Kamis, 07 April 2016

Heroine Shikkaku - Part 3




Festival kembang api.
kuil tempat berlangsungnya acara pesta kembang api sudah dipenuhi oleh orang-orang yang datang dengan memakai yukata. Hatori masih berdiri di pintu masuk kuil untuk menunggu Rita yang belum datang. Hatori memakai Yukata bunga warna pink. Ia terlihat makin cantik dengan dandanan rambutnya dan 2 bunga yang terjepit diantara kepangan sanggulnya.

Hatori lalu melihat Rita sedang menaiki tangga dan berjalan ke arahnya. Rita juga datang memakai  yukata untuk cowok.



“Lama tak bertemu.” Sapa hatori
“Oo”
Hatori menatap kagum pada Rita. "wah Rita yang seperti ini berbahaya!"

“Kau datang dengan yukata juga” ucap Hatori
“Kau yang memintaku.” Gerutu Rita sambil berjalan lebih dulu.
Suara Rita, punggung Rita,aroma Rita...Aku ingin bertemu denganmu!Sangat ingin bertemu! Batin hatori menatap punggung Rita.

Rita tiba-tiba berbalik “oh Ini.” Katanya sambil menyerahkan sebuah bungkusan pada Hatori
“Takoyaki?Untukku?”

“iya, Kau suka, 'kan?” kata Rita. Hatori hanya diam. “Kenapa?Kau terlihat tak bersemangat.”

Hatori mengambil takoyaki yang diulurkan  Rita “Terima kasih.”

Rita melihat ada orang yang akan menabrak hatori maka ia segera melindungi Hatori dengan menarik gadis itu kesisinya.
“ Jangan jauh dariku.” kata Rita

Hatori tersentuh merasa dilindungi Rita .
"Sepertinya Rita...perhatian terhadap wanita."



“Kau duluan.”Kata Rita meminta Hatori didepannya.“Rambutmu...terlihat bagus.” Pujinya

Hatori kaget tumben Rita memberi komentar tentang penampilannya.  “Eh?Be-benarkah?!” kata Hatori gugup saking senangnya.

Ini efek jarak yang mereka maksudkan?! Batin Hatori

Tiba-tiba ada suara yang mengagetkan Hatori “Kau terlihat cocok dengan yukata.”
Hatori dan Rita menoleh ke arah suara dan mereka melihat ada Kousuke disana.Cowok itu juga terlihat ganteng memakai Yukatanya.Ia tersenyum menggoda sambil memberikan kode tangan pada hatori.



Mereka bertiga duduk bersebelahan dan Hatori ada di tengah dua cowok ganteng itu. Rita terlihat tidak suka kehadiran Kousuke diantara mereka.

“ah Iya...Untukmu.Hutangku kemarin. Ikayaki (cumi bakar).” kata Kousuke memberikannya pada Hatori voucher membeli Ikayaki.

“hei Hatori.” Seru Rita “Apa yang sebenarnya kau pikirkan soal orang itu (kousuke)?” sindir Rita pada kousuke

Hatori bingung memperhatikan Rita dan Kousuke bergantian “Apa?”

“Katakan padanya, "Itu rahasia." Bisik Kousuke pada Hatori tapi tentu saja Rita mendengarnya.
“Ra... ha...sia?” jawab hatori pada Rita meniru ucapan Kousuke.

“konyol” sahut Rita kesal Hatori menjawab sesuai yang diomongkan Kousuke
Melihat Rita marah mendengar jawaban yang disarankan Kousuke, Hatori langsung memukuli dada Kosuke tapi cowok itu malah tertawa geli dengan sikap Hatori.



“hei.. hei.. hei…Kau sudah menerima tiket Ikayaki(cumi bakar).” Kata Kosuke mengingatkan Hatori klo ia sudah membelikan Cumi bakar jadi hatori jangan kasar padanya. 

“Tidak… Ba-baiklah! " Hatori bingung dengan tingkah 2 cowok itu. tapi ia juga harus menukarkan voucher cumi klo tidak mau keburu habis. "Aku akan... ke toilet sebentar!Aku tak akan lama.” Pamitnya dan meninggalkan 2 cowok itu.




Sekarang Rita hanya berdua dengan Kousuke. Mereka terdiam agak lama sebelum Rita akhirnya membuka mulutnya
“Apa kau sedang mempermainkan Hatori?” Tanya Rita

Kousuke tersenyum dan menoleh pada Rita yang menatap lurus kedepan tanpa melihatnya “Eh?Apa kau Penasaran?”

“Kau hanya bermain dengan perasaannya, 'kan?” Tanya Rita lagi “Karena dia itu bodoh. Jangan membuatnya salah paham. Dia berbeda dari semua gadis tidak  jelas yang kau kencani selama ini.”

“Jika aku serius dengannya... apa kau akan menerimanya? Terasaka-kun...?” Tanya Kousuke dengan nada serius.

Rita langsung menoleh memperhatikan keseriusan wajah Kousuke.
“Tidak juga. Pertanyaanku Ini bukan berarti...”

Kousuke tertawa sinis  “Jangan katakan... kau akan melibatkan Adachi soal ini? Pria yang jahat... melebihi aku.”

“Bisa kau berhenti memperma---“

“Kau lah yang seharusnya berhenti Bersikap seolah kau sangat peduli pada Hatori-chan. Sebenarnya, kau hanya tak mau melepaskan posisimu sebagai orang yang dia sukai dengan membabi-buta, 'kan?Sikapmu terlalu kejam, bukan?”Serobot Kousuke sinis.

Rita tertunduk, mungkin menyetujui ucapan Kousuke.Perasaannya kesal yang dirasakannya kini adalah karena Hatori yang biasanya akrab dengannya sekarang juga terlihat akrab dengan Kousuke.

Kousuke bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan Rita.Kousuke menoleh lagi memperhatikan Rita yang tertunduk “Kau memasang... wajah tak bersalah.”
Kousuke lalu melanjutkan langkahnya.









Hatori kembali dari toilet dan juga sudah membawa Ikayaki (voucer pembelian yang dibelikan Kousuke).

“ Terima kasih sudah menunggu!” ucapnya tapi ia heran Kousuke tidak ada disana “
Ehh?  Dimana Hiromitsu-kun?”

“Entah.”Sahut Rita dingin.

Hatori merasa pasti sesuatu telah terjadi antara keduanya.Ia duduk disamping Rita “
Apa sesuatu terjadi? Apa dia mengatakan sesuatu padamu?”

Rita hanya diam saja dan membuat hatori jadi panic. “Aku tak punya hubungan apapun dengan  Hiromitsu-kun...”

“Itu bukan masalah.”Sahut Rita tetap dingin tidak melihat padanya.



Hatori sudah kenal Rita dari kecil jadi ia sudah bisa membaca sikap Rita karena kesal soal Kousuke.

Hatori memegang wajah Rita dengan kedua tangannya agar Rita melihat kepadanya “Ini tidak baik! Tahun depan dan tahun-tahun berikutnya... Satu-satunya orang yang ingin ku ajak melihat pertunjukan kembang api bersamaku adalah kau, Rita!
Bagiku hanya ada dirimu!”

Rita hanya terus menatap wajah Hatori dan membuat gadis itu tersadar ia sudah mengucapkan kata-kata yang bermakna sangat dalam.

“ummm..Perkataanku barusan... apa kau mengerti?”

Rita menunduk “ Aku... tak pernah percaya pada perasaanmu. Kau tidak pernah sungguh-sungguh memikirkan apapun...tentang aku.”

Rita teringat akan ibunya yang telah meninggalkan dirinya “Pada akhirnya semua orang
akan menghilang dari pandanganku. Karena aku tak memiliki apapun.Ibu pergi.
Begitupun Adachi... dan juga kau.”


“Aku berbeda!” bantah Hatori.

Rita menoleh “bermanis dimulut.Bahkan tanpa aku, kau punya musim panas yang sangat menyenangkan.”Ucap Rita ketus mengingatkan gadis itu klo selama summer hatori tidak menghubunginya tapi malah bersama Kousuke.



Hatori jadi makin bersalah, ia bangkit berdiri dan mengambil tasnya untuk pergi. Beberapa langkah ia menoleh melihat rita yang hanya duduk tertunduk sendirian.

Hatori  langsung berlari duduk bersimpuh didepan Rita yang duduk dikursi.
“Maafkan aku!Kau sangat kesepian, 'kan? Sedih, 'kan?! Aku minta maaf sekali!”

Rita kaget melihat hatori duduk bersimpuh didepannya “Angkat kepalamu!” kata Rita sambil mencoba mengangkat Hatori untuk berdiri dan membantu gadis itu duduk disebelahnya lagi.


“Maaf Sudah meninggalkanmu sendirian. Jarak! Jarak! Ini karena "Rencana Jarak"!”Seru hatori.

“hah?”

“Aku disuruh menjalankan rencana jarak,  menahan diri untuk menemuimu.Tapi sebenarnya...! Aku... “

Hatori membuka tasnya dan memberikan Kalender yang penuh coretannya.

“Sebenarnya, selama libur musim panasaku sangat ingin bertemu denganmu!Tapi semua itu seperti hanya alasan, 'kan?Daripada menemuimu, aku pergi bersama
Hiromitsu-kun dan bersenang-senang.Aku tak memikirkan perasaanmu.Maaf aku bersikap egois!Tapi aku sudah bertekad...aku tak akan berpisah darimu lagi.Daripada membiarkanmu kesepian, atau apapun yang mungkin terjadi...sepanjang hidupku, aku akan selalu bersamamu selamanya!” ucap Hatori serius seperti mengucapkan janji pernikahan.

Rita geli karena hatori begitu serius, ia mentertawakannya “Kau menyeramkan.”



Gantian hatori yang cemberut dan kesal.“Padahal aku serius mengungkapkan perasaanku padamu!”

Tangan hatori terayun untuk memukul dada Rita tapi cowok itu dengan gesit menangkap tangan hatori.
Rita menatap hatori “Hatori...apa kau selalu lembut seperti ini?”
Lalu wajah Rita mendekat dan tiba-tiba saja mencium Hatori lembut tepat saat kembang api diledakkan diudara.

“Ini bukan mimpi, 'kan?Rita menciumku...'kan?”




 Pesta kembang api sudah usai dan mereka beranjak pulang dengan bergadengan tangan. Tapi saat melewati jembatan yang biasa mereka lewati, Hatori melepaskan tangannya dari genggangam  tangan Rita.

Rita berhenti dan menoleh pada Hatori.

“Aku tak apa… tak masalah “kata Hatori
“hah?”

“soal tadi… Itu tidak menyimpan makna dalam, 'kan? Ciuman itu..” lanjut hatori

“bukan begitu… “ sahut rita “Itu hanya karena aku ingin menciummu.Karena itu aku merasa bersalah.” Ucap Rita serius

Hatori bahagia melihat Rita mulai menanggapi perasaan cintanya.“Rita... melihatku dengan jujur,memikirkanku. Mana mungkin ku lewatkan kesempatan ini!”

Hatori langsung berlari dan menggandeng tangannya Rita lagi.








Mereka berdua mampir ke sebuah restaurant. Ruangannya terbuat dari kaca sehingga orang yang lewat bisa melihat kedalam begitu juga sebaliknya.

Seorang pelayan wanita sedang menaruh makanan pesanan mereka dimeja.
Pandangan mata hatori tak pernah lepas menatap wajah Rita.

“Kesempatanku akhirnya tiba! Dewa diseluruh dunia, atau siapapun! Tolong... tolong sekali!Pinjamkan aku kekuatanmu!”

“Rita... aku suka kamu!” seru hatori tiba-tiba.

Rita dan pelayan itu langsung kaget.
“Selamat menikmati.” Ucap pelayan wanita itu dan buru-buru pergi

“Kenapa tiba-tiba?” tanya Rita
“Bukan tiba-tiba!Sejak dulu, kapanpun aku bersamamu, aku merasa sangat bahagia melebihi hal lain.Sangat menyenangkan, mendebarkan, dan...Saat aku bersamamu... apa ya namanya?” saking bersemangat menjelaskan perasaannya membuat Hatori lupa kata yang akan diucapannya dan ia malah bertanya pada Rita.

Rita geli melihat Hatori yang malah bertanya padanya “Sangat nyaman?” tebaknya
“Benar sekali!Itu!Jika kau bersamaku, aku akan selalu membuatmu bahagia setiap hari. Jika kau ditindas, akan ku hajar mereka!Aku akan selalu bersamamu kapanpun!”Janji hatori lagi pada Rita.



 “Hatori…” Rita bingung menjawab perasaan Hatori.

“Dia tergerak.Rita pasti tersentuh!” batin Hatori makin bersemangat.

Hatori membungkuknya badannya ke arah Rita
“Kau akan menyesal jika melepaskan seseorang semanis ini yang sangat mengerti dirimu.”

Rita terdiam bingung “Aku...”

Suara ketukan pintu dikaca membuat keduanya kaget.Mereka menoleh dan semakin terkejut saat melihat Adachi sedang di halaman restaurant sedang tersenyum pada mereka.
“Aku kembali!” seru gadis itu dari luar restaurant.”
“Adachi?” gumam Rita terkejut

Hatori jadi kesal disaat-saat yang penting, Adachi malah muncul “Kenapa dia ada disini?!”

Adachi lalu memberikan kode agar Rita menemuinya “Aku,disebelah sana.Sebelah sana.”
Rita mengangguk dan bangkit berdiri untuk menemui Adachi diluar restaurant.




Hatori langsung panic “Rita, jangan pergi!Pembicaraan kita belum selesai!” cegahnya.

“Maaf. Beri aku waktu.” Kata Rita tanpa menoleh pada Hatori.

“Waktu? Jangan gunakan kata itu untuk melarikan diri!” seru Hatori antara panic dan takut hati Rita goyah lagi pada Adachi.

Rita berbalik “Besok..”

“Sungguh?” tanya hatori berharap

Rita mengangguk “Akan ku pikirkan dengan serius.”
Rita lalu pergi

Hatori terdiam memikirkan ucapan Rita “Pikirkan dengan serius?Artinya,itu...'kan?“ harap Hatori. “Heroin. Akhirnya aku berhasil mendapatkan peranku kembali!”







Esok harinya saat berangkat sekolah, hatori terlihat sangat bahagia.Ia terus tersenyum dan tertawa-tawa sendiri “Menjadi heroin memang luar biasa!”
Iya, hari ini adalah janji Rita untuk jawaban cinta Hatori.

Kousuke juga melihatnya tapi ia bisa menebak dari mana kebahagian Hatori itu. pasti ujung-ujungnya tentang Rita.




Nakajima berjalan melewati jembatan penyebrangan.Ia melihat Rita sedang bengong duduk diatas jembatan. Sepertinya sedang serius berpikir.

“Kau bolos?” tanya nakajima
“Mana mungkin.” Sahut Rita.

“Jadi.., hari ini jawaban darimu, 'kan?” tanya Nakajima sekaligus mengingatkan cowok itu.
“Kau tahu soal itu?Dari Hatori...?”
“Ya.Super detail.Semuanya.” Jawab nakajim.Ia lalu berjalan mendekati Rita dan memukul punggung Rita sampai Rita kaget takut terjatuh dari jembatan itu.

“Sebaiknya kau tidak memikirkan trik murahan.Jika tak mau dihajar.Dah.” Ancam Nakajima pada Rita.



 

Diloker sekolah
2 orang gadis sedang bergosip dengan serunya.
“Hei, kau sudah dengar?Soal pertunjukan kembang api.”
“ Soal Hatori dan Terasaka, 'kan?”
“Ku dengar mereka berpegangan tangan.”
“Benar.
“Hatori hebat, 'kan?”
“Mereka berdua pasti akan pacaran.”

Saking kerasnya mereka berbicara, Adachi yang ada di loker belakang mereka juga ikut mendengarnya.Ia langsung terlihat sedih dan kesal.



Adachi lalu pergi menemui Hatori.

“Umm...Aku minta maaf.”ucap Adachi
“Ya?”

“Salahku, memintamu melakukan hal seperti itu.” lanjut Adachi
“Apa?”

“Memintamu menemani Terasaka-kun.Tapi,Karena aku sudah kembali,Semuanya akan kembali normal.”kata Adachi yang seolah mengingatkan Hatori klo ia masih berpacaran dengan Rita.

Hatori langsung paham maksud Adachi. lagi-lagi ia merasa adachi menyalahkannya lagi  “Soal itu...Meski kau bicara begitu...”

“Pacar Terasaka-kun adalah aku.” Seru Adachi menghentikan ucapan Hatori.“Akulah yang berada di sisi Terasaka-kun.”

Hatori terdiam dan Adachi berjalan melewati Hatori
“Hei!!Bukankah kalimat itu harusnya untuk dirimu sendiri?Katamu Meski aku berada disisinya,kau tak akan menaruh benci padaku.”

Adachi terlihat menangis “Ya, kau benar. Maaf.”Ucap Adachi terisak dan berlari pergi.



Adachi berlari keluar kelas dan menutup pintu kelas itu
“Kenapa tak berhenti saja menjadi korban?” suara kousuke dibalik dinding menyindir Adachi.

“Kau suka dia, 'kan?Terasaka-kun itu.Tapi kau tak bisa memutuskan ikatan mereka. Walau apapun cara yang kau lakukan.”

Adachi hanya menggelengkan kepalanya dan Kousuke pun pergi.



Rita masih sangat bingung mengambil keputusan cinta Hatori padanya.
Suara pesan masuk di HPnya membuatnya menghentikan langkahnya dan membuka pesan itu.

Hatori (jam HP 17:03) :Bukankah ini sudah akan habis waktunya untuk "besok"yang semalam kau katakan?
Rita  :Ini masih belum pukul 17:00.
Hatori  :Ini sudah pukul 17:00.

Rita bingung menjawab pesan hatori. Ia melangkah dengan lesu saat ia memperhatikan jalan didepannya, ia bertemu dengan orang yang dikenalnya.



Adachi pergi ke apartemen Rita. Dibelakangnya Rita berusaha mencegah gadis itu.
“Hei, tunggu.Ku bilang tunggu.Adachi!Adachi!”

Adachi tetap masuk karena ia punya kunci apartemen Rita. Ia langsung masuk ke dapur Rita dan meletakkan belanjaannya di sana.

“Hari ini, aku bawa keju dan grattan.Kau suka, 'kan?Selain itu, ada permintaan lain?” kata Adachi dengan suara agak bergetar (?) berpura-pura tidak memperdulikan apa yang akan diucapkan Rita padanya.

“Dengarkan yang ingin ku kata---“

Adachi tidak membiarkan Rita melanjutkan ucapannya “Soal kejadian saat pertunjukan kembang api, 'kan?Rumornya menyebar luas di sekolah.”

Rita terlihat menyesal “Maaf.”

“Tak apa.Kalian hanya berpegangan tangan.” Sahut Adachi.

Rita melihat Adachi sepertinya memaafkannya dan bahkan sepertinya percaya padanya dan hatori. Rita semakin merasa bersalah karena ia sudah lebih dari bergandengan tangan, ia sudah mencium hatori.

Adachi tersenyum “Tak apa. Aku bisa melupakannya.”



Rita terlihat sangat serius berpikir sebelum akhirnya ia jujur pada Adachi
“Aku..sudahmencium Hatori.” Rita mengaku.
Tangan Adachi langsung bergetar.

“ Karena itu aku minta maaf. Aku... tentang dirimu..”

Adachi tau arah pembicaraan Rita mau kemana.Ia jadi panic dan melempar Rita dengan lap meja dapur.

“Tidak!!!Aku tak mau dengar apapun!” teriak Adachi terisak menangis
Rita tertunduk, bersalah “Tapi, aku...”

Suara sesuatu terjatuh membuat Rita menoleh pada Adachi.Ia terkejut saat melihat Adachi pingsan didepannya.

“Adachi?” teriak Rita berlari mendekati gadis itu.




Rita membaringkan Adachi di sofa ruang tamunya.Rita terus menunggu gadis itu tersadar di depannya. Ia sangat merasa bersalah pada Adachi.


“Terasaka-kun?” panggil Adachi saat ia mulai tersadar.
Rita buru-buru duduk didepan sofa tempat adachi berbaring.

“Bagaimana keadaanmu?Tubuhmu?Apa terasa sakit?” tanya Rita khawatir.

Adachi melihat Rita sangat khawatir padanya.Ia jadi teringat ucapan kousuke waktu itu “Kau suka dia, 'kan?Tapi kau tak bisa memutus ikatan mereka. Dengan cara apapun yang kau gunakan.”
  
“Belakangan...aku selalu merasa kurang sehat.” Kata Adachi lemah

“Seperti yang kau katakan,aku bisa berubah. Bahwa aku tak harus memikirkan pendapat orang tentangku,dan bersikap saja apanya. Jika aku harus kehilanganmu, aku... “
tangan Adachi menggenggam tangan Rita erat.

“Aku...tak akan sanggup menghadapinya sendirian.” Ucap Adachi lemah.
Rita terdiam, tidak tega melihat Adachi terlihat begitu lemah didepannya.



Rita pergi menemui Hatori dijembatan penyebrangan. Ini saatnya ia menyampaikan keputusannya tentang cinta Hatori.

“Kau bilang apa barusan?” tanya hatori tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya dari Rita.
“Aku...akan berada disisi Adachi.” Jawab Rita pelan

“Tapi kemarin kau...”
“Maaf.” Sesal Rita

Hatori masih tak percaya Rita lebih memilih berada disisi Adachi daripada dirinya 
“Cukup dengan permintaan maafmu. Kita bicarakan baik-baik. Ya?Masih ada waktu 3 jam sebelum tengah malam.” Kata Hatori mulai panic dengan  keputusan Rita.


Rita hanya diam tertunduk lemah. 
Hatori menarik-narik lengan Rita agar melihatnya
“Hei!!Hei!!Kau tak menyukaiku sedikitpun, Rita?”

Rita menarik tangan Hatori agar terlepas dari lengannya.
“Aku...tak akan memiliki urusan apapun lagi denganmu. Maaf aku menyakitimu.Dan terima kasih sudah mencintai seseorang sepertiku.”

Rita berbalik dan pergi. Ia sebenarnya pasti tidak tega menyakiti sahabat yang selalu bersamanya sejak kecil itu.
Rita menuruni anak tangga dengan langkah gontai dan tanpa ia sadari menangis dan airmata membasahi wajahnya.



Mata hatori penuh airmata yang berusaha ditahannya. hatinya sangat sakit karena ia kehilangan orang yang dicintainya sekaligus juga kehilangan sahabatnya Rita.  Ia terus menatap punggung Rita yang semakin jauh.

Hujan tiba-tiba turun dengan derasnya
“Aku tak butuh hujan dramatis seperti ini.”isak hatori jatuh terduduk.Airmatanya mengalir bersama dengan derasnya hujan.

Hatori mengambil HPnya dan ia teringat Kousuke. Ia mau menghubungi cowok itu tapi ia mengurungkan niatnya itu.

   

Badan hatori mengigil kedinginan karena bajunya basah kuyup oleh hujan. Ia duduk sendirian melamun, menunggu hujan berhenti. 

“Akhirnya segalanya antara aku dan Rita berakhir. Sungguh...padahal (persahabatan) sudah dimulai sejak awal (kecil). Tak pernah ku bayangkan akan kehilangan dia dan aku tak sanggup menerima kenyataan tak bisa lagi bersama dengannya. Sekarang aku kehilangan semuanya.”


                                                                                            
“Jadi kau ada disini.”  suara Kousuke tiba-tiba mengagetkannya
Kousuke berdiri didepannya dengan tubuh yang basah kuyup kehujanan 
“Kau...menghubungiku, 'kan?” tanya Kousuke dengan tatapan khawatir pada Hatori.

Ia sempat panik saat hatori mencoba menghubunginya dimalam hujan seperti ini. Apalagi ia tau klo hari ini hari jawaban Rita atas cinta hatori. Ia tau sesuatu pasti telah terjadi.

Melihat Kousuke disana untuknya, Hatori merasa tersentuh 

“Kau kemari untukku?" ia melihat Kousuke yang sepertinya tidak sempat mengambil payung sampai berhujan-hujanan seperti itu.

"Payungmu?” tanyanya terisak dan memaksakan tersenyum melihat tubuh Kousuke yang basah kuyup itu.

“Pertanyaan bagus.” Sahut kousuke tersenyum. Tapi saat ia berjalan mendekati hatori wajahnya jadi terlihat sangat serius

“ Sebenarnya...aku ingin tahu kenapa aku melakukan ini. tapi Ini cinta Hatori-chan. kau tak usah pikirkan hal lain. Kau tidak perlu menderita….” Ucap kousuke lembut.

Hatori terharu dan memeluk Kousuke

“ Hanya...Kau hanya harus melihat padaku saja.” Kata Kousuke membelai lembut kepala hatori.


“Hiromitsu-kun telah menangkap diriku yang merasa kosong di dalam hati.”




Sejak saat itu hatori dan Kousuke berpacaran. Hatori berjuang melupakan masa lalunya dan menikmati kebersamaannya bersama kousuke. Hatori sudah kembali menjadi gadis yang ceria.

Cowoknya itu sangat perhatian padanya. Kousuke mangajak hatori melupakan kesedihannya.

kousuke selalu menunggu Hatori untuk berangkat atau pulang sekolah. ia juga  mengajak hatori pergi ke tempat-tempat hang out dan melakukan hal-hal yang biasa orang berpacaran lakukan. 
Kousuke selalu ada disisi Hatori, memeluk, dan mencuri ciuman dari hatori tanpa malu-malu dilakukan Kousuke didepan teman-temannya.



Sementara itu Rita sedang menunggu Adachi di ruang kesehatan karena kondisi Adachi yang lemah dan harus beristirahat disana.

“Bagaimana keadaanmu?”tanya Rita 

“Ya. Aku baik. " sahut Adachi lemah. ia menatap cowok yang didepannya itu  "Aku senang, terasaka-kun, kau tetap berada di dekatku.” lanjut Adachi.

Rita hanya menatap Adachi dan tersenyum lembut.


Wajah bahagia Hatori berada dalam pelukan kekasihnya kousuke Hiromitsu yang sangat mencintainya.




Bersambung Part 4 Ending


6 komentar:

  1. Makasih.....ini movie jadi cuma 4 eps ya?ditunggu ya part 4 nya.kalo bisa jgn lama2 dong mbak.aku bolak balik trs lo ke blog ini.nunggu update-an heroin shikkaku

    BalasHapus
  2. ghamsahamnida Eunike Enny-ssi :-) slalu ditunggu lanjutan sinopsis nya :-) jangan lama* updatenya ,,

    ditunggu movie jepang yang baru* lagi ,, B-)

    aishhh mianhae ,terlalu banyak request :$

    BalasHapus
  3. sinopsisnya aku buat sampai episode 4... sudah selesai sih buatnya tapi sengaja besok baru aku upload biar kalian penasaran... haha sabar ya besok kok...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi di tunggu lho :-)

      Hapus
    2. Eunike Enny-ssi ghamsahamnida recapnya ,aku sudah baca part 4nya,

      Eunike Enny-ssi aku request movie jepang ORANGE donk ,soalnya belum puas lihat Kento yamakazi hihihi

      Hapus
    3. orange terlalu tragis... bikin baper... bikin nangis.. aku ga bakalan bisa mengekspresikan rasa dalam ceritanya. untuk saat ini blom ada rencana buat sinopsisnya.. tp ntr ga tau juga dech.. aku buat sinopsis yg lain dulu yg sudah antri.. haha

      Hapus