Kamis, 30 Januari 2014

Sinopsis : Shitsuren Chocolatier - Ep. 2 Part 2




Sudah sebulan Saeko san tak mengunjungi toko coklat La Vie. Olivier berkomentar Sota terlihat muram dan tak bersemangat dengan pekerjaannya sejak Saeko tak datang. Kaoruko menghibur sota dan berkata klo Saeko nanti pasti datang ke sana lagi dengan ajah seperti tak ada yang terjadi. Juga mungkin alasan Saeko mengajak Sota bertemu temannya adalah agar bisa melihat perasaan Sota yang sebenarnya.

Sota membantahnya. Itu dilakukan jika pada orang yang dia sukai tapi dalam kasusnya ini Saeko tak punya perasaan padanya sama sekali.
Kaoruko jadi kesal kenapa Sota yang sudah tau Saeko tak mau menerima cintanya, masih saja ia mengejar Saeko.

Sota tersinggung ia berkata klo seandainya ia tertarik pada orang lain itu justru akan lebih baik.  Tapi kenyataannya tak ada orang seperti itu diseklilingnya. Sota pergi meninggalkan dapur dengan kesal.


 
Malam harinya Sota sampai malam masih berkutat di dapur untuk membuat coklat. Olivier bertanya apa yang sedang dibuatnya. Sota menjawab klo ia sedang membuat produk coklat baru karena ia merasa customer mereka agak berkurang. Dan ada alasan lainnya yaitu ia sangat kangen pada Saeko. Ia ingin bertemu Saeko. Ia yakin jika ia mengeluarkan produk baru maka Saeko akan datang berkunjung lagi kesana. Olivier menatap sahabatnya dengan kasihan.
 


Olivier pulang ke rumah lebih dulu meninggalkan Sota yang sedng berekperimen. Ia melihat Matsuri yang berjalan ke lemari es. Melihat Olivier datang Matsuri menawarinya es krim strawberry.

Mereka lalu duduk disofa depan televisi.
“matsuri-chan sangat baik ya” puji Olivier pada adik Sota itu.
Matsuri tertawa-tawa. “hahha.. itu berlebihan..”

“tidak.. itu yang sebenarnya..” sahut Olivier
“eihhh?”

“kau imut dan ceria, kau benar-benar gadis yang baik” puji Olivier lagi.
“itu tak benar.. “

“kau tak perlu terlalu merendahkan diri. Itu kebiasaan buruk orang jepang” kata Olivier
“tidak.. tidak.. aku memang bukan gadis yang baik.”

“lalu apa keburukan yang pernah kau lakukan?”Tanya Olivier.
“hmmm.. ini rahasia ya..” ucap matsuri tertunduk menatap es krimnya.
“iya..” sahut Olivier.

“aku berkencan dengan pacar temanku.” Sahut Matsuri. Olivier terkejut, menatap Matsuri tak percaya.
Matsuri melirik Olivier yang tiba-tiba terdiam didepannya dan tersenyum “lihatkan.. aku bukan gadis yang baik sama sekali kan?”
Olivier sepertinya tak percaya gadis yang menurutnya imut dan ceria itu bisa berbuat seperti itu.
 



Sota mencoba coklat yang sudah dibuatnya tapi saat ia mencicipinya, ia kecewa karena rasa coklatnya masih sama dengan sebelumnya. Sota lalu membuang coklat-coklat itu… (ohh jangannnnnnn.. kasih aku sajaa…!! haha)



Pagi harinya ia sudah menyiapkan beberapa coklat dengan caramel untuk dicoba Olivier dan Kaoruko. Ia menunggu dan meminta keduanya memberi kan pendapat jujur tentang coklat barunya itu.

Setelah mencicipi coklat itu Olivier dan kaoruko saling melirik. Sota melihat lirikan keduanya itu dan meminta mereka jujur pada dia. Kaoruko berkata jujur klo coklat baru itu tak ada bedanya dengan coklat yang sudah ada.

Olivier berpendapat klo Sota sekarang agak berbeda dengan sota yang dulu yang bisa menciptakan ide-ide baru dalam coklat.  Sota kecewa ia tak bisa menemukan ide baru lagi. Pikirannya terasa penuh dan ia tak bisa berpikir lagi.

Olivier bertanya apa itu karena Saeko tak datang. Sota menjawab jujur “iya” ia merasa Saeko adalah inspirasinya untuk membuat coklat.
 


Seorang pemuda ganteng datang ke toko mereka. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Sekiya dari Ricdor. Ia memberikan undangan perayaan ulangtahun dari Rikudou (pemilik Ricdor) kepada toko la vie yang bergerak dibidang yang sama dengan Ricdor. .


Sota, Olivier, Kaoruko dan matsuri duduk diruang santai keluarga Sota. Matsuri heran mereka mendapatkan undangan itu karena mereka tak kenal dengan Rikudou.

Kaoruko menyuruh Sota pergi saja. Mumpung sota pikirannya sedang kacau taka da ide, siapa tau setelah bertemu rivalnya maka ia akan “memanas” untuk menemukan ide baru.
Olivier mengusulkan mereka ppergi bersama-sama.

Kaoruko menolak untuk datang karena ia tak terbiasa berpesta. Oliver memaksanya untu datang.

Olivier bertanya pada Matsuri apa akan ikut juga. Matsuri menolaknya karena ia ada rencana dimalam itu. Olivier penasaran rencana matsuri. Ia malah membayangkan matsuri  di sebuah kamar dengan seorang pria dan bermesraan disana.





Ditempat lain Saeko melihat pesan diHPnya tapi ia kecewa saat tak ada pesan satupun untuknya.  Ia pergi bersama temannya ke sebuah toko kue. Temannya itu berkata klo ada teman mereka yang pergi ke toko coklat La Vie dan suka dengan coklat buatan sota itu. Wajah Saeko langsung ceria, ia bilang klo coklat disana sangat berbeda dengan coklat ditempat lain. Temannya bertanya apa Saeko akan membeli coklat yang mereka kunjungi ini? Saeko menjawab tidak. Tapi saeko bergumam lirik “aku tak bisa berselingkuh

Mungkin maksud Saeko adalah ia tak mau berselingkuh dari coklat  buatan Sota dengan coklat dari toko lain… mungkin.. tapi waktu itu dia pernah membeli coklat Ricdor juga siy.. tau ahhh.. hehhehe
 


Pesta ulang tahun Ricdor.
Tamu sudah memenuhi ruangan pesta. Merea bersulang dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Ricdor.

Sota datang bersama Olivier dan Kaoruko. Penampilan ketiganya sangat rapi. Olivier dan Sota memakai jas resmi. Kaoruko memakai gaun dan rambutnya yang terbiasa diikat sekarang diurai, kaoruko terlihat sangat cantik.

Rikudou yang mengenali Sota cs segera menyambut mereka dengan teramat sangat ramah! Seperti sok sudah kenal lama didepan tamu-tamunya. Ia langsung mendekati sota dan memeluknya. Sota speakless, bengong melihat ulah rivalnya itu.

Rikudou melihat karangan bunga yang ditangan Sota dan segera mengambilnya.  Ia berkata klo ia senang Sota pernah berkunjung ke tokonya waktu itu.

oh ya sepertinya kemarin aku lupa nulis deh.. kejadian waktu mentalnya jatuh gara-gara Saeko bilang klo ia antri 7 jam buat beli coklat di Ricdor, sota langsung penasaran pergi kesana untuk merasakan coklat Ricdor. Dan saat itu Sota muntah diwastafel karena mentalnya tambah down setelah merasakan coklat Ricdor dan perkataan Saeko yang memuji Ricdor itu.

back to the party.
Rikudou bilang pada Sota klo ia marah pada pelayan yang melayani Sota-kun waktu itu dan tak memangil dirinya padahal pelayannya tau klo ia tertarik pada Sota-kun. Sota agak heran Rikudou terus memanggilnya Sota-kun 

(kun = biasanya untuk memanggil orang yang lebih muda atau juniornya, atau dipakai saat cewek memanggil seseorang yang ada ikatan emosi dengannya (pacar))

Sota masih heran dengan sikap Rikudou padanya. Rikudou tingkahnya kayak gay gitu.. hehheeh..
 

 
Seorang gadis cantik datang dan langsung memeluk rikudou dan menciumnya didepan tamu-tamu yang datang. Sota tambah heran melihat keduanya ini. Gadis cantik itu lalu menoleh pada Sota cs. Ia memperkenalkan dirinya dengan ramah. Ia adalah kato Erena, seorang model.

 
Kaoruko yang memang tak suka pesta jadi duduk sendirian. Olivier datang dan memberinya champagne.  Kaoruko bilang pada Olivier klo ia merasa tak cocok ada ditempat seperti itu. Olivier membantah perkataan Kaoruko. Ia minta ijin pergi mengambil makanan untuk mereka berdua. Tapi saat sedang mengambil makanan Olivier bertemu dengan teman lainnya membuat kaoruko jadi tambah merasa sendirian. 

Kaoruko melihat sekelilingnya untuk menemukan Sota sedang bersama Erena.  ia kecewa dan pergi meninggalkan hingar bingar acara itu.
 


Sementara itu Sota duduk bersebelahan dengan erena sang model. Mereka berdua sudah sanat akrab.
Erena bertanya apa Sota “apa kau sudah punya pacar?”
“blom..”

“apa kau terlalu sibuk untuk punya hubungan?” Tanya erena
“aku sebenarnya punya seseorang yang aku cintai selama 12 tahun.”
“12 tahun???!” seru erena terkejut.

“aku juga terkejut untuk menyebutkannya.. 12 tahun?”
“aku jug..” sahut erena tersenyum
“heihh?”

“aku juga punya cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi ya memang baru akan 1 tahun saja.”
“tapi jika itu Erena-san..”
“panggil saja Erena.. “

“ya.. jika orang itu adalah Erena, bukankah pria akan langsung jatuh cinta?”
“tapi jika itu tak terjadi.. bagaimana menurutmu?” Tanya Erena bernada manja pada Sota. Ia lalu meraih tangan sota sambil berdiri. “lalu.. antara aku dan gadis itu (saeko) mana yang memberikan efek (efek saat Erena menyentuh tangan Sota)  padamu ?” ucap erena  merayu Sota.

Sota kebingungan menyikapi Erena. “erena lebih stylish dan cantik.. tapi.. pada orang yang kau cintai, kau punya perasaan yang lebih mendalam. “ ucap Sota membayangkan Saeko yang sedang mandi coklat itu sambil terus senyum-senyum.

“ya..ya.. aku mengerti..  pria tak benar-benar menyukaiku… aku tak punya daya tarik“
“itu tak benar..  kau tau.. jika seorang pria bersama dengan seseorang yang terlalu cantik mereka jadi gugup..”

“tapi aku bukan orang yang terkenal..” ucap Erena. Ia lalu berkata ia tak peduli jika pria tak tertarik padanya karena pekerjaannya adalah menarik wanita(untuk membeli produk yang diiklankannya).
 



Kaoruko melangkah keluar ruangan. Ia melihat sekiya orang yang mengantar undangan ulang tahun Ricdor ada didepan untuk menyambut tamu. Sekiya bertanya apa kaoruko akan pulang? Kaoruko menjawab klo ia sudah merasa cukup didalam pesta. Sekiya meminta maaf jika sikap Rikudou mengecewakannya. Kaoruko membantah klo ia pulang bukan karena Rikudaou, dan acaranya sebenarnya juga menyenangkan. Kaoruko lalu melanjutkan melangkah keluar ruangan.

Sekiya memanggilnya lagi dan memuji rambut kaoruko yang diurai it.u. ia memuji kaoruko terlihat berbeda dan cantik dengan penampilan seperti itu. Kaoruko terkejut Sekiya yang baru dikenalnya begitu perhatian padanya. Ia tersentuh pada Sekiya.

Dijalan ia terus menyentuh rambutnya. Ia jadi teringat Sota yang tak mengomentari gaya rambutnya yang ia urai itu.

 
 
Sota berbagi taxi dengan Erena saat pulang pesta.
Sota memberitahu erena klo wanita yang disukainya sudah menikah. Erena merasa sota lebih beruntung darinya karena meski wanita yang dicintai Sota sudah menikah tapi keduanya masih bisa saling bertemu, telpon atau mengirimkan pesan satu sama lain.

Sementara ia sendiri, ia tak punya kesempatan itu. Pria yang disukainya adalah drummer sebuah band. Mereka bertemu saat ia menjadi bintang video klip band pria itu. mereka juga baru berbicara 2 x saja. Sekarangpun erena tak tau dimana pria itu. Erena bilang klo pria yang dicintainya itu berwajah standard alias ttidak ganteng sama sekali. Tapi ia jatuh cinta pada pemuda itu. ia tak tau darimana ia bisa jatuh cinta.

Sota memberitahu Erena klo ia juga cinta pada pandangan pertama. Erena berharap jika cinta yang mudah timbul seperti itu harusnya juga mudah dilupakan.. tapi kenyataannya.. tidak…

Erena menyandarkan kepalanya dibahu Sota dan Sota menyentuh tangan erena lembut. Erena berkata ia merasa hangat..


Saeko dirumahnya terlihat sangat gelisah. Ia terus membuka Hpnya untuk melihat apa ada pesan untuknya. Didepannya tergeletak coklat La Vie yang sudah habis dan menyisakan kotaknya saja.


Sampai didepan rumahnya, Erena mengajak Sota untuk masuk untuk minum teh. Sota tak menolak dan mengikuti erena masuk kedalam.

Setelah membuatkan the untuk Sota, Erena segera melepas pakaiannya diruangan yang sama tempat Sota berada dan hanya dibatasi pembatas ruangan lipatan itu.
“aku sudah pernah ke choco La Vie” ucap Erena sambil melepas pakaiannya.
“benarkah?” Tanya Sota senang

“iya. Sangat enak dan dekorasinya juga indah.. ada  hiasan lampunya sangat indah” puji Erena
“ohh lampu itu adalah hadiah dari staff ayahku. Ia biasa memakainya di tokonya sendiri tapi dia sudah tak memakainya lagi.” Sota terus berbicara.

“sota kun..” pangil Erena sambil berjalan mendekati sota.
“ya..?” Sota berbalik kea rah Erena yang memakai baju dalaman seksi.
“mau melakukannya?” Tanya erena

“hmm?”
“sex?” jawab Erena santai. Sota  terkejut sampai menyemburkan  tehh yang sedang diminumnya dan tersedak.

“kau tak mau?” Tanya erena
“tidak.. bukan itu tujuanku datang ke rumahmu.. kitakan teman” sahut Sota menjelaskan. Ia takut Erena salah mengerti tujuannya ke rumah Erena.

“benarkah begitu” tawa Erena mendekati dota.“kitakan teman diclub cinta sepihak"
“iya benar.. aku punya orang yang aku cintai juga.. dan erena juga punya orang yang kau cintai.. jadi..”
 


Erena menatap Sota dengan sayu “tapi aku tak tau kapan aku bisa bertemu dengan orang itu lagi. Meski aku bertemu dengannya aku tak tau apa dia akan menyukaiku. Itu seeprtinya hal yang tak mungkin seumur hidupku. Tapi aku juga tak mampu melupakannya. Apa itu aku berarti harus selalu memikirkan orang itu dan tak pernah bisa bersama dengan orang lain? Apa aku tak akan pernah bisa berhubungan dengan orang lain? Dan harus hidup seorang diri?”

Sota terdiam menatap Erena yang memang punya pengalaman yang sama dengannya

“bagaimana dengan Sota-kun? Apa yang sudah kau lakukan sampai sekarang? Apa kau sudah pernah “melakukannya” dengan orang lain?” Tanya erena.

“bukan begitu.. untukku… hmm.. kau tau aku kan pria….” Jawab Sota malu-malu.
Erena langsung merangkul lengan Sota. “klo begitu berarti tak masalahkan?” ajak Erena lagi sambil menyadarkan kepalanya dibahu Sota.

Sota mundur dan membuat Erena duduk tegak lagi. “eihh tapi erena kita kan teman..”
“jika kita melakukannya apa kau akan jatuh cinta padaku? Apa hatimu akan berubah?” Tanya erena

“hmm.. mung-ki.n.. ti..dak…  maaf” sahut Sota.

“aku jua tidak akan” erena tertawa. “orang yang aku cintai juga tak akan berubah.. jadi itu tak akan masalah. Aku tak akan melakukannya dengan seseorang yang akan salah mengerti tentang hal itu.” bujuk erena.
Sota hanya diam dan meminum tehnya.
 
Erena berkata klo saat ditaxi ia merasa mengerti perasaan sota. Cinta satu pihak memang membuat orang jadi kesepian.  Meski sudah punya teman dan pekerjaan berjalan lancar tapi saat memikirkan hal itu, maka akan merasa kesepian . ia punya perasaan seperti Sota tapi saat mereka saling sharing ia merasa tak begitu kesepian. Ia tak akan mengatakan itu pada siapapun, dan hanya pada Sota saja.

Sota mengerti perasaan Erena tapi saat ini ia sudah tak bertemu saeko lama dan muncul hal seperti ini. ia merasa Tuhan sedang mengujinya.
Erena yang melihat Sota kukuh pada pendiriannya lalu berkata klo ia tak akan melanjutkan ajakanya tadi. Ia meminta maaf sudah mengajukan ide itu. ia berjanji tak akan mengatakan hal seperti itu lagi.



Sota menemui Saeko, dengan bangga ia berkata pada Saeko klo barusan ia menolak ajakan seorang model kepadnya. Saeko tersenyum namun wajahnya berubah dingin dan berkata siapa yang mauu memberi pujian untuk hal yang seperti begitu saja. Ia bertanya apa Sota memintanya untuk memuji sota? Lalu memangnya mereka berdua ada hubungan apa? Ia tak merasakan ada apa-apa diantara mereka. Saeko menyebut sota seorang pemuda yang membosankan dan menjijikkan. Sota tak pernah berubah sama sekali!

Sota terkejut dengan itu semua. Saat Saeko meninggalkannya ia tertunduk lemas. Tiba-tiba ia terbangun dari tidurnya dirumah Erena.

Sota ingin suatu hari nanti saat saeko menemuinya, ia seorang yang sudah berubah.. ia ingin berubah jadi “bad sota”

Sota melihat Erena yang sedang menonton sebuah film. Erena akhirnya menyadari Sota sudah terbangun.

“mau melakukannya.?” Ajak Sota. Erena terkejut Sota berubah pikiran. “mau melakukannya Erena?” ajak Sota sekali lagi.

“eihhh mengapa kau berubah pikiran? Apa setelah kau bersamaku sekarang kau bisa melihatku sebagai wanita yang baik?” Tanya Erena

“tidak..” ucap Sota mendekati Erena “dari awal aku sudah tau Erena wanita yang baik. “
Mereka saling menatap begitu dekat. Erena melingkarkan lengannya dibahu Sota dan menatap mata Sota “kau tak boleh jatuh cinta padaku” ucap erena.

“kau juga tak boleh jatuh cinta padaku” ucap sota. Mereka lalu berciuman, bertambah intens dan…  yah begitulah.. mereka akhirnya “melakukannya” hihihih.. gak usah detail pasti sudah pada tau sendiri. :P




 
Sota terbangun ditempat tidur erena. Ia mendengar ada pesan masuk di HPnya saat dibuka ternyata dari Saeko. Erena terbangun dan begitu melihat wajah Sota ia tau pesan darimana yang sedang dibaca Sota.

Dipesan yang diterimanya, Saeko bercerita klo ada temannya yang datang ke toko coklat sota. Temannya itu sangat menyukai coklat  buatan Sota tersebut. Saat temannya memuji sota, saeko merasa sangat bahagia juga.

Sota bergumam kenapa wanita selalu mengirim pesan yang susah untuk dijawab.  Erena menjawab biasanya karena wanita hanya ingin berbicara saja maka membahas hal-hal yang tak penting asal bisa bicara dengan orang tersebut. Sota membantah tak mungkin Saeko memiliki perasaan seperti itu.

Mereka melanjutkan pembicaraan mereka di bath tub saat mereka mandi bersama. Sota melihat hiasan kuku ditangan Erena dan sota menyukainya.
 



Kaoruko terkejut saat sota masuk ke toko coklat dengan pakaian yang kemarin dipakai. Ia bertanya pada sota dengan marah apa semalam sota menginap dirumah erena? Sota menjawab seenaknya. Ia berkata akan sangat aneh jika ia justru menginap di rumah gadis lain mengingat semalam ia hanya berbicara dengan Erena.

Kaoruko kesal pada Sota dan sota juga jadi marah pada Kaoruko karena apa yang dilakukannya adalah haknya dia sebagai lelaki dewasa.

Olivier masuk ke toko la vie dan merasakan suasana permusuhan diantara keduanya. Ia menatap bolak –balik pada kaoruko dan Sota.



Saat di dapur Olivier menasehati Sota agar ia tak perlu mengatakan hal yang terlau pribadi pada Kaoruko. Lebih baik ia berbohong untuk kebaikkan lingkungan kerja.
 
Sota menuruti nasehat Olivier ia memberitahu Kaoruko klo ia semalam dirumah Erena hanya minum teh, berbicara dan ia tertidur. Kaoruko terlihat agak lega mendengar pengakuan Sota.

Olivier bertanya pada Sota apa kaoruko percaya dengan kebohongannya itu?  Sota menjawab 50-50 saja.

Sota membuat coklat caramel dan dibagian atasnya ada hiasan manik-manik yang bisa dimakan. Ia berkata pada Olivier klo ia mendapatkan ide coklat itu saat melihat kuku tangan Erena. Sota ingin membuat saeko datang dan merasakan coklat yang dibuatnya dari inspirasi wanita lain. Olivier merasakan coklat baru itu berbeda dengan coklat-coklat sebelumnya dan  Itu pertama kalinya Sato membuat coklat karena inspirasi dari wanita lain.
 

 
Saeko sangat sedih dirumahnya. ia menerima sms dari Sota yang memberitahunya klo tokonya membuat coklat baru dan meminta Saeko untuk merasakannya.  Wajah Saeko  langsung berubah bahagia begitu membacanya.

“saeko-san aku ingin bertemu denganmu… aku tak peduli jika kau tak mencintaiku. Aku masih ingin bertemu denganmu sampai tak tertahankan.  Tapi tak ada yang bisa aku lakukan selain memancingmu dengan coklat-coklat… karena aku seorang chocolatier.”
 


Catatan : Episode 3 membuatku jealous.. Olivier mulai jatuh cinta juga...terus apa yang terjadi saat Saeko bertemu Erena?


1 komentar: