Rabu, 23 Juli 2014

Kanojo wa Uso o Aishisugiteru (The Liar & His Lover) - Part 3


Saat datang ke Music Stage dari label rekamannya Riko terkejut saat ia mengenali nada reff yang dimainkan Crude Play. Riko Yakin itu adalah lagu yang disenandungkan Aki saat mereka pertama bertemu waktu itu.

Belum hilang herannya atas lagu itu, Aki muncul didepannya dan mengaku segalanya klo namanya buka Shinya tapi Aki dan dia Aki pencipta lagu Crude Play.

Riko sangat terkejut mendengar pengakuan Aki itu.  Aki lalu mengajak Riko pergi menaiki kapal kecil yang melewati jembatan yang biasa mereka datangi.   Riko memandangi kapal dengan terkagum, sepertinya ini pertama kalinya Ia menaiki kapal ini. Aki agak geli melihat Riko yang seperti orang hilang itu.


“aku juga berbohong soal neeto (pengangguran) itu dan tentang aku membenci wanita yang menyanyi. “ ucap Aki.

“mmm.. sebenarnya aku bernyanyi. “ aku Riko
“hm, aku tau...  mungkin sebenarnya aku menyadarinya saat mendengar suaramu dijembatan waktu itu” (Awal pertemuan mereka, waktu buah-buahan Riko jatuh dan dia berteriak)

“benarkah?”
“tapi.. aku terus berbohong dan berkata “jangan bernyanyi”… maaf..” ucap Aki.

Mereka lalu masuk ke sebuah lift dan masih terus berbicara.


“tapi aku rasa kau bukan seorang pembohong Ogisawara-san..  aku tau saat aku mendengarkan musikmu.  Saat aku pertama mendengar senandungmu,  nadanya seperti sebuah teriakan (kefrustasian) bagiku dan itu menyentuhku tepat disini.” Ucap Riko menyentuh dadanya (hatinya). “Dan itu membuatku berpikir untuk melindungimu. Karena kau lebih jujur dari orang lain.”
Aki menoleh memperhatikan Riko  yang berdiri disampingnya.



Lift berhenti dan Aki membuka pintu apartemennya. Riko mengikuti langkah Aki masuk ke apartemennya, namun ia berhenti didekat pintu dan memandang ruangan aprtemen Aki dengan ragu .

Aki menoleh dan melihat Riko yang mematung didepan pintunya “ada apa?” Tanya Aki berbalik dan mendekati Riko.
Gadis itu terlihat gugup dan terus menunduk.

“ohhh..” aku menyadari Riko salah paham mengartikan ajakannya pada Riko untuk pergi ke apartemen “aku hanya ingin kau lebih tau diriku yang sebenarnya.” Ucap Aki.


Riko mengerti dan memperhatikan ruangan itu. ia melihat ruang kerja Aki dan berkeliling memperhatikan semuanya. Aki hanya melihat dari jauh , membiarkan Riko menyelidiki dirinya.
Riko melihat catatan-catan yang tertempel dinding ruangan, kaset, kartu member crude play dan ia tersenyum “ternyata kau benar Aki itu.”
Aki tersenyum menunduk.


Riko melihat ada bass Aki didekatnya dan ia mendekatinya. Aki pun ikut masuk ke ruang kerjanya dan meraih bassnya itu.\
“mengapa bass?” Tanya Riko.

Aki tertawa “sebenarnya aku menyukai gitar..” Aki lalu menjelaskan pada Riko klo bass itu adalah bass yang dimilikinya saat ia berumur 12 tahun. Ayah Aki memberikannya saat ia ulang tahun. Ayahnya mengira klo ia memberikan gitar yang mahal untuk anaknya. Aki kecil yang bahagia segera ingin menunjukkan pada Shun klo ia juga punya gitar seperti yang dimiliki Shun, bahkan lebih mahal.

Saat dibuka didepan Shun betapa terkejutnya keduanya saat melihat itu bukan gitar tapi bass. Shun tertawa geli atas salah beli ayah Aki itu. lalu shun berkata klo sekarang mereka bisa membuat band music. Lalu band mereka ditambah dengan kedatangan Kaoru dan Teppei menjadi 4 orang. Itu adalah saat yang menyenangkan bagi Aki.


“aku ingin mendengar permainan bassmu” kata Riko.
“Bass hanya dipakai di band saja” sahut Aki dan menaruh bassnya.
Riko memanyunkan bibirnya, kecewa Aki tak mengijinkan ia mendengarkan permainan bass Aki.

Riko melihat debut album Crude Play dimeja Aki dan ia mengambilnya. “aku suka lagu ini! pada syair lagu “roti dikantin sekolah terasa tidak enak”” seru Riko tertawa.  Aki juga ikut tertawa.


Riko lalu bernyanyi lagu “sotsugyou” di album itu *lagu Sotsugyou bisa kalian dengar di list SCM music player di blog (dibagian atas blog).

Aki terkejut mendengarkan Riko bernyanyi. Riko langsung menghentikan nyanyiannya saat matanya bertemu dengan mata Aki. Riko menyangka Aki tidak suka mendengarnya bernyanyi.


Aki melihat wajah takut dan kecewa Riko itu. Aki menghela nafasnya dan mengambil gitarnya. Aki lalu memainkan gitarnya dengan nada lagu Sotsugyou.

Riko terkejut memperhatikan Aki yang tersenyum saat bermain gitar, seakan ingin mengiringinya bernyanyi.  Riko tersenyum dan bernyanyi diiringi gitar Aki.

Tak pernah berbeda, selalu dikelas yang sama.
Ada teman-teman yang sangat berharga yang tak akan pernah tergantikan.
Mengapa roti dikantin sekolah kita terasa tidak enak?”

Riko dan Aki tersenyum saat dikata-kata itu.

“semua hal ini tak lama lagi tak akan bisa ucapkan lagi.
Ayo pergi dan rubah diri kita.
Meski kita tak belum menemukan hal yang ingin kita lakukan.
Ayo tertawa keras-keras
Kita tak akan berakhir disini

Aki  terus memperhatikan Riko yang bernyanyi dengan merdunya.  
Kata hati Aki “sungguh.. Aku jatuh cinta padanya” tatap Aki pada Riko dengan tersenyum lepas. 


Mereka lalu bernyanyi beriringan dengan riang. (kyaaaaaaa…. saat mereka bernyanyi beriringan dan saling menatap seperti itu.. terasa romantis  banget.. ngiri..  takeru Sato main gitar entah kenapa bikin jantung berdebar..  kakkoiiiiii…. hahhaha)



Aki lalu mengantar Riko pulanng kerumahnya. Sepanjang jalan Aki tak melepaskan genggaman tangannya. Sampai didepan toko buah milik keluarganya, riko melepaskan tangannya.

“disini..” ucap Riko  menunjukkan rumah tokonya. 
Ohhh..”
“ja… (bye) ” pamit Riko
“ja…” sahut Aki. Riko melangkah menuju tokonya tapi baru beberapa langkah ia berbalik dan melambaikan tangannya. Aki tersenyum dan ikut melambaikan tangannya.

Riko melangkah lagi dan sampai didepan pintu toko yang sudah tertutup separo  Riko berbalik lagi. Ia lalu melambaikan tangannya lagi seperti tidak mau berpisah dengan kekasihnya. Aki yang masih memperhatikan Riko masuk ke toko jadi tersenyum melihat ulah ceweknya itu. ia membalas lambaikan tangan Riko lagi.


Riko membungkuk untuk masuk ke tokonya yang sudah tertutup itu. Aki lalu melangkah pergi. Tapi saat Aki menoleh kebelakang lagi ia melihat tangan Riko melambai padanya meski wajah dan tubuh Riko sudah tidak kelihatann. Aki tertawa geli dan bergumam lirih dan lembut (seperti berbicara pada Riko tapi hanya bisa didengarnya sendiri )“cepatlah masuk”.

Aki menunggu sampai tangan Riko menghilang dan tidak muncul lagi. Aki lalu meninggalkan Toko Riko untuk berjalan pulang ke rumahnya.


Pulang dari mengantar Riko, sepanjang jalan menuju rumahnya Aki terus saja tersenyum senyum sendiri. Saat berjalan diatas jembatan, Aki mendengar suara mobil, suara gemrisik air dan suara kapal yang lewat menjadi sebuah alunan lagu. Tanpa ia sadari Aki bersenandung. Aki mendapatkan ide sebuah lagu baru. Aki ingin segera mencatatnya agar tidak hilang. Aki segera berlari secepatnya menuju apartemennya. Ia masuk ke apartemennya dengan nafas terengah-engah. Ia lalu mengambil gitar dan merekam dengan HPnya.


Aki memasak untuk Shun yang mengunjunginya. Ia memberitahu Shun klo ia menciptakan lagu untuk Riko. Ia yakin Takagi dan Shinya akan memikirkan ulang lagu untuk Riko. Aki mengaku pada Shun klo saat debut Crude Play dan ia mundur adalah bentuk melarikan dirinya tapi sekarang (demi Riko) ia tak akan melakukannya lagi.

Shun melihat wajah tidak yakin Aki. Ia tersenyum bilang agar Aki melakukan yang diinginkannya.  tapi ia tetap ingin lagu untuk Crude Play tetap jalan. Aki setuju.



Aki menemui Takagi dikantornya. Aki membungkuk didepan takagi “aku mohon ijinkan aku menulis lagu untuk Riko” mohon Aki

“tidak bisa.. kau tak akan bisa menyelesaikannya sesuai schedule debut, lagian demo lagu shinya juga sudah jadi” sahut Takagi sambil menunjukkan kaset demo dari shinya.


Aki pulang dengan terburu-buru dan kecewa. Di loby gedung ia bertemu dengan Shinya.
“aku tak mengira klo dia cewekmu” kata shinya “maaf karena aku sudah menjadi bagian debut Crude Play.. mungkin semua karena kekuatiranmu… tapi aku juga selalu merasa menyedihkan. Selama ini aku  hanya ingin bandku sendiri. Saat aku bertemu Mush, aku merasa akhirnya aku menemukan tempatku sendiri. “ kata Shinya.  Sebenarnya sangat berat juga bagi Shinya berada sebagai pengganti Aki dalam Crude Play. Ia menjadi orang asing ditengah bandnya itu.
“Mush?” Tanya Aki
“aku memutuskan untuk memanggilnya (Riko) itu.” sahut Shinya. “suaranya sangat unik.. Mush.. aku tak akan menyerahkannya… Padamu.” Ucap Shinya meninggalkan Aki.



Riko dkk heran saat mendengar panggilan untuknya, Yuu-chan dan Sou-chan pergi ke ruang olahraga. Mereka bertiga berjalan beriringan dengan bingung alasan mereka dipanggil kesana. Saat sampai didepan pintu ruang olahraga, tiba-tiba para reporter, fotografer keluar menyambut ketiganya dengan kameranya. Mereka terus mengambil gambar ketiganya yang masih kebingungan.

Riko dkk lalu disuruh naik ke atas panggung dab diperkenalkan debut music mereka dengan nama Mush & co. teman-temannya menyambut dengan meriah atas prestasi ketiganya. Mush & co juga sudah mendapatkan sponsor dari  Pepsi dan mereka jadi bintang iklannya.


Diapartemennya Aki terkejut melihat berita perkenalan Mush & co yang sedang berlangsung disekolah Riko. Ia sedang membacanya saat ia mendengar ketukan keras dipintu kamarnya.

Aki segera berjalan dan membukanya. Betapa terkejutnya saat melihat yang didepan pintunya adalah Riko.  Gadis itu terlihat sangat panic. Nafasnya juga masih terengah-engah.

“eihhh… bukankah kau seharusnya ada di..”
“aku menyelinap keluar..” sahut Riko

“mengapa kau menyelinap keluar?” Tanya Aki heran
“aku tak tau cara menghadapi mereka” sahut riko masih kehabisan nafas.
Tentu saja Riko dkk shock mengalami itu karena Takagi tidak memberitahunya akan ada pengumuman debut mereka disekolah. Jadi mereka tidak siap.

Aki memperhatikan Riko yang Nampak kacau . ia masih memakai sepatu ruang dalam sekolah dan  menggenggam botol pepsi ditangannya.


Aki mengajak Riko berjalan dijembatan tepi laut.  Aki melihat wajah Riko yang gelisah.
“mereka terus berdatangan.. sementara aku tak mengerti apa yang terjadi.  Aku benar-benar tak mengerti apa yang Takagi-san katakan. “ keluh Riko pada cowoknya itu.

“Riko.. apa kau tak mau debut?” Tanya Aki lembut

“bukan debut.. aku hanya suka bernyanyi. “ sahut Riko menunduk. 

Aki terus memperhatikan Riko yang terlihat stress itu “semua akan baik-baik saja.. aku akan melindungi lagumu.. “

Riko menoleh memperhatikan Aki dengan pandangan tak paham maksud Aki.

“aku akan melindungi lagumu..  aku ingin kau.. menyanyikan laguku. “ ucap Aki “aku pernah menghindari music dan sejak saat itu membuatku menderita. Tapi denganmu.. aku merasa aku bisa menghadapinya lagi. Kau tau.. aku sekarang sangat bersemangat dengan music.”

“mengapa?” Tanya Riko.

Aki menoleh pada Riko dan tersenyum  menggoda“itu karena kamu”

Riko tersenyum senang mendengarnya dan berdiri bersebelahan dengan Aki, menyandarkan tangan mereka di atas jembatan tepi laut itu.


Aki memperhatikan botol pepsi yang masih saja dipegang Riko.
“kau tau.. kau sudah memeganginya sangat lama.” Kata Aki menertawakan Riko

Riko tertawa setelah menyadari klo ia memegang botol itu terus dari sekolahan.
“hahaha.. aku baru menydarinya.. aku biasanya minum minuman ini.. tapi sekarang aku merasa aneh” kata Riko *aneh karena ia sekarang menjadi bintang iklan pepsi.

“bukankah rasa minumannya seperti lemon?” Tanya Riko
“lemon? Apakah rasanya seperti itu? ” Aki baru mendengar klo pepsi bisa terasa seperti lemon.

“iya” sahut Riko membuka tutup pepsi dan meminumnya. Aki memperhatikan Riko yang sedang minum itu.

Riko meneguk pepsi dan merasakannya “iya.. rasanya….”belum sempat Riko menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba Aki sudah menciumnya dan merasakan rasa pepsi dari mulut Riko. Aki mencium Rikocukup  lama.

“hmm.. rasanya seperti itu” ucap Aki saat melepaskan bibir ceweknya itu.
“iya benar”. Riko tersipu malu-malu.


Takagi dan crew debut Mush sedang berkumpul untuk membahas baju yang akan jadi image mush nantinya dan kebutuhan lain saat Aki masuk mengejutkan semuanya. Ia menyerahkan demo album yang sudah dibuatnya untuk dinyanyikan Riko pada takagi. Semua berbisik-bisik karena jadwal debut sudah dekat. Aki bilang klo takagi harus mendengarnya dulu. Lalu Aki meninggalkan ruang pertemuan itu.


Takagi penasaran dengan lagu yang dibuatkan Aki jadi ia mendengarkannya dimobilnya. Takagi langsung suka begitu mendengarnya. Tiba-tiba assistannya menghubunginya dan memberitahu ada kabar yang sangat penting. Takagi bilang akan segera ke kantor untuk menyelesaikannya. Ia minta Nakahama untuk jangan panik lebih dulu dan tidak memberitahu lainnya. Ia minta wanita itu untuk menyimpan original filenya. Takagi buru-buru keluar dari mobilnya dan kembali ke kantornya.



Riko dkk pergi ke gedung label rekamannnya saat hujan masih turun deras membasahi kotanya. Ia minta yuu dan sou pergi ke ruangan rekaman music lebih dulu.

“mush-chan” pangggil lembut seorang wanita padanya.

Riko menoleh dan melihat ada Mari yang sedang duduk santai disofa dengan satu telinga menempel sebuah headset.

“oh marii!!!” teriak Riko histeris disapa oleh Mari “ohh maksudku mari-san.”
Mari tersenyum.

“apa kau tau aku?” Tanya riko.

“kau kan junior ku yang manis, mengapa tidak” sahut mari “jika kau mau, mengapa kau tidak duduk saja disini?” ajak mari menunjuk sofa didepannya.

“aku tak mau mengganggumu.?” kata Riko.
“aku hanya sedang menunggu mobil saja” sahut Mari mempersilahkn Riko duduk.
“baiklah..”

Rikopun duduk didepan Mari. Ia mendengar suara lagu Crude Play yang baru sedang didengarkan Mari.
“lagu baru Crude play sangat bagus ya? bagaimana menurutmu? Aku ingin tau bagaimana perasaan Aki saat ia menulis lagu ini” ucap Mari melamun “benar-benar cowok yang bodoh dengan mengatakan sayonara seperti ini!”ucap Mari dingin
Riko hanya terdiam.


Mari melihat sosok seseorang berjalan menuju pintu masuk gedung. 
“sampai jumpa lagi” pamit Mari berdiri dan meninggalkan Riko.
Riko juga bangkit berdiri memperhatikan Mari yang berjalan keluar gedung.

Riko terkejut saat melihat Aki dengan membawa payung berjalan menuju pintu depan kantor. Ia berniat memanggil Aki saat ia melihat Mari lebih dulu mendekati Aki.


Mari lalu berdiri dibawah payung yang sama dengan Aki. Dari gerak tubuh mereka, Riko merasa keduanya sudah kenal. Riko melihat keduanya saling menatap begitu dekat dalam 1 payung. tangan Mari juga merangkul pinggang Aki dengan mesra. Riko terkejut melihat mereka berdua.


Mobil yang ditunggu Mari berhenti didepan kantor dan Mari berjalan meninggalkan Aki menuju mobilnya. Mata Aki terus memperhatikan mari dan mata Riko juga memperhatikan keduanya.
“membenci wanita yang bernyanyi?” gumam Riko pelan. Ia mulai bisa menggabungkan kata-kata itu, lagu baru Crude Play “sayonara no junbi wa mou dekite ita” dan apa yang dilihat didepannya ini. Riko sangat bingung dan sedih.

Saat mobil mari sudah pergi, Aki menoleh memperhatikan ke dalam gedung dan berjalan masuk. Rikopun buru-buru mengambil gitarnya disofa dan berlari pergi secepatnya.




Bersambung


7 komentar:

  1. di tunggu kelanjutanyya mba.. ini yg paling di tunggu tunggu,,,

    BalasHapus
  2. Yaach ! kasian Riko jadi salah paham..lanjut terus ..
    fighting^^
    _dz

    BalasHapus
  3. kyaa..sato^^
    ngelihat aki aka sato senyum2 jd ikut2n senyum sendiri kkkk
    faighto en :)

    hira

    BalasHapus
  4. maaf admin
    boleh nanya yang saat aki buatin lagu stelah dia nganter riko dari rumahnya,yang ada artinya " Kita berdua melambaikan tangan kita..." itu judulnya apa ya...
    pengen banget download lagu itu...bagus bangetttt
    tolong di koment ya...makasih :)

    BalasHapus
  5. aku setuju,itu lagunya judulnya apa ya ,yang aki buatin untuk riko setelah dia anter riko? komenntnya ya min
    makasih

    BalasHapus
  6. duh aku jg lg nyari lagu itu tp ga ketemu.
    coba dengerin kumpulan lagu back theme di filmnya ini

    https://www.mediafire.com/?18pezy1e4s7mdq0

    BalasHapus
  7. (20 離ればなれに) kayaknya yang ini tapi ga Kedengaran suaranya AKI- San T_T

    BalasHapus