Selasa, 18 Desember 2012

Sinopsis : Kimi Ni Todoke - Part 4


Sawako didalam kamarnya melihat kelopak bunga ceri dipigura. Ia mengambilnya dan menaruhnya didalam buku siswa.



Saat makan siang Yoshida mengamati majalah fashion “ aku ingin terlihat dewasa..” kata Yoshida
“ini tidak seperti Chizu-chan biasanya, untuk melihat majalah ini.” Kata Sawako
“iya karena sebentar lagi tahun baru” jawab Yoshida
“sebentar lagi? Ini kan masih awal november” sahut Yano
“kau suka acara tahun baru ya?” tanya Sawako
“Chizuru-chan akan menghabiskan tahun baru dengan cinta terpendamnya” ungkap Yano.
“apa cinta terpendam?hmmm.. tapi benar juga” kata Yoshida malu-malu mengakuinya. “.. kami selalu bersama sejak kami kecil jadi dia menganggapku hanya sebagai anggota keluarganya. Sekali waktu aku ingin menunjukkan padanya sisi feminimku sehingga ia akan merubah pemikirannya tentang aku”

“jadi..dia..” sawako bergumam lirih dan melirik Ryu dan duduk dimeja sebrang mereka. “umm.. orang yang kau suka... apakah mungkin dia..” blom selesai ia bicara tentang Ryu, HP Yano berbunyi .

Ia mengangkat telpnya dengan semangat karena dari pacarnya yang seorang mahasiswa. Ia meminta maaf tidak bisa menemani Yoshida shopping.



Didalam kelas Kazehaya memperhatikan gerak gerik gurunya, saat pak guru menghadap ke papan tulis buru-buru ia meletakkan lipatan kertas keatas meja Sawako.

Sawako mengambil kertas lipatan itu dan melihatnya tak mengerti. Kazehaya memperhatikan Sawako dengan gelisah. Tapi kemudian Sawako mengoperkan lipatan kertas itu ke meja belakangnya, meja Ryu yang sedang tertidur.

Kazehaya terkejut melihat kertas lipatannya ditaruh dimeja Ryu oleh Sawako. Ia langsung panik dan buru-buru mengambil kertas lipatan itu dari meja Ryu.

Sawako tambah heran dengan tingkah Kazehaya itu.


Kazehaya menulis sesuatu dikertas itu kemudian menaruhnya dimeja Sawako lagi.
Sawako mengambilnya dan membaca tulisan itu. “ Dari Kazehaya untuk Kuronuma”.
Setelah membaca tulisan itu, Sawako baru sadar kertas lipatan itu untuk dirinya... hihihi.. polos banget niy cewek..
Didalamnya ada tulisan Kazehaya “nanti setelah pulang sekolah, aku menunggumu di gerbang sekolah”
Sawako melihat Kazehaya dan mengangguk.
Kazehayapun langsung tersenyum bahagia.


Kazehaya menuntun sepeda dan penuh semangat berjalan ke gerbang sekolahan. Ia antusias dan bahagia melihat Sawako ada digerbang menunggunya “Kuronuma “ panggilnya. Sawako bersandar digerbang sekolah langsung berdiri tegak. Tiba-tiba Yoshida muncul dibelakang tubuh Sawako “oyy.. Kazehaya” sapanya.

“Yoshida?” seru Kazehaya kaget melihatnya.

“jadi kita akan pergi shopping dengan Chizu-chan” kata Sawako menjelaskan kehadiran Yoshida diantara mereka.

“oh begitu..” ucap Kazehaya yang masih kaget dengan adanya Yoshida yang merusak rencananya.

“maaf Kazehaya, tapi aku sudah mengajaknya lebih dulu” kata Yoshida.
“tapi jika itu tak masalah untukmu, Chizu chan bilang klo kau boleh ikut dengan kami”
Dengan terpaksa Kazehayapun mengangguk setuju tapi dengan raut muka kecewa juga siy.


Mereka pergi shopping baju disebuah toko baju cewek. Yoshida binggung memilih rok yang akan dibelinya. Dia menyukai 2 model rok yang berbeda, warna putih dan warna hitam. “ bagus yang mana ya? Yang ini atau yang ini?” tanyanya pada Sawako. Sawakopun juga terlihat binggung karena keduanya sama bagusnya. “mumpung ada cowok disini, ayo kita tanya dia. “ ucap Yoshida kemudian berbalik melihat ke Kazehaya “Kazehaya bagus yang mana?” tanya Yoshida menunjukkan 2 rok itu. Kazehaya melihatnya dan menunjuk pada rok warna hitam bunga-bunga kecil. “yang itu” jawab Kazehaya.

“Sawako ayo kau coba rok ini” kata Yoshida dan menempelkan rok itu di rok seragam sekolah Sawako. Yoshida kemudian berkata klo itu terlalu mahal kemudian ia mencari baju lainnya lagi. Sawako masih menempelkan rok yang dipilih kazehaya itu didepan rok seragamnya. Ia kemudian menatap ke cermin untuk melihat apa cocok untuknya. Dari jauh Kazehaya menatap Sawako yang sedang mencoba rok itu. Ia pun tersenyum melihatnya.



Kazehaya mendekati Sawako yang sedang mencoba baju itu dan memanggilnya “ kuronuma... aku ingat aku harus melakukan sesuatu jadi aku akan pulang lebih dulu ya.”

Sawako hanya melihatnya saja. Kazehaya berjalan mendekati Yoshida “ yoshida aku pulang dulu ya”

“okay” jawab Yoshida. Kazehaya pun pulang dengan lesu, rencana kencannya bersama Sawako gatot (gagal total!)

Sawako dibelakangnya menatap punggung kazehaya terus sampai menghilang.

Saat yoshida dan sawako pulang, sebelum berpisah sawako bertanya pada Yoshida “ siapa orang yang engkau sukai itu?” Yoshida malu-malu menjawab “ dia... kakaknya Ryu..”

“ehhh?kakaknya Sanada-kun?” sawako terkejut, gawat karena dia tau klo Ryu sebenarnya menyukai Yoshida tapi Yoshida malah suka kakaknya.

“iya. Meski sekarang ia tinggal di Tokyo tapi akan kembali kesini saat tahun baru nanti.”


Dirumah ayah sedang sangat sibuk berlatih musik untuk konser malam tahun baru. Ayah berkata klo setelah konser selesai mereka bertiga akan merayakan ulang tahu Sawako. Sawako ulang tahunnya tgl 31 Desember. Sawako mengangguk menyetujuinya.

Ayah memberikan pamphlet konser musiknya pada Sawako dan ibu diruang keluarga. “ sawako .. karena akhir – akhir ini udara sangat dingin dan hari cepat gelap, bagaimana klo kau ke sekolah naik bis selama winter ini?’ tanya ayah kuatir dengan Sawako.

“tapi aku baik-baik saja” tolak sawako
“kamu tak perlu terlalu kuatir tentang Sawako, ayah” kata Ibu menenangkan suaminya.
“tapi kau kan seorang gadis” kata ayah masih kuatir pada anak satu-satunya itu.
Sawako mengerti kekuatiran ayahnya dan setuju untuk pulang naik bis.



Esok harinya Sawako meminta kartu untuk naik bis pada Pin wali kelasnya. “ ohh kamu minta kartu pass naik bis ya” “iya karena hari sekarang cepat gelap jadi ayah kuatir” “baiklah berikan buku siswamu padaku” kata Pin.

Sawakopun memberikannya pada Pin.

Sebelum pulang Sawako meminta buku siswa kembali pada Pin tapi rupanya pak pin lupa meletakkannya dimana. Ia pun mencari dilaci mejanya dan membongkar semua yang ada dilaci. Tapi buku siswa Sawako tidak ketemu juga.

“apa kau menghilangkan buku siswaku?” tanya Sawako

“iya sepertinya aku telah membuangnya. Jangan kuatir aku akan membuatkan yang baru lagi” kata pak Pin santai.

“ahhh buku siswa itu sangat penting untukku” sahut Sawako panik. Karena di buku itu ia telah menaruh kelopak bunga sakuranya.

“kau tunjukkan saja ini sebagai gantinya... kau akan dapat discount klo naik bis” sahut Pin memberikan selembar kertas pernyataan. “ kau jangan terlalu terpaku dengan barang-barang.. yang paling penting apa yang ada didalamnya dalam arti hatimu.. hatimu” kata pak pin.. hmmm apa hubungannya pak kehilangan buku siswa sama hati..? hahh ga nyambunggg..

Sawako menatap kertas pengganti buku siswa itu dengan wajah hampir nangis.



Sawako kembali kekelas disambut sahabat-sahabatnya “ini dia orangnya..” kata Kazehaya, Yoshida dan Yano. Mereka berjalan mendekati Sawako dengan riang “ kalian kenapa?” tanya sawako.

“kami menungguu... kita akan makan ramen bersama lagi” jawab Kazehaya.
Sawako tersenyum senang tapi ia langsung ingat klo ia disuruh langsung pulang oleh ayahnya.

“aku sudah terlanjur berjanji pada ayahku. Ayahku akan pulang awal hari ini”
“oh begitu “ kata Yoshida dan Yano kecewa begitupun Sawako juga terlihat sangat kecewa.
“ya next time klo begitu ya” kata Kazehaya yang juga terlihat kecewa. Ia melihat Sawako dan dengan gugup berkata “ aku akan mengantarmu pulang Kuronuma” Kazehaya pun mengambil tas di kursinya

“tidak perlu.. karena mulai hari ini aku akan naik bis” tolak Sawako.
“ehhh? Jadi kita tak akan bisa pulang bersama lagi?” tanya Yoshida.

“Rumah Sawako sangat jauh.. kita tak bisa apa-apa juga” Yano juga kecewa tapi memahami kondisi Sawako.

Mereka bertigapun akhirnya mengantar sawako naik bis sampai bis itu berlalu dari hadapan mereka. Kazehaya menatap kepergian bis yang membawa Sawako dengan kesedihan karena mereka akan semakin jauh jaraknya klo Sawako harus naik bis setiap pulang sekolah.

Tak jauh beda dengan yang lainnya, didalam bispun Sawako menatap teman-temannya dengan kecewa.

Kazehaya melampiaskan kekecewaannya dengan mengayuh sepedanya cepat-cepat.



Esok harinya Kazehaya melihat Sawako sudah didalam kelas “ ohayo, kuronuma” sapanya lembut. Sawako yang sedang menulis dibukunya melihat ke Kazehaya dengan tersenyum. “ohh.. ohayoo”

Kazehaya seperti mau bilang sesuatu tapi ragu-ragu “emm.. besok minggu kami akan melihat pemandangan malam natal. Bisa kita pergi bersama?” ajak Kazehaya.

“besok minggu?”
“jika kau bilang ayahmu jauh-jauh hari, dia akan mengijinkan kan?”
Sawako “mengangguk “iya aku akan tanya padanya” Kazehaya tersenyum lega

“ohayoo” seru Yoshida pada mereka berdua.
“apa yang kalian bicarakan?” tanyanya ingin tau... uhh Yoshida niy.. gangguin ajah dehhh.. ga perasaan ada orang lagi pendekatan gitu...

Kazehaya grogi dan kuatir Yoshida akan mengganggu rencananya lagi. Ia hanya dia tak menjawab pertanyaan Yoshida. Yano yang datang langsung mengerti situasi antara Kazehaya dan Sawako saat ia melihat tingkah Kazehaya yang grogi itu.

“tentang pemandangan malam natal, kami berrencana pergi bersama” jawab Kazehaya pada akhirnya.

“aku ikut.. beberapa hari yang lalu aku melihat ada restauran bagus dekat stasiun” seru Yoshida semangat ingin ikut.. nahhhhh... benar ga perasaan niy cewek.. hihihi

Yano yang lebih peka langsung memberi kode pada Yoshida dengan kesal “hizzzz.. Chizu!”

“bagaimana denganmu ayane chan?” tanya sawako. Yano melirik ke Kazehaya sebentar kemudian berkata “ aku ada kencan dengan cowokku dihari minggu itu”

“ohh begitu” sahut Sawako.

Yoshida yang masih belom paham situasi tetap bersemangat untuk acara malam natal itu. “ kau tu, tempat itu sangat dekat dengan stasiun dan menurut komentar orang siy sangat enak dan makanan disana ada kentang yang sangat besar..”kata Yoshida berapi-api.

Sementara itu Kazehaya hanya garuk-garuk pipinya... hmmm firasat bakal terganggu niyy..




Sawako janjian dengan teman-temannya untuk pergi Karokean bersama.

Sawako sudah menunggu dipinggir jalan. Kazehaya berlari-lari menghampirinya “ sudah kuduga kau disini” ucap Kazehaya.

Sawako melihat Kazehaya tak mengerti “ aku sudah tau kau akan datang lebih awal” lanjut Kazehaya.

Sawako mengangguk dan berdiri disebelah Kazehaya. “kau akan pergi ke pestanya kan?” tanya Kazehaya

“bolehkah?” tanya Sawako balik membuat Kazehaya geli . ya iyalah kan kemarin sudah diajak Kazehaya pergi bersama khan...

“tentu saja”

“syukurlah” kata Sawako gembira tapi ia ingat lagi. “tapi keluarga kami selalu punya acara malam natal bersama.. tapi baiklah aku akan minta ijin mereka”

Kazehaya berpikir sesuatu dan gugup “ dan juga setelah pesta itu...” blom selesai Kazehaya mengutarakan keinginannya teman-temannya datang dan menyapanya. Merekapun menanyakan rencana Kazehaya tapi yang ditanya (Kazehaya) hanya menatap Sawako kecewa karena kesempatan berduaan dengan Sawako harus berakhir.


“Sawako.. sawako “ panggil Yoshida panik menghampiri Sawako “ Yoshida sedang ada masalah.. ayo kita temui dia”
“ayane chan?”
“iya”

Sawako pun mengiyakan ajakan Yoshida. “Kazehaya maaf kami tak bisa pergi bersama kalian ke karaoke” seru Yoshida menarik Sawako pergi.

“apa yang terjadi?” tanya Kazehaya kuatir melihat mereka berdua buru-buru seperti itu.
“jangan kuatir.. ini majalah cewek” jawab Yoshida.

Kazehaya tertunduk lesu melihat Sawako pergi dengan Yoshida.



Yano ternyata sedih karena sedang bertengkar dengan cowoknya. Ia bilang klo ia berpacaran dengan mahasiswa agar cowoknya lebih dewasa dari dia. Tapi ternyata cowoknya suka banget memantaunya dengan telp terus menerus. Namun saat mereka kencan cowoknya sering membuatnya menunggu. Jadi ia sangat kesal dibuatnya. Dan mereka memilih putus.

Mereka berjalan ke rumah Ryu untuk makan ramen. Yoshida melihat seorang cowok keluar dari rumah Ryu dan berteriak gembira “ ahh toru.. itu kau toru..” seru Yoshida berlari ke pelukan Toru kakak Ryu, orang yang disukainya.

“apakah itu..”tanya sawako penasaran
“itu kakak Ryu” jawab Yano

“inikan belom tahun baru, mengapa kau disini?” tanya Yoshida kegirangan. Pintu rumah Ryu terbuka lagi kali ini seorang wanita keluar dari rumah bersama Ryu.

“Chizuru.. “ kata Toru, ia melihat wanita itu dan meminta dia mendekat padanya. “ chi... dia adalah wanita yang akan aku nikahi” kata Toru tiba-tiba membuat Yoshida shock menatap tak percaya Toru dan wanita itu.

“Hajimemashite.. aku Katayama Haruka” sapa wanita itu mengenalkan dirinya pada Yoshida. Kemudian ia dan Toru saling berpandangan mesra membuat hati Yoshida patah berkeping-keping.

“hajimemashite..” jawab Yoshida dengan wajah shocknya. Ryu, Yano dan Sawako memahami kekecewaan Yoshida. Merekapun ikut bersedih untuk sahabatnya itu.



Kazehaya yang pergi bersama teman cowok lainnya itu hanya terdiam disepanjang jalan. Ia diam dalam lamunannya sendiri. Ia memperlambat langkahnya dan temannya sudah agak jauh darinya.

“apakah perasaanku akan mencapai ke dia?” gumam lirih Kazehaya tak yakin dengan dirinya sendiri.



Yoshida melampiaskan kekecewaannya dengan makan sebanyak-banyaknya (mirip aku ihh.. klo lg banyak masalah.. makan dan makan.. dan makan... hihihi.. bengkak jadinya... )

Yoshida melihat wajah Sawako yang justru menangis didepannya, jadi ikutan menangis. Dan ia akhirnya makan sambil menangis.


Ditempat biasanya Yoshida berada saat ada masalah. Ryu kesana sambil membawa bakpao daging dan kacang merah kesukaan Yoshida tapi ternyata Yoshida tidak ada disana.



Acara malam natal yang direncanakan tinggal 1 hari lagi namun Sawako belom memberitahu ke orangtuanya. Yoshida bilang ia tak bisa ikut karena dia membantu Ryu ditoko. Yano bilang klo ia juga tidak bisa ikut karena dia akan memperbaiki hubungannya dengan pacarnya dulu dan ia berharap Sawako dapat pergi berdua bersenang-senang dengan Kazehaya.

Sawako menungu di halte untuk bis yang biasanya ia naiki. “hari ini aku akan minta ijin ayah” gumam Sawako lirih pada diri sendiri. Kazehaya yang melihat Sawako di sana, langsung datang menghampirinya.

“Kuronuma” panggil Kazehaya
“Kazehaya kun?” seru Sawako heran ada Kazehaya disana.

Kazehaya menatap Sawako tajam “ Kuronuma.. maukah kau pergi (ngedate) denganku?” tanyanya.

Sawako melihat jam tangannya “tapi hari ini aku harus melakukan sesuatu yang penting” jawab Sawako
“bukan itu maksudku..” sahut Kazehaya yang melihat Sawako masih tak mengerti maksud kata-katanya.
Sawako menatap wajah Kazehaya yang serius itu.


“aku ingin kau jadi pacarku” kata Kazehaya gugup.

“ehhh?” Sawako menatap Kazehaya.. dengan gugup Kazehaya mencari sesuatu dikantong jaketnya. Ia mengambil 2 bh tiket dan mengulurkannya pada Sawako “ ayo pergi kesini setelah pesta malam natal” ucap Kazehaya. “ tidak dengan semua orang. Hanya kita berdua saja” (kazehaya takut Sawako mengajak Yoshida lagi :D)

“berdua?” gumam Sawako heran. Kazehaya kemudian menjelaskannya “ aku... saat malam natal aku ingin kita pergi berdua.” Sawako masih menatap Kazehaya tajam. Membuat Kazehaya tambah gugup dan grogi. Ia masih mengulurkan tiket yang blom juga diambil Sawako dari tangannya.


Bis yang biasa ia tumpangi berhenti dihalte tempat ia berdiri. Sawako gelisah

“tapi.. pergi.. aku .. tak bisa... maksudku... aku tak pernah memikirkannya” ucap Sawako putus-putus.

Sopir menekan bel bisnya dan Sawako segera naik kedalam bis meninggalkan Kazehaya yang tertunduk kecewa dan masih memegang tiket itu.

Sebelum pintu bis menutup Sawako menatap Kazehaya “ gomenasai..”.*maaf

Mendengar kata – kata terakhir Sawako itu, Ia merasa cintanya pada Sawako telah DITOLAK!.

Didalam bisnya, Sawako menatap bayangan Kazehaya dengan sedih.


Setelah pesta malam natal dan ternyata memang Sawako tidak datang, Kazehaya berdiri diatas bukit diatas kuburan yang dulu pernah ia kunjungi bersama Sawako. Ia menatap tiket yang ditangannya dengan sedih. Ia menghela nafasnya dalam dalam kemudian meremas tiket itu dengan kedua tangannya dan membuangnya. ia sepertinya akan menyerah mendapatkan cinta Sawako.




BERSAMBUNG... PART 5 - ENDING


6 komentar:

  1. Aduh aduh.. jangan menyerah Kazehaya...

    BalasHapus
  2. last part..duh gk sabar dech nunggunya...
    aku udh coba nonton tp krn inetnya lg lemot jd mles dech nerusin smp akhir...makanya penasaran

    Thanx enny

    BalasHapus
  3. Amellia : Ganbatte Kazehaya..!

    Deeoke : yups.. ntr sore baru buatnya.. ~_^

    BalasHapus
  4. Mbaaa episode terakhirnya ditunggu yaaa ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. blom sempat dibuat sama sekali, lg overload kegiatan.. paling lambat besok deh aku usahain... ^_^

      Hapus
  5. Ditunggu ya mb sinopsis selanjutNy :)

    BalasHapus