Sabtu, 25 Juli 2015

Suikyuu Yankee - Ep. 10 TAMAT


Pertandingan polo air tingkat SMA sudah dimulai dan sebentar lagi ada pertandingan klub polo air SMA Suiran melawan STM Kazu.
Seorang guru STM Kasu sedikit gelisah memikirkan klo tim mereka kekurangan orang. Wakil kepala sekolah berkata dengan yakinnya klo jumlah tidak akan jadi masalah yang penting mereka penonton memberi semangat pada Tim mereka.



Kurosawa san ditempat kerjanya mendengarkan dari radio klo pertandingan polo air STM Kasu dan SMA Suiran sebentar lagi akan berlangsung. Ia ingat Naoya yang memintanya datang ke pertandingan itu karena Naoya berjanji akan menjaga nama STM Kasu.



Di ruang ganti tim Kasu
Ryuji melihat Naoya terus memegangi pundaknya. Ryuji jadi mengkhawatirkan kondisi naoya. Perlahan Ryuji duduk disebelah naoya dan berbisik.

“naoya.. apa kau yakin kau baik-baik saja? pria itu memukulmu dengan keras” Tanya Ryuji yang melihat kejadian saat Goda memukul bahu Naoya dengan kerasnya.

“jangan khawatir, aku baik-baik saja” sahut Noaya dengan tersenyum penuh percaya diri agar Ryuji tidak ragu padanya.



Chikaru sensei masuk ke ruangan itu dan meminta semuanya bersiap-siap.
“minna.. banyak hal yang terjadi sampai hari ini tapi kalian bisa mengatasinya semua itu. kalian pasti menang!”
Semua berteriak penuh semangat juang mendengaar ucapan guru meraka itu.
“ayo kita menangkan pertandingan ini dan kita hentikan penutupan STM Kasu!” seru Noaya




Tim STM Kasu dan SMA Suiran memasuki arena pertandingan. Penonton memberi semangat pada tim andalannya.

Ditempat duduknya Nagisa sangat gelisah memperhatikan sahabat-sahabatnya memasuki kolam dan langsung menempati posisinya masing-masing.





Peluit awal pertandingan pun dimulai.
Pertandingan Pertama.

Naoya memberikan bolanya pada Ryuji yang langsung ditangkap dengan tepat. Didepan Ryuji, Torao sudah menghadangnya.

“ayo kita berdua berduel Ryuji” tantang Torao seperti saat mereka SMP dulu. 

Torao segera mendekati Ryuji untuk merebut bola itu tapi Ryuji dengan sigap melemparkan bolanya pada Tomoki.

Tomoki lalu melemparkannya pada Chiaki tapi bola jatuh agak jauh dari Chiaki sehingga chiaki harus cepat berenang mengambilnya sebelum di ambil tim Suiran. 

Noaya meminta Chiaki segera mengambil bola itu.  Chiaki berhasil mengambil bola lebih dulu. Posisi chiaki dekat dengan gawang Goda/Tim Suiran.  

Goda bersiap-siap kedatangan bola chiaki. Tapi ternyata chiaki tidak langsung melemparnya ke gawang Goda, Chiaki justru melempar Ke Naoya yang sudah mendekati gawang goda. Naoya dengan cepat melemparkan bolanya ke gawang Goda yang tidak menyangka bola datang dari naoya dan Gollll… untuk tim STM Kasu. Semua penonton tim Kasu langsung berteriak kegirangan.




Sayangnya Gol itu bisa disusul gol dari torao dengan cepatnya.
Tim STM Kasu tidak patah semangat, mereka terus maju menyerang lawangnya. Seperti yang terjadi sebelumnya, anggota Tim suiran melakukan tindakan yang tidak sportif. 

Saat tomoki memegang bola untuk menyerang, tiba-tiba salah satu dari mereka menarik celana renang tomoki yang membuat tomoki sedikit panic namun ia berhasil melemparkannya pada Kohei. 

Anggota tim suiran yang didekat kohei juga berusaha membuat kohei tenggelam tapi dengan kuatnya kohei berhasil menyingkirkan lawannya dan melemparkan bolanya pada naoya.

Noaya berhasil mengambilnya tapi 2 orang dari Tim suiran menghalanginya. Bahu Naoya terasa sakit namun ia berusaha melemparkannya pada Chiaki.

Chiaki juga dihalangi oleh tim suiran tapi ia ingat dengan semua perlakuan tim suiran pada teman-temannya membuat motivasinya mengalahkan Tim suiran jadi bangkit. Chiakipun melemparkan bolanya ke gawang goda dan GOLLL….




Naoya merasakan bahunya bertambah sakit. Goda melihat kesakitan Naoya itu dan ia tersenyum jahat. Ryuji yang juga melihat ke Naoya jadi bertabah Khawatir.
Pertandingan pertama selesai dengan skors 2-1 untuk Tim Kasu.



Trio baka tertawa senang bisa memenangkan periode pertama itu. mereka bahagia karena mereka bisa melihat wajah kalah tim Suiran yang selama ini sudah merendahkan mereka.
Ryuji duduk disebelah naoya yang diam-diam terus memegangi bahunya.
“naoya, bahumu…”
“sudah kubilangkan, aku baik-baik saja!” sahut Naoya “ini tak apa-apa” kata Naoya sambil menepuk bahu Ryuji.





Di TIM suiran, pelatih meminta anak buahnya untuk fokus pada Ryuji daripada naoya. Pelatih Suiran melihat tadi selama pertandingan Naoya terlihat kesakitan jadi ia yakin naoya tidak bisa berkontribusi banyak dalam Tim untuk itu ia meminta anak buahnya fokus pada Ryuji.



Periode ke 2
Permintaan pelatih Tim Suiran benar dilaksanakan oleh Timnya. Ada 2 orang yang terus mengawal gerakan Ryuji sehingga Ryuji kesulitan bergerak. Sementara naoya sebagai striker didepan tanpa ada yang mengawal.

Ryuji yang memegang bola bingung mau memberikan bolanya pada siapa. Naoya meminta ryuji melemparkan bola itu kepadanya karena posisinya tepat didepan gawang. Ryujipun melemparkan bolanya pada Naoya.

Naoya menangkap bola itu dan mau melemparkannya ke  gawang Goda tapi saat tangannya terangkat, ia merasakan sakit yang luar biasa sehingga bolanya hanya terlempar didepan gawang.
Semua kaget mendengar teriakan kesakitan naoya. Mereka jadi khawatir.




Dengan senyum licik goda tertawaa “apa yang terjadi? Apa bahumu sakit?” ejeknya.
Torao melihat ekpresi jahat di wajah teman 1 timnya itu dengan tidak suka.
Pertandingan kedua dimenangkan oleh tim Suiran 9-1 skors yang sangat telak.

Nagisa sangat gelisah melihat pertandingan itu. Riko yang ada disamping nagisa melihat kegelisahannya itu.



Saat istirahat itu torao mendekati Goda.
“apa kau yang membuatnya cedera seperti itu?” Tanya torao marah.
Pelatih yang mendengarnya segera menghentikan kemarahan torao.
“apa yang kau lakukan? Kita sedang di tengah pertandingan.” Kata pelatih.
“noaya sedang cedera. Tidak benar jika mengunakan kelemahan mereka sbagai suatu strategi.” Sahut Torao pada pelatihnya.

“sepertinya kau tidak paham sama sekali, baiklah aku katakan padamu. Jika tim ini bertanding dengan jujur melawan mereka, maka kalian tidak akan menang. Kita harus mengunakan apapun untuk menang. Konsentrasilah pada pertandingan” kata pelatihan suiran. (ckckck… tidak sportif banget ya)





Pelatih Suiran lalu mendekati Naoya yang sedang kesakitan. Bahunya terlihat ada lebam biru.
“kau sebaiknya mengundurkan diri.” Ucap pelatih SMA Suiran itu pada Naoya. Semua terkejut mendengar omongan pelatih Tim lawan mereka itu

“hah? Apa yang kau katakan itu?” sahut naoya.
“kau punya bakal di polo air. Jangan buang masa depanmu hanya untuk pertandingan ini.”
Naoya bangkit berdiri menatap pelatih Suiran dengan marah

“Jika kami tidak memenangkan pertandingan ini, STM kasu tidak punya masa depan!” teriak naoya.




Naoya kesakitan lagi sampai ia terduduk. Semua memperhatikan Naoya dengan cemas.
“naoya kau istirahat di pertandingan selanjutnya dan kau perlu ke klinik untuk merawat bahumu.” Ucap Ryuji tiba-tiba.

“istirahat? Apa yang akan kita lakukan tanpa naoya”  Tanya kohei dan lain dengan bingung.
“kita ber enam yang akan bertanding?” sahut Ryuji.
“heihh?” seru tim kasu lainnya tidak percaya diri.

“apa kau pikir kau bisa melawan Suiran dengan hanya 6 orang?” ejek pelatih suiran. “sudahlah… menyerah saja”

“kita tak akan menang jika kkita menyerah” sahut Ryuji menatap pelatih Tim suiran dengan percaya diri,

“iyakan? “ tanyanya pada Noaya yang mengangguk setuju. Ryuji menepuk bahu Chiaki dan menatap teman-temannya dengan penuh keberanian.





“chiharu sensei. Ini tak masalah kan?” Tanya Ryuji pada pelatihnya.
Chiharu memperhatikan semua muridnya dengan cemas namun akhirnya ia mengangguk setuju. Pelatihan suiran kaget melihat chiharu menyetujui usul Ryuji itu.

“Aoyama-sensei, ini adalah tugas penasehat untuk menghentikan mereka.”

“memang sebagai penasehat aku harus menghentikan mereka. Tapi sebagai bagian dari mereka aku setuju dengan keputusan mereka. Aku percaya dengan kemampuan mereka.” Jawab chiharu penuh tekad.

Tim Kasu senang mendengar jawaban Chiharu yang tetap yakin dengan timnya. Mereka berteriak, teriakan siap dengan pertandingan selanjutnya.




Naoya lalu berjalan meninggalkan arena pertandingan. Nagisa sangat khawatir memperhatikan naoya.

Riko yang disamping Nagisa berusaha menahan perasaannya sendiri pada naoya.
“ ini membuatku frustasi tapi yang naoya butuhkan berada disampingnya bukannya aku… tapi Nagisa senpai“ gumam Riko pelan. Nagisa terkejut mendengarnya “cepatlah kau pergi padanya.”
“riko…” gumam Nagisa.

Riko menarik tangan nagisa untuk berdiri. “cepatlah..”
Nagisa melihat wajah Riko yang ikhlas, nagisa segera berlari menuju naoya.





Guru-guru tim Kasu berteriak memberi semangat pada Tim Kasu diikuti oleh penonton lain. Termasuk ibu penjual roti yang dulu pernah menuduh Naoya mencuri dan penduduk local yang dulu membenci  mereka, berteriak memberi semangan Tim Kasu.
“TIM KASU! TIM KASU! TIM KASU!”

Teriakan supporter TIM Kasu begitu membahana membuat Ryuji dan kawan-kawan terharu dan termotivasi.

“Lihat semua orang menyemangati kita!” ucap kohei terharu.
“bahkan penduduk yang dulu membenci kita juga.. ini perasaan yang luar biasa” ucap shinsuke
“tanpa Naoya kita tidak ada disini” kata koki

“naoya memberikan tempat/posisi ini untuk kita” tomoki menimpali
Mereka teringat kejadian saat naoya berusaha membuat mereka ikut Tiim polo airnya.
Chiaki mengangkat tangannya dengan tanda V for Victory kemenangan. “ ini saatnya kita membalasnya” ucap chiaki.

“ayo kita lakukan… kita ber-enam… demi Naoya” seru ryuji pada teman-temannya.
“Yoshaaaa…” mereka lalu masuk ke kolam renang untuk melanjutkan babak selanjutnya.





Di ruang kesehatan, seorang dokter selesai memeriksa bahu naoya. Ia minta naoya untuk beristirahat dulu. Naoya bisa mendengar sorakan supporter dari ruangan itu.
Nagisa berlari lari memasuki ruang kesehatan dan ia mendekati Noaya.
“naoya apa kau baik-baik saja?” tanyanya kuatir.        
                           
Suara teriakan supporter terdengar sangat gemuruh dan membuat naoya penasaran dengan kondisi teman-temannya.

“aku… aku percaya pada mereka. Aku tau mereka bisa melakukannnya.. kita pasti menang!” seru naoya penuh tekad “meski bahu ini akan patah, kami akan berjuang!”

Nagisa memperhatikan naoya yang masih penuh perjuangan itu meski ia sakit. Nagisa lalu mengambil spidol permanent yang ada diatas meja. Ia lalu duduk disamping naoya, meraih tangan naoya dipangkuannya dan menullis ditelapak tangan naoya.. TOP…

Nagisa lalu menutup telapak tangan naoya dan berdoa. “aku berdoa agar tangan ini bisa bertahan sampai akhir pertandingan.” Isak nagisa sambil berdoa.

Nagisa lalu menoleh pada noaya yang sedari tadi heran dengan apa yang diperbuat nagisa.
“aku akan memperhatikanmu.. naoya akan menjadi lebih kuat..” ucap nagisa. Noaya mengangguk terharu.





Setelah bahunya tidak begitu sakit, naoya segera pergi ke lokasi pertandingan yang sudah berhenti. Ia lalu mendekati temannya.

“bagaimana pertandingannya?” tanyanya. Semua lalu menoleh ke papan skor pertandingan. Naoya ikut menoleh melihat hasilnya. Ia melihat skor terakhir Tim Kasu menang 1-3 melawan suiran. Meski mereka Cuma ber-enam ternyata mereka mampu mengalahkan lawannya.

“kaliannn…” naoya senang teman-temannya bisa mengurangi ketinggalan skor pertandingan. Semua tersenyum pada noaya.
“ace, apa bahumu sudah baikan?” Tanya tomoki
“tentu saja!” teriak naoya percaya diri.





Tim Suiran yang kalah dibabak ke tiga tapi unggul di skor, mulai gelisah karena Tim kasu meski tidak llengkap tapi bisa menang dan bertahan seperti itu.

“tim kasu meski ber-enam mereka bisa seperti itu..” ucap salah satu orang yang mulai panik
“kita akan baik-baik saja… kita hanya perlu mempertahankan skor ini saja” kata goda pada temannya.

“kau… apa kau punya rasa peduli sesame pemain lainnya?” sahut torao mendengar ucapan goda yang masih menggampangkan Tim Kasu.

Torao lalu mendekati pelatihnya.
“pelatih… aku mohon untuk terakhir kalinya …” torao membungkuk hormat pada gurunya “ijinkan kami bertanding dengan jujur”

“jika kau kalah maka semuanya akan hilang… semua yang sudah kau dapatkan sampai sekarang.” Sahut pelatihnya.

“semua itu tak berarti!” teriak torao kesal. “ada hal yang jauh lebih penting dari itu. tolong jangan salah mengerti… kita akan menang dengan polo air yang kau ajarkan pada kami. Kita pasti bisa mengalahkan STM Kasu.”

Torao memperhatikan pelatihnya yang hanya diam dalam keraguan.
“pelatih!” teriak torao meminta keputusan.
Member yang lain bangkit berdiri mendukung Torao kecuali Goda “pelatih…”
“lakukan yang kalian mau. Kitajima-kun (torao) aku percaya padamu” jawab pelatihnya.
Mereka lalu berkumpul bersama. torao melirik Goda yang masih duduk dikursinya “goda…”
Godapun lalu bergabung.
“dengar… dengan kekuatan semua.. kita akan berjuang!”
“yaaaaaaaaa”






TIM Kasu

“tersenyum atau menangis, ini adalah kesempatan terakhir kita.” Ucap chiharu sensei
“5 selisih.. ini tak mudah untuk membalikkan keadaan.” Ucap naoya.
“INABA NAOYA!” teriakan seseorang membuat Naoya terkejut. Ia mengenali suara itu. naoyapun menoleh.

“kurosawa san!”
Kurosawa mendekati naoya dan timnya.

“jangan menyerah melampaui mereka. Jika kau tidak menyerah maka ini tak akan berakhir. Kemungkinan itu tak ada batasnya” seru Kurosawa-san.. kalimat yang pernah didengar naoya saat ia kecil ditolong kurosawa.

“ya..!” sahut lantang Naoya.
Naoya lalu berkumpul dengan temannya “ayo kita tujukan spirit STM Kasu pada mereka!”
“yaaaaaaaa!”





Mereka lalu masuk kedalam kolam pertandingan.
Ryuji menoleh kearah bangku penonton, ke tempat nagisa duduk. Ia melihat mata nagisa tidak melihatnya tapi terus memperhatikan naoya.

“naoya… apa kau ingat? kau pernah mengatakan ini padaku.. kau akan melebihi Torao” kata Ryuji
“ya aku ingat!” jawab Naoya

“ayo kita menangkan ini naoya.. seseorang menunggu kemenangan kita” kata Ryuji tersenyum dan melirik bangku tempat nagisa duduk. Naoya ikut menoleh memperhatikan nagisa. Ia teringat tulisan tangan nagisa di telapaknya. Ia lalu mengajungkan jempolnya pada nagisa. Nagisa tersenyum membalasnya.
“ayo kita mulai” ucap naoya pada Ryuji.
“ayo”





Pertandinganpun dimulai.
Naoya, chiaki ryuji dan semua berhasil memasukkan bola ke gawang SMA Suiran dengan cepat. nilai Skor sekarang sudah seimbang 13-13.

Beberapa detik lagi pertandingan akan berakhir. Torao berhasil mengambil bola. Pelatihan suiran sudah yakiin torao pasti bisa mengambil kesemppatan terakhir ini. semua menunggu dengan cemas.

Tepat saat itu tangan naoya terangkat menghalangi bola itu masuk  ke gawang Tim Kasu. Ia lalu melirik ryuji dengan kode. Ryuji meyakinkan naoya untuk melakukan niatnya. Naoya melirik ke teman lainnya. Mereka mengangguk penuh keyakinan. 

Ia melemparkannya pada Tomoki, Tomoki ke  shinsuke. shinsuke dilempar ke koki, koki ke chiaki, Chiaki ke Ryuji. Semua mengira ryuji yang akan melemparkan bola ke gawang karena waktu tinggal 3 detik saja. namun mereka terkejut saat Ryuji melemparkannya pada Naoya yang sudah menunggu didepan gawang Goda.

Naoya dengan sekuat-kuatnya melemparkan bolanya ke gawang SMA Suiran dan GOLLL… tepat jam akhir pertandingan. Semua menunggu keputusan wasit apakah gol terakhir bisa dianggap masuk atau tidak.







Juri menunjuk ke posisi TIM Kasu yang berarti Gol itu dianggap masuk oleh Juri. Sorak kegirangan dari TIM Kasu langsung membahana di arena pertandingan. Naoya dkk, guru2, nagisa dan semua sangat senang dengan kemenangan itu.





Pertandingan telah usai. Tiap tim memberi hormat satu sama lainnya sebelum meninggalkan arena itu.
Torao mendekati ryuji yang berdiri disebelah naoya..

“aku kalah padamu Ryuji. Kau rival terbaikku. Ayo lain kali kita brtanding lagi” ucap torao tersenyum bersahabat.
“ya tentu” sahut ryuji.

Torao lalu melihat pada naoya “kau menang… pastikan kau akan jadi no.1 di jepang.”
Naoya tersenyum “tentu!”
  




Pelatih SMA Suiran mendekati chiharu sensei.
“ini pertama kalinya aku melihat para pemain enjoy dengan pertandingannya. Aku belajar sesuatu yang penting darimu. Selamat atas kemenanganmu” ucap pelatihan suiran sambil menyodorkan tangannya mengajak bersalaman dengan chiharu sensei.
“terima kasih” sahut chiharu tersenyum senang.



Torao berkumpul bersama teman-temannya yang sedih dengan kekalahan mereka. Torao menepuk bahu Goda yang tertunduk. “sepertinya kita kembali sejajar… kalian dan aku.. “
Pelatih SMA Suiran berdiri didepan muridnya.

“aku punya permintaan yang terakhir dari kalian. Aku ingiin kalian selalu mengingat kekalahan kita ini. aku yakin pengalaman ini akan membuatmu lebih kuat. Aku sangat bangga berjuang bersama kalian. Terima kasih.” Ucap pelatih itu dengan lembut.

Tim polo air bersama-sama membungkuk memberi penghormatan pada pelatihnya itu untuk yang terakhir kalinya.



Pak Kepala sekolah dan guru lain mendekati naoya dan kawan-kawannya
“selamat!” ucapnya “terima kasih! Kau sudah bekerja keras.”
“pak kepala sekolah apakah STM Kasu akan baik saja (tidak ditutup)?” Tanya Naoya “kita berhasil melindunginya kan?”

“kau sudah melindunginya dengan segala kemampuanmu!terima kasih” sahut Kepala sekolah. semua langsung lega mereka brhasil melindungi sekolah mereka.



Kurosawa-san berjalan mendekati naoya.
“terima kasih kau sudah mengembalikan STM Kasu kebanggaanku. Kau sudah jadi kuat naoya. ” ucap kurosawa-san sambil memakaikan seragam yankee punyanya dulu.
Naoya tersenyum penuh kebanggaan.




Selesai berganti pakaian naoya segera mencari nagisa.
“nagisa..” panggilnya saat ia melihat Nagisa sudah diluar gedung brjalan pulang.

Nagisa menoleh menunggu Naoya yang berlari ke arahnya. Naoya hanya menatap nagisa tidak bicara apa-apa. Nafas Naoya jadi memburu karena ia gugup. Ia memegangi dadanya yang berdebar. Naoya melihat tulisan semangat di jaket yankee yang dipakainya dan ia jadi kuat.




“iwasaki nagisa!” teriak naoya tiba.tiba.
“eihh?” nagisa terkejut

“ Aku… aku tak akan kalah pada siapapun dalam hal spirit juang, keberanian, dan kesatriaan! Tapi bukan itu saja.. ada 1 hal lain yang tak bisa aku kalahkan. Perasaanku padamu tidak akan kalah pada siapapun. Aku mencintaimu! Tetaplah disisiku selamanya!” seru Naoya

Nagisa perlahan mendekati naoya dan tersenyum malu-malu.
“aku juga mencintaimu… naoya.”





Mereka mendengar suara sorakan tertawa. Saat Naoya menoleh ia melihat teman-teman Tim Kasu mengintip mereka. Naoya langsung digoda teman-temannya. Mereka tertawa bersama-sama.
Noaya mengejar teman-teman yg sudah menggodanya itu. 

Ryuji hanya tersenyum memperhatikan teman-temannya. pandangan matanya bertemu dengan pandangan mata nagisa. Ryuji mengangguk seolah mengikhlaskan hubungan nagisa dan naoya. nagisapun tersenyum pada Ryuji

 




3 bulan setelah pertandingan itu, Torao menjadi pelatih polo air SMA Suiran dan bertekad mengalahkan Tim Kasu.

Di TIM STM Kasu sudah mulai membuka kesempatan jadi member polo air. Chiharu Sensei masih terus di Tim polo air Kasu.

Trio baka masih terus bersama-sama. Ryuji terpilih menjadi kandidat di tim Jepang sehingga ia berlatih sangat keras. Chiaki dan koki sudah punya pacar murid SMA Suiran. Kurosawa san juga berjuang dengan ujian di kampusnya meski harus tetap bekerja. Kurosawa ingin menjadi guru di STM Kasu.

Nagisa juga ingin masuk lagi ke Tim polo air setelah ia bertemu Naoya.





Sementara itu Naoya melihat ada seorang anak yang sedang di bully teman-temannya. Ia membentak anak-anak itu agar pergi.

Naoya lalu memberikan jaketnya pada anak itu dan menasehati anak itu agar tidak menyerah pada keadaan tanpa berjuang.
Ryuji dan tim polo air kasu lain datang dan mengajak naoya pergi. Mereka lalu pergi ke sekolah bersama-sama.





“musim panas ini kami, kami terus pegang apa yang sudah kami raih dengan tersenyum dan menangis dan terus berjalan menghadapi esok dengan semua orang. Jangan menyerah dan percaya pada keajaiban yang ada didepan kita” tulis nagisa kertasnya.
Nagisa mendengar suara naoya yang masuk rumah. Ia segera berlari menyambut kedatangan naoya.




TAMAT 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar