya.  klo tinggal serumah dan sdh berhubungan intim seperti itu masih dianggap bukan pacar terus apa dong ya??? Hmmmmm… anehhh..
“itu terjadi saat suatu hari dia ada disuatu tempat dan terlihat seperti  Puppy (anak anjing) yang tersesat. “jawab Morishita santai.
“kau bias hidup bersama dengan seseorang yang kau tak cintai?” Tanya Kahori heran.
“aku suka dia.. aku suka dengan cowok berbadan bagus dan cowok yang kuat. “ucap Morishita
Kahori bengong “mengapa seperti itu?” “bukankah sudah terlihat jelas?”jawab Morishia pergi meninggalkan Kahori yg masih memikirkan itu semua.
Jotaro melanjutkan pekerjaannya membantu kakek Kinji panen padi di ladangnya. Dari jauh kakek kagum dengan semangat cowok dari Tokyo itu.

Kahori menemui Hiroki diatap gedung rumah sakit saat cowok itu sedang menjemur  seprei. “mengapa kemarin kau tak mau melatih mereka sebentar?” tanyanya “kau kan masih bermain baseball saat kuliah kan?” lanjutnya.
“hanya 2 tahun saja?” jawab hiroki
“mengapa kau berhenti?”
“aku hanya sebagai pemain cadangan, aku tak punya bakat”
“apa? Bukankah kau pernah sampai ke final? untuk sekolah yang selalu kalah dalam sebuah pertandingan kau membuatnya maju sampai final?”
“kahori.”
“ya?”
“saat kau bertemu denganku setelah sekian lama ini, bagaimana kesanmu?”Tanya Hiroki tanpa menatap kahori.
“kesanku?”
“apa kau kecewa, Saat kau bandingkan aku dengan diriku saat berumur 18 tahun itu?” Tanya menatap Kahori tajam. (wah apakah Cinta Lama Bersemi Kembali..??? :P)
“tidak juga” jawabnya pada hiroki setelah sekian lama jeda dan salinng berpandangan. Hiroki menatap sinis dengan jawaban kahori itu dan berjalan pergi. “hiroki..” panggil kahori.
Pulang kerja seperti biasa kahori mampir ke sanri bar/café. Ia melihat jotaro yang sedang berusaha menaruh koyo pada punggungnya yang capek habis membungkuk saat panen padi tadi. Jotaro melihat kahori yang datang “ohhh.. thanks ya atas kemarin.”
“apa yang kau lakukan?”
“ototku sakit semua”
“karena baseball?”
“tidak tu bisa karena baseball atau karena panen padi” jawab jotaro yang kesusahan menempelkan koyo pada punggungnya. Ia mengulurkan koyo baru pada kahori untuk ditempelkan dipunggungnya. Kahoripun membantunya.
“oh ya, apa Ayaka-san berkata sesuatu padamu?”Tanya jotaro.
“tentang apa?”
“tentang kemarin… bisa tentang kemarin dan juga tentang aku”
“jangan tertipu”
“hah? Oleh siapa?”
“tidak apa-apa. Hanya kau terlihat sangat suka padanya. “
“ahhh apa maksudmu ayaka-san? Apa yang kau katakan ini?” Tanya Jotaro bigung menatap kahori yang melamun (kahori ragu mau bilang klo Morishita sudah tinggal bersama Hiroki)
Melihat kahori yang diam melamun itu Jotaro jadi menebak-nebak kata-kata kahori tadi “ahhh.. jangan-jangan.. kau tidak mengkhayal tentang aku kan?”tebak jotaro kepedean mengira kahori menyukainya juga. Kahori langsung melotot memukul kepalanya dengan tangannya melihat kenarsisan jotaro itu.
“hasssss.. apa kau ini baka (idiot) atau apa?! “
"apa?!”
“kau ini benar-benar tidak berpikir… aku hanya mencoba berbaik hati padamu..! aku menyerah.. terserahlah lakukan yang kau inginkan"
Jotaro duduk disebelah Kahori “tapi aku heran kenapa dia menolakku” “siapa?” “pitcher no  Matsumoto hiroki. Maksudku, bukankah dia sangat hebat. Apa dia slalu begitu? Pemurung dan dingin?” “tidak..” “lalu kenapa bisa seperti ini..” kahori memikirkannya dan teringat dngan kejadian tadi saat bersama Hiroki“mungki dia tidak puas dengan hidupnya sekarang ini”

Jotaro pergi ke rumah kakek kinji untuk mengantarnya ke rumah sakit untuk rehab. Ternyata kakek tidak mau. Kakek berkata klo kali ini ia akan berhenti melatih dan bertani mengingat kondisi badannya ini. Kakek bercerita klo dulu ia sempat mau pensiun melatih baseball tapi setelah melihat permainan Hiroki sang pitcher itu iapun membatalkan pensiunnya.

Jotaro pergi ke rumah sakit untuk menginfokan pada dokter klo kakek kinji batal rehab tapi ternyata dokter tidak ada. Jotaro kemudian bertemu Hiroki dan berbicara . Jotaro menyampaikan permintaan maafnya karena ia memaksa Hiroki untuk melatih anak-anak hari minggu yang lalu. Jotaro berkata klo sebagian penduduk kota melihat penampilan Hiroki saat itu. Hiroki menolak untuk membahasnya.
“aku iri padamu” kata Jotaro. Hiroki melihat Jotaro. “dalam hidupku aku tak pernah melakukan sesuatu yang terbaik untuk bakat yang aku punyai. Jadi aku berpikir apa yang kau lakukan adalah pekerjaan yang menakjubkan. “
“itu adalah masa lalu” serobot Hiroki yang pergi tak mau membahasnya.
“jangan berkata seperti itu.”seru Jotaro. “sampai sekarang aku tak pernah membuat bunga dalam hidupku mekar penuh.”
Hiroki berbalik “sampai sekarang?”
“iya sampai sekarang”
“jadi kau akan membuatnya mekar? Tidak mungkin”
“iya akan aku lakukan”
“kau bermimpi!”
“aku serius.”
“emang berapa umurmu?!”
“umur bukan masalah! Biar ku katakan ini. sebelumnya Kinji san pernah mencoba untuk berhenti bertani 10 tahun yang lalu. Istrinya meninggal dan ia sendirian. Tapi kemudian ia melihat perjuangan kerasmu, sebagai pitcher no.4 Matsumoto Hiroki. Lalu ia memutuskan untuk mencoba dan bertani sendirian.  Ayolah bersamaku karena aku tak bisa melakukannya sendirian.” Hiroki menghela nafasnya mendengar itu semua.

Kakek kinji menatap hamparan sawahnya dan termenung.
Tiba-tiba Jotaro menyapanya “ kinji san.”
“ tak peduli berapa kali kau datang itu tak akan berubah.”ucap kakek
“aku tak sendirian, kau tau siapa yang datang bersamaku?”
“aku tak tau..” jawab kakek kinji ogah-ogahan. Hiroki muncul didepan kakek kinji.
“ohhh.. pitcher no 4 Matsumoto hiroki ”seru kakek kinji gembira dan mengulurkan tangannya untuk menyalami hiroki tapi ia teringat uluran tangannya pernah ditolak hiroki.  Hiroki menatap tangan kakek yang terulur, kemudian ia menggenggam tangan itu erat dan seperti mau menangis
“rehabmu itu.. ayo kita lakukan.” Kata Hiroki menunduk. Ia lalu menatap kakek kinji “ayo kita lakukan ini sekali lagi. “
“jika pitcher no 4 matsumoto hiroki yang memintaku, aku rasa aku harus melakukannya. Aku akan coba dan akan rehab lagi.” Ucap kakek kinji. Hiroki tersentuh dengan ucapan kakek kinji.
“jika kita tidak menghadapi masa lalu kita, maka kita tidak akan bisa melangkah maju” (suara Jotaro)

Dirumah sakit suster Morishita nampak bersedih mengantar jenasah yang dibawa keluarga pulang.
Haruka menerima pesan sms “ aku ingin bertemu denganmu.. takut cinta berarti  takut hidup”.
Ditempat yang lain Junichi sedang menolak menutup toko hasil kerjasamanya dengan temannya Takehiro. Tapi Takehiro tetap menutupnya.
Ditempat kerjanya sayuri sembunyi-sembunyi merokok di kamar mandi.
Diruang kerjanya pula,  kahori melihat emailnya untuk mengecek apa profesor sudah memperbolehkannya kembali ke tokyo lagi.
 “ jika kita tidak bisa melihat masa depan.. kita tak akan menemukan jalan kita. Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?” (suara Jotaro)
Jotaro dan Hiroki pulang dari rumah kakek kinji. Semua terdiam dengan pemikirannya sendiri-sendiri. Mobil mereka melewati pinggiran sungai shimanto. Tiba-tiba Jotaro menghentikan mobilnya dan berlari keluar. Hiroki terkejut melihatnya “ada apa?!” tanyanya. Jotaro tak menjawabnya ia berlari ke pinggir sungai dan ia menemukan "sebatang" pohon bunga matahari (atau "sekuntum" ya klo bunga matahari.. hehhee.. embohhh ahh.. :P) .  Jotaro menatap bunga itu dengan penuh kebahagian.
*** BERSAMBUNG ***
Catatanku : hmmmm.. agak lama lanjutinnya gara-gara lappy (notebook) rusak terus beberapa kali. moga-moga nggak kambuh lagi.. amin..

Selasa, 05 Februari 2013

Sinopsis Osozaki No Himawari - Ep. 1


Jataro kecil bermain kano di sungai yang mengalir deras. Ia berhenti menatap jauh ke ujung sungai yang blom nampak. “aku tak tau apa yang akan menghadang didepan. Tapi ada sebuah tempat yang ingin aku capai. Pemandangan yang ingin aku liat. Dan aku percaya itu”



Jotaro setelah dewasa bekerja sebagai karyawan kontrak. Ia membantu teman-temannya untuk kerja serabutan seperti memfotocopy dokumen ratusan lembar.

Saat Jotaro mengantarkan file, dokument untuk teman-teman kantornya ada seseorang yang berbisik padanya klo ia akan diangkat menjadi karyawan tetap perusahaan itu. Jotaro langsung senang.


Tapi tanpa disangkanya, pimpinan memanggilnya dan memberhentikannya karena krisis diperusahaan itu. Bahkan karyawan tetappun ada juga yang kena impas krisis tersebut dan harus diberhentikan.



Saat makan malam Jotaro menginformasikan hal itu pada kekasihnya.

“lalu apa yang aka kau lakukan? Bahkan kau tak punya tawaran pekerjaan lain? Tanya kekasih Jotaro

“aku tk punya pilihan lain selain menunggu dari agency pekerja memberikan pekerjaan untukku” jawab Jotaro santai.

“bagaimana klo tak ada pekerjaan?”

“jika mereka tak menemukan pekerjaan untukku dalam 1 bulan dari sekarang, maka aku akan melamar sebagai tenaga lepas asuransi. Sudahlah.. ayo kita makan”

Jotaro segera makan makanan yangg ada di mangkoknya. Ceweknya terlihat sangat kecewa dengan perkataan Jotaro. Melihat ceweknya yang hanya menunduk Jotaro meliriknya “kau tidak lapar?”

“kita putus!” ucap cewek itu

“hah?” seru Jotaro tak percaya yang diucapkannya.

“aku ingin putus denganmu, Jotaro.”

Jotaro mengira ceweknya bercanda. “apa yang kau katakan ini..”

“aku serius..”

“kenapa tiba-tiba mengatakan hal ini?” Cewek jotaro berdiri dan mengemasi semua barang yang ada di apartement Jotaro.

“selama 7 tahun kita berpacaran, aku tak pernah melihat kau berusaha dengan sepenuhnya untuk sesuatu Jotari.”

“apa itu alasannya?”

“ini masalah serius! Kau lulus dari SMA 6 tahun yang lalu kau hanya dapat kerja karyawan kontrak dan bahkan sekarang kau tak punya pekerjaan. Kau sudah 28 tahun! Dan sebentar lagi 30 tahun!” cewek itu sudah selesai memberesi barang-barangnya dan berjalan ke pintu.
Jotaro mencegahnya “ tunggu”
“aku sempat berpikir suatu hari aku akan menikah denganmu Jotaro. Bagaimana denganmu? “

“hmm.. “Jotaro ragu dengan kondisinya saat ini “ aku tak punya tabungan dan aku bukan karyawan tetap juga. “’

“aku tak bisa menunggu lagi.. tak bisa..” cewek itu pergi meninggalkan Jotaro yang menatap kepergiannya dengan hampa.



Sedangkan di Tokyo medical Science University, seorang wanita, Kahori Nikaido yang adalah seorang dokter dan ahli lab sedang memeriksa sel sel kanker untuk mencari pengobatan kanker. Professor bertanya padanya kenapa ia tidak bekerja diklinik tapi memilih bekerja di lab. Nikaido menjawab klo dia jadi dokter agar dia dapat belajar Immunotherpy untuk menyembuhkan cancer. Dan itu juga adalah alasannya dia masuk ke universitas Tokyo ini.

“kau berasal dari Shimanto di distrik koichi kan?” tanya profesor.

Iya”

“apa kau tau rumah sakit pusat Shimin di shimnto?”

“iya”. Itu rumah sakit umum yang biasanya dikunjungi penduduk lokal sana.”


“disana terdapat masalah serius. Mereka kekurangan dokter. Aku sudah iba dengan direktur disana dan ingin membantunya.” Professor bangkit dari kursiny. Akan sangat berat harus hidup hanya sebagai peneliti. Jika kau terus bekerja sebagai peneliti maka kau tak akan punya kemampuan yang dibutuhkan saat ku bekerja di klinik suatu hari nanti. Tapi jika kau bekerja di klinik sekarang, kau akan punya kesempatan untuk sukses”

Kahori bangkit dari kursinya “tunggu professor”

“hampir tak mungkin untuk dapat posisi di U.S search sebagai peneliti. Ada banyak kandidat murid dengan kemampuan yang sama sepertimu. Mungkin kau pikir aku kejam tapi ini semua demi kebaikanmu, Nikaido sensei. Kau akan baik-baik saja dan pergi ke Shimanto kan?”


Jotaro akhirnya sampai ke kota kelahirannya.ia disambut ibunya yang merasa heran karena Jotaro biasanya pulang Cuma klo tahun baru saja. Ibunya memberitahukannya klo adiknya, Keitaro skearang tinggal bersamanya dirumah itu dan menempati kamar Jotaro sehingga ia tak punya kamar lagi disini. Ibu bilang Jotaro boleh menempati kamar ayahnya karena ayah sedang dirawat di rumah sakit karena cedera saat bermain baseball. Jotaro bertambah heran lagi mendengarnya karena tidak pernah ada yang memberitahukannya tentang hal itu.


Malam harinya, Keitaro kedatangan koleganya. Jotaro membantu menyiapakan jamuan bersama-sama. Mereka bertanya apa pekejaan Jotaro. Saat ia menjawab klo ia bekerja sebagai karyawan kontrak , teman-teman Keitaro terkejut mendengarnya.

Merasa tidak enak dengan expresi teman-teman Keita, jotaro memilih pergi ke rumah sakit menjenguk ayahnya. Sampai di rumah sakit ia mendengar dari luar pintu kamar klo ayahnya sedang memuji adiknya Keitaro pada teman sekamarnya. Tapi saat menyebutkan tentang dirinya, ayahnya terdengar agak malu. Jotaropun merasa tersisihkan. Jotaro yang minder tak percaya diri memilih kembali ke Tokyo.

Sampai di Tokyo Jotaro mencari apartemen yang murah. Tapi ia malah menemukan iklan lowongan pekerjaan yang membuatnya tertarik, Sukarelawan untuk revitalisasi di Shimanto. Jotaro agar ragu untuk mendaftar tapi saat ia browsing kota Shimanto, jotaro langsung jatuh cinta dengan pemandangan indah di kota itu. Jotaro pun memutuskan mendaftar dan diterima.



Jotaro naik pesawat yang akan menghantarnya ke kota terdekat dekat Shimanto. Didalam pesawat saat bukunya terjatuh kelantai, Jotaro sempat melihat seorang wanita muda (kahori) yang minum bir kalengan disiang bolong. Setelah menghabiskan kaleng minumannya, wanita itu meremas kaleng itu sampai peyok yang membuat Jotaro heran dengan kekuatan minum wanita itu.

Pesawat yang dinaikinya sampai juga di kota Koichi, ia harus naik kereta lagi sekitar 2,5 jam. Didalam kereta ia melihat wanita muda itu lagi (kahori) yang juga sedang minum bir kaleng. Dan wanita itu juga meremas kaleng sampai penyok lagi seperti saat dipesawat.


Kereta sampai juga ditujuan jotaro, ia bergegas menyusul Kahori berjalan keluar stasiun.

“permisi...” panggil jotaro
“ya..?”
“kau dari Tokyo ya?”
“kenapa? “
“kita juga bersama di pesawat” “ahhh “ apa kau masuk ke team revitalisasi?”
“apa?”
“aku kesini untuk ikut team revitalisasi kota”
“ohh.. untuk apakah itu?”
“ohh kau tak tau? Orang-orang dari Tokyo dan Osaka diperbantukan sebagai staff administrasi untuk revitalisasi kota ini”
“ohh bukan.. aku kesini bukan untuk itu” ucap Kohaira dingin dan pergi meninggalkan Jotaro yang merasa dicuekin itu.

Jotaro tapi lalu menyusul Kohaira “lalu apakah kau tourist? Pemandangan disini sangat indah dan kau bisa bermain kano disini. Aku juga mendengar klo makanan disini sangat enak. Apakah kau tau itu? Keripik kentang Kochi dan Bonito...”
“aku bukan tourist” sahut Kahori yang agak kesal karena Jotaro yang mengganggunya itu. Jotaro agak terdiam
“ahh lalu untuk apa kau kesini?”
“ ehh? apa ini kau coba untuk mendekatiku?....lebih baik kau coba ke orang lain saja.” Ucap Kahori galak. Jotaro terbengong mendengarnya “ mendekatimu? “iya mendekati” ejek Kahori lalu beranjak pergi. Jotaro terdiam beberapa saat lalu berteriak “ hey. Itu bukan tujuanku..”


Jotaro lalu beranjak pergi ke pintu keluar statsiun, ia sempat melihat Kahori yang ada didepannya. Tapi ia tak berani mendekati Kahori lagi. Ia hanya melirik sekilas dan pergi. Didepannya seorang pemuda menatap dirinya tajam seperti mengenal dirinya. “ heii apakah kau Kodaira jotaro?” tanya pemuda itu ramah dan tersenyum. “ ohh apa kau Fuji san?” Pemuda itu tertawa.. panggil saja Junichii” jawab pemuda itu dengan tertawa dan memeluk jotaro dengan akrabnya padahal mereka baru bertemu pertama kalinya. “selamat datang di Shimanto. Senang berkenalan denganmu” lanjut Junichi” “iya senang bertemu denganmu juga” jawab Jotaro ramah dan tersenyum.

Kahori berjalan melewati mereka dan tiba-tiba Junichi berteriak memanggilnya ‘” permisi apa kau Nikaido Kahori? Kau adiknya Nikaido Sayori ya? “ “iya” jawab Kahori. “aku banyak mendengar tentang dirimu.. kau bekerja di Tokyo sebagai dokter kan?” “dokter” ucap Jotaro yang tak mengira kohira adalah seorang dokter. “iya dia adalah satu-satunya yang mninggalkan shimanto untuk pergi kuliah kedokteran ke Tokyo .. ahh kau benar-benar harapan kota ini” kata Junichi berapi-api. “klo aku lebih suka tinggal disini. Dan melakukan yang terbaik untuk kota ini. Banyak toko yang tutup tapi aku yakin toko hardware tak akan tutup.”

“ohh kau anak pemilik toko hardware?” “ohh kau ingat ya.. aku juga mengajar kano disini dan juga leader untuk team revitalasi. Berapa lama kau disini?” tanya Junichi. Dari sampai Jotaro hanya mendengarkan percakapan keduanya.

“sementara waktu” “kira-kira berapa lama?” “aku akan bekerja di rumah sakit shimanto. “ohh arigatou kahori kau datang untuk membantu kekurangan dokter disini ya” seri Junichi sambil menyalami tangan kahori yang agak-agak risih dengan sikap Junichi yang begitu blak-blakan itu.

Kahori melirik pada Jotaro yang sudah kayak patung saja mengamati keduanya. “ohh disini ada Jotaro dia salah satu team revitalisasi. “ Junichi menarik tangan jotaro dan tangan Kahori, kemudian ia menempelkan tangan keduanya... hehhehe :P.


Merekapun berpisah. Junichi bercerita pada Jotaro dalam perjalanan pulang klo kohira sebelumnya selalu menjadi bayangan kakaknya. Dan kakaknya itu seperti madonna, cantik,pintar dan setiap orang mencintainya. Jinuchi lalu mengajak jotaro berkeliling kota sebelum ke kantor revitalisasi.

Di kantor revitalisasi, jotaro diberi tugas untuk membantu para orang-orang lanjut usia yang tinggal di dekat pegunungan untuk dapat pergi ke rumah sakit untuk check up kesehatan. Mereka tidak bisa pergi ke rumah sakit karena tidak ada angkutan di desa mereka. Jotaro pun diberi mobil untuk membawa mereka ke rumah sakit. Jotaro juga diberi pesan untuk selalu ramah dengan siapapun yang ditemuinya meski ia tidak kenal mereka. Karena itu akan memberi nilai positif pada program revitalisasi itu.

Junichi lalu mengantar Jotaro ke desa lokasi Jotaro bekerja nanti. Mereka melewati pantai Shimanto yang indah dan Junichi menerangkan tempat-tempat yang indah pada Jotaro.


Mereka sampai di rumah yang disewa Jotaro. Seorang wanita muda yang cantik menyambutnya. “ Jotaro ini pemilik rumahmu.. Imai Haruna” kata Junichi memperkenalkan keduanya. “ hai aku Haruna” sapa wanita itu sambil mengulurkan kartu nama pada Jotaro. “aku Kodaira” kata Jotaro. Haruna lalu mengajak Jotaro berkeliling rumah untuk melihat-lihat.

Haruna sebenarnya mau membantu jotaro membongar dus barang Jotaro. Tapi Jotaro langsung berlari mendekati dus itu untuk tidak dibuka haruna. “jangan.. jangan.. biarkan aku yang melakukannya” seru Jotaro panik. Junichi yang melihat jadi tertawa geli “haruna bagaiman klo kau menemukan koleksi pornonya disana hah? Apa tak memalukan” tawa Junichi menggoda haruna yang langsung malu mendengarnya. “ahh bukan itu maksudku. Ini hanya salah paham” sahut Junichi.

Haruna dan Junichi pun meninggalkan Jotaro untuk melakukan aktivitasnya masing-masing.


Saat jotaro di luar rumah ia melihat ada 3 orang tua yang nampak memperhatikan dirinya dengan penasaran. Ia pun menyapa mereka dengan ramah. “konichiwa..” “apa kau dari Tokyo “ tanya seorang wanita tua. “iya” Jotaro berlari mendekati tetangganya itu dan memperkenalkan diri “aku Kodaira Jotaro. Aku staff extra untuk administrasi kota. Senang berkenalan dengan kalian” mereka lalu memperkenalkan dirinya. Kedua wanita itu bernama ibu Omura, dan ibu Toyota. Sementara bapak tua itu bernama Yamashita.

Mereka lalu terdiam lama. Jotaro bingung mo bicara apa. Ia lalu melihat bunga dihalaman. “ bunga ini sangat cantik” ibu Omura langsung senang bunganya dipuji “benarkah?” Jotaro tersenyum “iya.” “tentu saja. Tanaman akan tumbuh klo kau sirami mereka dengan penuh cinta.bunga-bunga ini seperti anak-anak bagiku” “ahh mereka benar benar cantik. “ puji Jotaro lagi. Ibu Omura lalu menawari Jotaro untuk makan malam bersamanya. Hehhe.. lumayan makan gratis.. :P

Ditempat yang berbeda Kahori usai makan malam bersama keluarga pergi ke kamarnya diikuti sayori. Sayori bercerita klo mantan pacar kahori bekerja di rumah sakit Shimin juga dibagian rehabilitasi. Sayori bertanya apakah kahori sudah punya pacar lagi? Kahori menjawab ia sudah putus dengan pacarnya yang terakhir 2 tahun yang lalu.

Jotaro makan malam dengan ibu Omura yang menjamunya juga dengan sake. Mereka lalu minum sake dari 1 gelas yang sama bergantian karena itu adalah tradisi desa koichi-shimanto itu. Ibu Omura menebak klo Jotaro barusan putus dengan pacarnya makanya mau pergi ke kota kecil shimanto itu. Jotaro lalu minum sampai mabuk dan tertidur dirumah ibu Omura dan baru bangun keesokkan harinya. Ia meminta maaf klo sudah merepotkan ibu Omura.


Pekerjaan Jotaropun dimulai. Ia mengantar para orang tua lanjut usia itu ke rumah sakit. Saat disana tiba-tiba seorang ibu sesak nafas. Jotaro lalu mengetuk pintu ruangan dokter. Seorang suster keluar dan melihat kondisi ibu itu. Dibelakang suster itu Kahori keluar ruangan dan sama –sama terkejut mereka bertemu lagi di rumah sakit.

Suster itu memberi aba-aba ibu Itu agar bernafas pelan. Dan akhirnya nafasnya kembali normal. Jotaro menghela nafasnya lega. Kohari yang mendengar Jotaru menghela nafas mendekatinya “apa kau sakit?” “aku? Tidak..” “iya kau sepertinya demampun tak pernah” ejek Kahori “aku pernah demam juga” sahut Jotaro. “ohh kau ternyata ingin mendekati mereka juga” ejek kahori lagi “hah??” “ke suster maksudku” “tidak mungkin.” “lalu kenapa kau kesini?” “aku kesini untuk membawa merek a pulang pergi. Itu pekerjaanku” “oh iya kau pernah bercerita tentang hal hal itu..” “revitalisasi team namanya” pembicaraannya mereka terhenti saat suster mengajak Jotaru berbicara.

Kahori mulai melakukan pemeriksaan untuk para orang tua itu. Saat memeriksa ibu Omura yang ternyata sakit jantung, suster melihat ada luka dilengan ibu Omura dan harus dijahit lukanya. Kahori bilang klo nanti bagian bedah yang akan melakukannya. Tapi suster menjawab yang harus melakukan itu Kahori langsung karena tenaga dirumah sakit sangat kurang.

Ibu Omura bertanya pada Kahori apa ia pernah menjahit? Kahori menjawab pernah tapi pada daging babi yang sudah mati.. :P

Setelah itu kahori berkeliling memeriksa pasien di bangsal-bangsal. Para orangtua nampak tertarik dengan kehadiran kahori dan banyak bertanya dan bercerita.


Usai memeriksa semuanya, kahori berjalan di lorong rumah sakit. Ia sampai ke sebuah ruangan rehabilitasi. Ia teringat cerita kakaknya tentang mantan pacar smanya yang bekerja dibagian rehabilitasi. Kahori Cuma berhenti sebentar kemudian berjalan pergi.

Saat berpapasan ia bertemu Hiroki mantan pacarnya. “hiroki.” “ohh apa yang kau lakukan disini?” tanya Hiroki terkejut. “ohh aku dengar dari kakakku kau bekerja dibagian rehabilitasi” mereka lalu terdiam “ehhh menurutmu apa yanng aku kerjakan disana? Kau tak mengira kan?” “ahh tapi kau tak pernah berubah Hiroki.” Kata kahori tertawa “benarkah? “ iya tidak sedikitpun. Tapi aku juga tidak berubah. ”

Hiroki melihat pada kahori “kau tak memakainya?” “ ahh apa?” “kacamatamu.” “ahh aku pakai softlense, tapi kau benar dulu aku memakai kacamata” Kahori tersenyum. Tiba-tiba Hp Kahori berbunyi dan ia mengangkatnya. Hiroki terus menatap wajah kahori yang sedang menerima telp itu.

Selesai menerima telp kahori pamit untuk pergi dulu. Ia pun berjalan meninggalkan Hiroki. Saat beberapa langkah ia mendengar Hiroki berkata padanya “aku pikir kau tak akan kembali kesini” “ ahh ini hanya sementara waktu. Aku mungkin akan disuruh kembali ke Tokyo sama profesor” “ohh begitu..” kahori lalu melanjutka langkahnya pergi meninggalkan Hiroki yang masih terus menatap punggung kahori dari jauh.


Malam hari selesai bertugas, jotaro, Junichi dan kepala Revitalisasi makan-makan disebuah rumah makan. Mereka bertanya tentang kehidupan Jotaro di Tokyo. Serombongan orang datang ke rumah makan itu termasuk kahori yang melihat ada jotaro didalam. Suster yang dilihat jotaro dirumah sakit juga menatap jotaro lama membuat cowok itu langsung memperkenalkan dirinya . rombongan dokter dan suster merayakan kedatangan kahori . saat suster menawari sake pada kahori, ia menolaknya dan bilang klo ia tidak minum alkohol.

Jotaro yang duduk agak dekat dengan kelompok dokter itu terkejut karna ia melihat Kahori minum bir didalam pesawat dan kareta. Jadi kahori berbohong klo bilang ia tidak minum alkohol. Jotaro bangkit berdiri dari kursinya “ehh tapi aku melihatmu meminumnya didalam pesawat dan dikereta. Kau meminumnya sampai habis dan meremas kalengnya juga” semua yang ada disana terkejut mendengarnya. Apalagi Kahori yang langsung malu ketahuan langsung kebohongannya.

Melihat semua menatapnya sinis, Kahori lalu mengarang cerita “itu karena hari ini aku tidak enak badan jadi tidak minum alkohol.” “apa kami sudah memaksamu kesini?” tanya yang lain “klo kau tak suka acara seperti ini jangan memaksakan dirimu untuk ikut” ucap suster itu.

Karena merasa tak enak hati, kahori mengambil gelas dari tangan suster dan meminumnya sampai habis. Kemudian dengan alasan badannya sedang tidak enak, kahoripun pamit pulang. Jotaro yang merasa tak enak hati karena sikapnya barusan mengejar kahori.

Karena diluar hujan, jotaro mengejar kahori dengan payung ditangannya dan langsung memayungi kahori.

“hey.. aku harusnya tak mengucapkannya tadi” “tidak apa apa. Berkatmu aku bisa pulang awal. “sahut kahori.

“mengapa kau bilang tak suka alkohal di pesta penyambutanmu sendiri?” kahori kesal, ia menghentikan langkahnya “mengapa kau kesini? Mengapa kau ke kota ini?’ “karena... pemandangan disini...”sahut Jotaro agak lama. “ahh bilang saja kau lelah dengan hubungan orang-orang dikota” “bukan itu” “sayang sekali, padahal disini hubungan dengan orang-orangnya 100 % penuh masalah dan mengganggu” “sudah ku bilang bukan itu.” “atau kau sedang mencari jati dirimu? “”tidak” “saak kau pindah dari kota ke desa. Perubahan pasti akan terjadi yang membuatmu bertemu dengan sisi dirimu yang lain. “ “kau salah!” seru Jotaro tapi kohira tetap bicara tanpa henti. Pertengkaran mereka pu berlanjut terus membuat jotaro kesal dan bilangg klo ia akan kembali ke rumah makan untuk bergabung dengan teman-temannya. Kohira kesal dan melempar payung yang diberikan jotaro padanya “aku jadi dokter bukan untuk bekerja di tempat seperti ini!” teriak ketidak puasanya dan berjalan pergi

Jotaro masih tertidur saat ibu Omura datang dan mengajaknya makan pagi dirumahnya. Ia sudah menyediakan makanan untuk jotaro dimeja makan. Jotaropun memakannya. “maaf sudah merepotkanmu” “ahh tidak apa-apa kau sdh seperti keluarga” “keluarga?””iya menu nanti malam, tempura.” “oh oke..” “tempura dari letucce laut lokal sangat enak. “ “baiklah” sahut jotaro senang.

Dirumah sakit Kohira sedang memeriksa pasien. Saat ia memegang tangan pasiennya, orang itu mengeluh sakit. Ia lalu meminta orang itu periksa x-ray agar tau apa ada yang patah. Suster bilang klo kohira harus menngisi lembar permintaan x-ray. Kohira bilang klo orang itu harus pergi ke bagian bedah bukan bidangnya dia. Suster morishita bilang klo rumah sakit disini beda dengan yang di Tokyo. Dirumah sakit shimanto mereka cm punya ahli internis, bedah dn bedah otak saja. Mereka pernah punya departeen gynecologi dan urology tapi sekarang sudah ditutup padahal mereka masih punya pasien untuk 2 departemen itu. Dan sampai kapan departemen mereka akan bertahan ia tak tau pasti. Apa yang bisa diharapan dari dokter di wilayah seperti ini adalah untuk merawat pasien apapun sakitnya.

Kohira kesal karena ia adalah seorang dokter kenapa harus diajari oleh seorang suster seperti itu. Ia tetap meminta suster morishita mengirim orang itu ke bagian bedah. Suster menerimanya dengan kesal.

Jotaru sudah terkenal diantara para orangtua. Mereka meminta jotaro membantu pekerjaan mereka membuat Jotaro sangat lelah. Saat sampai rumah ia bertemu ibu Omura yang memintanya makan malam bersamanya. Jotaro bilang klo ia sangat lelah dan tak bisa ikut makan malam bersama ibu Omura. Wanita tua itupun kecewa dan pulang ke rumahnya. Di rumah kontrakannya jotaro beristirahat sambil makan mie. Saat di dapur ia melihat tempat juz buah dari ibu Omura. Iapun pergi ke rumah ibu Omura.

Sampai dirumah ibu Omura suasananya sangat sepi. Ia memanggil-manggil tapi tidak dapat jawaban. Jotaro dari luar melihat masakan ibu jotaro di kompor yang sampai meluap. Ia terkejut dan masuk ke dalam untuk mematikan kompornya.

Jotaro bertambah kuatir, ia lalu melihat tubuh ibu Omura tak bergerak tergeletak di sebuah ruangan. Jotaro menelpon rumah sakit dan meminta dikirimkan ambulan. Tapi ternyata ambulan sedang dipakai semua. Jotaro yang panik lalu membawa ibu Omura dengan mobilnya.

Sampai dirumah sakit jotaro lalu berlari dan berteriak memanggil orang. Suster Morishita lalu membawa ke ruang gawat darurat. Kohira pun datang ke ruangan itu. Diluar jotaro menunggu denga gelisah.

Jantung ibu Omura terhenti dan suster Morishita meminta Kohira menggunakan alat kejut jantung tapi kohira bilang ia akan bertanya pada direktur rumah sakit, suster Morishita bilang sdh tak mungkin karena kondisinya sdh tak memungkinkan.

Melihat kondisi ibu Omura yang seperti itu, Kohirapun memberanikan diri menggunakan alat kejut jantung itu. Setelah bebrapa kali dilakukan kejut jantung, ibu omura tetap tak ada respon. Kohira lalu memompa menggunakan tangannya. Kohira terus memompa sampai lama tapi tetap tak ada respon. Suster menahan kohira untuk tidak melakukannya lagi, karenaibu Omura sudah tak mmungkin diselamatkan lagi.

Jotaro terkejut dan sedih saat suster Morishita memberitahunya klo ibu Omura tak bisa diselamatkan. Jotaro masuk ke ruangan itu menyaksikan tubuh ibu Omura dengan tak percaya dengan apa yang telah terjadi. Ibu Omura yang begitu ramah dan baik padanya seperti ibunya sendiri tiba-tiba saja meninggal.

Jotaro melihat kohira yang juga shock tidak bisa menyelamatkan pasiennya.



Diruangannya kohira menyesali apa yang terjadi dengan ibu Omura. Ia sedih tak bisa menyelamatkan wanita itu. Suster Morishita masuk ke ruangan dan pamit pulang lebih dulu. Kohira meminta maaf karena sikapnya yang kasar pada suster Morishita yang ternyata jauh lebih berpengalaman menghadapi situasi kritis dibanding dirinya sendiri yang seorang dokter. Morishita bertanya apa sekarang kohira takut bertanggung jawab dengan nyawa pasien?Morishita bilang klo saatnya orang mati maka mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia lalu meninggalkan Kohira.

Morishita pulang ke rumah naik sepeda motornya. Sampai dirumah di tempat tidurnya seorang pria terbangun suara langkah kaki Morishit. Laki-laki itu adalah Hiroki (mantan Kohira.. hmm pantes Morishita dan Kohira hubungannya sanngat tegang buanget). “kau sangat terlambat apa ada masalah?” “ada pasien..” Morishita tak sanggup bercerita lagi. Ia hanya naik ketempat tidurnya dan mencium hiroki.


Acara pemakaman ibu Omura sudah selesai, mereka makan-makan bersama dirumah duka. Cuma Jotaro yang duduk termenung didepan pintu masuk. Junich, manager revitalisasi dan Haruka berjalan mendekatinya. Merekapun menghibur Jotaro yang terlihat depresi itu.

Saat barang-barang ibu omura dibawa pergi, Jotaro meminta sepot bunga sebagai kenang-kenangan. Saat ia melihat sebuah foto ibu Omura dipinggir sungi shimanto, jotaro tiba-tiba ingin melakukan sesuatu.

Jotaro pergi ke rumah Kohira yang juga masih kecewa karena tak bisa menyelamatkan ibu Omura. “maukah pergi denganku sebentar?” pinta Jotaro. Kohira pun menyetujuinya. Jotaro membawanya ke pinggir sungai shimanto untuk bermain kano.

“kenapa kau punya kano?” “sebenarnya aku sudah tak memakainya lama. Tapi saat aku tinggal dengan orangtuaku aku sering memakainya. Jotaro kesusahan merangkai rangka besi kano ke plastik pembungkus kano. Ia meminta bantuan Kohira mempersiapkan kano.

Mereka pun menaiki kano dan mendayungnya menyusuri sungai. Jotaro dan Kahori terlihat menikmati aktivitas mereka itu. Didepan mereka tergantung sangat panjang gambar-gambar ikan warna warni . mereka terpesona melihatnya dan kebahagian terlihat terpancar di wajah mereka.


NB : agak buru-buru buat sinopnya jadi agak kacau mungkin tulisannya... hehhehe