Jumat, 01 April 2016

Heroine Shikkaku - Part 1



Terasaka Rita sedang berdiri di atas jembatan penyebrangan.Ia mengarahkan kamera handphonenya ke atas langit. Seperti biasanya ia hanya ingin mengabadikan pemandangan atau orang-orang disekitarnya.

“Hei, apakah ada UFO?” Tanya seseorang
“UFO?”Rita bingung dengan pertanyaan itu.Ia berbalik dan kaget saat melihat di belakangnya sudah ada beberapa orang yang ikut memperhatikan ke arah kamera Rita.
Mereka ternyata penasaran apakah Rita sudah melihat UFO karena mengambil foto ke langit cukup lama.

Rita yang tidak nyaman berada di lingkungan rame langsung pergi meninggalkan tempat itu.

“Dia adalah Terasaka Rita.Dia adalah "Hero" dalam cerita ini, mungkin.Dia tak memiliki kepercayaan diri dengan pandangan orang lain tentang dirinya.Pria kesepian yang menyukai diri sendiri.Padahal sebenarnya dia adalah tipe pria yang cool/keren.”(Hatori)



Rita berjalan di halaman menuju sekolahnya.Disekelilingnya banyak siswa siswi yang juga berjalan ke sekolah.Beberapa Siswi yang ada disekitar Rita diam-diam memandang kagum pada Rita.

“Terasaka, selamat pagi!” sapa 2 orang gadis pada Rita
“Pagi!” sahut Rita
Kedua gadis langsung tersenyum senang begitu Rita menjawabnya.

“....yang sebenarnya disayangkan.Tapi, Rita tak sedikitpun tertarik pada pandangan orang itu. Tapi disini, dia memerankan karakter jahat.Dan disini mereka (siswa-siswi yang lewat disekeliling Rita) mereka hanya memainkan peran numpang lewat.” Hatori


Hatori dari jauh didepan Rita sudah menunggu cowok itu sampai ditempatnya berdiri.

“Kau tanya apa peran yang ku mainkan disini?MATSUZAKI HATORI[HEROIN/Tokoh Utama wanita]”

“Rita !”Teriak Hatori sambil meloncat agar bisa di lihat Rita diantara kerumunan murid dan melambaikan tangannya.
“Hei.” Sahut Rita tersenyum

“Aku, Matsuzaki Hatori,  heroin yang mulai saat ini akan menjadi pasangan Rita.”

“Tunggu, Rita!”  Hatori langsung berlari menuju Rita dengan cepat namun ia menabrak seseorang yang berjalan ke arahnya, Hatoripun terjatuh dan Rita mendekatinya, bukannya menolong Hatori, Rita malah cuma mengambil fotonya Hatori yang terjatuh dan langsung pergi begitu saja.
Hatori segera bangun dan mengejar Rita.Tangannya melingkar dilengan Rita yang tersenyum melihatnya.Mereka berjalan bergandengan.



“Jika Rita adalah Hero (baca Tokoh Utama Pria) dari cerita ini, maka tak ada selain aku yang cocok menjadi Heroin (baca: Tokoh Utama Wanita). Kaliantanya kenapa?Karena kami adalah teman sejak kecil.Lebih dari yang lain, aku selalu disampingnya, melihatnya sejak saat itu.Benar.Sejak hari itu...”

Flashback ke masa kecil Hatori dan Rita.

Beberapa anak kecil laki-laki mengerumuni Rita kecil.
“Apa benar ibumu lari dari rumah?” Tanya seorang anak pada Rita disambung dengan anak laki kecil lainnya
“Dengan pria tua lagi.”
“Luar biasa! “
“Seperti drama saja!”
Mereka menertawakan Rita yang tertunduk dengan sedih dan malu.Dari jauh hatori melihat dan kasihan pada Rita.

Rita teringat kejadian saat ia mencoba mencegah ibunya pergi dengan pria tua itu. Tapi ibunya melepaskan tangan Rita kecil agar ia bisa pergi dengan pria tua itu.


“Pria tua~!!”
“Pria tua~!!”
Cemooh teman-teman Rita.
Kesabaran Rita jadi habis.Ia jadi kesal dan bangun dari kursinya menatap teman-temannya dengan marah.
“Kau marah?Kau marah, 'kan? “
“Dia marah!”
Rita membenturkan kepalanya dengan kepala seorang anak laki-laki didepannya.Lalu Rita mengambil kursi dan mengangkatnya mau dilempar ke temannya itu.Temannya langsung berlari keluar kelas dengan ketakutan.
“Guru!Panggil guru!” seru mereka ketakutan.



Rita masih mengangkat kursi itu dan berjalan mengejar mereka tapi tiba-tiba hatori berdiri didepan Rita.


“Berhenti Rita.Biarkan mereka.Mereka tidak pantas dilayani.”Ucap Hatori kecil menghalangi Rita.
Rita kecil menurut dan meletakkan kursi yang diangkatnya tadi.



“Kenapa aku sesemangat ini?Karena ketika itu, aku sangat terpengaruh oleh Yankumi dari Drama serial GOKUSEN.Rita. Dengar baik-baik.Tak peduli apapun, aku akan selalu berada di sampingmu.” Ucap Hatori dengan gagahnya.

Rita yang tadi marah berlahan-lahan wajahnya jadi lebih tenang dan tersenyum kecil.
Mereka pulang bersama dan saat dijembatan penyebrangan mereka berhenti dan menunggu sunset.
Tangan Hatori terulur dan mengelus lembut kepala Rita.Anak laki-laki kecil itu menoleh pada Hatori.


“Kami berdua hanya teman sekelas.Tapi mulai hari itu, benih cinta mulai muncul.Saat itu, aku selalu menginginkan seseorang yang melindungiku.Hal itu berubah menjadi perasaan ingin melindungi Rita.Dan, seiring bertambahnya usia kami. Aku sadar perasaan itu...berubah menjadi cinta.”

Sampai mereka dewasa mereka berdua sering meluangkan waktu saat pulang sekolah ke jembatan penyebrangan itu dan mereka akan melihat sunset berdua.



“Bagaimana?Bukankah kau merasa itu adalah "Cinta sejati?" ungkap hatori bercerita pada nakajima sahabatnya saat mereka makan siang bersama.

“Lalu, kenapa tak kau nyatakan saja perasaanmu?” sahut Nakajima kesal karena Hatori hanya bisa bercerita padanya tanpa ada niat untuk menyatakan perasaannya.

“Aku tak mengerti soal "Cinta sejati," tapi jika percaya diri, kenapa tak nyatakan perasaanmu dan berkencanlah dengannya?” lanjut nakajima saat melihat hatori masih diam saja.

“Kau sungguh bodoh, Nakajima.Kebalikannya, ini masalah perasaan.Kau sama sekali tak mengerti teoriku.Hingga tokoh utama pria menyadari " Cinta sejati..."Heroin tidak boleh goyah.Itulah jalan seharusnya!” jawab Hatori

“Teruslah bicara seperti itu dan jika dia menjadi milik seseorang, kau akan menyesal.
Aku tak akan peduli.” Ucap Nakajima kesal.


“Oh, serius?Penasaran ya?”goda hatori yang geli melihat sahabatnya jadi kesal sendiri itu.



Tiba-tiba suara barang jatuh mengagetkan semua yang sedang makan di kantin.Mereka menoleh ke arah suara keributan itu.

Hatori melihat ada seorang gadis yang terkenal tertutup sedang di ganggu oleh 2 orang siswa yang terkenal nakal.Makanan yang sedang dimakan gadis itu dijatuhkan ke lantai oleh mereka.

“Adachi-san. Kami minta maaf sekali.” Seru cowok itu tanpa ada penyesalan sama sekali.

“Bukankah dia dari kelas kita?” tanya hatori pada Nakajima
“Saat ingin merokok, mereka akan mengganggu dia.” Jawab nakajima
“Tidak mungkin!” seru hatori tak percaya.



Seorang cowok yang mengganggu Adachi menaruh kertas kedalam mangkuk gadis itu.
” Ayolah, Adachi-san.Cepat makan itu!Nanti dingin.”
“Ayo Adachi!!Hei, Adachi!!!” teriak kedua cowok itu.

Hatori kesal dan marah.Ia memukul meja dan bangkit berdiri untuk berteriak “Kalian, hentikan!” tapi ternyata nyali hatori tidak seberani itu. suara teriakan tadi hanya suara bisikan saja jadi yang bisa mendengar hanya dia dan Nakajima saja..

“Jika ingin teriak, keluarkan suaramu.” Protes nakajima melihat tingkah Hatori yang mau marah tapi suaranya pelan seperti berbisik itu.



“Hei, cepat!Makan itu! Adachi!” perintah 2 cowok itu pada Adachi.Gadis berkacamata itu hanya diam ketakutan, tak berani melawan.

“Konyol sekali.” Sebuah suara menngagetkan 2 cowok jahat tadi.
Mereka berbalik dan meilhat Rita berdiri didepannya. “Kau bilang apa?”

Rita berjalan melewati 2 cowok itu dan duduk dikursi depan adachi “Konyol sekali.Apa kalian bocah? Bo~doh, aku bilang begitu.”

“Brengsek, kau!” teriak 2 cowok itu dan bersiap mau memukul Rita.Tapi dari arah belakang mereka, sebuah tangan mencengkram krah maju mereka.

“Kalian mengganggu.Aku menginginkan ketenangan hari ini.Mengerti!” ucap sebuah suara dengan suara galak.Kedua cowok itu ketakutan mengenali suara orang yang paling ditakuti di kantin sekolah mereka itu.Bapak Penjaga kantin itu lalu membawa kedua cowok itu keluar kantin sekolah.



“Kau lihat itu?Rita keren sekali, 'kan?” ucap Hatori menatap kagum Rita.
“Yang menyelamatkannya adalah bapak itu!bapak itu!” seru Nakajima tidak terima.

“Dulu, dia tak akan pernah meninggalkan tipe gadis membosankan yang terlibat masalah sendirian!Dia sangat baik, 'kan?” bela hatori

“Aku tak mengerti arah pembicaraanmu.” Sahut nakajima



Hatori melihat ke Rita yang duduk didepan adachi.

“Mau?” tanya Rita menawarkan udang tepung yang dibelinya.
“Jangan bicara...pada seseorang seperti..” sahut Adachi tapi sepertinya Rita tak menghiraukan ucapan adachi. Ia menaruh udang tepung ke piring adachi.

“Ku berikan tomat untukmu” kata Rita sambil memberikannya pada adachi
“Aku tak suka. Tidak.” Tolak Adachi

“ Tapi, aku tak mau berbagi daging, oke?” kata Rita menutup daging dengan tangannya
“Bukan itu.Reputasimu akan hancur jika bersama denganku.” Sahut Adachi

‘Bodoh sekali.Aku tak peduli pandangan orang padamu.” Jawab Rita cuek sambil meneruskan makan siangnya.
Adachi menatap Rita kagum. Merasa terus diperhatikan Adachi, cowok itu melihat adachi sekilas. “Ada naruto di bajumu...” godanya saat ia melihat ada gambar naruta di saku jaket Adachi.



“Bukankah suasana mereka terlihat baik?kau tak keberatan?” kata Nakajima pada Hatori setelah melihat Rita berbicara dengan Adachi padahal biasanya Rita orangnya susah bergaul.

Hatori menoleh ke tempat Rita.
“Bukan masalah, 'kan?” ucapnya meniru suara sesorang.

“Kau meniru siapa?” kata nakajima

“bisa dipahami, gadis itu berperan sebagai karakter pendukung, 'kan? Seperti yang si kacamata Rokkaku Seiji katakan, heroin tidak pernah kalah! Pada akhirnya, yang akan menang adalah...AKU!” ucap Hatori percaya diri.



Tapi beberapa hari kemudian betapa terkejutnya Hatori saat tiba-tiba Rita memberitahunya
 “ jadi aku putuskan untuk berpacaran dengan Adachi-san” ucap Rita.
Hatori terkejut “Ke-kenapa?”

“Dia menyatakan perasaannya padaku. Dan dia sepertinya orang yang baik.” Jawab Rita

“Rokkaku Seiji sialan.” Gerutu Hatori pelan.

“Ayo pulang.” Pamit Rita
“Hei, aku tahu! Yang itu, 'kan? Seorang gadis biasa menempel padamu, jadi kau tak bisa menolaknya. Ya, aku ingat! Jika ada gadis yang putus asa kau selalu ingin mendukung mereka! Sungguh orang baik!” ucap hatori mencoba menganalisa keputusan Rita yang tiba-tiba berpacaran dengan Adachi.



“Aku sama sekali tak mengerti apa maksud perkataanmu.” Sahut Rita bingung dengan ucapan Hatori. Ia lalu pergi.
“Hei, tunggu! Rita!! Hei, Rita, ayolah...” Hatori mengejar Rita sampai di loker Rita.

Rita membuka lokernya dan betapa terkejutnya ia saat sampah tiba-tiba berjatuhan dari lokernya.
“Apa ini?”
“Wah?”

2 orang cowok yang pernah mengganggu adachi muncul didepan mereka.
“Apa yang terjadi? Lokermu penuh sampah.BOHUHUHUHUHU!”



Rita dan Hatori langsung tau klo mereka berdualah yang pasti sudah menaruh sampah itu diloker Rita
“Dasar sampah!” teriak Hatori pada cowok itu. Kedua cowok itu melotot pada Hatori dan gadis itu langsung ketakutan. “Maaf.”

“Jangan pedulikan mereka.” Kata Rita pada Hatori.

“Apa kau takut?” Tanya salah satu cowok.
Rita diam dan menatap santai pada mereka.
Melihat keberanian Rita melihat mereka, salah satu cowok itu mendekati Rita “Apa kau tidak takut?”
Hatori sangat ketakutan melihat Rita diintimidasi 2 cowok itu tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.

Tiba-tiba ada sebuah tendangan yang berhasil membuat kedua cowok itu terjatuh. Ternyata adachi yang telah menendang kedua cowok itu dengan beraninya.

“Aww! Aww!!! Hei, jelek---“ teriak 2 cowok itu.

Adachi menatap keduanya dengan marah “Jika ingin memukulku, Silahkan saja. Tapi, jika kalian menyerang Terasaka-kun, kalian tak akan ku ampuni.” Seru Adachi.
Hatori dan Rita terperangah melihat keberanian Adachi yang biasanya pendiam itu.



Lalu ada murid lain berteriak memberitahu klo ada pertengkaran di loker. Dan Bapak penjaga kantin sekolah langsung datang untuk melihat. Kedua cowok itu langsung melarikan diri.



“Itu tadi membantu sekali, 'kan? Aku takut sekali.” Ucap Hatori melihat kedua cowok yang dikejar bapak penjaga kantin. Saat tidak mendengar suara dari Rita, hatori menoleh pada cowok itu.
Ia melihat Rita sedang memperhatikan adachi yang gemetar.
Adachi terduduk lemas saat keberaniannya yang tadi ditunjukkannya lenyap.
“Aku sangat takut” ucap Adachi

“Bodoh.Apa yang kau lakukan?” ucap Rita.
.

“Tubuhku... bergerak sendiri.” Ucap Adachi

“Jangan ceroboh.Itu akan menyusahkan.” Kata Rita khawatir pada Adachi.

Adachi menengadah melihat Rita yang mengkhawatirkannya itu.
“ Ya, aku tahu.” Ucap Adachi tersenyum.
Rita juga ikut tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk membantu Adachi berdiri.



Dari Jauh Hatori melihatnya dengan tatapan mata berkaca-kaca.
“eh.. apa ini… Adachi-san adalah karakter pembantu tapi tadi dia menonjol. Tapi, Adachi-san saat ini terlihat seperti... heroin yang lebih baik.” Suara hati hatori

Rita melihat ke Hatori yang mematung memperhatikannya “Maaf... Hari ini, aku akan pulang bersama Adachi-san.”
Tanpa menunggu jawaban dari hatori keduanya lalu pergi keluar ruangan loker sekolah.



Hatori berlari dibelakang mereka.
“Adachi-san adalah heroinnya Rita? Lalu... aku yang selalu menunggu dan
tak pernah melakukan apapun. Siapa aku? Aku heroin yang gagal. HEROINE SHIKKAKU/ Heroin yang Gagal”



Hatori pergi ke kantin sekolah bersama dengan Nakajima.
“Master. Tambah lagi.” Minta Hatori mengulurkan gelas alkoholnya yang sudah hampir habis pada Bapak kantin. Khayalan Hatori sedang berada di cafĂ© dan minum alcohol padahal tidak.

“Salahmu sendiri” gerutu nakajima

Hatori menangis dramatis dipelukan sahabatnya itu “NA-KA-JI-MA!Aku minum alkohol karena tak tahan lagi dengan semua ini! Seminggu ini.... aku diabaikan!”



Hatori teringat kejadian seminggu sejak Rita jadian dengan Adachi, cowok itu mengabaikannya. Rita lebih sering melakukan aktifitas apapun bersama Adachi.

Hatori melihat Rita yang sedang diperpustakaan melepas kacamata yang selalu dipakai Adachi.
“Ternyata kau manis juga.” Puji Rita pada Adachi dan membuat mata Hatori terbelalak mendengar pujian Rita itu. “Seperti ini lebih baik.” Lanjut Rita.
Adachi tersipu malu dipuji Rita.



Hatori menirukan gaya malu-malu Adachi pada Nakajima.

“Tidak!Pencuri sialan itu! Dia akan membayarnya!!!” kata Hatori
“Sejak awal dia bukan milikmu.” Omel nakajima

Bapak kantin sekolah memberikan minuman pada hatori “Minum dan lupakanlah.”
Hatori meminumnya lalu merebahkan kepalanya di meja.
“Ini kejam sekali! Adachi itu, dasar menyebalkan!” seru Hatori sambil memukul-mukulkan tangannya di meja.



“Kau tahu? Dengar baik-baik.Adachi mengakui perasaanya dalam audisi resmi.Dia secara jujur menjadi heroin Terasaka.” Omel Nakajima.
“Lalu, bagaimana dengan aku?” bantah Hatori

Khayalan Hatori dan Nakajima, mereka ada disebuah panggung pertunjukkan dan Adachi terpilih sebagai pemain utamanya tapi Hatori protes pada nakajima yang jadi juri.

“Kau tidak pernah ikut audisi! Jangan salah paham soal alasan kenapa kau tidak jadi heroin! Untuk bocah yang tidak naik ke panggung...Kau lebih rendah dari karakter pendukung! Peranmu sebagai heroin Terasaka sudah berakhir. Karena itu kau juga...
harus menemukan hubungan baru dimana kau adalah heroinnya.”



Nakajima dan juri yang lain bersiap-siap pergi tapi tiba-tiba Hatori naik ke atas panggung.

“Berhenti dengan lelucon konyol.Kau sungguh bodoh, Nakajima-san.Jika dia menginginkan posisi heroin milikku, maka aku hanya harus mencurinya kembali! Jika Adachi-san mengambil alih peran heroin yang baik maka, aku akan berjuang menjadi heroin iblis!” Hatori tertawa menirukan tertawa orang jahat.



Khayalan hatori hilang dan ia kembali berada dikantin sekolah.  Hatori baru sadar klo ia tertawa licik sangat keras sehingga semua memperhatikannya. Hatori malu dan segera berlari tapi ia menabrak seseorang didepannya. Mukanya membentur tubuh seorang cowok dengan kerasnya.

“Apa wajahmu, tak apa-apa?” Tanya seorang cowok ganteng sambil membungkuk.
Hatori menoleh dan memperhatikan cowok itu. Hatori kaget melihat wajah cowok yang ada didepannya.
“Apa ini? Ada apa dengan pria super ganteng ini?” batin hatori. Ia tersadar kekagumannya itu dan segera berlari pergi.



Hatori pergi ke perpustakaan sekolah. Ia melihat ada Adachi disana. Hatori mendekati Adachi dan langsung duduk dikursi sebelah Adachi.
Cewek itu menoleh dan melihat hatori.

“Boleh aku duduk disini?” kata hatori sok cuek.
Adachi tersenyum dan menganggukkan kepalanya ramah.

“Untuk apa kau bersikap sok baik? Hanya karena kau jadi sedikit lebih manis?” batin hatori

“Kau berhenti memakai kacamata padahal (kacamata) terlihat sangat cocok untukmu.” bohong Hatori
“Benarkah?”

“Aku yakin sekali kau terlihat lebih cocok dengan kacamata.” Kata hatori meyakinkan Adachi.

“Tapi, begini tak masalah. Karena Terasaka-kun bilang aku terlihat jauh lebih baik seperti ini.” Jawab Adachi kalem.

Hatori jadi emosi mendengarnya.

Dimeja lain nakajima dan seorang guru menjadi MC untuk Hatori dan Adachi (khayalan saja)
“Jadi, sudah dimulai! Pertarungan cinta antara heroin sebelumnya dan heroin saat ini.
Pertandingan ini akan dilangsungkan tiga babak.Saat ini, laporan pertarungan dari dalam bersama  Nakajima-san akan kami hadirkan untuk anda. Mohon kerjasamanya. “



Pertarungan babak pertama:
Hatori mengambil album foto dirinya dan Rita dari mereka kecil.

Mc:
Nakajima : Sepertinya dia akan menyerang Adachi-san dengan foto dia dan Terasaka semasa kecil.
Guru : Begitu. Dia berusaha menunjukan keunggulan dengan hubungan yang mereka miliki sebelumnya.


“Jadi ingat masa lalu.” Ucap Hatori membuka album fotonya. Adachi menoleh dan ikut memperhatikan foto album itu.

Hatori melihat ke Adachi penuh bangga “Oh, ini? Aku berpikir untuk menunjukannya padamu. Karena kau tidak tahu apapun soal Terasaka, benarkan?”


Guru : Sungguh kejam. Dia memperlihatkan keunggulan sebagai teman kecil.
Nakajima : “Hasil dari rencananya mengunguli di momen ini.”


 “Foto ini cute banget ya?” Adachi tersenyum gemas melihat foto kecil Rita dan Hatori.


Guru : Seperti yang diharapkan dari heroin resmi! Tidak menunjukan kelemahan. Tidak ada keraguan!
Hatori kesal karena Adachi tidak menunjukkan sikap cemburu atau kesal tapi justru senang.
Babak pertama selesai.



Pertarungan Babak kedua:
Hatori mengambil baju olahraga Rita dari dalam tasnya.

MC
Guru : “Itu... Pakaian olahraga Rita?!”
Nakjima : Itu pakaian olahraga yang dia ambil secara paksa dari Rita. Jelas sekali itu tindakan heroin iblis.

Adachi memperhatikan baju seragam itu dan mengenalinya “Itu...”
Hatori tersenyum senang berpikir klo Adachi akan kesal.

Adachi tersenyum polos “jadi itu ada padamu. Kemarin saat aku datang untuk mencuci pakaian aku tak bisa menemukannya.”

Hah?! Hatori justru yang shock mendengar Adachi sudah pergi ke rumah Rita untuk mencucikan baju Rita??! Hatori kalah, ia merasa anak panah menghujam tubuhnya.

MC
Guru : Dan disini... Adachi menunjukan keunggulan seorang "Kayoizuma".
(Kayoizuma - Istri yang tinggal di tempat lain tapi secara rutin mengunjungi suaminya)

Adachi  “Terasaka-kun selalu kesepian di rumahnya...”


MC : Jebakan yang dia pasang, menjadi boomerang buat dirinya sendiri.
Babak kedua selesai



Pertarungan babak ketiga:

“Aku pun, juga bisa berubah. Ada juga momen, saat Rita melihat bra-ku.” Ucap Hatori

MC
Guru : Bra?!
Nakajima : Saat itu dia sekilas memperlihatkan padanya karena dia ingin rita melihatnya demi kepentingannya sendiri. Hanya itu.


Hatori berpura-pura malu “Saat itu, Rita sungguh...”
Hatori menoleh kesampingnya ternyata bangku Adachi kosong dan gadis itu dari pagar lantai atas itu sedang melambai ke seseorang yang ada dibawah. Hatori berjalan mendekati tempat Adachi untuk tau siapa orang yang sedang dilihat Adachi. Ternyata dilantai bawah ada Rita yang sedang menunggu dan tersenyum pada Adachi.
Hatroi merasa anak-anak panah menghujam ke tubuhnya.

Adachi berbalik “Maaf.Karena ada yang perlu ku periksa jadi Aku membuatnya menunggu.”


Hatori terkejut “Membuatnya menunggu? Rita yang bahkan tidak sabaran menunggu mie ramen gelas itu?!”
Hatori tak percaya Rita yang selama ini tidak sabaran soal menunggu mau menunggu Adachi.

Adachi mengangguk dan tersenyum “Ini waktunya kami pergi. Lain waktu, katakan padaku lebih banyak, ya?” ucapnya dengan sikap polos.

“Tu-tunggu!” ucap Hatori tapi ia melihat seakan ratusan anak panah sedang melesat padanya.



Hatori melihat Nakajima berjalan mendekatinya.
“Aku...”

Nakajima “Kau kalah, 'kan?”
Hatori terjatuh merasa gagal dalam 3 pertempurannya tadi.




Hatori pergi ke kamar mandi
 “Ada apa dengan si jelek mantan mata empat(kacamata) itu?” gumamnya.

Hatori tiba-tiba mendengar ada yang sedang berbicara.

“Dengan lensa kontak pun, gadis jelek tetap saja jelek.


Wah.Soal Adachi-san, ya? Batin Hatori berjalan mendekati 2 orang gadis yang sedang memakai make up didepan kaca washtafel

“Gadis itu seharusnya sadar dirinya tidak layak untuk Terasaka. Benarkan?”

Hatori berdiri disamping 2 gadis itu.
Salah seorang gadis lalu menoleh pada hatori yang ia tau pasti tadi mendengar percakapan mereka “Kau juga setuju, 'kan, Hatori?”

Hatori pura-pura terkejut “ Ah, tidak juga. Bukankah dia gadis yang baik?”

“Menurutku kau dan Terasaka jauh lebih baik sebagai pasangan.” Ucap seorang gadis satunya.

Hatori tersenyum senyum senang dibilang begitu “Kenapa begitu?”

“Kalian berdua pasangan yang sangat cocok. Seperti.. kalian memiliki ikatan yang sangat dalam.”

Hatori senang tapi berpura-pura membantahnya “Tidak, mana mungkin. Kami hanya teman sejak kecil.”

“Gadis berwajah aneh itu tidak cocok sebagai pacar Rita, 'kan?”
“Dia belum menyadarinya.”
Kedua gadis itu terus berbicara menjelekkan adachi.

“Yah, benar. Adachi-san memang begitu” ucap Hatori pada akhirnya. Hatori seakan setuju kedua gadis itu bilang klo Adachi tidak cocok sebagai pacar Rita.
  
“nah kan.. Kita sependapat Lain waktu kita bicara lagi, oke?” kata gadis itu

Lalu kedua gadis itu keluar kamar mandi.



Hatori melihat ke cermin didepannya dan ia terkejut saat melihat wajahnya di cermin kelihatan mengerikan sekali.

“hah Apa barusan? Seperti aura kejam. Wajahku? Tidak mungkin!” kata Hatori memegang wajahnya.

Hatori tambah terkejut saat melihat bayangan Adachi ada dibelakangnya. Hatori berbalik dan melihat Adachi disana.

“Sejak kapan dia disana?” Tanya hatori panik
Sejak kapan dia mendengar pembicaraan kami? Batin hatori

Adachi berjalan ke washtafel. Hatori wajahnya masih memucat karena ia tau Adachi mendengar semuanya.

“Maafkan aku. Aku tidak berniat menguping pembicaraan kalian. Tapi aku kehilangan kesempatan melarikan diri.”


“Tidak. Kau tidak perlu minta maaf, 'kan?” ucap Hatori lemas.
“Benar.” Jawab Adachi dan meninggalkan Rita.


Berakhir sudah. Rita akan tahu semuanyaa. Batin hatori

Adachi kembali masuk ke toilet.
“Umm... Soal yang barusan terjadi. Jangan kau pikirkan, oke? Karena, kau suka Terasaka-kun, 'kan?”

Hatori terkejut Adachi tau perasaannya pada Rita. Tubuhnya jadi membeku dan retak, pecah berserakan (khayalan lebay Hatori)

Wanita sialan itu bicara apa. Batin hatori.



“Kalian selalu bersama sedari kecil, 'kan? Karena itu, jangan merasa terganggu karena aku. Bersikaplah padaku seperti biasanya, ya?” kata Adachi ramah(?)


“Seperti aku yang biasanya?” gumam Hatori pelan. Sejak kapan ia akrab dengan Adachi. Tau adachi saja sejak Rita berpacaran dengan gadis itu.

“Dan seandainya, Terasaka-kun, berpaling padamu, aku tak akan menyimpan perasaan benci padamu.” Kata Adachi kalem (?) lalu pergi.



Apa itu? Perasaan kasihan heroin resmi? Seperti manusia yang terpilih? Berhenti bersikap sok tinggi!. Batin hatori sangat kesal. Ia tak butuh belas kasihan dari Adachi karena Rita memilih Adachi daripada dirinya.

Hatori tidak bisa menerima itu. Hatori berlari mengejar Adachi “Tidak, tunggu!”
Hatori menghentikan langkahnya saat ia melihat Adachi sedang berjalan bersama Rita dengan bergandengan tangan. Mata Hatori terus memperhatikan tangan Rita yang menggenggam tangan Adachi dengan erat. Hatori menjadi sedih.

Mereka berdua berbalik dan menatapnya
“Mau pulang bersama kami?” Tanya Rita lembut.

Hatori tertunduk matanya terlihat sedih. “Tidak mau.” Jawabnya

Rita melihat wajah Hatori yang berubah “Kau baik-baik saja kan?”

“Aku baik…Tentu saja aku baik” jawab Hatori sedikit terisak mencoba menutupi sakit hatinya dia. Hatori lalu berlari pergi meninggalkan kedua orang itu. Hatori ingin menangis tapi ditahannya.

Mana mungkin! Selalu aku yang berada disampingnya dan dia disampingku! Dan tiba-tiba... dia pergi ke tempat yang tidak bisa kugapai!



Tiba-tiba sebuah tangan yang kuat menarik tangannya “Hei!”


Rita?!  Hatori berharap itu Rita yang menahannya. Hatori membalikkan badannya untuk melihat siapa yang telah memegang tangannya tapi ternyata orang lain.


“Kau menjatuhkan HPmu” kata cowok itu
“kamu Siapa?!” Tanya Hatori kesal karena cowok itu bukan Rita
“Akiyama. Yang berada di..”
“aku tidak kenal Kenapa?”

Cowok itu mencoba menjelaskan dirinya pada Hatori tapi hatori benar-benar sedang kesal karena ia tadi berharap Rita mengejarnya.



Hatori tiduran di kursi taman dekat sekolahnya.  Beberapa orang yang lewat memperhatikan ulahnya itu.

“Jika saja waktu itu, bertindak seperti Adachi-san. Mungkinkah ada yang berubah? Padahal aku tidak punya orang lain selain Rita.” Gumam Hatori belakang sambil tiduran dikursi.

“Begitu?” suara cowok

“Tentu saja. Untuk terikat dalam pada pria keren seperti dia...” Hatori baru menyadari ada suara cowok yang menjawabnya. Hatori langsung menoleh dan melihat siapa cowok itu.

Dia muncul lagi! Cowok super tampan! Batin hatori melihat cowok yang berdiri didepannya itu sedang tersenyum manis dan ada lesung pipinya.
Hatori langsung mengambil posisi duduk dikursinya.



“Jadi, kau sangat suka dia? Terasaka-kun.” Tanya cowok itu.


“ Umm... Siapa kau?” Tanya Hatori tidak kenal cowok itu.

“Hiromitsu Kousuke.” Jawab cowok itu agak kecewa hatori tidak mengenali dirinya ia lalu duduk disebelah Hatori “Padahal kita satu kelas. Kejam sekali. Padahal hari itu aku sudah menyelamatkanmu.”

Hatori mencoba mengingat-ingat. Flash back saat pertengkaran di Loker sekolah. Ternyata cowok itu yang berteriak ada perkelahian di loker sehingga bapak penjaga kantin datang untuk menolong.



“Apa aura keberadaanku sungguh tipis?” gerutu pelan Kousuke..

“Itu... Sebenarnya, bukan berarti kau hanya tambahan, tapi... hanya seperti, satu kisah kecil, pada sebuah kisah seperti... Tak terlihat atau semacamnya.” hatori mencoba menjelaskan keberadaan Kousuke dalam kisahnya.


“Kau sepertinya ingin sekali mengatakan itu ya?” sahut cowok itu
“ yah karena Hanya Rita satu-satunya selama 10 tahun ini.” Kata Hatori menjelaskan.


“oh Begitu. Sayang sekali.” Gerutu pelan kousuke dan bersandar dikursi dengan kecewa.



Kousuke lalu menatap hatori lagi  “Kalau begitu sekarang... ...pacaranlah denganku. Jika aku mengatakan itu, aku tak memiliki harapan, 'kan?”

Hatori terlonjak kaget sampai berdiri mendengar pernyataan Kousuke. Cowok itu tertawa melihat reaksi Hatori.


“Reaksi yang luar biasa.” Tawa kousuke


“Sekarang ini, apa tanpa diduga aku sedang ditembak pria tampan ini?!” batin hatori
  
“Pria itu sudah punya pacar.Sayang sekali jika kau masih mengharapkan dia. Akan ku buat kau melupakannya.” Ucap Kousuke menatap wajah Hatori

Hatori agak terlena tapi kemudian tersadar “Tidak perlu! Cintaku berbeda! Ini cinta serius yang mempertaruhkan hidupku, mengerti?” sahut Hatori membanggakan perasaan cintanya pada Rita.


“Apa yang paling kau suka dari Terasaka-kun?” Tanya kousuke penasaran.
 “Cinta serius tak butuh alasan” jawab Hatori judes sambil beranjak pergi.

(maaf khilaf banyak foto adegan ini karena liat muka sakaguchi dari samping kok ganteng banget.. duhhh... suki suki suki...)



Tapi Tangga Kousuke menarik tangan Hatori. Kousuke berdiri didepan Hatori yang terbengong menatapnya.

“Begitu? Rasa sukamu pada Terasaka- kun... yang sudah berlangsung selama 10 tahun,  itu cinta bertepuk sebelah tangan, 'kan?” sindir Kousuke


“Tidak!…” bantah Hatori mau menjelaskan.

Namun tiba-tiba Kousuke menciumnya lembut dan hatori hanya terbengong saja saking terkejutnya.
Kousuke melepaskan ciumannya dan ia tersenyum melihat wajah shock Hatori. Kousuke lalu pergi sambil tersenyum-senyum menang.

“Aku dicium.” Gumam hatori shock dan pingsan.

(maaf spam foto banyak lagi karena adegan dibawah ini seru-serunya... hahaha.. sayang klo dibuang)



Kousuke berjalan meninggalkan hatori yang shock itu “Aku tak terlalu peduli soal cinta dan semacamnya. Setidaknya kita bisa jujur soal perasaan sendiri, 'kan? Terlalu terikat dalam sebuah hubungan hanyalah...”

“Hiromitsu-kun!” teriak gadis-gadis pada Kousuke.

Kousuke menoleh dan melihat sekelompok cewek-cewek sedang melambaikan tangan padanya.
Kousuke memang populer bagi cewek-cewek karena selain ganteng, kousuke juga sangat ramah, orang yang easy going.


“Ayo main!” teriak cewek-cewek itu. Kousuke tersenyum dan berjalan mendekati gadis-gadis itu.



Bersambung Part 2


2 komentar: